Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Remaja Kelas X SMAN 6 Pekanbaru Agustin, Marsya; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6965

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seksualitas sehingga memerlukan pengetahuan yang tepat untuk mencegah perilaku berisiko. Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial menyebabkan remaja mudah terpapar berbagai informasi seksual yang belum tentu akurat serta berpotensi menimbulkan mispersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan pengetahuan tentang seks bebas pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 103 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 15,45 tahun (SD = 0,500) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (67%). Intensitas penggunaan media sosial sebagian besar berada pada kategori sedang hingga tinggi, sementara tingkat pengetahuan tentang seks bebas berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah positif. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan siswa mengenai seks bebas. Disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk pengetahuan remaja, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan pendidikan seksualitas yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Hubungan Indek Massa Tubuh (IMT) dengan Body Image pada Remaja di SMAN 6 Pekanbaru Astuti, Meilia Dwi; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6969

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi body image. Salah satu faktor yang berkaitan dengan persepsi tersebut adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Perubahan IMT pada remaja dapat memengaruhi body image yang berdampak pada kepercayaan diri dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dengan body image pada remaja kelas X di SMAN 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan pada 06 – 07 Januari 2026. Responden berjumlah 103 orang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan kategori penduduk Asia, sedangkan body image diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 58 (56,3%), IMT gemuk 29 (28,2%), IMT sangat kurus 11 (10,7%), dan IMT obesitas 5 (4,9%). Pada body image, 53 (51,5%) memiliki body image negatif, sedangkan 50 (48,5%) memiliki body image positif. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan body image pada remaja (p = 0,001 < 0,05). Kesimpulannya, perbedaan status IMT dapat memengaruhi cara remaja menilai body imagenya. Disarankan bagi sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai body image yang sehat serta pentingnya menjaga keseimbangan IMT melalui kebiasaan hidup yang baik.
Hubungan Activity Daily Living dengan Pengontrolan Gula Darah Lansia dengan DM di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Pitriani, Pitriani; Putri, Veni Dayu; Ezalina, Ezalina; Yani, Emul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6980

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lanjut usia dan memerlukan pengontrolan gula darah yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam pengontrolan gula darah pada lansia dengan DM adalah kemampuan melakukan Activity of Daily Living (ADL), karena aktivitas harian berhubungan dengan penggunaan glukosa dan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Activity of Daily Living dengan pengontrolan gula darah pada lansia dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 24 Desember 2025-20 Januari 2026 menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia penderita dm dengan kunjunga di Puskesmas payung Sekaki Kota Pekanbaru sebanyak 201 pada 3 bulan terakhir bulan juli, Agustus, September tahun 2025, Dengan jumlah sempel 132 lansia penderita DM yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Activity of Daily Living (Barthel Index) dan lembar observasi pengontrolan gula darah berdasarkan kartu sehat lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value bernilai < 0,001, Berarti pada nilai p value didapatkan hasil <0,05 maka H0 ditolak, yang berarti ada huabungan Activity Daily Living (ADL) dengan pengontrolan gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik lansia melakukan aktifitas sehari-hari, maka semakin baik pengontrolan gula darahnya.