Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HASIL UJI PRODUK ABON DORI RIMBANG MAKANAN BERGIZI NON-MSG Putri, Veni Dayu; Dea Andarista; Dina Adelia; Ishabel Bielqis Khandisya; Wulansari, Wulansari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8864

Abstract

Abon adalah makanan tradisional Indonesia khas pulau Bali dan Jawa yang terbuat dari serat daging hewan. Di Indonesia abon yang banyak dijumpai adalah abon sapi, ayam, dan ikan dengan varian rasa seperti original, pedas, dan manis. Salah satu abon ikan yang beredar di pasaran adalah abon ikan dori. Pada umumnya, abon ikan dori yang beredar di pasaran hanya berbahan dasar dari ikan dori saja dan belum ada yang mengolah abon ikan dori yang dikombinasikan dengan rimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk abon dori rimbang telah memenuhi persyaratan mutu sesuai dengan SNI. Dari hasil pengujian yang di dapatkan, abon Dori Rimbang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SNI yaitu hasil uji organoleptik Bau, Rasa, Kenampakan, dan tekstur menunjukkan angka 9,0. Hasil uji proksimat karbohidrat 3,02%, serat kasar 27,28%, kadar protein 30,4%. Hasil uji kadar air yang terdapat pada abon Dori Rimbang berada di angka 4,5% yang berarti telah memenuhi syarat mutu abon yaitu maksimal 15%. Hasil parameter masa simpan pada suhu 20°C yaitu selama 247 hari, sedangkan pada suhu 25°C yaitu 170 hari, dan pada suhu 30°C 118 hari
Education and Training on Making Anti-Hypertensive Basil Jelly in The Area of Health Centre Rawat Inap Karya Wanita of Pekanbaru: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Jelly Kemangi Antihipertensi di Wilayah Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita Pekanbaru` Putri, Veni Dayu; Rizka Febtrina; Rahmi Pramulia Fitri; Dea Andarista; Monica Juliyanti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.16594

Abstract

Hypertension is a cardiovaskuler disease characterized by systolic blood pressure ≥140mmHg and diastolic blood pressure ≥90mmHg. Hypertension requires continuous management as it can lead to complications such as stroke and coronary heart disease. This community engagement activity was conducted at the Lembah Damai Subdistrict Health Center in Lembah Damai Village, Pekanbaru City in September 2023. The purpose of the activity is to empower participants by increasing their knowledge and skills in the non-pharmacological management of hypertension using basil plant. The engagement activity was carried out in several stages, including a focus group discussion (FGD), project awareness, educational sessions using a pre-post testing design, and training on making anti-hypertensive basil jelly. The instruments used in this community service activity include a knowledge questionnaire about hypertension and an observation sheet to assess partners’s skills in making antihypertensive basil jellt. The data analysis used is frequency distribution. The results of the engagement activity showed an increase in the average knowledge scores of the participants, from 69 (pre-test) to 90 (post-test), indicating an improvement in their understanding of hypertension. There was also an increase in the participants’s skills in processing and making anti-hypertensive basil jelly, from 20% (pre-test) to 100% (post-test). The engagement activity was successfully implemented, with pasticipants actively from beginning to end with enthusiasm.
Tingkat Berpikir Kritis Mahasiswa Keperawatan di Institusi Pendidikan Keperawatan Swasta Adelia, Gita; Asyikin, Nur; Malfasari, Eka; Putri, Veni Dayu; Arfina, Angga
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.7461

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa keperawatan dalam menghadapi kompleksitas pengambilan keputusan klinis. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis mahasiswa masih beragam antar negara dan dipengaruhi oleh kurikulum serta metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat berpikir kritis mahasiswa keperawatan di Institusi Pendidikan Keperawatan Swasta di Pekanbaru, Riau. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain deskriptif dengan jumlah 262 orang yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengukuran kemampuan berpikir kritis dilakukan menggunakan instrumen Nursing Critical Thinking in Clinical Practice Questionnaire (N-CT-4) yang memiliki validitas isi sangat baik (CVI = 0,95) dan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s alpha = 0,96). Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat kemampuan berpikir kritis. Rata-rata usia responden adalah 20,31 tahun, dengan hampir seluruhnya berjenis kelamin perempuan dan berada pada tingkat pendidikan semester 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori sedang (44,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa masih perlu didorong untuk mencapai level berpikir kritis yang lebih tinggi. Kesimpulan: Kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan di institusi tersebut berada pada tingkat sedang.
Edukasi Video SADARI Pada Remaja Putri di Panti Asuhan Purwaningsih, Arlia; Harahap, Afrida Sriyani Harahap; Fitri Dyna; Sri Yanti; Veni Dayu Putri; Emul Yani; Selly Amanda Putri
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1930

Abstract

Kanker payudara masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah akibat keterlambatan deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan strategi preventif yang sederhana dan efektif untuk dikenalkan sejak masa remaja guna membentuk kesadaran kesehatan jangka panjang. Namun, pengetahuan dan sikap remaja terhadap SADARI masih rendah, khususnya pada kelompok rentan seperti remaja yang tinggal di panti asuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi SADARI berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di Panti Asuhan Walidah Aisyiyah, Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif dengan desain pretest–posttest yang melibatkan 21 remaja putri usia 12–18 tahun dalam satu sesi selama 120 menit. Intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang kanker payudara, tanda dan gejala awal, serta langkah-langkah SADARI yang dilanjutkan dengan diskusi terarah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 45% menjadi 88% dan skor sikap dari 34% menjadi 70%. Edukasi SADARI berbasis video efektif meningkatkan kesadaran dan sikap remaja terhadap deteksi dini kanker payudara di komunitas.
Critical Thinking Skills Development across Semesters in Nursing Students: A Cross-Sectional Study Adelia, Gita; Alwi, Fahrizal; Asyikin, Nur; Pérez , Esperanza Zurigue; Malfasari, Eka; Putri, Veni Dayu; Arfina, Angga; Locsin, Rozzano C.; Yoder, Linda H.
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v19i1.12711

Abstract

Critical thinking is a fundamental skill in nursing education that plays a crucial role in supporting professional responsibilities, enhancing service quality, and improving nursing performance in the modern era. This study aimed to analyze the dimensions of critical thinking among nursing students and assess the development of critical thinking skills across different academic semesters in the Bachelor of Nursing program at the Faculty of Nursing, IKes Payung Negeri Pekanbaru. A cross-sectional quantitative design was employed, involving 264 nursing students selected through stratified random sampling to ensure proportional representation across academic semesters. Data were collected using the Nursing Critical Thinking in Students Questionnaire (N-CT-4), which measures four dimensions of critical thinking. Descriptive and inferential statistical analyses were conducted using SPSS software, with ANOVA employed to examine differences in mean scores among students from different academic semesters. The Intellectual and Cognitive dimension had the highest mean score (M = 131.99, SD = 24.259, range = 70–176), while the Technical dimension had the lowest (M = 18.09, SD = 3.773, range = 8–24). ANOVA results indicated an upward trend in the Intellectual and Cognitive scores, increasing from 130.2 in the 3rd and 5th semesters to 136.5 in the 7th semester; however, this difference was not statistically significant. Although critical thinking skills, particularly in the cognitive domain, showed improvement across semesters, the progression was not statistically significant. These findings underscore the need for more practical, practice-based learning strategies to enhance critical thinking competencies meaningfully. Further longitudinal studies are recommended to evaluate long-term development and the impact of educational interventions.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Remaja Kelas X SMAN 6 Pekanbaru Agustin, Marsya; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6965

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seksualitas sehingga memerlukan pengetahuan yang tepat untuk mencegah perilaku berisiko. Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial menyebabkan remaja mudah terpapar berbagai informasi seksual yang belum tentu akurat serta berpotensi menimbulkan mispersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan pengetahuan tentang seks bebas pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 103 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 15,45 tahun (SD = 0,500) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (67%). Intensitas penggunaan media sosial sebagian besar berada pada kategori sedang hingga tinggi, sementara tingkat pengetahuan tentang seks bebas berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah positif. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan siswa mengenai seks bebas. Disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk pengetahuan remaja, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan pendidikan seksualitas yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Hubungan Indek Massa Tubuh (IMT) dengan Body Image pada Remaja di SMAN 6 Pekanbaru Astuti, Meilia Dwi; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6969

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi body image. Salah satu faktor yang berkaitan dengan persepsi tersebut adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Perubahan IMT pada remaja dapat memengaruhi body image yang berdampak pada kepercayaan diri dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dengan body image pada remaja kelas X di SMAN 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan pada 06 – 07 Januari 2026. Responden berjumlah 103 orang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan kategori penduduk Asia, sedangkan body image diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 58 (56,3%), IMT gemuk 29 (28,2%), IMT sangat kurus 11 (10,7%), dan IMT obesitas 5 (4,9%). Pada body image, 53 (51,5%) memiliki body image negatif, sedangkan 50 (48,5%) memiliki body image positif. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan body image pada remaja (p = 0,001 < 0,05). Kesimpulannya, perbedaan status IMT dapat memengaruhi cara remaja menilai body imagenya. Disarankan bagi sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai body image yang sehat serta pentingnya menjaga keseimbangan IMT melalui kebiasaan hidup yang baik.
Hubungan Activity Daily Living dengan Pengontrolan Gula Darah Lansia dengan DM di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Pitriani, Pitriani; Putri, Veni Dayu; Ezalina, Ezalina; Yani, Emul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6980

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lanjut usia dan memerlukan pengontrolan gula darah yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam pengontrolan gula darah pada lansia dengan DM adalah kemampuan melakukan Activity of Daily Living (ADL), karena aktivitas harian berhubungan dengan penggunaan glukosa dan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Activity of Daily Living dengan pengontrolan gula darah pada lansia dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 24 Desember 2025-20 Januari 2026 menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia penderita dm dengan kunjunga di Puskesmas payung Sekaki Kota Pekanbaru sebanyak 201 pada 3 bulan terakhir bulan juli, Agustus, September tahun 2025, Dengan jumlah sempel 132 lansia penderita DM yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Activity of Daily Living (Barthel Index) dan lembar observasi pengontrolan gula darah berdasarkan kartu sehat lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value bernilai < 0,001, Berarti pada nilai p value didapatkan hasil <0,05 maka H0 ditolak, yang berarti ada huabungan Activity Daily Living (ADL) dengan pengontrolan gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik lansia melakukan aktifitas sehari-hari, maka semakin baik pengontrolan gula darahnya.