Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

LITERASI LAUT PADA SISWA SD INPRES DORMENA UNTUK MEMBENTUK GENERASI YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PEMANFAATAN LAUT Cornelius Tanta; Apriani Herni Rophi; Edoward Krisson Raunsay; David R. Jesajas; Mivtha Citraningrum
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37484

Abstract

Kampung Doromena yang berada di Distrik Depapre Kabupaten Sentani, Papua merupakan kampung yang memiliki potensi perairan yang besar apabila dikelola dengan baik. Masyarakat Pesisir Kampung Doromena sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil laut dengan bermata pencaharian sebagai nelayan. Akan tetapi, beberapa masyarakat masih melakukan destructive fishing yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang sebagai tempat hidup banyak biota laut serta merusak regenerasi dan rantai makanan dalam eksosistem tersebut. Selain itu, berdasarkan hasil observasi kesadaran masyarakat akan laut masih rendah, hal ini terlihat dari perilaku masyarakat yang masih membuang limbah rumah tangganya langsung ke laut. daerah Depapre juga menjadi area yang sangat sering dikunjungi oleh wisatawan karena lautnya yang indah. Hal ini dapat menjadi ancaman dimana kegiatan pariwisata seperti snorkeling yang kurang bertanggung dapat merusak eksosistem terumbu karang dan eksosistem lamun. Ditambah lagi berdasarkan hasil observasi dan wawancara di sekolah diketahui bahwa literasi laut kurang dilakukan. Hal ini akan berdampak pada kesadaran dan kepedulian generasi muda yang kurang dalam menjaga kelestarian laut di daerahnya. Berdasarkan permasalahan diatas, maka perlu adanya literasi laut pada masyarakat pesisir kampung Doromena sejak usia Sekolah Dasa Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberikan literasi laut bagi anak-anak Sekolah Dasar. Adanya kegiatan literasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak pesisir tentang pentingnya laut bagi keberlanjutan hidup manusia. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan kedepannya generasi Doromena tidak lagi melakukan destructif fishing atau kegiatan pengrusakan laut lainnya. Melalui kesadaran tersebut, masyarakat Doromena ke depannya dapat mengelola dan memanfaatkan laut secara berkelanjutan sehingga sumberdaya laut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan pengabdian dapat diselengarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini disambut baik pihak sekolah dan masyarakat setempat dengan jumlah peserta yang hadir mencapai target 93%. Materi dapat disampaikan secara keseluruhan serta pada akhir kegiatan, peserta memiliki penilaian sikap peduli laut pada kategori sedang hingga tinggi dengan persentase sebesar 83%.
Analysis of Science Process Skills of Junior High School Students Apriani Herni Rophi; Ruth Megawati; Yaneta Tabita Aiboy; Mivtha Citraningrum; Edoward Krisson Raunsay
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7194

Abstract

Natural Sciences (IPA) emphasizes students' science process skills in every learning process. However, looking at the facts in the field when studying science, students still tend to memorize concepts, theories, and principles without understanding the discovery process. This has an impact on the ongoing learning process being uninteresting so that students become bored and ultimately causes students' understanding of science concepts to become low. This research aims to determine the quality of science process skills of class VII students at Kanda Middle School. The research method used is quantitative. The population is all class VII students at Kanda Middle School, totaling 46 people, while the sample in this study was 23 students taken by random sampling. The instruments used are performance that assesses practicum activities as well as interview guidelines used to gather information from science teachers. Data were analyzed using the percentage value formula. This research concludes that the science process skills of class VII Kanda State Middle School students have a percentage of 70.01% in the skilled category.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN KOMBUCHA SEBAGAI PENERAPAN MATERI BIOTEKNOLOGI PADA SISWA SMP SATU ATAP KANDA KABUPATEN JAYAPURA Apriani Herni Rophi; Retno Hadi Sutjipto; Gracea Pagoga; Mivtha Citraningrum; Yaneta Tabita Aiboi; Edoward Krisson Raunsay
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62872

Abstract

Perkembangan di berbagai aspek kehidupan terutama bidang pendidikan, merupakan upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang yang cenderung mengejar efisiensi dan efektivitas. kecakapan hidup (life skill) berkaitan erat dengan materi bioteknologi yang memiliki tujuan untuk membekali siswa di ranah empat kompetensi inti yaitu kompetensi spiritual, kompetensi sosial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi  keterampilan. Implikasi bioteknologi dalam kehidupan dapat menerapkan pembuatan produk-produk bioteknologi, salah satunya adalah melakukan praktikum pembuatan teh kombucha. Teh kombucha merupakan salah satu minuman tradisional yang sangat menarik karena, teh ini merupakan hasil fermentasi yang dilakukan oleh kultur simbiotik. Pelatihan pembuatan teh kombucha memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memiliki upengetahuan tetapi juga aspek life skill lainnya dan pengalaman membuat produk bioteknologi konvensional dengan terlibat langsung dalam proses pembelajaran di laboratorium. Sasaran kegiatan pengabdian yaitu siswa satu atap Kanda sebanyak 43 orang. Metode yang digunakan berupa ceramah, praktik dan diskusi. Diharapkan melalui kegiatan pengabdian siswa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan serta dapat menarik minat siswa dalam berwirausahaan. Kegiatan pelatihan dapat diselengarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini disambut baik oleh siswa dengan jumlah peserta yang hadir mencapai target 100%. Materi dapat disampaikan secara keseluruhan  serta pada akhir kegiatan, siswa memiliki wawasan baru terkait salah satu contoh bioteknologi konvensional serta aplikasi produk kewirausahaan yang memiliki nilai jual yang bersaing.