Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH Sukron Amri; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8118

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya faktor bahwa efektivitas sekolah di SD Negeri Daerah Binaan 1 Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal masih membutuhkan peningkatan. Faktor yang mempengaruhi di duga karena pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya sekolah yang beragam.Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap efektivitas sekolah, (2) mengetahui seberapa besar pengaruh budaya sekolah terhadap efektivitas sekolah,(3) mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD  Negeri daerah Binaan I Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal berjumlah 125 orang dan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling tingkat kepercayaan 5% sebanyak 91 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji persyaratan data dan uji regresi.Uji hipotesis menunjukan: (1) korelasi antara variabel keterampilan manajerial kepala sekolah dengan variabel efektivitas sekolah sebesar 0,815 termasuk kategori cukup kuat. (2) korelasi antara variabel budaya sekolah terhadap variabel efektivitas sekolah sebesar 0,713 termasuk kategori kuat. (3) pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah guru dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah sebesar 88,9% dengan koefisien regresi positif, artinya jika keterampilan manajerial kepala sekolah dan budaya sekolah semakin baik, maka efektivitas sekolah semakin baik pula.Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan sebaiknya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal perlu merancang suatu kebijakan yang dapat mengimplementasikan keterampilan manajerial kepala sekolah, sehingga efektivitas sekolah akan meningkat. Bagi kepala sekolah perlu ada peningkatan keterampilan manajerial kepala sekolah dalam upaya peningkatan efektivitas sekolah serta meningkatkan keteladanan dalam menciptakan budaya sekolah yang baik. Untuk guru hendaknya menjadi teladan dalam menciptakan budaya sekolah untuk mewujudkan efektivitas sekolah serta meningkatkan budaya sekolah yang baik untuk menjaga keutuhan hubungan antar warga sekolah.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMP NEGERI DI KABUPATEN SEMARANG Noor Miyono; Endang Widiastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 10, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v10i1.9430

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah 1) pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dan pengawas belum optimal, 2) implementasi budaya sekolah belum optimal, dan 3) rendahnya profesionalisme guru dengan melihat hasil UN peserta didik yang rata-ratanya masih rendahTujuan penelitian ini adalah untuk: 1) untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik terhadap profesionalisme guru, 2) untuk mengetahui pengaruh budaya sekolah terhadap profesionalisme guru, 3). untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap profesionalisme guruSMP Negeri di Kabupaten Semarang.Populasi penelitian ini adalah seluruh guru dari 17 SMP Negeri di Kabupaten Semarang yang berjumlah 543 orang, sampel sebanyak 169 guru dari 5 SMP Negeri yang ditetapkan dengan teknik kuota. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, uji persyaratan, analisa regresi tunggal dan analisis regresi ganda yang dihitung menggunakan program SPSS for Windows versi 21.Temuan hasil penelitian di atas meliputi: 1) terdapat pengaruh positif supervisi akademik terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan Ŷ = 10,875 + 0,978 X1, kekuatan korelasi sebesar 0,952 dengan pengaruh sebesar 0,906 atau 90,6%, 2) terdapat pengaruh positif budaya sekolah terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan Ŷ = 13,278 + 0,948 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,970 dengan pengaruh sebesar 0,941 atau 94,1%, serta 3) terdapat pengaruh positif supervisi akademik dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan Ŷ = 35,716 + 0,267 X1 + 0,291 X2, kekuatan korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,952 dan X2 terhadap Y sebesar 0,970, dengan pengaruh sebesar 0,958 atau 95,8%.
PENGARUH KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG Noor Miyono; Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti; Khabibah Ratnaningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8119

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah tentang pengaruh kompetensi kepala sekolah dan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru, 2) untuk mengetahui besarnya pengaruh budaya kerja terhadap motivasi kerja guru, 3) untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi kepala sekolah dan budaya kerja secara bersama-sama terhadap motivasi kerja guru.Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMP Negeri di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang berjumlah 122 orang. Sampel sebanyak 93 orang ditetapkan dengan proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dengan menggunakan program SPSS for Window Release 21 untuk melakukan analisis deskriptif, uji validitas, reliabilitas, uji normalitas data, lineritas dan uji regresi linier sederhana dan regresi ganda.Hasil penelitian: 1) Nilai mean responden terhadap variabel kompetensi kepala sekolah sebesar 121,56 artinya persepsi responden cukup baik. Korelasi variabel kompetensi kepala sekolah dengan variabel motivasi kerja guru sebesar 0,366 termasuk kategori cukup baik. Pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru sebesar 13,4% dengan koefisien regresi positif, artinya bahwa tinggi rendahnya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh baik atau tidak baiknya kompetensi kepala sekolah. 2) Nilai mean responden terhadap variabel budaya kerja sebesar 171,17 artinya persepsi responden cukup baik. Korelasi variabel budaya kerja terhadap variabel motivasi kerja guru sebesar 0,248 kategori cukup baik. Pengaruh budaya kerja terhadap motivasi kerja guru sebesar 6,3% dengan koefisien regresi positif, artinya bahwa tinggi rendahnya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh baik atau tidak baiknya budaya kerja. 3) Nilai mean responden terhadap motivasi guru sebesar 87,40 artinya persepsi responden terhadap variabel motivasi kerja guru cukup baik. Pengaruh kompetensi kepala sekolah dan budaya kerja secara bersama-sama terhadap motivasi kerja guru sebesar 18,4% dengan koefisien regresi positif, artinya jika kompetensi kepala sekolah dan budaya kerja semakin baik maka motivasi kerja guru semakin tinggi pula.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA Nevi Zahrotin Nisa’; Sunandar Sunandar; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i2.8114

Abstract

Supervisi bertujuan memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru dikelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Kondisi proses supervisi tersebut menimbulkan iklim organisasi sekolah kurang kondusif serta motivasi kerja yang tidak maksimal. Iklim kerja disekolah yang kondusif turut membantu ke arah terwujudnya sekolah yang efektif. Motivasi merupakan hal penting karena motivasi akan mendorong atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu lebih bersemangat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah supervisi akademik berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Kedung? (2) Apakah iklim organisasi sekolah berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Kedung? (3) Apakah supervisi akademik dan iklim organisasi sekolah secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Kedung?Tujuan penelitian ini adalah: (1) Pengaruh supervisi akademik terhadap motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Kedung. (2) Pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Kedung. (3) Pengaruh supervisi akademik dan iklim organisasi sekolah secara bersama-sama terhadap motivasi kerja guru SMP di Kecamatan Kedung.Populasi penelitian ini adalah 135 orang guru yang tersebar pada 8 SMP Negeri dan swasta di Kecamatan Kedung. Sampel 100 guru diambil proportional random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji prasyarat serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi berganda. Untuk menganalisis data digunakan fasilitas program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata supervisi akademik adalah 127,82 dikategorikan sedang, skor rata-rata iklim organisasi adalah 115,59 dikategorikan sedang, skor rata-rata motivasi kerja adalah 111,37 dikategorikan tidak baik. Hasil uji hipotesis menunjukkan (1) pengaruh supervisi akademik terhadap motivasi kerja sebesar 29,3%, (2) pengaruh iklim organisasi terhadap motivasi kerja sebesar 37,5%, dan (3) pengaruh supervisi akademik dan iklim organisasi terhadap motivasi kerja sebesar 42,7%.Untuk menciptakan motivasi kerja guru hendaknya kepala sekolah merencanakan, melaksanakan serta melakukan tindak lanjut supervisi dengan baik. Organisasi di sekolah hendaknya organisasi dapat mengakui identitas masing-masing individu, memberikan dukungan terhadap masing-masing individu dan mengurangi terjadinya konflik sehingga organisasi lebih kondusif. Masing-masing individu guru dapat menciptakan hubungan yang harmonis antar warga sekolah serta mendukung prestasi masing-masing individu.
PENGARUH DISIPLIN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP DI KECAMATAN COMAL KABUPATEN PEMALANG Musyarofah Musyarofah; Titik Haryati; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 10, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v10i2.9440

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk:  (1)  mengetahui  pengaruh  disiplin kerjaterhadap kinerja guru, (2) mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru, (3).  mengetahui  pengaruh  disiplin  kerja  dan  kepuasan  kerja  secara  bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang.Populasi  penelitian  ini  adalah  seluruh  guru  SMP Negeri Di  Kecamatan Comal Kabupaten  Pemalang  yang  berjumlah  244  orang,  sampel  sebanyak  142 guru  yang ditetapkan dengan teknik proportional random sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, uji persyaratan, analisa regresi tunggal dan analisis regresi ganda menggunakan program SPSS for Windows versi 22.Temuan hasil penelitian di atas meliputi: (1) terdapat pengaruh positif disiplin kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 57,797 + 0,544 X1, kekuatan  korelasi  sebesar  0,529    dengan  pengaruh  sebesar  0,280 atau 28,0%,,   (2) terdapat   pengaruh  positif  kepuasan   kerja  terhadap   kinerja   guru   yang dinyatakan dengan  persamaan  Y  =  57,798 + 0,709 X2,  kekuatan  korelasi  sebesar 0,623   dengan pengaruh  sebesar  0,389 atau 38,9%,  serta  (3)  terdapat  pengaruh  positif disiplin dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 40,619 + 0,264 X1 + 0,568 X2, kekuatan korelasi X1   terhadap Y sebesar 0,348 dan X2   terhadap Y sebesar 0,371, dengan pengaruh sebesar 0,425 atau 42,5%Berdasarkan  temuan  di  atas  disarankan  agar:  (1)  kepala  sekolah  sebaiknya melakukan pemantauan disiplin untuk perbaikan kinerja guru, (2) kepala sekolah memberikan  kesempatan  guru  untuk  pengembangan  diri  atau  promosi  jabatan,  (3) guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. 
PENGARUH SOFT SKILLS DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SD DI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Murdianto Murdianto; Yovitha Yuliejantiningsih; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 3 (2019): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i3.5398

Abstract

Profesionalisme guru dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah faktor soft skills dan motivasi berprestasi. Profesionalisme guru menjadi lebih baik jika para guru mempunyai soft skills dan juga motivasi berprestasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya: (1) pengaruh soft skills terhadap profesionalisme guru, (2) pengaruh motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru, (3) pengaruh soft skills dan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang tersebar pada 60 SD di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan yang berjumlah 337 orang. Sampel sebanyak 180 orang dengan menggunakan proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, analisis regresi tunggal dan regresi ganda. Untuk menganalisis data digunakan fasilitas program SPSS for Window Release 21.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan soft skills terhadap profesionalisme guru sebesar 70,9 %, sisanya 29,1 % dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh positif ini berarti bahwa jika soft skills semakin baik maka profesionalisme guru meningkat, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme sebesar 39,1 %, sisanya 60,9 % dipengaruhi oleh faktor lain, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan soft skills dan motivasi berprestasi terhadap profesionalisme guru sebesar 70,7 %, sisanya sebesar 29,3 % dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh positif ini berarti bahwa jika soft skills baik dan guru memiliki motivasi berprestasi yang baik maka profesionalisme guru meningkat.
PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP/MTs Di KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Sri Murwani; Noor Miyono; Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i1.5372

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pengaruh peran kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru, (3). mengetahui pengaruh peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP/MTs se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMP/MTs se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang berjumlah 157 orang, sampel sebanyak 113 guru yang ditetapkan dengan teknik proportional random sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, uji persyaratan, analisa regresi tunggal dan analisis regresi ganda menggunakan program SPSS for Windows versi 21.Temuan hasil penelitian di atas meliputi: (1) terdapat pengaruh positif peran kepala sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 59,832 + 0,321 X1, kekuatan korelasi sebesar 0,348 dengan pengaruh sebesar 0,113 atau 11,3%, (2) terdapat pengaruh positif kepuasan kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 63,653 + 0,340 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,371 dengan pengaruh sebesar 0,130 atau13%, serta (3) terdapat pengaruh positif peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 35,716 + 0,267 X1 + 0,291 X2, kekuatan korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,348 dan X2 terhadap Y sebesar 0,371, dengan pengaruh sebesar 0,205 atau 20,5%.Berdasarkan temuan di atas disarankan agar: (1) kepala sekolah sebaiknya melakukan supervisi secara periodik untuk perbaikan kinerja guru, (2) kepala sekolah memberikan kesempatan guru untuk pengembangan diri atau promosi jabatan, (3) guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik.
IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENINGKATAN MUTU AKADEMIK DI SMP IT NURUL ISLAM TENGARAN KAB. SEMARANG Inayah Hayati; Muhdi Muhdi; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 3 (2019): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i3.5394

Abstract

Fokus penelitian ini adalah: (1) Perencanaan, (2) Pengorganisasian, (3) Penggerakan, dan (4) Pengendalian peningkatan mutu akademik di SMP IT Nurul Islam Tengaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian studi kasus (case study) yaitu penelitian yang dilakukan langsung ke lokasi penelitian di SMP IT Nurul Islam Tengaran pada tahun pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan credibility (derajat kepetrcayaan), transferability (dapat tidaknya ditransfer ke latar lain), defendability (ketergantungan pada konteksnya), confirmability (dapat tidaknya dikonfirmasikan dengan sumbernya).Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa perencanaan peningkatan mutu akademik berjalan dengan baik yang dibuktikan dengan: (a) perencanaan mutu akademik yang merupakan salah satu langkah untuk mencapai tujuan sekolah; (b) sekolah mengambil berbagai macam tindakan dalam perencanaan peningkatan mutu akademik; (c) sumber dana direncanakan berasal dari BOS dan IPP; (d) perencanaan peningkatan mutu akademik melibatkan seluruh warga sekolah, yayasan, komite sekolah dan POMG. Pengorganisasian peningkatan mutu akademik baik, hal ini dibuktikan dengan adanya: (a) wewenang pengorganisasian ada pada kepala sekolah; (b) pendelegasian kewenangan peningkatan mutu akademik (c) adanya penetapan personil. Pelaksanaan peningkatan mutu akademik berjalan dengan baik, dibuktikan dengan: (a) wewenang melaksanakan fungsi akademik dilaksanakan oleh tim penanggungjawab; (b) komunikasi dilaksanakan secara intens kepada semua warga sekolah dan stake holder terkait; (c) Kepala sekolah berperan sebagai manajer dan motivator; (d) sekolah memberikan penghargaan kepada peserta didik dan guru yang berprestasi; (e) adanya pembinaan; (f) penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan jaman, kebutuhan peserta didik dan merupakan pengintegrasian antara iman, ilmu dan amal; (g) kelulusan Ujian Nasional 100% dengan kenaikan nilai rata-rata 0,27 dari tahun sebelumnya; (h) penggunaan dana yang belum optimal; (i) sarana prasarana yang kurang memadai menjadikan pembelajaran berjalan kurang maksimal. Pengendalian peningkatan mutu akademik di SMP IT Nurul Islam Tengaran berjalan dengan baik, dibuktikan dengan; (a) adanya pengendalian mutu akademik; (b) supervisi akademik setiap semester; (c) 90% kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan dengan baik ; (d) keterserapan perencanaan anggaran sebesar 91%; (e) hasil dari pengendalian yang dilaksanakan dijadikan rencana tindak lanjut untuk perencanaan kegiatan peningkatan mutu akademik selanjutnya.
PENGARUH KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMP NEGERI DI RAYON 06 KABUPATEN SEMARANG Ana Mariana; Muhdi Muhdi; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i1.5379

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap profesionalisme guru, (2) untuk mengetahui pengaruh iklim sekolah terhadap profesionalisme guru, (3) untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepala sekolah dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru SMP Negeri di Rayon 06 Kabupaten Semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMP Negeri Rayon 06 Kabupaten Semarang sejumlah 133 orang. Sampel sebanyak 100 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah Teknik Proportional Random Sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunkan angket. Uji Validitas dan reliabilitas instrument, uji normalitas data, uji lienaritas data dan analisis data uji regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan program SPSS for Window Release 21.            Hasil penelitian diketahui bahwa uji prasyarat uji regresi dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, linier dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji hipotesis ditemukan (1) terdapat pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMP Negeri di Rayon 06 Kabupaten Semarang sebesar 90,6% dengan persamaan regresi Y= 20,073 + 0,619X1;(2)Terdapat pengaruh iklim sekolah terhadap profesionalisme guru SMP Negeri di Rayon 06 Kabupaten Semarang sebesar 23,3% dengan persamaan Y= 23,044 + 0,647X2; (3) Terdapat pengaruh kompetensi kepala sekolah dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru SMP Negeri di Rayon 06 Kabupaten Semarang yang dinyatakan dengan persamaan Y = 19,650 + 0,617X1 + 0,117X2;kekuatan korelasi sebesar 0,952 dengan kontribusi sebesar 0,906 atau 90,6%.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMP DI KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA Sri Mulyani; Muhdi Muhdi; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 10, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v10i1.9432

Abstract

Profesionalisme guru dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah faktor supervisi akademik dan budaya kerja. Profesionalisme menjadi lebih baik jika kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik dan juga menciptakan budaya kerja yang baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya: (1) pengaruh supervisi akademik terhadap profesionalisme guru, (2) pengaruh budaya kerja terhadap profesionalisme guru, (3) pengaruh supervisi akademik dan budaya kerja terhadap profesionalisme guru.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP di Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga yang berjumlah 133 orang, dengan sampel sebanyak 95 orang dengan menggunakan propotional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik dan budaya kerja terhadap profesionalisme guru. Untuk menganalisis data digunakan fasilitas program SPSS for Window Release 25.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata perolehan skor profesionalisme guru sebesar 123.69 termasuk pada kategori cukup, rata-rata perolehan skor supervisi akademik sebesar 118.60 termasuk kategori cukup dan rata-rata perolehan skor budaya kerja sebesar 116.41 termasuk kategori cukup. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak multikolinier dan linier. Dari uji hipotesis ditemukan: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan supervisi akademik terhadap profesionalisme guru sebesar 47%, sisanya 53% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh positif ini berarti bahwa jika supervisi akademik semakin baik maka profesionalisme guru meningkat, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya kerja terhadap profesionalisme sebesar 53.8%, sisanya 46.2% dipengaruhi oleh faktor lain, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan supervisi akademik dan budaya kerja terhadap profesionalisme guru sebesar 55.1%, sisanya sebesar 44.9% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh positif ini berarti bahwa jika supervisi akademik baik dan guru memiliki budaya kerja yang baik maka profesionalisme guru meningkat.
Co-Authors Afik Kushendrawan Afranny Hanum Agus Nugroho Akhyat Hidayat Aldika Muhammad Arif Ana Mariana Anis Musbikah Ariestika Damayanti Arif Dias Artama ARUM WIDHI RAHAYU Ayu Inayah Ayunda Safitri Budiarto, Mochamad Kamil Choirul Huda Clarita Andriyana Cahyani Dewi Maulida Sari Dewi Nur Laksmi Astutiningtyas Dharmiastuti Dharmiastuti Diya Illa Darojjah Duwi Nuvitalia Dyah Setyowati Edi Siswanto Endang Widiastuti Endang Wuryandini Eni Fitriyani Erna Puji Lestari Erny Dewi Astuti Erny Ratna Savitri Evy Ariestanti Fahma Tri Humardani Fahri Tio Ferdiansyah Farida Nursyahidah Fianitha Hesti Susanti Filia Prima Artharina Fine Reffiane Ganis Suprihatin Ghufron Abdullah Gudiyatmi . Harto Nuroso Hasan Taukhid Henry Januar Hery Widijanto Hestian Lestyarini UPGRIS Hestining Aryanti Husni Wakhyudin Ichda Nurul Marlita Ika Ariyanti Inayah Hayati Indra Pradana Kusuma Isti Rilowati Jasmani Jasmani Kanti Kartika Sari Khabibah Ratnaningsih Khayati Khayati Komariyah Komariyah Maryanto Maryanto Melania Kartika Sari Moh. Sarwo Edy Mokhamad Soleh Mudzanatun Mudzanatun Muhdi Mujilah Mujilah Murdianto Murdianto, Murdianto Musyarofah Musyarofah Nevi Zahrotin Nisa’ Ngasbun Egar Ngatini Ngatini Ngurah Ayu Nyoman Murniati Ngurah Ayu Nyoman Murniati Nuning Hardi Yanti Nur Riskiyati Nur Riskiyati Nur Riskiyati Nur Rizkiati Nur Rizkiyati Nurkolis Nurkolis, Nurkolis NURLAELA NURLAELA Puspita Dwi Permatasari Rahmayanti Rahmayanti Raka Bagas Kara Rakhmat Basuki Ranto Netty Sofiati Ratih Rosiana Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti Rezza Aldi Ferdiansa Rina Dwi Prasetyawati Rizky Esti Utami, Rizky Esti Roemintoyo Roemintoyo Rofi Setyaji Rosidin Rosidin Rosidin Saiful Niam Siti Khuluqul Khasanah Siti Khuluqul Khasanah Siti Rukayah Sri Mulyani Sri Murwani Sukron Amri Sunandar Sunandar Susilo Adi Saputro Suwarni Teguh Santoso Tin Siana Dayu Murti Titik Haryati Titin Yudhiati Tri Winarti Uhud Slamet Rochmadhy Uswatun Khasanah Veryliana Purnamasari Vina Okta Viana Windi Widyayati Wiwik Dwi Widyawati Yenny Rachmawati Yetty Handayani Yovitha Yuliejantiningsih Zefiyana Rosita