Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Base Learning Berbantu “Canva” Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN Gajahmungkur 04 Rezza Aldi Ferdiansa; Noor Miyono; Fine Reffiane; Ganis Suprihatin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar menggunakan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) berbantu Canva untuk mempermudah peserta didik dalam memecahkan masalah yang telah diberikan oleh guru. ditinjau dari perbandingan rata-rata hasil belajar. Penelitian dilaksanakan di kelas 2 SDN Gajahmungkur 04 dengan jumlah peserta didik 17 peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik analisis data penelitian menggunkan deskriftif kuantitatif. Metode pengumpulan menggunakan metode dokumentasi dan metode hasil tes dari nilai dalam tiga siklus pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terbukti mampu meningkatkan hasil belajar peserta dilihat dari adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik pada batas KKM yaitu 75. Sebelum diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) hasil belajar peserta didik kelas II SDN Gajahmungkur pada Pra Siklus 37,06%, kemudian pada siklus I 52,94%, Siklus II meningkat 70,59%) dan pada siklus III meningkatkan hingga 88,24%. Kata Kunci: Problem Base Learning, Canva, Hasil Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar menggunakan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) berbantu Canva untuk mempermudah peserta didik dalam memecahkan masalah yang telah diberikan oleh guru. ditinjau dari perbandingan rata-rata hasil belajar. Penelitian dilaksanakan di kelas 2 SDN Gajahmungkur 04 dengan jumlah peserta didik 17 peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik analisis data penelitian menggunkan deskriftif kuantitatif. Metode pengumpulan menggunakan metode dokumentasi dan metode hasil tes dari nilai dalam tiga siklus pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terbukti mampu meningkatkan hasil belajar peserta dilihat dari adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik pada batas KKM yaitu 75. Sebelum diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) hasil belajar peserta didik kelas II SDN Gajahmungkur pada Pra Siklus 37,06%, kemudian pada siklus I 52,94%, Siklus II meningkat 70,59%) dan pada siklus III meningkatkan hingga 88,24%. Kata Kunci: Problem Base Learning, Canva, Hasil Belajar
Analisis Kesulitan Belajar Operasi Hitung Perkalian Bersusun Siswa Kelas IV SD Negeri Sampangan 02 Kota Semarang Melania Kartika Sari; Noor Miyono; Endang Wuryandini; Tin Siana Dayu Murti
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar operasi hitung perkalian matematika kelas IV di SDN Sampangan 02. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu 3 siswa kelas IV dari 27siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa siswa kelas IV B SDN Sampangan 02 masih kesulitan memahami konsep perkalian, kesalahan pada struktur pola menghitung, kesalahan prosedur perkalian bersusun, kurang dalam menafsirkan soal, siswa tidak hafal perkalian. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa ditemukan bahwa (1) Konsentrasi belajar siswa tidak bertahan lama, (2) Kemampuan mengingat siswa yang rendah, (3) Kesulitan memahami soal dan menghitung soal. Faktor lain diantaranya berasal dari: (1) Guru yang tidak menggunakan metode yang tepat, (2) Penataan tempat duduk, (3) Hubungan dan komunikasi antara guru dan siswa. Berdasarkan hal tersebut untuk peneliti selanjutnya dapat mencari solusi mengenai kesulitan belajar siswa materi operasi hitung perkalian bersusun sehingga siswa menjadi paham dan tidak lagi kesulitan belajar perkalian.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK PROGRAM ANTI BULLYING DI SMA NEGERI 1 KENDAL Yetty Handayani; Maryanto; Noor Miyono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1087

Abstract

Yetty Handayani. NPM. 21510010. Implementasi Sekolah Ramah Anak Program Anti Bullying di SMA Negeri 1 Kendal. Program Studi Manajemen Pendidikan (S2) Pascasarjana Universitas PGRI Semarang 2023. Pembimbing I Dr. Maryanto, M.Si, Pembimbing II Dr. Noor Miyono, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perencanaan sekolah ramah anak program anti bullying di SMA Negeri 1 Kendal., 2) pelaksanaan sekolah ramah anak program anti bullying di SMA Negeri 1 Kendal, 3) evaluasi sekolah ramah anak program anti bullying di SMA Negeri 1 Kendal. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penggalian data menggunakan wawancara, observasi dan dokumetasi, teknik analisis data menggunakan teori Milles and Hubermen yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan simpulan/verifikasi. Adapun uji keabsahan yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian bahwa 1) perencanaan sekolah ramah anak program anti bullying di SMA Negeri 1 Kendal melakukan analisis kebutuhan atau pemetaan kebutuhan yang melibatkan seluruh warga sekolah, membentuk tim sekolah ramah anak, menerapkan 3P yaitu Provisi, Proteksi, dan Partisipasi yang menitikberatkan pada kepentingan anak, perlindungan anak, jauh dari tindakan bullying, pemenuhan hak-hak anak, pembelajaran ramah anak, mewadahi bakat dan minat anak, melayani kebutuhan anak, memberikan rasa aman dan nyaman pada anak, memberikan ruang partisipasi bagi anak. 2) Pelaksanaan sekolah ramah anak program anti bullying di SMA Negeri 1 Kendal adalah memastikan semua aktivitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik secara individu maupun kelompok dapat bersatu mewujudkan sekolah ramah anak anti bullying, yang terintegrasi ke dalam rencan anggaran dan kegiatan sekolah 3) Evaluasi sekolah ramah anak program anti bullying evaluasi di lakukan melalui proses pemantauan, evaluasi dan pelaporan. Pemantauan dilakukan setiap bulan hasil pemantauan ini menjadi bahan evaluasi. Pelaksanaan evaluasi dilakukan dua kali dalam setahun yaitu pada akhir semester oleh tim pengembang. Evaluasi dilakukan oleh Tim internal maupun oleh Tim eksternal telah tergabung dengan kluster 4 Gugus Tugas KLA berdasarkan hasil dari instrument telah disebarkan dan di isi oleh responden, selanjutnya ditelaah dan dianalisa serta dibuat kesimpulan dan rekomendasi yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait.
PENGUATAN KREATIVITAS SISWA MELALUI KEGIATAN PANGGUNG KREATIVITAS DI SDN KARANGANYAR GUNUNG 02 Windi Widyayati; Husni Wakhyudin; Noor miyono; Nur Riskiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1223

Abstract

This study aims to analyze the creativity of students at school through routine habituation of the creativity stage at SDN Karanganyar Gunung 02. Education in elementary schools has an important role in developing student creativity, one way to develop student creativity is through habituation to the creativity stage. The creativity stage is a routine activity carried out to develop the creativity and talents and interests of students. There is a correlation between the habituation of the creativity stage at SDN Karanganyar Gunung 02 every Tuesday and the students creative abilities. The positive correlation is the stage of creativity as forum for developing the creativity of students through performances or performances that are carried out in turn from each clas, besides that the stage of creativity can also foster self confidence and hone studens interest and talents in creating. Teachers can develop students creativity by providing activities according to the needs and interest of students, through the creativity stage students can be taught to choose and determine what the will do to appear, the appearance of students is adjusted to their ideas and creativity and their creations are in accordance with tehe wishes of the participants educate.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BURSA KERJA KHUSUS DI SMK NEGERI 11 SEMARANG Teguh Santoso; Muhdi Muhdi; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i1.15135

Abstract

Permasalahan yang muncul yaitu masih adanya alumni yang belum bekerja sehingga mengganggur. Kemudian penelusuran alumni (tracer studi) kurang berjalan dengan baik sehingga belum terdata dalam database BKK dengan baik, dan kerjasama dengan DUDI dalam hal perekrutan tenaga kerja lebih sering memiliki durasi jangka pendek. Fokus dari penelitian ini implementasi manajemen bursa kerja khusus di SMK Negeri 11 Semarang dari fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan BKK di SMK Negeri 11 Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Desain penelitian kualitatif melalui tiga tahapan yaitu: orientasi, eksplorasi fokus, dan analisis data. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dengan tiga langkah: reduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Sekolah dan Ketua BKK dalam melaksanakan implementasi manajemen BKK yaitu: 1) Perencanaan implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan meliputi perencanaan analisis kebutuhan, sosialisasi kegiatan dan penentuan sumber/pendanaan program BKK. 2) Pengorganisasian implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan meliputi penugasan kerja implementasi manajemen bursa kerja khusus, 3) Pelaksanaan implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan meliputi koordinasi struktur organisasi BKK, pertemuan rutin dan penelusuran alumni, 4) Pengawasan implementasi manajemen bursa kerja khusus dengan melakukan standarisasi pelayanan dan evaluasi pelaksanaan program BKK. Simpulan Implementasi manajemen bursa kerja khusus telah dilakukan melalui langkah-langkah atau prosedur yang sesuai dengan prinsip manajemen yang terdiri dari empat kegiatan yaitu, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penulis menyarankan agar kepala sekolah diharapkan lebih memperhatikan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. Guru diharuskan untuk selalu siap dalam pelaksanaan kegiatan.Kata Kunci: Bursa Kerja Khusus, Manajemen, Implementasi Manajemen BKK  AbstractThe problem that arises is that there are still alumni who have not worked so that they are unemployed. Then tracer studies of alumni (tracer studies) are not going well so they are not properly recorded in the BKK database, and cooperation with DUDI in terms of recruiting workers often has a short term duration. The focus of this research is the implementation of special job market management at SMK Negeri 11 Semarang City of management functions include planning, organizing, implementing and supervising BKK at SMK Negeri 11 Semarang. The research approach used is qualitative. Qualitative research design goes through three stages: orientation, focus exploration, and data analysis. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. This study uses a triangulation technique. Data analysis with three steps: data reduction, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study show that the school principal and the  head of the BKK in carrying out the implementation of BKK management are: 1) Planning for the implementation of the special job market management which includes planning for needs analysis, socialization of activities and determining sources/funding for the BKK program. 2) Organizing the implementation of the management of the special job market by including work assignments for the implementation of the management of the special job market. 3) Implementation of the management of the special job market by covering the coordination of the BKK organizational structure, regular meetings and tracing alumni, 4) Supervising the implementation of the management of the special job market by carrying out service standardization and evaluation of BKK program implementation. Conclusion Implementation of special job market management has been carried out through steps or procedures in accordance with management principles which consist of four activities namely, planning, organizing, implementing and supervising. The author suggests that school principals are expected to pay more attention in terms of planning, organizing, implementing and supervising. Teachers are required to always be ready in carrying out activities.Keywords: Special Job Fairs, Management, BKK Management Implementation
Penggunaan Media Konkret dalam Materi Perubahan Energi Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 3 SDN Karanganyar Gunung 02 Kota Semarang Aldika Muhammad Arif; Veryliana Purnamasari; Noor Miyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas 3 SDN Karanganyar Gunung 02 pada materi perubahan energi dengan bantuan media konkret. Subyek pada penelitian adalah siswa kelas 3 SDN Karanganyar Gunung 02 yang berjumlah 23 siswa. Objek penelitian ini adalah dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media konkret dan nilai hasil belajar. Instrumen pengambilan data hasil belajar diperoleh melalui metode tes pretest dan posttest dengan metode analisis kuantitatif secara deskriptif. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest terjadi peningkatan nilai hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar materi perubahan energi pada siswa kelas 3 SDN Karanganyar Gunung 02.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Kelas 3 SDN Karanganyar Gunung 02 Dewi Maulida Sari; Rina Dwi Prasetyawati; Noor Miyono; Nur Riskiyati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13101

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan minat belajar tematik kelas III SDN Karanganyar Gunung 02. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III SDN Karanganyar Gunung 02. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam meningkatkan minat belajar tematik peserta didik di kelas III SDN Karanganyar Gunung 02, dengan menerapkan cara 1) Menggunakan metode yang bervariasi, 2) Menciptakan persaingan atau kompetisi, 3) Memberi uang/penilaian, 4)Memberi nilai atau angka , 5) Memberitahukan hasil belajar peserta diidk, 6) Memberi Hadiah 7) Memberi Pujian dan 8) Memberi Hukuman jika tidak mengerjakan tugas. Siswa telah memiliki rasa percaya diri yang baik melalui kegiatan bertanya dan memberi tanggapan pada saat dilakukan pada proses pembelajaran, mengharuskan guru sangat berperan dalam mendistribusikan materi secara aktif kepada siswa dengan semenarik mungkin, baik menggunakan media untuk memaparkan materi agar siswa memiliki antusias dalam mengikuti pembelajaran. Peran guru sebagai motivator dalam proses pembelajaran tematik sudah berjalan dengan baik hal tersebut dapat dilihat dengan adanya sistem pembelajaran berkelompok sesuai dengan jadwal yang sudah disetujui. Pembelajaran ini sangat efektif untuk mengusir kejenuhan siswa dalam belajar. dengan adanya pembelajaran tersebut guru telah melaksakan hal itu sebagai motivator bagi peserta didiknya.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Slow Learner di SDN Karanganyar Gunung 02 Arum Widhi Rahayu; Henry Januar; Noor Miyono; Siti Khuluqul Khasanah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13200

Abstract

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan, baik fisik, mental, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh pada proses perkembanganya dibandingkan dengan anak lain seusianya. Hal ini menyebabkan siswa mengalami hambatan dalam proses belajar, sehingga siswa kurang berhasil dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kesulitan belajar yang dialami siswa akan mempengaruhi daya tangkap siswa dalam memahami informasi atau mengalami slow Learner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa berkebutuhan khusus. Penlitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV dan V, guru inklusi, dan dua siswa berkebutuhan khusus slow learner. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua siswa berkebutuhan khusus kategori slow learner. Kesulitan belajar yang dialami AEN dan FNI yaitu tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini karena adanya riwayat permasalahan rumah tangga pada orang tua AEN dan peran orang tua yang kurang maksimal dalam pendidikan FNI dan AEN.
Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas I SDN Pandeanlamper 01 Semarang Dyah Setyowati; Noor Miyono; Ariestika Damayanti; Kanti Kartika Sari
Educatio Vol 18 No 1 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i1.12297

Abstract

Problem Based Learning is a learning model that integrates students in groups. Based on the results of the researchers' observations, it was found that in class I at SDN Pandeanlamper 01 Semarang there were still many students who did not understand the teacher's explanation. This was shown in the learning outcomes of many students who scored under the Learning Objectives Achievement Criteria (KKTP), namely 70. Of the 27 students, only 12 students achieved KKTP 70 with an average score of 66.5 and the percentage of classical completeness was only 44%. This study aims to determine the increase in student learning outcomes by applying the Problem Based Learning (PBL) model at SDN Pandeanlamper 01 Semarang. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were 27 students in grade I at SDN Pandeanlamper 01 Semarang consisting of 14 boys and 13 girls. Data collection used tests, observation and documentation. The results showed that through the application of the Problem Based Learning model it could improve the learning outcomes of first grade students at SDN Pandeanlamper 01 Semarang. This can be seen from the average cycle I of 74.83 with a classical learning mastery of 66%. Cycle II, the average student learning outcomes increased from cycle I, which reached 79.66 with a classical learning mastery of 92%. So it can be concluded that through the application of the Problem Based Learning model it can improve the learning outcomes of class I students at SDN Pandeanlamper 01 Semarang.Keyword: Hasil Belajar, Problem Based Learning
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA 7 KEPEMIMPINAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MEDIA PETA PINTAR PADA SISWA KELAS VI SDN SARIREJO SEMARANG Raka Bagas Kara; Noor Miyono; Harto Nuroso; Suwarni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1123

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tidakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tema 7 kepemimpinan melalui model pembelajaran course review horay berbantuan media peta pintar pada siswa kelas VI SDN Sarirejo Semarang. Subjek penelitian ini adalah kelas VI Sekolah Dasar yang berjumlah 39 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II Tahun Ajaran 2022/2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes setiap siklus. Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang dimana tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar kognitif mengalami peningkatan dimana pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan sebesar 74,4 % dengan kriteria cukup baik. Sedangkan, pada siklus II dilakukan refleksi sehingga mengalami peningkatan dari siklus I dengan capaian persentase ketuntasan sebesar 87,2% siswa dengan kriteria baik. Dengan itu dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran course review horay berbantuan media peta pintar dapat meningkatkan hasil belajar Tema 7 Kepemimpinan siswa kelas VI SDN Sarirejo Semarang.
Co-Authors Afik Kushendrawan Afranny Hanum Agus Nugroho Akhyat Hidayat Aldika Muhammad Arif Ana Mariana Anis Musbikah Ariestika Damayanti Arif Dias Artama ARUM WIDHI RAHAYU Ayu Inayah Ayunda Safitri Budiarto, Mochamad Kamil Choirul Huda Clarita Andriyana Cahyani Dewi Maulida Sari Dewi Nur Laksmi Astutiningtyas Dharmiastuti Dharmiastuti Diya Illa Darojjah Duwi Nuvitalia Dyah Setyowati Edi Siswanto Endang Widiastuti Endang Wuryandini Eni Fitriyani Erna Puji Lestari Erny Dewi Astuti Erny Ratna Savitri Evy Ariestanti Fahma Tri Humardani Fahri Tio Ferdiansyah Farida Nursyahidah Fianitha Hesti Susanti Filia Prima Artharina Fine Reffiane Ganis Suprihatin Ghufron Abdullah Gudiyatmi . Harto Nuroso Hasan Taukhid Henry Januar Hery Widijanto Hestian Lestyarini UPGRIS Hestining Aryanti Husni Wakhyudin Ichda Nurul Marlita Ika Ariyanti Inayah Hayati Indra Pradana Kusuma Isti Rilowati Jasmani Jasmani Kanti Kartika Sari Khabibah Ratnaningsih Khayati Khayati Komariyah Komariyah Maryanto Maryanto Melania Kartika Sari Moh. Sarwo Edy Mokhamad Soleh Mudzanatun Mudzanatun Muhdi Mujilah Mujilah Murdianto Murdianto, Murdianto Musyarofah Musyarofah Nevi Zahrotin Nisa’ Ngasbun Egar Ngatini Ngatini Ngurah Ayu Nyoman Murniati Ngurah Ayu Nyoman Murniati Nuning Hardi Yanti Nur Riskiyati Nur Riskiyati Nur Riskiyati Nur Rizkiati Nur Rizkiyati Nurkolis Nurkolis, Nurkolis NURLAELA NURLAELA Puspita Dwi Permatasari Rahmayanti Rahmayanti Raka Bagas Kara Rakhmat Basuki Ranto Netty Sofiati Ratih Rosiana Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti Rezza Aldi Ferdiansa Rina Dwi Prasetyawati Rizky Esti Utami, Rizky Esti Roemintoyo Roemintoyo Rofi Setyaji Rosidin Rosidin Rosidin Saiful Niam Siti Khuluqul Khasanah Siti Khuluqul Khasanah Siti Rukayah Sri Mulyani Sri Murwani Sukron Amri Sunandar Sunandar Susilo Adi Saputro Suwarni Teguh Santoso Tin Siana Dayu Murti Titik Haryati Titin Yudhiati Tri Winarti Uhud Slamet Rochmadhy Uswatun Khasanah Veryliana Purnamasari Vina Okta Viana Windi Widyayati Wiwik Dwi Widyawati Yenny Rachmawati Yetty Handayani Yovitha Yuliejantiningsih Zefiyana Rosita