Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Kedang, Elisabeth Flora S.; Nurina, Rr. Listyawati; Tallo Manafe, Derri R
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.28 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3352

Abstract

Menurut PPDGJ-III depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai dengan gejala utama berupa afek depresif, kehilangan minat dan kehilangan energi yang ditandai dengan cepat lelah. Depresi dapat menjadi kondisi kesehatan yang serius, karena dapat berujung pada bunuh diri. Bunuh diri merupakan penyebab utama kematian kedua pada usia 15-29 tahun. Menurut Sayampanathan,dkk prevalensi gangguan cemas pada mahasiswa kedokteran di Asia mencapai 7,04%. Penelitian yang dilakukan oleh Rini Riana pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang mengalami depresi ringan 52 orang (34%), depresi sedang 24 orang (15,7%), depresi berat 28 orang (18,3%) dan yang mengalami depresi sangat berat 15 orang (9,8%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan total sampel 142 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan berupa skala kuesioner skala Hamilton Depression Rating Scale, kuisioner PolaAsuh Orang Tua dan kuisioner Dukungan keluarga.Uji statistik yang digunakan adalah chi square dan regresi logistik untuk multivariat. Hasil berdasarkan hasil penelitian dari 142 responden, 81 responden mengalami depresi dan 61 lainnya tidak mengalami depresi. Hasil uji chi square didapatkan faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, pola asuh orang tua, suku dan dukungan keluarga terhadap kejadian depresi mempunya inilai p < 0,05, sedangkan pada faktor indeks prestasi didapatka nilai p > 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan faktor resiko yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian depresi yaitu: jenis kelamin, tingkat kuliah, pola asuh orang tua, suku dan dukungan keluarga. . Hasil analisis multivariat menunjukan dari 5 faktor tersebut, faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) GALUR SPRAGUE DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIA Ndolu, Ronaldo Agustov; Manafe, Derri Riskiyanti Tallo; Lada, Christina Olly
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.383 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3491

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol atau hiperkolesterolemia menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung koroner. Penggunaan pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan masih sering dijumpai di masyarakat.Kecambah kacang hijau adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kecambah kacang hijau terhadap kadar kolesterol total serum tikus (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley hiperkolesterolemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true esperimental design pre and post test with control group pada kelompok perlakuan dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling.Sampel terbagi dalam 6 kelompok terdiri dari kelompok normal (K1, hanya diberikan pakan standar), kelompok kontrol negatif (K2, diberikan pakan standar dan pakan tinggi kolesterol, namun tidak diberikan perlakuan dengan ekstrak), 4 kelompok perlakuan pemberian ekstrak beberapa dosis (K3 = 250, K4 = 450, K5 = 900, K6 = 1800 mg/Kgbb). Pengukuran kadar kolesterol total darah menggunakan strip kolesterol dan alat autocheck. Penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kruskal-wallis dan uji lanjutan post hoc Mann-Whitney U Test. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak etanol kecambah kacang hijau terhadap kadar kolesterol total serum tikus pustih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley yang hiperkolesterolemia dengan nilai signifikansi p = 0,00 (p < 0,05). Dari hasil, didapatkan rerata kadar kolesterol total setelah perlakuan, Kelompok Normal (K1) adalah 121,5 mg/dl, Kelompok Negatif (K2) adalah 207,5 mg/dl, Kelompok Perlakuan 1 (K3) adalah 208,5 mg/dl, Kelompok Perlakuan 2 (K4) adalah 196 mg/dl, Kelompok Perlakuan 3 (K5) adalah 170,75 mg/dl dan kelompok perlakuan 4 (K6) adalah 136,25 mg/dl. Dari hasil uji dosis, membuktikan ekstrak etanol kecambah kacang hijau dosis 450, 900 dan 1800 mg/Kgbb dapat menurunkan kadar kolesterol total darah. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak etanol kecambah kacang hijau terhadap kadar kolesterol total serum tikus (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley hiperkolesterolemia
HUBUNGAN GAYA BELAJAR VARK (VISUAL, AUDITORI, READ-WRITE DAN KINESTETIK) DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Dariyanti, Putu Desy Widia; Manafe, Derri Tallo; Sihotang, Jojor; Folamauk, Conrad Liab Hendricson
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.773 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4925

Abstract

Persentase kelulusan perlu diperhatikan untuk meningkatkan jumlah dokter yang berkualitas di Indonesia. Meningkatkan prestasi akademik mahasiswa adalah salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengetahui gaya belajar. Gaya belajar akan mempengaruhi prestasi akademik (IPK). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya belajar VARK dengan tingkat prestasi akademik mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan analitikal observasional dengan rancangan cross sectional pada mahasiswa preklinik FK UNDANA dilakukan dengan kuesioner VARK versi 7.0 dan data sekunder diperoleh melalui nilai IPK terakhir mahasiswa FK UNDANA angkatan 2017, 2018, dan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan proposionate stratified random sampling berjumlah 156 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji contingency coeffisient. Hasil penelitian ini dari 156 responden, gaya belajar kinestetik sebanyak 68 orang (43,58%), gaya belajar Auditori:55 orang (35,25%), gaya belajar read-write:22 orang (14,10%) dan gaya belajar visual:11 orang (7,05%). Hasil uji analisis bivariat diperoleh hasil r=0.829 dan nilai p=0,829 (p>0,05). Artinya satu gaya belajar tidak dapat membentuk prestasi akademik yang maksimal, tetapi bagaimana seseorang dapat menggunakan gaya belajar yang diketahui sesuai dengan metode atau jenis pembelajaran yang dijalani. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara gaya belajar VARK dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN Habut, Maria Alberthin; Manafe, Derri Tallo; Wungouw, Herman Pieter Louis
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.325 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4933

Abstract

Popularitas internet sebagai media komunikasi dan hiburan menjadikan internet bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga meningkatkan resiko adiksi internet. Hasil survei APJII tahun 2016 menyatakan bahwa di Indonesia mahasiswa adalah pengguna internet paling banyak, yang mencapai angka 89.7%. Adiksi internet dapat menjadi salah satu penyebab yang mempengaruhi kualitas tidur. Mahasiswa kedokteran rawan memiliki kualitas tidur yang buruk disebabkan oleh tingginya intensitas belajar serta pengerjaan tugas dan akibat gaya hidup. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan adiksi internet dengan kualitas tidur pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dengan cara pengisian kuesioner Young’s Internet Addiction Test (YIAT) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini dari 80 responden, didapatkan hasil 4 responden (5%) mengalami adiksi internet berat, 62 responden (77,5%) adiksi internet sedang dan 14 responden (17,5%) mengalami adiksi internet ringan. Dari 80 responden juga didapatkan 59 responden (73,8%) memiliki kualitas tidur buruk dan 21 responden (26,3%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji analisis bivariat pada penelitiaan ini diperoleh hasil p = 0,000 (p<0,05) dan r = 0,529 (korelasi kuat). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang positif dengan tingkat korelasi kuat antara adiksi internet dengan kualitas tidur pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR Ngara, Cydri Anggreny Rade Dendo; Amat, Anita Lidesna Shinta Shinta; Manafe, Derri Tallo; Koamesah, S.M.J
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.183 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4954

Abstract

Tuntutan akademik yang tinggi berupa tugas-tugas yang banyak dan deadline yang singkat dapat menyebabkan depresi pada mahasiswa Arsitektur. Depresi tersebut dapat menyebabkan gangguan dalam pengolahan informasi sehingga dapat mengakibatkan kesulitan dalam proses belajar dan pelaksaaan tugas akademik. Kesulitan dalam proses belajar tersebut dapat mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dengan Indeks Prestasi Kumulatif. Metode yang digunakan adalah analitikal observasional dengan rancangan cross sectional pada mahasiswa Aristektur UNDANA yang dilakukan dengan pengisian kuesioner BDI II dan data sekunder diperoleh melalui nilai IPK terakhir mahasiswa Arsitektur UNDANA yaitu angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 154 orang yang memenuhi kriteria inklusi,ekslusi dan dropout. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji somer’d. Hasil dari 154 responden, kategori normal sebanyak 24 orang (15,6 %), derpesi ringan sebanyak 41 orang (26,6%), depresi sedang sebanyak 59 orang (38,3%) dan depresi berat sebanyak 30 orang (19,5%). Hasil uji analisis bivariat pada penelitiaan ini diperoleh hasil p = 0,847 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara depresi dengan IPK pada mahasiswa Arsitektur UNDANA
Hubungan Ketergantungan Smartphone Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Lape, Antonius Rianto Putra; Manafe, Derri Tallo; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.566 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5969

Abstract

Smartphone merupakan alat komunikasi yang sangat populer saat ini, dan kepemilikannya sudah merupakan kebutuhan. Mahalnya harga textbook kedokteran disertai bentuk fisik yang besar sangat tidak praktis sehingga mahasiswa mulai beralih menggunakan ebook melalui smartphone. Selain itu, smartphone juga digunakan untuk mempelajari materi kuliah, membaca slide presentasi, dan mendengarkan rekaman dosen saat mengajar. Penggunaan smartphone secara berlebihan menyebabkan ketergantungan. Dampak buruk ketergantungan smartphone berupa nomophobia, yaitu perasaan cemas apabila dijauhkan dari smartphone. Hal ini harus segera diatasi karena dapat menyebabkan berbagai efek seperti menurunnya konsentrasi mahasiswa, juga berkaitan dengan rendahnya prestasi belajar yang memicu terjadinya depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketergantungan smartphone terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa preklinik FK Undana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana angkatan 2017, 2018, dan 2019. Sebanyak 80 responden yang memenuhi kriteria inklusi diminta mengisi kuesioner Smartphone Addiction Scale (SAS) dan kuesioner Hamilton Anxiety Scale (HARS). Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji spearman. Hasil penelitian ini responden yang memiliki ketergantungan rendah sebanyak 2 orang (2,5%), ketergantungan sedang sebanyak 55 orang (68,8%), dan ketergantungan tinggi sebanyak 23 orang (28,8%). Sebanyak 49 (61,3%) responden tidak mengalami kecemasan, 19 (23,8%) responden mengalami kecemasan ringan, 7 (8,8%) responden mengalami kecemasan sedang, dan 5 (6,3%) responden mengalami kecemasan berat. Tidak terdapat responden yang mengalami kecemasan panik. Terbukti adanya hubungan bermakna antara ketergantungan smartphone terhadap tingkat kecemasan dengan p=0,006 (p<0,05) serta r=0,305. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ketergantungan smartphone memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat kecemasan.
HUBUNGAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA SAAT MASA PANDEMI COVID-19 Bao, Maria Melania Nogo; Rante, Su Djie To; Woda, Rahel Rara; Manafe, Derri Tallo
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6828

Abstract

Stres sering dialami oleh manusia dan menimbulkan gangguan. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa stres menjadi penyakit urutan ke empat (4) di dunia dan lebih dari 350 juta penduduk dunia mengalami stres. Masalah stres kini semakin meningkat karena pandemi COVID-19 (Corona virus disease 2019). Sebagian dari penduduk dunia yang mengalami stres merupakan mahasiswa. Mahasiswa yang tidak dapat mengatasi stres dengan baik dapat berdampak buruk bagi perkuliahannya, sehingga memerlukan perhatian. Olahraga dapat bermanfaat untuk kesehatan mental dan adaptasi terhadap stres karena adanya perubahan kimia di otak setelah berolahraga, dimana neurotransmiter di otak akan meningkat terutama serotonin dan dopamin karena pengaruh sekresi endorfin. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana saat masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kuesioner kebiasaan berolahraga oleh 138 responden dari angkatan 2017, 2018 dan 2019 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil dari 138 responden, 21 (15.2%) responden memiliki kebiasaan berolahraga dan 117 (84.8%) responden tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Pada tingkat stres terdapat 4 (2.9%) responden mengalami stres sangat berat, 53 (38.4%) responden stres berat, 66 (47.8%) mengalami stres sedang dan 15 (10.9%) mengalami stres ringan. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi square diperoleh hasil p=0.272 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana saat masa pandemi COVID-19
HUBUNGAN TINGKAT ADIKSI INTERNET DENGAN DERAJAT DEPRESI MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN Aristia, Lintang Briliana; Manafe, Derri Tallo; Kareri, Dyah Gita Rambu; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.9197

Abstract

Background: Internet in the millennium era is used as a tool for exchanging information and a media for communication on a large scale, therefore it becomes a necessity in our daily life. According to the Indonesian Internet Service Users Association (APJII), the largest number of internet users in Indonesia are students, including medical students, compared to adolescents and the general population. There are many conveniences offered by the internet, but the excessive use of it will cause an adverse impact on human health. Internet addiction that occurs from excessive internet use is closely related to mental health disorders such as depression. Objective: To analyze the correlation between internet addiction levels with degree of depression on preclinical students Faculty of Medicine. Methods: This study was an observational analytic study with a cross sectional design conducted on preclinical students Faculty of Medicine Nusa Cendana University by filling in the Young's Internet Addiction Test (YIAT) questionnaire and the Patient Health Questionnaire–9 (PHQ-9). The sampling technique used purposive sampling with 80 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The study was analyzed univariately, and bivariately using Spearman test. Results: It was found that from 80 respondents there were 25 respondents (31.3%) with mild internet addiction, 51 respondents (63.8%) with moderate internet addiction, and 4 respondents (5.0%) with severe internet addiction. And from 80 respondents observed, 41 respondents (51.3%) experienced mild depression, 13 respondents (16.3%) experienced moderate depression, 4 respondents (5.0%) experienced severe depression, and 22 respondents (27.5%) were not depressed. The results of the bivariate analysis test in this study obtained p value = 0.000 (p <0.05). Conclusion: There is a significant and a strong correlation between internet addiction levels with degree of depression, which indicates that the higher the level of internet addiction the higher the degree of depression on preclinical students Faculty of Medicine class of 2017, 2018, and 2019.
Correlation between Length of Time and Sitting Position with Complaints of LBP in Students of Faculty of Medicine and Veterinary Medicine Undana Nenoliu, Sonia; Kareri, Dyah Gita Rambu; Manafe, Derri Tallo; Setiawan, I Made Buddy
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10721

Abstract

Background: Globally, the prevalence of low back pain from 1990 to 2017 varies widely, reaching 15% to 45% annually. Low back pain can be caused by bad body activity and wrong position during activities, such as a bad sitting position during activities. Sitting for a long time in the wrong position can cause side effects for students, one of the most common is lower back pain. Research Objectives: Find out the correlation between length and sitting position during online lectures with complaints of low back pain in students of the Faculty of Medicine and Veterinary Medicine Nusa Cendana University. Methods: The research method used is an analytical observational research design with a cross-sectional approach conducted on preclinical students of Medicine, University of Nusa Cendana by filling out the Roland-Morris disability questionnaire (RMDQ) and observing sitting position using the Rapid Entire Body Assessment method. (REBA) with 69 respondents from batch 2019, 2020, 2021 who have met the inclusion and exclusion criteria. The research was analyzed by univariate, bivariate using chi square test. Results: From the results of the test using the chi-square test, there is no correlation between length of sitting during online lectures with complaints of low back pain in students of Medicine, University of Nusa Cendana with p = 0.289, and there is a correlation between sitting position during online lectures with pain of lower back in students of Medicine, University of Nusa Cendana with p = 0.020. Conclusion: There is no significant correlation between length of sitting during online lectures with complaints of low back pain in students of Medicine, University of Nusa Cendana and there is a significant correlation between sitting position during online lectures with complaints of low back pain in students of Medicine, University of Nusa Cendana.
Hubungan Frekuensi Makan Terhadap Gejala Gastritis pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter Universitas Nusa Cendana Zefania, Zefania; Pakan, Prisca Deviani; Manafe, Derri Tallo
Cendana Medical Journal Vol 11 No 2 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i2.13900

Abstract

Background: Gastritis is an inflammatory process caused by irritating and infectious factors in the mucosa and submucosa of the stomach. Common gastritis symptoms include feeling completely quickly, belching, abdominal discomfort, bloating, nausea and vomiting. A good frequency of eating is if the frequency of eating every day is 3 main meals 2 times a snack and is said to be less if the frequency of eating every day is 2 main meals or less. Research Objectives: It knows the relationship between eating frequency and gastritis symptoms in Nusa Cendana University Medical Education Study Program students. Methods: This research is quantitative with an analytic observational method with a cross-sectional design. The sample selection technique in this study used the Stratified Random Sampling technique with a total sample of 95 people. The data analysis used is the Chi-Square test. Result: From the Chi-Square test results, there is a relationship between eating frequency and gastritis symptoms in students of the Nusa Cendana University Medical Education Study Program with p = 0.000. Conclusion: Eating frequency affects symptoms of gastritis in students of the Medical Education Study Program at Nusa Cendana University.