Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR dan Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemi Pada Ibu Hamil Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia; Febrina Febrina; Vinda Rodiatul Hikmah; Intan Dwi Rahayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32252

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dan Faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada ibu Hamil. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode literature review dari jurnal baik nasional maupun internasional. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Proporsi ibu hamil yang mengalami anemia dengan faktor tidak langsung dan langsung yang memengaruhi kejadian anemia. Faktor Langsung adalah faktor-faktor yang memengaruhi kadar hemoglobin pada ibu hamil seperti Konsumsi tablet Fe, Status Gizi, dan infeksi.
Analisis Interaksi Gen dan Pengaruhnya Terhadap Seks Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32620

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi gen dan pengaruhnya terhadap seks. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari literatur-literatur seperti jurnal, internet, buku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak anak muda yang melakukan hubungan seks kasual. Banyak sekali informasi yang tersedia, dan dengan berkembangnya teknologi, kita kini dapat mengakses informasi tersebut dan mempengaruhi generasi muda untuk melakukan seks bebas. Namun kenyataannya, jika Anda melalui prosesnya, Anda bisa menghindari seks kasual sejak dini. Oleh karena itu, sebagai generasi muda kita perlu mengetahui apa itu seks bebas agar tidak terjerumus ke dalam pengaruhnya.
Penerapan Asuhan Kebidanan Komplementer Untuk Menurunkan Berbagai Keluhan dan Faktor Resiko Pada Masa Post Partum Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia; Yesi Syahrini; Dwi Retno Ningrum; Widiawati Widiawati; Anjani Nurhasana; Haryati Harun; Desi Afrina Simamora; Ria Elfira
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43320

Abstract

Masa nifas merupakan masa setelah lahirnya plasenta dan berakhir saat rahim kembali seperti sebelum hamil. Masa ini berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Pada masa nifas tidak jarang ibu mengalami berbagai kondisi yang tidak mengenakkan. Beberapa masalah yang sering dijumpai antara lain perdarahan pasca persalinan, keputihan, infeksi, inkontinensia urin, payudara bengkak, Baby Blues Syndrome dan Post-Partum Depression. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat menjadi faktor risiko komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan bayi. Metode penulisan dilakukan dengan pendekatan review jurnal dari Google Scholar dengan kata kunci post partum, faktor risiko dan komplementer pada masing-masing jurnal. Pencarian menghasilkan 10 penelitian yang direview. Penulisan review jurnal ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi komplementer yang dapat menurunkan faktor risiko pada masa nifas melalui pencarian review jurnal. Penelitian yang direview menunjukkan bahwa pemberian terapi komplementer dapat menurunkan berbagai keluhan dan faktor risiko pada ibu nifas. Diharapkan bidan dapat memberikan asuhan kebidanan dengan pendekatan terapi komplementer kepada ibu pasca persalinan. The post partum period is the period after the birth of the placenta and ends when the uterus returns to its pre-pregnancy state. This period lasts 6 weeks or 42 days. In the post partum period, it is not uncommon for mothers to experience various unpleasant conditions. Some of the problems frequently encountered include post-partum bleeding, vaginal discharge, infections, urinary incontinence, swollen breasts, Baby Blues Syndrome and Post-Partum Depression. If this condition is not treated properly, it can become a risk factor for complications that can endanger the mother and baby. The writing method was carried out using a journal review approach from Google Scholar with the keywords post partum, risk factors and complementary in each journal. The search yielded 10 studies reviewed. Writing this journal review is to find out the application of complementary therapies that can reduce risk factors in the post partum period through searching journal reviews. The studies reviewed show that providing complementary therapy can reduce various complaints and risk factors in post partum mothers. It is hoped that midwives can provide midwifery care with a complementary therapy approach to postpartum mothers.
Peran Bidan dalam Pencegahan Kelainan Genetik Melalui Edukasi dan Konseling Reproduksi Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia; Marchellya Syaira
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46954

Abstract

Factors of infant mortality and morbidity are caused by genetic disorders. Furthermore, cases that occur in Indonesia related to genetic disorders have increased, for example in neural tube defects, Down syndrome, and thalassemia. Based on these incidents, it not only has an impact on the quality of life of children, but also has an impact on the economic, social, and emotional burden on families. The purpose of this writing is to provide analysis results related to the role of midwives in preventing genetic disorders through reproductive education and counseling. The writing refers to qualitative research. Through the results of the analysis carried out, a conclusion is provided related to the role of midwives in preventing genetic disorders through reproductive education and counseling, namely through several strategies including pre-marital and pre-pregnancy education, basic genetic counseling, education about nutrition and the environment, monitoring and education during pregnancy, and community group activities. Through reproductive counseling and education activities related to the prevention of genetic disorders. These reproductive education and counseling activities are preventive and promotive efforts in reproductive health. Based on the education and counseling activities carried out, it is hoped that the community can be more aware of the prevention of genetic diseases and the importance of early detection.
Manajemen Pelayanan Kebidanan Terpadu Terhadap Kejadian Komplikasi Persalinan Devy Lestari Nurul Aulia; Arum Dwi Anjani; Dwi Romania; Divani Salsa Billa; Indah Khairunnisa Salsabilla; Gracia Alfa Riani; Nasha Aqeela; Selvi Andini Isna Rahmadhani; Tera Nefertiti
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10418

Abstract

Manajemen pelayanan kebidanan terpadu merupakan pendekatan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Pendekatan ini mencakup pelayanan antenatal care (ANC) yang meliputi enam kali kunjungan selama kehamilan, perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), serta pelayanan pascapersalinan yang terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen pelayanan kebidanan terpadu dalam mengurangi komplikasi persalinan dan kematian ibu serta bayi, dengan menganalisis hasil penelitian terkait yang diterbitkan antara 2021 hingga 2025. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa implementasi ANC terpadu dapat menurunkan risiko komplikasi persalinan hingga 25%-30%. Program P4K terbukti efektif dalam mengurangi keterlambatan penanganan komplikasi dengan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan keterlibatan keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk ketidakmerataan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan keterbatasan pelatihan bagi tenaga medis dalam manajemen komplikasi. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan, peningkatan infrastruktur, serta penerapan model pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice) dan berpusat pada pasien (patient-centered care) menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan terpadu. Secara keseluruhan, manajemen pelayanan kebidanan terpadu berpotensi besar dalam menurunkan AKI dan AKB, asalkan diiringi dengan kebijakan yang berbasis data dan peningkatan kolaborasi antara sektor kesehatan dan pemerintah.
PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN GYM BALL TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Nurmayanti; Devy Lestari Nurul Aulia
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 16 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zkeb.v16i2.2203

Abstract

The prevalence of back pain in pregnant women in Indonesia is 68% with moderate intensity and 32% with mild intensity. Back pain due to pregnancy is a clinical syndrome characterized by pain or discomfort in the back of the body from the last rib to the buttocks or anus. Gym ball exercises in the form of sitting on a ball by shaking the pelvis are considered capable of providing comfort to the lower back through a gate control mechanism. This study aims to determine the effect of training using a gym ball on lower back pain in third trimester pregnant women. The quasi-experiment research method uses a one group pretest posttest without control approach. The research was conducted at the Belat Community Health Center, Karimun Regency from February – August 2024 on 31 pregnant women in the third trimester. Research results The average lower back pain before treatment was 5.29 and after treatment was 1.77. with a p-value of 0.001 (p<0.05) which means there is an effect of training using a gym ball on lower back pain in third trimester pregnant women. It is hoped that pregnant women can apply exercises using a gym ball in the third trimester of pregnancy Keywords: Gymball, Lower Back Pain, pregnant women, third trimester
The Role of Midwives in The Management OG High-Risk Pregnancy Care: Systematic Literature Review Devy Lestari Nurul Aulia; Arum Dwi Anjani; Divani Salsa Billa; Selvi Andini Isna Ramadhani; Rini Rahmadhani; Aulia Rani; Yanti Febyola Purba; Nasha Aqeela
Viva Medika Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i1.2239

Abstract

High-risk pregnancy represents a condition that increases the likelihood of complications for both the mother and the fetus and therefore requires appropriate and comprehensive management. Midwives, as frontline healthcare providers, perform strategic roles in early detection, continuous monitoring, health education, and referral coordination in the management of high-risk pregnancies.This study analyzes the role of midwives in high-risk pregnancy care management using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review examined scientific articles retrieved from national and international databases, including Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, SINTA, and Garuda. The search process identified 275 articles published between 2019 and 2025. Application of predefined inclusion and exclusion criteria resulted in the selection of 10 relevant articles for detailed analysis. The findings indicate that midwives contribute to the reduction of pregnancy complications and the improvement of maternal and neonatal safety through early detection of risk factors, routine monitoring of maternal and fetal conditions, provision of health education, and coordination of referral services. Continuity of midwifery care improves adherence to antenatal care visits and supports earlier management of pregnancy complications. Educational interventions delivered by midwives increase pregnant women’s knowledge, awareness, and healthy behaviors during pregnancy. Improved maternal understanding of pregnancy health contributes to prevention of delays in complication management and supports better pregnancy outcomes for both mothers and infants
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN ANEMIA POSTPARTUM : STRATEGI DETEKSI DINI, NUTRISI, DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia; Marchellya Syaira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56049

Abstract

Anemia postpartum merupakan salah satu masalah kesehatan maternal yang masih sering terjadi di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas ibu nifas. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perdarahan saat persalinan, kekurangan zat besi selama kehamilan, serta asupan nutrisi yang tidak adekuat. Anemia postpartum ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin pada masa nifas yang dapat berdampak pada penurunan produksi ASI, kelelahan, gangguan pemulihan kesehatan ibu, serta meningkatnya risiko infeksi. Data dari World Health Organization menunjukkan anemia masih menjadi masalah kesehatan global pada wanita usia reproduktif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan anemia postpartum serta mengidentifikasi bentuk penatalaksanaan yang efektif dalam mencegah komplikasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui penelusuran literatur dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, serta regulasi kesehatan yang relevan dengan anemia postpartum dan asuhan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen asuhan kebidanan yang dilakukan secara sistematis melalui pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi mampu meningkatkan kondisi kesehatan ibu nifas dengan anemia postpartum. Intervensi yang efektif meliputi pemantauan kadar hemoglobin, pemberian tablet Fe, edukasi gizi, serta monitoring tanda vital ibu. Kesimpulannya, manajemen asuhan kebidanan komprehensif berperan penting dalam deteksi dini, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas kesehatan ibu nifas dengan anemia postpartum.
Pemberian Kompres Hangat dan Prenatal Massage untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III Widyenti Putri; Erlina Erlina; Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19906

Abstract

ABSTRACT The aim of this research is to find out and examine how providing complementary therapy can reduce back pain experienced by pregnant women in the third trimester by providing warm compresses and prenatal massage as carried out by previous researcher. One of the causes of lower back pain is due to hormonal changes that cause changes in muscle flexibility. One of the complementary therapies that can reduce or relieve pain, reduce or prevent muscle spasms, provide a sense of comfort, namely with warm compresses and prenatal massage. The research method used by the author is the literature review method, namely collecting literature sources in the form of articles and research journals with related themes, namely that providing complementary therapy can reduce back pain experienced by pregnant women in the third trimester by providing warm compresses and prenatal massage through an electronic database, namely Google. Scholar, using the keywords "Pregnancy, Back Pain, Complementary Therapies. Based on the results of a literature review of 10 journals/articles from several previous researchers, it shows that complementary therapy in the form of giving warm compresses and prenatal massage can reduce pain in third-trimester pregnant women. Providing complementary therapy in the form of warm compresses and prenatalmassage can be applied by health workers, especially midwives, because it is one of the non-pharmacological treatments that can reduce back pain in pregnant women Keywords: Pregnancy, Back Pain, Complementary Therapies.  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pemberian terapi komplementer dapat mengurangi nyeri punggung yang dialami oleh ibu hamil trimester III dengan memberikan kompres hangat dan prenatal massage seperti yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Salah satu penyebab nyeri punggung bawah adalah karena adanya perubahan hormonal yang menyebabkan terjadinya perubahan pada kelenturan otot. Salah satu terapi komplementer yang dapat mengurangi atau menghilangkan nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, memberikan rasa nyaman yaitu dengan kompres hangat dan prenatal massage. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kajian pustaka yaitu mengumpulkan sumber pustaka berupa artikel dan jurnal penelitian dengan tema yang berhubungan yaitu bahwa pemberian terapi komplementer dapat mengurangi nyeri punggung yang dialami oleh ibu hamil trimester III dengan memberikan kompres hangat dan prenatal massage melalui basis data elektronik yaitu Google. Scholar, dengan menggunakan kata kunci “Kehamilan, Nyeri Punggung, Terapi Komplementer. Berdasarkan hasil telaah pustaka terhadap 10 jurnal/artikel dari beberapa peneliti terdahulu menunjukkan bahwa terapi komplementer berupa pemberian kompres hangat dan pijat prenatal dapat menurunkan nyeri pada ibu hamil trimester III. Pemberian terapi komplementer berupa kompres hangat dan pijat prenatal dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan karena merupakan salah satu penanganan nonfarmakologi yang dapat menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil. Kata Kunci: Kehamilan, Sakit Punggung, Terapi Komplementer.
WORK ENGAGEMENT, BURNOUT, AND QUALITY OF MIDWIFERY CARE: THE MEDIATING ROLE OF MIDWIFE PERFORMANCE IN A CROSS-SECTIONAL STUDY Aulia, Devy Lestari Nurul; Anjani, Arum Dwi; Maternity, Dainty; Sunesni
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1526

Abstract

This study examined the associations of work engagement and burnout with midwifery care quality through the mediating role of midwife performance in Batam City primary health centers. A cross-sectional study involving 156 midwives from all community health centers (Puskesmas), selected through purposive sampling, was conducted. Work engagement was measured using the Utrecht Work Engagement Scale, and burnout using the Maslach Burnout Inventory, while performance and care quality were assessed via instruments based on Indonesia’s Midwifery Service Standards. Data were analyzed using SEM-PLS with SmartPLS 4.0, including bootstrapping with 5,000 subsamples. Work engagement was positively associated with midwife performance (? = 0.481,p < 0.001) and care quality (= 0.356,p < 0.001), whereas burnout was negatively associated with both. Midwife performance significantly mediated these relationships, and the model explained 67.5% of the variance in care quality. Midwives’ psychological well-being is significantly associated with care quality, with performance serving as a critical mediating mechanism.
Co-Authors Adelia Despriyanti Aidina, Dyka Aini, Rahma Al-Hikmah, Nailah Alini, Alini Alya Susanti Ananda, Anggun Dara Andara, Ireza Fuja Anjani Nurhasana Aqeela, Nasha Ariani, Fitria Arum Dwi Anjani Astri Yunifitri Astri Yunifitri Aulia Rani Berlianti, Jihan Fia Berty Prima Lydia Cindy Carlin Tan Dainty Maternity Defa Jayanti Denise, Zalfa Desi Afrina Desi Afrina Simamora Desi Afrina Simamora Dewi, Twingga Hariati Dhini Triana Putri Dian Suzanti Diana, Sharifah Divani Salsa Billa Duriyanti, Duriyanti Dwi Retno Ningrum Dwi Romania Dyka Aidina Elly Rumengan Endang . ERLINA Erlina Erlina Fachry Abda El Rahman Febrina Febrina Febyola, Yanti Fitriyana Fitriyana Florensia Debora Kote Gracia Alfa Riani Haminah, Siti Hanik Rosida Haryati Harun Haryati Harun Helda Febrina Hildayanti, Hildayanti Ibrahim . Indah Amelia Antika Indah Khairunnisa Salsabilla Indrayani Indrayani , Indrayani Intan Dwi Rahayu John Friadi Khairati Pardila, Ulfa Kristanti, Helen Kurniasari, Zeti Lestari, Anggita Marbun, Lenny Marlina Marchellya Syaira Marchellya Syaira Maryati Maya Sumanti Megawati Sitorus Nada Tabriz Nasha Aqeela Niken Martha Desty Nova Roza Nova Roza Novira, Selvi Nurmayanti Nursai’dah Nursai’dah Nursamsi, Nursamsi Octafera, Nasywa Putri Oktaviona, Niza Pardede, Nurhayati Paya, Rey Kha Fitdya Pratiwi Dwi Handayani Putri, Dhini Triana qurnia, mutia Rabiatul Adawiyah Rahniawati, Delvitri Raja Nurhalifah Noviati Ramadhani, Selvi Andini Isna Rani, Aulia Ria Elfira Ria Rukmana Rini Rahmadhani Rizki Agustina Romania, Dwi Rosyadi Aziz Rahmat Roza, Nova Salsabilla, Indah Khairunnisa Sari, Gita Nirmala Sarmauli Franshisca Sihombing Sarmini Selawati Selawati Selawati, Selawati Selvi Andini Isna Rahmadhani Selvi Andini Isna Ramadhani Sharifah Diana Sisty Chintya Lola siti kholifatul marhamah siti kholifatul marhamah Sridistuti Sugiyarningsih Sunesni Sunesni . Susanti, Alya Susanti, Nora Elvi Syaira, Marchellya Tabriz, Nada Tambunan, Lidia Martianna Tera Nefertiti Utami, Risqi Vina Syafira Vinda Rodiatul Hikmah Vinda Rodiatul Hikmah Vitra Vica Wahida Wahyuni Siahaan Widiawati Widiawati Widyatmaningsih, Widyatmaningsih Widyenti Putri Windari, Anggun Windayati, Diana Titik Wulandari, Nayala Yanti Febyola Purba Yeni Trisnawati Yenny Yesi Syahrini Yesi Syahrini Yulisa Neno Yunifitri, Astri YUNITA Zahra, Ikqlima