Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Legal Analysis of the Merah Putih Village Cooperative in Patak Banteng Village Based on Indonesian Cooperative Law Atok Safik Takiyapudin; Sri Jumini; Adi Suwondo; Mutho'am; Nila Amania
Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam Vol. 11 No. 1 Juni (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jm.v11i1.7273

Abstract

The Merah Putih Village Cooperative is a government initiative aimed at strengthening village-based economic institutions and promoting community welfare. This study examines the conformity of the establishment and implementation of the Merah Putih Cooperative in Patak Banteng Village with Law Number 25 of 1992 concerning Cooperatives. The research employed a qualitative descriptive method using statutory and empirical approaches through the analysis of legal documents, government regulations, field observations, and interviews. The findings indicate that the establishment process has complied with the legal framework stipulated in Law Number 25 of 1992, Presidential Instruction Number 9 of 2025, and Circular Letter Number 1 of 2025. The cooperative has fulfilled essential legal requirements regarding membership, organizational structure, and legal entity formation. However, challenges remain in strengthening managerial capacity, legal literacy, and institutional governance. The study highlights that transparency and effective supervision are crucial to ensuring accountability and legal compliance in cooperative management. Therefore, continuous legal assistance, capacity-building programs for cooperative managers, and the implementation of transparent monitoring mechanisms are recommended to support the sustainability and effectiveness of the Merah Putih Cooperative as an instrument for village economic development.
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM PEDAGING MENGGUNAKAN METODE CERITAINTY FACTORY BERBASIS MOBILE Giri Wijanarko; Erna Dwi Astuti; Rina Mahmudati; Hidayatus Sibyan; Adi Suwondo
Tekompedia : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/technomedia.v3i2.271

Abstract

Permasalahan penyakit pada ayam pedaging menjadi tantangan serius bagi peternak karena dapat menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi yang signifikan. Kurangnya akses terhadap tenaga ahli dan kemampuan diagnosa mandiri menjadi hambatan utama dalam penanganan penyakit tersebut, khususnya di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis Android untuk mendiagnosa penyakit ayam pedaging menggunakan metode Certainty Factor. Metode Certainty Factor digunakan untuk mengukur tingkat kepastian diagnosa berdasarkan kombinasi nilai keyakinan dari pakar dan pengguna terhadap gejala yang dialami ayam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pakar yang dikembangkan mampu memberikan hasil diagnosa dengan tingkat keakuratan mencapai 95% dibandingkan perhitungan manual. Sistem ini diharapkan dapat membantu peternak melakukan diagnosa terhadap penyakit ayam secara mandiri dan akurat, serta menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan akses terhadap pakar.
Implementasi Telegram Bot berbasis OCR (Optical Character Recognition) dan NLP (Natural Language Processing) untuk Pencatatan Penjualan pada UMKM Iman Ahsani Yasfin; Adi Suwondo; Nur Hasanah
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 3 No. 4 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v3i4.864

Abstract

Pencatatan transaksi penjualan secara manual masih menjadi kendala bagi UMKM karena dapat menyebabkan kesalahan pencatatan, keterlambatan informasi, dan kesulitan dalam memantau kondisi usaha. Digitalisasi pencatatan diperlukan untuk mendukung pengelolaan transaksi yang lebih terstruktur dan membantu pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pencatatan penjualan berbasis cloud menggunakan Telegram Bot yang mengintegrasikan Optical Character Recognition (OCR), Natural Language Processing (NLP), fuzzy matching, Regular Expression (Regex), database, dan dashboard website pada UMKM A&W Production. Mistral OCR digunakan untuk mengekstraksi teks dari gambar catatan transaksi, sedangkan NLP berbasis fuzzy matching dan Regex digunakan untuk mengidentifikasi intent serta mengekstraksi informasi transaksi menjadi data terstruktur. Data hasil pemrosesan selanjutnya disimpan pada database Supabase dan ditampilkan melalui dashboard website untuk mendukung pemantauan penjualan. Pengujian dilakukan menggunakan Character Error Rate (CER), Word Error Rate (WER), Confusion Matrix, dan Black Box Testing. Hasil pengujian OCR menghasilkan rata-rata CER sebesar 2,65% dan WER sebesar 7,44%, sedangkan pengujian NLP memperoleh accuracy, precision, recall, dan F1-score sebesar 1,00 pada 20 data uji. Sistem juga berhasil menjalankan seluruh fungsi yang diuji sesuai kebutuhan. Integrasi teknologi tersebut mendukung digitalisasi pengelolaan UMKM dan berkontribusi pada SDG 8, SDG 9, dan SDG 12 melalui peningkatan efisiensi pencatatan, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan transaksi yang lebih terstruktur.
CONTEXTUAL FEATURE NORMALIZATION ON THE PERFORMANCE OF HEART DISEASE CLASSIFICATION MODELS Adi Suwondo; Kusrini Kusrini; Ema Utami; Kumara Ari Yuawan
JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer) Vol. 12 No. 1 (2026): JITK Issue August 2026
Publisher : LPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jitk.v12i1.8299

Abstract

Heart disease classification models commonly employ statistical normalization techniques that standardize features according to data distribution but do not explicitly incorporate clinically meaningful cardiovascular information. This study evaluates Clinical Contextual Normalization (CCN) as an alternative feature representation strategy for heart disease classification. Using the Cleveland Heart Disease dataset (303 records), standard numerical representation and CCN were evaluated across five classifiers: Logistic Regression (LR), Support Vector Classifier (SVC), Random Forest (RF), Multilayer Perceptron (MLP), and Naïve Bayes (NB). Model performance was assessed using repeated stratified 10-fold cross-validation with five repetitions (50 evaluation folds), with recall as the primary metric because false negatives may delay clinical screening. The results revealed a classifier-dependent response to CCN. Random Forest showed a small numerical recall increase (ΔRecall = +0.0059), but the difference was not statistically significant (p = 0.6434). MLP produced the largest positive numerical recall change (ΔRecall = +0.0143) and produced 10 more aggregated true-positive predictions while false positives decreased by two, although its recall difference was also not statistically significant (p = 0.2195). In contrast, Logistic Regression showed a statistically significant recall decrease (ΔRecall = −0.0115, p = 0.0186), while Naïve Bayes exhibited the largest significant reduction (ΔRecall = −0.0333, p < 0.001). These findings demonstrate that clinically informed feature representation does not uniformly improve predictive performance but produces classifier-dependent effects. Further validation using larger and more diverse datasets is required before clinical deployment.