Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” Melalui Pengembangan UMKM Sebagai Penanggulangan Kemiskinan Zahra, Aisyah; Adzmy Altha Azkiya; Riva Nasrila; Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” melalui pengembangan UMKM sebagai strategi penanggulangan kemiskinan. Kajian ini penting dilakukan karena meskipun UMKM diposisikan sebagai sektor yang mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat dan menurunkan kemiskinan, keberadaannya di tingkat lapangan seringkali menghadapi kendala administratif, keterbatasan modal, serta rendahnya literasi digital dan informasi bantuan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Pasar Raya Kota Solok. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak delapan pelaku UMKM yang menjalankan usaha pada sektor informal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program UMKM sebagai alat penanggulangan kemiskinan belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemukan terdiri dari birokrasi bantuan yang rumit, ketidakmerataan akses program, rendahnya pengetahuan mengenai administrasi usaha, serta keterbatasan modal yang menghambat pengembangan usaha. Selain itu, literasi digital yang rendah membuat sebagian besar pelaku UMKM tidak mampu memanfaatkan peluang pemasaran online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program masih belum menyentuh kebutuhan nyata pelaku UMKM, sehingga diperlukan perbaikan dalam pendampingan, sosialisasi, serta penyederhanaan prosedur bantuan agar UMKM dapat berkembang dan berfungsi sebagai instrumen efektif dalam penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kajian lanjutan mengenai pembangunan ekonomi lokal berbasis UMKM serta evaluasi kebijakan intervensi sektor informal di masa mendatang.
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sosiologi pada Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Kecamatan Harau Raihani Sava Alzena; Amelia, Rezki Amelia Safitri; Elvaririn, Elvaririn; Fira Fadila; Karin Syafitri; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kerangka Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Sosiologi kelas X di SMAN 1 Kecamatan Harau. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan karakter di era Kurikulum Merdeka serta kebutuhan pembentukan nilai moral pada peserta didik yang berada pada fase transisi remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan nilai- nilai karakter seperti toleransi, gotong royong, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, dan kemampuan bernalar kritis dalam pembelajaran Sosiologi, terutama melalui materi diferensiasi sosial, kegiatan diskusi kelompok, dan kesepakatan kelas yang dibuat pada awal semester. Penerapan ini sejalan dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan sosial siswa. Namun, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti pengaruh budaya digital, kurangnya keteladanan dari lingkungan keluarga, dan minimnya evaluasi karakter yang sistematis. Secara keseluruhan, penerapan pendidikan karakter di SMAN 1 Kecamatan Harau telah berjalan baik dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, tetapi memerlukan penguatan kolaborasi sekolah,orang tua serta inovasi metode pembelajaran untuk meningkatkan efektivitasnya.
Integrating E-Learning into The Vocational High School Curriculum: Strategies, Challenges, and Future Directions Hakiki, Muhammad; Kartika, Rani; Hamid, Mustofa Abi; Utami, Resti; Suprapto, Yuni; Subhanadri, Subhanadri
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v6i1.1523

Abstract

This study investigates the integration of e-learning into the curricula of Vocational High Schools, emphasising strategies, challenges, and prospective avenues for enhancing the quality of teaching and learning. E-learning plays a crucial role in enhancing vocational education within the framework of rapid digital transformation, facilitating flexibility, interactivity, and access to a variety of learning resources. A qualitative approach was employed to collect data through in-depth interviews, surveys, and participatory observation at 39 Vocational High Schools in Padang, Indonesia, which offer Computer and Network Engineering and Software Engineering programs. The research included 73 teachers and 195 students who participated in e-learning activities. The findings indicate that both teachers and students possess favourable views regarding the integration of e-learning, recognising its capacity to improve conceptual understanding, promote learner autonomy, and create more engaging educational environments. Educators indicated that the implementation of learning management systems, online discussions, multimedia resources, and virtual simulations enhances student engagement and fosters collaboration. Data triangulation confirmed that teacher competence and engagement in professional development significantly impact e-learning success. Challenges remain, such as insufficient digital literacy, inadequate infrastructure, and diminished direct interaction. The research highlights the necessity of ongoing teacher training, dependable technological infrastructure, and curriculum redesign in accordance with industry standards to facilitate effective e-learning integration. It is advisable to establish collaborative partnerships among educational institutions, industry stakeholders, and policymakers to improve curriculum relevance and learning outcomes. Ongoing monitoring and evaluation are crucial for sustaining dynamic and adaptive e-learning environments. This study presents a framework aimed at enhancing e-learning implementation in Vocational High Schools, thereby facilitating students' preparedness for the digital and industrial workforce.
Analisis Kasus Sandwich Generation Yang Terdapat dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Yunita, Intan Afri; Frischa, Nadinda Jeehan; Maisa, Nazwa Luthfia; Firsty, Nadya Komala; Iwata, Muhammad Raihan; Delmira Syafrini; Saputra, Hanafi; Kartika, Rani; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan. Generasi sandwich adalah kelompok orang-orang yang menanggung beban ganda, memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Hal ini menyebabkan tekanan secara ekonomi, sosial, dan psikologis bagi orang yang mengalaminya. Pada film 1 Kakak 7 Ponakan, tokoh Moko menggambarkan terjadinya kasus generasi sandwich. Moko yang harus menjadi orang tua pengganti untuk ke tujuh ponakannya, bahkan sampai harus mengubur mimpinya untuk menjadi arsitek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, yang dimana data diperoleh dari sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, berita media online, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kasus generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan merupakan representasi dari realitas sosial yang terlihat pada data yang ada. Pada film ini karakter tokoh Moko menggambarkan kondisi generasi sandwich pada saat ini. Film ini meningkat kesadaran masyarakat mengenai sulitnya peran generasi sandwich serta pentingnya dukungan sosial dan emosional bagi orang-orang yang berada di kondisi tersebut.
Dinamika Adaptasi Sosial dan Budaya Mahasiswa Perantau Asal Pedesaan Program Studi Pendidikan Sosiologi di UNP Fitri Aisyah, Ratu; Rani Kartika; Alvionita, Metra; Putri Mahendra, Shilva; Fadillah Islami, Hawa; Martasari, Tasya; Azzahra, Fatimah
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.326

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika adaptasi sosial dan budaya mahasiswa perantau asal pedesaan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang. Latar belakang penelitian berangkat dari perbedaan karakteristik lingkungan desa dan kota yang menimbulkan tantangan adaptif bagi mahasiswa ketika harus menyesuaikan diri dengan budaya Minangkabau serta pola interaksi masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motif urbanisasi mahasiswa perantau, bentuk-bentuk tantangan yang mereka hadapi, strategi adaptasi yang dikembangkan, transformasi diri yang terjadi, serta peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif urbanisasi didominasi oleh kebutuhan pendidikan berkualitas, keterbatasan program studi di desa, dorongan kemandirian, dan dukungan keluarga. Tantangan adaptasi terutama muncul dari perbedaan bahasa, gaya komunikasi, nilai sosial, serta budaya pergaulan masyarakat kota yang lebih longgar. Mahasiswa merespons tantangan tersebut melalui strategi penyesuaian perilaku, pembelajaran sosial, dan selektivitas terhadap budaya kota. Proses adaptasi juga menghasilkan transformasi signifikan berupa peningkatan kemandirian, kemampuan tanggung jawab, dan sikap toleransi. Dukungan sosial dari teman, keluarga, organisasi kampus, dan dosen berperan penting dalam memperlancar proses penyesuaian diri. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa perantau merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor individual, sosial, dan budaya dalam konteks kehidupan perkotaan.
Ketika Alamat Menentukan Sekolah: Analisis Pemerataan dalam Sistem Zonasi PPDB di SMA Negeri 3 Padang Nafisa Reva Arianto; Nabila Zavrilia; Rahma Dianti; Rani Kartika; Muhammad Ferdava Marvino; Abel Ananda
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA N 3 Padang serta dampaknya terhadap pemerataan akses dan kualitas akademik peserta didik. Permasalahan utama yang dikaji adalah ketimpangan akses pendidikan yang sebelumnya muncul akibat sistem zonasi berbasisjarak, praktik manipulasi alamat pada Kartu Keluarga, serta masuknya siswa yang belum siap secara akademik ke dalam lingkungan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami pelaksanaan zonasi secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru dan panitia PPDB, observasi langsung terhadap pelaksanaan PPDB, serta studi dokumentasi terhadap arsip penerimaan dan data kuota peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem zonasi berbasis nilai rapor pada tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas input akademik siswa, dan memperkuat transparansi proses PPDB. Selain itu, sosialisasi rutin kepada masyarakat dan kolaborasi dengan perangkat wilayah berperan penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan zonasi di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem zonasi berbasis nilai rapor mampu menjadi mekanisme seleksi yang lebih adil, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pemerataan pendidikan di Kota Padang.
Pergeseran Nilai Budaya Sumbang Duo Baleh dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Karakter Generasi Muda di Era Modern Renaldi Aprinel Putra; Assyifa Nurulita Handra; Aulia Rahmadani; Ribyta Surni; Zakia Rabiatul Adwiyah; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pergeseran nilai budaya Sumbang Duo Baleh (Sumbang 12) pada generasi muda Minangkabau di era modern serta menganalisis dampaknya terhadap pendidikan karakter mereka. Pergeseran nilai ini diduga dipicu globalisasi, media sosial, dan perubahan gaya hidup yang melemahkan pemahaman norma adat sehari-hari. Metode kualitatif fenomenologi digunakan untuk mendalami pengalaman informan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuranji, Kota Padang. Informan purposive meliputi gadih Minang, tokoh adat, orang tua, dan pendidik; analisis data mengikuti Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil menunjukkan pergeseran signifikan pada Sumbang 12, seperti sumbang kato (berbicara kasar, abaikan sapaan hormat Kato Nan Ampek) dan sumbang kurenah (perilaku genit pasangan muda, kurang pasumandan), akibat pengaruh budaya modern yang generasi muda anggap lebih relevan. Dampaknya melemahkan pendidikan karakter, termasuk sopan santun, disiplin, dan identitas moral, selaras teori Thomas Lickona (moral knowing, feeling, action). KAN Kuranji merespons dengan sosialisasi rutin dua kali setahun ke sekolah dan masyarakat untuk internalisasi nilai adat berbasis pendidikan karakter lokal.
Media Interaktif sebagai Strategi Guru dalam Keterampilan Menjelaskan dan Bertanya di Era Digital Farisa, Farisa; Rani Kartika; Lisman, Erwin; Mutiara Qolbuna; Giofani Amir
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.364

Abstract

Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematisyang bertujuan untuk menganalisis potensi media interaktif digital dalam mengoptimalkan keterampilan menjelaskan dan bertanya guru di era digital, khususnya pada pembelajaran Sosiologi di SMA. Bahwa keterampilan menjelaskan dan bertanya yang biasanya dilakukan oleh guru itu kurang interaktif, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah media interaktif dalam keterampilan menjelaskan dan bertanya bagi guru di era digital. Kajian dilakukan dengan mensintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu yang mengkaji kedua keterampilan dasar tersebut dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform seperti Quizizz, Mentimeter, dan Google Jamboard dapat berfungsi sebagai katalis transformatif. Media interaktif mampu memperkaya penjelasan menjadi pengalaman multimodal yang lebih kontekstual dan partisipatif, serta mendemokratisasi sesi tanya jawab dengan memungkinkan partisipasi inklusif dan merangsang pertanyaan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Namun, potensi ini terhambat oleh kesenjangan antara penguasaan teknis alat digital dengan kemampuan mendesain pedagogi yang bermakna (TPACK) serta kendala sistemik seperti infrastruktur, kesenjangan akses, dan beban administratif. Implikasinya, diperlukan pelatihan guru yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengembangankompetensi pedagogical  design untuk mengintegrasikan media tersebut secara strategis. Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antara kecerdasan pedagogis guru dan kekuatan teknologi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kritis, dan student-centered.
Ruang Spasial dan Aktivitas Sosial di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman Eva Dwi Iswari; Hardyanti, Elsa Putri; Mufidah, Atiqah; Ariansyah, Fauzi; Furgani, Zuama; Kartika, Rani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan ruang spasial dan aktivitas sosial-ekonomi di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman sebagai pasar tradisional yang berfungsi tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konfigurasi ruang pasar, bentuk aktivitas sosial-ekonomi, profil pelaku pasar, serta kondisi fasilitas yang menyertai dinamika ruang tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pedagang tetap, pedagang musiman, pekerja pasar, dan pengelola pasar. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang Pasar Kurai Taji terbagi ke dalam dua zona utama, yaitu area dalam yang dikelola secara formal dan beroperasi setiap hari, serta area luar yang dimanfaatkan secara temporer pada hari Senin sebagai hari pasaran. Aktivitas ekonomi berlangsung dinamis dengan variasi waktu operasional, sementara interaksi sosial antar pedagang ditandai oleh praktik saling membantu dan solidaritas. Kondisi fasilitas pasar menjadi bagian dari pengalaman ruang yang memengaruhi cara pedagang beradaptasi dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa ruang pasar terbentuk melalui interaksi antara pengaturan formal dan praktik sosial-ekonomi pelaku pasar.