Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Memahami Organisasi Free West Papua Campaign Melalui Kampanye Dukungan Terhadap United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Tergabung Dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) M. Yusuf Samad; Diah Ayu Permatasari
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 4 (2021): Special Issue (December 2021)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/5tx53904

Abstract

The Free West Papua Campaign is an organization that massively campaigns on social media Twitter and its website to garner support from the international community regarding Papuan independence, one of its efforts is to conduct campaigns in cyberspace with a narrative supporting the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) to become full member of the subregional organization MSGin the hope that this membership status can strengthen ULMWP's political maneuvering in bringing the issue of an independent Papua to the international level. The purpose of this study was to find out how the campaign carried out by the Twitter account @FreeWestPapua and how other Twitter users responded to the campaign. The research used is a qualitative research by juxtaposing the study of literature with data from social media Twitter and the freewestpapua.org. The results show that the Free West Papua Campaign uses ideologically or cause oriented campaigns and uses a campaign model in the form of a componential campaign. The response from Twitter users is more dominated by following instructions on hashtags rather than the message they want to convey.
Analisis Kerentanan Penggunaan Bali Sebagai Basis Kejahatan Transnasional Oleh Warga Negara Asing (Studi Kasus: Penangkapan 103 WNA Taiwan Pelaku Kejahatan Siber di Bali Tahun 2024) Desni Amelia; Diah Ayu Permatasari; Adam Wardana Putra
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 6 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i6.9416

Abstract

Bali sebagai destinasi pariwisata internasional memiliki tingkat mobilitas warga negara asing yang tinggi serta didukung oleh infrastruktur digital, aksesibilitas global, dan sistem keimigrasian yang relatif terbuka. Kondisi tersebut di satu sisi memberikan keuntungan ekonomi, namun di sisi lain berpotensi menciptakan kerentanan yang dapat dimanfaatkan sebagai basis operasi kejahatan transnasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan Bali sebagai basis operasi kejahatan transnasional oleh Warga Negara Asing (WNA) serta menjelaskan strategi dalam upaya pencegahannya, dengan studi kasus penangkapan 103 WNA Taiwan pelaku kejahatan siber di Bali tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur. Analisis menggunakan teori kerentanan H. Prunckun yang meliputi daya tarik target (attractiveness), kemudahan diserang (ease of attack), serta dampak (impact). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bali memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat tingginya mobilitas internasional, kemudahan akses visa, lemahnya pengawasan WNA, keterbatasan profiling terhadap WNA yang masuk, serta pemanfaatan infrastruktur digital dan vila privat sebagai ruang operasi tersembunyi. Kasus penangkapan 103 WNA Taiwan membuktikan bahwa Bali telah dimanfaatkan sebagai lokasi operasi kejahatan siber lintas negara. Strategi yang direkomendasikan yaitu melalui deteksi dini, penguatan pengawasan berbasis profiling, kerja sama lintas instansi, dan diplomasi berbasis data untuk mengantisipasi ancaman serupa.