Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Psyche 165 Journal

Tuntutan Pekerjaan, Intensi Keluar Kerja, dan Peran Burnout sebagai Mediator Roswani, Julia; Zamralita; Idulfilastri, Rita Markus; Roebianto, Adiyo
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i4.315

Abstract

The Covid-19 pandemic is a very critical period and has become an epidemic that has spread throughout the world, thus affecting all aspects of people's lives in the world. The increasing demand related to information technology automation since the Covid-19 pandemic has been followed by increasing job demands for employees in the information technology industry. In line with increasing job demands, the phenomenon of burnout and turnover intention is faced by company X. High job demands can cause fatigue and can influence employees to leave the organization or company. There is a relationship between job demands and turnover intention, but this relationship is not strong (weak) so a burnout mediator role is needed. The purpose of this research is to look at the role of burnout as a mediator in the relationship between job demands and turnover intention. Turnover intention is a deliberate action with full awareness to leave the organization. Job demands are the physical, psychological, social and organizational aspects related to work that are needed to support both physical and psychological demands that are associated with physical and psychological harm. Burnout is a symptom of emotional exhaustion and a negative view (cynicism) of what one does. The number of samples in this study was 71 people. The sampling technique is non-probability sampling with convenience sampling. Measuring the variable of turnover intention uses a measuring tool, measuring burnout using the burnout assessment tool, measuring job demands using the job demands-resources questionnaire. The results of this research are that there is a relationship between job demands and burnout. There is a role of burnout as a mediator in the relationship between job demands and intention to leave work.
Gambaran Perbedaan Tingkat Burnout Perawat Berdasarkan Karakteristik Pribadi Selama Pandemi COVID-19 Alya, Rintan Fauziyyah; Zamralita; Idulfilastri, Rita Markus
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.451

Abstract

Pandemi Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, menempatkan tenaga kesehatan, terutama perawat, sebagai garda terdepan dalam menangani pasien. Beban kerja yang tinggi dan risiko penularan langsung menyebabkan perawat menghadapi tekanan fisik dan psikologis yang signifikan. Mereka kerap merasa cemas, takut menularkan penyakit, kelelahan berkepanjangan, hingga mengalami gejala trauma. Di Amerika Serikat, 63% tenaga kesehatan melaporkan mengalami stres terkait pandemi, yang disebabkan oleh beban kerja berlebih, peningkatan pasien, dan rasa takut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan burnout, yakni kondisi kelelahan ekstrem yang melibatkan gangguan kognitif dan emosional serta tekanan mental. Penelitian menunjukkan bahwa 83% tenaga kesehatan mengalami burnout, baik dalam tingkat sedang maupun berat. Faktor-faktor yang mempengaruhi burnout meliputi beban kerja, karakteristik pasien, ketidakpuasan kerja, dan kualitas pelayanan. Burnout juga dipengaruhi oleh karakteristik personal, seperti usia dan jenis kelamin, di mana perawat yang lebih tua lebih mampu mengelola emosi dibandingkan perawat yang lebih muda, dan perawat perempuan lebih rentan terhadap stres dibandingkan laki-laki. Pentingnya kesehatan mental dan fisik perawat sangat ditekankan agar mereka dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan burnout di kalangan perawat di Jakarta berdasarkan karakteristik personal mereka. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan non eksperimental. Untuk pengumpulan data menggunakan teknik convenience sampling, dan jumlah partisipan sebanyak 121 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah Burnout Assessment Tool. Hasil penelitian ini menemukan adanya tingkat burnout yang rendah pada perawat.