Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Lampuhyang

Eksistensi Folklor di Bali Jatiyasa, I Wayan
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.158

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) variasi folklor yang berkembang di Bali, (2) eksistensi folklor di Bali, dan (3) faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor di Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi (pengamatan di lapangan), dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif ditambah dengan teknik interpretasi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa folklor di Bali berkembang dalam tiga klasifikasi dengan berbagai variasi, yaitu folklor lisan (bahasa rakyat, paribasa Bali, pertanyaan tradisional, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, saa, sesapan, japa mantra, nyanyian rakyat, dan pembicaraan adat); folklor sebagian lisan (kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tarian rakyat, adat-istiadat, upacara keagamaan, dan pesta rakyat); dan folklor tidak lisan, terdiri atas material (arsitektur Bali, kerajinan tangan, pakaian adat Bali, makanan khas Bali, minuman khas Bali, obat-obatan tradisional, alat musik rakyat tradisional, dan mainan tradisional) dan bukan material (bunyi kentongan/kulkul dan musik rakyat). Folklor Bali masih eksis, tetapi beberapa variasi mengalami degredasi karena tergeser perkembangan zaman. Faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor Bali, yaitu faktor internal dan eksternal.
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Bali (Permulaan) melalui Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Siswa Kelas III SDN 3 Tiyingtali Tahun pelajaran 2019/2020 Jatiyasa, I Wayan
LAMPUHYANG Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) melalui model pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK dengan 2 (dua) siklus. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020, karena sesuai dengan hasil yang didapatkan sebelumnya pada prasiklus dari 20 orang siswa hanya 9 (45%) orang berkategori Baik, 7 (35%) orang berkategori Kurang, dan 4 (20%) orang berkategori Sangat Kurang dengan rata-rata 53,55 (Kurang). Sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan yaitu dari 20 orang jumlah siswa, 14 (70%) orang berkategori Baik dan 6 (30%) orang berkategori Cukup dengan rata-rata 71,7 (Baik). Selanjutnya pada siklus II keterampilan siswa meningkat jauh lebih baik yaitu dengan nilai siswa yang mendapat nilai Baik Sekali 1 (5%) orang, siswa yang mendapat nilai Baik yaitu 19 (95%) orang dengan rata-rata 75,55 (Baik).
AFIKSASI DAN REDUPLIKASI BAHASA BALI DALAM NOVELET RASTI KARYA IDK RAKA KUSUMA I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.702 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk afiksasi dan reduplikasi bahasa Bali serta maknanya dalam novelet Rasti karya IDK Raka Kusuma. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal dan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) afiksasi bahasa Bali dalam novelet Rasti karya IDK Raka Kusuma, meliputi: prefiks {a-}, {ka-}, {sa-}, {pa-}, {ma-}, {pra-}, {pari-}, {maka}, dan {N} (/ny/, /m/, /n/, /ng/); infiks, yakni infiks {er-}; sufiks, meliputi: sufiks {-a}, {-ang}, {-in}, {-an}, {-é}, {-né}, dan {-n}; simulfiks, yakni simulfiks {pa-N-}; kombinasi afiks, meliputi: kombinasi afiks {ma-an}, dan {ma-N-in}, konfiks, meliputi: konfiks {pa-an}, dan {ka-an}. 2) Reduplikasi bahasa Bali yang terdapat dalam novelet Rasti terdiri dari empat jenis, yaitu: kata ulang murni, kata ulang berubah fonem, kata ulang semu, dan kata ulang dwipurwa. 3) Makna afiksasi bahasa Bali dalam novelet Rasti karya IDK Raka Kusuma, yaitu: menyatakan bilangan; kerja tanggap; keadaan; persamaan waktu; perbuatan atau keadaan dengan pelaku banyak; sesuatu yang berhubungan dengan bentuk asal; benda yang dikenai pekerjaan yang disebut bentuk asal/dasar; menghasilkan, mengeluarkan, mengandung yang disebut dalam bentuk asal/dasar; bertindak dalam hubungan yang tersebut bentuk asal/dasar; memakai, menggunakan; menyatakan ter- atau pekerjaan dalam keadaan sebagai yang tersebut dalam bentuk asal/dasar; mempunyai seperti yang tersebut dalam bentuk asal/dasar; suatu kedudukan, jabatan; kemampuan; menyatakan suatu hal; melakukan perbuatan dengan alat yang disebut bentuk asal atau dasar; melakukan perbuatan untuk menghasilkan yang disebut bentuk asal/dasar; pekerjaan seperti yang disebut bentuk asal/dasar dengan mengutamakan perbuatan dan pelakunya; dalam keadaan; kerja tanggap untuk orang ketiga; mempertegas bentuk asal/dasar; menyebabkan seseorang atau tindakan seperti bentuk asal/dasar; perbandingan; menyatakan arah, waktu, tempat; menyatakan benda tersebut pada bentuk asal/dasar sudah tentu; menyatakan milik orang ketiga; menyatakan hubungan milik dalam arti yang seluas-luasnya; menyatakan alat; bagian; sedangkan makna reduplikasi bahasa Balinya adalah menunjukkan banyak atau jamak, bermacam-macam (kuantitas), sangat, mengeraskan pengertian (kualitas), dan berulang-ulang (frekuensi).
Pengajaran Keterampilan Menyimak di Sekolah Dasar I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.132

Abstract

Pengajaran bahasa adalah mengajarkan untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, pengajaran bahasa yaitu untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun secara tertulis. Agar siswa dapat memahami bahasa lisan dengan baik, diperlukan latihan menyimak yang berkelanjutan mengingat menyimak merupakan salah suatu keterampilan berbahasa yang tidak kalah penting dengan keterampilan yang lain. Namun, cenderung guru belum memahami hakikat dan belum menemukan teknik yang variatif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga pembelajaran dirasakan siswa tidak menarik. Oleh karena itu, artikel sederhana ini bertujuan untuk memaparkan hakikat dan mendeskripsikan teknik guru dalam mengajarkan keterampilan menyimak di Sekolah Dasar. Menyimak pada hakikatnya merupakan proses mendengarkan dengan penuh pemahaman, apresiasi dan evaluasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang hendak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran. Untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran di Sekolah Dasar, maka dapat digunakan beberapa cara/teknik yaitu sebagai berikut; (1) teknik ulang-ucap (menirukan), (2) teknik informasi beranting, (3) teknik satu mulut satu kelas, (4) teknik satu rekaman satu kelas, (5) teknik group cloze, (6) teknik parafrase, (7) teknik simak libat cakap, dan (8) teknik simak bebas libat cakap.
Eksistensi Folklor di Bali I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.158

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) variasi folklor yang berkembang di Bali, (2) eksistensi folklor di Bali, dan (3) faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor di Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi (pengamatan di lapangan), dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif ditambah dengan teknik interpretasi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa folklor di Bali berkembang dalam tiga klasifikasi dengan berbagai variasi, yaitu folklor lisan (bahasa rakyat, paribasa Bali, pertanyaan tradisional, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, saa, sesapan, japa mantra, nyanyian rakyat, dan pembicaraan adat); folklor sebagian lisan (kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tarian rakyat, adat-istiadat, upacara keagamaan, dan pesta rakyat); dan folklor tidak lisan, terdiri atas material (arsitektur Bali, kerajinan tangan, pakaian adat Bali, makanan khas Bali, minuman khas Bali, obat-obatan tradisional, alat musik rakyat tradisional, dan mainan tradisional) dan bukan material (bunyi kentongan/kulkul dan musik rakyat). Folklor Bali masih eksis, tetapi beberapa variasi mengalami degredasi karena tergeser perkembangan zaman. Faktor yang mempengaruhi eksistensi folklor Bali, yaitu faktor internal dan eksternal.
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Bali (Permulaan) melalui Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Siswa Kelas III SDN 3 Tiyingtali Tahun pelajaran 2019/2020 I Wayan Jatiyasa
Lampuhyang Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) melalui model pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK dengan 2 (dua) siklus. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Bali (permulaan) siswa kelas III SDN 3 Tiyingtali tahun pelajaran 2019/2020, karena sesuai dengan hasil yang didapatkan sebelumnya pada prasiklus dari 20 orang siswa hanya 9 (45%) orang berkategori Baik, 7 (35%) orang berkategori Kurang, dan 4 (20%) orang berkategori Sangat Kurang dengan rata-rata 53,55 (Kurang). Sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan yaitu dari 20 orang jumlah siswa, 14 (70%) orang berkategori Baik dan 6 (30%) orang berkategori Cukup dengan rata-rata 71,7 (Baik). Selanjutnya pada siklus II keterampilan siswa meningkat jauh lebih baik yaitu dengan nilai siswa yang mendapat nilai Baik Sekali 1 (5%) orang, siswa yang mendapat nilai Baik yaitu 19 (95%) orang dengan rata-rata 75,55 (Baik).
Upacara Ngelungah di Desa Pakraman Tanah Aji Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Sang Ayu Komang Suwetri; I Nyoman Subadra; I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan tujuan dalamUpacara Ngelungah di Desa Pakraman Tanah Aji, Kecamatan Abang, KabupatenKarangasem. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penentuansubjek penelitian menggunakan purposive sampling dengan pendekatan empiris. Datadikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Metodepengolahan data yang digunakan, yaitu analisis deskriptif dengan teknik induksi danargumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1) bentuk Upacara Ngelungahterdiri atas: a) sarana (jenis upakara yang dipakai yaitu banten pengulap pengambean,banten caru dan pejati asoroh, b) waktu pelaksanaannya tidak memakai hari baik, c)tahapan pelaksanaan upacaranya terdiri atas lima tahapan yaitu: Ngaturang piuning kePura Dalem, Ngaturang piuning ke Mrajapati, Mempermaklumkan ke Sedahan Setra,Upacara Ayaban Sawa, Pemercikan Tirtha Pengerapuh, pemimpin upacaranyapemangku dadia, tujuan upacara ngelungah secara umum yaitu: agar attman dapatbereinkarnasi kembali, dan untuk mengembalikan unsur-unsur Panca Maha Bhuta.
PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN HINDU I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, kendala, dan upaya mengatasi kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19 di perguruan tinggi keagamaan Hindu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis survey. Penentuan subjek penelitian menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner (paperless melalui Google Form) yang disebarkan secara online melalui WhatsApp dan pencatatan dokumen. Metode analisis data menggunakan statistik jenis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: 1) bentuk PJJ pada masa pandemi Covid-19 di perguruan tinggi keagamaan Hindu dominan menggunakan chat, konferensi video, dan asinkron; 2) kendala yang dihadapi dalam penerapan PJJ pada masa pandemi Covid-19 di perguruan tinggi keagamaan Hindu dominan karena masalah jaringan internet, tidak paham materi kuliah, tidak konsentrasi belajar, dan tidak dapat bertanya langsung dengan dosen; dan 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala penerapan PJJ pada masa pandemi Covid-19 di perguruan tinggi keagamaan Hindu, yaitu mengkondisikan tempat, perangkat digital, waktu, dan pikiran yang baik dalam mengikuti PJJ di perguruan tinggi.
Afiksasi Dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 Karya I Ketut Ruma (Tinjauan Morfologi Bahasa Bali) I Komang Simpen; I Wayan Jatiyasa; Ni Wayan Apriani
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian empiris, yaitu pendekatan yang digunakan terhadap gejala yang telah ada secara alamiah dimana gejala-gejala yang diselidiki telah ada secara wajar dalam kehidupan sehari-hari. Gejala yang terjadi dimaksud adalah penggunaan afiksasi bahasa Bali yang digunakan dalam teks Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan data yang bersifat kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode pencatatan dokumen. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langka reduksi awal, display data, conclusion drawing (penyimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma, yaitu: 1) prefiks N-, ma-, ka-, pa-, sa-, pra-, pari-, pati-, dan maka-; 2) sufiks -ang, -in, -an, -e, -n, dan -ing; 3) infiks –um- dan –in-; 4) konfiks pa-an, ma-an, dan ka-an; 5) Simulfiks ma-N dan pa-N; serta 6) kombinasi afiks ma-an, ma-N-in, dan ma-N-ang. 2) Fungsi afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma, yaitu berfungsi membentuk nomina, verba (verba tanggap dan tindak atau verba berobjek penerima dan berobjek penderita ), adjektiva, numerial, dan adverbial. 3) Makna afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma, yaitu: 1) melakukan pekerjaan (baik diri sendiri, untuk orang lain, dan bersama-sama), mengeluarkan, menghasilkan, mengandung, dan menjadi dalam keadaan yang tersebut dalam bentuk dasar/asal; dan 2) menyatakan pelaku, cara/alat, hal, persamaan waktu, arah, seluruh, tiba-tiba, berulang-ulang, rutin, serta mempertegas yang tersebut dalam bentuk dasar/asal.
Implikasi Proses Kreatif Transkrip Lontar terhadap Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.335

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis proses kreatif transkrip lontar dan implikasinya terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura. Jenis data menggunakan data kualitatif, sedangkan sumber data menggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasi dan kuesioner. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) proses kreatif transkrip lontar dilakukan melalui 4 tahap, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi; dan (2) implikasi proses kreatif transkrip lontar terhadap pengetahuan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura, yaitu memahami proses pembuatan pepesan (kertas lontar), mengetahui bahan dan proses pembuatan transkrip lontar, memahami teknik-teknik mentranskripsi lontar yang baik dan benar, dan mengetahui tujuan, kegunaan, dan manfaat transkrip lontar; implikasi proses kreatif transkrip lontar terhadap sikap mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura, yaitu memberikan keyakinan (kepercayaan diri) bahwa menulis lontar tidak sesulit yang dibayangkan asalkan dikerjakan dengan tekun, memotivasi untuk terus mengembangkan diri melalui latihan secara intensif, memotivasi untuk berkarya melalui transkripsi lontar sekreatif mungkin, dan meningkatkan kesabaran, ketekunan, dan konsentrasi (fokus); dan implikasi proses kreatif transkrip lontar terhadap keterampilan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura, yaitu terampil memegang pangrupak, meningkatkan keterampilan membaca aksara Bali, mampu menulis aksara Bali dengan waktu yang terbatas, dan berpartisipasi melestarikan kearifan lokal (local genius) masyarakat Bali yang semakin terdegradasi.