Claim Missing Document
Check
Articles

WUJUDKAN GENERASI EMAS TANPA NARKOBA DAN MIRAS DI SMK CUTNYADIEN Ar Rahiim Innash; Arista Candra Irawati; Vicentius Simon Suyanto
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v6i1.5005

Abstract

Sosialisasi mengenai Narkoba dan Miras serta Akibat Hukum Dalam UU Narkoba dan Miras Di SMK Cutnyadien merupakan sebuah terobosan serta awal yang baik dalam mewuudkan nilai-nilai karakter bangsa Indoneia. Pengabdian dalam bentuk sosialisasi ini memiliki tujuan untuk mengkaji serta mengimplementasi mengenai Narkoba dan Anti Miras serta akibat hukumnya yang akan terjadi jika dilanggar dalam proses pendidikan di SMK Cut Nya Dien Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode pengkajian, persiapan, sosialisasi dan implementasi. Pengabdian ini dapat menganalisis penerapan nilai dalam menerapkan nilai karekter bangsa seperti rasa tanggungjawab dalam berbagai aspek di kehidupan sekolah, maupun masyarakat. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa sosialisasi ini memberikan tanggapan yang baik dari siswa maupun guru mengenai narkoba dan miras serta akibat hukumnya dalam UU Narkoba dan Miras. Implementasi dalam kajian Akademik mengenai Narkoba dan Miras harus dilakukan secara rutin serta berkala. Hal ini agar dapat memonitoring jika terdapat siswa yang melakukan perbuatan yang menyimpang tersebut. Hasil dari pengabdian ini memberiakn saran perlunya penguatan serta keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendorong agar siswa tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Hal ini memiliki tujuan agar dapat mewujudkan generasi emas.
Konstruksi Hukum Kerahasiaan Identitas Anak Terhadap Korban, Pelaku Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Arista Candra Irawati
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v1i1.1664

Abstract

Perlindungan hukum Negara Indonesia atas pemenuhan hak-hak anak yang herhadapan dengan hukum  atas kerahasiaan identitas sebagai korban, pelaku  merupakan bagian dari penghormatan, menjunjung tinggi hak asasi manusia. Convention On The Rights of The Child (Konvensi Hak-Hak Anak), Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945 memberikan jaminan segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintah wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya.  Undang-Undang NRI  Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang NRI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang NRI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana, dan Undang-Undang NRI Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia bertujuan menjamin kesejahteraan, menjadi bagian konstruksi hukum kerahasiaan identitas korban, pelaku anak yang berhadapan dengan hukum sebagai perlindungan Hak Asasi manusia.  Sejalan dengan  “The rights of the victim are acomponent part of the concept of human rights”. Kerahasiaan identitas anak sebagai pelaku dan korban melalui mass media untuk menghindari labelisasi yang berdampak negative. Dalam penerapannya sangat dipengaruhi kekuatan-kekuatan sosial dalam bekerjanya hukum di masyarakat. Sehingga  menjadi kewajiban untuk mewujudkan bersama  pembuat Undang-Undang untuk mengawasi dan mengontrol,  penegak hukum dan masyarakat, kewajiban bagi orang tua, masyarakat, lembaga Pers. Kesemuanya merupakan sistem yang menentukan dan berperan. mempunyai kesadaran bersama memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Terhdap Anak Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Putri Diana; Arista Candra Irawati
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v1i2.2238

Abstract

Parenting style has a very important role in preventing violence against children. Domestic violence is very close to children's lives. Violence that is often carried out in the household will affect children. Children who live in families who experience domestic violence have a higher risk of experiencing neglect, becoming victims of direct abuse and also have the risk of losing parents. There are four forms of domestic violence that are often perpetrated by parents against children, namely: physical violence, psychological violence, sexual violence and household neglect. This parenting style has a major impact on the moral ethics of children. Incorrect choice of parenting style can actually have several impacts on children, such as not being able to make decisions, not being good at building social relationships, disrupting physical development, having unstable emotions, and being more likely to disobey parents. Abstrak           Pola asuh mempunyai peran yang sangat penting dalam tindakan pencegahan kekerasan terhadap anak.  Kekerasan dalam rumah tangga sangatlah dekat dengan kehidupan anak, Kekerasan yang sering di lakukan didalam rumah tangga akan berpengaruh pada anak-anak.  Anak-anak yang tinggal dalam lingkup keluarga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami penelantaran, menjadi korban penganiayaan langsung dan juga memiliki resiko untuk kehilangan orang tua. Bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang sering di lakukan orang tua terhadap anak ada empat bentuk kekerasan yaitu: kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran rumah tangga. Pola asuh tersebut berdampak besar pada etika moral anak. Salah pemilihan pola asuh nyatanya dapat membuat beberapa dampak pada anak, seperti tidak dapat membuat keputusan, kurang pintar dalam membangun hubungan sosial, gangguan pada perkembangan fisik, memiliki emosi yang kurang stabil, hingga lebih sering membangkang pada orangtua.
Penegakan Hukum Pidana Dalam Perbuatan Klitih Oleh Anak Di Wilayah Kabupaten Semarang Tariska Dewi Kundari; Arista Candra Irawati
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v3i1.3074

Abstract

This research examines and answers problems regarding criminal law enforcement in criminal law enforcement in acts of child abuse in the Semarang Regency area. This research uses normative juridical research, namely legal research that places law as a norm building system. The main idea used in this research is to understand how criminal law enforcement is in dealing with criminal acts which refer to social conflict and violence by children. Obstacles and how to solve them in enforcing criminal law in enforcing criminal law in criminal acts by children in the problem area of Semarang Regency. The results of the research concluded that acts of klitih can damage the morale of the next generation and cause disruption. Therefore, klitih is a crime of violence. Abstrak Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai penegakan hukum pidana dalam penegakan hukum pidana dalam perbuatan klitih oleh anak di wilayah Kabupaten Semarang. Penelitian ini mengunakan penelitian yuridis normatif adalah penelitian hukum yang meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma. Pemikiran utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penegakan hukum pidana dalam penanggulangan perbuatan klitih yang mengacu pada konflik sosial dan kekerasan oleh anak. Hambatan dan bagaimana pemecahan masalah tersebut dalam rangka penegakan hukum pidana dalam penegakan hukum pidana dalam perbuatan klitih oleh anak di wilayah Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menyimpulkan Perbuatan klitih dapat merusak moral generasi penerus dan mengganggu ketertiban. Oleh karena itu, klitih masuk ke dalam tindak pidana kekerasan.
Pendekatan Holistik dalam Pengelolaan Hukum Lingkungan: Tantangan dan Solusi di Era Globalisasi Jastis Gaho; Arista Candra Irawati
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v3i2.3766

Abstract

A holistic approach to environmental law is a crucial paradigm to address complex global challenges such as climate change, deforestation, and transboundary pollution. This article explores environmental law in its broad aspects, including the interconnected ecological, social, and economic dimensions. Through an analysis of international policies, national regulations, and local implementation, this study highlights the importance of cross-sector and cross-country collaboration. The findings reveal that the success of environmental law heavily relies on the synergy between policies, community participation, and science-based approaches. This article recommends strengthening adaptive legal frameworks to meet the dynamics of global environmental challenges.   Abstrak Pendekatan holistik dalam hukum lingkungan merupakan paradigma penting untuk mengatasi tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim, deforestasi, dan pencemaran lintas batas. Artikel ini membahas konsep hukum lingkungan dalam aspek yang luas, termasuk dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi, yang saling terkait. Melalui analisis kebijakan internasional, regulasi nasional, dan implementasi lokal, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan negara. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan hukum lingkungan sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, partisipasi masyarakat, dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Artikel ini merekomendasikan penguatan kerangka hukum yang adaptif untuk menghadapi dinamika lingkungan global.
CRIMINAL RESPONSIBILITY OF BUSINESS ACTORS FOR THE DISTRIBUTION OF FOOD CONTAINING DANGEROUS SUBSTANCES Winarto Waryadi; Arista Candra Irawati
UNTAG Law Review Vol 9, No 2 (2025): UNTAG Law Review
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/ulrev.v9i2.6684

Abstract

ABSTRACTThe distribution of food containing hazardous chemicals remains a serious issue in consumer protection in Indonesia. Although the Consumer Protection Law, the Food Law, and various derivative regulations have provided a clear legal basis, practices in the field show that law enforcement is still weak. This study aims to analyze the criminal liability of business actors for the distribution of hazardous food by examining the applicable legal norms and their implementation in the field. The method used is empirical legal research with a normative juridical approach and field studies, through analysis of regulations, court decisions, and data from the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM). The results of the study show that the forms of business operator liability can be civil, administrative, and criminal; however, obstacles such as limited resources, weak coordination between agencies, low legal awareness, and inconsistent court decisions mean that criminal sanctions are rarely applied to the fullest extent. This study emphasizes the importance of strengthening coordination among law enforcement agencies, harmonizing regulations, and applying consistent criminal sanctions to realize consumer protection. Theoretically, this study enriches the study of economic criminal law and consumer protection, while practically providing policy recommendations for improving the hazardous food control system in Indonesia.
Penjatuhan Pidana Dalam Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau Dari Asas Keadilan Retributif Hana Nur Hanifah; Arista Candra Irawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5497

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap korban, khususnya perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjatuhan pidana terhadap pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga KDRT ditinjau dari asas keadilan retributif melalui studi Putusan Nomor 149/Pid.Sus/2023/PN Tjg. Permasalahan penelitian meliputi pengaturan pemidanaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga KDRT dalam hukum positif Indonesia serta penerapan asas keadilan retributif dalam pertimbangan hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penjatuhan pidana telah sesuai secara yuridis dengan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, namun secara substantif pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan belum sepenuhnya mencerminkan asas keadilan retributif. Vonis tersebut dinilai belum proporsional dengan tingkat kesalahan pelaku dan penderitaan korban yang mengalami luka berat akibat penikaman berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hakim perlu memperkuat penerapan prinsip proporsionalitas dalam pemidanaan agar putusan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga keadilan substantif bagi korban.