Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Resilience Berhubungan dengan Stres pada Pasien Chronic Kidney Disease dengan Hemodialisis Fitri Dwi Triesnawati; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.1004

Abstract

Sekitar 92% pasien Chronic Kidney Disease harus menjalani hemodialisis untuk mempertahankan hidupnya. Dampak yang ditimbulkan hemodialisis mengakibatkan perubahan fisik dan mental yang bisa mengakibatkan stres, sehingga membuat pasien semakin memburuk dan emosinya tidak terkontrol. Salah satu cara untuk menurunkan stres maka dibutuhkanya resilience yang akan membuat pasien kuat dan emosi stabil dalam menghadapi rintangan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui resilience berhubungan dengan stres pada pasien Chronic Kidney Disease dengan hemodialisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasi. Penelitian dilakukan pada pasien Chronic Kidney Disease dengan Hemodialisis di RSUD Sumedang. Jumlah populasi 172 orang, dengan tekhnik pengumpulan sampel menggunakan simple random sampling yang berjumlah 120 orang. Pengumpulan data memakai instrumen Resilience Scale (RS-14) untuk mengukur resilience, nilai uji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha α =  0,795 dan stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) nilai uji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha α = 0.960. Analisis menggunakan korelasi uji Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel resilience dan stres. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas 51,7% resilience pasien Chronic Kidney Disease dalam kategori sedang, dan hampir separuh dari pasien 46,7% mengalami stres sedang. Hasil uji Chi-Square resilience dengan stres terdapat nilai signifikan yaitu <0,001. Kesimpulannya resilience dapat mempengaruhi stres pada pasien Chronic Kidney Disease dengan hemodialisis di RSUD Sumedang.
Tingkat Kepercayaan Diri pada Wanita Dewasa Awal dengan Adanya Tren Beauty Privilege Viazensa Tiara Pratami; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1054

Abstract

Beauty privilege merupakan suatu bentuk hak istimewa yang didapatkan oleh seorang individu yang berpenampilan menarik. Keberadaan tren beauty privilege ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri seorang individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepercayaan diri wanita dewasa awal dengan adanya tren beauty privilege. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah teknik non probability sampling berupa convenience sampling, didapatkan sampel sebanyak 131 dari total populasi Mahasiswi Program Studi Industri Pariwisata UPI Kampus Daerah Sumedang sebanyak 159 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner kepercayaan diri yang disusun oleh Lauster yang diterjemahkan oleh Ismayanti (2003). Hasil valid reliabel dari kuesioner penelitian ini yaitu >0.20. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa tren beauty privilege dapat terjadi pada usia dewasa awal dan tingkatan pendidikan. Tingkat kepercayaan diri Mahasiswi Industri Pariwisata UPI Kampus Daerah Sumedang dengan kategori rendah sebanyak 97.7% dan kategori tinggi sebanyak 2.3%. Tingkat kepercayaan diri yang rendah menjadi masalah yang dapat menyebabkan individu tersebut menilai dirinya secara negatif dan akan mudah merasa cemas.
Kecemasan Siswa Sekolah Dasar Menghadapi Assesment Nasional Berbasis Komputer Dewi Fuji Fatmawati; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1155

Abstract

Koneksi internet sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sistem evaluasi pembelajaran yang didasari oleh penggunaan komputer termasuk Assesment Nasional Berbasis Komputer. Namun, bagi sekolah di wilayah pedesaan akan sulit untuk melakukan evaluasi tersebut. Hal ini sangat berpengaruh pada siswa yang akan melakukan Assesment, karena dengan adanya keterbatasan jaringan internet dapat membuat siswa takut untuk mengoperasikan komputer. Pada dasarnya, anak usia sekolah lebih rentan mengalami kecemasan yang luas dalam beberapa situasi termasuk Assesment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa menghadapi Assesment Nasional Berbasis Komputer menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang mencakup siswa kelas V sekolah dasar gugus III yang berjumlah 86 siswa, menggunakan teknik total sampling dengan kuisioner dari SCAS-C yang telah dilakukan modifikasi untuk mengukur gambaran kecemasan pada anak usia sekolah dengan hasil uji validitas 0,501 dan uji reliabilitas 0,742. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan alat pengukur tingkat kecemasan, maka diperoleh data bahwa sebanyak 33 siswa (38%) masuk dalam kategori ringan dan 53 siswa (62%) masuk dalam kategori sedang pada saat menghadapi Assesment. Hasil dari penelitian dan pembahasan mengenai kecemasan siswa dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kecemasan dalam kategori sedang. Maka dari itu, salah satu cara untuk mengatasi kecemasan pada siswa dengan dilakukannya simulasi secara berkala dalam penggunaan komputer.
Dampak Skoliosis terhadap Psikologis Remaja Reni Nuryani; Anissa Ayuningsih; Sri Wulan Lindasari; Dewi Dolifah; Popi Sopiah
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1416

Abstract

Skoliosis adalah kelainan bentuk fisik yang dapat menyebabkan masalah psikologis. Selain itu, dampak skoliosis adalah munculnya masalah fisik pada jantung dan paru akibat kelengkungan >90º, serta masalah psikologis terutama pada remaja. Di sisi lain, perkembangan psikologis remaja seringkali mengalami perubahan emosi yang meluap-luap karena adanya konflik dan perubahan suasana hati yang tidak menentu. Selain itu, keterbatasan fisik penderita skoliosis dapat menimbulkan masalah psikologis seperti kecemasan, stres, dan depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui masalah psikologis yang terjadi pada remaja dengan skoliosis. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain survei. Responden dalam penelitian ini adalah remaja penderita skoliosis di Komunitas Skoliosis Indonesia yang berjumlah 348 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. Sedangkan analisis data menggunakan SPSS versi 26 dengan univariat, dan instrumen yang digunakan adalah DASS 42. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden tidak mengalami depresi atau berada dalam rentang normal, dengan jumlah 101 responden (29% ). Selanjutnya hampir separuh responden mengalami kecemasan sedang, berjumlah 117 (33,7%). Selain itu, hampir separuh responden mengalami stres ringan dengan jumlah 129 responden (37,1%). Selain itu, terdapat masalah depresi yang berada pada rentang sangat ekstrim dengan jumlah 39 responden (11,2%). Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah psikologis yang sering terjadi adalah stres dan kecemasan terkait dengan lamanya sakit yang dialami remaja penderita skoliosis.
Pengaruh Resiliensi terhadap Psychological Well Being pada Penderita Thalasemia Lindasari, Sri Wulan; Nuryani, Reni; Rahmat, Delli Yuliana; Sukaesih, Nunung Siti; Salsabila, Rizka
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.1750

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit genetik kelainan darah kronis yang memerlukan perawatan seumur hidup dan mengakibatkan efek fisik, psikologis, dan emosional yang dapat menurunkan kualitas hidup. Resiliensi dan Psychological well-being penting bagi individu karena mempunyai tujuan untuk mencapai kondisi terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Resiliensi Terhadap Psychological Well Being Pada Penderita Thalasemia di RSU Kabupaten Sumedang. Jenis penelitian dengan deskriptif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 78 orang penderita thalasemia. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah quesioner the 14-Item Resilience Scale (RS14) untuk mengukur resiliensi dan quesioner Psychological well being scale (PWBS) untuk mengukur psychological well being. Hasil dari penelitian ini adalah resiliensi penderita thalasemia sebagian besar menunjukkan kategori sedang sebanyak 62,8% dan Psychological well being sebagian besar menunjukkan kategori sedang sebanyak 76,9%. Berdasarkan uji korelasi Gamma dan Somers’d terdapat hubungan yang sangat erat antara resiliensi dengan psychological well being pada penderita thalasemia dengan nilai korelasi 0,965 dan p= 0,00. Penelitian ini menunjukkan semakin tinggi resiliensi maka psychological well being pada penderita thalasemia semakin baik.