Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi: Strategi Diagnosa Kesiapan Belajar Siswa dalam Kurikulum Merdeka Hisbullah Hisbullah; Muhammad Guntur; Fitri Astri A. Makkasau
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berdiferensiasi dengan fokus pada strategi diagnosa kesiapan belajar peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini dilakukan di MI Datok Sulaiman Palopo sebagai subjek utama, dengan MI DDI 1 Palopo dan MI DDI 3 Purangi sebagai subjek pendukung. Tahapan define meliputi analisis kebutuhan dan identifikasi kesiapan belajar, serta pengetahuan guru terhadap perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Pada tahap design, perangkat pembelajaran yang dikembangkan mencakup pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, dan asesmen, yang seluruhnya dirancang untuk mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif. Tahap develop, hasil uji validitas yang melibatkan ahli implementasi Kurikulum Merdeka, ahli asesmen pembelajaran, dan ahli bahasa menunjukkan bahwa perangkat ini valid dengan rata-rata persentase 74,67%. Sementara itu, hasil uji kepraktisan yang dilakukan dengan melibatkan guru-guru dari kelas I, III, dan V di MI Kota Palopo menunjukkan bahwa perangkat ini sangat praktis, dengan rata-rata persentase 85,83%, yang mengindikasikan perangkat ini mudah diterapkan dan memberikan manfaat dalam pembelajaran. Tahap disseminate dilakukan melalui penyebarluasan ke dua madrasah subjek pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan efektif dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi diagnosa kesiapan belajar siswa yang terintegrasi dalam perangkat ini membantu guru dalam memahami kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran dapat lebih sesuai dengan tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Perangkat ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Pengembangan Modul Digital Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Human Values Siswa SMP Asra Asra; Abdul Pirol; Muhammad Guntur
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.3737

Abstract

Urgensi penelitian ini dilandasi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap human values, yang tercermin dari perilaku kurang menghargai, rendahnya toleransi, dan lemahnya empati. Kondisi ini berpotensi membentuk pribadi yang kurang peduli terhadap sesama dan lingkungan, sehingga diperlukan bahan ajar inovatif yang mampu mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kebutuhan, desai, validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul digital pembelajaran berbasis human values untuk siswa fase D di UPT SMP Negeri 2 Malangke Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and development (R&D) dengan model ADDIE melalui lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan subjek siswa kelas VIII dan guru PAI. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, lembar validasi, lembar angket praktikalitas, dan dokumentasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul sangat valid, menurut ahli media (92%) dan materi (87,5%), serta validasi menurut ahli bahasa (75%). Modul juga dinilai praktis oleh guru (96,25%) dan siswa (87,5%). Sedangkan hasil efektivitas modul 87,1% dengan kategori sangat efektif.
Pengembangan : Media Berhitung Berbantuan Spinning Wheel Number untuk Meningkatkan Minat Belajar Muthi'ah Muthmainna; Muhammad Guntur; Nilam Permatasari
TA'DIBAN Vol 6 No 2 (2026): Januari-Juni
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v6i2.377

Abstract

This research was motivated by students' low interest in learning mathematics, particularly in the topic of repeated addition among third-grade students at SDN 60 Salubattang. The purpose of this study was to determine the results of the needs analysis for media development, as well as the validity, practicality, and effectiveness of a counting learning media assisted by a Spinning Wheel Number on repeated addition material. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research subjects consisted of one teacher and 18 third-grade students of SDN 60 Salubattang. Data were collected through interviews, questionnaires, documentation, and tests. The results showed that the media achieved a validity score of 83.33% from the media expert and 100% from the material expert, both categorized as very valid. The practicality assessment obtained scores of 96% from students and 95% from the teacher, indicating that the media was very practical. The effectiveness test resulted in an N-Gain score of 0.58, which falls into the moderately effective category. The implications of this study are that teachers can utilize the Spinning Wheel Number media as an innovative instructional medium in mathematics learning to help students understand the concept of repeated addition in a more concrete way. This media can serve as an engaging and interactive learning alternative to increase the learning interest of third-grade students at State Elementary School 60 Salubattang. Thus, the Spinning Wheel Number media is appropriate for use in mathematics learning on the topic of repeated addition.
Integrating Islamic Literacy Values through the BAHRAIN Reading Method: A Differentiated Learning Approach in Folklore Instruction at an Islamic Elementary School Fadhilatul Amalia Bahraini Bahar; Muhammad Guntur
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Indonesian Islamic Studies (October)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i1.10578

Abstract

Reading literacy plays a crucial role in elementary education, yet literacy instruction often faces challenges related to learner diversity and limited opportunities for meaningful value-oriented learning. In Islamic elementary schools, literacy education is expected not only to develop reading comprehension but also to facilitate the internalization of values that support students’ character formation. This study aimed to develop and evaluate the BAHRAIN Method, a differentiated reading instruction model designed for folklore learning in an Islamic elementary school context. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research was conducted at SDIT Al-Bashirah Palopo and involved 15 fifth-grade students. Data were collected through interviews, questionnaires, validation sheets, and achievement tests, and were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The development process resulted in the BAHRAIN Method, which consists of seven instructional stages: Baca (Read), Analisis (Analyze), Hubungkan (Connect), Refleksi (Reflect), Aktualisasi (Actualize), Interaksi (Interact), and Nilai (Value). The validation results indicated that the developed method was valid, with an overall score of 78.73%. Practicality testing demonstrated highly positive responses from teachers (100%) and students (83.5%). The effectiveness test yielded an overall score of 80.53%, categorized as effective. These findings indicate that the BAHRAIN Method is a feasible instructional model for folklore learning and has the potential to support reading comprehension, reflective learning, and the integration of Islamic literacy values within elementary literacy education. The study contributes to the development of differentiated literacy instruction by integrating cognitive, social, and value-oriented dimensions within a single instructional framework.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK EDUKASI PADA MATERI SALING MENGHARGAI PERBEDAAN SISWA FASE B DI SDN 1 LALEBBATA KOTA PALOPO Nabila Nabila; Muhammad Guntur; Nurul Aswar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4669

Abstract

Penelitian  ini membahas tentang pengembangan media komik edukasi pada materi saling menghargai pada siswa Fase B SDN 1 Lalebbata Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap  pengembangan dan tahap penyebaran pada komik edukasi pada materi saling menghargai perbedaan pada siswa Fase B SDN 1 Lalebbata Kota Palopo. Jenis penelitian ini  menggunakan penelitian  R & D (Research and Development) dengan model 4D atau 4D yang merupakan singkatan  dari (Define) pendefinisian, (Design) perancangan, (Development) pengembangan, ( Disseminate penyebaran. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Lalebbata Kota Palopo dengan subjek penelitian  1 pendidik, dan 33 peserta didik di Kelas 3. Objek yang diteliti adalah media  komik edukasi pada materi saling menghargai perbedaan. Teknik pengumpulan data  dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data yang dilakukan adalah Mixed Methods  yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis kebutuhan  peneliti memperoleh data yang menunjukkan (1) sebanyak 100% siswa menyatakan  mereka menyukai belajar dengan gambar dan warna,(2) sebanyak 93% siswa menyatakan  akan lebih semangat belajar jika  ada cerita, (3) sebanyak  94% siswa menyukai belajar menggunakan  buku yang lucu dan menarik, (4) sebanyak 91 % siswa pernah membaca komik, (5) sebanyak 59% siswa menyatakan tidak  menyukai komik digital. Hasil validasi media memperoleh 94, 44% kategori sangat valid, validasi materi memperoleh 75 %  kategori valid, dan ahli bahasa menyatakan 87,51% kategori sangat valid. Hasil praktikalitas siswa memperoleh 83,41% kategori sangat praktis, dan praktikalitas guru menyatakan bahwa  media komik edukasi yang telah dikembangkan sangat membantu siswa dalam menanamkan nilai – nilai saling menghargai perbedaan. Hasil uji efektivitas  siswa menyatakan 80,60% kategori efektif.