Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Problem Solving and Decision Making in Educational Context Hadi , Muhammad Zaki Pahrul; Hartono, Rudi; Rozi , Fahrur
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.408

Abstract

Problem-solving and decision-making are crucial competencies in the educational setting, indispensable for tackling the multitude of difficulties that educators and administrators encounter on a daily basis. This paper describes the theoretical foundations and real-world uses of these processes in educational environments. The article emphasises the significance of utilising the IDEAL model (Identify, Define, Explore, Anticipate, and Look Back) proposed by Wehmeyer as a problem-solving framework. Using library research, researchers gather, analyse, and arrange data from journals, books, and past studies on the adoption of management methods in the field of education, especially in problem solving and decision-making. This paper highlights the significant influence of organised problem-solving and strategic decision-making on educational outcomes, emphasising their crucial role in promoting a flexible and flourishing educational environment.
Media Hiburan Sebagai Metode Belajar Bahasa Inggris Lingga, Calvin; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa banyak murid-murid di Indonesia yang memiliki kelancaran dalam berbahasa Inggris serta untuk mengevaluasi dampak media sekitar terhadap pengetahuan bahasa Inggris di kalangan anak-anak. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami peran media hiburan seperti film, acara televisi, musik, dan media sosial dalam pembelajaran bahasa Inggris di kalangan murid-murid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti akan melakukan wawancara langsung dengan murid-murid di setiap kelas di tempat bimbingan belajar (bimbel) yang diajar oleh peneliti. Wawancara ini akan mencakup pertanyaan tentang bagaimana mereka mengetahui bahasa Inggris, sumber-sumber belajar yang mereka gunakan, dan sejauh mana mereka mengaplikasikan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Selain wawancara, selama proses mengajar, peneliti akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk mengamati seberapa banyak murid yang dapat memahami tanpa perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk mengukur pemahaman langsung murid terhadap bahasa Inggris dalam konteks yang lebih praktis dan nyata. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya belajar bahasa Inggris dan mendorong peningkatan minat serta upaya dalam mempelajari bahasa ini. Dengan demikian, diharapkan bahwa penggunaan media hiburan sebagai metode belajar bahasa Inggris dapat lebih diakui dan diterapkan secara luas sebagai strategi yang efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran bahasa.
Analysis of Translation Techniques in English Version of Nadin Amizah’s “Bertaut” Song Lyrics. Wijaya, I Nengah Adi; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.433

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis tehknik yang digunakan dalam menerjemahkan lagu "Bertaut" karya Nadin Amizah ke dalam bahasa Inggris oleh Emma Heesters menggunakan teori dari Molina dan Albir (2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa baik hasil terjemahan lagu tersebut menyampaikan makna, emosi, dan nuansa lagu aslinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menonjolkan beberapa strategi seperti adaptasi, modulasi, ekuivalensi, amplifikasi, transposisi, reduksi, dan terjemahan langsung. Tantangan yang ditemukan dalam menerjemahkan lirik adalah bagaimana berbagai strategi penerjemahan mempertahankan makna lagu dari lirik aslinya. Karya ini berkontribusi pada bidang studi penerjemahan dengan menjelaskan tantangan dan teknik yang terlibat dalam menerjemahkan lirik lagu. Hasilnya, metode yang digunakan Emma Heesters dalam menerjemahkan lirik lagu dapat menyampaikan makna dan emosi dari lirik lagu aslinya sekaligus menjelaskan kompleksitas yang terdapat dalam menerjemahkan lirik dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris
A semiotic analysis of the novel "Cantik itu Luka" by Eka Kurniawan Nahdoh, Wardhatun; Syamsurrijal; Hadi , Muhammad Zaki Pahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): September (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i1.454

Abstract

Literary work is the arrangement of concepts that are imagined into writing that has aesthetic and moral values. In addition, literary works must be able to produce beautiful works of art. Many elements are involved in the creative process of literary works, including science, insights, thoughts, beliefs, and real experiences, as well as elements of the author's imagination. Besides having structural elements, novels also have semiotic elements, which study the structures, rules, and conventions that make signs have meaning and significance. This research aims to identify the semiotic elements in Eka Kurniawan's novel "Cantik Itu Luka". In this study, researchers used semiotic theory according to the views of Charles Pierce. After researching, the novel "Cantik itu Luka" by Eka Kurniawan shows a lot of semiotic word usage , such as icon (topeng wayang, pabrik, kucing hitam), index ( jejak kaki di hutan, hujan ders, merokok), and symbol ( bunga, api, rokok). Researchers use a qualitative descriptive method, or a descriptive method accompanied by analysis activities, to obtain data. The data was obtained by reading Eka Kurniawan's book "Beautiful Is Hurt" and analyzing it semiotically, finding many explicit signs. Utilizing this analysis, readers should be educated to appreciate literary works and understand the semiotic system in them.
Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Dalam Novel "The Little Prince" Karya Antoine de Saint-Exupery: Kajian Stilistika dan Makna Filosofis Dibalik Narasi Dea, Dea; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa pada novel “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry, serta menggali makna filosofis di balik narasinya. Novel ini merupakan salah satu karya sastra yang dikenal memiliki makna filosofis mendalam tentang kehidupan, persahabatan, imajinasi dan empati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis stilistika, yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam novel. Sumber data yang digunakan adalah sumber data tertulis yang terdapat dalam novel “The Little Prince” yang dipublikasikan pada tahun 2017 oleh Macmillan yang terdiri dari 110 halaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalama novel “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry terdapat beberapa penggunaan gaya bahasa yaitu gaya bahasa personafikasi, gaya bahasa metafora, gaya bahasa simile, gaya bahasa ironi, dan gaya bahasa onomatopea. Kata kunci: gaya bahasa, makna filosofis, stilistika, “The Little Prince”, Antoine de Saint-Exupéry
Pengaruh Pendidikan Bahasa Inggris Anak Usia Dini Terhadap Perkembangan Kemampuan Dwibahasa di Era Digital Jonathan, Errick; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.490

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang manusia gunakan untuk berinteraksi dengan sesama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada era modern ini, manusia menggunakan berbagai jenis bahasa dalam berkomunikasi, salah satunya yaitu bahasa Inggris yang merupakan bahasa resmi yang digunakan pada ranah internasional. Tujuan daripada pengamatan ini adalah untuk mengamati pengaruh era digital terhadap perkembangan kemampuan dwibahasa pada anak usia dini khususnya di Indonesia. Pengamatan dilakukan dengan mengkaji studi literatur yang menyoroti perkembangan kemampuan bahasa Inggris anak usia dini, serta peran kemajuan teknologi dalam perkembangan metode pembelajaran bahasa Inggris. Hasil pengamatan ini menunjukkan peran kemajuan teknologi benar adanya mendukung lebih banyak variasi terhadap metode edukasi bahasa Inggris, sehingga pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih menarik dan interaktif. Namun, penggunaan teknologi sendiri belum dapat sepenuhnya maksimal mengingat kondisi-kondisi tertentu yang menjadi tantangan seperti kurangnya dukungan dan kemampuan untuk mendapatkan akses ke teknologi, tantangan dari aspek kebudayaan yang masih sangat kental, dan kondisi geografis pada daerah di pedalaman. Pentingnya keterlibatan peran orang tua, tenaga pengajar serta fasilitas pendukung menjadi poin utama dalam meningkatkan perkembangan dan kemampuan dwibahasa pada anak usia dini.
Student poetry translations with and without the use of AI: An evaluation of translation quality Yuliasri, Issy; Purwanto, Bambang; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul; Nurcahyo, Agung Dwi; Rochmahwati, Pryla; Rifqi, Muhammad; Kumara, Kusuma Arum Diana; Ma’sumah, Fithriyatul
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v21i2.14336

Abstract

Poetry translation presents a unique challenge, as it requires maintaining a delicate balance between semantic fidelity and the preservation of the aesthetic qualities of the target text. This study aims to evaluate the quality of poetry translations produced by university students both with and without the assistance of artificial intelligence (AI), using four assessment criteria based on Nababan's (2012) framework: accuracy, acceptability, readability, and poeticness. The research employed a descriptive quantitative approach with an evaluation instrument using a three-point scale, where a score of 3 indicates high quality, 2 denotes moderate quality, and 1 reflects low quality. Data were obtained from poetry translations evaluated by experienced raters using a standardized rubric, with results analyzed in terms of frequency distribution and percentages. Findings reveal that in AI-assisted translations, the highest score attainment was observed in readability (52.76%), followed by acceptability (51.14%), accuracy (50.39%), and poeticness (24.34%) as the lowest. In contrast, in translations without AI, the highest score attainment was also found in readability (34.76%), followed by accuracy (33.06%), acceptability (32.43%), and poeticness (12.33%). This comparison indicates that AI use consistently enhances accuracy, acceptability, and readability scores, yet shows limited capacity to improve poeticness significantly. This aspect requires creativity, stylistic sensitivity, and nuanced linguistic judgment beyond the current capabilities of AI systems.
Pelatihan Public Speaking Dengan Penerapan Metode Presentation, Practice, and Production Bagi Mahasiswa Hadi, Muhammad Zaki Pahrul; Dewi, Puspita
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (September)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v3i1.466

Abstract

Pelatihan public speaking menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa Universitas Bumigora dalam mendukung keberhasilan akademik dan profesional. Meskipun demikian, banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, kurang percaya diri, dan ketidakmampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking mahasiswa dengan penerapan metode Presentation, Practice, and Production (PPP). Metode ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: Presentation, yang memperkenalkan teori dan konsep dasar public speaking; Practice, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih berbicara di depan kelompok kecil; dan Production, yang mengharuskan mahasiswa untuk menyampaikan presentasi secara mandiri di depan audiens. Program pelatihan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Bumigora dan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, yang memungkinkan mahasiswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara mahasiswa, termasuk dalam aspek percaya diri, teknik komunikasi verbal dan non-verbal, serta kemampuan mengatasi kecemasan saat berbicara di depan publik. Dengan demikian, metode PPP terbukti efektif dalam membantu mahasiswa Universitas Bumigora untuk mengembangkan keterampilan public speaking yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan komunikasi di dunia akademik dan profesional.
Motive Evidentiary in Premeditated Murder: Aligning the Norms and Practical Rauzi, Fathur; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul; Willems, Janou
Jurnal Hukum Novelty Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/novelty.v14i2.a25954

Abstract

Introduction to The Problem: Motive, if related to crime, refers to the urge contained in the mental attitude of the actor to implement that mens rea in an act that is committed to a crime actus reus. The incorporation of motive in cases involving premeditated murder under the legal framework of Article 340 of the Indonesian Criminal Code remains a contentious issue, lacking a consensus. While some individuals posit that premeditated murder necessitates the presence of a motive, contrasting viewpoints contend that the crime can be established without requiring evidence of a motive.Purpose: This study aims to provide an overview and analysis of the significance of understanding motives as a means for judges to find out the background of the premeditated murder so that the panel of judges renders a decision accurately and proportionately.Methodology: The method used in this research is the normative juridical approach that focuses on the study of literature and legislation with the specifications of analytical descriptive research.Findings: The study suggested that Article 340 of the Criminal Code lacks a comprehensive explanation of the presence of motives. Consequently, the implementation of motives is limited to the interpretation provided by legal scholars and the subjective discretion of the presiding judge in each individual instance. In the absence of an interpretation of this motive, the Panel of Judges is not obliged to find a motive for the murder. As a result, this leads to different decisions, some resulting in acquittal and others in conviction of the defendant, because the judge did not discover a motive for the murder during the presentation of evidence. Meanwhile, according to the Indonesian version of the Criminal Code, namely Law No. 1 of 2023, the existence of the motive is mandatory in sentencing as stated in Article 54 paragraph (11) sub b of the Criminal Code.Paper Type: Research Article