Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Stres Digital dan Gangguan Tidur: Tinjauan Literatur Adinda Putri Salisanasti; Faras Salsabila; Afiqah Khairunnisa; Ririn Ria Riyanti; Wirza Feny Rahayu
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of digital technology has brought many benefits to daily life; however, excessive use may also lead to psychological pressure known as digital stress. One of the most frequently reported consequences of digital stress is sleep disturbance. This article aims to review the relationship between digital stress and sleep problems through a structured narrative review. Relevant studies were identified using Google Scholar and ScienceDirect databases with keywords related to digital stress, sleep quality, screen time, blue light exposure, and social media use. The search was limited to articles published within the last five years and selected based on predefined inclusion and exclusion criteria, resulting in ten eligible studies for analysis. The findings indicate that digital stress contributes to poor sleep quality through several main factors, including compulsive and excessive use of digital devices, information and social media overload, and nighttime exposure to blue light. Digital stress appears to function as a psychological mechanism that links excessive digital exposure with sleep disturbances. These results highlight the importance of healthy digital habits and balanced technology use as part of efforts to maintain sleep quality and overall psychological well-being.
Peran Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah dalam Mengoptimalkan Perkembangan Perilaku Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) Sutopo, Nur Fhadilla Alfanissa; Alfanissa, Nur Fhadilla; Wirza Feny Rahayu
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 3 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i3.595

Abstract

Anak-anak dengan autisme spektrum Autism Spectrum Disorder (ASD) mengalami gangguan perkembangan yang mempengaruhi imajinasi sosial, komunikasi, dan interaksi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengeksplorasi kolaborasi antara orang tua dan guru dalam pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara orang tua dan guru meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu anak dengan autisme menyesuaikan diri secara sosial dan akademik. Namun, tantangan seperti stigma sosial dan kurangnya pelatihan harus diatasi untuk mencapai pendidikan inklusif yang efektif. Diperlukan kebijakan yang mendukung keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan pendidikan. Penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan fleksibel. 
Psikoedukasi Bullying dan Short Course Keterampilan Sosial untuk Meningkatkan Iklim Sekolah Aman pada Siswa SDN 12 Malalak Selatan Wirza Feny Rahayu; Rahmadianti Aulia; Triave Nuzila Zahri; Audia Syaidina; Nurul Hidayah
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21231

Abstract

Background: Bullying di sekolah dasar berdampak pada kesejahteraan psikologis dan interaksi sosial siswa, sehingga diperlukan intervensi preventif berbasis sekolah. Tujuan: Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying dan keterampilan sosial di SDN 12 Malalak Selatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan psikoedukasi dan pelatihan singkat (short course), serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, angket reaksi, dan uji paired sample t-test pada 35 siswa kelas V–VI. Hasil: Sebanyak 83% peserta psikoedukasi dan 91% peserta pelatihan mengalami peningkatan skor; uji t menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001), dengan short course lebih efektif. Kesimpulan: Program efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying dan keterampilan sosial sebagai dasar pembentukan lingkungan sekolah yang lebih aman.
Pengalaman Orangtua dalam Menerapkan Diet Gluten-Free pada Anak dengan ADHD Taqiya Mafaza Jannati H; Rida Fijriah Azzahra; Windy Karisna Febrianti; Wirza Feny Rahayu
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 2 (2025): Vol.2 No.2 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman orangtua dalam menerapkan diet bebas gluten pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas, yang dapat mengganggu proses belajar dan hubungan sosial anak. Diet bebas gluten menjadi salah satu pendekatan non-farmakologis yang mulai banyak digunakan untuk membantu mengurangi gejala ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melibatkan satu orangtua sebagai partisipan yang memiliki anak dengan ADHD dan sedang menjalani diet gluten-free. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menjalani diet bebas gluten, anak mengalami peningkatan dalam konsentrasi, pengendalian diri, serta regulasi emosi.
Pengalaman Orangtua dalam Menerapkan Diet Gluten-Free pada Anak dengan ADHD Taqiya Mafaza Jannati H; Rida Fijriah Azzahra; Windy Karisna Febrianti; Wirza Feny Rahayu
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 2 (2025): Vol.2 No.2 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman orangtua dalam menerapkan diet bebas gluten pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas, yang dapat mengganggu proses belajar dan hubungan sosial anak. Diet bebas gluten menjadi salah satu pendekatan non-farmakologis yang mulai banyak digunakan untuk membantu mengurangi gejala ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melibatkan satu orangtua sebagai partisipan yang memiliki anak dengan ADHD dan sedang menjalani diet gluten-free. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menjalani diet bebas gluten, anak mengalami peningkatan dalam konsentrasi, pengendalian diri, serta regulasi emosi.
EFEKTIVITAS TEKNIK FADING DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN DALAM MENURUNKAN PERILAKU MENANGIS AKIBAT PERPISAHAN PADA ANAK USIA DINI: STUDI SUBJEK TUNGGAL DI PAUD LAB SCHOOL UNIVERSITAS NEGERI PADANG Jantika, Gita; Feny Rahayu, Wirza
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46581

Abstract

Crying behavior due to separation anxiety in early childhood is still a challenge in the adaptation process in the school environment, while interventions that integrate behavioral approaches and play media are still limited. This study aims to test the effectiveness of fading techniques with hand puppet media in reducing crying behavior in 4-year-old children at the PAUD Lab School, Padang State University. This study uses a single-subject experimental method with an A–B–A' design, which includes the baseline, intervention, and post-intervention stages. Data collection was carried out through observation and interviews with a focus on the duration of crying behavior when the child was separated from his parents. Intervention is provided through gradual exposure supported by the use of hand puppet media as a means of storytelling. The data was analyzed using visual analysis including changes in levels, trends, and overlaps between phases. The results showed a consistent decrease in the duration of crying behavior, from 28–24 minutes in the baseline phase to 22–13 minutes in the intervention phase, and further decreased to 12–5 minutes in the post-intervention phase. These findings show that the integration of fading techniques and hand puppet media is effective in supporting children's emotional regulation and can be an applicable intervention strategy in the context of early childhood education.
Pengaruh Kecerdasan Emosi terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas 12 SMA N 1 Lubuk Alung Iswandi, Firenia Aprilaniki; Meihana, Azizah; Samiana, Aulia; Fanesha, Rizkiqa Tria; Hamama, Dian; Rahayu, Wirza Feny
ALSYS Vol 5 No 2 (2025): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i2.4622

Abstract

This study examines the influence of Emotional Quotient (EQ) on students' learning motivation among 12th-grade students at SMA N 1 Lubuk Alung. Employing a quantitative correlational research design, the study involved 175 students selected through simple random sampling. Data were collected using the Emotional Intelligence Scale by Suryati (2024) and the Learning Motivation Scale by Iqbal (2023). The analysis revealed a significant positive relationship between emotional intelligence and learning motivation (p < 0.001, R = 0.610). Findings suggest that higher emotional intelligence is associated with greater learning motivation. The study emphasizes the importance of emotional intelligence in enhancing academic motivation, with practical recommendations for educators and policymakers to integrate emotional intelligence development into educational practices.
Efektivitas Program Intervensi SERASI (Sekolah Ramah Inklusi) Berbasis Psikologi Islam dalam Meningkatkan Sikap Orang Tua terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di PAUD Inklusi Wirza Feny Rahayu; Shafra Shafra
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v17i1.14036

Abstract

Sikap orang tua merupakan determinan kunci dalam keberhasilan pendidikan inklusif, namun masih ditemukan persepsi negatif terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia. Intervensi yang ada umumnya berfokus pada aspek kognitif dan belum mengintegrasikan dimensi nilai yang berpotensi memperkuat perubahan sikap secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas program intervensi SERASI (Sekolah Ramah Inklusi) berbasis psikologi Islam dalam meningkatkan sikap orang tua terhadap siswa berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest yang melibatkan 38 orang tua siswa PAUD inklusi di Kota Padang. Intervensi mengintegrasikan psikoedukasi, experiential learning, serta internalisasi nilai rahmah (compassion), sabr (patience), dan tawakkul (trust). Pengukuran dilakukan menggunakan skala PATCH. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada sikap orang tua, dari skor rata-rata pretest (M = 78,42; SD = 7,12) menjadi posttest (M = 85,76; SD = 8,90), t (37) = -6,214, p < 0,001, dengan effect size besar (d = 1,01). Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi SERASI efektif dalam membentuk sikap inklusif melalui integrasi psikoedukasi, pengalaman langsung, dan nilai psikologi Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan intervensi berbasis nilai yang kontekstual dalam pendidikan inklusif PAUD serta menegaskan pentingnya pelibatan orang tua dalam membangun ekosistem inklusi.