Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MEMBANGUN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI KEBIASAAN MEMBACA Yohakim Yohakim; Nurhikmah Nurhikmah; Ainun Mardiah; Abu Bakar; Agus Sukrisman
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.12368

Abstract

Writing skills are essential language competencies that need to be developed among students. However, limited writing proficiency remains a common challenge, often caused by a lack of reading habits. Reading and writing are closely related activities because reading enriches vocabulary, broadens knowledge, and provides examples of effective language use. This article aims to examine the role of reading habits in developing writing skills and to describe the benefits gained through consistent reading practices. The method employed is a literature review by analyzing various relevant scientific sources related to writing skills and reading habits. The findings indicate that students who read regularly tend to demonstrate better writing abilities than those who read less frequently. Reading habits contribute to vocabulary development, idea organization, understanding of text structures, and creativity in writing. Furthermore, reading enhances critical thinking skills that support the writing process. In conclusion, cultivating reading habits is an effective strategy for developing and improving writing skills. Therefore, a reading culture should be consistently promoted in educational settings as well as in daily life. ABSTRAK Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang penting untuk dikembangkan pada peserta didik. Namun, rendahnya kemampuan menulis masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan, terutama akibat kurangnya kebiasaan membaca. Membaca dan menulis memiliki hubungan yang erat karena kegiatan membaca dapat memperkaya kosakata, memperluas wawasan, serta memberikan contoh penggunaan bahasa yang baik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran kebiasaan membaca dalam membangun keterampilan menulis serta menjelaskan manfaat yang diperoleh melalui pembiasaan membaca secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai keterampilan menulis dan kebiasaan membaca. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki kebiasaan membaca secara rutin cenderung memiliki kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang jarang membaca. Kebiasaan membaca membantu meningkatkan penguasaan kosakata, kemampuan menyusun ide, pemahaman struktur teks, serta kreativitas dalam menulis. Selain itu, membaca juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang mendukung proses penulisan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembiasaan membaca merupakan strategi yang efektif untuk membangun dan meningkatkan keterampilan menulis. Oleh karena itu, budaya membaca perlu ditanamkan secara konsisten dalam lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Implementasi Sport Science dalam Pendampingan Kesamaptaan Jasmani Calon Tarunai Akpol Papua Barat Daya Muh. Mawardi; Muhammad Syahrul Kahar; Rahmatullah Bin Arsyad; Abu Bakar; Ahmad Wael; Ainun Mardiah; Risma Alam; Agus Kurniadi; Akbar
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1325

Abstract

Kesamaptaan jasmani merupakan salah satu komponen penting dalam proses seleksi penerimaan calon Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dan konsultasi berbasis sport science kepada peserta seleksi kesamaptaan jasmani di Lapangan Mako Brimob Sorong, Papua Barat Daya. Metode yang digunakan meliputi observasi, pendampingan langsung, bimbingan teknis, dan konsultasi olahraga selama pelaksanaan tes fisik. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik pelaksanaan tes push up, pull up, dan daya tahan tubuh, serta edukasi mengenai pengelolaan kondisi fisik, pengaturan stamina, pemanasan, pendinginan, dan pencegahan cedera. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai teknik tes kesamaptaan yang benar dan pentingnya menjaga kebugaran jasmani selama proses seleksi. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian dalam penerapan ilmu keolahragaan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Android-Based Augmented Reality for Traditional Sports Learning Agus Kurniadi; Abu Bakar; Emayanti Anggraeni; Yohanis Habel Kareth
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.57865

Abstract

This development study aimed to produce an Android-based augmented reality (AR) application for introducing traditional sports to students of SD Muhammadiyah Malawili, Sorong Regency, and to evaluate its feasibility, practicality, and preliminary effectiveness. The study used the ADDIE research and development model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The participants were one physical education teacher, two expert validators, and 28 fifth-grade students. Data were collected through observation, interviews, validation sheets, response questionnaires, and comprehension tests. The application contains marker cards, three-dimensional visualizations, audio narration, short videos of basic movements, and interactive quizzes on egrang, gobak sodor, bakiak, kasti, jump rope, and engklek. Expert validation produced a mean feasibility score of 87.41% (highly valid), while teacher and student responses produced a practicality score of 90.11% (highly practical). In a one-class pre-test–post-test field trial without a control group, the mean comprehension score increased from 56.79 to 82.14, with an N-gain of 0.59 (medium). These findings indicate that the application is feasible and practical and has promise as an introductory learning medium. However, the evidence of effectiveness remains preliminary; because the trial involved one class in one school and no control group, the findings cannot be interpreted causally or generalized broadly.
Optimalisasi Kebun Percontohan sebagai Media Pembelajaran Kontekstual IPA bagi Siswa SD di Kampung Saonek Andi Maryam; Rizky Ekawaty Ahmad; Irfandi Idris; Rahmatullah Bin Arsyad; Rinda Hardianti; Jenro P Sijabat; Abu Bakar
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 2 (2026): Juli (On Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i2.5954

Abstract

Pembelajaran kontekstual menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran. Kampung Saonek memiliki kebun percontohan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kebun percontohan sebagai media pembelajaran kontekstual bagi siswa SDN 01 Saonek, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada September 2025 dengan melibatkan 20 siswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, observasi lapangan, dan praktik langsung. Hari pertama diisi dengan penyampaian materi mengenai budidaya tanaman di Balai Kampung, kemudian peserta mengunjungi kebun percontohan untuk mengamati berbagai teknik budidaya. Hari kedua dilaksanakan praktik penanaman menggunakan media tanah dan sistem hidroponik dengan pendampingan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami tahapan budidaya tanaman, mengenali perbedaan teknik penanaman pada media tanah dan hidroponik, serta berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Optimalisasi kebun percontohan sebagai media pembelajaran kontekstual memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna serta berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap pertanian dan lingkungan sejak usia dini.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN RENANG TRADISIONAL DAN KOREKSI GERAK START JONGKOK MELALUI MEDIA VIDEO SLOW MOTION Isti Qomah Rachman; Abu Bakar; Sanjung Sederhana; Metusala Aprilando Weanglia; La Robi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12581

Abstract

Learning the crouch start technique in physical education requires movement precision and strong visual understanding. However, traditional swimming instruction, which is dominated by direct demonstrations and verbal explanations, often fails to provide optimal movement feedback. This study aims to examine the effect of using slow-motion video media in traditional swimming instruction on students’ learning motivation in the crouch start technique material. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The subjects of the study consisted of 33 students from the Physical Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Sorong. The research instrument was a learning motivation questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, correlation analysis, and paired sample t-test with a significance level of 0.05. The results showed an increase in the average score of students’ learning motivation from 61.12 in the pretest to 77.18 in the posttest. The paired sample t-test results indicated a significant difference between the pretest and posttest (Sig. 0.000 < 0.05). Therefore, it can be concluded that the use of slow-motion video-based learning media has a significant effect on improving students’ learning motivation in the crouch start technique material. Slow-motion video media are effective as a visual tool to support the learning of complex movement techniques in a more engaging, systematic, and meaningful way.
Peningkatan Kemampuan Lompat Jauh Mahasiswa melalui Permainan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Papua: Peningkatan Kemampuan Lompat Jauh Mahasiswa melalui Permainan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Papua Abu Bakar; Agus Kurniadi; Ainun Mardiah
Jurnal Porkes Vol 9 No 3 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i3.35574

Abstract

The low level of long jump ability, motivation, and student engagement in track and field training is a major problem that requires an innovative solution. This study aims to analyze the effectiveness of the traditional game “Aga,” based on Papuan local wisdom, in improving students’ long jump ability, motivation, and engagement. The study employed a quantitative approach with a pretest-posttest nonequivalent control group quasi-experimental design. The sample consisted of 70 students selected through purposive sampling, comprising 35 students in the experimental group and 35 students in the control group. The instruments included the long jump test, standing broad jump, 30-meter sprint, and observation sheets for motivation and engagement. Data were analyzed using descriptive statistics and ANCOVA. The results showed that the traditional Aga game had a significant effect on improving long jump performance (F = 34.498; p < 0.001; η²p = 0.340), with the experimental group’s improvement (27.01%) being higher than that of the control group (13.64%). The experimental group demonstrated higher motivation (M = 43.67) compared to the control group (M = 34.66), as well as greater activity levels (M = 3.63) compared to the control group (M = 2.58). The conclusion of this study indicates that the traditional Aga game is effective in improving students’ long jump ability, motivation, and activity level, making it a viable alternative for an innovative, context-based athletics learning model.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PJOK BERBASIS DEEP LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN GERAK SISWA SD KELAS BAWAH Muhammad Sahrun; Abu Bakar; Agus Kurniadi; Muh Mawardi; La Robi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.22249

Abstract

Pembelajaran PJOK memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan motorik dan pemahaman konsep gerak pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi seperti deep learning untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran PJOK berbasis deep learning dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan gerak siswa SD kelas bawah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan 60 siswa kelas bawah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian terdiri atas tes pemahaman konsep dan lembar observasi keterampilan gerak yang dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada pemahaman konsep dan keterampilan gerak dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi deep learning memberikan dukungan kuat dalam menyediakan umpan balik otomatis, analisis gerak akurat, dan pengalaman belajar yang lebih adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis deep learning efektif diterapkan dalam pembelajaran PJOK dan berpotensi menjadi strategi inovatif dalam peningkatan kualitas pembelajaran motorik di sekolah dasar.