cover
Contact Name
Joko Santoso
Contact Email
jokosantoso@ustjogja.ac.id
Phone
+6285643408044
Journal Mail Official
jurnalcaraka@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jalan Batikan UH III/1043, Tuntungan, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta 55167. Phone: (0274) 374997.
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya
ISSN : 24077976     EISSN : 25794485     DOI : http://dx.doi.org/10.30738/
The focus of the journal in the field of language which includes the results of research on phonology, morphology, syntax, pragmatics, stylistics, and other aspects of linguistic studies. In addition to linguistics, another focus is on literature which includes the results of research on the sociology of literature, the psychology of literature, postcolonialism, cultural studies, ecocriticism, and other aspects of literary study. In addition to language and literature, another focus is the teaching of Indonesian language and literature which includes Indonesian language and literary learning models, Indonesian language and literary learning media, Indonesian language and literary teaching materials, and other aspects of teaching/learning studies.
Articles 270 Documents
Analisis Literasi Digital Dalam Meningkatkan Pemahaman Informasi Online Siswa SMA N 1 Tawangsari: Digital Literacy Analysis in Improving Students' Understanding of Online Information at SMA N 1 Tawangsari Mira Erlinawati; Nurchalistiani Budiana
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital siswa SMA Negeri 1 Tawangsari serta hubungan antara literasi digital dan kemampuan memahami informasi online. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata sebesar 80,8%. Kemampuan mengakses informasi digital memperoleh capaian tertinggi, sedangkan kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi online juga berada pada kategori baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara literasi digital dan pemahaman informasi online (r = 0,72; p < 0,05). Selain itu, literasi digital terbukti berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam memahami dan memanfaatkan informasi online. Temuan penelitian menegaskan bahwa literasi digital berperan penting dalam meningkatkan kemampuan siswa mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu diintegrasikan dalam pembelajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan penggunaan informasi yang bertanggung jawab di era digital
Analisis Penamaan Semantik Analisis Penamaan Jajanan Pasar Khas Temanggung dalam Kajian Semantik Bahasa Indonesia: Semantic Naming Patterns of Traditional Market Snacks in Temanggung: An Analysis Based on Abdul Chaer’s Theory Vinda Dewi Astuti; Muncar Tyas Palupi
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola dan bentuk, makna dan latar belakang penamaan jajanan pasar khas Temanggung berdasarkan teori semantik Abdul Chaer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa nama-nama jajanan pasar yang diperoleh dari Pasar Entho dan Pasar Papringan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam bersama pelaku kuliner, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi; (1) reduksi data, (2) klasifikasi berdasarkan pola penamaan, (3) analisis makna semantik, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penamaan jajanan pasar ini didominasi faktor sifat khas 34%, bahan 31%, cara pembuatan 31%, keserupaan 14% dan penamaan baru 3%. Secara makna, penamaan jajanan pasar didominasi makna leksikal, namun dalam pengunaannya telah berkembang menjadi makna konotatif dan asosiatif. Latar belakang penamaan banyak dipengaruhi oleh faktor bahan, proses pembuatan, keserupaan bentuk dan persepsi visual terhadap suatu benda lain, kreativitas analogi visual dan humor masyarakat penutur bahasa. Dengan demikian penamaan jajanan pasar ini mampu merepresentasikan antara fungsi informatif suatu bahasa dengan ekspresi realitas kehidupan berbudaya, bentuk ekspresi tradisi dan pengalaman, persepsi serta kreativitas masyarakat Temanggung.
Lanskap Linguistik di Museum Provinsi Kalimantan Barat: The Linguistic Landscape in the West Kalimantan Provincial Museum Vina Nur Indah Sari; Dwi Desi Fajarsari; Ajeng Tina Mulyana; Desy Rufaidah
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22450

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi lanskap linguistik berupa papan nama, papan informasi, dan petunjuk arah yang terdapat di Museum Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajuan data, dan penarikan kesimpulan. Analisis bentuk bahasa menggunakan teori Yendra dan Artawa (2020) sementara fungsi bahasa merujuk pada Landry dan Bourhis (1977). Dari 181 data yang dianalisis, ditemukan tiga bentuk bahasa dalam lanskap linguistik museum yaitu monolingual, bilingual, dan multilingual. Selain itu, terdapat dua fungsi bahasa yaitu fungsi informatif dan fungsi simbolis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian lanskap linguistik pada ruang publik berupa museum.  Lanskap linguistik di Museum Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya dan sarana pelestarian nilai-nilai lokal di tengah dinamika globalisasi.
Kajian Literasi dalam Biografi “Saya Bukan Siapa-siapa:Rekam Jejak Retno Marsudi” Karya Luki Aulia, Dkk. : A Biographical Literacy Study of 'Saya Bukan Siapa-siapa: Rekam Jejak Retno Marsudi' by Luki Aulia Izzatu Khoirina; Anis Setyawati; Nur Aini Syah
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk literasi yang direpresentasikan dalam biografi Saya Bukan Siapa-siapa: Rekam Jejak Retno Marsudi karya Luki Aulia dkk. serta menjelaskan nilai kebermanfaatannya dalam kehidupan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks biografi Saya Bukan Siapa-siapa: Rekam Jejak Retno Marsudi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode baca dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biografi tersebut merepresentasikan enam bentuk literasi, yaitu literasi membaca, menulis, berbicara, menyimak, numerasi, serta kemampuan mengolah informasi dan pengetahuan untuk pengambilan keputusan. Berbagai bentuk literasi tersebut tercermin dalam kebiasaan belajar, pengembangan kompetensi profesional, kemampuan komunikasi, pengelolaan informasi, serta penyelesaian masalah yang dilakukan tokoh utama. Selain itu, penelitian menemukan bahwa praktik literasi memberikan berbagai manfaat, antara lain menstimulasi kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, memperkaya kosakata, mengembangkan kemampuan verbal, meningkatkan keterampilan memecahkan masalah, serta membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi tidak terbatas pada kemampuan baca tulis, tetapi mencakup seperangkat kompetensi yang mendukung pengembangan diri dan keberhasilan individu dalam kehidupan akademik, profesional, dan sosial. Oleh karena itu, biografi Retno Marsudi dapat menjadi contoh konkret penerapan literasi sebagai fondasi pembelajaran sepanjang hayat
Representation of Social Injustice in the Novel The Sinking of the Van Der Wijck Ship: Representation of Social Injustice in the Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Yulia Priska Pioleta; Silvi Widyastuti; Saptiana Sulastri
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22599

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan sosial yang direpresentasikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka serta mengungkap relevansinya dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiologi sastra. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang merepresentasikan ketidakadilan sosial dalam novel. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan sosial dalam novel direpresentasikan melalui tiga bentuk utama, yaitu diskriminasi berdasarkan garis keturunan, marginalisasi terhadap individu yang tidak memenuhi standar adat, serta dominasi adat yang membatasi kebebasan pribadi. Tokoh Zainuddin digambarkan mengalami penolakan sosial karena tidak diakui sebagai bagian dari kelompok adat yang sah, sehingga mengalami keterasingan dan kehilangan hak sosial tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa adat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang dalam kondisi tertentu melahirkan ketimpangan dan ketidakadilan. Melalui konflik yang dialami tokoh-tokohnya, Hamka menyampaikan kritik terhadap struktur sosial yang lebih mengutamakan status keturunan daripada nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck tidak hanya merefleksikan kondisi sosial masyarakat Minangkabau pada masanya, tetapi juga menawarkan kritik sosial yang tetap relevan dengan persoalan diskriminasi, eksklusi sosial, dan pertentangan antara tradisi dengan kebebasan individu dalam masyarakat modern
Gaya Bahasa Kiasan dalam Naskah Film Aku (1983) Karya Sjuman Djaya: Figurative Language In The Film Script Aku By Sjuman Djaya Amelia Amanda; Wawan Hermawan; Akhmad Fatoni
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22635

Abstract

Naskah film Aku merupakan skenario yang ditulis Sjuman sebagai bagian dari proyek film biografis tentang Chairil Anwar, salah satu tokoh penting dalam Angkatan ’45. Kajian ini berfokus pada aspek gaya bahasa yang terdapat dalam naskah film tersebut. Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis gaya bahasa kiasan melalui sudut pandang stilistika. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada teori gaya bahasa Keraf. Data dihimpun melalui baca dan catat, berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang memuat kiasan. Analisis dilakukan dengan tahapan analisis konten yang dikemukakan Endraswara, meliputi pengadaan data, proses inferensi dan analisis, serta validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah film Aku memuat gaya bahasa simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, sinisme, dan sarkasme. Penggunaan gaya bahasa tersebut memperkuat citraan penglihatan dan pendengaran, membangun suasana dramatik dan emosional, serta memperdalam makna simbolis dalam cerita. Metafora dan personifikasi digunakan untuk menghadirkan suasana muram, pergolakan batin, dan visualisasi adegan secara lebih hidup, sedangkan ironi membuat konflik dalam cerita terasa lebih realistis. Adapun sinisme dan sarkasme memperkuat karakter Chairil Anwar sebagai sosok yang keras, bebas, kritis, dan emosional. Kajian ini diharapkan mampu memperluas apresiasi terhadap drama di Indonesia.
Analisis Metafora Konseptual dalam Sholawat Burdah Karya Imam Al-Busiri: Kajian Semantik Kognitif: Conceptual Metaphor Analysis in the Burdah Shalawat by Imam al-Busiri: A Cognitive Semantic Study Fadli Dermawan; Khairul Muttakin Berutu; Haikal Fathur Rahman Subhan Panggabean; Nursukma Suri
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap pola metafora konseptual dalam Qasidah Burdah karya Imam al-Busiri melalui pendekatan semantik kognitif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi ranah sumber (source domain), ranah sasaran (target domain), serta pola pemetaan konseptual yang membentuk representasi figur Nabi Muhammad saw. Data penelitian berupa sepuluh bait pada bagian al-madh yang mengandung ungkapan metaforis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam Qasidah Burdah tidak sekadar berfungsi sebagai unsur retoris, melainkan sebagai mekanisme kognitif yang memetakan pengalaman emosional dan spiritual ke dalam citra-citra konkret, seperti api, luka, gerak, saksi, tulisan, dan kekuatan fisik. Analisis menemukan empat kelompok metafora utama, yaitu metafora cinta, emosi, kenangan dan persepsi, serta usia dan kehidupan. Pola-pola metaforis tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman cinta dan kerinduan spiritual kepada Nabi dipahami melalui pengalaman tubuh (embodied experience) yang bersifat universal sekaligus dipengaruhi oleh konteks budaya dan tradisi sufistik. Penelitian ini menegaskan bahwa Qasidah Burdah merupakan teks religius yang kaya akan struktur metafora konseptual dan menunjukkan bahwa teks shalawat dapat menjadi ruang penting bagi konstruksi makna kognitif, simbolik, dan spiritual dalam tradisi Islam.
I Interpretasi Kohesi Koherensi terhadap Wacana Tulis dan Lisan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA : Interpretation of Cohesion and Coherence in Written and Spoken Discourse in Indonesian Language Learning in High School Dania Kusuma Wardani; Asih Andriyati Mardliyah; Engkin Suwandana
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22651

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kohesi dan koherensi pada wacana tulis komik digital kelas X serta wacana lisan video berita kelas XI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Dawarblandong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa komik digital teks anekdot dan video berita karya peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca catat serta simak catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana berdasarkan teori Halliday & Hasan serta kridalaksana. Teknik analisis data melalui analisis isi pandangan Klaus Krippendorff, sedangkan keabsahan data melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan kohesi leksikal komik digital dan video berita didominasi repetisi dan kolokasi. Kohesi gramatikal komik digital didominasi referensi dan elipsis, sedangkan video berita didominasi referensi dan konjungsi. Aspek koherensi komik digital lebih bervariatif, sementara video berita didominasi relasi sebab–akibat dan identifikasi. Selain itu, tujuh data komik digital kohesif dan koheren, sedangkan satu data belum optimal. Pada video berita, lima data kohesif dan koheren, sementara tiga data lainnya belum kohesif meskipun hubungan maknanya tetap koheren. Dengan demikian, keterampilan menulis komik digital telah menunjukkan kemampuan membangun wacana yang cukup kohesif dan koheren. Adapun keterampilan berbicara peserta didik pada video berita, khususnya dalam penggunaan perangkat kohesi, masih perlu ditingkatkan.
REPRESENTASI KONFLIK KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL HATI SUHITA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI HUMANISTIK: Representation of Character Personality Conflict in The Novel Hati Suhita: A Humanistic Psychology Perspective Adila Nisa Hamidah; Asih Andriyati Mardliyah; Engkin Suwandana
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik antara ideal self dan real self pada tokoh Suhita dan Gus Birru dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis melalui pendekatan psikologi sastra humanistik Carl Rogers. Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada pembentukan diri ideal dan diri nyata tokoh serta konflik psikologis yang muncul akibat ketidaksesuaian antara keduanya dalam relasi pernikahan dan lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan triangulasi sumber untuk memperkuat validitas hasil penelitian. Data penelitian berupa kutipan dialog dan narasi dalam novel yang menunjukkan kondisi psikologis tokoh. Analisis data dilakukan melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik dengan mengaitkan data pada konsep ideal self, real self, dan incongruence dalam teori Carl Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideal self Suhita terbentuk melalui nilai religius dan budaya pesantren yang menuntut perempuan menjadi istri yang sabar dan patuh sedangkan real self Suhita memperlihatkan rasa kesepian dan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Ideal self Gus Birru terbentuk melalui tuntutan sosial sebagai pewaris keluarga pesantren sedangkan real self-nya menunjukkan konflik antara tanggung jawab sosial dan kehendak pribadi. Ketidaksesuaian antara diri ideal dan diri nyata pada kedua tokoh memunculkan konflik batin yang memengaruhi dinamika relasi pernikahan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan budaya dan sosial dalam lingkungan pesantren memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis tokoh.
Kerentanan Mental Tokoh Bunuh Diri dalam Novel Pulung Gantung Tali Pati karya Imam Budhi Santosa: The Mental Vulnerability of the Suicide Character in Imam Budhi Santosa’s Novel Pulung Gantung Tali Pati Niken Maileni; Sungging Widagdo; Ucik Fuadhiyah
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22654

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kerentanan mental tokoh yang melakukan bunuh diri dalam novel Pulung Gantung Tali Pati melalui perspektif psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Pulung Gantung Tali Pati karya Imam Budhi Santoso. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan teks dalam novel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini menggunakan teori Hierarki Maslow dan ditemukan bahwa tokoh-tokoh yang memutuskan untuk melakukan bunuh diri ternyata disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan dalam kehidupannya yang tidak terpenuhi. Ketika hal tersebut tidak terpenuhi, akan memunculkan reaksi yang berbeda-beda. Dalam penelitian yang menggunakan kajian psikologi sastra ini diharapkan melalui karya sastra masyarakat dapat berkaca bahwa permasalahan mental bukan sesuatu yang remeh dan bunuh diri bukan jalan yang baik untuk menyelesaikan permasalahan.