cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 19 Documents clear
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DI SMAN 1 SIBERUT SELATAN KEPULAUAN MENTAWAI Hakam, Dzikri Firmansyah; Hakam, Lazuardi Imani; Kharohmayani, Desi; Fuadi, Siti Sarah
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2113

Abstract

Agar siswa sekolah menengah mampu mengelola keuangan pribadi mereka, membuat keputusan keuangan yang bijaksana, dan memahami konsekuensi finansial dari tindakan mereka, mereka perlu memiliki literasi keuangan yang baik. SMAN 1 Siberut Selatan dipilih karena lokasinya memiliki akses terbatas terhadap sumber daya ekonomi dan pendidikan. Literasi keuangan sangat penting untuk membantu masyarakat setempat meningkatkan kesehatan finansial mereka dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan dan sikap keuangan peserta mengalami peningkatan signifikan setelah mengikuti pelatihan ini. Rata-rata kemampuan keuangan peserta meningkat dari 57,81 menjadi 62,67, perubahan yang signifikan secara statistik dengan nilai t sebesar -6,365 dan nilai p sebesar 0,000. Selain itu, rata-rata sikap keuangan juga meningkat dari 3,01 menjadi 3,50 dengan nilai t sebesar -10,538 dan nilai p sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi keuangan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan dan sikap keuangan peserta.  Abstract. For high school students to manage their personal finances, make prudent financial decisions, and comprehend the financial consequences of their activities, they need to be financially literate. The effectiveness of financial workshop delivered by the Community Service Financial Literacy Team at SMAN 1 South Siberut, Mentawai Islands, Indonesia, using the Problem Based Learning (PBL) approach is investigated in this study. The 3T (Frontier, Outermost, Disadvantaged) category, which has restricted access to economic and educational resources, is why this place was selected. Because of this, financial literacy is crucial to assisting the neighbourhoods in enhancing its financial health and minimizing economic inequalities. Following the course, participants' financial knowledges and attitudes significantly improved, according to the data analysis results. Participants' average financial knowledge grew from 57.81 to 62.67, a statistically significant change shown by a t value of -6.365 and a p value of 0.000. With a t value of -10.538 and a p value of 0.000, the average financial attitude also increased from 3.01 to 3.50, indicating that the training was helpful in improving both financial capabilities and attitudes.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN USAHA KRIPIK BAWANG BERBASIS EKONOMI KREATIF WARGA PANTI ASUHAN ABADI AISYIYAH KOTA PAREPARE Idrus, Irwan; Jumriani, Jumriani; Damis, Sariana; Ramli, Siti Nurhaliza; Sahlan, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2183

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk membekali warga panti asuhan dalam menumbuhkembangkan usaha mikro pelaku usaha kripik bawang berbasis ekonomi kreatif yang dilakoni oleh warga panti asuhan abadi Aisyiyya Kota Parepare. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya motivasi entrpreneurhip warga panti asuhan, kapabilitas sumber daya manusia, kurangnya pengetahuan dalam manajemen keuangan usaha serta minimnya skill dalam strategi pemasaran produk. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada warga panti asuhan abadi agar memiliki motivasi wirausaha yang tinggi, pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran produk. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha, serta strategi pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini adalah warga panti asuhan abadi memiliki motivasi wirausaha dengan membentuk satu unit usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan panti asuhan, mengetahui cara pengeloaan keuangan usaha serta strategi pemasaran produk.  Abstract. This community empowerment aims to equip orphanage residents in developing micro-enterprises of creative economy-based onion chip entrepreneurs carried out by residents of the Aisyiyya Abadi orphanage in Parepare City. The problems partners face are the low entrepreneurial motivation of orphanage residents, human resource capabilities, lack of knowledge in business financial management, and minimal skills in product marketing strategies. The solution and method in this PKM activity is to provide several series of structured and systematic training to residents of the Abadi orphanage so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management and know the product marketing system strategy. The stages of implementing the activity began with socialization through a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training in business financial management, and product marketing strategies. The results of this activity are that residents of the Abadi orphanage have entrepreneurial motivation by forming a business unit that can be a source of income for the orphanage, knowing how to manage business finances and product marketing strategies.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIMIKROBA BIJAK DAN RASIONAL SERTA PEMANFAATAN TANAMAN OBAT Marwati, Eri; Nasir, Muh
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1711

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di negara berkembang. Dengan berbagai masalah penggunaan antimikroba yang tidak tepat pada masyarakat yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terutama di wilayah yang kurang mendapatkan informasi yang jelas maka pentingnya dilakukan pendidikan kesehatan. Edukasi berlangsung selama 1 hari yang melibatkan masyarakat dan beberapa unsur. Kegiatan dimulai dengan pengukuran tingkat pengetahuan (pre test). Materi edukasi berupa definisi antimikroba, jenis antimikroba, penyebab resistensi, penggunaan antimikroba yang tepat dan tanaman obat yang lebih terfokus pada potensi alam yang memungkinkan untuk dapat dikembangkan di Kelurahan Takome. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melaksanakan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta selama pemaparan materi penyuluhan. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dengan kategori baik 11 % meningkat menjadi 89% setelah edukasi,  dan sebelum edukasi tingkat pengetahuan dengan kategori cukup 56% dan kurang 33% menurun menjadi 11% dan  0% setelah edukasi. Setelah melakukan edukasi penggunaan antimikroba yang benar dan rasional serta pemanfaatan tanaman obat, terjadi peningkatan pengetahuan  masyarakat.  Abstract. Infectious diseases are still an important public health problem, especially in developing countries. With various problems with inappropriate used of antimicrobials in the community caused by a lack of public knowledge, especially in areas where there is a lack of clear information, it is important to carried out health education. Education lasted for 1 day involving the community and several elements. The activity begins with measuring the level of knowledge (pre test). Educational material in the form of definitions of antimicrobials, types of antimicrobials, caused of resisted, appropriate used of antimicrobials and medicinal planted which was more focused on natural potential which allows them to be developed in Takome Village. Activity evaluation is carried out by carried out a post test to measured the level of knowledge of participants during the presentation of the extension material. The results obtained were an increase in the level of knowledge with a good category of 11%, increasing to 89% after education, and before education, the level of knowledge with a sufficient category of 56% and less than 33% decreased to 11% and 0% after education. After providing education on the correct and rational used of antimicrobials and the use of medicinal planted, there has been an increase in public knowledge.
INFRASTRUKTUR HIJAU DAN EKONOMIS BERBASIS TEKNOLOGI GEOPOLIMER UNTUK PERKUATAN LERENG PENCEGAH LONGSOR DI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KELURAHAN TALLANG SURA, TORAJA UTARA Rangan, Parea Rusan; Lura, Hans; Lasarus, Risa; Simatupang, Minson; Edwin, Romy Suryaningrat; R, Andi Khaeruni Khaeruni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2222

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi geopolimer sebagai solusi infrastruktur hijau dalam perkuatan lereng di Kelurahan Tallang Sura, Toraja Utara, yang terletak di daerah rawan longsor. Pengantar kegiatan ini melibatkan identifikasi masalah longsor yang sering terjadi akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan stabilitas lereng serta kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan material ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan pembuatan material geopolimer, dan penerapan langsung di lokasi yang telah ditentukan. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, sehingga mereka dapat belajar dan berkontribusi secara aktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan geopolimer berhasil meningkatkan stabilitas lereng hingga 30% dan tidak terjadi longsor di area yang diperkuat. Selain itu, masyarakat menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan ini di area lain.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa teknologi geopolimer tidak hanya efektif dalam mitigasi risiko longsor, tetapi juga berpotensi memberdayakan masyarakat dan mendorong praktik pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait.  Abstract. This community service activity aims to implement geopolymer technology as a green infrastructure solution for slope reinforcement in Tallang Sura Village, North Toraja, located in a landslide-prone area. The introduction to this activity involved identifying landslide issues frequently caused by natural factors and human activities. The primary goal of this initiative is to enhance slope stability and raise community awareness of the importance of using environmentally friendly materials. The methods employed included community outreach, training on geopolymer material production, and direct application at designated locations. Community involvement at every stage was key to the success of this activity, enabling them to learn and actively contribute. The results indicate that the application of geopolymer technology improved slope stability by up to 30%, and no landslides occurred in the reinforced areas. Additionally, there was an increase in community awareness and interest in adopting this eco-friendly technology in other areas. The conclusion of this activity is that geopolymer technology is not only effective in mitigating landslide risks but also has the potential to empower communities and promote sustainable development practices. Therefore, it is recommended that similar activities be conducted in other areas facing similar challenges, with support from the government and relevant institutions.
PELATIHAN BUDIDAYA SECARA ORGANIK UNTUK MEWUJUDKAN ETALASE TANAMAN OBAT KELUARGA DI DESA TANJUNGAN KABUPATEN MOJOKERTO Kartini, Kartini; Setyaningrum, Idfi; Hidayat, Ramdan; Pudjibudojo, Jatie K.
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2136

Abstract

Desa Tanjungan memiliki obyek wisata berbasis lingkungan dan budaya yaitu Ekowisata Waduk Tanjungan. Hal ini dapat menjadi daya tarik desa dan  menciptakan efek ganda pada aspek ekonomi. Namun sayangnya masyarakat belum mampu memanfaatkan potensi ini secara optimal. Ekowisata Waduk Tanjungan memiliki beberapa area yang belum termanfaatkan, oleh karenanya dapat digunakan untuk pembuatan spot baru yaitu Etalase Tanaman Obat. Program pendampingan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan mitra (tim penggerak PKK Desa Tanjungan dan BUMDesa Tanjung Asri) dalam membudidayakan tanaman obat secara organik dan menatanya secara estetik pada Etalase Tanaman Obat. Metode yang digunakan pada program pendampingan ini terdiri dari 5 tahap yaitu FGD, penyusunan program, koordinasi lanjutan, penyiapan materi, dan pelatihan budidaya tanaman obat. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mitra dari sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 17% (dari 71 menjadi 83) atau meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan dengan metode ceramah dan dengan menggunakan beberapa alat bantu (modul, materi ppt, dan pertanyaan pre-/pos-tes) dapat meningkatkan pengetahuan mitra terkait budidaya tanaman obat secara organik.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KELOMPOK TERNAK GUNA MENGINTEGRASIKAN SAMPAH RUMAHAN DENGAN MAGGOT BSF UNTUK MEMAKSIMALKAN PAKAN ALTERNATIF Triadi, Feby; A., M. Awaluddin; Bonewati, Yulia Irwina; Rezky, Muhammad; Faidzaturrahmah, Nur; Ashshiddiqy, Hasbi; Irfandinata, Irfandinata
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2190

Abstract

Pemberdayaan perempuan kelompok ternak yang ada di Kempompok Ternak Batara Deceng ingin memberikan dampak yang baik terhadap pendapatan baik secara ekonomi maupun secara linkungan pada peternakan ayam petelur. Bertempat di Desa Kajaolaliddong Kabupaten Bone, pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada perempuan atau ibu-ibu peternak guna menyuplai bahan pakan Maggot BSF bagi peternakan ayam petelur mereka. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Para peternak yang sebelumnya terjebak pada peningkatan harga pakan yang kian massif, kini mampu berdiri di kaki sendiri untuk hasil telur yang memuaskan. Tindak lanjut program ini melibatkan kegiatan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, pelatihan kompetensi, pengembangan partisipasi, dan sosialisasi literasi keuangan. Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan peran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan sehingga masyarakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.  Abstract. The empowerment of women's livestock groups in the Batara Deceng Livestock Group aims to have a positive impact on income both economically and environmentally on laying hen farms. Located in Kajaolaliddong Village, Bone Regency, this empowerment aims to provide guidance to women or mothers of livestock farmers to supply BSF Maggot feed for their laying hen farms. This program uses the Participatory Action Research (PAR) method. The results of this community service activity show that the empowerment program has a positive impact on increasing income and community welfare. Farmers who were previously trapped in the increasingly massive increase in feed prices are now able to stand on their own two feet for satisfactory egg production. The follow-up to this program involves ongoing monitoring and evaluation activities, competency training, participation development, and financial literacy socialization. This activity also emphasizes the importance of active community participation and the role of government in supporting empowerment so that the community can become an economically independent community.
PENDAMPINGAN KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA CISALAK KABUPATEN SUMEDANG Hidayat, Trifenaus Prabu; Widawati, Enny; Sukwadi, Ronald; Wahju, Marsellinus Bachtiar; Hutahaean, Hotma Antoni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1924

Abstract

Pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Cisalak, Sumedang merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Artikel ini membahas hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pendampingan kelayakan usaha dan strategi pengembangan peternakan ayam petelur. Metode pendampingan dilakukan melalui analisis kebutuhan, pelaksanaan dan evaluasi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan tim, warga desa dan peternak secara aktif dalam perumusan solusi dengan metode SWOT. Contoh perhitungan kelayakan usaha juga diberikan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik terbaik dalam peternakan ayam petelur. Keberhasilan pendampingan dapat dilihat dari hasil evaluasi umpan balik kegiatan yang baik dan sangat baik. Selain itu, indikator keberhasilan dilihat dari respon positif dan antusiasme seluruh peserta. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah, warga desa, dan peternak lainnya dalam upaya pengembangan usaha peternakan ayam petelur di berbagai desa.  Abstract. The development of layer farms in Cisalak Village, Sumedang is one of the initiatives to improve the welfare of the local community. This article discusses the results of community service activities that aim to provide assistance on business feasibility and development strategies for layer farming. The mentoring method is carried out through needs analysis, implementation and evaluation. A participatory approach was used to actively involve the team, villagers and farmers in the formulation of solutions using the SWOT method. Examples of business feasibility calculations were also given. This improved their understanding of best practices in layer farming. The success of the mentoring can be seen from the results of the evaluation of good and excellent activity feedback. In addition, the success indicator is seen from the positive response and enthusiasm of all participants. This article can be a reference for related parties, both local governments, villagers, and other farmers in efforts to develop layer farming businesses in various villages.
PELATIHAN MODIFIKASI SAYURAN HIDROPONIK MENJADI PRODUK MIE SAYUR Nurliani, Nurliani; Suherah, Suherah; Marwan, Rasdar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2279

Abstract

Konsumsi sayur dan buah sangat penting dalam pola  makan  seimbang. Sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral, serat makanan, dan zat-zat phytochemical yang diperlukan tubuh.  Permasalahan mitra yang ditemukan adalah anak-anak mereka mempunyai kebiasaan buruk tidak mau mengkonsumsi sayur. Solusi yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra membuat modifikasi produk olahan sayur. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu melakukan penyuluhan tentang manfaat dan kandungan gizi sayuran, pelatihan dan pendampingan menanam sayuran hidroponik dan membuat produk olahan sayur. Hasil kegiatan menunjukkan 80% mitra mampu mendeskripsi manfaat sayuran hidroponik, terampil menanam sayur hidroponik, serta terampil memodifikasi produk olahan sayu.  Abstract. Consumption of vegetables and fruits is very important in a balanced diet. Vegetables and fruits contain vitamins and minerals, dietary fibre, and phytochemicals that the body needs.  The problem partners found was that their children had a bad habit of not wanting to consume vegetables. The solution is to increase the knowledge and skills of partners to make modifications to processed vegetable products. The method of implementing the Community Partnership Programme (PKM) is to conduct counseling on the benefits and nutritional content of vegetables, training and assistance in growing hydroponic vegetables and making processed vegetable products. The results showed that 80% of partners were able to describe the benefits of hydroponic vegetables, skilled in growing hydroponic vegetables, and skilled in modifying processed vegetable products.
PENGEMBANGAN SENTRA PENGOLAHAN HERBAL PADA KELOMPOK ASUHAN MANDIRI ASMAN TOGA DESA WAGE MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN Setiawan, Finna; Pradana, Aditya Trias; Hadi, Faizal Susilo; Kusyairi, Achmad; Jayani, Nikmatul Ikhrom Eka; Rani, Karina Citra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2164

Abstract

Pemberdayaan Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dilakukan dalam upaya memanfaatkan potensi dan menyelesaikan permasalahan yang dialami mitra. Program ini dilaksanakan atas kerjasama antara UBAYA, UNITOMO, pemerintah Desa Wage, dan mitra. Pelatihan dan pendampingan khususnya terkait diversifikasi dan pengembangan produk olahan berbasis TOGA dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra, serta memotivasi dalma upaya menciptakan berbagai produk olahan berbasis TOGA. Metode yang dilakukan mulai dari analisis situasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik pembuatan produk, dan monitoring. Mitra secara aktif berpartisipasi dalam proses diskusi interaktif maupun proses pembuatan produk. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan 2 jenis produk minuman serbuk instan yaitu wedang pokak dna jahe instan. Pada Produk wedang pokak telah dilakukan desain kemasan untuk wedang pokak. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok yang terlihat dari dihasilkannya produk wedang pokak yang siap dipasarkan. Diharapkan produk ini akan menjadi salah satu produk unggulan kelompok Asman TOGA, Desa Wage.  Abstract. Empowerement of Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Wage Village, Taman Subdistrict,Sidoarjo District, Sidoarjo Regency, East Java was carried out to utilizes potential and solve the problems of this group.This program was conducted by collaboration of UBAYA, UNITOMO Wage Village government, and Asman TOGA. This program was focused to diversification and development of TOGA based products. The aim to improving of knowledge and skills, as well as motivating them to create new products. The methods used includes analysis of situation, sharing knowledge, interactive discussion, and practise to making product. From this activity, we got two produts are wedang pokak and jahe instan. The result of this programme showed an increase of knowledge and skill of this group,  this is obtained from the new prodcut that produced  which is ready for the market. Hopefully, this product will become one if the  superior product from Asman TOGA,Desa Wage,

Page 2 of 2 | Total Record : 19