cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
IMPLEMENTASI ANDROID BASED E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI ANAK SEKOLAH MINGGU DI LEMBANG NONONGAN, TORAJA UTARA Matius Tandikombong; Rigel Sampelolo; Aris Kaban Sendana
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1509

Abstract

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Jemaat Kanuruan, Lembang Nonogan, Toraja Utara. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini  yaitu 31 orang. Kegiatan ini dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 bulan. Kegiatan PKM ini disambut baik oleh warga jemaat dan sangat mendukung kegiatan ini. Jemaat  juga ikut memfasilitasi kegiatan ini dengan menyiapkan tempat kegiatan  dan Mendorong anak sekolah minggu untuk mengikuti kegiatan ini. Adapun proses pembelajaran menggunakan game offline berbasis aplikasi android.  Adapun hasil kegiatan ini yaitu meningkatnya motivasi peserta untuk belajar bahasa inggris, meningkatnya kemampuan berbahasa bahasa inggris seiring dengan meningkatnya kosakata mereka setelah mengikuti pelatihan. Ada perbedaan nilai rata-rata yang cukup jauh sebelum dan sesudah mengikuti latihan dari lima aspek yang dinilai. Nilai kosakata meningkat dari nilai rata sebelum pelatihan yaitu 30 meningkat menjadi 83,3 setalah mengikuti pelatihan, Speaking juga mengalami peningkatan dari 36,6 menjadi 86,6, kemudian nilai grammar dari 23,3 meningkat menjadi 80,  sementara nilai reading 30 meningkat menjadi 80.  Abstract. This PKM activity was held at the Kanuruan Congregation, Lembang Nonogan, North Toraja. The number of participants who took part in this activity were 31 people. This activity was carried out 3 times a week for 2 months. This PKM activity was welcomed by the congregation members and very supportive of this activity. The congregation also facilitated this activity by preparing the activity site and encouraging Sunday school children to take part in this activity. The learning process uses offline games based on Android applications. The results of this activity are increasing the motivation of participants to learn English, increasing their ability to speak English along with increasing their vocabulary after attending the training. There is a significant difference in the average score before and after taking part in the five aspects assessed. Vocabulary scores increased from the average score before the training, which was 30, increased to 83.3 after attending the training. Speaking also increased from 36.6 to 86.6, then grammar scores increased from 23.3 to 80, while reading scores increased from 30 to 80
EKSISTENSI PRODUKTIVITAS USAHA MELALUI IMPLEMENTASI ASPEK MANAJEMEN PADA UKM BENGKEL LAS BUBUT Adya Hermawati; Endang Fatmawati; Teguh Setiawan Wibowo; Syamsul Bahri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1367

Abstract

UKM Bengkel Las Bubut di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang memiliki permasalahan yaitu masih lemahnya aspek manajerial yang mengakibatkan sulit berkembang dan minim profit. Tata kelola manajerial, keuangan, dan pemasaran belum memenuhi standar usaha yang sehat dan unggul. Dari identifikasi permasalah yang beragam, maka solusi yang ditawarkan ialah berfokus pada penguatan usaha melalui implementasi aspek manajemen yang terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu pelatihan dan pendampingan manajerial penyusunan standar operasional prosedur, penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis akuntansi UKM, dan penyusunan pemasaran digital maupun online. Selain itu, evaluasi secara berkelanjutan turut menjadi salah satu aspek semakin berkembangnya UKM Bengkel Las Bubut. Hasil dari Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menujukkan bahwa Mitra UKM dapat mengikuti dengan baik terkait pendampingan dan pelatihan aspek manajemen. Mitra UKM secara mandiri mampu mengimplementasi secara berkelanjutan semua kegiatan sebagai bentuk apreasi kepada tim pengabdian.  Abstract. The Lathe Welding SME in Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City has a problem, namely the weak managerial aspects which result in difficulty developing and minimal profit. Managerial, financial, and marketing governance has not met the standards of a healthy and superior business. From the identification of diverse problems, the solution offered is to focus on strengthening the business through the implementation of management aspects which are divided into 3 (three) parts, namely training and managerial assistance in the preparation of standard operating procedures, preparation of simple financial reports based on SME accounting, and preparation of digital and online marketing. In addition, continuous evaluation is also one aspect of the growing of Lathe Welding SMEs. The results of this Community Service Program show that SME Partners can follow well related to mentoring and training on management aspects. SME partners are independently able to implement continuously all activities as a form of appreciation to the service team.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEM DALAM KURIKULUM MERDEKA: PEMETAAN KESIAPAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN PADA GURU SMP Isma Aziz Fakhrudin; Riesky Maya Probosari; Nurma Yunita Indriyani; Annisa Nur Khasanah; Budi Utami
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1266

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang dikembangkan untuk menutupi learning loss yang terjadi pada siswa selama pandemi covid-19. Kurikulum merdeka memberikan inovasi berupa kebebasan dalam implementasi suatu kegiatan pembelajaran. Hambatan dan tantangan dalam implementasi kurikulum merdeka beraneka ragam sehingga dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan ditinjau dari perspektif guru SMP terhadap perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum lainnya, konsekuensi implementasi kurikulum merdeka, serta kesiapan guru dalam menerapkan model atau pendekatan yang dapat digunakan untuk mengorganisir tuntutan pembelajaran kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah dengan membagikan open-ended questionnaire kepada 31 guru SMP dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 13 hambatan dan 8 tantangan dari implementasi Kurikulum Merdeka, serta implementasi model atau pendekatan sudah bervariasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kesiapan, hambatan, dan tantangan yang teridentifikasi dari perspektif para guru menunjukkan implementasi kurikulum Merdeka masih perlu dibenahi, sehingga kegiatan pelatihan-pelatihan guru untuk mendalami Kurkulum Merdeka perlu dilakukan secara masif.  Abstract. The independent curriculum is a curriculum developed to cover the learning loss that occurred in students during the COVID-19 pandemic. The independent curriculum provides innovation in the form of freedom in the implementation of a learning activity. The obstacles and challenges in implementing the independent curriculum are varied, so that in this community service activity the aim is to identify obstacles and challenges from the perspective of junior high school teachers to the differences between the independent curriculum and other curricula, the consequences of implementing an independent curriculum, as well as teacher’s readiness in implementing models or approaches that can be used to organize learning demands. independent curriculum. The method used is by distributing an open-ended questionnaire to 31 junior high school teachers and analyzed with a qualitative approach. The results show that there are 13 obstacles and 8 challenges from the implementation of the Independent Curriculum. The conclusion of this activity is that the readiness, obstacles and challenges identified from the perspective of the teachers shows that the implementation of the independent curriculum still needs to be improved, so that teacher training activities to explore the independent curriculum need to be carried out massively.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR Ahmadi Ahmadi; Irma Irayanti; Cokro Adi Pradana; Anindita Sry Ayulestari; Oping Oping
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1397

Abstract

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Boeara adalah nelayan, petani, dan pengusaha kopra. Kelurahan Boeara dianugerahkan kekayaan alam yang melimpah yakni pohon kelapa yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mata pencarian seperti kopra. Namun sayang, sabut kelapa hanya menjadi limbah di Boeara. Sabut kelapa hanya dibuang dan dibakar begitu saja tidak di manfaatkan. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pemberdayaan ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah sabut kelapa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kepada perempuan pesisir sehingga dapat menambah nilai ekonomis dari limbah sabuk kelapa tersebut. Pengabdian ini menggunakan Metode Asset Based Community-driven Development (ABCD) yang fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan aset yang mereka miliki dan masyarakat sebagai pelaku utama yang akan mengarahkan kepada perubahan dan penentu keberhasilan dari kegiatan pengabdian. Dengan pendekatan ini masyarakat menjadi learning community karena segala pembangunan dimulai dari dalam diri masyarakat sendiri sebagai partner bersama mahasiswa-mahasiswi untuk perubahan lebih baik yang berkelanjutan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah dapat meningkatkan nilai jual limbah sabut kelapa setelah dibuat menjadi pot bunga dan berbagai produk yang memiliki nilai jual tinggi jika dipasarkan, seperti pot bunga, anyaman tali tambang, dan bahan baku interior, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat terutama pada perempuan pesisir.  Abstract. The majority of Boeara people's livelihoods are fishermen, farmers, and copra entrepreneurs. The Boeara Village is bestowed with abundant natural wealth, namely coconut trees which are used by the community as a livelihood such as copra. But unfortunately, coconut coir only becomes waste in Boeara. Coconut coir is just thrown away and burned just like that, not used. Besides being able to increase the income of the community, empowerment is also expected to reduce coconut coir waste. This service activity aims to provide education to the community, especially to coastal women so that they can add economic value from the coconut belt waste. This service uses the Asset Based Community-driven Development (ABCD) method whose main focus is community empowerment by developing the assets they own and the community as the main actors who will lead to change and determine the success of community service activities. With this approach, the community becomes a learning community because all development starts from within the community itself as a partner with students for sustainable better change. The result of community service is that it can increase the selling value of coconut coir waste after it is made into flower pots and various products that have high selling value when marketed, such as flower pots, woven rope, and interior raw materials, so that it can increase the income of the local community, especially in coastal women.
PENDAMPINGAN UMKM JAMUR TIRAM CRISPY “ROOMPY’ DALAM UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN Muhammad Sagaf; Desti Setiyowati; R H Kusumodestoni; Solikhul Hidayat
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1318

Abstract

UMKM AJJ Jamur Tiram adalah pembudidaya yang mengolah jamur tiram menjadi produk olahan jamur crispy “Roompy” yang terletak di desa Mindahan Kidul kecamatan Batealit kabupaten Jepara. Jamur tiram (Pleuretus sp.) merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi, disukai masyarakat dan memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah manajemen keuangan masih dilakukan secara manual belum menggunakan aplikasi keuangan, pemasaran produk yang masih terbatas dan menjadi kelemahan bagi usahanya. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat adalah sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan perlunya pendampingan pada mitra dalam mengolah jamur crispy varian rasa dan stik jamur, penggunaan website pemasaran (e-commerce) dengan nama website ajjjamurjepara.com., peningkatan pangsa pasar 20% dan perluasan wilayah pemasaran, mitra telah mengikuti berbagai pameran berskala lokal dan nasional diantaranya Pameran di Politeknik Balekambang Jepara, Pameran DPW DPUPR Jepara, Pameran Karya dan Gelar UMKM Jepara Bangkit, Pameran Pekan UMKM Kudus, Pameran Pasar Apung Banjir Kanal Barat Semarang dan Pameran Yogyakarta Kreatif Expo. Abstract. mushrooms into processed "Roompy" crispy mushrooms located in Mindahan Kidul village, Batealit district, Jepara district. Oyster mushroom (Pleuretus sp.) is one type of mushroom consumption that has high economic value, is liked by the community and has good health benefits. The problems faced by partners are that financial management is still done manually, has not used financial applications, product marketing is still limited and becomes a weakness for its business. The methods used in the community service program are socialization, counseling, training and mentoring. The results of the activities carried out indicate the need for assistance to partners in processing flavored crispy mushrooms, the use of a marketing website (e-commerce) with the website name ajjjamurjepara.com., an increase in market share of 20% and expansion of marketing areas, partners have participated in various local scale exhibitions and The national exhibitions include the Exhibition at the Balekambang Jepara Polytechnic, the Jepara DPUPR DPW Exhibition, the Jepara Bangkit MSME Exhibition and Title, the Kudus MSME Week Exhibition, the Semarang West Flood Canal Floating Market Exhibition and the Yogyakarta Creative Expo Exhibition.
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKU BRIKET BAHAN BAKAR MASA DEPAN RAMAH LINGKUNGAN DAPAT MENAMBAH SUMBER DANA Yusran Bachtiar; Deasy Soraya A.Aminartha; Andi Fitriani Djollong; Usman Usman; Fadilah Fadilah
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1462

Abstract

Kota Parepare yang terdapat di propinsi Sulawesi kini juga dikenal dengan julukan dengan sebutan kota 1000 warung kopi. Warung kopi dapat menghasilkan 1-2 kg ampas kopi basah per hari. Apabila diperkirakan secara kumulatif seluruh warung kopi yang terdapat dikota parepare dalam seharinya dapat menghasilkan lebih dari 1 ton. Permasalahan Panti  Asuhan Abadi Aisyah Kota Parepare memiliki pengurus 29 orang dan mengasuh anak sebanyak 48 anak asuh. Pendanaan panti asuhan hanya bersumber dari para donator tetap, donator tidak tetap, Lembaga pemerintah dan swasta. Solusi dan Metode Pelatihan pembuatan Briket selain   sebagai ekstrakulikuler anak asuhan juga dapat bernilai ekonomis bagi panti asuhan Hasil  Pengabdian kepada masyarakat ini melalui pelatihan Peningkatan Motivasi dan kapabilitas SDM pelaku usaha telah berjalan sesuai harapan, dan Mitra telah menghasilkan produk Briket yang memiliki nilai ekonomis, hal ini tentunya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian.  Abstract. Parepare city in Sulawesi province is now also known as the city of 1000 coffee shops. Coffee shops can produce 1-2 kg of wet coffee grounds per day. If it is estimated that cumulatively all coffee shops in the city of Parepare can produce more than 1 ton per day. Problems The Abadi Aisyah Orphanage in Parepare City has 29 administrators and cares for 48 foster children. Funding for the orphanage only comes from regular donors, irregular donors, government and private institutions. Solutions and Methods Training in making briquettes apart from being an extracurricular activity for orphans can also be of economic value to orphanages The results of this community service through training to increase the motivation and capabilities of business human resources have run as expected, and partners have produced briquette products that have economic value, this is certainly expected to be able to improve the economy.
PELATIHAN PENYUSUNAN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL BAGI GURU SMP DI TANA TORAJA Ervianti, Ervianti; Kandari, Herman
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1976

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dikhususkan untuk melatih guru dalam penyusunan evaluasi pembelajaran berbasis kurikulum merdeka bagi guru SMP di Tana Toraja. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun evaluasi pembelajaran yang berbasis kurikulum merdeka. Serta memberikan pengalaman guru menyusun evaluasi pembelajaran pada aplikasi canva. Metode yang digunakan untuk mencapai Pengabdian kepada masyarakat ini adalah bimbingan teknis dengan dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap monitoring. Melalui kegiatan ini para guru dapat meningkatkan kompetensi serta kemampuan dalam menyusun evaluasi pembelajaran dengan desain di aplikasi canva. Pelatihan penyusunan evalusi pembelajaran bagi guru berhasil dengan guru menyelesaikan evaluasi pembelajarannya dengan menggunakan aplikasi canva. Abstract. This community service is devoted to training teachers in the preparation of independent curriculum-based learning evaluations for junior high school teachers in Tana Toraja. The aim to be achieved in this community service activity is to improve teacher competence in preparing learning evaluations based on the independent curriculum. As well as providing teacher experience in preparing learning evaluations in the canva application. The method used to achieve this community service is technical guidance divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage and monitoring stage. Through this activity, teachers can improve their competence and ability to compile learning evaluations with designs in the canva application. The training on preparing learning evaluations for teachers was successful with teachers completing their learning evaluations using the canva application.
BIMBINGAN PENDIDIKAN PRA NIKAH DALAM MEMPERSIAPKAN PASANGAN SUAMI ISTRI MENUJU KELUARGA SAKINAH PADA KUA KEC. PALLANGGA KAB. GOWA Muslihati, Muslihati; Mahmud, Hasibuddin; Setiawati, Nur
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1864

Abstract

Bimbingan Pendidikan pra nikah bagian hal yang terpenting untuk menciptakan proses keluarga yang sakinah khususnya calon pengantin. Tujuan peneilitian ini untuk mengetahui bagaimana proses bimbingan pendidikan pra nikah dalam mempersiapkan pasangan suami istri menuju keluarga sakinah pada kua kec. pallangga  kab.  Gowa. Metode penelitian menggunakan kualitatif Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan terdapat (1) Pendidikan Pra Nikah yang dilaksanakan oleh KUA Kec. Pallangga memiliki durasi maksimal 4 JPL (Pendidikan Pra Nikah Reguler), sedangkan Pendidikan Pra Nikah mandiri memiliki waktu yang lebih singkat. (2) Peran Pendidikan Pra Nikah sangat penting bagi calon pengantin dalam mencapai keharmonisan rumah tangga dan keluarga sakinah. Kemampuan calon pengantin untuk memahami materi Pendidikan Pra Nikah umumnya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pengetahuan, yang lebih tinggi pada calon pengantin tertentu. Oleh karena itu, Pendidikan Pra Nikah berfungsi sebagai bekal untuk mempersiapkan diri sebelum pernikahan dan menjadi landasan bagi terwujudnya keluarga sakinah. (3) Setiap pelaksanaan kegiatan memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Pendidikan Pra Nikah menjadi bahan evaluasi bagi KUA dan instansi pelaksana, seperti Kementerian Agama, untuk perbaikan di masa depan.  Abstract. Abstract Pre-marital education guidance is the most important thing for creating a harmonious family process, especially for the bride and groom. The aim of this research is to find out how the process of pre-marital education guidance prepares married couples for a sakinah family in Kua sub-district. Pallangga district. Gowa. The research method uses qualitative data collection techniques: observation, interviews, and documentation. The findings include: (1) Pre-marriage education carried out by KUA Kec. Pallangga has a maximum duration of 4 JPL (regular pre-marital education), while independent pre-marital education has a shorter time. (2) The role of pre-marital education is very important for prospective brides and grooms in achieving household harmony and a sakinah family. The ability of prospective brides and grooms to understand premarital education material is generally influenced by their level of education and knowledge, which is higher for certain prospective brides. Therefore, pre-marital education functions as a provision to prepare oneself before marriage and becomes the foundation for the realization of a sakinah family. (3) Each activity implementation has advantages and disadvantages, so that the supporting and inhibiting factors in the implementation of pre-marital education become evaluation material for the KUA and implementing agencies, such as the Ministry of Religion, for future improvements.
PEMETAAN PENGETAHUAN PESERTA POSYANDU DESA DUYUNG TENTANG NUTRISI DAN OBAT SELAMA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Kirtishanti, Aguslina; Irawati, Sylvi; Marzuki HY, Jefman Efendi; Hidayah, Isnaini Nurul; Nurhidayah, Widya
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2199

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) adalah masa yang sangat krusial untuk perkembangan dan pertumbuhan anak setelah usia dua tahun. Kurangnya nutrisi dan perhatian serta ketidaksesuaian penggunaan obat selama masa ini akan meningkatkan risiko terjadinya stunting dan gangguan kesehatan yang kemudian dapat mempengaruhi masa depan anak. Sasaran program adalah seluruh peserta kegiatan posyandu di Desa Duyung. Program dilaksanakan pada 5 Agustus dan 3 September 2024. Komponen program terdiri dari dua kegiatan, yaitu pendampingan pentingnya nutrisi selama 1000 HPK dan penggunaan obat yang aman selama masa kehamilan. Materi diberikan dalam bentuk presentasi oleh dokter, leaflet obat yang aman untuk ibu hamil, poster 1000 HPK dan poster obat yang aman untuk ibu hamil. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan pendampingan dinilai menggunakan kuesioner. Program ini menghasilkan peningkatan pengetahuan terhadap materi yang diberikan pada proporsi tertentu dari kelompok sasaran. Proporsi sasaran yang paling banyak mengalami peningkatan pengetahuan ditemukan pada kegiatan penggunaan obat yang aman selama kehamilan yaitu sebesar 62%. Terdapat indikasi perlunya dilakukan tindak lanjut untuk mengevaluasi faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat pengetahuan antarmateri yang diberikan agar pengetahuan sasaran dapat ditingkatkan lebih lanjut.  Abstract. The first 1000 days (1000 HPK) is a very crucial period for the development and growth of children after the age of two years. Lack of nutrition and attention, as well as inappropriate use of medication during this period, will increase the risk of stunting and health problems, which can then affect the child's future. The program targets are all participants in posyandu activities in Duyung Village. The program will be implemented on August 5th and September 3rd, 2024. The program component consists of two activities, namely assistance with the importance of nutrition during 1000 HPK and safe use of medication during pregnancy. The material is provided through presentations by doctors, leaflets on medicines that are safe for pregnant women, posters on 1000 HPK, and posters on medicines that are safe for pregnant women. Participants' level of knowledge before and after mentoring activities was assessed using a questionnaire. This program increases knowledge of the material provided in a certain proportion of the target group. The proportion of targets who experienced the greatest increase in knowledge was found in the safe use of drugs during pregnancy, namely 62%. There are indications that follow-up is needed to evaluate the factors that influence differences in the level of knowledge between the materials provided so that target knowledge can be further improved.
MEMBANGUN QARYAH THAYYIBAH: MASYARAKAT BERDAYA BEBAS RENTENIR PASCA PANDEMI COVID-19 Khasanah, Umrotul; Ch., Mufidah; Wicaksono, Ahmad Tibrizi Soni; Dzikrullah, Harits Dijani; Amani, Nazwa Nur; Moi, Roiyyan Mohammad; Qurani, Adz Dzikroh Aliya
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1956

Abstract

Penggunaan praktik peminjaman dari rentenir sering kali terkait dengan eksploitasi ekonomi, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses lembaga keuangan formal. Di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Kelurahan Merjosari, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, praktik ini masih berlangsung dan bahkan semakin meningkat setelah terjadinya ketidakstabilan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan bimbingan kepada masyarakat agar dapat melepaskan diri dari praktik rentenir dan mengembalikan daya ekonomi mereka. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya terjebak dalam utang rentenir berhasil mendirikan koperasi ekonomi yang berkelanjutan dengan prinsip ekonomi syariah. Tindak lanjut dari program ini melibatkan kegiatan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, pelatihan kompetensi, pengembangan koperasi, dan sosialisasi literasi keuangan. Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan peran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan sehingga masyarakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.  Abstract. Using lending practices from loan sharks is often associated with economic exploitation, especially among people with limited access to formal financial institutions. This practice is still ongoing in several areas in Indonesia, such as in Merjosari Village, Lowokwaru subdistrict, and Malang City. It is even increasing following the economic instability of the community after the Covid-19 pandemic. Therefore, this community service activity aims to guide the community so that they can free themselves from the practices of loan sharks and restore their economic power. This program uses the Participatory Action Research (PAR) method. The results of this service activity show that the empowerment program has a positive impact on increasing community income and welfare. Communities previously trapped in loan shark debt succeeded in establishing a sustainable economic cooperative based on Sharia economic principles. The follow-up to this program involves ongoing monitoring and evaluation activities, competency training, cooperative development, and financial literacy outreach. This activity also underlines the importance of active community participation and the role of government in supporting empowerment so that communities can become economically independent.

Page 11 of 19 | Total Record : 183