cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
OPTIMALISASI PROGRAM KALIMASADA TERHADAP KEPEMILIKAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN TEGALSARI KOTA SURABAYA Siti Charimah; Ignatia Martha H; Wirya Wardaya
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1610

Abstract

Padatnya penduduk di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya membuat kebutuhan identitas kependudukan semakin meningkat. Tidak hanya pada identitas kependudukan pada usia 17 tahun keatas yaitu KTP. Bagi usia <17 tahun yaitu Kartu Identitas Anak (KIA) juga tidak kalah penting sebagai perlindungan pada anak. Namun, kepemilikan KIA di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari belum merata secara optimal. Kurangnya pemahaman orangtua mengenai kepengurusan KIA menjadi salah satu penyebab belum meratanya kepemilikan KIA secara maksimal. Solusi yang dapat diberikan yaitu memberikan edukasi mengenai pentingnya KIA dan tata cara kepengurusan KIA. Metode yang di gunakan yaitu melakukan 1.)pendampingan melalui perangkat wilayah RT Kalimasada sebagai elemen terdekat dengan masyarakat 2.)pendampingan melalui guru untuk memastikan pemerataan kepemilikan KIA pada siswa di wilayah Wonorejo 3.)melakukan monitoring dan evaluasi pada KIA. Tujuan dengan adanya pendampingan yang sudah dilakukan adalah terjadinya peningkatan kepemilikan KIA di wilayah Kelurahan Wonorejo. Dengan harapan semakin banyaknya KIA yang telah dimiliki, maka hak anak dapat terpenuhi.  Abstract. The density of the population in the Wonorejo Village, Tegalsari District, Surabaya City makes the need for a population identity increase. Not only on population identity at the age of 17 years and over, namely KTP. For those aged <17 years, namely the Child Identity Card (KIA) is no less important as a protection for children. However, the ownership of KIA in Wonorejo Subdistrict, Tegalsari District has not been optimally distributed. The lack of understanding of parents regarding the management of KIA is one of the reasons why KIA is not maximally optimal. The solution that can be given is to provide education about the importance of KIA and the procedures for managing KIA. The method used is to 1.) assist through the Kalimasada RT area apparatus as the closest element to the community 2.) assist through teachers to ensure equal distribution of KIA ownership to students in the Wonorejo area 3.) conduct monitoring and evaluation of KIA. The goal with the assistance that has been carried out is to increase the ownership of KIA in the Wonorejo Village area. With the hope that the more KIA they have, the children's rights can be fulfilled.
PELATIHAN AKUNTANSI BAGI UMKM DESA CIREUNDEU Angela, Aurora; Oktavianti, Oktavianti; Prayogo, Enny; Handayani, Rini; Dewi, Nunik Lestari; En, Tan Kwang; Wijaya, I Nyoman Agus; Kambono, Herman
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2042

Abstract

Pelatihan akuntansi bagi para pelaku UMKM dilakukan di Desa Cireundeu, Cimahi Selatan, Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan memperkenalkan akuntansi kepada masyarakat Desa Cireundeu yang memiliki bisnis UMKM. Pelatihan akuntansi dilakukan dengan memberikan pemaparan materi mengenai pengertian dan tujuan akuntansi, konsep entitas bisnis, dan proses membuat laporan keuangan. Tim pengabdi terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Bisnis Universitas Kristen Maranatha. Responden pada penelitian ini adalah para pelaku UMKM di Desa Cireundeu. Metode yang digunakan adalah pemaparan materi, pretest & postest, wawancara, tanya jawab dan diskusi. Temuan yang diperoleh yaitu pelatihan dan pemaparan materi yang diberikan memberikan manfaat signifikan terhadap peningkatan pengetahuan para pelaku UMKM. Pengetahuan tersebut dapat dipraktikan untuk mengelola bisnis UMKM, sehingga UMKM desa ini bisnisnya dapat berkelanjutan.  Abstract. Accounting training for MSMEs was conducted in Cireundeu Village, South Cimahi, Bandung City. This activity aims to provide education and introduce accounting to the people of Cireundeu Village who have MSME businesses. Accounting training is carried out by providing material presentation on the understanding and accounting objectives, the concept of business entities, and the process of making financial statements. The service team consists of lecturers and students of the Business Faculty, Maranatha Christian University. The respondents in this study were MSME actors in Cireundeu Village. The method used are material presentation, pretest & posttest, interviews, questions and answers and discussions. The findings obtained are that the training and presentation of the material provided provide significant benefits to increase the knowledge of MSME actors. This knowledge can be practiced to manage MSME businesses, so that these village MSMEs can have sustainable business.
PELATIHAN PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP Sri Rejeki; Muhammad Noor Kholid; Nuqthy Faiziyah; Christina Kartika Sari; Adi Nurcahyo; Muhamad Toyib; Sutama Sutama; Mohammad Rifki Maulana; Khofifah Titan Palupi; Tika Andriani
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1094

Abstract

Perencanaan merupakan bagian penting yang menentukan arah suatu proses pembelajaran. Akan tetapi, sebagian besar guru di sekolah mitra memiliki kendala dalam menyusun perencanaan pembelajaran secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran inovatif untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka di SMP. Unsur inovatif pada perencanaan pembelajaran ini difokuskan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS), Information and Communication Technology (ICT), kolaborasi, dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Pelatihan ini melibatkan delapan guru di SMP Muhammadiyah 5 Tanon, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Hasil PkM menunjukkan bahwa berdasarkan analisis dokumen, 50% guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran sederhana dan memuat unsur inovatif. Selain itu, berdasarkan hasil survei pasca pelatihan, berturut-turut 87,5% dan 100% guru menyatakan memiliki keterampilan dan siap untuk menyusun dokumen perencanaan pembelajaran sederhana dan memuat unsur inovatif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran inovatif untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka. Meskipun demikian, perlu pendampingan lebih lanjut agar peningkatan kompetensi guru dapat lebih optimal.  Abstract. Planning is an important part that determines the direction of a learning process. However, most teachers in partner schools need help preparing learning plans independently. Therefore, this Community Service activity aims to improve the competence of teachers in compiling innovative learning planning documents to support the implementation of an independent curriculum in junior high schools. This innovative learning planning element focuses on Higher-Order Thinking Skills (HOTS), Information and Communication Technology (ICT), collaboration, and Strengthening Character Education. The training involved eight teachers at a private junior high school (SMP Muhammadiyah 5 Tanon) in Sragen Regency, Central Java, Indonesia. The results of this Community Service show that based on the document analysis, 50% of teachers can compile simple learning planning documents that contain innovative elements. In addition, based on the results of post-training surveys, 87.5% and 100% of teachers stated that they have skills and are ready to compile simple learning planning documents containing innovative elements. These results show an increase in teacher competence in collecting innovative learning planning documents to support the implementation of an independent curriculum. However, further assistance is needed so that the improvement of teacher competence can be optimized.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBUATAN ALAT PERAGA GEOMETRI DI KABUPATEN PANGKEP Husnaeni, Husnaeni; Jalil, Jalil; Lince, Ranak; Rustam, Rustam; Alimuddin, Muh. Ali
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1908

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasarkan pada hasil analisis sebelumnya tentang performa para guru dalam mengajarkan konsep geometri di Sekolah Dasar (SD). Hasil tersebut mengungkap fakta tentang minimnya alat peraga geometri di SD dan rendahnya kreativitas guru dalam membuat alat peraga geometri konkret pada pembelajaran yang dikelolanya. Sebagian guru SD di Kabupaten Pangkep mengajarkan konsep geometri dengan mengambil file via kanal youtube lalu menayangkannya  dengan Liquid Crystal Display (LCD) sehingga tidak menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswanya. Berdasarkan temuan tersebut, kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman konsep dan melatih guru SD dalam pembuatan alat peraga geometri konkret. Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah: (1) membuat alat peraga  geometri konkret, (2) mengimplementasikan alat peraga hasil pelatihan di kelas tempat tugas masing-masing, dan (3) menularkan pembuatan alat peraga geometri konkret kepada teman sejawatnya. Metode PkM yang dilaksanakan adalah memberikan pelatihan/ pendampingan pada guru SD dalam membuat alat peraga geometri konkret melalui presentasi, peragaan, pembuatan, dan simulasi penggunaan alat peraga yang telah dibuat oleh peserta. Kegiatan PkM ini berjalan dengan baik, terlihat dari kehadiran para guru SD yang mengikuti kegiatan sesuai target yaitu sebanyak 50 orang. Berdasarkan angket yang disebarkan, 88,5% peserta menyatakan bahwa mereka merasa puas dengan kegiatan ini. Abstract. results of prior analysis from the teachers performance in teaching the geometry concepts to elementary schools (SD). The results reveals the fact about the lack of geometric teaching aids in elementary schools and lack of creativities from the teachers when it comes to create concrete geometric teaching props in the subjects they responsible for. Some of the teachers in Pangkep taught the geometric concepts by using contents from YouTube channels and showing them on a Liquid Crystal Display (LCD) and it does not create meaningful learning for their students. Based on that circumstance, PkM activities were carried out to enhance the understanding of concepts and train the elementary school teachers on making concrete geometric teaching props. The objective of this activities to  (1) make concrete geometric props, (2) implement the training props in their respective classes, and (3) influence their peers to create concrete geometric props. The PkM method implemented to provides training/accompaniment to elementary school teachers in making concrete geometric teaching props through presentations, demonstrations, creating and simulating the use of props that have been made by participants. The PkM activity went well, as seen from the presence of 50 elementary school teachers whose taking part on  this activity according to the target. According to the questionnaire distributed, 88.5% of participants admit that they were satisfied with this activity.
PEMANFAATAN AI DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN Sabariah, Sabariah; Rufi'i, Rufi'i; Rusmawati, Retno Danu; Bandono, Adi; Kurniawan, Andri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2288

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui personalisasi dan adaptasi terhadap kebutuhan individu. AI juga mendukung manajemen pendidikan dengan meningkatkan efisiensi administrasi dan transparansi. Meskipun AI memiliki potensi besar, tantangan terkait kontrol dan interaksi sosial siswa tetap perlu diperhatikan untuk penerapan yang efektif. Pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal dengan menggunakan media berbasis IT seoerti laptop, LCD Proyektor untuk mendukung kegiatan. Hasil penunjukkan: pelatihan AI efektif memperkenalkan aplikasi yang meningkatkan kualitas pengajaran, seperti personalisasi pembelajaran, automasi tugas, dan penilaian berbasis kompetensi. Guru kini lebih siap memanfaatkan AI, yang meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengajaran. AI memungkinkan materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa, meningkatkan keterlibatan, dan menciptakan pembelajaran adaptif yang lebih personal. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini sukses, memberikan dampak positif bagi guru yang berhasil memahami dan mengoperasikan teknologi AI dalam pembelajaran.  Abstract. The use of Artificial Intelligence (AI) in education can enhance students' learning experiences through personalization and adaptation to individual needs. AI also supports educational management by improving administrative efficiency and transparency. Although AI holds great potential, challenges related to control and student social interaction must be considered for effective implementation. This community service was conducted using a Participatory Rural Appraisal approach, utilizing IT-based media such as laptops and LCD projectors to support activities. The results showed that the AI training effectively introduced applications that improve teaching quality, such as personalized learning, task automation, and competency-based assessment. Teachers are now better prepared to leverage AI, which enhances teaching efficiency and effectiveness. AI allows materials to be tailored to students' needs, increases engagement, and creates more personalized adaptive learning. In conclusion, this community service was successful, providing a positive impact on teachers who were able to understand and operate AI technology in teaching.
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA AGROINDUSTRI KOPI DI DESA TAPANGO BARAT KABUPATEN POLEWALI MANDAR Chakti, Andi Gunawan R.; Ansyar, Ansyar; Albar, Albar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1769

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini adalah Digital Economy yang terkait dengan sustainability dan digitalisasi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah dalam aspek Pemasaran yaitu a.) Pemasaran sistem tradisional (metode penjualan langsung). Belum memaksimalkan pemasaran Online., b.) Penggunaan berbagai Platform pemasaran digital belum dikuasai, c.) Pemasaran dan penjualan produk secara online baru sebatas melalui Whatsapp. d.) Nilai tambah produk relatif rendah. Ini adalah peluang yang besar bagi UMKM untuk mulai memiliki penghasilan dengan memanfaatkan internet. Hal ini dikenal dengan Bisnis Online yang dapat dijalankan dengan memanfaatkan media internet sebagai sarana bekerja membangun dan mengelola bisnis. Hasil Pengabdian yaitu Peningkatan Pendapatan Mitra Sekitar 82%, Mengembangkan kewirausahaan dan manajemen pemasaran digital pada Agroindustri Kopi, Pembuatan toko online di salah satu e-comerce/marketplace dan pengelolaannya.  Abstract. This Community Service focuses on the Digital Economy related to sustainability and digitalization. The problems faced by our partners are in the Marketing aspect, namely: a) Traditional marketing systems (direct sales methods), which have not maximized online marketing; b) Lack of mastery in using various digital marketing platforms; c) Online marketing and sales of products are limited to WhatsApp; d) The added value of the products is relatively low. This presents a significant opportunity for SMEs to start generating income by leveraging the internet. This is known as Online Business, which can be carried out by utilizing the internet as a means to build and manage a business. The results of the Community Service include an increase in partner income by approximately 82%, the development of entrepreneurship and digital marketing management in the Coffee Agroindustry, the creation of an online store on an e-commerce/marketplace platform, and its management.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENDAFTARAN TANAH DI DESA KADUMANEUH PANDEGLANG BANTEN Evita, Liza; Faisal, Muhammad; Chikmawati, Nurul Fajri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2165

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan. pengolahan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis, dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termasuk pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya. Di satu sisi masih banyak tanah masyarakat di desa Kadumaneuh yang belum terdaftar atau belum memiliki tanda bukti haknya. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan pendaftaran tanah, termasuk juga diskusi dan fasilitasi mengenai persoalan-persoalan konkret yang berkaitan dengan pendaftaran tanah. Diadakan uji pemahaman sasaran kegiatan sebelum (pre-test) dan sesudah kegiatan berlangsung (post-test). Diketahui bahwa dari keseluruhan peserta penyuluhan hukum hanya 2 (dua) orang yang tanahnya sudah memilik sertifikat tanah. Tingkat pengetahuan masyarakat berkaitan dengan pendaftaran tanah semula masih rendah, setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan hukum menjadi meningkat tinggi.  Abstract. Land registration is a series of activities carried out by the Government on a continuous, continuous and regular basis, including the collection. processing, bookkeeping, and presentation and maintenance of physical data and juridical data, in the form of maps and lists, regarding land plots and flats, including the issuance of certificates of proof of rights for land plots that already have rights and property rights to flats and certain rights that burdened with it. On the one hand, there are still many community lands in Kadumaneuh village that have not been registered or do not have proof of their rights. Therefore, counseling and assistance activities for land registration are carried out, including discussions and facilitation on concrete issues related to land registration. A test of understanding the objectives of the activity before (pre-test) and after the activity took place (post-test). It is known that of the total participants in legal counseling, only 2 (two) people already have land certificates. The level of public knowledge related to land registration was originally still low, after community service in the form of legal counseling became high.
PENINGKATAN KEMAMPUAN ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA ZAKAT MELALUI PENGGUNAAN ISLAMIC FINANCIAL TECHNOLOGY (I-FINTECH) BAGI AMIL LAZISMU DI KOTA SEMARANG Mohammad Ridwan; Hardiwinoto Hardiwinoto; Sukamto Sukamto; Sriyono Sriyono; Prizka Rizmawati Arum
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1805

Abstract

Program pengabdian ini dilakukan dengan peningkatan kompetensi berupa pemahaman teori dasar dan berbagai teknik analisis rasio laporan keuangan baik secara konvensional maupun kompetensi berbasis penggunaan I-FinTech. Pengabdian ini dilakukan melalui siklus penelitian yang telah ditetapkan yakni komponen pokok dengan mengacu pada siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yakni Model PTK Kurt Lewin. Peserta kegiatan pengabdian diikuti sejumlah 125 Amil Lasismu se Kota Semarang. Hasil kegiatan diketahui bahwa pretest atas kompetensi amil pada analisis rasio laporan keuangan yakni sebesar 29%. Hasil refleksi kedua tercatat sebanyak 79% Amil Lazismu telah mampu melakukan analisis rasio laporan keuangan setelah mengikuti pembelajaran tindakan 1 yakni melalui pendekatan konvensional. Kemudian sesi post-test akhir sebagai refleksi setelah diberikan tindakan 2 yakni pemberian teknik analisis rasio laporan keuangan melalui penggunaan I-FinTech ditemukan hasil sejumlah 88% amil telah mampu melakukan berbagai teknik analisis rasio laporan keuangan.Adanya pengabdian peningkatan kemampuan analisis rasio laporan keuangan melalui pendekatan I-FinTech ini mampu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana ZISKA, inklusi keuangan serta competitive advantage lembaga amil zakat.  Abstract. This service program is carried out by increasing competency in the form of understanding basic theory and various ratio analysis techniques for financial reports, both conventional and competency based on the use of I-FinTech. This service is carried out through a predetermined research cycle, namely the main components referring to the cycle of planning, action, observation and reflection, namely the Kurt Lewin PTK Model. Participants in the service activity were 125 Amil Lasismu from all over Semarang City. The results of the activity showed that the pretest of amil's competency in financial report ratio analysis was 29%. The results of the second reflection showed that 79% of Amil Lazismu was able to carry out ratio analysis of financial statements after following action learning 1, namely using a conventional approach. Then the final post-test session as a reflection after being given action 2, namely providing financial report ratio analysis techniques through the use of I-FinTech, found that 88% of students were able to carry out various financial report ratio analysis techniques. I-FinTech is able to increase the accountability of ZISKA fund management, financial inclusion and the competitive advantage of zakat amil institutions
PENDAMPINGAN TATA KELOLA BUMDES DAN UMKM DALAM PEMBUATAN, PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK BUMDES RANDUREJO Aditya Dwi putro Wicaksono; Cahyo Prihantoro; Nicolaus Euclides Wahyu. N; Wahyu Nurfida. A; Fadiana Fadiana; Tsania Finka. D
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1484

Abstract

BUMDes Randurejo Salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) mengalami dampak selama pandemi COVID-19, yang tercermin dari penurunan pendapatan sebesar 45%. Keadaan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pemasaran konvensional yang masih diterapkan oleh BUMDES Randurejo sampai saat ini. Ketidakhadiran situs web atau keberadaan di platform media sosial yang terkait dengan unit usaha BUMDES Randurejo telah menjadi penyebab mengapa BUMDES ini tidak mengalami perkembangan dan kurang dikenal oleh masyarakat luas. Dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat, diharapkan bahwa pengabdian ini dapat mengubah kondisi masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Dari evaluasi awal terhadap permasalahan yang ada, tim pengabdi telah memberikan pendampingan dalam proses pembuatan situs web, pengelolaan media sosial, serta memberikan pelatihan dalam tata kelola media, pemasaran digital, dan penggunaan platform marketplace. Tim pengabdi juga telah menginisiasi kerja sama strategis antara BUMDES Randurejo dengan Institut Teknologi Telkom Purwokerto dalam upaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pendampingan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.   Abstract. BUMDes Randurejo is one of the BUMDes that was affected during the COVID-19 pandemic. The impact can be seen from the decrease in income by 45%.   This happened because so far BUMDES Randurejo still uses conventional methods in marketing. There is no website or social media related to the Randurejo BUMDES business unit, making this BUMDES undeveloped and unknown to many people. Through the community empowerment approach, this service is expected to change the existence of the community to become more independent, productive and prosperous. Based on the results of the initial assessment of the problem, the service team has provided assistance in making websites, social media, mentoring and training in media governance, digital marketing and marketplaces. In addition, the service team also initiated a strategic collaboration between BUMDES Randurejo and the Telkom Purwokerto Institute of Technology in the implementation of Information and Communication Technology-Based Management and Assistance.
MENINGKATKAN POTENSI IMPLEMENTASI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI PELATIHAN ASERTIVITAS PADA KELOMPOK UMAT BERAGAMA DI KOTA PALOPO Ahsan, Amrul aysar; Abduh, Nurul Khairani
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.2012

Abstract

Eksistensi kemajemukan yang ada di masyarakat Kota Palopo salah satunya dipresentasikan oleh keberagaman agama yang dianut oleh masing-masing penganutnya. Internalisasi ajaran agama masing- masing yang kemudian saling berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya dalam ranah publik cenderung menimbulkan gesekan antara penganutnya masing-masing sehingga mengancam kerukunan antar umat beragama. Olehnya itu, manajemen kemajemukan tersebut dipandang sangat perlu dilakukan dengan cara meningkatkan kompetensi asertivitas bagi individu penganut agama yang berbeda di Kota Palopo Pelatihan Asertivitas bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyesuaian sosial yang merangkum kompetensi yang baik dalam menyampaikan dan menghargai pendapat atau gagasan kepada penganut agama yang lain, dan kompetensi yang baik dalam meningkatkan kesetaraan hubungan dengan menjalin kerjasama dengan penganut agama yang lain.Proses pelaksanaan pelatihan asertifitas ini dimulai dari pengumpulan informasi, identifikasi kebutuhan, seleksi peserta pelatihan, persiapan tools pelatihan, kemudian sampai kepada pelaksanaan pelatihan. Hasil dari pelatihan asertivitas menunjukan efektivitas pelatihan telah tercapai dengan baik Hal ini bisa dilihat perbedaan skoring pada perilaku asertif sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan dilakukan. Sebelum pelatihan dilakukan, maka nilai rata-rata skoring perilaku asertif peserta pelatihan adalah 163.7. sedangkan sesudah pelatihan dilakukan, maka skoring yang didapatkan adalah 187.16. Abstract. The existence of pluralism in the people of Palopo City is represented by the diversity of religions embraced by each adherent. The internalization of the teachings of each religion which then communicates with one another in the public sphere tends to cause friction between their respective adherents, thereby threatening inter- religious harmony. Therefore, the management of pluralism is seen as very necessary by increasing assertive competence for individuals of different religions in Palopo City. Assertiveness training aims to improve social adjustment competencies which include good competence in conveying and appreciating opinions or ideas to adherents of other religions, and good competence in increasing equal relations by establishing cooperation with adherents of other religions. The process of implementing this assertiveness training starts from information gathering, identification of needs, selection of training participants, preparation of training tools, then up to the implementation of the training. The results of the assertiveness training show that the effectiveness of the training has been well achieved. This can be seen from the difference in scoring on assertive behavior before the training and after the training is carried out. Before the training was carried out, the average score for the assertive behavior of the trainees was 163.7. whereas after the training was carried out, the score obtained was 187.16.