cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
MITIGASI SENGKETA ASET WAKAF MASJID MELALUI TATA KELOLA ASET YANG AKUNTABEL Hudaya, Muhammad; Nor, Wahyudin; Nordiansyah, Muhammad; Safrida, Lili; Yuliastina, Mellani; Aina, Hasnun Nida Qurrotul; Silva, Silva
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1872

Abstract

Masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan, akan tetapi menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat Islam. Masjid juga sebagai organisasi yang menghimpun dana dari publik serta mengelola aset untuk kepentingan keagamaan. Akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan semakin dituntut. Di samping itu terdapat fenomena berupa terjadinya sengketa aset wakaf masjid di beberapa tempat. Hal ini membuat pengurus masjid harus semakin memahami akan pentingnya pengelolaan atau manajemen aset terhadap masjid yang dikelola.Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengurus masjid dalam mengelola asetnya, agar dapat memitigasi sengketa aset masjid, khususnya apabila terdapat aset masjid berupa wakaf sebagaimana telah terjadi sengketa di beberapa tempat di Indonesia.Target luaran kegiatan ini adalah meningkatkan pencapaian pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pengurus masjid di Kota Banjarmasin dalam mengelola atau manajemen aset. Kegiatan ini diawali dengan survei pendahuluan dan pelatihan akan dilakukan dengan pendekatan ceramah, tutorial dan diskusi seputar akuntansi dan manajemen aset untuk mengetahui pencapaian pengetahuan dan kompetensi peserta pelatihan. Program ini berjalan dengan lancar target yang di rancang telah tercapai dengan meningkatnya literasi para pengurus/takmir masjid.
PENERAPAN TEKNOLOGI KONSERVASI HIJAUAN PAKAN BERSERAT PADA KELOMPOK TANI BUKIT BERBUNGA DESA TARAMANU TUA KABUPATEN POLEWALI MANDAR Ali, Najmah; Hikmawaty, Hikmawaty
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2203

Abstract

Program kemitraan masyarakat desa (PKM/D) yang dilakukan di Desa Taramanu Tua Kecamatan Tutar Kabupaten Polman bertujuan untuk mengedukasi anggota Kelompok Tani Bukit Berbunga dan masyarakat lainnya untuk melakukan konservasi hijauan pakan dan limbah pertanian dalam bentuk silase komplit.  Pelaksanaan kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga, sebanyak 30 orang yang ikut terlibat.  Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan FGD, penyuluhan, praktek langsung dan pendampingan dilakukan setelah program berakhir.  Bahan pakan yang dbuat silase terdiri dari rumput gajah, kulit buah kakao, kulit kopi dan EM 4 peternakan.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi trend peningkatan pengetahuan dan skill anggota kelompok tani terkait bahan-bahan pakan, teknologi pengawetan pakan bentuk silase dan penilaian kualitas silase komplit.  Pada akhirnya semua peserta dapat membuat silase komplit secara mandiri dan teknik penyajian silase komplit tersebut jika akan diberikan kepada ternak.  Abstract. The village community partnership program (PKM/D) carried out in Taramanu Tua Village, Tutar District, Polman Regency aims to educate members of the Bukit Berbunga Farmers Group and other communities to conserve forage and agricultural waste in the form of complete silage.  The activity took place in one of the residents' houses, as many as 30 people were involved.  The method of implementing service is by conducting FGDs, counseling, direct practice and mentoring carried out after the program ends.  The feed ingredients used to make silage consist of elephant grass, cocoa shells, coffee shells and EM 4 livestock.  The results of the service show that there is a trend of increasing knowledge and skills of farmer group members regarding feed ingredients, silage form feed preservation technology and complete silage quality assessment.  In the end, all participants were able to make complete silage independently and the techniques for serving complete silage when it was to be given to livestock.
MEMPERKUAT DAYA SAING MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN BISNIS DAN PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI Hermawati, Adya; Febryawan, Aldy; Husin, Husin; Nurwati, Nurwati; Bahri, Syamsul; Santoso, R. Tri Priyono Budi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.2013

Abstract

Potensi besar tenaga kerja produktif di Desa Plunturan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur perlu dioptimalkan untuk memberdayakan UKM, salah satunya UKM Bengkel Las Maenaka. Sayangnya, para pemilik UKM bengkel las di Ponorogo banyak menghadapi permasalahan manajemen dalam mengelola bisnisnya. Sebagian besar pemilik UKM berasal dari latar belakang pekerja las yang tidak memiliki pendidikan formal manajemen bisnis. Ditambah skala usaha UKM bengkel las yang mayoritas masih sangat kecil menyulitkan untuk fokus dalam mengelola aspek-aspek manajemen secara profesional. Keterbatasan modal juga menjadi hambatan bagi UKM untuk merekrut tenaga ahli manajemen maupun melakukan pelatihan-pelatihan manajerial. Dari situasi tersebut, Tim Pengusul berusaha membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh UKM di bidang bengkel las dengan bekerja sama dengan UKM Bengkel Las Maenaka. Berbagai masalah pun muncul, antara lain tata kelola manajerial bisnis UKM yang tidak terstruktur, belum berdasarkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP), lemahnya aspek tata kelola administrasi dan manajemen keuangan, kurang optimalnya kinerja proses pengeboran, belum efektifnya proses pemotongan, dan belum maksimalnya strategi pemasaran. Untuk itu, tim pengusul memberikan lima metode untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di UKM Bengkel Las Maenaka. Abstract. The significant potential of the productive workforce in Plunturan Village, Ponorogo Regency, East Java, needs to be optimized to empower SMEs, one of which is the Maenaka Welding Workshop SME. Unfortunately, many SME welding workshop owners in Ponorogo face management issues in running their businesses. Most of the SME owners come from welding backgrounds without formal business management education. Additionally, the majority of the welding workshop SMEs are very small in scale, making it challenging to focus on managing various aspects professionally. Limited capital also hinders SMEs from recruiting management experts or conducting managerial training. From this situation, the Proposing Team strives to assist in solving the problems faced by SMEs in the welding workshop sector by partnering with the Maenaka Welding Workshop SME. Various issues have emerged, including unstructured business management, lack of adherence to Standard Operating Procedures (SOPs), weak administrative and financial management, suboptimal drilling performance, ineffective cutting processes, and underdeveloped marketing strategies. Therefore, the proposing team has provided five methods to address the issues faced by the Maenaka Welding Workshop SME.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN STUNTING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DIKELURAHAN BOTING KOTA PALOPO Sugiyanto Sugiyanto; Eka Fadillah Bagenda; Sumarlan Sumarlan
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1712

Abstract

Masalah stunting pada anak/balita tidak bisa dianggap sepele, karena dampak dari stunting dapat mempengaruhi masa depan generasi bangsa. Guna menanggulangi masalah stunting maka perlu suatu kerjasama lintas sektoral, salah satunya yaitu dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan masyarakat dalam mepertahankan hidup. Tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  untuk  meningkatkan  pengetahuan,  keterampilan  dan peran-serta masyarakat dalam menanggulangi masalah stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi mejadi tiga bagian berdasarkan jenis kegiatannya yaitu: penyuluhan atau edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan makanan tambahan, dan pemebentukan kader peduli stunting. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah; a) edukasi kesehatan berjalan denagn lancar, dihadiri oleh puluhan ibu-ibu dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang stunting setelah diberikan penyuluhan, b) pelatihan pembuatan makanan tambahan bergizi berbahan dasar daun kelor yang merupakan tanaman lokal telah berjalan dengan baik, kegiatan ini menghasilkan beberapa produk makanan berbahan dasar daun kelor seperti bubur daun kelor dan pudding daun kelor, c) pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan membentuk kader atau satgas peduli stunting yang berjumlah 8 orang, pemilihan kader/satgas tersebut berdasarkan tudang sipulung bersama masyarakat, pemerintah setempat dan pihak Puskesmas.  Abstract. The problem of stunting in children/toddlers cannot be considered trivial, because the impact of stunting can affect the future of the nation's generations. In order to overcome the problem of stunting, cross-sectoral cooperation is needed, one of which is community empowerment activities. Community empowerment activities are efforts made to improve the quality of life and the community's ability to survive. The aim of this activity is to increase knowledge, skills and community participation in overcoming the problem of stunting. The method for implementing this activity is divided into three parts based on the type of activity, namely: health counseling or education, training in making additional food, and forming stunting care cadres. The results of this activity are; a) health education went smoothly, attended by dozens of mothers and there was an increase in knowledge about stunting after being given counseling, b) training in making additional nutritious food made from Moringa leaves which is a local plant has gone well, this activity produced several food products made from Moringa leaves such as Moringa leaf porridge and Moringa leaf pudding, c) community empowerment is carried out by forming a stunting care cadre or task force totaling 8 people, the selection of these cadres/task forces is based on tudang sipulung together with the community, local government and the Community Health Center.
PELATIHAN MITIGASI BENCANA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA SANGGAR SENI SASTRA BULAVA SINDUE DI KECAMATAN SINDUE Juniati, Juniati; Ulfa, Ulfa; Ruslan, Hasnur; Nirmayanti, Nirmayanti
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2085

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada anak-anak sanggar seni sastra Bulava Sindue melalui metode bermain peran. Kegiatan ini sangat penting dilakukan mengingat kejadian pada tahun 2018 yang lalu, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tertimpa musibah multibencana alam yaitu Gempa, Likuifaksi, dan Tsunami yang menyebabkan banyak menelan korban jiwa. Banyaknya anak-anak yang menjadi korban pada bencana tersebut menjadi motivasi bagi tim pengabdi untuk memberikan edukasi mitigasi bencana melalui metode bermain peran bagi anak-anak. Edukasi mitigasi bencana menjadi sangat penting untuk dilakukan sebagai problem solving dari permasalahan tingginya korban jiwa dari setiap kasus bencana alam yang terjadi. Salah satu konsep edukasi mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan mitigasi bencana dengan menggunakan metode bermain peran bagi anak-anak. Pelatihan mitigasi bencana melalui metode bermain peran ini diikuti sekitar 30 orang anak. Peserta tersebut terdiri dari 19 laki-laki dan 11 perempuan. Peserta pelatihan tersebut tergabung dalam sanggar seni sastra Bulava Sindue yang berada di Desa Masaingi Kabupaten Sindue. Tahap pelaksanaan kegiatan ini adalah pertama survei, sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan, tim melakukan survei lokasi dan melakukan wawancara. Tahap kedua yaitu plan, pada tahap ini dilakukan perencanaan terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan. Tahap ketiga do, pada tahap ini dilakukan pelatihan mitigasi bencana melalui metode bermain peran. Tahap keempat see, pada tahap ini dilakukan refleksi untuk meninjau pelaksanaan pelatihan yang diberikan. Tahap kelima penyusunan laporan akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah anak-anak terlatih dalam melakukan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBASIS BAHAN ALAM RAMAH LINGKUNGAN DI WILAYAH LOCERET KABUPATEN NGANJUK Nur Hayati; Suyatno Suyatno; Nita Kusumawati; I Gusti Made Sanjaya; Maria Monica Sianita; Samik Samik
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1325

Abstract

Era endemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk menjaga protokol  kesehatan sesuai dengan SOP kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19  dan penyakit menular lainnya. Kebutuhan untuk melakukan 5M salah satunya  mencuci tangan dengan sabun atau dengan menggunakan hand sanitizer sangat  besar. Untuk itu ketersediaan hand sanitizer yang murah dan efektif untuk digunakan dalam berbagai kepentingan dapat membantu masyarakat menerapkan  protokol kesehatan. Untuk itu, Tim PKM bermaksud untuk memberikan pelatihan pembuatan  produk   hand sanitizer berbasis bahan alam bagi masyarakat desa Ngepeh Kec Loceret Kab Nganjuk. Hand sanitizer ini menggunakan bahan alami yang tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka, yakni daun sirih dan jeruk nipis. Namun, sebagian masih menggunakan bahan kimia seperti gliserin dan hidrogen peroksida. Dari kegiatan PKM produksi Hand Sanitizer Non-Alkohol berbahan alam ini diharapkan: (1) masyarakat desa Ngepeh Kec Loceret Kab Nganjuk memiliki keterampilan dalam membuat hand sanitizer berbahan tanaman toga, (2) meringankan beban mereka dalam pembelian hand sanitizer, (3) meningkatkan peran warga untuk ikut berpartisipasi di masyarakat dalam membantu memberikan hand sanitizer berbahan alami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan terkait pembuatan handsanitizer memberikan perubahan pengetahuan khalayak sasaran (kelompok mitra). pengabdian, dan hasil.  Abstract. The Covid-19 endemic era requires the public to maintain health protocols in accordance with health SOPs to avoid transmission of Covid-19 and other infectious diseases. The need to do the 5Ms, one of which is washing hands with soap or using hand sanitizer, is very large. For this reason, the availability of cheap and effective hand sanitizers for use for various purposes can help people implement health protocols. For this reason, the PKM Team intends to provide training in making hand sanitizer products based on natural ingredients for the people of Ngepeh village, Loceret District, Nganjuk District. This hand sanitizer uses natural ingredients that are available in the environment where they live, namely betel leaves and lime. However, some still use chemicals such as glycerin and hydrogen peroxide. From the PKM activity of producing Non-Alcoholic Hand Sanitizers made from natural ingredients, it is hoped that: (1) the people of Ngepeh village, Loceret District, Nganjuk Regency will have the skills to make hand sanitizers made from the toga plant, (2) lighten their burden in purchasing hand sanitizers, (3) increase their role residents to participate in the community in helping provide natural hand sanitizers. The results of the activity showed that the training provided regarding making hand sanitizer resulted in changes in the knowledge of the target audience (partner group).
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN MEDIA CETAK UNTUK MENYADARKAN MASYARAKAT KHUSUSNYA DI DESA PEMOGAN TENTANG PENTINGNYA PEMILU Kori, Gde Arya Satya Anandita; Sariani, Ni Luh Putu
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1951

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia tahun 2024 menandai sebuah tonggak penting dalam perkembangan demokrasi negara ini, dihadapkan pada sejumlah tantangan kompleks seperti dampak pandemi global, ketimpangan ekonomi, dan perubahan iklim. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menentukan arah masa depan negara. Di tengah situasi ini, peran mahasiswa sangatlah penting dalam meningkatkan partisipasi politik, terutama dalam konteks pemilu. Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, mahasiswa telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan berbagai instansi terkait untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk datang ke TPS. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat telah menghasilkan dampak positif yang signifikan dalam memperkuat demokrasi lokal. Sebagai hasilnya, upaya ini telah berhasil meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan, menunjukkan semangat kerjasama dalam membangun sebuah demokrasi yang tangguh dan responsif. Abstract. The General Election (Pemilu) in Indonesia in 2024 marks a significant milestone in the country's democratic development, confronted with a number of complex challenges such as the impact of the global pandemic, economic inequality, and climate change. Active participation of the community is paramount in determining the nation's future direction. Amidst this situation, the role of students is crucial in enhancing political participation, especially in the context of elections. Through the Thematic Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Pemogan Village, South Denpasar, students have collaborated with the General Election Commission (KPU) and various relevant agencies to encourage and remind the community to come to the polling stations. The collaboration between students, the village government, and the community has resulted in significant positive impacts in strengthening local democracy. As a result, these efforts have successfully increased the level of community participation in the elections, demonstrating a spirit of cooperation in building a resilient and responsive democracy
PENGUATAN PROFIL PANCASILA BERBASIS DIGITAL BAGI GURU DI SD TANA TORAJA: UPAYA PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Pratama, Muh. Putra; Dewi, Resnita; Pertiwi, Anna
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2289

Abstract

Program Penguatan Profil Pancasila Berbasis Digital bagi guru di SD Tana Toraja bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila melalui media digital. Program ini memanfaatkan aplikasi Sparkol VideoScribe untuk menciptakan materi pembelajaran berbasis video animasi, yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah dasar.  Kegiatan pertama dalam program ini adalah pelatihan intensif untuk guru-guru SD di Tana Toraja mengenai penggunaan aplikasi Sparkol VideoScribe. Dalam pelatihan ini, guru diajarkan cara membuat video animasi berbasis papan tulis (whiteboard animation), yang memungkinkan mereka menyampaikan konsep abstrak dengan cara yang lebih visual dan interaktif. Setelah pelatihan, guru diberi tugas untuk mengembangkan konten video edukatif yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila. Guru akan memilih salah satu atau beberapa nilai Pancasila dan menerjemahkannya ke dalam materi video dengan memanfaatkan aplikasi yang telah dipelajari. Setelah video digunakan dalam pembelajaran, guru dan fasilitator program akan melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas penggunaan konten digital ini. Guru akan diminta untuk memberikan masukan terkait manfaat dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan, serta dampak video terhadap pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila. Selain itu, guru juga akan merefleksikan bagaimana keterampilan teknologi yang mereka peroleh dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran lain.  Abstract. The Digital-based Pancasila Profile Strengthening Program for teachers at Tana Toraja Elementary School aims to improve teachers' understanding and ability to convey Pancasila values through digital media. This program utilizes the Sparkol VideoScribe application to create animated video-based learning materials, which support the implementation of Merdeka Curriculum in elementary schools.  The first activity in this program was an intensive training for elementary school teachers in Tana Toraja on the use of the Sparkol VideoScribe application. In this training, teachers were taught how to create whiteboard-based animated videos, which allowed them to convey abstract concepts in a more visual and interactive way. After the training, teachers are given the task of developing educational video content that integrates Pancasila values. Teachers will select one or several Pancasila values and translate them into video material by utilizing the learned application. After the video is used in learning, teachers and program facilitators will conduct an evaluation to measure the effectiveness of using this digital content. Teachers will be asked to provide feedback on the benefits and challenges faced during implementation, as well as the impact of the videos on students' understanding of Pancasila values. In addition, teachers will also reflect on how the technological skills they gained can be applied in other learning contexts.
PEMODELAN ECOMMERCE BERBASIS BUSSINES TO COSTUMERS DEMI PENINGKATAN UMKM ARGIASH KOTA PAREPARE Bachtiar, Yusran; Wafiah, Andi; Sampara, Nirwana; Ashar, Saskia Auliah; furqan, Al
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1787

Abstract

Belum optimalnya pemberdayaan masyarakat di wilayah mitra menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan. Kelompok usaha memiliki potensi dalam membangun perekonomian warga, khususnya usaha bubuk minuman herbal instan “Argiash” yang memiliki bahan baku dan sumber daya yang memadai. Permasalahan yang dihadapi meliputi lemahnya motivasi dan kemampuan SDM pelaku usaha, rendahnya kuantitas dan kualitas produksi, belum adanya standarisasi produk, kurangnya pengetahuan manajemen keuangan, serta sistem pemasaran konvensional yang belum memanfaatkan teknologi informasi seperti e-commerce. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan motivasi dan kapabilitas SDM, pelatihan manajemen produk dan keuangan, serta pengembangan strategi pemasaran berbasis e-commerce. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan manajerial kewirausahaan, pendampingan pembuatan produk, dan evaluasi kinerja mitra. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan berhasil meningkatkan motivasi dan kapabilitas SDM, pengetahuan manajemen keuangan, serta frekuensi dan kapasitas produksi melalui penggunaan aplikasi e-commerce.  Abstract. The suboptimal community empowerment in partner areas results in low income levels. Business groups have potential in building the local economy, especially the instant herbal drink powder business "Argiash" which has adequate raw materials and resources. The issues faced include low motivation and skills of entrepreneurs, low production quantity and quality, lack of product standardization, limited financial management knowledge, and conventional marketing systems that do not utilize information technology such as e-commerce. Proposed solutions include enhancing the motivation and capabilities of human resources, product and financial management training, and developing e-commerce-based marketing strategies. Activities include socialization, entrepreneurial managerial skills training, product development assistance, and partner performance evaluation. The results show that the training and mentoring have successfully increased the motivation and capabilities of human resources, financial management knowledge, and the production frequency and capacity through the use of e-commerce applications.
PEMBERDAYAAN DAN PENERAPAN E- COMMERCE MENDORONG PERTUMBUHAN KELOMPOK SUTERA SURE SALAKA KABUPATEN PINRANG Bachtiar, Yusran; Sampara, Nirwana; Wafiah, Andi; Kadir, Abdul
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2179

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di area mitra masih belum mencapai potensi maksimal, yang berakibat pada pendapatan yang rendah. Di sisi lain, kelompok Sutera Sure Salaka, yang fokus pada produksi kain sutera, memiliki peluang signifikan untuk memajukan ekonomi lokal. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti kurangnya motivasi dan keterampilan pelaku usaha, kualitas dan kuantitas produksi yang rendah, kurangnya standarisasi produk, serta kurangnya pengetahuan dalam manajemen keuangan dan penggunaan teknologi informasi serta e-commerce. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan motivasi dan keterampilan pelaku usaha, pelatihan manajemen produk serta praktik produksi yang baik, pelatihan manajemen keuangan, strategi pemasaran melalui teknologi informasi dan e-commerce, serta sosialisasi. Workshop juga dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan SDM, keterampilan manajerial kewirausahaan, pengembangan produk, dan pendampingan dalam penggunaan teknologi informasi untuk pemasaran berbasis website e-commerce. Evaluasi manajemen usaha mitra menunjukkan bahwa pelatihan telah memenuhi harapan. Tingginya partisipasi mitra memberikan dampak positif pada program, meningkatkan motivasi dalam pelaksanaan kegiatan, pengetahuan pengelolaan keuangan, dan menghasilkan aplikasi e-commerce berbasis website yang kini dimanfaatkan oleh mitra untuk meningkatkan produksi.  Abstract. Community empowerment in the partner area has yet to reach its full potential, resulting in low income. On the other hand, the Sutera Sure Salaka group, which focuses on silk fabric production, has significant opportunities to advance the local economy. However, there are several challenges, such as the lack of motivation and skills of business actors, low production quality and quantity, lack of product standardisation, and lack of knowledge in financial management and the use of information technology and e-commerce. The proposed solutions include increasing the motivation and skills of business owners, training on product management and good production practices, financial management training, marketing strategies through information technology and e-commerce, and socialisation. Workshops were also conducted to improve motivation and human resource capabilities, entrepreneurial managerial skills, product development, and assistance in the use of information technology for e-commerce website-based marketing. Evaluation of partners' business management showed that the training had met expectations. The high participation of partners has a positive impact on the programme, increasing motivation in the implementation of activities, knowledge of financial management, and producing website-based e-commerce applications that are now used by partners to increase production.