cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PENINGKATAN KREATIVITAS DALAM PEMBUATAN KUE BERBAHAN BAKU TEPUNG SAGU PADA KAMPUNG BAINGKETE KABUPATEN SORONG murtingrum, Murtiningrum; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Mangallo, Bertha; Darma, Darma; Abu, Nur; Hasa, Muh. Fadli
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1850

Abstract

Sagu memiliki potensi sebagai sumber pangan kaya kalori dan karbohidrat yang setara dengan beras. Distribusi luas tanaman sagu di Indonesia menjadikannya bahan pangan alternatif potensial untuk produk seperti tepung sagu, sirup, kue, mie, dan bio-etanol. Preferensi konsumen terhadap produk sagu menjadi kunci dalam strategi pemasaran. Kampung Baingkete di Kabupaten Sorong memiliki potensi besar dalam sumber daya alam, terutama sagu yang telah menjadi bagian integral kehidupan masyarakat untuk produksi tepung sagu dan produk olahan tradisional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas pembuatan kue berbahan sagu, ekonomi lokal, dan pelestarian budaya. Metode meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan di Kampung Baingkete menghasilkan kue berbahan sagu seperti brownies sagu, kue gabus, chookies sagu coklat, dan chookies sagu keju. Kegiatan ini diharapkan menambah nilai ekonomi masyarakat, membuka pasar baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta melestarikan kearifan lokal dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK sebesar 55%.  Abstract. Sago has the potential as a high-calorie and carbohydrate-rich food source, comparable to rice. The wide distribution of sago plants in Indonesia makes it a viable alternative food source for products like sago flour, syrup, cakes, noodles, and bio-ethanol. Consumer preference for sago products is crucial for marketing strategies. Baingkete Village in Sorong Regency has significant natural resource potential, especially sago, which is integral to local life for sago flour and traditional products. The activity aims to enhance creativity in sago-based cake making, boost the local economy, and preserve local culture. Methods include socialization, training, demonstration, monitoring, and evaluation. Training in Baingkete Village produced sago-based cakes such as sago brownies, kue gabus, chocolate sago cookies, and cheese sago cookies. This activity is expected to add economic value to the community, open new market opportunities, increase local product competitiveness, and preserve local wisdom and sustainable natural resource use. Pre-test and post-test evaluations showed a 55% increase in the knowledge and skills of the PKK group.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN USAHA KRIPIK BAWANG BERBASIS EKONOMI KREATIF WARGA PANTI ASUHAN ABADI AISYIYAH KOTA PAREPARE Idrus, Irwan; Jumriani, Jumriani; Damis, Sariana; Ramli, Siti Nurhaliza; Sahlan, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2183

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk membekali warga panti asuhan dalam menumbuhkembangkan usaha mikro pelaku usaha kripik bawang berbasis ekonomi kreatif yang dilakoni oleh warga panti asuhan abadi Aisyiyya Kota Parepare. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya motivasi entrpreneurhip warga panti asuhan, kapabilitas sumber daya manusia, kurangnya pengetahuan dalam manajemen keuangan usaha serta minimnya skill dalam strategi pemasaran produk. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada warga panti asuhan abadi agar memiliki motivasi wirausaha yang tinggi, pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran produk. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha, serta strategi pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini adalah warga panti asuhan abadi memiliki motivasi wirausaha dengan membentuk satu unit usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan panti asuhan, mengetahui cara pengeloaan keuangan usaha serta strategi pemasaran produk.  Abstract. This community empowerment aims to equip orphanage residents in developing micro-enterprises of creative economy-based onion chip entrepreneurs carried out by residents of the Aisyiyya Abadi orphanage in Parepare City. The problems partners face are the low entrepreneurial motivation of orphanage residents, human resource capabilities, lack of knowledge in business financial management, and minimal skills in product marketing strategies. The solution and method in this PKM activity is to provide several series of structured and systematic training to residents of the Abadi orphanage so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management and know the product marketing system strategy. The stages of implementing the activity began with socialization through a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training in business financial management, and product marketing strategies. The results of this activity are that residents of the Abadi orphanage have entrepreneurial motivation by forming a business unit that can be a source of income for the orphanage, knowing how to manage business finances and product marketing strategies.
MENGEMBANGKAN MATERI PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN CANVA UNTUK PENDIDIKAN DI SMP Muh. Putra Pratama; Rigel Sampelolo; Topanus Tulak
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1843

Abstract

Pendidikan adalah salah satu pilar utama pembangunan masyarakat dan negara. Dalam konteks pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), materi pembelajaran yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Saat ini, teknologi telah menjadi bagian integral dari pendidikan, dan alat desain grafis seperti Canva memberikan peluang baru untuk menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan berdaya tarik. PKM bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran interaktif dengan menggunakan platform desain grafis Canva dalam konteks pendidikan di SMP. Metodologi pengembangan materi pembelajaran melibatkan analisis kebutuhan siswa, perancangan materi, dan implementasi dalam lingkungan kelas. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa penggunaan Canva dalam mengembangkan materi pembelajaran di SMP memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran. Materi pembelajaran yang dirancang dengan baik menggunakan Canva mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka memahami konsep pembelajaran dengan lebih baik. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk lebih berkreasi dalam mengajar. Melalui penerapan inovatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat SMP dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan di masa depan.  Abstract. Education is one of the main pillars of community and state development. In the context of junior high school education, engaging and interactive learning materials can improve the quality of the teaching and learning process. Nowadays, technology has become an integral part of education, and graphic design tools such as Canva provide new opportunities to create interesting and engaging learning materials. The PKM aims to develop interactive learning materials using the Canva graphic design platform in the context of junior high school education. The methodology of developing learning materials involves analyzing student needs, designing materials, and implementation in a classroom environment. The results of this PKM show that the use of Canva in developing learning materials in junior high school provides significant benefits in increasing students' interest in learning. Well-designed learning materials using Canva are able to increase student engagement and help them understand learning concepts better. In addition, this approach also provides an opportunity for teachers to be more creative in teaching. Through this innovative application, it is expected to improve the quality of education at the junior high school level and make a positive contribution to the development of education in the future.
PELATIHAN SERVICE EXCELLENT DAN PENINGKATAN KUALITAS KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT DESA WISATA COBAN BINANGUN Kukuh Sinduwiatmo; M Andi Fikri; Hendra Sukmana; Muhammad Royyanul Wahabi; Shinta Anastasya Putri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1529

Abstract

Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan pelayanan yang baik (prima) menuju masyarakat yang siap membangun desa melalui potensi wisata kepada perangkat desa dan masyarakat serta meningkatkan komunikasi yang efektif dalam menjalin hubungan personal di antara perangkat desa dan warga serta dengan masyarakat luar. Metode pengabdian yang digunakan yakni dengan memberikan pelatihan singkat serta simulasi tentang penerapan service excellent dan peningkatan kualitas komunikasi yang efektif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan service excellent pada masyarakat desa wisata Coban Binangun dilakukan dengan menyampaikan materi terkait dengan bagaimana dan apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat menciptakan service excellent atau pelayanan yang memuaskan pengunjung. Sedangkan pelatihan komunikasi efektif dilakukan dengan menekankan pada keterampilan presentasi formal, yang dapat ditingkatkan melalui berbagai latihan dan persiapan yang baik. Hal lain yang tidak kalah penting yakni keterampilan interpersonal yang dapat membantu mengembangkan hubungan personal antara pemandu wisata dan warga atau masyarakat desa wisata (dalam hal ini desa wisata Coban Binangun) dengan pengunjung desa wisata Coban Binangun.   Abstract. The purpose to provide excellent service training and improve effective communication in establishing personal relationships between village officials and residents as well as with outside communities. The service method used is by providing short training and simulation on the application of excellent service and improving the quality of effective communication. The results show that excellent service training in the community of Coban Binangun tourism village is carried out by delivering material related to how and what can be done to be able to create excellent service or service that satisfies visitors. Effective communication training is carried out by emphasizing formal presentation skills, which can be improved through various exercises and good preparation as well as interpersonal skills that can help develop personal relationships between tour guides and residents or communities of tourist villages with visitors to Coban Binangun tourist villages.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIMIKROBA BIJAK DAN RASIONAL SERTA PEMANFAATAN TANAMAN OBAT Marwati, Eri; Nasir, Muh
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1711

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di negara berkembang. Dengan berbagai masalah penggunaan antimikroba yang tidak tepat pada masyarakat yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terutama di wilayah yang kurang mendapatkan informasi yang jelas maka pentingnya dilakukan pendidikan kesehatan. Edukasi berlangsung selama 1 hari yang melibatkan masyarakat dan beberapa unsur. Kegiatan dimulai dengan pengukuran tingkat pengetahuan (pre test). Materi edukasi berupa definisi antimikroba, jenis antimikroba, penyebab resistensi, penggunaan antimikroba yang tepat dan tanaman obat yang lebih terfokus pada potensi alam yang memungkinkan untuk dapat dikembangkan di Kelurahan Takome. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melaksanakan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta selama pemaparan materi penyuluhan. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dengan kategori baik 11 % meningkat menjadi 89% setelah edukasi,  dan sebelum edukasi tingkat pengetahuan dengan kategori cukup 56% dan kurang 33% menurun menjadi 11% dan  0% setelah edukasi. Setelah melakukan edukasi penggunaan antimikroba yang benar dan rasional serta pemanfaatan tanaman obat, terjadi peningkatan pengetahuan  masyarakat.  Abstract. Infectious diseases are still an important public health problem, especially in developing countries. With various problems with inappropriate used of antimicrobials in the community caused by a lack of public knowledge, especially in areas where there is a lack of clear information, it is important to carried out health education. Education lasted for 1 day involving the community and several elements. The activity begins with measuring the level of knowledge (pre test). Educational material in the form of definitions of antimicrobials, types of antimicrobials, caused of resisted, appropriate used of antimicrobials and medicinal planted which was more focused on natural potential which allows them to be developed in Takome Village. Activity evaluation is carried out by carried out a post test to measured the level of knowledge of participants during the presentation of the extension material. The results obtained were an increase in the level of knowledge with a good category of 11%, increasing to 89% after education, and before education, the level of knowledge with a sufficient category of 56% and less than 33% decreased to 11% and 0% after education. After providing education on the correct and rational used of antimicrobials and the use of medicinal planted, there has been an increase in public knowledge.
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN GURU TERHADAP MANAGEMENT KONTEN EDUKASI BERBASIS DIGITAL BAGI GURU SDN 52 PANGKALPINANG Sugihartono, Tri; Putra, Rendy Rian Chrisna; Perkasa, Eza Budi; Sandro, Irsad Dwi; Indallah, Royhan; Alkayess, Ahmad Faqih
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1875

Abstract

Di era digital yang cepat, masyarakat Indonesia bertransisi dari konvensional ke masyarakat informasi, mengubah siklus budaya sehari-hari akibat informasi dari berbagai media. Dalam pendidikan dasar, anak-anak (siswa SD) kini kecanduan teknologi informasi, terutama bermain game di ponsel Android. Ini menjadi masalah di sekolah karena siswa lebih tertarik pada teknologi daripada metode pengajaran klasik. SDN 52 Pangkalpinang menghadapi tantangan untuk meningkatkan keterampilan teknologi guru agar dapat mengubah metode pengajaran menjadi lebih menarik berbasis teknologi, seperti multimedia pembelajaran. Setelah pelatihan dan workshop tentang konten edukasi digital, guru SDN 52 Pangkalpinang mampu mengaplikasikan pembelajaran ke dalam media berbasis teknologi. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan guru dalam pembuatan konten edukasi digital mencapai 75%. Diharapkan konten digital ini membuat siswa lebih semangat dan tertarik menyimak informasi pengetahuan. Abstract. In this fast-paced digital era, Indonesian society is transitioning from conventional to information society, changing daily cultural cycles due to information from various media channels. In primary education, young children (elementary students) are now addicted to information technology, particularly playing games on Android phones. This issue in schools results in students being more interested in technology than classical teaching methods. SDN 52 Pangkalpinang faces the challenge of enhancing teachers' technology skills to transform teaching methods into more engaging technology-based approaches, such as multimedia learning. After training and workshops on digital educational content, teachers at SDN 52 Pangkalpinang can implement technology-based learning media. The increase in teachers' ability and knowledge in creating digital educational content is 75%. Digital content is expected to make students more enthusiastic and interested in the knowledge provided.
INFRASTRUKTUR HIJAU DAN EKONOMIS BERBASIS TEKNOLOGI GEOPOLIMER UNTUK PERKUATAN LERENG PENCEGAH LONGSOR DI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KELURAHAN TALLANG SURA, TORAJA UTARA Rangan, Parea Rusan; Lura, Hans; Lasarus, Risa; Simatupang, Minson; Edwin, Romy Suryaningrat; R, Andi Khaeruni Khaeruni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2222

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi geopolimer sebagai solusi infrastruktur hijau dalam perkuatan lereng di Kelurahan Tallang Sura, Toraja Utara, yang terletak di daerah rawan longsor. Pengantar kegiatan ini melibatkan identifikasi masalah longsor yang sering terjadi akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan stabilitas lereng serta kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan material ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan pembuatan material geopolimer, dan penerapan langsung di lokasi yang telah ditentukan. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, sehingga mereka dapat belajar dan berkontribusi secara aktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan geopolimer berhasil meningkatkan stabilitas lereng hingga 30% dan tidak terjadi longsor di area yang diperkuat. Selain itu, masyarakat menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan ini di area lain.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa teknologi geopolimer tidak hanya efektif dalam mitigasi risiko longsor, tetapi juga berpotensi memberdayakan masyarakat dan mendorong praktik pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait.  Abstract. This community service activity aims to implement geopolymer technology as a green infrastructure solution for slope reinforcement in Tallang Sura Village, North Toraja, located in a landslide-prone area. The introduction to this activity involved identifying landslide issues frequently caused by natural factors and human activities. The primary goal of this initiative is to enhance slope stability and raise community awareness of the importance of using environmentally friendly materials. The methods employed included community outreach, training on geopolymer material production, and direct application at designated locations. Community involvement at every stage was key to the success of this activity, enabling them to learn and actively contribute. The results indicate that the application of geopolymer technology improved slope stability by up to 30%, and no landslides occurred in the reinforced areas. Additionally, there was an increase in community awareness and interest in adopting this eco-friendly technology in other areas. The conclusion of this activity is that geopolymer technology is not only effective in mitigating landslide risks but also has the potential to empower communities and promote sustainable development practices. Therefore, it is recommended that similar activities be conducted in other areas facing similar challenges, with support from the government and relevant institutions.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN PELAKU USAHA SARUNG TENUN SUTERA LIPA SAQBE DI DESA LERO KABUPATEN PINRANG Idrus, Irwan; Arodhiskara, Yadi; Arman, Arman; Damis, Sariana; Alfiyah, Alfiyah; Khadavy, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1700

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan usaha mikro di Kawasan nelayan khususnya pelaku usaha Sarung Tenun Sutra yang dilakoni oleh ibu-ibu rumah tangga untuk mendukung ekonomi keluarga nelayan. Permasalahan yang dihadapi  oleh mitra  adalah rendahnya motivasi dan kapabilitas sumber daya manusia pelaku usaha,  tampilan kemasan produk yang masih seadanya,  kurangnya pengetahuan dalam manajemen  keuangan usaha serta sistem pemasaran yang masih sederhana (konvensional) belum memanfaatan teknologi informasi/ media sosial secara optimal. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada ibu-ibu pelaku usaha Sarung Tenun sutra agar memiliki motivasi  wirausaha yang  yang tinggi,  pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran berbasis online. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha,   serta strategi pemasaran berbasis online. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaku usaha sarung tenun sutra lipa saqbe  memiliki peningkatan pengelolaan usaha, baik dari aspek motivasi wirausaha,  pengeloaan keuangan usaha serta telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sarung sutra.  Abstract. This community empowerment aims to develop micro businesses in fishing areas, especially the Silk Woven Sarong business carried out by housewives to support the economy of fishing families. The problems faced by partners are low motivation and capability of business actors' human resources, poor appearance of product packaging, lack of knowledge in business financial management, and a marketing system that is still simple (conventional) and does not utilize information technology/social media optimally. The solution and method for this activity is to provide several series of structured and systematic training to women in the Silk Woven Sarong business so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management, and know online-based marketing system strategies. The stages of implementing the activities begin with socialization in the form of a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training on business financial management, as well as online-based marketing strategies. The result of this activity is that lipa saqbe silk woven sarong business actors have improved business management, both in terms of entrepreneurial motivation and business financial management and have utilized social media to promote and market silk sarong products.
PELATIHAN BUDIDAYA SECARA ORGANIK UNTUK MEWUJUDKAN ETALASE TANAMAN OBAT KELUARGA DI DESA TANJUNGAN KABUPATEN MOJOKERTO Kartini, Kartini; Setyaningrum, Idfi; Hidayat, Ramdan; Pudjibudojo, Jatie K.
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2136

Abstract

Desa Tanjungan memiliki obyek wisata berbasis lingkungan dan budaya yaitu Ekowisata Waduk Tanjungan. Hal ini dapat menjadi daya tarik desa dan  menciptakan efek ganda pada aspek ekonomi. Namun sayangnya masyarakat belum mampu memanfaatkan potensi ini secara optimal. Ekowisata Waduk Tanjungan memiliki beberapa area yang belum termanfaatkan, oleh karenanya dapat digunakan untuk pembuatan spot baru yaitu Etalase Tanaman Obat. Program pendampingan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan mitra (tim penggerak PKK Desa Tanjungan dan BUMDesa Tanjung Asri) dalam membudidayakan tanaman obat secara organik dan menatanya secara estetik pada Etalase Tanaman Obat. Metode yang digunakan pada program pendampingan ini terdiri dari 5 tahap yaitu FGD, penyusunan program, koordinasi lanjutan, penyiapan materi, dan pelatihan budidaya tanaman obat. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mitra dari sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 17% (dari 71 menjadi 83) atau meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan dengan metode ceramah dan dengan menggunakan beberapa alat bantu (modul, materi ppt, dan pertanyaan pre-/pos-tes) dapat meningkatkan pengetahuan mitra terkait budidaya tanaman obat secara organik.
PEPENDAMPINGAN TEKNIS KEPADA IKM PENGECORAN LOGAM MITRA PRODUKSI TRAKTOR GENDONGPINGAN TEKNIS KEPADA IKM PENGECORAN LOGAM MITRA PRODUKSI TRAKTOR GENDONG Farid Rizayana; Muhammad Reza Hermawan
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1798

Abstract

PT. Kiputih Enjinering Inovasi adalah IKM yang memproduksi komponen otomotif dan alat pertanian. IKM ini merupakan salah satu Mitra IKM dalam memproduksi Traktor Gendong yang dihasilkan oleh Universitas Pasundan. Masalah utama dalam produksi Gear Housing komponen Traktor Gendong adalah: hasil yang tidak seragam, tampilan hasil masih kasar, waktu produksi lama dan biaya produksi relatif tinggi. Tahapan kegiatan dimulai dengan review design Gear Housing diikuti dengan merancang cetakan logam bersama Mitra. Simulasi dilakukan tim dan didiskusikan bersama mitra untuk mendapatkan masukan praktis. Hasil cetakan di uji coba dengan memproduksi beberapa gear housing. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas produk hasil dan desain alat bantu produksi.  Abstract. PT. Kiputih Engineering Innovation is an IKM that produces automotive components and agricultural equipment. This IKM is one of IKM's partners in producing Portable Tractors produced by Pasundan University. The main problems in the production of Gear Housing of Portable Tractor components are: non-uniform results, the display of results is still rough, the production time is long and the production cost is relatively high. The activity stage begins with a review of the Gear Housing design followed by designing a metal mold with IKM. The simulation was carried out by the team and discussed with partners to get practical input. The mold results in trials by producing several gear housings. The result of this activity is an increase in product quality, results and design of production tools