cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
GENDER LANGUAGE USED BY MAIN CHARACTERS IN HIDDEN FIGURES FILM Siti Seliyanti Aneira Husain; M. Bahri Arifin; Indah Sari Lubis
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5428

Abstract

ABSTRACT Language is a primary need in society and makes it really could not apart from every people and has become a part of our life. The study that is having a relationship between language and society is sociolinguistics. Sociolinguistics is a branch of linguistics that focuses on the study of language in society. Sociolinguistics covers many topics such as language and gender. Gender can be seen with how men and women play a role and act in society depends on their social and cultural provision and how they are raised to use language will affect how they behave. Gender language appears in many literary works, and one of them is Hidden Figures film. Hidden Figures film contains men and women’s language features and there are also the evidences that gender language exists in that film. This research focused on analyzing the features of gender language and the characteristics in gender language through descriptive qualitative research. The result of this research showed that there were eight women’s language features found and six men’s language features found by the researcher in Hidden Figures film. The researcher found women’s language features in Katherine’s utterance, those features are lexical hedges, tag question, rising intonation on declaratives, empty adjectives, intensifiers, superpolite forms, avoidance of strong swear words and emphatic stress. Then for men’s language features, it is found that there were six men’s language features in Al Harrison’s utterance, those features are minimal responses, hedges, question, command and directives, swearing and taboo language and compliments. In addition, the researcher also performed best characterizing in gender language in Hidden Figures film based on how many features appeared in two characters.Keywords: language and gender, men’s language, women’s language ABSTRAK Bahasa merupakan kebutuhan primer dalam masyarakat dan benar-benar tidak bisa lepas dari setiap orang karena telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kajian yang ada hubungannya antara bahasa dan masyarakat adalah sosiolinguistik. Sosiolinguistik adalah salah satu cabang ilmu linguistik yang berfokus pada kajian bahasa dalam masyarakat. Sosiolinguistik mencakup banyak topik seperti bahasa dan gender. Gender dapat dilihat dari bagaimana laki-laki dan perempuan berperan dan bertindak dalam masyarakat sesuai dengan ketetapan sosial dan budaya mereka, dan bagaimana mereka dibesarkan untuk berbahasa akan mempengaruhi bagaimana mereka  berperilaku. Bahasa gender muncul dalam banyak karya sastra, salah satunya adalah film Hidden Figures. Film Hidden Figures memuat fitur-fitur bahasa laki-laki dan perempuan dan juga terdapat bukti bahwa bahasa gender ada dalam film tersebut. Penelitian ini fokus pada analisis fitur bahasa gender dan karakteristik bahasa gender melalui penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan fitur bahasa wanita dan enam fitur bahasa laki-laki yang ditemukan oleh peneliti dalam film Hidden Figures. Peneliti menemukan fitur bahasa wanita dalam ucapan Katherine, fitur-fitur tersebut adalah hedge (terkungkung / terbatasi), menggunakan tag question, menaikkan intonasi dalam pernyataan, menggunakan empty adjectives, menggunakan intensifiers, menggunakan ragam bahasa yang (sangat) sopan, menghindari kata-kata makian, menggunakan penekanan empatik. Kemudian untuk fitur-fitur bahasa laki-laki, ditemukan enam fitur bahasa laki-laki dalam ucapan Al Harrison, fitur-fitur tersebut adalah respon minimal, hedge (terkungkung/ terbatasi), pertanyaan, perintah dan arahan, bahasa makian dan tabu dan pujian. Sebagai tambahan, peneliti juga menampilkan karakterisasi mana yang paling cocok dalam bahasa gender difilm bahasa gender berdasarkan banyaknya fitur yang muncul pada dua karakterKata kunci: Bahasa dan Gender, Bahasa Perempuan, Bahasa Laki-laki.
THE STUDY OF CONVERSATIONAL IMPLICATURE IN A STAR IS BORN MOVIE Febri Rhamadani, Siti Natasya; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5418

Abstract

ABSTRACT This thesis studies conversational implicature in A Star is Born Movie. A Star Is Born is a 2018 American romantic musical drama film starred by Cooper, Lady Gaga, Dave Chappelle, Andrew Dice Clay, and Sam Elliott. It tells story about a hard-drinking musician (Cooper) who discovers and falls in love with a young singer (Gaga). The research focuses on the conversations between characters in the movie. The objectives of the study are 1) to identify the conversational implicatures utterances on A Star Is Born movie, and 2) to analyze the conversational implicatures  which have additional meaning. This research is a qualitative research. To analyze the data, the study uses Grice’s theory of conversational implicature; Generalized conversational implicature and particularized conversational implicature. The result of the study shows that: First, there are 375 data containing conversational implicature. Those conversational implicature divided into two, generalized implicature and particularized implicature. From 375 conversational implicature, there are 220 utterance belong to generalized implicature and 155 utterances belong to particularized implicature. Second, all conversational implicature have additional meaning. It means, there are 375 data of conversational implicature have additional meaning.Keywords: implicature, conversation, movie ABSTRAK Penelitian ini membahas implikatur percakapan dalam sebuah film berjudul A Star is Born. Film ini adalah sebuah film  drama romantis dari Amerika yang dibintangi  oleh Cooper, Lady Gaga, Dave Chappelle, Andrew Dice Clay, dan Sam Elliot. Film ini menceritakan seorang pemain music yang suka minum-minuman keras (Cooper) yang bertemu dan jatuh cinta pada seorang penyanyi muda (Lady Gaga). Penelitian berfokus pada percakapan antar karakter dalam film. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi ujaran mana saja yang mengandung implikatur percakapan di film berjudul A Star Is Born, dan 2) menganalisa mana saja implikatur percakapan yang mempunyai makna tersirat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Untuk menganalisa data dipergunakan teori dari implikatur percakapan dari Grice, implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, ada 375 implikatur percakapan. Implikatur percakapan tersebut terbagi dua yaitu implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Dari 375 implikatur percakapan, ada 220 ujaran yang dikategorikan sebagai implikatur percakapan umum dan 155 ujaran yang termasuk implikatur percakapan khusus. Kedua, semua implilkatur percakapan mempunyai makna tersirat yang berarti bahwa ada 273 data implikatur percakapan yang mempunyai makna tersirat.Kata kunci: implikatur, percakapan, film
PENAMAAN PADA NAMA UNIK MAKANAN DI KOTA SAMARINDA: KAJIAN SEMANTIK Setiowati, Indah; Rijal, Syamsul; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5788

Abstract

Penelitian ini membahas nama unik makanan di Kota Samarinda menggunakan kajian semantik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana dasar penamaan pada nama unik makanan di Kota Samarinda, dan (2) bagaimana jenis makna pada nama unik makanan di Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dasar penamaan dan jenis makna yang terkandung pada nama unik makanan di Kota Samarinda. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dan termasuk pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, teknik catat, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam analisis data adalah teori dasar penamaan oleh Chaer (2013) dan teori jenis makna menurut Pateda (2010), untuk mengetahui dasar penamaan dan jenis makna pada nama unik makanan di Kota Samarinda. Dari proses pengumpulan data, nama unik makanan di Kota Samarinda ditemukan 6 data nama unik. Dari jumlah data tersebut didapatkan satu data yang berupa kata dan lima data berupa frasa yang kemudian dideskripsikan berdasarkan dasar penamaan dan jenis makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penetian ditemukan berupa dasar penamaan nama unik makanan di Kota Samarinda yang diberikan nama berdasarkan ciri khas makanan, keserupaan, dan pemendekan. Jenis makna pada nama unik makanan di Kota Samarinda  ditemukan data mengandung makna denotatif, makna konotatif, makna gramatikal, dan makna asosiatif. Dari analisis yang telah dilakukan, bahwa pemberian nama makanan di Kota Samarinda banyak memberikan nama makanan di luar dari nama asli makanan itu sendiri dan membuat nama makanan tersebut menjadi unik dan   lebih menarik.
A CRITICAL DISCOURCE ANALYISIS ON BARACK OBAMA FARAWELL ADRESS AT CHICAGO Pasande, Priskila Ekawati Anggana; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5754

Abstract

The area of this research is critical discourse analysis using the characteristics of the microstructure, superstructure, and macrostructural approaches by Van Dijk's theory. The object behind the research is Barack Obama last speech during his tenure as president of the United  States, which was held on January 10, 2017 at McCormick Place, Chicago, IIIinois. In his last speech, Barack Obama expressed his gratitude to those who have been very supportive. He is during his tenure as president. In his speech, Barack Obama also discussed a lot about his message to the youth of the United States to be more active in contributing to the progress of the United States, and discussed a lot about the social and economic problems of the United States. Public Speaking by Barack Obama deserves to be studied and his clear and systematic way of speaking is the reason for researchers to research it, to find out what ideology is conveyed in his speech. This research focused on identifying the characteristics of the microstructure, superstructure, macrostructure, and ideologycal approaches contained in Barack Obama speech using a qualitative approach method. The results of this study indicate that ideologies of liberalism and ideologies of socialism. From these data, the researcher found that the ideology of liberalism was mostly contained in Barack Obma speech.
METAFORA DALAM KUMPULAN CERPEN KENANG-KENANGAN SEORANG WANITA PEMALU KARYA W.S. RENDRA Allobua', Wanti; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.6708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi metafora yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra. Kumpulan Cerpen tersebut memuat banyak penggunaan gaya bahasa terutama metafora. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang teridentifikasi sebagai bentuk metafora. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dan langkah menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian dalam kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra ditemukan bentuk metafora antropomorfik,  kehewanan, pengabstrakan, dan sinestetis, serta makna yang dikandung dalam setiap bentuk metafora, yakni makna leksikal dan gramatikal. Hasil analisis menunjukkan Rendra lebih banyak memilih bentuk metafora antropomorfik, yaitu menghidupkan sesuatu yang tidak bernyawa dengan cara membandingkan tubuh, sifat, maupun kebiasaan manusia ditransfer ke sesuatu yang tidak bernyawa, sehingga bernilai estetis dan pendeskripsian suasana lebih indah dan kreatif. Fungsi Metafora ditemukan fungsi informasi, fungsi ekspresif, dan fungsi direktif. Fungsi informasi lebih banyak digunakan untuk menyampaikan informasi yang mengandung ide, keyakinan, kekhawatiran dan kemarahan. Selain penggunaan bentuk metafora, ditemukan juga beberapa data yang berhubungan dengan penggunaan gaya bahasa lainnya, seperti simile dan hiperbola.
ANALYSIS OF EINAR’S NEEDS IN THE DANISH GIRL FILM USING MASLOW’S THEORY Katedral Velty Nila; M. Natsir; Setya Ariani
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6219

Abstract

The research discusses the main character’s needs in a movie titled The Danish Girl. The Danish Girl tells the story of Einar Wegener, a painter who decided to be transgender after he became a woman model for the painting of his wife, Gerda. He became two different people incorporated in a body. First, he was a talented painter and a great husband. Second, he was Lili Elbe, an elegant woman who was the model of Gerda’s painting. The research aims to find out how Einar met his needs in life using Maslow’s Hierarchy of Needs theory. The research applies a qualitative research method and the findings are presented in descriptively. The research finds that Einer Wegener managed to meet his needs for physiological needs, security, love and belonging, and esteem. The findings reveal that Einar Wegener failed to meet the self-actualization need. The researcher finds that Einar Wegener wanted to complete his transformation to be a woman to secure a happier and more comfortable life. When Einar transformed into Lili following, Einar no longer painted and buried Einar’s biggest talent as a painter. He merely focused to make a total transformation to be Lili following his decision for surgery. At last, he passed away before fulfilling his need to be a real woman. Therefore, it can be concluded Einer failed to meet his self-actualization need.    
VARIASI BAHASA DALAM PENJUALAN ONLINE DI GRUP FACEBOOK ‘BUSAM’: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK Fretiagrisah Fretiagrisah; Mursalim Mursalim; Purwanti Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5429

Abstract

Variasi bahasa dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan lisan berupa penawaran yang digunakan oleh penjual saat menjual barang hasil produksi kepada pembali. Penelitian ini menganalisis bentuk variasi bahasa dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya variasi bahasa dalam penjualan online di grup Facebook BUSAM. Tujuan penelitian yaitu: mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dalam penjualan pakaian di grup Facebook BUSAM, mendeskripsikan faktor-faktor terjadinya variasi bahasa dalam penjualan pakaian di grup Facebook BUSAM. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Pendekatan penelitian  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak, teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, teknik catat, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Teknik penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif. Berdasarkan hasil dan analisis data, ditemukan variasi bahasa dari segi penutur yang dilihat dari idiolek dan dialek. Terdapat variasi bahasa dari segi keformalan yaitu, ada gaya atau ragam santai (kasual), dan gaya atau ragam akrab (intimate). Terdapat variasi bahasa dalam penjualan online di grup Facebook BUSAM karena adanya peristiwa tutur yang tejadi dalam proses penawaran oleh sepuluh penjual pakaian. Faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa dalam penjualan online di grup Facebook BUSAM yaitu: disebebkan karena faktor situasional, faktor bilngualisme, faktor umur, faktor fisik, dan faktor jenis kelamin.
RACIAL DISCRIMINATION TOWARDS AFRICAN-AMERICAN IN LANGSTON HUGHES’S SELECTED POEMS Tarukallo Wilson; Nasrullah Nasrullah; Jonathan Irene Sartika Dewi Max
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5632

Abstract

This study analyzes three poems written by Langston Hughes entitled As I Grew Older, Dinner guest; me and I Dream a World poems. Being an African- American author who experiences many discrimination in his life, he illustrates or recounts about the case of racial discrimination clearly in his many works. Langston Hughes’s works tell us about slavery and inequality between African-American and White-American, he does not only try to make the works that criticize the phenomenon of African-American people who suffer from suppression, racial separation but also describes his hopes and dreams to be free and equal like White-American. The aim of this study, first, is to find out racial discrimination described by Langston Hughes which is reflected on his poems and second, is to reveal how is poet’s life when he was experiencing discrimination by analysing his poems. In answering the research questions, the researcher uses a discrimination theory by Sergio Romero and several theories such as, the element of poetry which is applied to describe the racial discrimination happened in poems; and the theories of socio-cultural historical approach and Jim Crow Law on racial discrimination which are applied to reveal how the racial discrimination experienced by Langston Hughes is reflected in his As I Grew Older, Dinner guest; me and I Dream a World poems. Based on the analysis, the findings revealed out that racial discrimination described in Hughes’s poems is real. Through Hughes’s poems, the researcher knows that African-American got bad treatments such as; being considered as second citizen in society, mistreated at the table dinner, treating as non-equal in society. Hughes tries to tell his experiences of being threatened due to his racial ethnicity by writing poems and this is clearly revealed to the reader throughout his poems.
TEACHING VOCABULARY TO YOUNG LEARNERS USING FLASHCARDS Firdausah, Amatul; Sari, Dina Merris Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.6029

Abstract

Teaching vocabulary using flashcards media can help students’ to improve abilities, especially in vocabulary. In this research, the researcher describes the use of flashcards to young learners. Flashcards can help students’ to remember new vocabulary that is still foreign to young learners and make teaching vocabulary with flashcards media to make the learning process more fun and not boring for students’. The study employs qualitative research design.  The population in this research involved of this research 11th grade students of  MA Islamiyah Candi. 25 students. The instrument used by the researcher was a observation checklist and a rubric score. In the observation checklist that observes teacher and students activities from beginning to end of using flashcard to increase English vocabulary.  In collecting the rubric score data by assessing the results of using flashcard to increase English vocabulary the average score that students got is 74,4 .  Based on these data we can know from that Teaching Vocabulary To Young Learners Using Flashcards good and students also gave a positive response to this media.  The aim is to describe the application of flashcards media to students and to describe the result of Teaching Vocabulary To Young Learners Using Flashcards.
THE UNFAIR TREATMENT ISSUES TOWARDS AFRICAN-AMERICAN WOMEN AS PORTRAYED IN HIDDEN FIGURES FILM Sari, Indah; Surya, Satyawati; Muhajir, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5628

Abstract

This study describes the types of gender discrimination and racial discrimination that are obtained by African-American women characters the in Hidden Figures film. In order to describe the two unfair treatments, this study uses two theories such as Lorber’s gender inequality and Miles’ racism. The research design was descriptive qualitative. The data of this study were taken from Hidden Figures film in the forms of words and scenes related to the two concerns of unfair treatment. This study found eight data of gender discrimination and ten data of racial discrimination that were obtained by the three African-American women characters of Hidden Figures film. The result of this study showed that: (1) Katherine obtained the treatments of gender discrimination through educational and cultural aspects and racially discriminated through the institutional and ultimately teleological racisms; (2) Dorothy obtained the gender discrimination treatments through the aspect of culture and racially discriminated by the institutional and ultimately teleological racisms; and (3) Mary obtained the gender discrimination treatments through the educational, cultural, and racial aspects and racially discriminated by the institutional racism. This study concludes that the three African-American women experience unfair treatments in two forms which are the gender discrimination and racial discrimination.