cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Transforming Value of National Character Through Nahdlatul Ulama Organization In Perspective of Civic Education Rizqi, Ascosenda Ika; Sapriya, Sapriya; Abdulkarim, Aim; Sundawa, Dadang
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11484

Abstract

Civic education becomes a curriculum with the aim of forming good, intelligent citizens as well as value education. One of the roles of civic education is through community civics. Community Civics has a character that is not value-free, specifically in the context of the community can encourage young citizens as pioneers of national independence. Community Civic is through community organisations. The role of community organisations (CSOs) is necessary because it can help maintain the sovereignty of the country as a whole. The community organisation that plays a role in maintaining national values is Nahdlatul Ulama (NU). The presence of community organisations is present because Indonesia's problems now lead to an order that is not in line with the values of life in citizens and the presence of community organisations is expected to help maintain the sovereignty of the country as a whole. Community organisations can be relevant to Community Civic Education which aims to form citizens who are proud of their own nation. This research method is discussed from an ethnographic point of view in order to analyse a group along with the behaviour in their daily lives. The results of the concept of transformation of the value of Civic Education in the form of national values that can be actualised in the Nahdlatul Ulama (NU) organisation are 5 of them: Reform Value, Balance Value, Tolerance Value, Good Citizen Value and Moderate Thinking Value.
Pendidikan Karakter dalam Tradisi Gelar Bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Arifin, Syaiful; Indrahastuti, Tri; Setyawati, Meita; Ulwatunnisa, Marwah; Azmi, Muhammad
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11486

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mencerminkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam masyarakat Kutai. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kutai Kuno kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang memiliki tradisi turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol status sosial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, serta penghargaan terhadap jasa individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gelar seperti Aji, Awang, dan Encek memiliki makna historis dan sosial yang mendalam, di mana setiap gelar diberikan berdasarkan keturunan, jasa, atau peran dalam pemerintahan kesultanan. Selain itu, praktik budaya seperti Beseprah menegaskan prinsip kesetaraan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Meskipun modernisasi mengubah persepsi terhadap sistem gelar, nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai bagian dari identitas budaya. Oleh karena itu, integrasi nilai warisan budaya dan tradisi lokal dalam pendidikan formal dan nonformal menjadi penting untuk memperkuat karakter generasi muda dan menjaga warisan budaya Kutai agar tetap lestari dalam masyarakat yang terus berkembang.
Perkuatan Toleransi Mahasiswa melalui Integrasi Nilai Adat Moi Sorong Papua dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Ihsan, Ihsan; Sapriya, Sapriya; Malihah, Elly; Fitriasari, Susan; Pramita, Roni Andri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai budaya masyarakat Moi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai strategi untuk memperkuat toleransi mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan tokoh adat sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap penerapan nilai-nilai budaya Moi dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya Moi, seperti solidaritas, kebersamaan, dan saling menghormati, secara signifikan meningkatkan sikap toleransi mahasiswa serta memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya mereka. Selain itu, lingkungan pembelajaran berbasis budaya lokal memberikan mahasiswa keterampilan berpikir kritis dan pemahaman lebih mendalam tentang keberagaman dalam konteks akademik dan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat adat, untuk memastikan implementasi pendidikan berbasis budaya yang lebih luas dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal tidak hanya dapat diterapkan di masyarakat Moi tetapi juga berpotensi diadopsi dalam berbagai konteks pendidikan lainnya di Indonesia guna membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Relasi Tradisi Kelaci dalam Meminang Perempuan Di Desa Adat Kedisan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Dewi, Ni Komang Ratih Kumala; Lestari, Anak Agung Adi; Kariyasa, I Made; Prami, Ida Ayu; Atmiprihartini, Marta Dwi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11529

Abstract

Tradisi kelaci dilakukan dalam meminang perempuan di Desa Adat Kedisan Kecamatan Kintamani. Tradisi ini dilakukan dengan membayar sejumlah hewan yang ditetapkan oleh Desa Adat. Pembayaran kepada Desa berpotensi munculnya pemikiran negatif yang menempatkan perempuan sebagai obyek dalam perkawinan sehingga perlu melakukan upaya untuk menghindari potensi negatif tersebut. Tujuan penelitian dispesifikkan untuk mengantisipasi pemikiran negatif melalui penguatan pemahaman nilai kebaikan tradisi kelaci. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang bersumber dari wawancara dan observasi. Hasil dalam penelitian menemukan bahwa pembayaran beberapa ekor babi yang saat ini dapat dinominalkan dalam bentuk uang bertujuan untuk membayar kewajiban bermasyarakat di desa. Pembayaran ini dimasukkan ke kas desa untuk dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik bagi masyarakat di desa. Nilai-nilai kebaikan dalam pelaksanaan tradisi kelaci berhubungan dengan makna dalam prosesinya untuk menguatkan keharmonisan rumah tangga. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pemikiran negatif adalah meningkatkan peran pedulu-pedulu dalam pelaksanaan kelaci untuk memberikan wejangan atau petuah kepada pengantin mengenai makna-makna dalam pelaksanaan tradisi.
Nilai-Nilai Keteladanan Pangeran Hidayatullah Untuk Penguatan Karakter Mahasiswa Mansyur, Mansyur; Budimansyah, Dasim; Wahyu, Wahyu; Nurdin, Encep Syarief
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11535

Abstract

Nilai-nilai karakter di kalangan mahasiswa saat ini menunjukkan gejala pelunturan yang signifikan, ditandai krisis moral seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, serta merosotnya semangat nasionalisme. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai kejuangan Pangeran Hidayatullah dan mengkaji efektivitas penerapan model keteladanan dalam proses internalisasi nilai pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi partisipatif, wawancara mendalam, angket/kuesioner serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga nilai utama kejuangan Pangeran Hidayatullah yang relevan untuk dijadikan contoh teladan, yaitu nilai keberanian, religiusitas, dan solidaritas. Penerapan model keteladanan terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan aktualisasi nilai kejuangan mahasiswa dalam aktivitas akademik dan non-akademik. Simpulan penelitian bahwa model keteladanan berbasis nilai-nilai kejuangan Pangeran Hidayatullah efektif sebagai strategi pendidikan karakter di perguruan tinggi.
Evaluasi Peningkatan Karakter dan Kapasitas Organisasi melalui Model Kirkpatrick bagi Pengurus Koperasi di Banjarmasin Ratumbuysang, Monry Fraick Nicky Gillian; Budimansyah, Dasim; Atmono, Dwi; Nurdin, Encep Syarief
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11569

Abstract

Koperasi di Banjarmasin sedang mengalami kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya. Kurangnya pendidikan koperasi khususnya pelatihan bagi pengurus dan anggota tentang perkoperasian juga membuat permasalahan baru khususnya bagi pengurus. Pelatihan yang pernah diadakan dianggap tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan karakter dan kapasitas organisasi melalui Model Kirkpatrick. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Kirkpatrick melibatkan empat level evaluasi: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pelatihan (level 1), dan terjadi peningkatan pemahaman terkait penguatan karakter (level 2). Pada implementasi perubahan perilaku (level 3) terdapat dukungan dari organisasi dan dukungan waktu pelatihan. Pada level hasil (level 4), terdapat hasil yang efektif terhadap peningkatan kinerja koperasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan desain pelatihan, seperti penguatan materi praktis dan pemantauan berkelanjutan, guna memastikan keberlanjutan perubahan yang diharapkan.
Peran Katekese Persiapan Krisma dalam Pembentukan Karakter dan Moral Umat di Dekenat Kota Malang Darianto, Darianto; Tarihoran, Emmeria
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11619

Abstract

Perubahan sosial yang pesat serta perkembangan teknologi di era digital membawa tantangan besar bagi pembentukan karakter dan moral umat, terutama generasi muda yang semakin terpapar berbagai pengaruh eksternal. Dalam konteks ini, katekese persiapan Krisma memiliki peran strategis dalam memperdalam pemahaman iman, menanamkan nilai-nilai moral, serta meningkatkan kesadaran etis penerima Sakramen Krisma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana katekese persiapan Krisma dapat berkontribusi terhadap transformasi iman yang terwujud dalam pembentukan karakter dan moral umat di Dekenat Malang Kota. Menggunakan metode survei kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari responden yang telah mengikuti program katekese secara intensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman ajaran iman, tetapi juga memperkuat kesadaran etis, membangun sikap moral yang lebih baik, serta menanamkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari peserta. Selain itu, pendekatan katekese yang transformatif dan kontekstual terbukti mampu mendorong keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja maupun dalam kehidupan sosial. Studi ini menawarkan perspektif baru mengenai efektivitas katekese dalam membentuk karakter umat, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kurikulum katekese yang lebih inovatif, relevan, dan berorientasi pada tantangan zaman.
Dinamika Moral Pekerja Gig di Era Digital: Studi Prekariat di Tangerang Selatan Diyana, Nurdiyana
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11690

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pekerja gig economy di Kota Tangerang Selatan dengan menelaah tantangan dan peluang yang dihadapi dalam era ekonomi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap 30 pekerja gig di tujuh kecamatan, yakni Pamulang, Ciputat, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Setu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pekerja gig mengalami ketidakpastian kerja, terbatasnya akses jaminan sosial, serta ketidakadilan dalam sistem kerja berbasis algoritma. Mayoritas tidak memiliki kontrak kerja formal, sehingga rentan terhadap eksploitasi dan tidak memperoleh perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Sistem algoritma platform digital yang tidak transparan sering merugikan pekerja dalam pembagian order dan besarnya potongan komisi. Di sisi lain, ekonomi digital memberikan peluang berupa fleksibilitas waktu, peningkatan pendapatan, dan pengembangan keterampilan. Pekerja dapat mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan pribadi serta memperoleh tambahan penghasilan melalui kerja lembur atau order ekstra. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi inklusif serta perlindungan sosial yang memadai, sekaligus peningkatan transparansi sistem platform digital, agar pekerja gig dapat menikmati haknya dan berkontribusi optimal dalam perekonomian digital. Kebijakan publik yang tepat sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pekerja.
Pengaruh Nilai-Nilai Religiusitas Terhadap Resiliensi Diri Penyandang Disabilitas di Kota Malang Wahyuni, Sri; Desa, Maria Vianti; Teti, Agustinus Hermesto Putra
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11696

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh nilai-nilai religiusitas terhadap resiliensi diri penyandang disabilitas di Kota Malang. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Eks Post Facto dengan teknik analisis regresi untuk mengukur hubungan antar variabel.  Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nilai-nilai religiusitas terhadap resiliensi diri penyandang disabilitas. Berdasarkan hasil perhitungan statistik Uji T diperoleh nilai t hitung untuk variabel nilai-nilai religiusitas (X) terhadap resiliensi diri penyandang disabilitas (Y) sebesar 5.567 > 0,396 (r tabel) dan dengan signifikansi 0,001 ˂ 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak, Dengan demikian dapat dikatakan terdapat pengaruh variabel nilai-nilai religiusitas terhadap resiliensi diri penyandang disabilitas sebesar 57%. Hasil  57 berada pada rentang korelasi koefisiensi 0,41-0,70 yang artinya korelasinya sedang atau moderate. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi para pemeran komunitas keagamaan untuk meningkatkan kesejahteraan rohani penyandang disabilitas dan membuka fakta baru untuk intervensi berbasis agama yang lebih efektif dan lebih inklusif sesuai dengan kondisi penyandang disabilitas
Moral Conflict: Balancing Human Rights and Worship Regulation in Indonesia Lolong, Wenly Ronald Jefferson; Timomor, Adensi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11705

Abstract

Religious freedom is a part of human rights that must be granted to every individual as a person living in a free country. The constitution guarantees the freedom to practice one’s religion as stated in Article 29, paragraph (2) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Many practices violate religious freedom, and individuals face obstacles and violence in performing their worship. This research aims to examine the causes of violations of freedom of worship, factors contributing to intolerance, and the state's role in protecting victims of such violations. Using normative legal research methods, it focuses on identifying key issues and analyzing legal frameworks. The Indonesian Constitution guarantees religious freedom and the right to worship, as outlined in Article 28E and Article 29 of the 1945 Constitution. Despite this, intolerance in worship practices persists due to a lack of understanding and acceptance of diversity, which is seen as a divine creation rather than human choice. Contributing factors include economic inequality, legal injustices, political interests, differences in customs and doctrines, education gaps, and social disparities.