cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Pola Aktivisme Gerakan Sosial Organik Save Meratus Sebagai Gerakan Moral di Kalimantan Selatan Fahlevi, Reja; Sunarso, Sunarso; Hasno, Hasno
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11793

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui pola aktivisme Gerakan sosial organik Save Meratus sebagai Gerakan Moral di Kalimantan Selatan. Gerakan ini muncul sebagai respon dari menurunya jumlah hutan meratus dan semakin maraknya tukar guling lahan dengan Perusahaan tambang. Gerakan sosial save meratus merupakan Gerakan sosial organik dilihat dari karaktertisik dan pola aktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dengan beberapa narasumber, observasi ke media sosial, dan studi dokumentasi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa pola aktivisme Gerakan Save Meratus dilakukan dengan tiga bentuk pola aktivisme yakni Pola aktivisme kolektif (luring) dengan bentuk melakukan advokasi, sosialisai dan aksi. Pola aktivisme konektif dengan bentuk melakukan kampanye, framing di media sosial dalam rangka untuk mendapatkan simpatisan dan memperluas jaringan Gerakan. Pola aktivisme hybrid, pola ini merupakan pola perpaduan atau alternatif antara pola kolektif dan konektif. Penelitian ini sangat perlu sebagai bagian dari bentuk perlawanan warga negara dan wujud gerakan moral lingkungan terhadap kebijakan yang dirasa merugikan masyarakat khususnya masyarakat atau warga negara yang tinggal disekitar hutan meratus.
Integrasi Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai Moral dalam Meningkatkan Kesadaran K3 di Industri Rahayu, Yayuk Muji; Suyato, Suyato; Setiawati, Setiawati
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan industri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan analisis berbagai sumber akademik dan regulasi terkait K3. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai PKn, seperti tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap rekan kerja, tanggung jawab, kepatuhan hukum, partisipasi aktif, dan solidaritas sosial, diyakini dapat berperan dalam membentuk budaya keselamatan kerja secara signifikan meningkatkan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan, mengurangi risiko kecelakaan, serta membangun lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.Teori Konstruktivisme Sosial dan Theory of Planned Behavior digunakan untuk menjelaskan bagaimana interaksi sosial dan sikap positif terhadap K3 mempengaruhi kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang program pelatihan K3 yang efektif, dengan menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan sebagai bagian dari budaya organisasi.
Ekosofi Masyarakat Kei Maluku Tenggara dan Kontribusinya Bagi Lingkungan Berkelanjutan Ohoiwutun, Barnabas; Farneubun, Longginus
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11831

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas ekosofi masyarakat Kei Maluku Tenggara dan kontribusinya bagi usaha pelestarian dewasa ini. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah apakah arti ekosofi Kei dan kontribusinya? Menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi teks dan metode penulisan deskriptif-analisis, penelitian ini menemukan bahwa masyarakat kepulauan Kei memiliki tradisi dan kebiasaan yang baik dalam menjaga hubungan antara manusia dan lingkungan. Tradisi dan kebiasaan ini dilandaskan pada paradigma filosofis yang kuat, yakin kesadaran yang mendalam akan kesatuan antara manusia dan alam. Alam, yang diciptakan Tuhan, merupakan sumber hidup karena itu manusia memiliki tanggung jawab untuk memeliharanya. Manusia adalah bagian integral dari alam. Keduanya saling terhubung, saling bergantung dan saling memengaruhi. Demikian, peran manusia adalah sebagai penjaga dan pemelihara dan bukan perusak alam. Bertolak dari hasil ini, penelitian ini berharap dapat berkontribusi pada setiap diskursus filosofis tentang ekosofi Kei. Lebih dari itu, penelitian ini berkehendak menarik kontribusinya pada upaya menjamin lingkungan berkelanjutan dewasa ini.
Pengembangan Media Pembelajaran PKn dengan Pendekatan Dilema Moral Berbasis Android Berbantuan Augmented Reality Hodriani, Hodriani; Halking, Halking; Dharma, Surya; Nainggolan, Mangido; Junaidi, Junaidi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11832

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya literasi budaya dan kewargaan mahasiswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam memahami dilema moral dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis dilema moral dengan bantuan teknologi Augmented Reality (AR) guna memperkuat literasi budaya dan kewargaan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall berupa analysis design, development, implementation, and evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata 4,5 dari ahli materi dan 4,45 dari ahli media, yang keduanya termasuk kategori “Sangat Baik.” Penilaian dari praktisi pembelajaran juga menunjukkan hasil positif. Keseluruhan data membuktikan bahwa media pembelajaran ini layak untuk diujicobakan lebih lanjut sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang kontekstual dan berbasis dilema moral untuk meningkatkan literasi budaya dan kewargaan.
Analisis Nilai-Nilai Ada Tongeng sebagai Basis Pengembangan Pembelajaran Kearifan Lokal Berkarakter di Sekolah Dasar Hermuttaqien, Bhakti Prima Findiga; Manggau, Arifin; Sayidiman, Sayidiman
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11833

Abstract

Konsep ada tongeng mengandung nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan dasar.  Tujuan penulisan ini untuk menganalisis nilai-nilai ada tongeng sebagai basis pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar yang berkarakter melalui perspektif budaya dan Pendidikan global. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis komponensial, analisis taksonomi dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 rincian domain sebagai klausul utama dalam prinsip ada tongeng dan memuat nilai karakter utama yakni kejujuran dan integritas, terdapat 3 rincian domain sebagai bentuk pesan kepada pemimpin dengan nilai moral keutamaan kebijaksanaan, pengertian, empati, pengendalian diri dan pencarian kebenaran. Berdasarkan hasil analisis tema kultural ditemukan bahwa nilai-nilai ada tongeng dapat membantu pembentuk karakter siswa yang berakhlak, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ada tongeng tidak hanya memiliki relevansi budaya tetapi juga aplikatif dalam konteks kehidupan masyarakat Bugis saat ini, dan berdasarkan analisis taksonomi ditemukan bahwa nilai Ada tongeng diterapkan dalam dua konteks utama yakni kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan. Nilai ada tongeng dapat dijadikan basis pengembangan model pedagogik kontekstual maupun konten kurikulum muatan lokal yang adaptif dengan konteks masyarakat modern.
Relevansi Filsafat Pendidikan Pragmatisme dalam Kurikulum Merdeka bagi Pengembangan Karakter Peserta Didik Samho, Bartolomeus; Princessa, Manuella
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11835

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filsafat pendidikan pragmatisme dalam Kurikulum Merdeka. Metode dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan studi literatur, yang dilengkapi dengan data empiris hasil wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, yakni dengan mengkaji beberapa buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang relevan dan wawancara dengan sejumlah guru. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa prinsip-prinsip pragmatisme seperti pembelajaran berbasis pengalaman, pemecahan masalah, pembelajaran berbasis proyek, serta pendidikan yang berpusat pada peserta didik memiliki relevansi yang kuat dengan konsep Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, kemandirian, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia sejalan dengan orientasi pragmatisme dalam pendidikan, khususnya dalam mengembangkan karakter peserta didik yang berpikir kritis, adaptif, dan kolaboratif. Kajian ini juga menemukan bahwa peran guru/dosen mengalami pergeseran paradigmatik dari sekadar pemberi materi menjadi fasilitator pembelajaran yang mendorong eksplorasi, inovasi, dan kemandirian peserta didik. Sebagai implikasinya, penguatan pendekatan berbasis proyek dan asesmen autentik mengoptimalkan pengembangan karakter peserta didik, sehingga mampu menjadi individu yang kreatif, mandiri, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Studi Fenomenologis tentang Stigma Disabilitas, Norma Sosial, dan Dinamika Masyarakat di Malang Selatang, Fabianus; Jelahu, Timotius Tote; Maradhita , Maria
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11845

Abstract

Disabilitas seringkali dipandang sebagai aib menjadi tantangan besar dalam mewujudkan inklusi sosial. Pertanyaannya ialah bagaimana norma sosial dan struktur komunitas mempengaruhi proses inklusi anak disabilitas di Malang? Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana norma sosial dan struktur komunitas memengaruhi proses inklusi anak disabilitas. Peneliti menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data dari 6 orang tua dari A/OBK dan 4 anak disabilitas di Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahap horizontaling, clustering of meanings, dan textural description. Hasilnya menunjukkan bahwa relasi sosial keluarga dengan anak disabilitas dan komunitas bersifat dinamis dapat berubah melalui pengalaman emosional dan kedekatan relasional, bukan semata ditentukan oleh stigma yang bersifat tetap. Temuan ini memperkenalkan konsep ambivalensi komunitas sebagai ruang dan sumber eksklusi maupun inklusi sosial terhadap disabilitas. Hal ini membuka perspektif baru bahwa inklusi tidak selalu hadir secara penuh atau jelas, tetapi melalui proses negosiasi sosial yang kompleks. Kontribusi artikel ini pada pengembangan gagasan tentang ambivalensi struktural komunitas terhadap disabilitas dan menawarkan perspektif baru tentang transformasi sosial berbasis relasi dan pengalaman langsung, bukan hanya berbasis intervensi institusional atau kebijakan.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Kearifan Lokal: Relevansi Konsep Doi’ Pallawa Wanua dalam Pembentukan Karakter Bangsa Sudirman, Muh; Mustaring, Mustaring; Rasyid, Muh. Haras
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam tradisi Doi’ Pallawa Wanua serta relevansinya terhadap pembentukan karakter bangsa. Permasalahan ini penting dikaji dalam konteks upaya memperkuat karakter bangsa berbasis moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Doi’ Pallawa Wanua mengandung nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap otoritas, tanggung jawab sosial, ukhuwah, tawakkul, dan ta’awun. Nilai-nilai tersebut mencerminkan keterpaduan antara norma adat dan ajaran Islam, serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter kolektif masyarakat Bugis. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme pendidikan informal yang mentransmisikan nilai-nilai moral lintas generasi. Temuan ini menegaskan bahwa Doi’ Pallawa Wanua dapat diposisikan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan nilai keislaman yang relevan untuk penguatan karakter bangsa dalam kerangka pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Moral Considerations of Students in Taking Online Loans: Between Needs and Desires Wati, Ratna Kartika; Kusbandiah, Ani; Amarini, Indriati
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11857

Abstract

This study examines students' morality in decision-making regarding online loans. The purpose of this study is to identify factors that influence students' decisions to take online loans and analyze the role of morality in this process. This study uses a combination of qualitative and quantitative methodologies, aiming to provide deeper insights into the social and economic impacts of online loans on students. Data collection techniques include surveys, in-depth interviews, and case study analysis. In the context of the increasingly widespread phenomenon of online loans, especially among students, this study identifies several factors that influence their decisions to borrow. This study also links its findings to the Theory of Planned Behavior (TPB) and Moral Theory. Individual and collective morality play an important role in decision-making regarding online loans. Collective morality, which includes the norms and values ​​of social groups, also influences online loan decisions. Students' involvement with online loans has a significant impact. In the short-term, students often experience stress and anxiety due to debt pressure. In the long-term, it can disrupt education and create a cycle of poverty.
Memprediksi Kepemimpinan Unggul Melalui Nilai-nilai Kearifan Lokal : Studi Pada Pemimpin Organisasi di Wilayah Malang Raya Pasla, Peter Remy Yosy; Sahertian, Pieter; Asepta, Uki Yonda
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11868

Abstract

Kepemimpinan unggul merupakan elemen krusial dalam keberhasilan organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Di tengah tuntutan hadirnya pemimpin yang adaptif dan visioner, nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat Indonesia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai dasar pembentukan kepemimpinan unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh nilai-nilai kearifan lokal terhadap kepemimpinan unggul dalam konteks organisasi di Indonesia. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei terhadap 250 pemimpin dari berbagai sektor publik dan swasta di Wilayah Malang Raya. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner untuk mengukur persepsi penerapan nilai-nilai lokal dan atribut-atribut kepemimpinan unggul, seperti kemampuan menciptakan visi strategis, ketahanan dalam menghadapi perubahan, dan integritas pribadi. Data dianalisis menggunakan Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh langsung variabel bebas kearifan lokal terhadap kepemimpinan unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga nilai kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan unggul. Temuan ini memberikan bukti bahwa nilai budaya lokal tidak hanya sebagai warisan sosial, tetapi juga aset strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi.