cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Moralitas Persidangan Perkawinan di Bawah Umur Dalam Penguatan Kualitas Perkawinan Di Kota Denpasar Anom, I Gusti Ngurah; Hengki, I Gusti Bagus; Vijayantera, I Wayan Agus; Putra, I Kadek Aditya Anggara; Suartini, Ni Made
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11202

Abstract

Bermula dari fenomena sing beling sing nganten di Bali yang berdampak pada terjadinya perkawinan di bawah umur di Kota Denpasar mengakibatkan munculnya permohonan perkawinan di bawah umur pada lembaga peradilan di Kota Denpasar. Kehamilan di luar perkawinan berpotensi dikabulkannya permohonan perkawinan dibawah umur di Pengadilan. Tujuan penelitian dispesifikkan untuk menjelaskan moralitas persidangan perkawinan di bawah umur dalam upaya menguatkan kualitas perkawinan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang bersumber dari wawancara, observasi, maupun kuesioner. Hasil dalam penelitian menemukan bahwa kehamilan di luar perkawinan menjadi latar belakang mengajukan permohonan perkawinan di bawah umur pada Lembaga Peradilan di Kota Denpasar. Moralitas persidangan permohonan perkawinan di bawah umur terlihat pada peran dan tanggung jawab hakim dalam memberi nasehat perkawinan serta memberikan edukasi dampak perkawinan di bawah umur. Tujuannya adalah untuk memberikan kebahagiaan yang sejati dalam menguatkan kualitas perkawinan yang tergolong prematur. Hal ini juga mencerminkan sistem penegakan hukum yang dilakukan sebagai penegakan hukum yang progresif, dimana Hakim selain berintegritas dalam menjalankan tugasnya tentu juga harus bermoral baik dalam menjunjung tinggi nilai keadilan. 
Pendidikan Keluarga Melalui Keberagaman Berbasis Nilai-Nilai Pancasila untuk Mewujudkan Sekolah Damai di Kota Bekasi Istianah, Anif; Darmawan, Cecep; Sundawa, Dadang; Fitriasari, Susan; Mazid, Sukron
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan keberagaman yang muncul akibat globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Pola pendidikan keluarga di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa, yang berkontribusi pada penurunan persatuan, toleransi, dan kerukunan sosial. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis keluarga-keluarga yang berhasil mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi praktis dan strategis dalam membentuk generasi yang toleran, berkarakter damai, dan siap menghadapi keberagaman dalam masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas nasional tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural. Dengan menjadikan keluarga sebagai unit pendidikan pertama, model ini berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang damai, dari lingkup keluarga hingga sekolah, dan pada akhirnya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Challenges in Integration Value of Personality and Organizational Culture: Impacts on Behavior and Performance Sriwardiningsih, Enggal
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11315

Abstract

Beberapa variabel, seperti integrasi nilai-nilai kepribadian karyawan dan budaya organisasi, menekankan dampak kolektifnya terhadap perilaku dan kinerja organisasi, yang diterapkan di Perusahaan X. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana ciri-ciri kepribadian, seperti kehati-hatian dan keterbukaan, di samping elemen budaya seperti inovasi dan orientasi hasil, mempengaruhi perilaku penting termasuk kerja tim, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi efektif, yang penting untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Dengan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) pada data survei yang dikumpulkan dari 50 karyawan, penelitian ini mengidentifikasi hubungan langsung dan tidak langsung di antara variabel-variabel tersebut, dengan perilaku organisasi yang memediasinya. Kami menemukan tujuh temuan menurut data yang berjalan. Variabel nilai kepribadian, nilai organisasi, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Keunikan penelitian ini adalah perilaku organisasi menjadi intervensi melalui kinerja, yang mana penelitian lain masih menyalahgunakannya. Penting untuk menyelaraskan proses rekrutmen dengan budaya organisasi, mendorong kolaborasi, menerapkan pelatihan yang ditargetkan, dan menerapkan sistem evaluasi kinerja yang transparan. Penelitian tersebut merekomendasikan penanaman budaya yang berorientasi pada hasil, melibatkan karyawan dalam inisiatif kolaboratif, dan menetapkan program pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat keselarasan antara nilai-nilai individu dan tujuan organisasi.
Transnational Ideologies: A Threat to Values of Pancasila and National Character of Indonesian Citizens Abroad Mulyadi, Dian Muhammad Johan Johor; Nurdin, Encep Syarief; Ruyadi, Yadi; Najib, Agus Mohammad; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11362

Abstract

Indonesian citizens abroad are vulnerable to being influenced by foreign ideologies that are contrary to Pancasila, both those that lead to radicalism-terrorism, those exposed to communism-atheism, and those that show liberalism-westernism. The purpose of this study is to compare various groups of Indonesian citizens abroad, especially Indonesian migrant workers in Tawau, Malaysia, and to analyze how exposure to the above-mentioned transnational ideologies impacts their understanding of Pancasila values and threatens their national character after returning to Indonesia. In this study, an autoethnographic methodology was used. The results of this study are to force the Indonesian Government to create a strategy to protect Indonesian citizens abroad. This strategy will be called the Internationalization of Pancasila Ideology Development. The conclusion of this study is that without implementing the Pancasila Internationalization strategy for Indonesian citizens abroad, the transnational ideological values that are contrary to the Pancasila they adhere to upon returning from abroad will be forcibly disseminated as has happened recently, causing unrest and security disturbances in Indonesia.
Eksistensi Nilai Kewarganegaraan Ekologis Berbasis Kearifan Lokal di Masyarakat Pesisir Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Kiptiah, Mariatul; Wahyu, Wahyu; Akhyar, Zainul; Elmy, Muhammad; Huda, Nurul
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11364

Abstract

Kebudayaan Indonesia adalah seluruh budaya lokal yang ada di setiap daerah di Indonesia. Eksistensi berarti adanya sesuatu yang ada, sesuatu yang mempunyai kenyataan, sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada untuk menjadi sempurna. Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki potensi pariwisata, pertanian, perikanan, dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan mendalami fenomena alam dan keberadaan sumber daya alam dalam mengkonstruksi nilai kewarganegaraan ekologis berbasis kearifan lokal di masyarakat pesisir. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir mempraktikkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan pemanfaatan limbah menjadi penghasilan tambahan. Kearifan lokal tercermin dari penggunaan alat tradisional seperti sampan dan jaring, memastikan eksploitasi sumber daya alam tidak merusak lingkungan. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai identitas moral masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pemerintah, masyarakat dan para ilmuwan terus berupaya menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat pesisir yaitu gotong-royong dan kerjasama dengan melibatkan generasi muda dalam menciptakan dan memelihara kearifan lokal melalui pendidikan untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga kesadaran terhadap lingkungan hidup.
Representasi Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Mandai Ulu Taon Masyarakat Mandailing Rokanhulu Provinsi Riau Prayogi, Ryan; Komalasari , Kokom; Sundawa , Dadang; Rahmat, Rahmat; Masyitoh, Iim Siti
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11371

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam tentang representasi nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Kaiti sebagai upaya mempertahankan karakter bangsa, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan generasi muda akan nilai-nilai karakter dalam tradisi mandai ulu taon. Penelitian ini dilaksanakan di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokanhulu, Provinsi Riau. Sedangkan narasumber penelitian dalam penelitian ini melibatkan Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh budaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, pelaku budaya, Pemerintah Desa dan Kecamatan Serta Masyarakat Desa Kaiti. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Desa Rambah Tengah Barat meliputi tahapan dari tradisi mandai ulu taon yang meliputi tahapan persiapan mandai ulu taon (nilai musyawarah, nilai kebersamaan, nilai peduli lingkungan, nilai kepercayaan), tahapan malaksanaon mandai ulu taon (nilai gotong royong, nilai tanggung jawab, nilai kesenian, dan nilai rasa bangga budaya daerah), tahapan pangaluon mandai ulu taon (nilai religius, nilai cinta damai dan nilai toleransi).
The Effect of Entrepreneurship and Character Learning on Student Entrepreneurial Interest in Makassar City Syam, Agus; Jufri, Muhammad; Sikar, Muhammad Alfa; Sudarmi, Sudarmi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11382

Abstract

This study aims to examine the impact of entrepreneurship education and entrepreneurial character on the entrepreneurial intention of students in Makassar City. Entrepreneurship education in Indonesia faces significant challenges in the era of the Fourth Industrial Revolution, where most of the material taught is still theoretical and less applicable to the current generation's practical needs. Research shows that students desire more practical learning, such as business internships and digital technology training, that align with market developments. In Makassar, with a high unemployment rate among university graduates, entrepreneurship education is expected to create a generation capable of competing and creating jobs, especially through the rapidly growing Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector. This study employs an explanatory quantitative approach with regression analysis to test the influence of entrepreneurship education and entrepreneurial character on entrepreneurial intention. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and documentation with a Likert scale. The results show that both factors have a significant impact, with entrepreneurial character contributing more to students' entrepreneurial intentions. Therefore, strengthening entrepreneurship education in higher education is crucial to fostering students' entrepreneurial intentions and competencies.
Preserving Pancasila Through Values and Character in Cultural Citizenship of Plural Communities Wiratomo, Giri Harto; Sundawa, Dadang; Kristiono, Natal; Nugraheni, Edwindha Prafitra
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11433

Abstract

This research is based on the importance of civic culture by maintaining Pancasila values. The uniqueness of this research is the practice of civic culture in the village to maintain Pancasila values through Pancasila conservation. One of the villages that maintains this citizenship culture is the Genting village, Semarang district, Central Java province. The purpose of this research is to explore the culture of citizenship in the Genting community as a form of conserving Pancasila values, supporting and inhibiting factors, as well as efforts made to preserve Pancasila values as a civic culture. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Retrieval of research data using observation, in-depth interviews, Forum Group Discussion, and documentation. The results and discussion of this study are the practice of citizenship culture by conserving Pancasila values, which means caring for, maintaining and maintaining Pancasila values. The good practice of civic culture in the multicultural community of Genting Village, namely the citizenship tradition as a socio-cultural action by preserving the citizenship culture through agro-tourism, cultural tourism, culinary tourism, and spiritual tourism.
Multicultural Class Program as a Means of Strengthening Pancasila Character at Bakti Karya Vocational High School Ibrahim, Galuh; Nurdin, Encep Syarief; Mupid, Mupid; Ruyadi, Yadi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11457

Abstract

Multicultural education and the cultivation of Pancasila values are important elements in building an inclusive and tolerant national character in Indonesia. This study analyzes the implementation of Pancasila values in the multicultural class program at the Bakti Karya Parigi Vocational High School (SMK). This article aims to explore the cultivation of Pancasila values at SMK Bakti Karya Parigi through a multicultural class program. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The study's results show that the multicultural classroom program has successfully incorporated Pancasila values into students' daily lives. This has led to positive changes in how they behave toward cultural diversity, such as becoming more independent, working together, and tolerant. The study concludes that multicultural classroom programs have proven to be effective in introducing and practicing Pancasila values in students' lives, both in the school environment and in their social interactions. It's clear from this study that there needs to be a curriculum document to make sure that the multicultural classroom program works with the national goals of building character through Pancasila values in secondary schools.
Pendidikan Karakter dan Nilai dalam Tradisi “Matah Bunga” pada Sub suku Dayak Iban Sebaruk Juri, Juri; Sundawa, Dadang; Komalasari, Kokom
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11458

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan karakter, nilai dan budaya lokal yang ada di Indonesia. Dimana pendidikan karakter, nilai dan budaya dewasa ini menjadi isu sentral yang menarik untuk dikaji dari berbagai disimplin ilmu. Hal ini dikarenakan pendidikan karakter dan nilai yang dikemas dalam budaya dinilai mampu menjadikan generasi mendatang mencintai budaya mereka (budaya lokal) dan nusantara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendidikan karakter dan nilai dalam budaya lokal, khususnya bagi kalangan Dayak Iban Sebaruk yang dikemas dalam tradisi ‘Matah Bunga’. Tradisi ini tidak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sarana pendidikan informal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, penghormatan terhadap alam, roh leluhur, Petara (Tuhan) dan kebersamaan (equality). Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bagaimana tradisi tersebut dijalankan dan diinternalisasi oleh masyarakat, serta implikasinya terhadap pengembangan karakter, nilai dan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tradisi seperti Gawai Adat Matah Bunga ini dapat menjadi salah satu sarana bagi warga dalam bersilaturahmi, menjalin kebersamaan dan memupuk persaudaraan dalam menjaga budaya lokal.