cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 3 (2025)" : 235 Documents clear
Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Ecosmart Farming dalam Mengubah Limbah Pembalut untuk Budidaya Tanaman dan Upaya Carbon Capture Berbasis Iot Fatmawati, Lilis; Ikhtisholiyah, Ikhtisholiyah; Rusmanto, Didik Eko; Yaqin, Nur; Widayanti, Ameliya; Masyrofi, Mohammad Iqbal Faza
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20799

Abstract

Background: Sanitary pads are one of the main necessities for women during menstruation, which generally occurs every month. Industrial cities such as Gresik have high levels of air pollution due to emissions from factories. The implementation of an IoT-based EcoSmart Farming program can help improve air quality through greening and improve soil quality with better planting media. The objectives of this activity are to increase knowledge and skills in sanitary napkin waste management and food safety, as well as plant monitoring with IoT sensors through a website. Methods: This activity consists of training, including education, demonstrations, discussions, and question and answer sessions. The activity began with SAP preparation and a contract with the Cerme Lor Village. The implementation stage started with a pre-test questionnaire, education on sanitary napkin waste management and food safety. This was followed by simulations and demonstrations of sanitary napkin waste management and how to monitor plants with IoT sensors. At the end of the activity, participants were asked to fill out a post-test questionnaire. Results: The activity resulted in an increase in the knowledge and skills of PKK mothers in sanitary napkin waste management and how to monitor plants with IoT sensors. The overall category of participants' knowledge improved from poor to adequate and good. Conclusion: This activity is a first step towards improving the health of PKK mothers in Cerme Lor Village through independent sanitary napkin waste processing, enabling health cadres to intervene quickly to reduce plastic waste.
Pemberdayaan Guru SMK Melalui Kurikulum Digital dan Teknologi CAD/CAM Berbasis Design for Manufacturing (DfM) pada Praktikum Pemesinan di SMK MedikaCom Bandung Arliyanto, P Yudi Dwi; Rivandi, Merdieco; Sari, Marta Hayu Raras Sita Rukmika; Yushardian, Hamdi Akmal; Wibowo, Rifky Budiarto; Yusuf, Rifqi Akmal; Shandra, Olivia Ferisca; Debora, Fransisca; Arridho, Ilham Ali; Khoerunnisa, Ahshonat; Setiawan, Aan Eko; Amhar, Usamah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20800

Abstract

Background: Vocational education plays a crucial role in preparing competent graduates who meet industry needs. SMK MedikaCom Bandung, as a Center of Excellence school, continuously strives to enhance teacher competencies to improve the quality of graduates who can be absorbed into the workforce and to serve as a model for other vocational schools. The Department of Mechanical Engineering at SMK MedikaCom Bandung seeks to strengthen both teacher and student understanding of CAD/CAM technology through the application of CNC machines, supported by training and the integration of a (DfM)-based curriculum. Methods: The activities were conducted on August 22 and 27, 2025, through several stages, including socialization, FGDs, teacher training on DfM, development of digital teaching modules, and student mentoring in product-based projects. Evaluation was carried out using pre- and post-test instruments to measure differences in participants’ knowledge and skills before and after the program. Results: The test results indicated that all variables had p-values < 0.05, signifying a significant improvement. Teachers showed an increase in their understanding of CAD/CAM applications on CNC machines from 80% to 90% and in their knowledge of Project-Based Learning (PjBL) and Teaching Factory methods from 70% to 85%. Students also demonstrated improved comprehension of CNC utilization in non-conventional machining learning from 75% to 93%. Conclusions: The community service program effectively enhanced teachers’ and students’ mastery of CAD/CAM technology and their understanding of DfM. These outcomes support the implementation of an industry-based digital curriculum and strengthen the relevance of vocational school learning to workforce demands.
Sosialisasi Kontekstual Nilai Kehidupan Para Kudus dalam Bingkai Kitab Suci dan Tradisi Gereja Un Bria, Florens Maxi; Abatan, Yofince; Abuk, Yolanda; Abatan, Kasmirus
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20804

Abstract

Background: Iman Katolik berakar pada Kitab Suci dan Tradisi Gereja yang menghadirkan para kudus sebagai teladan hidup Kristiani. Namun, banyak umat masih kurang memahami peran para kudus, sehingga menimbulkan miskonsepsi dalam devosi dan praktik iman. Di Bali, di mana umat Katolik dan Protestan menggunakan Gereja Oikumene secara bergiliran, persoalan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan iman yang inklusif dan ekumenis. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Stasi St. Longginus Kepaon, Paroki Roh Kudus Denpasar-Bali, dengan melibatkan 30 peserta dari latar belakang pendidikan yang beragam. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) dan Community Based Research (CBR) melalui tahapan observasi awal, penyusunan materi kontekstual, ceramah interaktif, visualisasi hidup para kudus, refleksi kelompok kecil, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil: Program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman iman umat, dari rata-rata nilai pre-test 56,3% menjadi 80,3% pada post-test, atau meningkat 24%. Peningkatan tertinggi tampak pada pemahaman tentang communio sanctorum, pembedaan antara penghormatan dan penyembahan, serta penerapan teladan para kudus dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Pendekatan partisipatif dan kontekstual terbukti efektif dalam memperdalam aspek kognitif dan praksis iman. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini mendorong umat untuk menghidupi nilai kekudusan dalam komunitas basis serta memperkuat semangat ekumene di Bali. Model ini dapat direplikasi di paroki lain sebagai strategi pendidikan iman yang kontekstual, aplikatif, dan transformatif.
Penguatan Kapasitas Guru Menuju Sekolah Inklusi Adaptif dan Berkelanjutan di SMAN 3 Tangerang Selatan Masbukhin, Faizal Akhmad Adi; Abidin, Achmad Anwar; Risnawati, Erna; Fauziah, Nurul Isra; Sausan, Inas
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20809

Abstract

Latar belakang: Pendidikan inklusi merupakan agenda global dan nasional untuk menjamin hak belajar semua anak tanpa diskriminasi. Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan SMAN 3 Tangerang Selatan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami, menerima, dan mendukung keberagaman peserta didik, khususnya anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Pemberdayaan guru SMAN 3 Tangerang Selatan melalui model Scaffolding-Oriented Pedagogical E-Media (SCOPE) agar mampu mewujudkan sekolah inklusi yang adaptif dan berkelanjutan. Metode: Kombinasi pendidikan masyarakat, pelatihan tatap muka, advokasi, dan difusi ipteks yang disertai pembelajaran asinkronus melalui platform MolecuLearn pada Juli–Agustus 2025. Hasil: Rata-rata nilai peserta meningkat dari 6,46 menjadi 8,62 (kenaikan 33,5%), 63% guru menyelesaikan kursus daring, 85% menuntaskan tugas analisis situasi peserta didik, dan 96% menyatakan MolecuLearn memudahkan akses materi. Observasi lapangan memperlihatkan perubahan perilaku guru dalam pengelolaan kelas inklusi dan modifikasi kurikulum. Kesimpulan: SCOPE efektif meningkatkan kompetensi guru dan mengubah budaya sekolah menuju inklusivitas. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan penguatan fitur teknologi.
PKM Edukasi dan Konservasi: Pengenalan Ekosistem Mangrove bagi Siswa Sekolah Dasar Berbasis Virtual Reality sebagai Media Pembelajaran Interaktif Daesusi, Ruspeni; Wahyudi, Dedy; Suher, Suher; Rusdiyanti, Ekita; Solikah, Amanat
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20813

Abstract

Background: Indonesia, as a coastal country, possesses abundant biological resources, among which the mangrove ecosystem plays a crucial role in maintaining ecological balance, protecting coastlines, and providing habitats for marine life. However, the younger generation’s understanding of the ecological functions of mangroves remains limited, including in Bulak District, Surabaya City. The Community Empowerment Partnership Programme (PKM) on Mangrove Ecosystem Education based on Virtual Reality (VR) was implemented at SD Muhammadiyah 9 Surabaya with the aim of enhancing students’ environmental literacy and improving teachers’ capacity in utilizing digital learning media. Methods: This programme involved socialization, teacher training, VR media implementation, mentoring, and evaluation through student pre-tests and post-tests. Results: The results indicated a significant improvement in students’ understanding of mangrove ecosystems, as reflected by higher post-test scores compared to pre-test scores. Teachers also demonstrated enhanced skills in operating VR media and designing participatory learning activities. Conclusions: Active collaboration among the community service team, schools, and committees contributed to the programme’s success and ensured the sustained use of VR media as an innovative learning strategy. Overall, the integration of VR in environmental education has proven effective, positively impacting students’ ecological literacy, teacher competency development, and sustainable technology-based learning models in coastal areas.
Edukasi Kader dan Skrining Risiko Putus Obat TB di Wilayah Pesisir Pontianak Fitriangga, Agus
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20816

Abstract

Background: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir seperti Kota Pontianak. Putus obat menjadi tantangan serius yang menurunkan keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko resistensi obat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi masalah tersebut melalui upaya kolaboratif dan inovatif dengan memberdayakan kader kesehatan. Metode: Kegiatan PKM dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan kader, pendampingan pasien, serta skrining risiko menggunakan instrumen praktis. Evaluasi dilakukan dengan tes sebelum dan sesudah bagi kader serta penerapan instrumen pada pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam, Pontianak Timur. Hasil: Sebanyak 15 kader kesehatan dan 20 anggota keluarga pasien TB mengikuti pelatihan, dengan peningkatan skor rata-rata 22–24 poin. Dari 32 pasien TB yang didampingi, 8 pasien (25%) teridentifikasi berisiko tinggi putus obat, 15 pasien (47%) berisiko sedang, dan 9 pasien (28%) berisiko rendah. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif berdasarkan peningkatan skor pengetahuan kader sebesar 22–24 poin, peningkatan pemahaman keluarga hingga 50%, serta keberhasilan deteksi dini 100% pasien berisiko putus obat. Meningkatnya kapasitas kader, memperkuat dukungan keluarga, dan mengurangi stigma, sekaligus menghasilkan instrumen skrining yang praktis. Model intervensi berbasis komunitas ini dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dan mendukung pencapaian target eliminasi TB 2030.
Inovasi Sabun Cair Berbasis Air Nira sebagai Strategi Mitigasi Kriminalitas Karang Taruna Desa Meranti Arsyad , Karlena; Arviani, Arviani; Amin, Nur Silfiah; Muksin, Atmal; Abdullah, Ria Kurniawati; Rahman, Zifran Nur; Ahmad, Nur Afni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20822

Abstract

Background: Desa Meranti merupakan penghasil nira aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi sabun cair berbasis air nira sebagai upaya mitigasi kriminalitas melalui pemberdayaan Karang Taruna di Desa Meranti. Sabun cair pencuci piring berbahan dasar air nira ini dirancang untuk memberikan solusi ekonomi sekaligus mengurangi angka kriminalitas dengan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Metode: Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan pendekatan yang komprehensif melalui tiga tahap utama: (1) Observasi awal untuk memahami potensi dan kebutuhan masyarakat setempat serta kondisi yang ada terkait dengan pengembangan produk sabun cair berbasis air nira. (2) Tahap Sosialisasi yang meliputi edukasi mengenai teknik pembuatan sabun cair berbasis air nira serta pendampingan kewirausahaan (3) Tahap Pelatihan dan Pendampingan, yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan dan formulasi bahan. Hasil: peningkatan signifikan pada seluruh dimensi penilaian, dengan kenaikan lebih dari 15% pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan sabun cair berbasis air nira dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha baru. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan air nira sebagai produk sabun cair bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kapasitas kewirausahaan lokal secara berkelanjutan. Sehingga dapat memberikan kontribusi pada penurunan tingkat kriminalitas di Desa Meranti.
Pelatihan Inovasi Olahan Singkong Kekinian untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan PKK Bumijo Kulon Kota Yogyakarta Riyadh, Luthfi Riyadh Rahman; Restiana, Reza; Suparmanto, Nova
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20825

Abstract

Background: Community empowerment through the utilization of local food potential is an essential strategy to support economic independence, particularly for underprivileged women groups. This Community Service Program aimed to enhance the skills of PKK Bumijo Kulon members in processing cassava (Manihot esculenta Crantz) into contemporary food products with higher economic value while equipping participants with business management and digital marketing skills. Method: The implementation method applied a participatory approach through preparation, training, hands-on practice, mentoring, and evaluation stages. The program was conducted over two days, with digital marketing training on the first day and cassava processing practice on the second day, producing innovative products such as cassava cheese sticks, cassava with milk, chocolate cassava chips, and cassava “lumpur surga.” Results: The results indicated improvements in participants’ knowledge and skills in product innovation and the use of social media for promotion. Evaluation using questionnaires showed an average score of 3.5–3.8 (out of 4), reflecting a high satisfaction level. Conclusion: This program effectively improved technical skills, entrepreneurial motivation, and contributed significantly to strengthening the local economy.
Pelatihan Pembuatan Sabun Batang Dari Minyak Jelantah Sebagai Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Bagi Masyarakat Didaerah Majalengka Suryani, Elma; Nanda, Elsa Vera; Allanas, Edith; Febriani, Fazila Windy; Mardiah, Musyahadah Rodiatam; Hafizh, Ahmad
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20830

Abstract

Pendahuluan: Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan. Di Desa Majalengka Kulon, tingginya angka kemiskinan dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah menjadi tantangan tersendiri. Studi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun sebagai solusi terhadap pencemaran lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. Metode: Pendekatan partisipatif melalui pelatihan pembuatan sabun berbasis minyak jelantah, sosialisasi dampak lingkungan, serta dokumentasi kegiatan dalam bentuk publikasi ilmiah dan media massa. Hasil: Masyarakat mampu mengelola minyak jelantah menjadi sabun padat yang layak dan bernilai jual, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap dampak lingkungan dari limbah minyak goreng. Kesimpulan: Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dapat menjadi solusi terpadu dalam mengatasi pencemaran lingkungan dan memberdayakan ekonomi masyarakat desa.
Gerakan Loka Vora: Model Pemberdayaan Kelompok BPNT melalui Agroponik Sayuran Berbasis Biostimulator Cangkang Telur untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rasmiati, Rasmiati; Adiansyah, Romi; Asfar, Andi Muhammad Irfan Taufan; Asfar, Andi Muhamad Iqbal Akbar; Nurdin, Nurdin; Arfiani, Rezha
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20836

Abstract

Background: Ketahanan pangan berbasis gizi seimbang merupakan tantangan utama bagi kelompok penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), khususnya di Desa Pitumpidange, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Hasil observasi awal mengidentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu ketergantungan terhadap konsumsi makanan instan, rendahnya pengelolaan limbah rumah tangga berupa cangkang telur, serta belum adanya inovasi pemanfaatan limbah sebagai biostimulator alami. Potensi limbah cangkang telur di Desa Pitumpidange mencapai lebih dari 330 kg per tahun yang belum termanfaatkan. Metode: Program ini menerapkan metode Community Based Learning (CBL) melalui tiga tahapan pelaksanaan, yaitu planning, training by doing, dan mentoring and supervision. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam proses perencanaan, pelatihan, dan pengelolaan sumber daya lokal. Hasil: Hasil implementasi program menunjukkan bahwa 80% mitra mampu memproduksi biostimulator secara mandiri dan 78% berhasil menanam sayuran dengan mengaplikasikan hasil pelatihan. Evaluasi berbasis Theory of Planned Behavior dan Love and Care for Nature Scale memperlihatkan peningkatan pemahaman dan efikasi diri sebesar 32%, dengan 85–88% mitra menunjukkan sikap positif terhadap perilaku ramah lingkungan, serta 92% memberikan respon positif terhadap kemanfaatan program. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa Gerakan Loka Vora efektif dalam mentransformasi masyarakat konsumtif menjadi produktif dan berwawasan ekologis, serta mendukung pencapaian SDGs poin 2 dan 15 melalui peningkatan ketahanan pangan dan pengelolaan limbah berkelanjutan.