cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 4 (2025): Agustus" : 117 Documents clear
PENINGKATAN PEMAHAMAN KADER NASYIATUL AISYIYAH TENTANG PENGELOLAAN OBAT AMAN MELALUI EDUKASI DAGUSIBU BERBASIS KOMUNITAS DI KABUPATEN LAMONGAN Sakti, Aditya Sindu; Negara, Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma; Mayangsari, Fransisca Dita; Rokhman, Abdul; Fadel, Muhammad Nurul; Zuhri, Mukhammad Syaifuddin; Imtiyaaz, Moh Thaariq Zelda; Setianingsih, Elfrida Rosselly; Nurin, Eka Filza; Mutamimah, Siti; Adhimi, Cici Sayyidatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32002

Abstract

Abstrak: Pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman dan rasional masih rendah, berpotensi meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader Nasyiatul Aisyiyah tentang konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) agar mereka dapat menjadi agen perubahan dalam edukasi kesehatan komunitas. Penyuluhan berbasis komunitas dilakukan terhadap 49 kader di Desa Blawi, Lamongan, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan kader setelah intervensi,sebanyak 68% kader mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluahan berbasis komunitas ini. Mayoritas peserta juga menyatakan kepuasan terhadap metode edukasi yang diterapkan. Edukasi berbasis komunitas melalui kader terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait pengelolaan obat yang tepat.Abstract: Public awareness of safe and rational drug management remains low, increasing the risk of Drug-Related Problems (DRPs). This program aimed to enhance the knowledge of Nasyiatul Aisyiyah cadres on DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, Dispose) so they can act as community health educators. A community-based counseling session was conducted for 49 cadres in Blawi Village, Lamongan, with pre-test and post-test evaluations. The results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge, with 68% of the cadres showing increased understanding following the intervention. Most participants also expressed satisfaction with the educational method applied. Community-based education through cadres has proven effective in improving health literacy related to proper drug management.
PROGRAM PEER SUPPORT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI KECAMATAN TILANGO Yulianingsih, Endah; Z, Sri Nurlaily; Tompunuh, Magdalena Martha; Mohamad, Selvi; Anasiru, Mohamad Anas; Luawo, Herman P.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31967

Abstract

Abstrak: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang rendah merupakan salah satu penyebab utama tingginya prevalensi anemia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD melalui pendekatan peer support yang melibatkan remaja sebagai pendamping sebaya (peer educator). Dalam pelaksanaan program ini, penguatan soft skill menjadi fokus utama agar remaja putri tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk membangun jejaring dukungan yang efektif. Melalui program peer support, remaja putri dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi efektif, Kemampuan public speaking selain itu program ini menumbuhkan sikap empati dan kepedulian sosial, sehingga remaja dapat menjadi pendukung emosional bagi teman-temannya yang mengalami hambatan dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Penguatan soft skill ini diharapkan dapat membentuk karakter remaja yang komunikatif, suportif, dan bertanggung jawab dalam membangun budaya sehat di lingkungan mereka. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tilote, Kecamatan Tilango dengan melibatkan 30 remaja putri sebagai peserta dan 6 di antaranya sebagai peer educator. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan, diskusi kelompok, serta pendampingan mingguan oleh teman sebaya. Evaluasi dilakukan melalui pre-posttest sebanyak 15 pertanyaan dan observasi perilaku konsumsi TTD. Hasil menunjukkan peningkatan kepatuhan dari 30% menjadi 76,7%, serta peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58,3 menjadi 85,6. Selain itu, penguatan soft skills seperti komunikasi dan kerja sama kelompok juga mengalami peningkatan sebesar 60%. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan peer support efektif dalam membentuk perilaku sehat pada remaja putri dan dapat direplikasi untuk isu kesehatan remaja lainnya.Abstract: Anemia in adolescent girls is still a significant public health problem in Indonesia, especially in rural areas. Low compliance with iron supplement consumption is one of the main causes of the high prevalence of anemia. This program aims to improve compliance with iron supplement consumption through a peer support approach involving adolescents as peer educators. In implementing this program, strengthening soft skills is the main focus so that adolescent girls not only gain knowledge, but also have good interpersonal skills to build effective support networks. Through the peer support program, adolescent girls are trained to improve their effective communication skills, public speaking skills, in addition, this program fosters empathy and social concern, so that adolescents can become emotional supporters for their friends who experience obstacles in consuming iron supplement tablets. Strengthening these soft skills is expected to shape the character of adolescents who are communicative, supportive, and responsible in building a healthy culture in their environment. The activity was carried out in Tilote Village, Tilango District, involving 30 adolescent girls as participants and 6 of them as peer educators. The implementation method includes counseling, training, group discussions, and weekly mentoring by peers. The evaluation was conducted through a pre-posttest of 30 numbers and observation of TTD consumption behavior. The results showed an increase in compliance from 30% to 76.7%, as well as an increase in the average knowledge score from 58.3 to 85.6. In addition, strengthening soft skills such as communication and group work also increased by 60%. This program shows that the peer support approach is effective in forming healthy behavior in adolescent girls and can be replicated for other adolescent health issues.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DALAM BAHASA INGGRIS UNTUK GURU SMK Elfiyanto, Sonny; Karimullah, Imam Wahyudi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31948

Abstract

Abstrak: Berbicara dalam Bahasa Inggris dibutuhkan di era globalisasi, sehingga pelatihan berbicara dalam Bahasa Inggris menjadi kebutuhan yang penting bagi guru di era sekarang. Pihak sekolah dan tim pengabdi melakukan pelatihan yang intensif dan menarik dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan metode roleplay, demonstrasi dan penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang tepat sangat penting dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris para guru SMK baik di area hardskill dan juga softskill , sehingga mereka dapat memberikan pengajaran yang lebih efektif dan efisien kepada siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia kerja yang semakin global. Pelatihan yang dilaksanakan selama enam kali di SMK di Kota Malang ini diikuti oleh 24 guru. Untuk postes, mereka melakukan pidato dalam Bahasa Inggris. Sehingga pelatihan ini menghasilkan tujuhbelas guru atau 70.8% yang bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, dan ada tujuh guru (29.2%) yang masih belum memenuhi nilai minimal yaitu 70. Keterlibatan secara aktif dari para guru dan tanggapan positif dari para guru dalam berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, serta dukungan dari pihak sekolah, bisa memicu motivasi mereka untuk belajar dan berbicara. Sehingga disarankan untuk kegiatan berikutnya bisa memberikan materi yang beragam, serta bisa dilaksanakan secara rutin.Abstract: Speaking English is needed in the era of globalization; therefore, training in speaking English is an important need for teachers. The school and the community service team conducted an intensive and interesting training to determine the effectiveness of communicating in English with roleplay methods, demonstrations, and the use of learning media. The use of appropriate learning media is very important in improving the English speaking skills of SMK teachers, both in the area of hard skills and soft skills, so that they can provide more effective and efficient teaching to students and prepare them to face the increasingly globalized world of work. The training was conducted six times at SMK in Malang City and was attended by 24 teachers. For the posttest, they did a speech in English. The training resulted in seventeen teachers, or 70.8%, who could communicate in English, and seven teachers (29.2%) still did not meet the minimum score of 70. The active involvement of the teachers and the positive responses from the teachers in communicating in English, as well as the support from the school, could trigger their motivation to learn and speak. Thus, it is suggested that the next activity can provide various materials and be carried out regularly.
EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN CARA PENYIMPANAN DAN PEMBUANGAN OBAT YANG RUSAK DAN KEDALUWARSA MELALUI PENYULUHAN DAN PEMBAGIAN LEAFLET Shaleha, Resha Resmawati; Parhatussani, Alia; Maryam, Cantiya; Lestari, Tresna Ayu; Alfisyahrin, Nabila Nur Najma; Setiawan, Rio Anggi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32086

Abstract

Abstrak: Obat merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan, namun pemahaman masyarakat terkait penyimpanan dan pembuangan obat masih rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara penyimpanan dan pembuangan obat yang tepat melalui kegiatan penyuluhan di Kampung Sukajadi, Kota Tasikmalaya. Edukasi menggunakan metode penyuluhan dengan power point dan leaflet kepada 60 orang ibu rumah tangga. Evaluasi keberhasilan edukasi diukur menggunakan nilai pretest dan posttest yang diuji dengan uji Wilcoxon, dengan jumlah pertanyaan terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Kegiatan Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan partisipan, dari rerata nilai 36,33 sebelum edukasi menjadi 94,17 setelah dilakukan edukasi, serta hasil uji wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman partisipan terkait penyimpanan dan pembuangan obat yang tepat.Abstract: Medicine is an important component in maintaining health, but the community's understanding of drug storage and disposal is still low. This service aims to increase community knowledge about proper storage and disposal of medicines through counseling activities in Sukajadi Village, Tasikmalaya City. Education used the power point and leaflet method to 60 housewives. Evaluation of the success of education was measured using pretest and posttest scores tested with the Wilcoxon test, with the number of questions consisting of 10 multiple-choice items. Educational activities were able to increase participants' knowledge, from the average score of 36.33 before education to 94.17 after education, and the Wilcoxon test results showed a significant difference (p<0.05). This shows that this education has proven effective in increasing participants' understanding of proper storage and disposal of drugs.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO ANIMASI UNTUK PENGUATAN PROFIL PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Titin Rahmayanti Rambe; Renni Ramadhani Lubis; Wina Mariana Parinduri; Diah Kesumawati; Sara Frimaulia; Sakura Alwina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32089

Abstract

Abstrak: Di era digital saat ini, guru dituntut untuk mampu menghadirkan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual guna membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan, khususnya dalam hal pembuatan video animasi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan teknologi, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar pancasila. Pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan video animasi dalam rangka memperkuat profil pelajar pancasila dilakukan secara langsung di SD Negeri 057205 Stabat Lama. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 24 April 2025, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 28 orang guru dari sekolah tersebut. Pelatihan ini juga diiringi dengan sesi pendampingan secara langsung, yang difokuskan pada pembuatan video animasi bertema nilai-nilai dalam profil pelajar pancasila. Adapun metode yang digunakan dalam proses pelatihan meliputi ceramah, praktik langsung, serta diskusi kelompok. Tahapan kegiatan dilaksanakan secara sistematis, dimulai dari (a) tahap persiapan, (b) tahap pelaksanaan, dan (c) tahap evaluasi. Berdasarkan hasil rekapitulasi kuesioner dari peserta latihan dengan rata-rata 92,20%. Dari hasil kegiatan pelatihan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa guru-guru telah memiliki keterampilan dasar dalam menggunakan aplikasi pembuatan animasi dan mampu menciptakan konten yang sesuai dengan konteks pembelajaran di sekolah dasar.Abstract: In today's digital era, teachers are required to be able to present creative and contextual learning media in order to shape students' characters in accordance with pancasila values. This training activity aims to improve teacher competence in designing and producing educational animated videos that are relevant to strengthening the Pancasila character. The implementation of the animated video making training activity in order to strengthen the profile of Pancasila students was carried out directly at SD Negeri 057205 Stabat Lama. This activity was held on Thursday, April 24, 2025, starting at 08.00 to 17.30 WIB. The number of participants who took part in this activity was 28 teachers from the school. This training was also accompanied by a direct mentoring session, which focused on making animated videos with the theme of values in the Pancasila student profile. The methods used in the training process include lectures, direct practice, and group discussions. The stages of the activity are carried out systematically, starting from (a) the preparation stage, (b) the implementation stage, and (c) the evaluation stage. Based on the results of the questionnaire recapitulation from training participants with an average of 92.20%. From the results of the training activities that have been carried out, it shows that teachers have basic skills in using animation creation applications and are able to create content that is appropriate to the context of learning in elementary schools.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN TERPADU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS BAGI KWT NGUDI MULYO Himmatul Hasanah; Kuntum Febriyantiningrum; Didik Purwantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31543

Abstract

Abstrak: Masalah lingkungan selalu menjadi topik krusial di berbagai daerah, salah satunya adalah timbunan limbah hewan ternak. Untuk mengatasi masalah tersebut,perlu upaya pengelolaan lingkungan yang tepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan dengan sinergi antara masyarakat dan akademisi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok wanita tani (KWT) Ngudi Mulyo Siliran Galur Kabupaten Kulon Progo yang beranggotakan 25 orang. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam upaya pengelolaan lingkungan terpadu melalui pengolahan limbah ternak menjadi kompos. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli- Oktober 2024 dengan beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan penerapan teknologi dengan melakukan pendampingan secara intensif. Proses pengomposan dilakukan dengan penerapan teknologi sederhana yaitu dengan metode komposting dengan fermentasi semi anaerob. Hasil pupuk kompos digunakan sebagai media tanam untuk tanaman sayur di halaman pekarangan. Tingkat keberhasilan program ini aka dilihat dari peningkatan jumlah anggota KWT yang aktif, jumlah limbah yang diolah dan jumlah kompos yang dihasilkan. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala dengan melakukan kunjungan ke rumah anggota KWT untuk menganalisis ketercapaian target dan kendala yang dihadapi. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, 25 anggota KWT aktif dan semangat dalam melakukan pengelolaan lingkungan. Peserta kegiatan telah berhasil menerapkan proses pengomposan secara mandiri di rumah dan berhasil menurunkan jumlah limbah hewan ternak dengan target 10kg/minggu dengan peningkatan keterampilan mitra sebesar 80%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara sederhana dari lingkungan itu sendiri.Abstract: Environmental issues have always been a crucial topic in various regions, one of which is the stockpiling of livestock waste. To overcome this problem, appropriate environmental management efforts are needed by involving community participation. The community service program is one of the efforts to overcome environmental problems with synergy between the community and academics. The partner of this activity is the Ngudi Mulyo Siliran Galur Farmer Women's Group (KWT), Kulon Progo Regency, which consists of 25 members. This PKM aims to improve partner skills in integrated environmental management efforts through processing livestock waste into compost. This activity was carried out in July-October 2024 with several stages, namely socialization, training in the application of technology by providing intensive assistance. The composting process is carried out by applying simple technology, namely the composting method with semi-anaerobic fermentation. The compost is used as a planting medium for vegetable plants in the yard. The success rate of this program can be seen from the increase in the number of active KWT members, the amount of waste processed and the amount of compost produced. Monitoring and evaluation activities are carried out periodically by visiting the homes of KWT members to analyze the achievement of targets and obstacles faced. Based on the results of monitoring and evaluation, 25 KWT members are active and enthusiastic in conducting environmental management with an 80% increase in partner skills. This shows that environmental management activities can be done simply from the environment itself.
MENGENALKAN KEAJAIBAN NTT MELALUI MUSEUM: STRATEGI KREATIF UNTUK MENGGUGAH MINAT GENERASI MUDA Da Lopez, Viktorianus Mahendra; Riwu, Yonas Ferdinand; Nastiti, Dyah Wahyu; Wiguna, I Nyoman Arya; Klau, Herlina Helmy; Bon, Sergius Fribontius; Arthana, I Komang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32154

Abstract

Abstrak: Museum sebagai penjaga warisan budaya mengalami penurunan minat dari generasi muda, padahal memiliki potensi sebagai ruang edukatif yang menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam mengenalkan keajaiban NTT melalui strategi kreatif berbasis media sosial dan melatih softskill penggunaan media sosial. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan oleh dua narasumber dan workshop oleh satu narasumber, dengan fokus pada peran museum serta pelatihan pembuatan konten promosi. Kegiatan dilaksanakan di Aula UPTD Museum Daerah Provinsi NTT dan melibatkan 84 peserta (69 siswa dan 15 guru dari 15 SMA/SMK). Evaluasi dilakukan melalui angket (sebanyak 5 soal) untuk mengukur kepuasan dan minat siswa menjadi digital ambassador. Hasil menunjukkan 97% peserta merasa puas dan 100% siswa aktif membuat dan mengunggah konten promosi museum ke media sosial. Namun, lima sekolah masih memerlukan pelatihan tambahan. Kegiatan ini disarankan untuk dilakukan secara berkala dan konten siswa dipublikasikan melalui kanal resmi museum untuk meningkatkan literasi budaya generasi muda.Abstract: Museums as guardians of cultural heritage have experienced a decline in interest from the younger generation, even though they have the potential to be fun educational spaces. This activity aims to encourage the participation of the younger generation in introducing the wonders of NTT through creative strategies based on social media and training soft skills in using social media. The methods used include counseling by two speakers and a workshop by one speaker, focusing on the role of museums and training in creating promotional content. The activity was carried out in the Hall of the NTT Provincial Museum UPTD and involved 84 participants (69 students and 15 teachers from 15 high schools/vocational schools). The evaluation was carried out through a questionnaire (5 questions) to measure student satisfaction and interest in becoming digital ambassadors. The results showed that 97% of participants were satisfied and 100% of students actively created and uploaded museum promotional content to social media. However, five schools still need additional training. This activity is recommended to be carried out periodically and student content published through the museum's official channels to improve cultural literacy for the younger generation.
PEMBERDAYAAN KADER NASYIATUL AISYIYAH KALIMANTAN TENGAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK WEDANG UNGU SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Pratika, Remi Ayu; Nafisah, Zahrotun; Pratiwi, Endah Yusma; Hermayantiningsih, Dwi; Hakim, Muh. Supwatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31744

Abstract

Abstrak: Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai produk minuman kesehatan, seperti bunga telang, sereh, dan jeruk nipis. Pemanfaatan tanaman lokal ini penting untuk meningkatkan nilai tambah serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill kader Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah melalui pelatihan pembuatan produk wedang ungu. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, praktik langsung (hands-on training), dan diskusi interaktif. Mitra kegiatan adalah 25 orang kader NA Kalimantan Tengah yang aktif dalam unit usaha NA Corner. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket pretest dan posttest serta wawancara peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta hingga 100% pada seluruh indikator, dengan kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 77%. Kegiatan ini berdampak positif dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis kearifan lokal.Abstract: Indonesia is rich in natural resources, including local plants with potential as health drinks, such as butterfly pea, lemongrass, and lime. Utilizing these plants is important for increasing added value and empowering the local community. This community service activity aimed to enhance both hardskills and softskills of Nasyiatul Aisyiyah cadres in Central Kalimantan through training in the production of wedang ungu (purple herbal drink). The activity was carried out using lectures, hands-on training, and interactive group discussions (FGD). The partners involved were 25 female cadres from Nasyiatul Aisyiyah who are active in the NA Corner business unit. Evaluation was conducted using pretest-posttest questionnaires and participant interviews to assess knowledge and skill improvement. The results showed a 100% increase in participants' knowledge and skills, with 77% of participants reporting high satisfaction with the program. This activity had a positive impact on fostering local wisdom-based entrepreneurship among women.
MODEL PEMBERDAYAAN SANTRI MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN MELALUI PELATIHAN PRODUK LAUNDRY Kharomen, Agus Imam; Sya’roni, Mokh; Rahmawati, Titik; Priyadi, Danang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31962

Abstract

Abstrak: Kemandirian ekonomi pesantren merupakan tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan potensi santri. Pesantren Asy-Syarifah Mranggen, Demak, memiliki keterbatasan dalam aspek kewirausahaan dan penguatan ekonomi produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan santri melalui pelatihan produksi dan pemasaran produk laundry seperti detergen cair, pewangi, dan pelembut pakaian. Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui enam tahapan: identifikasi masalah, diskusi, perencanaan, sosialisasi, implementasi, dan evaluasi. Sebanyak 22 santri dilibatkan secara aktif dalam pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri dalam memproduksi serta memasarkan produk laundry secara mandiri. Berdasarkan hasil kuesioner, sebanyak 85% peserta menyatakan telah menguasai dengan baik proses pembuatan produk laundry, sementara sekitar 75% peserta memahami strategi pemasaran seperti analisis pasar dan cara menjangkau konsumen secara tepat. Capaian ini menunjukkan bahwa program pelatihan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas santri dan menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan.Kemandirian ekonomi pesantren merupakan tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan potensi santri. Pesantren Asy-Syarifah Mranggen, Demak, memiliki keterbatasan dalam aspek kewirausahaan dan penguatan ekonomi produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan santri melalui pelatihan produksi dan pemasaran produk laundry seperti detergen cair, pewangi, dan pelembut pakaian. Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui enam tahapan: identifikasi masalah, diskusi, perencanaan, sosialisasi, implementasi, dan evaluasi. Sebanyak 22 santri dilibatkan secara aktif dalam pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri dalam memproduksi serta memasarkan produk laundry secara mandiri. Program ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan.Abstract: The economic independence of Islamic boarding schools is both a challenge and an opportunity in developing the potential of students. Asy-Syarifah Islamic Boarding School Mranggen, Demak, has limitations in terms of entrepreneurship and strengthening the productive economy. This community service activity aims to empower students through training in the production and marketing of laundry products such as liquid detergent, fragrances, and fabric softeners. The activity was carried out by the community service team of Walisongo State Islamic University Semarang using the Participatory Action Research (PAR) approach through six stages: problem identification, discussion, planning, socialization, implementation, and evaluation. A total of 22 students were actively involved in the training. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of students in producing and marketing laundry products independently. Based on the results of the questionnaire, 85% of participants stated that they had mastered the process of making laundry products well, while around 75% of participants understood marketing strategies such as market analysis and how to reach consumers appropriately. This achievement shows that the training program has made a real contribution to strengthening the capacity of students and is a promising initial step in realizing the economic independence of Islamic boarding schools in a sustainable manner.
PENGENALAN SAINS DATA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DATA DAN KESIAPAN KARIER DIGITAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Karnila, Sri; Kurniawan, Hendra; Irianto, Suhendro Yusuf; Muktiawan, Danang Ade; Septiawan, Yuda; Safitri, Egi; Nurjoko, Nurjoko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31940

Abstract

Abstrak: Pengenalan sains data di tingkat sekolah menengah memiliki peran penting dalam membekali siswa menghadapi era digital yang kian berkembang. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar sains data sekaligus mendorong kesiapan mereka dalam meniti karier di bidang digital. Pelatihan dilangsungkan secara tatap muka di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dan melibatkan 26 siswa dari empat sekolah di Bandar Lampung. Materi pelatihan meliputi pengantar teori sains data, praktik pengolahan dan visualisasi data serta pengantar bahasa pemrograman Python, hingga pengenalan awal pembelajaran mesin. Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti pre-test dan post-test dengan menjawab soal pilihan ganda sebanyak 25 soal. Hasil penilaian menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami peningkatan kemampuan setelah pelatihan yang diberikan. Persentase peningkatan pengetahuan diperoleh melalui analisis hasil melalui pre-test dan post-test. Peningkatan diperoleh, dimana 18 dari 26 siswa menjawab benar soal atau persentase sebesar 69,23%, meningkat 30,73% dari nilai sebelumnya sebesar 38,5%. Hal ini mencerminkan respon yang sangat positif terhadap isi materi dan fasilitas pendukung yang tersedia. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang membekas dan bermanfaat, serta dapat dijadikan model untuk pelatihan serupa di masa mendatang.Abstract: The introduction of data science at the high school level has an important role in equipping students to face the growing digital era. This service activity is designed to foster students' understanding of the basic concepts of data science while encouraging their readiness to pursue careers in the digital field. The training was held face-to-face at Darmajaya Informatics and Business Institute and involved 26 students from four schools in Bandar Lampung. The training materials included an introduction to data science theory, data processing and visualization practices and an introduction to the Python programming language, to an early introduction to machine learning. As a form of evaluation, participants took a pre-test and post-test by answering 25 multiple choice questions. The assessment results showed that the majority of students experienced an increase in ability after the training provided. The percentage of knowledge improvement was obtained through analysis of results through pre-test and post-test. An increase was obtained, where 18 out of 26 students answered the questions correctly or a percentage of 69.23%, an increase of 30.73% from the previous value of 38.5%. This reflects a very positive response to the material content and supporting facilities available. Overall, this activity provided a memorable and useful learning experience, and can be used as a model for similar training in the future.

Page 1 of 12 | Total Record : 117