cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
PELATIHAN PEMBELAJARAN FUN ENGLISH BAGI GURU PAUD Etika Ariyani; Sirajudin Sirajudin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.7149

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa inggris  bagi anak usia dini dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pelatihan ini memfasilitasi guru-guru dengan kemampuan bahasa inggris komunikatif yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Peserta pelatihan terdiri atas 13  guru PAUD di Lingkungan Kekalik Jaya, Kota Mataram. Pelatihan ini  membantu guru mengembangkan serta mengaplikasikan materi dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang menarik. Pelatihan ini dilaksanakan selama 8 minggu  sejak  bulan Oktober hingga November 2021 dimana setiap pertemuan dilaksanakan selama 60 menit. Hasil dari pelatihan ini  menunjukkan para peserta  mampu meningkatkan kemampuan  mengajar bahasa inggris dengan cara yang menyenangkan,  mampu mengenal dan memahami lagu, cerita dan puisi  berbahasa inggris dengan baik,  mampu mengkombinasikan materi pengajaran dengan gerakan guna meningkatkan keaktifan anak usia dini. Terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan pada semangat  belajar, motivasi  dan kemampuan berbahasa inggris pada anak-anak usia dini di  PAUD  Lingkungan Kekalik Jaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.Abstract: This community service program aims to improve the quality of learning English for early childhood by creating fun learning zone. This training facilitated teachers with English communicative ability which appropriate with early childhood characteristics. The participants consists of 13 early childhood institutions in Kekalik Jaya District, Mataram City.  This training help teachers to developed and applied materials by using interesting learning methods. This training held for eight weeks from October to November 2021 which allocate 60 minutes for a meeting. The result of this training showed that participants can improve their teaching skills by using fun learning activities, understand song, story and poem better, can combine learning materials with body movement to improve early childhood creativity. It shown significance improvement at learning spirit, motivation and English ability of early childhood in Early childhood institutions, Kekalik Jaya District, Mataram City, West Nusa Tenggara.
BIMBINGAN TEKNIS PERANCANGAN PEMBELAJARAN STEAM BAGI GURU PAUD Novitawati Novitawati; Chresty Anggreani; Sakerani Sakerani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.5596

Abstract

Abstrak: Pembelajaran STEAM merupakan salah satu pendekatan pembelajaran abab 21. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada guru PAUD di TK Qatrunnada tentang pengimplementasian pembelajaran STEAM di PAUD. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TK Qatrunnada, Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin dengan diikuti sebanyak 11 orang guru. Kegiatan evaluasi pada PKM ini dilakukan melalui survey melalui googleform kepada peserta terkait dengan kebutuhan implementasi STEAM di PAUD dengan rata-rata jawaban peserta 100% sangat setuju, kesiapan guru dalam mengimplementasikan STEAM  dengan rata-rata jawaban peserta 81,8% siap, dan kegiatan PKM ini menambah pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pelaksanaan STEAM 100% sangat setuju, sedangkan pada kepuasaan peserta pada keseluruhan rangkaian kegiatan PKM sebanyak 100%  peserta puas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bimbingan teknis perancangan pembelajaran STEAM bagi guru PAUD di TK Qatrunnada memberikan manfaat untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran STEAM, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan aspek perkembangan anak usia dini secara optimal.Abstract:  STEAM learning is one of the chapter 21 learning approaches. The purpose of this community service activity is to introduce and provide understanding to PAUD teachers at Qatrunnada Kindergarten about the implementation of STEAM learning in early childhood education. This activity consists of several stages, namely: planning, implementation, and evaluation. This community service activity was carried out at Qatrunnada Kindergarten, East Banjarmasin, Banjarmasin City, attended by 11 teachers. Evaluation activities in PKM were carried out through a survey via google form to participants related to the need for STEAM implementation in PAUD with an average of 100% of participants' answers strongly agreeing, teacher readiness in implementing STEAM with an average of 81.8% ready answers from participants, and PKM activities This adds to the knowledge and understanding of the participants regarding the implementation of STEAM. 100% strongly agree, while on the satisfaction of participants in the whole series of PKM activities, 100% of participants are satisfied. Thus, community service activities with technical guidance on STEAM learning design for early childhood education teachers at Qatrunnada Kindergarten provide benefits for increasing knowledge and skills in designing STEAM learning, so that they can improve the quality of learning and develop aspects of early childhood development optimally.
PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI ERA PANDEMI COVID-19 Syudirman Syudirman; Saddam Saddam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.7147

Abstract

Abstrak: Pemerintah memberlakukan kegiatan pembelajaran dari rumah di era pandemi Covid-19 sehingga proses pembelajaran tidak berjalan secara maksimal bagi siswa usia sekolah dasar. Salah satu desa imbas adalah Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima yang mayoritas orang tua siswa berprofesi sebagai petani. Orangtua siswa mengalami kesulitan mendampingi proses belajar anak-anaknya dikarenakan pengetahuan yang kurang mumpuni tentang materi pelajaran maupun gawai. Selain itu, tidak tersedianya buku pendamping pembelajaran dari rumah sehingga kesulitan untuk menjelaskan materi. Sehinga perlu diadakan kegiatan pendampingan belajar untuk para siswa khususnya pada anak-anak usia sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan pendampingan belajar terdiri dari survei lapangan, koordinasi dengan masyarakat, sosialisasi program, pelaksanaan program, serta evaluasi program. Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara privat di rumah-rumah siswa melalui program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa. Kegiatan pendampingan belajar dilakukan dengan berbagai metode seperti pemberian motivasi, pemberian materi dan tanya jawab, ice breaking, dan serta pemberian reward. Kegiatan ini sangat membantu orangtua siswa yang kurang mumpuni tentang materi pelajaran maupun gawai, siswa terlihat sangat antusias dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar serta memahami materi pelajaran.Abstract:  The government imposes learning activities from home in the era of the Covid-19 pandemic so that the learning process does not run optimally for elementary school-age students. One of the affected villages is Tambe Village Bolo District of Bima Regency which is the majority of parents of students working as farmers. Parents of students have difficulty accompanying the learning process of their children due to less qualified knowledge about the subject matter and gadgets. In addition, the unavailability of a learning companion book from home makes it difficult to explain the material. So it is necessary to hold learning assistance activities for students, especially in elementary school-age children. The method of implementing learning assistance activities consists of field surveys, coordination with the community, program socialization, program implementation, and program evaluation. This mentoring activity is carried out privately in student homes through the student's Real Work Lecture program. Learning assistance activities are carried out by various methods such as giving motivation, giving materials and questions and answers, ice breaking, and rewarding. This activity is very helpful for parents of students who are less qualified about the subject matter and gadgets, students look very enthusiastic and have a high spirit in learning and understanding the subject matter.
PELATIHAN DESAIN KUIS HOTS INTERAKTIF DENGAN APLIKASI KAHOOT! DAN QUIZZIZ DI MASA PANDEMI: STUDI KASUS GURU SEKOLAH DASAR GUGUS PANGERAN ANTASARI KOTA BANJARBARU Fathul Jannah; Oscar Karnalim; Aditya Permadi; Dina Fitria Murad; Bayu Rima Aditya; Andrisyah Andrisyah; Irawan Nurhas
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6026

Abstract

Guna menjaga kearifan lokal, masyarakat Indonesia perlu diedukasi terkait hal tersebut sejak dini melalui jalur pendidikan formal yang interaktif. Namun, pandemi Covid-19 mengubah cara pengajaran guru secara substansial dan membuat sebagian dari mereka tidak dapat mengajar dengan interaktif. Materi yang disampaikan bisa jadi tidak terserap dengan baik. Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajaran interaktif guru melalui desain kuis interaktif berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) dengan aplikasi Kahoot! dan Quizziz. Pada studi kasus ini, kegiatan melibatkan 50 guru Sekolah Dasar Gugus Pangeran Antasari Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan dan dilaksanakan secara daring via Zoom pada akhir tahun 2020. Metode yang digunakan antara lain ceramah, diskusi, dan praktek pembuatan kuis. Pada akhir kegiatan, setiap guru diminta untuk membuat satu kuis secara mandiri dan mengisi kuisioner. Berdasarkan kedua data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan berdampak positif bagi para guru; mereka dapat membuat kuis interaktif untuk soal-soal berbasis HOTS menggunakan Kahoot! dan Quizziz. Selain itu, mereka juga merasa kegiatan ini memiliki dampak positif dan mereka sangat berharap adanya kegiatan sejenis dengan materi lanjutan
THE US OF GADGETS WISELY DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN JUNIOR HIGHT SCHOOL STUDENTS Linda Ayu Darmurtika; Akhmad Akhmad; I Made Suyasa; Halus Mandala; Zedi Muttaqin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6185

Abstract

Abstrak: Gawai atau dalam bahasa Inggris gadget yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus, merupakan salah satu bagian dari teknologi yang dapat membantu berbagai kegiatan manusia. Penggunaan gawai dimasa pandemi Covid-19 banyak disalahgunakan oleh pelajar, seperti bermain game, karena pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan). Penggunaan gawai tidak sepenuhnya salah, melainkan diperlukan sikap bijak untuk menyikapi hal tersebut, sehingga tidak menimbulkan akibat yang fatal bagi kesehatan fisik maupun mental. Sebagai perangkat elektronik yang praktis, gawai memiliki sisi positif dan negatif dan hal terpenting yaitu memiliki sikap yang mampu membatasi diri, sehingga segala hal yang dilakukan tidak berlebihan dan mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Berdasarkan fenomena tersebut, maka tim tergerak untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan gawai dengan bijak, seperti yang diketahui, bahwa anak usia remaja senang menggunakan gawai hanya untuk bermain game dan sosial media.Abstract:  A gadget or in English gadget which means a small electronic device that has a special function, is one part of technology that can help various human activities. The use of gadgets during the Covid-19 pandemic is widely misused by students, such as playing games, because learning is done online (on a network). The use of gadgets is not entirely wrong, but a wise attitude is needed to respond to it, so that it does not cause fatal consequences for physical and mental health. As a practical electronic device, gadgets have positive and negative sides and the most important thing is to have an attitude that is able to limit oneself, so that everything that is done is not excessive and interferes with teaching and learning activities. Based on this phenomenon, the team was moved to socialize the importance of using gadgets wisely, as it is known that teenagers like to use gadgets only for playing games and social media.
TRAINING OF WRITING BIOGRAPHIC TEXTS THROUGH INTERNET-BASED LEARNING FOR CLASS VIII STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Arpan Islami Bilal; Syafruddin Muhdar; Baiq Desi Milandari; Alihardi Winata; Roby Mandalika Waluyan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6474

Abstract

Abstrak: Media internet merupakan sarana pelengkap pembelajaran yang tidak bisa diabaikan dan sudah merupakan bagian kesatuan yang sangat bermanfaat bagi siswa. Kehadiran media internet yang positif yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran tentunya akan mewarnai keberhasilan ataupun prestasi yang dicapai oleh siswa. Siswa merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan media internet, karena berbagai referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Untuk itu tim melakukan kegiatan pengabdian berupa “pelatihan menulis teks biografi melalui pembelajaran berbasis internet pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah”. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: 1) Pada pertemuan I, tim menjelaskan tentang prosedur kegiatan dan apa saja yang akan dilakukan oleh mitra selama kegiatan pengabdian ini berlangsung; 2) pertemuan II, tim menyampaikan materi tentang penyusunan teks biografi serta model teks biografi; 3) Pertemuan III evaluasi tahap I pekerjaan siswa yaitu hasil penyusunan teks biografi; dan 4) pertemuan IV mengevaluasi kembali hasil perbaikan pekerjaan siswa dalam menulis teks biografi.Abstract:  Internet media is a complementary learning tool that cannot be ignored and is an integral part that is very beneficial for students. The presence of positive internet media that can be used as a source of learning will certainly color the success or achievements of students. Students are one of the parties who benefit the most from the emergence of internet media, because various references, journals, and research results published through the internet are available in abundance. For this reason, the team carried out service activities in the form of "training to write biographical texts through internet-based learning for class VIII students of SMP Negeri 5 Praya Timur, Central Lombok Regency". The results of this service activity are as follows: 1) At the first meeting, the team explained the activity procedures and what partners would do during this service activity; 2) meeting II, the team delivered material on the preparation of biographical texts and models of biographical texts; 3) Meeting III of the evaluation of the first stage of student work, namely the results of the preparation of biographical texts; and 4) the fourth meeting re-evaluated the results of improving students' work in writing biographical texts.
EDUKASI PENGELOLAAN HIPERTENSI MELALUI SENAM HIPERTENSI DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL Tambunan, Irisanna; Mardhiani, Yanni Dhiani; Rifa'i, Susan Irawan; Jumiatun, Jumiatun; Kosasih, Kosasih
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.6623

Abstract

Abstrak: Hipertensi sering disebut sebagai The Silent Killer. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi komplikasi pada penderita hipertensi yaitu melalui terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yaitu senam hipertensi. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi pengetahuan guna mencegah komplikasi hipertensi melalui senam hipertensi dan terapi komplementer: obat herbal. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan praktik. Untuk mengukur keberhasilan metode penyuluhan dilakukan melalui pretest dan post test, sedangkan untuk menilai efektifitas senam dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah senam hipertensi. Hasil dari kegiatan ini menunjukan peningkatan pengetahuan pada pretest (rata-rata=2,8) dan pada post test (rata-rata=4,2), analisa wilcoxon menunjukan p-value 0,002 (<0,05) artinya terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan penurunan tekanan darah systole maupun diastole. Systole sebelum senam hipertensi dengan nilai rata-rata 143,3mmHg dan setelah senam hipertensi nilai rata-rata 134mmHg. Diastole sebelum senam nilai rata-rata 92,7mmHg dan setelah senam rata-rata=87,3mmHg. Analisa wilcoxon untuk systole menunjukan p-value 0,001 (<0,05) dan pada diastole menunjukan p-value 0,011 <0,05). artinya terdapat perbedaan yang signifikan baik tekanan darah systole maupun tekanan darah diastole sebelum dan setelah melakukan senam hipertensi.Abstract: Hypertension is often referred as The Silent Killer. Efforts can be made to prevent complications in patients with hypertension through pharmacological and non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapy is hypertension exercise. The purpose of this community service is to provide knowledge to prevent complications of hypertension through hypertension exercise and complementary therapy: herbal medicine. This activity employs counseling and practical methods. To measure the success of the counseling method, it was carried out through a pretest and post-test, while to assess the effectiveness of the exercise, blood pressure measurements were carried out before and after hypertension exercise. The results of this activity showed an increase in knowledge in the pretest (mean = 2.8) and in the post test (mean = 4.2), Wilcoxon analysis showed a p-value of 0.002 (<0.05). It mean there were significant differences of knowledge level. The results of blood pressure measurements showed a decrease in systolic and diastolic blood pressure. Systole before hypertension exercise with an average value of 143.3 mmHg and after hypertension exercise an average value of 134 mmHg. The average diastole before exercise was 92.7 mmHg and after exercise the average was 87.3mmHg. Wilcoxon analysis for systole shows a p-value of 0.001 (<0.05) and for diastole shows a p-value of 0.011 < 0.05). it means there is a significant difference in both systolic blood pressure and diastolic blood pressure before and after doing hypertension exercise.
IMPROVING THE ABILITY TO READ THE QURAN THROUGH THE TAHSIN PROGRAM BASED ON THE TALAQQI METHOD Nurzannah, Nurzannah; Ginting, Nurman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.7228

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemahiran dan kefasihan membaca al-Quran serta kelancaran tahfizh al-Quran Siswa Sekolah Kader Angkatan Muda Muhammadiyah Ranting Pematang Cengal Pantai Cermin, Kabupaten Langkat. Program PKM ini dilaksanakan selama 3 bulan, (12 kali pertemuan), dengan durasi 3 jam per-minggu. Kerangka pelaksanaannya; 1) peserta dibagi menjadi 2 kelompok. 2) masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang, diajar oleh empat orang guru, yang setiap pekan mengajar secara bergantian. Setiap tutor bertanggung jawab terhadap kelompok yang diajarnya dari awal pelaksanaan sampai evaluasi, 3) Tim menyediakan video pembelajaran tahsin yang diunggah di YouTube, dan modul tahsin sederhana. Metode yang digunakan dalam mengajarkan tahsin adalah metode talaqqi. Pelaksanaan Program Tahsin ini dilaksanakan dalam tiga tahap; persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Apabila pada Mid evaluasi tujuannya belum tercapai, maka pelaksanaan akan diulang (dari tahap persiapan). Akan tetapi, jika tujuan telah tercapai, maka dilanjutkan ke tahap menyusun laporan. Evaluasi terhadap pelaksanaan program tahsin ini diawali dengan pre-tes dan diakhiri dengan post-test, menggunakan teknik tulisan dan lisan. Hasil evaluasi yang diperoleh peserta yang terdiri dari 16 orang menunjukkan bahwa, nilai post-tes tertulis rata-rata sebesar 60.9. Sedangkan nilai Lisan (praktik) di akhir kegiatan rata-rata peserta mendapatkan skor 75.31.Abstract: The purpose of this Community Partnership Program (PKM) activity is to improve the proficiency and fluency in reading the Koran and the fluency of tahfizh al-Quran students of the Muhammadiyah Youth Cadre School Branch Pematang Cengal Pantai Cermin, Langkat Regency. This PKM program is carried out for 3 months, (12 meetings), with a duration of 3 hours per week. Implementation framework; 1) participants were divided into 2 groups. 2) each group consists of 8 people, taught by four teachers, who teach alternately every week. Each tutor is responsible for the group he teaches from the beginning of implementation to evaluation, 3) The team provides tahsin learning videos uploaded on YouTube and simple tahsin modules. The method used in teaching tahsin is the talaqqi method. The implementation of the Tahsin Program is carried out in three stages; preparation, implementation, and evaluation. If in the Mid evaluation the goal has not been achieved, then the implementation will be repeated (from the preparation stage). However, if the objectives have been achieved, then proceed to the stage of compiling a report. Evaluation of the implementation of the tahsin program begins with a pre-test and ends with a post-test, using written and oral techniques. The evaluation results obtained by the 16 participants showed that the average written post-test score was 60.9. While the Oral score (practice) at the end of the activity, the average score of the participants was 75.31.
PELATIHAN UJI KEKUATAN LAS MENGGUNAKAN NON DESTRUCTIVE TEST (NDT) DI BENGKEL LAS RASYID Anjani, Ratna Dewi; Santoso, Deri Teguh; Sari, Rianita Puspa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.8046

Abstract

Abstrak: UMKM merupakan salah satu pendukung ekonomi nasional yang perlu diberdayakan dalam menghadapi perkembangan zaman. Pemberdayaan dapat dilakukan melalui perbaikan kualitas produk yang mengacu pada standarisasi kerja, karena kualitas merupakan jaminan bagi konsumen dalam menggunakan produk. Permasalahan yang dihadapi mitra sasaran UMKM bengkel las rasyid yaitu saat proses pengelasan produk yang masih terdapat patahan pada produk. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai metode dan cara mengetahui kualitas produk pengelasan melalui uji kekuatan las Non Destructive Test (NDT) sesuai prosedur. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk lainnya. Metode pelaksanaan pada pengabdian ini adalah sosialisasi, edukasi, dan pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini, pekerja mengetahui cara pengujian kekuatan las dan teknis keterampilan pengujian serta modul prosedur pemeriksaan kekuatan las. UMKM bengkel las perlu menyadari dan memperhatikan tiga hal dalam proses pengelasan yaitu kebersihan material, posisi material dan posisi pekerja, serta kerapatan agar produk yang dihasilkan memiliki kulitas baik.Abstract: MSMEs are one of the supporters of the national economy that need to be empowered in the face of the times. Empowerment can be done through improving product quality which refers to work standardization, because quality is a guarantee for consumers in using the product. The problem faced by the target partner of MSMEs in Rasyid's workshop is when the product welding process still has fractures in the product. The service activity aims to provide knowledge about methods and ways to determine the quality of welding products through the Non Destructive Test (NDT) welding strength test according to the procedure. This is done to improve product quality in order to be able to compete with other products. The implementation method for this service is socialization, education, and training. The results obtained from this service, workers know how to test weld strength and technical testing skills as well as the welding strength inspection procedure module. Welding workshop SMEs need to realize and pay attention to three things in the welding process, namely the cleanliness of the material, the position of the material and the position of the workers, and the density so that the resulting product has good quality.
TRAINING AND ESTABLISHMENT UKS AND IMPLEMENTATION OF PHBS ACTIVITIES AT SDN 14 MANDAU, BENGKALIS Wahyuni, Islah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.6971

Abstract

Abstrak:  Sekolah merupakan lingkungan pendidikan kedua bagi seorang anak dalam mengembangkan dirinya dalam mendapatkan pendidikan dan penanaman perilaku hidup sehat. Melalui Usaha kesehatan Sekolah, kegiatan dokter cilik serta penerapan Perilaku hidup bersih sehat disekolah akan memberikan pengalaman belajar yang sangat penting bagi siswa dalam memahami pentingnnya menjaga pola hidup yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SD serta membentuk kegiatan UKS, dokter cilik dan bagaimana ber-PHBS ditatanan sekolah. Pelaksanaannya di SDN 14 Mandau duri Bengkalis Riau sebagai bentuk pengabdian dalam kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2 (MBKM2) oleh dosen Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan beserta mahasiswa. Teknis pelaksanaannya luring tatap muka dibagi 2 sesi dengan penyampaian materi dan sistem coaching melalui demo praktek serta dilanjutkan online via WhatsApps untuk menindak lanjuti pelaksanaan UKS, dokter cilik dan perubahan perilaku siswa dalam ber-PHBS di sekolah. Keberhasilan kegiatan PKM tampak dari semangat yang ditunjukkan siswa SD dalam mengikuti proses pelatihan ini, dari testimony: siswa merasa sangat tertarik, sadar dan berjanji akan selalu melaksanakan kegiatan UKS dan menerapkan PHBS di sekolah.   Abstract:   School is the second educational environment for a child in developing himself in getting education and inculcating healthy living behavior. Through school health efforts, the activities of little doctors and the application of clean and healthy living behavior in schools will provide a very important learning experience for students in understanding the importance of maintaining a healthy lifestyle in everyday life. The purpose of this PKM activity is to increase the knowledge and skills of elementary school students as well as to form UKS activities, little doctors and how to perform PHBS in school settings. It was held at SDN 14 Mandau thorn Bengkalis Riau as a form of dedication in the Merdeka Learning activities at Merdeka Campus 2 (MBKM2) by lecturers of the Midwifery and Midwifery Profession Study Program and students. The technical implementation is offline face-to-face divided into 2 sessions with the delivery of material and a coaching system through practical demonstrations and continued online via WhatsApps to follow up on the implementation of UKS, little doctors and changes in student behavior in PHBS at school. The success of PKM activities can be seen from the enthusiasm shown by elementary school students in participating in this training process, from testimony: students feel very interested, aware and promise to always carry out UKS activities and implement PHBS in schools.