cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME MENGGUNAKAN KAHOOT! R. Ati Sukmawati; Delsika Pramata Sari; Nuruddin Wiranda; Muriyadi Muriyadi; Tiara Cahya Kumala
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.5772

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pelatihan kepada guru-guru terkait pemanfaatan media pembelajaran berbasis game menggunkan   Kahoot!. Aplikasi Kahoot! dapat digunakan sebagai media evaluasi yang dapat membantu guru dalam proses evaluasi karena selain memanfaatkan teknologi, hal ini disukai siswa lebih efisien dibandingkan harus menulis lembaran jawaban dalam kertas evaluasi. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari sejumlah tahapan yaitu (1) melakukan pendataan peserta yang akan mengikuti pelatihan, (2) menyiapkan modul dan peralatan pelatihan, (3) melakukan pelatihan Pemanfaatan media pembelajaran berbasis game dengan Kahoot! bagi guru-guru di Amuntai, (4) membuat laporan kegiatan, (5) melakukan publikasi kegiatan. Pendataan peserta akan dilaksanakan selama 2 minggu dengan cara penyebaran undangan ke instansi mitra, yaitu Madrasah Aliyah Swasta Al Ukhuwah, Madrasah Ibtidaiyah Integral Al Ukhuwah Amuntai, Madrasah Aliyah Negeri 1 Hulu Sungai Utara dan Madrasah Aliyah Negeri 2 Hulu Sungai Utara. Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan berupaya aktif memahami konsep dan implementasi penggunaan aplikasi Kahoot! dalam pembelajaran yang menyenangkan berupa kuis sesuai mata pelajaran yang diampu. Hasil análisis menunjukkan bahwa guru-guru memberikan respon positif terhadap kegiatan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran berbasis game dengan Kahoot!.Abstract: The purpose of this community service activity was to conduct training for teachers related to the use of game-based learning media using Kahoot!. Kahoot! app could be used as an evaluation medium that can help teachers in the evaluation process because in addition to utilizing technology, this is preferred by students more efficiently than having to write answer sheets on evaluation papers. The method of implementing this program consists of a number of stages, namely (1) collecting data on participants who will take part in the training, (2) preparing training modules and equipment, (3) conducting training in the use of game-based learning media with Kahoot! for teachers in Amuntai, (4) make activity reports, (5) publish activities. Participant data collection would be carried out for 2 weeks by distributing invitations to partner agencies, namely Al Ukhuwah Private Madrasah, Al Ukhuwah Integral Madrasah Al Ukhuwah Amuntai, State Aliyah Madrasah 1 Hulu Sungai Utara and Madrasah Aliyah Negeri 2 Hulu Sungai Utara. Based on the evaluation results, it could be concluded that the trainees are actively trying to understand the concept and implementation of using the Kahoot! in fun learning in the form of quizzes according to the subjects taught. The results of the analysis showed that the teachers gave a positive response to the training activities on the use of game-based learning media with Kahoot!.
EMPOWERING WOMEN IN CHILD PARENTING PATTERNS THROUGH PAAR "CINTA KASIH" EDUCATION Sri Rejeki; Siti Hasanah; Zedi Muttaqin; Ibrahim Ibrahim; Saddam Saddam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5680

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah edukasi perempuan dalam pola asuh anak melalui edukasi paar “Cinta Kasih”. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah pengurus PKK Desa Juru Mapin khususnya POKJA 1, Perwakilan Pengurus Organisasi Remaja Desa Juru Mapin. Kegiatan telah melalui 3 tahapan yaitu; persiapan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan melalui metode ceramah dan role-playing. Kegiatan berhasil dilaksanakan, terlihat dari semangat peserta mengikuti kegiatan, semangat untuk memahami konsep Paar “Cinta Kasih”, memiliki keinginan yang kuat untuk menerapkan konsep Paar “Cinta Kasih” dengan harapan anak tumbuh kembang sesuai harapan, dan mulai berkomitmen untuk menerapkan konsep Paar “Cinta Kasih” agar terwujud keluarga yang harmonis, antara orangtua dan anak. Dari kegiatan ini juga terbentuk PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) dan pengembangan kelompok BKR (Kelompok Bina Keluarga Remaja) di Desa Juru Mapin.Abstract: The purpose of this activity is the education of women in the parenting pattern through the education of "Cinta Kasih" paar. The target of this devotional activity is the management of PKK Juru Mapin Village, especially POKJA 1, Representative of the Youth Organization of Juru Mapin Village. The activity has gone through 3 stages, namely; preparation, implementation, and monitoring and evaluation. Implementation of activities through lecture and role-playing methods. The activity was successfully carried out, seen from the spirit of participants following the activity, the spirit to understand the concept of Paar "Cinta Kasih", have a strong desire to apply the concept of Paar "Cinta Kasih" with the hope of the child to grow up as expected, and began to commit to apply the concept of Paar "Cinta Kasih" to realize a harmonious family, between parents and children. From this activity also formed PIKR (Youth Information and Counseling Center) and the development of BKR group (Youth Family Development Group) in Juru Mapin Village.
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH DIVERSIFICATION OF PROCESSED FISH TOWARDS FOOD SECURITY BASED ON LOCAL WISDOM IN THE PANDEMIC COVID-19 Dedeh Sri Sudaryanti; Andri Helmi Munawar; Nana Sahroni; Tine Badriatin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.5982

Abstract

Abstrak: Tujuan program pengabdian ini adalah untuk menemukan salah satu solusi dari permasalahan yang memiliki potensi lingkungan dan pemanfaatan sumber daya ikan air tawar dengan mana masyarakat hanya menjual ikan mentah dan masalah utama dalam pemasaran hasil panen yaitu saat umur panen ikan sudah layak tetapi harga jual ikan di pasaran turun, masyarakat mengalami kerugian, bahkan hasil panen tidak mampu menutupi biaya produksi. Melalui program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) di Desa Sukamahi Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya potensi sumber daya ikan dapat didiversifikasi menjadi aneka olahan misalnya seperti membuat olahan pangsit dengan berbahan baku lele yang memiliki kandungan citra rasa yang khas namun tetap mempertahankan nilai protein yang dimilikinya. Metode pelaksanaan yaitu dengan melakukan pengamatan awal lokasi, Focus Grup Discussion dan pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta. Hasil kegiatan mendapat respon positif dari masyarakat seperti olahan basah berupa pangsit lele. Mitra dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mengenai keragaman inovasi produk ikan sebagai pilihan alternatif selain menjual ikan segar ke pasar. Alternatif ini dapat menjadi nilai guna dan nilai ekonomis bagi masyarakat sebagai bentuk ketahanan pangan berbasis lokal yang menjadi kelebihan sumber daya yang dimiliki desa tersebut.Abstract: The purpose of this service program is to find a solution to problems that have environmental potential and utilization of freshwater fish resources where people only sell raw fish and the main problem in marketing the harvest is when the fish harvest is feasible but the selling price of fish the market goes down, the community suffers losses, even the harvest is not able to cover production costs. Through the Community Service (PPM) program in Sukamahi Village, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency, the potential for fish resources can be diversified into various preparations, for example, making dumplings made from catfish which contains a distinctive taste image but still maintains its protein value. The implementation method is by conducting initial site observations, Focus Group Discussions and training which was attended by 30 participants. The results of the activity received a positive response from the community such as wet preparations in the form of catfish dumplings. Partners can increase their knowledge and skills regarding the diversity of fish product innovations as an alternative to selling fresh fish to the market. This alternative can be a use value and economic value for the community as a form of local-based food security which is an advantage of the village's resources.
IMPROVING ENTREPRENEUR CAPABILITIES IN THE TIME OF COVID-19 WITH TILAPIA ABON MAKING TRAINING Yorman Yorman; Lale Yaqutunnafis
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5669

Abstract

Abstrak: Program pelatihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bertujuan untuk mengembangkan keterampilan wirausaha yang tinggi dalam mengembangkan potensi mahasiswa dan dosen, sehingga tidak sekedar pelatihan, tetapi terus dikembangkan sehingga menjadi peluang usaha yang berkelanjutan sehingga tentunya menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan sehingga dapat membantu perekonomian keluarga dan masyarakat pada umumnya.  Metode yang digunakan adalah pemberian materi melalui ceramah, praktek langsung, pendampingan, dan pemasaran yang meliputi enam tahap, yaitu (1) Melakukan koordinasi pra kegiatan dengan kedua mitra kegiatan yang akan dilaksanakan; (2) Pembuatan abon ikan nila bahan baku ikan nila dan bumbu rempah- rempah dan sekaligus memberikan pelatihan; (3) Menyediakan pembukusan produk abon ikan nila;  (4) Mengajarkan pelatihan teknis pengelolaan dan penyimpanan agar kualitas abon ikan tetap aman dan terjaga; (5) Monitoring dan evaluasi hasil pelatihan membuatan abon ikan nila dan pemahaman pengetahuan aspek pengelolaan penyimpanan produk; (6) Menjelaskan bagaimana sistim pemasaran (target & sasaran).  Pemberdayaan dosen dan mahasiswa berbasis potensi lokal menghasilkan produk abon ikan nila yang siap dipasarkan.Abstract: The Student Activity Unit (UKM) training program aims to develop high entrepreneurial skills in developing the potential of students and lecturers, so that it is not just a training, but continues to be developed so that it becomes a sustainable business opportunity so that it certainly becomes a sustainable business opportunity so that it can help the family and community economy. in general. The method used is the provision of material through lectures, direct practice, mentoring, and marketing which includes six stages, namely (1) Coordinating pre-activities with the two partners of activities to be carried out; (2) Making shredded tilapia raw materials for tilapia and spices and at the same time providing training; (3) Provide bookkeeping of shredded tilapia fish products; (4) Teach management and storage technical training so that the quality of shredded fish is safe and maintained; (5) Monitoring and evaluation of the results of training on making shredded tilapia and understanding of knowledge on aspects of product storage management; (6) Explain how the marketing system (target & target). Empowerment of lecturers and students based on local potential produces shredded tilapia products that are ready to be marketed.
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN CREATIVE BRANDING PRODUK LOKAL DAN STRATEGI PENENTUAN DIGITAL MARKET PLACE DI ERA NEW NORMAL Feri Tirtoni
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.6063

Abstract

Abstrak: Workshop dan Pendampingan ini bertujuan untuk mengolaborasikan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah membuat mayoritas sektor ekonomi terutama UMKM menjadi stagnan. Eksesnya mayoritas pelaku UMKM tidak bisa berkembang dan banyak yang berakhir pada kebangkrutan. Hal inilah yang membuat, pelaku usaha UMKM mengubah strategi penjualan melalui skema digitalisasi. Skema digitalisasi yakni dengan memanfaatkan market place (perantara) dan menggunakan media sosial sebagai teknik pemasaran. Selain itu pelaku UMKM digital harus dapat bersinergi dengan warganet dalam pemasaran produk dan jasa. Dengan demikian skema pengembangan UMKM digital dapat menjadi salah satu alternative menyelamatkan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengolaborasikan berbagai literature akan pengembangan UMKM digital. Artikel ini berpendapat bahwa pengembangan UMKM digital telah menjadi alternatif penyelamatan.Abstract: This Workshop and Mentoring aims to collaborate on the development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) during the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic has made the majority of economic sectors, especially MSMEs stagnant. The excess is that the majority of MSME actors cannot develop and many end up in bankruptcy. This is what makes MSME business actors change their sales strategy through digitalization schemes. The digitization scheme is by utilizing a market place (intermediary) and using social media as a marketing technique. In addition, digital MSME actors must be able to synergize with netizens in marketing products and services. Thus the digital MSME development scheme can be an alternative to saving business actors in the midst of the Covid-19 pandemic. This article uses the literature study method by collaborating with various literatures on the development of digital SMEs. This article argues that the development of digital MSMEs has become an alternative to saving as well as developing digital entrepreneurship in Indonesia during the Covid19 pandemic.
THE READINESS OF LIMITED FACE TO FACE LEARNING IN THE NEW NORMAL ERA Ajeng Rizki Safira; Ayunda Sayyidatul Ifadah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5658

Abstract

Abstrak: Pandemi covid 19 menjadikan cara belajar bagi peserta didik melalui daring. Pembelajaran melalui daring memiliki dampak negatif, salah satunya ialah penurunan kualitas pendidikan. Penurunan tersebut disebut dengan loss learning. Dikarenakan efek penurunan tersebut maka menteri pendidikan merencanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas memiliki pekasanaan yang berbeda seperti pembelajaran sebelumnya. Pembelajaran tatap muka terbatas ini diperlukan persiapan yang matang. Tujuan dari webinar ini ialah menginformasikan pada para pendidik, dan lembaga mengenai kesiapan lembaga PAUD yang tepat dan sesuai dengan standar yang baik. Webinar ini dilakukan secara online melalui Zoom Pro dengan berbagai peserta yang tersebar di Indonesia. Pendaftar webinar sebanyak 172 peserta dan diikuti oleh 83 peserta. Webinar ini memiliki respon yang baik yang terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari para peserta.Abstract: The COVID-19 pandemic has made online learning a way for students. Learning through online has a negative impact, one of which is a decrease in the quality of education. This decrease is called loss learning. Due to the decreasing effect, the minister of education planned limited face-to-face learning. The limited face-to-face instruction has a different atmosphere from the previous learning. This limited face-to-face instruction requires careful preparation. The purpose of this webinar is to inform educators and institutions about the readiness of early childhood education institutions that are appropriate and in accordance with good standards. This webinar was conducted online through Zoom Pro with various participants spread across Indonesia. There were 172 participants for the webinar and 83 participants. This webinar has a good response which can be seen from the many questions and responses from the participants.
THE DEVELOPMENT OF PACKAGING DESIGN OF MORINGA TEA BAG AND MORINGA POWDER PRODUCTION OF KWT SRI REJEKI Karina Citra Rani; Nikmatul Ikhrom Eka Jayani; Noviaty Kresna Darmasetiawan; Elsye Tandelilin; Prayogo Widyastoto Waluyo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5630

Abstract

Abstrak: Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Desa Bogo merupakan kelompok yang dibentuk oleh Bumdes Desa Bogo dalam bidang produksi berbagai macam produk berbasis kelor, antara lain teh dan serbuk kelor. Kualitas dan desain kemasan kedua produk yang selama ini digunakan masih terbatas dari segi stabilitas dan belum memberikan ciri khas produk. Tujuan dari pelaksanaan program pengembangan desain kemasan ini adalah untuk melakukan perbaikan kemasan kedua produk melalui pemilihan bahan kemas yang optimal, pemilihan komposisi warna yang meningkatkan atensi konsumen, penambahan logo ciri khas produk dan informasi produk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan konsep desain kemasan, pendampingan penyusunan prototipe kemasan, dan aplikasi kemasan baru pada produk. Pelaksanaan kegiatan melibatkan KWT Sri Rejeki, tim PPDM Sentra Kelor, Bumdes Langgeng Makmur, dan Pemerintah Desa Bogo. Hasil program ini adalah kemasan baru untuk produk teh dan serbuk daun kelor dengan kualitas yang lebih baik, desain yang lebih menarik, dan terdapat informasi serta ciri khas produk. Penjualan produk mengalami peningkatan dan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk meningkat setelah digunakan kemasan baru luaran program ini.  Abstract:  Sri Rejeki Farming Women Group of Bogo village (KWT) is a group formed by Bumdes Desa Bogo in the production of various types of moringa-based products, including tea and moringa powder. The quality and packaging design of the two products which was previously used are still limited in terms of stability and do not yet provide product characteristics. The aim of implementing this packaging design development program is to renew the packaging of the two products by selecting optimal packaging materials, adjusting color compositions that increase consumer preferences, implementing product characteristic logos and product information. The method of implementing these activities is carried out through training on packaging design concepts, assistance in the preparation of packaging prototypes, and application of new packaging to the products. The implementation of this activity involved KWT Sri Rejeki, PPDM Sentra Kelor team, Bumdes Langgeng Makmur, and the Bogo Village Government. The result of this program is the new packaging for tea products and Moringa leaf powder with better quality, more attractive design, additional product information and, product characteristics. Product sales have increased and consumer confidence in product quality has increased after the use of new packaging resulted from this program.
SOCIALIZATION OF THE IMPACT OF EARLY MARRIAGE IN KEDIRI VILLAGE Nurin Rochayati; Lelisari Lelisari; Mas’ad Mas’ad; Ibrahim Ibrahim; Linda Sekar Utami; Arif Arif
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.7103

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk mencegah peningkatan angka pernikahan dini pada kalangan remaja. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan para remaja di desa Kediri tidak melakukan tidakan yang tergesa-gesa melangsungkan pernikahan. Kegiatan ini memberikan ilmu dan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini. Adapun metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan melihat film bertema pernikahan dini. Metode ceramah berisikan materi dan ilmu pengetahuan, setelah itu peserta dibebaskan untuk bertanya dan berdiskusi. Dengan melihat film pendek, diharapkan bisa memahami tentang pernikahan dini. Peserta sangat antusias dan senang dilaksnakan sosialisasi ini, karena menambah wawasan dan semakin cermat dalam mengambil keputusan.Abstract:  The purpose of this community service is to prevent an increase in the number of early marriages among teenagers. With this socialization activity, it is hoped that the youth in the village of Kediri will not take hasty actions to get married. This activity provides knowledge and knowledge about the impact of early marriage. The methods implemented in this activity, namely by using the lecture method, discussion, and watching films with the theme of early marriage. The lecture method contains material and knowledge, after which participants are free to ask questions and discuss. By watching short films, it is hoped that they can understand about early marriage. Participants are very enthusiastic and happy to carry out this socialization, because it adds insight and is more careful in making decisions.
SOCIALIZATION OF THE BHINNEKA TUNGGAL IKA IN KAPANEWON NGLIPAR, GUNUNGKIDUL REGENCY Ricky Santoso Muharam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.5824

Abstract

Abstrak: Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, etnis serta bahasa sehingga menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara multikultural. Keberagaman yang dimiliki Indonesia tentu saja tidak selalu berjalan dengan baik, persoalan sikap intoleransi khususnya di beberapa wilayah Indonesia karena perbedaan pandangan serta pemahaman baik itu dari pemahaman agama, budaya, aliran kepercayaan serta sikap sosial di masyarakat menimbulkan konflik yang dikhawatirkan akan mengganggu disintegrasi bangsa. Kegiatan sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang keberagaman serta membangun sikap toleransi di masyarakat khususnya di Kapanewon Nglipar Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan metode sosialisasi dengan jumlah peserta terdiri dari 25 orang dari tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh agama serta aparat dari beberapa desa di Kapanewon Nglipar Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahamanan tentang Bhinneka Tunggal Ika.Abstract:  Indonesia consist of ethnicity, religion, culture, ethnicity, and language certainly makes the Indonesian nation a multicultural country. Of course, Indonesia's diversity does not always work well, the issue of intolerance, especially in some parts of Indonesia, due to differences in views and understandings of religion, culture, beliefs, and social attitudes in society create conflicts that are feared to disrupt the disintegration of the nation. The Bhinneka Tunggal Ika socialization activity aims to provide an understanding of diversity and build tolerance in society, especially in Kapanewon Nglipar, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region Province. The method in implementing this activity is the socialization method with the number of participants consisting of 25 people from community leaders, cultural leaders, religious leaders, and officials from several villages in Kapanewon Nglipar, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. Based on the results of the evaluation conducted after the activity, there was an increase in knowledge and understanding of Bhinneka Tunggal Ika.
MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI MELALUI AWIQ-AWIQ DISE Siti Sanisah; Sarilah Sarilah; Hj. Mas'ad Hj. Mas'ad; Edi Edi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6729

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini masih menjadi masalah yang cukup pelik di masyarakat dan dunia pendidikan, terlebih ketika kegiatan pembelajaran terjeda karena merebaknya pandemi Covid-19. Meski tidak terjadi lonjakan tajam, tetapi peningkatan jumlah pernikahan anak usia dini merupakan indikasi bahwa kasus ini masih menjadi polemik yang cukup sulit ditekan. Menjadi sedikit lebih sulit ditangani di Pulau Lombok, karena berbenturan dengan adat istiadat yang berlaku di tengah masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk membantu pemerintah Desa Perina Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah menyusun dan membuat awiq-awiq dise sebagai salah satu upaya menekan angka pernikahan dini. Kegiatan dalam bentuk pendampingan langsung dengan mitra strategis pemerintah Desa Perina beserta perwakilan berbagai elemen masyarakat yang berjumlah 35 orang. Hasil akhir pengabdian masyarakat ini adalah tersusunnya awiq-awiq dise tentang Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Perina. Abstract:  Early marriage is still a fairly complicated problem in society and the world of education, especially when learning activities are paused due to the outbreak of the Covid-19 pandemic. Although there was no sharp rising, the increase in the number of early child marriages is an indication that this case is still a polemic that is quite difficult to be pressed. It becomes a little more difficult to solve on the island of Lombok, because it crash with the existing customs in the community. The community service carried out aims to help the Perina village government, Jonggat district, Central Lombok regency, compose and make awiq-awiq dise (local law) as an effort to reduce the number of early marriages. Activities in the form of direct assistance with strategic partners of the Perina village government along with representatives of various elements of society, totaling 35 people. The final result of this community service is the compilation of awiq-awiq dise dissemination on the Prevention of Early Marriage in Perina Village.