cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
The Suprasegmental Analysis On Jokowi’s Speech Of “Lonjakan Kasus Covid-19 dan Penerapan PPKMMikro On 23rd Of June 2021” Lela Rahmawati; Hilda Hastuti; Sutarman Sutarman; Alan Cahya Saputra
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10743

Abstract

Abstract:This study aims at describing learners’ features of pronunciation in terms of the suprasegmental aspects found in Jokowi’s Specch of Lonjakan kasus Covid-19 dan penerapan PPKM Mikro on 23rdof June 2021. Suprasegmental information applies to several different linguistic phenomena such as pitch, duration, and loudness. Speech not only conveys question word or sentence, but also the meaning behind every utterance phonologically. In this research, the using of the supra-segmental aspect in order to reveal the true meaning and contextual meaning of what Jokowi’s delivered in his speech. The result of this study revealed that phone segment in the text of Jokowi’s speech is divided into two categories such as the form of language and the language features in the speech text. The form of language is related to the form of segment which is divided into three sub-categories such as high intonation segment, moderate intonation segment, and low intonation segment.  
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA PADA KUMPULAN CERPEN KARYA EMASTA EVAYANTI SIMANJUNTAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBELAJARAN DI SMA Widya Utari; Achmad Yuhdi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.8853

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan dan mendeskripsikan masalah sosial yang terdapat dalam cerpen romanauli karya emasta evayanti simanjuntak, (2) mengetahui hubungan analisis sastra dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari cerpen romanauli karya emasta evayanti simanjuntak. Hasil dalam penelitian ini adalah ditemukan berbagai masalah sosial yang ada dalam cerpen romanauli karya emasta evayanti simanjuntak antara lain masalah kemiskinan, masalah kejahatan, masalah disorganisasi keluarga, masalah lingkungan hidup, dan masalah kekerasan. Selain berbagai masalah sosial, pada penelitian ini juga ditemukan bahwa hubungan hasil penelitian dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA pada kurikulum 2013 adalah sebagai materi ajar.
Pemertahanan Bahasa Sasak dalam Istilah Pertanian pada Komunitas Petani Adat Bayan, Lombok Utara M. Aris Akbar; Halus Mandala; Siti Lamusiah; Siti Nur Ifanti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10485

Abstract

Abstrak: Pergeseran bahasa berarti, suatu guyup (komunitas) meninggalkan suatu bahasa sepenuhnya untuk memakai bahasa lain. Bila pergeseran sudah terjadi, para warga guyup itu secara kolektif memilih bahasa baru. Dalam pemertahan bahasa, guyup itu secara kolektif menentukan untuk melanjutkan pemakaian bahasa yang sudah bisa dipakai. Ketika guyup tutur mulai memilih bahasa baru di dalam ranah yang semula diperuntukkan bagi bahasa lama, hal itu merupakan tanda bahwa pergeseran bahasa sedang berlangsung. Wacana ritual melong pare bulu (WRMPB)komunitas petani adat Bayan, Lombok Utara merupakan wujud performansi lingual pada seperangkat kegiatan penanaman padi tradisional yang didasarkan pada tradisi. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, yaitu mamakai sampel penelitian; tokoh adat ritual melong pare bulu, kiayi, dan kepala lingkungan setempat. Pemertahanan bahasa Sasak dalam istilah pertanian, yaitu (1) ritual meleong pare bulu ‘penanaman padi tradisional’ dalam penggunaanya telah mengalami pergeseran pada tataran makna; (2) istilah pertanian dalam ritual meleong pare bulu ‘penanaman padi tradisional’ banyak istilah yang tidak digunakan sejalan dengan tidak dilaksanakannya ritual tersebut. Menggali hubungan pergeseran dan pemertahanan bahasa, dapat dikatakan bahwa bahasa Sasak dalam istilah pertanian pada komunitas petani adat Bayan, Lombok Utara tidak dapat dipertahankan oleh penuturnya sebagaimana tidak dapat dipertahankannya budaya ritual meleong pare bulu ‘penanaman padi tradisional’ pada kehidupan budaya pertanian masyarakat setempat.Abstract: Language shift means, a community leaves a language entirely to use another language. When the shift had occurred, the residents collectively chose a new language. In language preservation, it collectively determines to continue the use of language that can already be used. When speechmakers begin to choose a new language within the realm originally reserved for the old language, it is a sign that a language shift is underway. The discourse of the meleong pare bulu ritual of the Bayan indigenous farming community, North Lombok is a form of lingual performance on a set of traditional rice planting activities based on tradition. The determination of the research subject was carried out using the purposive sampling technique, which is a research sample; traditional figures of the ritual meleong pare bulu, kiayi, and the head of the local neighborhood. The preservation of the Sasak language in agricultural terms, namely: (1) the ritual of meleong pare bulu 'traditional rice planting' in its use has undergone a shift in the level of meaning; (2) the term agriculture in the meleong pare feather ritual 'traditional rice planting' many terms are not used in line with the non-implementation of the ritual. Exploring the relationship of language shifting and maintaining, it can be said that the Sasak language in agricultural terms in the indigenous farming community of Bayan, North Lombok cannot be maintained by its speakers as the untenable ritual culture of meleong pare bulu 'traditional rice planting' in the agricultural cultural life of the local people. 
IMPLEMENTASI KEGIATAN PEMBELAJARAN TERPADU DI SDN KEBON JAHE Ana Nurhasanah; Reksa Adya Pribadi; Justin Adelina Mangku
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.6762

Abstract

Abstrak:Masalahnya adalah "bagaimana desain, proses, evaluasi dan faktor pendukung danMenghambat proses pembelajaran berbasis tema-terintegrasi di sekolah dasarSungai ya sub-kabupaten. Tujuan untuk menggambarkan desain, proses, evaluasi danFaktor pendukung dan menghambat proses pembelajaran berbasis tema yang terpadu diSekolah dasar di wilayah Sungai Raya. Data itu diperoleh melalui pengamatan,Wawancara mendalam, catatan lapangan dan analisis data dokumen dan dokumentasi dariProses pengajaran dan pembelajaran. Yang dianalisis dengan triangulasi untuk mendapatkanKeakuratan dan keabsahan data. Hasilnya adalah: (1) pelajaran tematik yang terintegrasiRencana yang dibuat oleh para guru secara umum telah memenuhi syarat dalam membuat rencanapelajaran tematik;(2) pembelajaran tematis yang terpadu diimplementasikan sesuai dengan program tersebutYang telah disiapkan; (3) evaluasi tidak monoton, evaluasiPembelajaran menggunakan beberapa alat penilaian untuk membuat gurulebih memahamiDengan karakteristik dan kemampuan dari pelajar (4) ketersediaan pelatihanAkses untuk guru dan pembatasan fasilitas dan infrastruktur menjadi sangatFaktor pendukung dan menghambat proses pembelajaran tematik yang terintegrasi. Abstract:The problem was “how is the design, process, evaluation and supporting factors andinhibiting the integrated thematic learning process in Public Elementary school inSungai Raya subdistrict. The aim to describe the design, process, evaluation andsupporting factors and inhibiting the integrated thematic learning process atElementary school in Sungai Raya sub-district. The data was obtained by observation,in-depth interview, field note and document data analysis and documentation ofteaching and learning process. The analyzed by triangulation in order to obtain theaccuracy and the validity of data. The results were: (1) integrated thematic lessonplan made by teachers in general had been qualified in making thematic lesson plan;(2) Integrated thematic learning was implemented in accordance with the programthat had been prepared; (3) The evaluation was not monotonous, the evaluation oflearning used several assessment instruments to make the teacher more understandwith the characteristics and capabilities of the learners (4) Availability of trainingaccessed for teachers and the limitation of facilities and infrastructure became a verysupportive factor and inhibit the thematic learningprocess Integrated. 
Analisis Penggunaan Diksi Dalam Komunikasi Lisan di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram Kurnia Kurnia; Halus Mandala; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10744

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi diksi yang digunakan dalam komunikasi lisan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode transkripsi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan ialah berupa daftar pertanyaan dengan menggunakan alat penunjang lain seperti, gawai (handphone), buku dan balpoin. Data dalam penelitian ini dianalisis melalui identifikasi data, klasifikasi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diksi yang digunakan oleh mahasiswa dalam berkomunikasi dari segi bentuk diperoleh sebanyak 30,30% penggunaan kata asing, penggunaan kata ilmiah sebanyak 19,69%, penggunaan kata slang sebanyak 16,66%, penggunaan kata jargon sebanyak 9,09%, penggunaan kata kajian sebanyak 7,57%, penggunaan kata populer sebanyak 4,54%, penggunaan kata abstrak sebanyak 3,03%, penggunaan kata konkret sebanyak 3,03%, penggunaan kata umum sebanyak 3,03%, penggunaan kata khusus sebanyak 3,03%. Berdasarkan maknanya diperoleh sebanyak 62,12% makna denotatif, makna konotasi sebanyak 33,33%, makna afektif sebanyak 4,54%. Berdasarkan fungsinya diperoleh sebanyak 50% fungsi intelektual, fungsi sebagai bahasa gaul sebanyak 16,66%, fungsi sebagai identitas diri sebanyak 9,09%, fungsi deskriptif sebanyak 7,57%, fungsi ekspresif sebanyak 6,06%, fungsi informasional sebanyak 6,06%, dan diperoleh sebanyak 4,54% fungsi untuk mempercepat pemahaman. Abstract: This study aims to describe the form, meaning, and function of diction used in oral communication within the Muhammadiyah University of Mataram. This research uses qualitative descriptive method. Data collection was carried out using observation methods, interview methods, transcription methods, and documentation. The instrument used is in the form of a list of questions using other supporting tools such as, gadgets (cellphones), books and balpoints. The data in this study were analyzed through data identification, data classification, data interpretation, and drawing conclusions. The conclusion of the results of this study shows that the diction used by students in communicating in terms of form was obtained as much as 30.30% of the use of foreign words, the use of scientific words as much as 19.69%, the use of slang words as much as 16.66%, the use of jargon words as much as 9.09%, the use of study words as much as 7.57%, the use of popular words as much as 4.54%, the use of abstract words as much as 3.03%, the use of concrete words as much as 3.03%, the use of concrete words as much as 3.03%,  the use of common words is 3.03%, the use of special words is 3.03%. Based on the meaning obtained as much as 62.12% denotative meaning, connotative meaning as much as 33.33%, affective meaning as much as 4.54%. Based on its function, 50% of intellectual functions were obtained, functions as slang as much as 16.66%, functions as self-identity as much as 9.09%, descriptive functions as much as 7.57%, expressive functions as much as 6.06%, informational functions as much as 6.06%, and obtained as many as 4.54% functions to accelerate understanding.
Bentuk dan Fungsi Metafora Perempuan dalam Ritual Adat Belo Tue Di Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Yuselvin Beo Wesso; Karolus B Jama; Margareta P.E. Djokaho
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.9468

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang bentuk dan fungsi metafora perempuan dalam ritual adat Belo Tue yang ada di Desa Ile Padung. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ritual adat Belo Tue merupakan sebuah ritual yang muncul ketika adanya jalinan hubungan antar lelaki dan perempuan yang tidak sesuai dengan peraturan perkawinan tiga tungku yang dipercayai oleh masyarakat desa ini. Dalam penelitian ini ditemukan bentuk metafora ontologis dari Lakoff Jhonson. Fungsi dari metafora perempuan ini untuk menggambarkan status dan kewajiban seorang perempuan dalam berkeluarga. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan peneliti dan menjadi bahan referensi untuk peneliti lain yang juga membahas hal-hal yang terkait dengan metafora. Penelitian ini juga bermanfaat bagi generasi muda khususnya yang berada di desa Ile Padung untuk mengetahui bahwa menjalin hubungan pernikahan tiga tunggu itu penting sehingga tidak perlu adanya penanggalan nama suku untuk perempuan.Abstract: This article discusses the metaphorical form and function of women in the Belo Tue traditional ritual in Ile Padung Village. This research is descriptive with qualitative methods. The results of the study show that the Belo Tue traditional ritual is a ritual that arises when there is a relationship between men and women that is not in accordance with the three furnace marriage regulations that are trusted by the people of this village. In this study, an ontological metaphor was found by Lakoff Johnson. The function of this woman's metaphor is to describe the status and obligations of a woman in a family. This research is useful to add insight to researchers and become reference material for other researchers who also discuss matters related to metaphors. This research is also useful for the younger generation, especially those in the village of Ile Padung to know that establishing a three-wait marriage relationship is important so that there is no need for a tribal name calendar for women.
Jampi Maen Jaran dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa: Kajian Semantik Yulia Sumbawati; I Made Suyasa; Irma Setiawan; Sapiin Sapiin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10486

Abstract

Abstrak: Tradisi maen jaran atau yang biasa disebut pacuan kuda, adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumbawa. Penelitian ini berjudul Analisis Makna dan Fungsi Jampi Maen Jaran dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini: (1) Bagaimanakah makna jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, wawancara, metode terjemahan dan traskripsi, metode analisis data.Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa makna jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa mengandung beberapa makna yakni sebagai makna kekuatan, makna keselamatan, makna religi, dan makna spritual. Dengan mengetahui ikon, indeks, simbol dan lambang tersebut maka kita akan dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya yang tidak lupa kita harus menerjemahkannya terlebih dahulu untuk memudahkan pemaknaan. jampi maen jaran menjadi tradisi yang diwariskan dari nenek moyang yang masih menjadi kebudayaanmasyarakat yang tidaklepasdarikehidupansehari-hari. Abstract: The tradition of playing Jaran or commonly called horse racing, is a tradition carried out from generation to generation by the Sumbawa people. This research is entitled Analysis of the Meaning and Functions of MaenJaran incantations in the Sumbawa Community Tradition. The problems that will be studied in this research: (1) What is the meaning of jampimaenjaran in the tradition of the Sumbawa people. The method used in this research is descriptive qualitative. While the data collection method used is the method of observation, interviews, documentation, interviews, translation and transcription methods, data analysis methods. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the meaning of jampimaenjaran in the Sumbawa community tradition contains several meanings, namely the meaning of strength, the meaning of safety, the meaning of religion, and the meaning of spirituality. By knowing the icons, indexes, symbols and symbols, we will be able to understand the meaning contained in them, which we must not forget to translate first to facilitate the meaning. jampimaenjaran is a tradition passed down from ancestors which is still a community culture that cannot be separated from everyday life.
DIMENSI SOSIOKULTURAL TERHADAP TAGAR DI TWITTER INDONESIA Danang Dwi Harmoko; Prapti Wigati Purwaningrum
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.6704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dimensi sociokuultural dalam teori Critical Discourse Analsys (CDA oleh Norman Fairclough dari beberapa tagar yang menjadi trending topik di twitter Indonesia. Twitter menjadi ruang diskusi yang sangat ramai dengan berbagai percakapan terutama di masa pandemic yang mengharuskan masyarakat mengurangi interaksi secara langsung. Dalam penelitian ini, sample yang digunakan adalah 10 tagar dibidang sosial politik yang viral dan memicu diskursus panjang di masyarakat luas dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara umum, tagar di Indonesia ditinjau dari aspek sociocultural dapat dibagi menjadi 3 tujuan atau intepretasi. Pertama, tagar yang bertujuan untuk mengungkapkan kritik dan kekecewaan baik kepada pemerintah maupun lembaga lain yang tercermin dari tagar #thekingoflipservice, #MauKritikTapiTakutUUITE, dan #AllEnglandOpen2021UnFair. Kedua, tagar yang bertujuan untuk melalukan mobilisasi isu, wacana, dan kebijakan yang terefleksi dari tagar #beranijujurpecat, #TolakJilbabPaksa, #BTSMeal, tagar terkait untuk stay at home, dan dorongan untuk berpartisipasi melakukan vaksinasi. Ketiga, tagar yang bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dan nasionalisme yang terafiliasi dari tagar #savepalestine dan #Indonesiasaysorryforthailand. Penelitian ini juga mengungkap bahwa masyarakat Indonesia sangat senang berdiskusi, menyatakan pendapat, dan melakukan kritik kepada pemeintah. Dari sisi ini tercermin tingkat partispasi warga dalam demokasi sudah cukup memuaskan meskipun masih banyak ruang untuk perbaikan.
Kemampuan Menceritakan Berbagai Pengalaman dengan Pilihan Kata dan Ekspresi Yang Tepat pada Siswa SD Syafruddin Muhdar; Roby Mandalika Waluyan; Akhmad Akhmad; I Made Suyasa
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10745

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul “Kemampuan Menceritakan  Berbagai Pengalaman dengan Pilihan Kata dan Ekspresi yang Tepat”. Rumusan masalah dalam penelitian berikut ini.“Bagaimanakah kemampuan menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat siswa kelas 5 SDN 1 Cakranegara tahun pelajaran 2021/2022.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan objektif tentang kemampuan siswa menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat siswa kelas 5 SDN 1 Cakranegara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN 1 Cakranegara tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 26 orang siswa. Dalam mengumpulkan data, metode yang digunakan adalah metode tugas dan metode observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kemampuan individual dan kelompok/kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 0% memiliki kemampuan tinggi  memiliki kemampuan sedang 15,39%, dan 84,61% orang memiliki kemampuan rendah dari 26 orang siswa sebagai sampel. Rata-rata kelompok (M) dan indeks prestasi kelompok (IPK) sebesar 28,11.  Jadi kemampuan menceritakan berbagai pengalaman pribadi dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat, siswa kelas 5 SDN 1 Cakranegara tahun pelajaran 2021/2022 dalam katagori rendah. Abstract: This research is entitled "The Ability to Tell Various Experiences with the Right Choice of Words and Expressions". The formulation of the problem in the following study." How is the ability to tell various experiences with the right choice of words and expressions of grade 5 students of SDN 1 Cakranegara for the 2021/2022 academic year.The purpose of this study is to get a clear and objective picture of students' ability to tell various experiences with the right choice of words and expressions of grade 5 students of SDN 1 Cakranegara.The method used in this study is a descriptive research method with a quantitative approach. The subjects in this study were grade 5 students of SDN 1 Cakranegara for the 2021/2022 academic year, totaling 26 students. In collecting data, the methods used are the task method and the observation method. The data analysis method used is a quantitative descriptive method to determine the abilities of individuals and groups / classes. The results of this study showed that 0% had high ability had medium ability 15.39%, and 84.61% of people had low ability from 26 students as a sample. The average group (M) and group achievement index (GPA) were 28.11.  So the ability to tell various personal experiences with the right choice of words and expressions, grade 5 students of SDN 1 Cakranegara for the 2021/2022 academic year in the low category. 
Analisis Pergeseran Makna Kata di Media Harian Kompas Bidang Sepak Bola Edisi Bulan September-Oktober Tahun 2020 Kajian Semantik Sukran Makmun; Isnaini Yulianita Hafi; M Tesir
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10482

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji istilah-istilah yang muncul akibat pergeseran makna pada bahasa tulis di media harian kompas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan cara studi teks. Adapun teknik pengumpulan data adalah dengan menelaah teks dan mencatat hasil temuan dari teks berita harian kompas. Adapun hasil penelitian diperoleh dari 23 berita pada dan terdapat 27 kosa kata yang mengalami pergeseran makna meluas, berubah total, penghalusan, pengasaran, pengembangan istilah, dan perbedaan bidang pemakaian pada berita harian kompas edisi September- Oktober 2020. Dengan demikian, dapat dikatakan bahawa produktivitas bahasa dalam menghasilkan istilah-istilah bahasa dengan sajian berbeda sesuai dengan makna dalam konteks penggunaannya dapat memperkaya khazanah keilmuan pada bidang bahasa baik lisan maupun tulis, salah satunya adalah akibat pergeseran makna.Abstract. This study aims to examine the terms that arise due to shifts in meaning in written language in Kompas daily media. The method used in this research is descriptive qualitative by means of text study. The data collection technique is to examine the text and record the findings from the Kompas daily news text. The results of the study were obtained from 23 news stories and there were 27 vocabularies that experienced a broad shift in meaning, changed completely, refined, roughened, termed development, and different fields of use in the September-October 2020 edition of Kompas daily news. Thus, it can be said that productivity language in producing language terms with different presentations according to the meaning in the context of their use can enrich scientific treasures in the field of language both spoken and written, one of which is the result of a shift in meaning