cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN TEPUNG dan MIE MOCAF (STUDI KASUS : KELOMPOK WANITA TANI “SRI TANJUNG”) Yuniar, Eka; Karmilasari, Karmilasari; Maknunah, Jauharul; Wahyuningsih, Dian; Andri Purwanti, Gettik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19780

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyakarat ini merupakan kolaborasi STMIK Pradnya Paramita, Universitas Gunadarma dan Institut Pertanian Malang ke mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) “Sri Tanjung di daerah Kesambon Malang dengan jumlah anggota berkisar 50 orang. Latar belakang dari pengabdian masyarakat ini melihat potensi dari mitra yang memiliki produk komoditi singkong yang berlimpah yang hasilnya dikonsumsi langsung anggotanya, dijual dan sebagian dibuat dalam bentuk produk olahan singkong dalam bentuk tepung mocaf (modified cassava) dan produk turunannya seperti mie mocaf. Permasalahannya KWT belum memiliki mesin produksi sendiri dan pemasaran masih terbatas di lingkungan sekitar. Tujuan dari program kemitraan Masyarakat ini, adalah  menjadi fasiltator bagi KWT “Sri Tanjung” dalam pengembangan produksi tepung dan mie mocaf. Metode yang dilakukan melalui pemberian mesin produksi dan pendampingan serta penyuluhan terkait penggunaan mesin produksi dan pelatihan re-branding merk, digital marketing dan pengelolaan keuangan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini, adanya peningkatan produksi tepung mocaf sebesar 50%, peningkatan produksi mie mocaf sebesar 50%, peningkatan omzet 1,5 kali dari sebelumnya, penambahan pengetahuan dan ketrampilan anggotanya, yaitu re-branding merk dan digital marketing, KWT memiliki merk/label baru tepung dan mie mocaf yang lebih menarik dan informatif dan KWT memiliki website untuk pemasaran digital. Secara keseluruhan peningkatan hardskill mitra dari kegiatan ini berkisar 50%, sedangkan dari sisi softskill terdapat peningkatan berkisar 75%. Kata kunci:  kelompok wanita tani (kwt); epung mocaf; mie mocaf ABSTRACTThis community service is a collaboration between STMIK Pradnya Paramita, Gunadarma University and the Malang Agricultural Institute with the partner Farmer Women's Group (KWT) "Sri Tanjung in the Kesambon Malang area with a number of members around 50 people. The background to this community service sees the potential of partners who have abundant cassava commodity products whose members consume the results directly, sell them and some of them are made into processed cassava products in the form of mocaf flour (modified cassava) and derivative products such as mocaf noodles. The problem is that KWT does not yet have its own production machine and marketing is still limited to the surrounding area. The aim of this Community Partnership program is to become a facilitator for KWT "Sri Tanjung" in developing the production of mocaf flour and noodles. The method used is through providing production machines and assistance and counseling regarding the use of production machines and training on brand re-branding, digital marketing and financial management. The results of this mentoring activity were an increase in mocaf flour production by 50%, an increase in mocaf noodle production by 50%, an increase in turnover of 1.5 times from before, an increase in the knowledge and skills of its members, namely brand re-branding and digital marketing, KWT has a brand /new labels for mocaf flour and noodles that are more attractive and informative and KWT has a website for digital marketing. Overall, the increase in partners' hard skills from this activity was around 50%, while in terms of soft skills there was an increase of around 75%. Keywords: farmer women’s group; mocaf flour; mocaf noodles.
Lansia bebas kepikunan melalui gardening therapy bunga krisan di Panti Lanjut Usia Lydia kota Tomohon Elsi Elsi; Jilly Viorent Maranatha Boyoh; Aprillya Monica Dewi Kansil; Tarisa Rahayu; Fauzan Sugeha; Musma Rukmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21193

Abstract

Abstrak Demensia merupakan gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Lansia yang memiliki gejala kepikunan (Demensia alzheimer) dapat mengalami halusinasi, depresi, cemas, mudah marah, suka memberontak, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dialami para lansia di Panti Lanjut Usia Lydia Kota Tomohon. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan Gardening therapy dengan bunga krisan sebagai bentuk terapi okupasi pada lansia dengan masalah Demensia alzheimer. Metode yang digunakan dalam program ini, yakni sosialisasi dan pelatihan menggunakan metode ceramah dan praktik deteksi dini demensia secara sederhana dengan menggunakan tes mini cog dan drawing clock, dan pelaksanaan gardening therapy dengan bunga krisan. Pengabdian ini berlangsung selama tiga bulan dan diikuti oleh 6 orang lansia dengan gejala demensia alzheimer. Hasilnya terapi okupasi melalui terapi berkebun bunga krisan dapat meningkatkan nilai SPMSQ yang menunjukan peningkatan fungsi kognitif sehingga dapat mencegah terjadinya kepikunan (Demensia alzheimer) pada lansia. Pada kegiatan pengabdian ini satu orang pangasuh panti dan enam  lansia dapat terlatih dalam pencegahan kepikunan atau demensia alzheimer melalui gardening therapy. Kata kunci: berkebun; demensia; krisan; lansia; terapi. Abstract Dementia is a cognitive and memory disorder that can affect daily activities. Elderly individuals with symptoms of dementia experience hallucinations, depression, anxiety, irritability, rebelliousness, and difficulties in daily activities. This community service program aims to carry out Gardening therapy with chrysanthemum flowers as a form of occupational therapy in the elderly with Alzheimer's Dementia problems. This service lasted for three months and was attended by 6 elderly people with symptoms of Alzheimer's dementia. Chrysanthemum flowers are chosen because they are easy to cultivate, and Tomohon is known as the largest chrysanthemum center in Indonesia after Java. The methods used in this program include socialization and training using lecture methods, early dementia detection practices through mini-cog tests and drawing clocks, and the implementation of gardening therapy. The results show that occupational therapy through gardening with chrysanthemum flowers can improve SPMSQ scores, indicating an improvement in cognitive function, thus preventing dementia (Alzheimer's dementia) in the elderly. In this community service activity, one caregiver and six elderly individuals were trained in preventing dementia or Alzheimer's through gardening therapy. Keywords: chrysanthemum; dementia; elderly; gardening; therapy.
EDUKASI MENINGKATKAN KARAKTER SISWA DALAM UPAYA MENJAGA LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA DI SMPN 2 PRAYA TIMUR Anwar, Khairil; Zulkarnain, Zulkarnain; Winata, Aliahardi; Candra, Candra; Sakawibawa, I Dewa Ketut; Huda, Nurul; Hairunisah, Hairunisah; Sarifah, Raodatun; Sirajuddin, Sirajuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19251

Abstract

ABSTRAKPenanaman pengetahuan dan pendidikan karakter saat ini sangat penting untuk mendorong rasa keperdulian siswa dalam menjaga lingkungan terutama di lingkungan tempat mereka belajar. Salah satu progrm pendidikan lingkungan adalah program Adiwiyata dimana mendorong kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya rasa tanggung jawab, gotong royong, merawat dan menjaga lingkungan sekolah. Terdapat banyak problem mengenai lingkungan sekolah,sehingga dengan adanya program Adiwiyata yang dilakukan ini dapat membentuk dan meningkatkan karakter peduli lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi edukasi, sabtu bersih, lomba kebersihan kelas, memilah sampah organik dan non organik di sekolah SMPN 2 PRAYA TIMUR. Kegiatan ini dilaksanakanmulai tanggal 11 Agustus 2023yang diawali dengan proses koordinasi dengan pihak sekolah, observasi lingkungan, penyusunan jadwal, sosialisasi materi, pelaksanaan sosialisasi, pemantuan, penilaian indikator keberhasilan, evaluasi, serta refleksi yang dilakukan dengan pengamatan warga sekolah dalam melaksanakan program Adiwiyata. Kegiatan ini terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar, serta berhasil memperlihatkan peran warga sekolah dalam menjaga, memelihara dan merawat lingkungan sekolah. Selanjutnya siswa dapat mengembangkan dan menumbuhkan karakter tanggung jawab, mandiri, gotongroyong, dan perduli terhadap lingkungan sekolahnya. Kata kunci: sosialisasi; program adiwiyata; nilai karakter. ABSTRACTPlanting knowledge and character education is currently very important to encourage students' sense of care in protecting the environment, especially the environment where they learn. One of the environmental education programs is Adiwiyata, its encourages school community awareness of the importance of a sense of responsibility, mutual cooperation, caring for and protecting the school environment. There are many problems regarding the school environment, so the Adiwiyata program carried out can shape and improve the character of environmental care. This activity was carried out in the form of educational socialization, clean Saturday, class hygiene competition, sorting organic and non-organic waste at SMPN 2 PRAYA TIMUR school. This activity was carried out on August 11, 2023 activities began with a coordination process with the school, environmental observation, schedule preparation, material socialization, socialization implementation, monitoring, success indicators, evaluation, and reflection carried out by observing school residents in implementing Adiwiyata schools. This activity was carried out so well, orderly and smoothly, and succeeded in showing the role of school residents in protecting, maintaining and caring for the school environment through this Adiwiyata education program. Furthermore, students can develop and foster the character of responsibility, independence, mutual cooperation and care for the school environment. Keywords: socialization; adiwiyata program; character values.
Pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya serai wangi di Kosagrha Lestari Medokan Ayu Selatan, Rungkut Susilowati Susilowati; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Renova Panjaitan; Sandy Buana Putra; Kindriari Nurma Wahyusi; Caecilia Pujiastuti; Siswanto Moenandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21616

Abstract

AbstrakKeberadaan lahan tidur di daerah pemukiman dapat menjadi sumber permasalahan bagi warga karena menjadi sarang hewan liar yang tentunya mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Lahan tidur di wilayah Kosagrha Lestari merupakan lahan milik pemerintah kota yang telah lama terbengkalai, ditumbuhi oleh rerumputan liar serta penuh dengan sampah-sampah seperti sampah sisa bangunan, sampah plastik dan botol-botol. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), dalam program pengabdian kepada masyarakat, bekerjasama dengan Kelompok Tani Kosagrha Lestari memanfaatkan lahan tidur tersebut menjadi lahan budidaya tanaman serai wangi. Pendekatan program pengabdian yang dilakukan adalah melakukan aksi (action) yang kemudian diikuti dengan diskusi tanya jawab dalam forum resmi (talk show). Hasil dari pengabdian masyarakat dengan metode pendekatan yang dilakukan adalah bahwa masyarakat memiliki ketertarikan dan kepercayaan lebih terhadap program yang sebelumnya terbukti berhasil dilakukan. Teknik budidaya yang disarankan dapat diaplikasikan pada lahan tidur di Kosagrha dan menghasilkan lahan budidaya serai wangi yang tumbuh dengan baik. Kata kunci: lahan tidur; pupuk kandang; serai wangi; teknik budidaya Abstract Unused land in residential areas can be a problem source for residents because it becomes a nest for wild animals, which disturbs the local community's comfort. The idle land in the Kosagrha Lestari area, which belongs to the government, has been neglected for a long time, overgrown with weeds and full of rubbish such as building waste, plastic waste, and bottles. The community servise team of UPNVJT collaborated with the Kosagrha Lestari Farmers Group in a community service program, utilizing that idle land to become citronella cultivation land. The service program's approach was taking action followed by a question-and-answer discussion in an official forum (talk show). The results of this community service activity using the approach method were that the community had more interest and trust in a program with successful evidence. The cultivation technique suggested could be applied to the unused land in Kosagrha and generate a well-cultivated land of citronella. Keywords: unused land; manure; citronella; cultivation technique
PENDEKATAN PENGELOLAAN SAMPAH TPA REGIONAL KEBONG KONGOK Sukuryadi Sukuryadi; Lalu Mokh Reza Anshari; Putu Eka Gunadi; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas'ad Mas'ad; Muhammad Sabri; Palahuddin Palahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.21004

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah merupakan permasalahan yang banyak melibatkan berbagai pihak dalam pengelolaannya terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu langkah dalam melakukan pengelolaan sampah adalah dengan melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi pihak pengelola bersama masyarakat sekitar TPA.  Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Desa Sukamakmur, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara di lokasi TPA. Kegiatan ini banyak melibatkan berbagai pihak terutama pihak pengelola TPA bersama masyarakat sekitar. Berdasarkan kegiatan iniditemukan bahwa distribusi sampah di TPA ini tidak merata, dengan adanya titik-titik kritis dan zona penumpukan sampah yang memerlukan perhatian khusus. Infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas, seperti fasilitas pemrosesan yang kurang, juga menjadi hambatan utama. Dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari TPA ini belum sepenuhnya tergambarkan secara rinci, namun ada indikasi dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah masih rendah, dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap sampah dan ketidakpastian terkait manfaat partisipasi. Sebagai solusi, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi. Penyesuaian program dengan konteks lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan inovatif juga diusulkan. Kata kunci: pengelolaan sampah; tempat pembuangan akhir; analisis data spasial ABSTRACTThe waste problem is a problem that involves many parties in its management, especially at final disposal sites (TPA). One of the steps in managing waste is to identify various problems faced by the management together with the community around the landfill. Therefore, this Community Service Activity aims to identify the challenges of waste management at the Kebon Kongok Regional Final Disposal Site (TPA) in Sukamakmur Village, West Lombok. The method used in this activity is the method of observation and interviews at the landfill location. This activity involves many parties, especially the landfill management and the surrounding community. Based on these activities was found that waste distribution in this landfill is uneven, with critical points and zones of waste accumulation requiring special attention. Limited waste management infrastructure, such as insufficient processing facilities, also poses a major obstacle. The environmental and socio-economic impacts of this landfill have not been fully detailed, but there are indications of socio-economic effects on the surrounding community. Community participation in waste management programs is low, influenced by negative perceptions of waste and uncertainty about the benefits of participation. As a solution, community education and awareness are key to increasing participation. Adjusting programs to local contexts and empowering communities through innovative approaches are also proposed. Keywords: waste management; landfill; spatial data analysis
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI SEL SURYA UNTUK PENGENTASAN MASALAH ELEKTRIFIKASI Dadan Hamdani; Sahara Hamas Intifadhah; Rahmawati Munir; Adrianus Inu Natalisanto; Suhadi Muliyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19814

Abstract

ABSTRAKEnergi listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat pada modern sekarang ini, dimana keberadaanya sangat mempengaruhi berbagai sendi kehidupan. Keterbasan dalam penyaluran energi listrik disebabkan oleh faktor geografis yang sulit dijangkau mempengaruhi peningkatan biaya investasi dalam pemasangan instalasi dan distribusi jaringan listrik. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengidentifikasi tingkat kebutuhan energi listrik dan memberikan sosialisasi serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai Teknologi Tepat Guna (TTG) sel surya. Upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan energi terbarukan melalui konversi sumber energi matahari menjadi energi listrik secara langsung yang merupakan solusi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik sehari-hari untuk daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Metode yang digunakan untuk penerapan teknologi sel surya ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat di sekitar Desa Muara Enggelam, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil dan kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh wawasan dan kemampuan dalam mengoperasikan teknologi sel surya. Selain itu kegiatan ini juga menghasilkan prototipe Teknologi Tepat Guna (TTG) yang kompatibel, berdaya guna, dan mudah dioperasikan bagi pengguna listrik DC, AC dan gabungannya (DC+AC) untuk pemenuhan kebutuhan listrik sehari-hari. Penerapan jangka panjang dari prototipe TTG ini perlu dilakukan kajian, baik terkait kelayakan kinerja teknologi sel surya yang melibatkan banyak faktor maupun kajian kelayakan secara ekonomi terkait pembiayaan teknologi sel surya ini.           Kata kunci: : energi listrik; energi matahari; sel surya; prototipe TTG; kelayakan. ABSTRACTElectrical energy is a basic need for people in today's modern society, where its existence greatly affects various aspects of life. Limitations in the distribution of electrical energy caused by geographical factors that are difficult to reach affect the increase in investment costs in the installation and distribution of electricity networks. The purpose of this service is to identify the level of electrical energy needs and provide socialization and counseling to the community regarding appropriate technology (TTG) solar cells. The effort made is the application of renewable energy through the conversion of solar energy sources into electrical energy directly which is an alternative solution in meeting daily electrical energy needs for areas that have not been reached by the PLN electricity network. The method used for the application of solar cell technology is carried out through training, counseling and mentoring activities for the community around Muara Enggelam Village, Kutai Kartanegara Regency. The results and activities showed that the community gained insight and ability to operate solar cell technology. In addition, this activity also produced a prototype of Appropriate Technology (TTG) that is compatible, effective, and easy to operate for users of DC, AC and combined electricity (DC + AC) to fulfill their daily electricity needs. The long-term application of this TTG prototype needs to be studied, both related to the feasibility of solar cell technology performance involving many factors and economic feasibility studies related to the financing of this solar cell technology. Keywords: electrical energy; solar energy; solar cell; TTG prototype; feasibility.
INISIASI PEMBENTUKAN EDUWISATA MELALUI PELATIHAN HIDROPONIK DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI SANGGRALOKA SEKAR WILIS PONOROGO Kusnawan, Wawan; Widaningrum, Ida; Azizah, Hanifha Nur; Roziqin, Bahar; Jamil, Salma Fauziyah; Lestari, Riza Ayu; Arifin, Rizal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19543

Abstract

ABSTRAKSanggraloka Sekar Wilis yang terletak di Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur merupakan sebuah taman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi eduwisata berwawasan lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Ponorogo memberikan pelatihan penanaman hidroponik dan pengelolaan sampah berwawasan lingkungan. Para peserta pelatihan yang terdiri dari aparat pemerintah desa Kesugihan, tokoh pemuda, dan ibu-ibu PKK diberikan pelatihan pemilahan sampah, pembuatan kompos dari sampah organik, serta pembuatan paving blok dengan bahan tambahan sampah plastik. Para peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Selanjutnya, Tim pengabdian akan melakukan penguatan, pendampingan dan pemantauan sampai warga dapat mengelola eduwisata secara mandiri. Kata kunci: eduwisata; sanggraloka sekar wilis; hidroponik; pengelolaan sampah. ABSTRACTLocated in Kesugihan Village, Pulung District, Ponorogo Regency, East Java, Sekar Wilis Sanggraloka is a park with the potential to be developed as an environmentally responsible educational tourism destination. In order to accomplish this objective, the community service team at Universitas Muhammadiyah Ponorogo provides training in hydroponic gardening and environmentally responsible waste management. Officials from the Kesugihan village government, youth leaders, and PKK women received training in waste sorting, composting organic waste, and constructing pavers from additional plastic waste. The participants in the training were eager to participate in the training activities. In addition, the service team will provide strengthening, assistance, and oversight until residents can independently manage edutourism. Keywords: edutourism; sanggraloka sekar wilis; hydroponic; waste management.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ADAT SAGA MELALUI KEGIATAN PELATIHAN DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL DALAM BERBAGAI PRODUK TURUNAN Malung, Adelina Virani; Meno, Maria Tresna; Mao, Wehelmina; Hutubessy, Josina Irene Brigetha; Fowo, Kristono Y.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19497

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan kaum perempuan adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup dalam menjaga pangan. Kelompok pembedayaan yang terlibat adalah kelompok Ana Tana Saga (ATS) dan kelompok Ibu- ibu PKK. kelompok ini semua merupakan mitra pengabdan kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Desa Saga Kecamatan Detusoko yang meliputi kegiatan penyuluhan pangan lokal dan pelatihan pengelolaan pangan lokal menjadi berbagai prodak yang memiliki nilai ekonomis, gizi dan keberlanjutan. Tujuan dari kegiatan ini untuk pemberdayaan perempuan  khususnya ibu- ibu PKK dan kelompok Ana Tana Saga (ATS) di Desa Saga dalam  pengelolaan pangan lokal tanaman lokal menjadi berbagai prodak pangan yang menarik, bernilai gizi dan ekonomis. Kegiatan PKM ini dilakukan sehingga menambah pengetahuan mengenai pangan lokal 41 % dan zat makanan, sumber gizi 56%. Pelatihan pengolahan pangan lokal sangat menginspirasi bagi kelompok Ana Tana Saga (ATS) dan Ibu –ibu PKK sebesar 90%.Saran  untuk masyarakat saga melestarikan tanaman pangan lokal, dengan sedikit demi sedikit menanam kembali, agar tidak punah, dengan harapan generasi selanjutnya bisa mengenal tanaman-tanaman  lokal dan mitra kedepan tidak berhenti untuk mengelola dan menghasilkan berbagai prodak turunan dari bahan lokal yang tersediah yang bernilai ekonomis sebagai oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke rumah adat Kata kunci: pemberdayaan; penyuluhan; pelatihan pangan local. ABSTRACTEmpowering women is an effort made to maintain the continuity of life by protecting food. The empowerment groups involved are the Ana Tana Saga (ATS) group and the PKK Mothers group. These groups are all community service partners (PKM). PKM activities will be carried out in August 2023 in Saga Village, Detusoko District, which includes local food education activities and training in local food management into various products that have economic, nutritional and sustainable value. The aim of this activity is to empower women, especially PKK women and the Ana Tana Saga (ATS) group in Saga Village, in managing local food from local plants into various food products that are attractive, nutritionally and economically valuable. This PKM activity was carried out to increase knowledge about local food by 41% and food substances and nutritional sources by 56%. The local food processing training was very inspiring for the Ana Tana Saga (ATS) group and 90% of PKK mothers. Suggestions for the Saga community to preserve local food plants, by replanting them little by little, so that they do not become extinct, with the hope that the next generation will be able to get to know local plants and future partners will not stop managing and producing various derivative products from locally available materials that have economic value as souvenirs for tourists visiting traditional houses Keywords: empowerment; extension; local food training
Edukasi penggunaan alat kontrasepsi implant guna menekan angka kelahiran di kalangan Wanita Usia Subur (WUS) di PKM Daya Murni Deviyana Emilia Derta; Ernawati Ernawati; Famela Dwi Aryani; Riting Yuliasari; Sudarmi Sudarmi; Suharni Suharni; Iis Tri Utami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21642

Abstract

AbstrakJumlah penduduk yang terus meningkat di Indonesia menunjukkan perlunya upaya dalam mengendalikan pertumbuhan populasi. Penggunaan kontrasepsi menjadi salah satu langkah yang efektif dalam menekan angka kelahiran. Salah satu metode kontrasepsi yang efektif adalah implant, namun pengetahuan masyarakat terkait implant masih rendah. Oleh karena itu, edukasi mengenai implant menjadi penting dalam upaya keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Wanita Usia Subur (WUS) mengenai penggunaan kontrasepsi implant dengan fokus pada usaha preventif dan promotif dalam mengatasi pertambahan penduduk. Kegiatan edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab di UPTD puskesmas rawat inap Daya Murni, kecamatan Tumijajar, kabupaten Tulang Bawang Barat. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan pertanyaan tertutup. Dari 11 peserta, hasil pretest menunjukkan rata-rata 53% jawaban benar, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 93%. Penyuluhan mengenai kontrasepsi implant berhasil meningkatkan pemahaman peserta, mengubah kategori pengetahuan dari "Kurang Baik" menjadi "Baik". Hal ini menegaskan dampak positif penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran mengenai penggunaan kontrasepsi pada usia reproduksi. Oleh karena itu, program edukasi rutin mengenai pentingnya kontrasepsi diperlukan sebagai tindak lanjut. Kata kunci: pertambahan penduduk; implant; Wanita Usia Subur (WUS). Abstract The continuously increasing population in Indonesia indicates the need for efforts to control population growth. The use of contraception is one effective step in reducing birth rates. One effective contraceptive method is implants; however, public knowledge regarding implants remains low. Therefore, education about implants is crucial in family planning efforts. This research aims to provide education to Women of Reproductive Age (WRA) about the use of contraceptive implants, focusing on preventive and promotional efforts to address population growth. Education activities were conducted through lectures, discussions, and question-and-answer sessions at the UPTD Health Center inpatient service Daya Murni, Tumijajar district, Tulang Bawang Barat regency. Evaluation was done through pretest and posttest with closed-ended questions. From 11 participants, the pretest results showed an average of 53% correct answers, while the posttest results showed a significant increase to 93%. Education about contraceptive implants successfully improved participants' understanding, changing the knowledge category from "Poor" to "Good". This confirms the positive impact of education in increasing awareness about contraceptive use during reproductive age. Therefore, regular education programs on the importance of contraception are needed as follow-up actions. Keywords: population growth; implant; Women of Reproductive Age (WRA).
PENINGKATAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN MELALUI IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK Agus Budiyono; Abd. Haris; Medi Yana; Arin Wildani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17225

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat pemula (PMP) ini bertujuan agar tersedianya sumber belajar/media pembelajaran berbasis TIK di SMA Bustanul Mubtadiin Pamekasan jawa Timur. Metode dalam program PMP ini menggunakan empat tahap yaitu 1) analisis situasi, 2) Pelatihan, 3) Implementasi, dan 4) Evaluasi. Hasil PMP ini menunjukan dibutuhkannya media pembelajaran berupa mind mapping based zoom prasentation, Phet simulation, video animasi kartun dan social media based learning. Selain itu, guru dan siswa terlihat aktif dalam mengimplementasikan pembelajaran menggunakan media berbasis TIK. Adapun temuan akhir dari program PMP ini adalah 86.4% guru menyatakan pelatihan PMP ini memberikan dampak yang posotif terhadap proses pembelajaran di kelas. Program penggunaan media pembelajaran berbasis TIK mampu meningkatkan kualitasproses  pembelajaran di kelas. Kata kunci: pelatihan; guru; media pembelajaran; TIK. ABSTRACTThis beginner community service program (PMP) aims to provide ICT-based learning resources/media for learning at SMA Bustanul Mubtadiin Pamekasan, East Java. The method in this PMP program uses four stages, namely 1) situation analysis, 2) training, 3) implementation, and 4) evaluation. The results of this PMP show the need for learning media in the form of mind mapping based zoom presentations, Phet simulations, animated cartoon videos and social media based learning. In addition, teachers and students seem active in implementing learning using ICT-based media. The final finding of the PMP program is that 86.4% of teachers stated that the PMP training had a positive impact on the learning process in the classroom. The program for using ICT-based learning media is able to improve the quality of the learning process in the classroom. Keywords: training; teacher; instructional media; ICT.