cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Program pemberdayaan masyarakat dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah sebagai upaya penanganan permasalahan kesehatan lingkungan di desa Tiwingan lama RT 02 Dian Rosadi; Muhammad Fadhil Azhar Akbar; Noor Camalia Putri; Ratih Fatiya; Salsabila Arifa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22174

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah menjadi masalah kesehatan lingkungan yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan. Pada Kabupaten Banjar, timbulan sampah rata-rata dalam dua tahun terakhir sebanyak 148.944 ton dan diperkirakan dalam satu hari jumlah sampah yang dihasilkan penduduk mencapai 408 ton/hari pada tahun 2022. Berdasarkan hasil diagnosis komunitas, permasalahan yang muncul di Desa Tiwingan Lama RT 02, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yaitu masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Alternatif pemecahan masalah untuk menangani permasalahan mengenai pengelolaan sampah tersebut adalah dengan adanya program pemberdayaan berupa penyuluhan, pembuatan tempat sampah dari tong bekas, serta pemasangan media promotif visual berupa spanduk ajakan memilah sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir permasalahan kesehatan lingkungan khususnya pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Instrumen kegiatan ini di antaranya adalah kuesioner pre dan post-test, lembar observasi, serta kuesioner sebagai pemandu wawancara kepada 7 responden pada monitoring pengetahuan lanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 70 menjadi 90. Setelah dilakukan uji statistik berupa uji Wilcoxon, diketahui terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai uji sebesar 0,027. Hasil monitoring pengetahuan lanjutan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah responden yang terkategori memiliki pengetahuan baik yaitu dari 1 orang saat post-test menjadi 6 orang saat monitoring ke-3. Pada kegiatan penyediaan tempat sampah sistem pilah, masyarakat desa bersama Karang Taruna berhasil membuat tempat sampah sistem pilah sehingga terjadi duplikasi pengadaan tempat sampah. Selain itu, pada kegiatan pemasangan spanduk tentang pemilahan sampah juga berhasil mempengaruhi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah. Kata kunci: sampah; pengelolaan sampah; pemilahan sampah; pemanfaatan sampah; tempat sampah sistem pilah Abstract Waste management remains an unresolved environmental health issue to date. In Banjar Regency, the average waste generation over the past two years has been 148,944 tons, with an estimated daily production of 408 tons per day in 2022. Based on community diagnosis results, the emerging issue in Tiwingan Lama Village, RT 02, Aranio District, Banjar Regency is inadequate waste management by the community. The alternative solution to address this waste management issue is through an empowerment program involving education, the construction of waste bins from recycled barrels, and the installation of visual promotional media such as banners encouraging waste sorting. The objective of these activities is to minimize environmental health issues, particularly regarding waste management. The methods employed include lectures, discussions, and practical demonstrations. The activity instruments include pre- and post-test questionnaires, observation sheets, and interview questionnaires for 7 respondents during the advanced knowledge monitoring. The results indicate that after the education sessions, there was an increase in community knowledge from an average of 70 to 90. Statistical analysis using the Wilcoxon test revealed a significant difference in knowledge before and after the education sessions, with a test value of 0.027. The follow-up monitoring showed an increase in the number of respondents categorized as having good knowledge, from 1 person in the post-test to 6 people in the third monitoring session. In the waste bin provision activity using a sorting system, the village community, along with the youth organization, successfully constructed waste bins with sorting systems, which led to the duplication of waste bin procurement. Additionally, the installation of banners promoting waste sorting was successful in influencing the community to engage in waste sorting. Keywords: waste; waste management; waste sorting; waste utilization; segregated waste bins
Pemberdayaan kader posyandu dalam meningkatkan peran family caregiver terhadap pemenuhan kebutuhan lansia Sakti, Ifa Pannya; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21745

Abstract

Abstrak Kondisi pada lansia menyebabkan peningkatan kebutuhan pendampingan untuk menjalankan aktivitas harian. Pendampingan dapat dilakukan oleh anggota keluarga yang tinggal serumah maupun yang tidak tinggal serumah dengan lansia atau yang lebih dikenal dengan family caregiver. Jumlah lansia yang tinggal dengan family caregiver di RW 1 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang sebanyak 88 lansia. Jumlah Kader posyandu lansia RW 1 Kelurahan Sukoharjo adalah 18 orang.  Kegiatan PkM dilakukan di Balai RW 01 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang. Kegiatan PkM dilaksanakan selama tiga kali pertemuan pada tanggal 4 – 6 Desember 2023.  Kegiatan PkM yang dilaksanakan adalah edukasi konsep peran family caregiver, pemenuhan kebutuhan dasar pada lansia, dan simulasi cara membersihkan genetalia pada lansia. Kehadiran peserta pada hari ke-1 dan ke-3 sebanyak 18 orang (100%), sedangkan hari ke-2 sebanyak 17 orang (94,44%). Nilai rata-rata pre-test 68,33 dan post-test 85, terdapat peningkatan kognitif sebesar 19,61%. Pada penilaian observasi simulasi cara membersihkan genetalia setelah BAK dan BAB para kader didapatkan nilai rata-rata 92. Berdasarkan hasil evaluasi dapat diartikan kegiatan PkM telah memberikan dampak positif secara signifikan kepada kader. Oleh sebab itu perlu dilakukannya pemberian edukasi kesehatan kepada para kader secara berkala agar para kader dapat memberikan informasi yang benar juga kepada para family caregiver di wilayahnya. Kata kunci: kader; family caregiver; kebutuhan dasar; lansia. Abstract Conditions in the elderly cause an increase in the need for assistance to carry out daily activities. Accompaniment can be provided by family members who live at home or who do not live at home with the elderly better known as family caregivers. The number of elderly people living with family caregivers in RW 1, Sukoharjo Village, Malang City is 88 elderly people. The number of elderly posyandu cadres in RW 1 Sukoharjo Village is 18 people. PkM activities were carried out at RW 01 Hall, Sukoharjo Village, Malang City. PkM activities were carried out over three meetings on 4 - 6 December 2023. PkM activities carried out were education on the concept of the role of the family caregiver, fulfilling basic needs for the elderly, and simulating how to clean the genitalia of the elderly. The attendance of participants on days 1 and 3 was 18 people (100%), while on day 2 there were 17 people (94.44%). The average pre-test score was 68.33 and post-test 85, there was a cognitive increase of 19.61%. In the simulation observation assessment of how to clean the genitalia after urinating and defecating, the cadres obtained an average score of 92. Based on the evaluation results, it can be interpreted that PkM activities have had a significant positive impact on the cadres. Therefore, it is necessary to provide health education to cadres regular basis so that cadres can provide correct information to family caregivers in their area. Keywords: cadres; family caregivers; basic needs; elderly.
Peningkatan pengetahuan masyarakat desa Pajaten Karawang terkait pemanfaatan dan pengelolaan sampah melalui “sosialisasi pendampingan pendirian bank sampah” Fransisca Debora; Gina Lova Sari; Fatma Nurkhaerani; Devita Fitria Alam Sari; Putri Sekti Cahyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.19694

Abstract

Abstrak                                                                                 Sampah merupakan permasalahan yang saat ini menjadi perhatikan di Indonesia. Sumber sampah salah satunya ada pada kegiatan sehari-hari di masyarakat, sehingga perlu adanya edukasi dan peningkatan pengetahuan bagi masyarakat untuk pemilihan dan pengelolaan sampah. Bank sampah merupakan salah satu solusi karena berfokus penanggulangan sampah dan dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat. Desa Pajaten Karawang melalui program dan komitmen Kepala Desa ingin mendirikan bank sampah, sehingga dalam hal ini dosen Unsika melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Program Hibah Prioritas Unsika DIPA Tahun 2023 berkomitmen melakukan kegiatan sosialisasi penanggulangan dan pengeolahan sampah menjadi produk bernilai tambah serta memberikan pendampingan pendirian bank sampah dengan mengundang narasumber pihak Asobsi DPD Karawang. Setelah dilakukannya kegiatan sosialisasi didapatkan peningkatan pemahaman masyarakat dengan rata-rata pre-test sebesar 28.6% dan post-test sebesar 90% untuk pengetahuan masyarakat terkait pemilahan dan pengelolaan sampah, jenis sampah yang dapat di daur ulang dan bernilai ekonomis, pendirian bank sampah, jenis, dan regulasi pada aktivitas bank sampah. Saran untuk pelaksanaan PkM selanjutnya adalah dapat dilakukannya kegiatan monitoring keberhasilan adanya bank sampah dengan meningkatnya nasabah, jumlah sampah yang ditukar, dan bahkan berkembangnya bank sampah dari unit menjadi induk pada Desa Pajaten Karawang. Kata kunci: sampah;  bank sampah;  penanggulangan sampah; pemilahan sampah. AbstractWaste is a problem that is currently being paid attention to in Indonesia. One of the sources of waste is in daily activities in the community, so there is a need for education and increasing knowledge for the community regarding waste selection and management. Waste banks are one solution because they focus on waste management and can produce economic value for society. Pajaten Karawang Village, through the program and commitment of the Village Head, wants to establish a waste bank, so in this case Unsika lecturers through the Pengabdian Kepada Masyarakat Program Hibah Prioritas Unsika DIPA Tahun 2023 are committed to carrying out socialization activities on waste and its management as well as providing assistance in establishing a waste bank by inviting resource persons. Asobsi DPD Karawang. After carrying out socialization activities, it was found that community understanding increased with an average pre-test of 28.6% and post-test of 90% for community knowledge regarding waste sorting and management, types of waste that can be recycled and have economic value, the establishment of waste banks, types , and regulations on waste bank activities. Suggestions for further implementation of PkM are that activities can be carried out to monitor the success of the waste bank with the increase in customers, the amount of waste exchanged, and even the development of the waste bank from a unit to a main one in Pajaten Karawang Village. Keywords: waste; waste bank; waste management; waste sorting
Penyuluhan alat pengukur kelembapan tanah untuk peningkatan kualitas padi di desa Waluya kabupaten Karawang Reni Rahmadewi; Ulinnuha Latifa; Tesa Nur Padilah; Agus Sutiyana; Sandi Sandi; Fitria Nurul Husna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21692

Abstract

Abstrak              Alat pengukur kadar air tanah dalam upaya meningkatkan efisiensi dan hasil kelompok tani di Desa Waluya Kabupaten Karawang. Pengukuran kelembaban tanah mempunyai peranan besar dalam meningkatkan kinerja pertanian, khususnya pada pertumbuhan tanaman padi. Melalui penggunaan alat yang canggih, kelompok tani dapat memantau kelembaban tanah secara real-time dengan sensor kelembaban tanah yang terintegrasi dengan mikrokontroler, memberikan peluang untuk mengambil tindakan yang lebih akurat dalam mengelola sumber daya pertanian. Kajian ini mencakup penerapan Alat, pelatihan Pengukur Kelembapan Tanah dalam penggunaan alat ini, dan pemantauan dampaknya terhadap hasil panen padi. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan alat kelembapan tanah berhasil mengukur kelembapan tanah dengan rata-rata pengukuran pada petak sawah sebesar 90,8 persen. Sehingga membantu petani dalam menentukan debit air yang diperlukan oleh padi. Oleh karena itu, penerapan alat ini diharapkan membantu para petani dalam upaya perawatan tanaman padi. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan wawasan penting mengenai dampak teknologi inovatif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan memberdayakan kelompok Pengukur Kelembapan Tanah di daerah pedesaan. Kata kunci: pengabdian; sosialisasi; padi; kelembapan; desa. AbstractMeasuring soil moisture content in an effort to increase the efficiency and yield of farmer groups in Waluya Village, Karawang Regency. Soil moisture measurement has a major role in improving agricultural performance, especially in the growth of rice plants. Through the use of advanced tools, farmer groups can monitor soil moisture in real-time with soil moisture sensors integrated with microcontrollers, providing opportunities to take more accurate actions in managing agricultural resources. This study covers the application of the tool, training of soil moisture meters in the use of this tool, and monitoring its impact on rice yields. The results of the service showed that the use of the soil moisture tool successfully measured soil moisture with an average measurement in a rice field plot of 90.8 percent. So that it helps farmers in determining the water discharge needed by rice. Therefore, the application of this tool is expected to help farmers in their efforts to care for rice plants. This extension activity is expected to provide important insights into the impact of innovative technology in supporting sustainable agriculture and empowering Soil Moisture Measuring groups in rural areas. Keywords: devotion; socialization; rice; humidity; village.
Pendampingan pengelolaan desa wisata berkelanjutan berbasis masyarakat di dusun Sade Rambitan Lombok Tengah Sukuryadi Sukuryadi; Ibrahim Ibrahim; Harry Irawan Johari; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Fatuh Rahman; Fatman Nurjan; Nurudin Nurudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23661

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pendampingan pengeloaan wisata berkelanjutan berbasis masyarakat melalui pendekatan modal sosial yang terus tumbuh, berkembang, dinamis, berlanjut serta elemen dan pengaruhnya bagi masyarakat  Dusun Sade Rambitan. Kaitan dengan manfaat yg diperoleh dalam upaya mendampingi masyarakat lokal yang memiliki minat, memberikan kontrol lebih besar dalam proses sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk merumuskan dan merekomendasikan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat di dusun Sade Rambitan Lombok Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan secara partisipatif (Participatory Rapid Assessment). Adapun hasil yang diperoleh dalam pendampingan pengelolaan desa wisata berkelanjutan adalah diperlukan peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah dan perguruan tinggi, pengelola desa wisata serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menghasilkan berbagai atraksi wisata yang lebih unik yang dapat meningkatkan daya daya tarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Disamping itu juga diperlukan penguatan individu dan kelompok pengelola wisata untuk lebih memperhatikan aspek daya dukung berkelanjutan desa wisata adat. Kata kunci: pengelolaan wisata; berkelanjutan; masyarakat sade; lombok tengah Abstract This service activity is a community-based sustainable tourism management assistance activity through a social capital approach that continues to grow, develop, dynamic, sustain and its elements and influence on the people of Sade Rambitan Hamlet. The connection with the benefits obtained in efforts to accompany local communities who have interests, provides greater control in the social process to realize prosperity. The aim of this activity is to formulate and recommend sustainable efforts in managing community-based tourism villages in Sade Rambitan hamlet, Central Lombok regency. The approach used in this service activity is carried out in a participatory manner (Participatory Rapid Assessment). The results obtained in assisting sustainable tourism village management are that it requires increased cooperation between local governments and universities, tourism village managers and encouraging active community participation to produce various more unique tourist attractions that can increase the attractiveness of tourists for both domestic and foreign tourists. Apart from that, it is also necessary to strengthen individuals and groups of tourism managers to pay more attention to aspects of the sustainable carrying capacity of traditional tourism villages. Keywords: tourism management ,sustainable, sade society, central lombok
Membangun kesadaran: strategi komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mengatasi penyakit degeneratif di Pulau Pari Kepulauan Seribu Siska Siska; Dwitiyanti Dwitiyanti; Ari Widayanti; Kriana Efendi; Kori Yati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22900

Abstract

Abstrak Penyakit degeneratif sering terjadi di masyarakat, termasuk di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Tindakan untuk mencegah dan mengobati penyakit tersebut membutuhkan pendekatan yang kuat dalam komunikasi, informasi, dan pembelajaran. Artikel ini menjelaskan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga Pulau Pari Kepulauan Seribu tentang penyakit degeneratif. Kegiatan ini diarahkan oleh seorang apoteker yang juga menjadi dosen di Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (PSPA FFS UHAMKA), melalui metode penyuluhan, kampanye, dan pembentukan kelompok diskusi. Sebanyak 20 warga dari Pulau Pari Kepulauan Seribu turut serta dalam program ini, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif. Dampaknya adalah bahwa masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran yang lebih baik tentang penyakit degenerative (t stat > t kritis). Masyarakat kini dapat mulai mengenali tanda-tanda pertama penyakit dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif di Pulau Pari Kepulauan Seribu serta dapat dijadikan contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan penyakit tersebut melalui komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Kata kunci: KIE, pengabdian; penyuluhan; penyakit degeneratif AbstractDegenerative diseases, including Pari Island in the Thousand Islands, often occur in society. Actions to prevent and treat these diseases require a robust communication, information, and education approach. This article describes a community service program to increase awareness of the residents of Pari Island about degenerative diseases. The activities are led by a pharmacist who is also a lecturer in the Pharmacy Profession Study Program at the Faculty of Pharmacy and Science at Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (PSPA FFS UHAMKA), through counseling methods, campaigns, and the formation of group discussion. Twenty participants from Pari Island joined this program, showing increased community understanding and awareness of degenerative diseases. The impact is that the community has a better experience and awareness of degenerative diseases (t stat > t critical). The community can recognize the early signs of diseases and adopt a healthier lifestyle. This activity can contribute to reducing the incidence of degenerative diseases on Pari Island. It can be used as an example for other areas in efforts to prevent these diseases through effective communication between healthcare professionals and the community. Keywords: KIE; devotion; counseling; degenerative disease
Pelatihan pemanfaatan teknologi artificial intelligence bagi guru sekolah dasar Imelda Saluza; Evi Yulianti; Indah Pratiwi Putri; Dona Marcelina; Dewi Sartika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23838

Abstract

Abstrak Dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru dituntut untuk dapat terus menerus melakukan pembelajaran yang adaptif dan up to date yang didukung teknologi canggih. Teknologi canggih yang sering digunakan adalah Artificial Intellegence. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan kepala sekolah SD Negeri 13 Palembang belum pernah mendapatkan pengetahuan memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran dalam hal pencarian materi dan bahan ajar, karenanya tim PKM dan mitra memutuskan untuk melakukan kegiatan pelatihan memanfaatkan AI dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Setelah kegiatan dilaksanakan dilakukan analisis dari proses evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 68,9%. Sedangkan hasil refleksi menjelaskan faktor pendukung dan kendala pelaksanaan. Adapun faktor pendukung yaitu adanya antusias peserta, dukungan kepala sekolah dan layanan internet yang lancar. Sedangkan faktor kendala antara lain adalah terdapat guru yang tidak membawa laptop, ada guru yang hampir pensiun dan merasa kurang membutuhkan pelatihan serta guru yang lupa akun email. Kata kunci: pembelajaran; materi; bahan ajar; metode PAR. Abstract In carrying out the learning process, teachers are required to be able to continuously carry out adaptive and up-to-date learning supported by advanced technology. The advanced technology that is often used is Artificial Intelligence. The community service team (PKM) and the principal of SD Negeri 13 Palembang conducted observations and had discussions. Based on their findings, they decided to conduct training activities that use AI in learning because they had no prior experience using it to support the learning process in terms of finding resources and teaching materials. Planning, action, evaluation, and reflection are the four stages of the Participatory Action Research (PAR) methods that were used in its execution. Following the completion of the task, an analysis of the assessment procedure and a contemplation of the task are conducted. According to the evaluation data, the typical training participant saw a 68.9% improvement in knowledge and abilities. In the meantime, the reflection's findings clarify the implementation's enabling elements and challenges. Enthusiastic participation, the principal's encouragement, and reliable internet access are the supporting aspects. In the meanwhile, teachers who forget their email accounts, are nearing retirement and believe they don't need training, and don't bring laptops are all restrictive factors. Keywords: learning; materials; teaching materials; PAR methods.
Edukasi tentang deteksi dini kunci selamatkan penderita tuberkulosis di desa Sungai Kakap Sri Wahdaningsih; Shoma Rizkifani; Meri Ropica; Muhammad Rafly Agustriangga; Risa Indriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25969

Abstract

AbstrakPenyakit Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia masih menempati posisi kedua setelah India dan diikuti oleh China di posisi ketiga dengan kasus sebanyak 1.060.000. TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang umum seperti penyakit lainnya sehingga orang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda dan gejala TBC pada tubuh. Pengobatan TBC dilakukan setiap hari dan dalam jangka waktu yang relatif lama, yaitu 6 bulan yang menjadikan hal tersebut merupakan salah satu tantangan dalam pengobatan TBC. Hal ini dibuktikan dengan angka keberhasilan pengobatan TBC pada tahun 2022 yang baru mencapai 74% sedangkan targetnya adalah 90% angka keberhasilan pengobatan. Kunci keberhasilan pengobatan TBC adalah 3T, yaitu Tepat Waktu (disiplin dalam meminum obat sesuai waktu yang telah ditentukan), Tepat Cara (minum obat sekaligus, atau jika satu-persatu maka jarak waktu diminumnya tidak lebih dari 2 jam), dan Tepat Dosis (sesuai dosis yang dianjurkan dokter). Oleh karena itu, penting untuk membekali kader tersebut dengan informasi, dan edukasi terkait terkait deteksi dini pasien tuberkulosis. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap pada tanggal 13 Juni 2024 dan melibatkan kader PKK sebanyak 29 peserta. Rangkaian dari kegiatan ini diantaranya yaitu perancangan metode edukasi dan pembuatan media edukasi, pemberian pre-test, peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini tentang tuberkulosis, post-test serta evaluasi pelaksanaan kegiatan dan tingkat pemahaman para kader. Hasil nilai pre-test dan post-test dari kader Desa Sungai Kakap terdapat kenaikan rata-rata skor sebesar 32,42. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait deteksi dini pasien tuberkulosis. Kata kunci: sungai kakap; edukasi; tuberculosis; deteksi dini. Abstract Tuberculosis (TB) is still a public health problem in Indonesia. Based on the Global TB Report 2023, Indonesia is still in second place after India and followed by China in third place with 1,060,000 cases. TB is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis with symptoms that are common like other diseases so people can be infected without realizing it. Therefore, it is important to recognize the signs and symptoms of TB in the body. TB treatment is carried out every day and for a relatively long period of time, namely 6 months, which makes it one of the challenges in TB treatment. This is evidenced by the TB treatment success rate in 2022 which only reached 74% while the target is 90% treatment success rate. The key to successful TB treatment is the 3Ts, namely the Right Time (discipline in taking medicine according to a predetermined time), the Right Way (taking medicine at once, or if one by one then the time interval for taking it is no more than 2 hours), and the Right Dose (according to the dose recommended by the doctor). Therefore, it is important to equip these cadres with information and education related to early detection of tuberculosis patients. This PKM activity was carried out in Sungai Kakap Village on June 13, 2024 and involved 29 PKK cadres. The series of activities include designing educational methods and making educational media, giving pre-test, increasing knowledge about early detection of tuberculosis, post-test and evaluating the implementation of activities and the level of understanding of cadres. The results of the pre-test and post-test scores of Desa Sungai Kakap PKK cadres showed an increase in the average score of 32.42. This shows that there is an increase in understanding related to early detection of tuberculosis patients. Keywords: sungai kakap; education; tuberculosis; early detection.
PENINGKATAN KETRAMPILAN PEMASARAN DIGITAL MELALUI INOVASI VILLEX (VIRTUAL VILLAGE EXPLORATION) DI KAMPUNG KEPOH Tatas Transinata; Shinta Pratiwi; Ahmad BH Kuncoro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.26580

Abstract

ABSTRAKTeknologi memiliki potensi dan fungsi untuk membantu sekaligus memajukan sebuah peradaban dan masyarakat. Inovasi dari teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan dan mengeksplorasi Kampung yang memiliki kekayaan dan potensi di dalamnya. Salah satunya adalah Kelompok Kampung Wisata Kepoh Nongkosawit yang didalamnya memiliki keunikan berupa 90% masyarakatnya adalah pelaku usaha ekonomi mandiri. Pada tiap rumah mereka memiliki usaha masing – masing antara lain kuliner, snack, souvenir, handicraft, kelontongan, edukasi, dan olahan hasil bumi. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang Inovasi Aplikasi VILLEX (Virtual Village Exploration) untuk meningkatkan ketrampilan pemasaran dan eksplorasi potensi wilayah Kampung wisata Kepoh Nongkosawit. Inovasi ini memberikan data yang sangat detail dan jelas kepada pengguna dan konsumennya, di dalamnya terdapat menu Virtual Village, Scan Barcode untuk ekspo Wisata, profile, akses lokasi, media sosial, dan menu produk. Metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan pemanfaatan inovasi VILLEX. Peserta pada pengabdian ini berjumlah 15 Badan Usaha yang berada satu wilayah Kampung Kepoh. Metode pengabdian menggunakan sosilisasi, pelatihan dan evaluasi berkelanjutan. Pengabdian ini memberikan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan mengenai pemasaran dan eksplorasi wilayah. Dengan adanya VILLEX pelaku usaha menjadi lebih terampil, mandiri, berdaya, dan produknya lebih banyak dikenal. Kata kunci: VILLEX; virtual village; kepoh; nongkosawit ABSTRACTTechnology has the potential and function to help and advance civilization and society. Innovations from this technology can be used to optimize and explore villages that have wealth and potential within them. One of them is the Kepoh Nongkosawit Tourism Village Group, which is unique in that 90% of its people are independent economic entrepreneurs. In each house they have their own businesses, including culinary, snacks, souvenirs, handicrafts, grocery, education and processed agricultural products. The aim of this Community Service is to provide training on the VILLEX (Virtual Village Exploration) Application Innovation to improve marketing skills and explore the potential of the Kepoh Nongkosawit tourist village area. This innovation provides very detailed and clear data to users and consumers, in which there is a Virtual Village menu, Scan Barcodes for tourism expos, profiles, location access, social media and product menus. The method of this service activity is in the form of training, socialization and assistance in the use of VILLEX innovation. Participants in this service numbered 15 Business Entities located in the Kampung Kepoh area. The service method uses outreach, training and continuous evaluation. This service provides increased skills and knowledge regarding regional marketing and exploration. With VILLEX, business actors become more skilled, independent, empowered, and their products are more widely known.  Keywords: VILLEX; virtual village; kepoh; nongkosawit
Sosialisasi gizi “diet asik, prestasi asik” pada remaja madrasah aliyah negeri 4 Banjar Siti Aisyah Solechah; Norhasanah Norhasanah; Nany Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24199

Abstract

Abstrak Diet seimbang sangat penting untuk semua individu, termasuk remaja. Selain itu, ada korelasi antara konsumsi makanan dan prestasi akademik siswa. Pencapaian nutrisi yang tepat melalui konsumsi makanan sehari-hari diperlukan untuk meningkatkan fokus kognitif individu remaja. Remaja yang bergizi memadai cenderung mengarahkan perhatian mereka ke pendidikan, sehingga memaksimalkan prestasi akademik mereka. Pemahaman yang tidak memadai tentang nutrisi di kalangan remaja, ditambah dengan dampak buruk yang berasal dari kurangnya pengetahuan ini, menggarisbawahi perlunya menyebarluaskan informasi tentang praktik diet bergizi yang disesuaikan dengan demografi remaja. Upaya yang dilakukan melibatkan sosialisasi gizi melalui metode ceramah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi di kalangan remaja putri di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banjar. Kegiatan ini dilakukan dalam satu hari selama 1,5 jam pada November 2022, dan dihadiri oleh 51 siswa. Kemanjuran upaya ini dinilai melalui pertanyaan pra-tes responden sebelum dimulainya sosialisasi, diikuti dengan pengulangan pertanyaan yang sama pasca-sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan perubahan yang terlihat dalam pengetahuan gizi para peserta ketika mengevaluasi hasil pra-tes dan pasca-tes sebelum dan sesudah sosialisasi. Tingkat pengetahuan dalam kategori baik mengalami peningkatan, dari hanya 20% sebelum sosialisasi menjadi 100% penuh setelah sosialisasi. Kata kunci: gizi seimbang; prestasi akademik; sosialisasi Abstract A sound dietary regimen is imperative for all individuals, including adolescents; furthermore, a correlation exists between dietary intake and academic performance. Attainment of proper nutrition through daily dietary consumption will enhance the cognitive focus of young learners. Adolescents who receive adequate nourishment will be better able to concentrate on their studies, thereby optimizing their academic accomplishments. Insufficient nutritional awareness among teenagers and the adverse consequences stemming from this lack of awareness constitute a key rationale for providing nutritional education on healthy eating habits to adolescents. The interventions implemented involve disseminating nutritional information through lecture method, aiming to boost nutritional literacy among female youth at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banjar. This activity was conducted in one day for 1.5 hours in November 2022, and was attended by 51 students. The assessment of activity implementation involves initial inquiry of respondents prior to socialization (pre-test) followed by subsequent inquiry after the socialization has taken place (post-test). Findings from the activities indicated a noticeable shift in the nutritional knowledge of participants when comparing pre-test and post-test results. The proportion of individuals with satisfactory knowledge levels prior to receiving socialization stood at a mere 20%, which then rose to 100% post-socialization. Keywords: academic achievement; balanced diet; socialization