cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Penyediaan air bersih bagi masyarakat Sei Wain Balikpapan melalui pembangunan rain water harvesting system terintegrasi filter air Swastya Rahastama; Muhammad Rizal Fajar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27121

Abstract

Abstrak Ketersediaan air bersih merupakan hal yang sangat krusial untuk menunjang kebutuhan manusia sehari-hari. Pada beberapa lokasi di Balikpapan, kondisi air tanah terkontaminasi dan memerlukan proses khusus untuk mengubahnya menjadi air bersih. Berdasarkan peninjauan lapangan, daerah RT 36 Sei Wain Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara memiliki permasalahan terkait air tanah yang berwarna dan berbau. Terjadinya kekeringan waduk akibat efek El Nino juga menimbulkan turunnya pasokan air bersih dari pemerintah. Pembuatan sistem tadah air hujan terintegrasi filter air dapat menjadi solusi bagi warga sekitar untuk mendapatkan cadangan air bersih. Air hujan sebagai sumber utama air bersih dapat ditampung dan dilakukan filtrasi agar layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, banyak masyarakat belum mengetahui pentingnya proses filtrasi air untuk memastikan kelayakan dari air hujan yang ditampung. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun sistem tadah air hujan yang terintegrasi oleh filter air, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan wawasan tentang penggunaan filter air dan pentingnya menampung air hujan. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari peninjauan lapangan, persiapan, pelaksanaan, dan sosialisasi hasil kegiatan. Instalasi sistem tadah air hujan dilakukan pada sebuah masjid sehingga dapat digunakan oleh seluruh warga. Air hujan hasil tampungan diuji dengan melihat kondisi mikrobiologis, pH, dan TDS. Dari hasil kegiatan pengabdian ini, masyarakat merasakan manfaat langsung air baku dari tampungan air hujan yang difiltrasi serta mendapatkan wawasan baru tentang efek penggunaan filter air. Kata kunci: air bersih; edukasi;filter air; RWHS; Sei Wain. AbstractThe availability of clean water is crucial for meeting daily human needs. In some areas of Balikpapan, groundwater is contaminated and requires special treatment to convert it into clean water. Based on field observations, the RT 36 area of Sei Wain in Karang Joang Village, North Balikpapan District, faces issues with groundwater that is discolored and has an unpleasant odor. The occurrence of reservoir droughts due to the El Niño effect has also led to a decrease in the clean water supply from the government. The construction of a rainwater harvesting system integrated with water filters could be a solution for local residents to obtain a reserve of clean water. Rainwater, as the primary source of clean water, can be collected and filtered to make it suitable for daily use. However, many residents are not yet aware of the importance of the filtration process to ensure the quality of collected rainwater. This community service activity aims to build a rainwater harvesting system integrated with water filters, while also educating the community to raise awareness about the use of water filters and the importance of collecting rainwater. The stages of this community service activity include field observation, preparation, implementation, and socialization of the results. The rainwater harvesting system was installed at a local mosque so that it could be used by all residents. The collected rainwater was tested by examining its microbiological condition, pH, and TDS levels. As a result of this community service activity, the community directly benefited from the filtered rainwater and gained new insights into the effects of using water filters. Keywords: clean water; education; RWHS; Sei Wain; RWHS; water filter.
Pelatihan animasi dasar bagi IREMA Baiturrahman Palembang Bobby Halim; Hestia Rachmat Nunciata Lubis; Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26963

Abstract

Abstrak Animasi saat ini sudah menjadi hal yang lumrah diterapkan di luar bidang hiburan. Misalnya untuk bidang pemasaran hingga pendidikan. Animasi ada yang bersifat 2 dimensi (2D) maupun yang 3 dimensi (3D). Untuk menciptakan animasi baik 2D maupun 3D sekarang ini sudah banyak alternatif perangkat lunak dan perangkat keras. Bahkan dapat menggunakan smartphone untuk menciptakan karya animasi 2D seperti Stick Nodes, Adobe Spark dan lain sebagainya. Penulis yang termasuk dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Indo Global Mandiri telah melakukan observasi lokal dan mendapatkan data bahwa anak-anak tingkat Sekolah Dasar belum memahami proses pembuatan animasi dasar, begitu pula dengan anggota dari IREMA Baiturrahman yang sangat buta dengan proses pembuatan animasi baik 2D maupun 3D Metode yang dipakai dalam pelatihan ini meliputi: observasi, wawancara, diseminasi dan pengajaran, dan peragaan. Pelaksanaan Pelatihan animasi dasar ini dapat disimpulkan sebagai berikut, pertama yaitu masih minimnya pengetahuan para peserta pelatihan mengenai seni rupa khususnya di bidang Animasi; kedua yaitu terlihat antusiasme para peserta pelatihan Animasi Dasar ini yang menandakan bahwa anak-anak Sekolah Dasar ingin mempelajari Seni Rupa khususnya Animasi sehingga dapat menjadi pemacu pihak Institusi Pendidikan lainnya maupun pihak Industri Animasi mulai memikirkan transfer ilmu kepada anak-anak Sekolah Dasar. Kata kunci: pelatihan; animasi dasar; stick nodes; IREMA; palembang. Abstract Animation is now commonplace outside the entertainment field. For example, for marketing to education. Animations are either 2-dimensional (2D) or 3-dimensional (3D). To create animations, both 2D and 3D, there are now many alternative software and hardware. You can even use a smartphone to create 2D animation works such as Stick Nodes, Adobe Spark and so on. The author, who is part of the Community Service (PKM) team from Universitas Indo Global Mandiri, has conducted local observations and obtained data that elementary school children do not understand the process of making basic animations, as well as members of IREMA Baiturrahman who are very blind to the process of making animations, both 2D and 3D. The methods used in this training include: observation, interviews, dissemination and teaching, and demonstrations. The implementation of this basic animation training can be concluded as follows, first, the lack of knowledge of the training participants regarding fine arts, especially in the field of animation; Secondly, the enthusiasm of the participants in the Basic Animation training is visible, indicating that elementary school children want to study Fine Arts, especially Animation, so that it can be a motivator for other educational institutions and the Animation Industry to start thinking about transferring knowledge to elementary school children. Keywords: training; basic animation; stick nodes; IREMA; palembang.
Upaya peningkatan mutu udang pada Kelompok Mulia Bahri Desa Paya Lipah, Peureulak Aceh Timur melalui sosialisasi CPIB dan restocking di alam dalam pelestarian sumber plasma nutfah induk udang windu (Penaeus monodon) Andika Putriningtias; Siti Komariyah; Syamsul Bahri; Teuku Muhammad Faisal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27359

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan pembibit/pembudidaya udang windu di Aceh Timur mengenai pentingnya Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB) dan sertifikasi benih udang. Dalam kegiatan PKM ini, juga dilaksanakan restocking  benih udang windu ke alam guna menjaga kelestariannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis produk ini dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti : survei pendahuluan ke lokasi mitra untuk berkoordinasi pelaksanaan kegiatan yang meliputi penyampaian materi dan praktek pembuatan produk serta monev. Adapun metode teknis pelaksanaan kegiatan ini, yaitu (1) Tahap persiapan, persiapan dokumen CPIB, pemahaman fungsi tiap dokumen. (2) Tahapan Pelaksanaan berupa penyuluhan yaitu dengan memberikan pemahaman dan pelaksanaan prosedur cara pembenihan udang windu yang baik (CPIB) dan penyampaian materi pentingnya restocking udang windu di alam. (3) Tahap monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan dengan wawancara mitra terhadap program yang telah dilaksanakan (CPIB dan restocking). Mitra kegiatan PKM adalah “Kelompok Mulia Bahri”, yaitu kelompok usaha pembenihan udang yang ada di Gampong Payah Lipah, Kabupaten Aceh Timur yang beranggotakan 15 orang. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra mengenai CPIB, peningkatan skill mitra dalam pembenihan mandiri dan prosedur sertifikasi benih udang. Kata kunci: aceh timur; benih; CPIB; sertifikasi; udang AbstractThis community service activity (PKM) was carried out in July 2024. The purpose of this activity is to increase the knowledge of tiger shrimp breeders/cultivators in East Aceh about the importance of Good Fish Hatchery Practices (CPIB) and shrimp seed certification. In this PKM activity, restocking of tiger shrimp seeds to nature is also carried out to maintain its sustainability. This product-based community service activity (PKM) is carried out in several stages, such as: preliminary surveys to partner locations to coordinate the implementation of activities which include the delivery of material and practice of making products and monitoring and evaluation. The technical method for implementing this activity, namely (1) Preparation stage, preparation of CPIB documents, understanding the function of each document. (2) Implementation stage in the form of counselling, namely by providing understanding and implementation of good tiger shrimp hatchery procedures (CPIB) and delivering material on the importance of restocking tiger shrimp in nature. (3) The monitoring and evaluation (M&E) stage is carried out by interviewing partners on the programmes that have been implemented (CPIB and restocking). The PKM activity partner is ‘Mulia Bahri Group’, a shrimp hatchery business group in Gampong Payah Lipah, East Aceh Regency with 15 members. The results of this PKM activity are an increase in partner knowledge about CPIB, increased partner skills in independent hatcheries and shrimp seed certification procedures. Keywords: certificate; CPIB; east aceh; seed; shrimp
Pendampingan perikanan budidaya berkelanjutan melalui aplikasi biomonitoring Caulerpa sp. pada kelompok pembudidaya ikan Sipodalle’ Kecamatan Tinambung Fauzia Nur; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Chairul Rusyd Mahfud; Rahmat Januar Noor; Dian Lestari; Istyqamah Muslimin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26788

Abstract

AbstrakKeluhan paling umum terjadi tingginya kandungan limbah organik dan nutrien dari buangan air tambak menyebabkan adanya penurunan kualitas lingkungan perairan. Berdasarkan hasil pemantauan kondisi eksisting ditemukan bahwa selama ini yang dilakukan oleh POKDAKAN Sipodalle’ dalam mengelola limbah hasil kegiatan budidaya ikannya terbilang kurang tepat dikarenakan buangannya langsung ke laut atau perairan sekitar tambak karena tidak adanya pemahaman mengenai dampak pencemaran air dan juga sebuah penggunaan biomonitoring yang diketahui dalam pengelolaan limbah cair. Pengabdian bertujuan adanya peningkatan pemahaman pembudidaya akan dampak pencemaran air dan Adanya pengaplikasian biomonitoring menggunakan Caulerpa sp. di lokasi budidaya Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Sipodalle’ beranggotakan 10 orang. Metode pelaksanaan berawal dari kegiatan edukasi terkait dampak pencemaran perairan khususnya pada lokasi budidaya dilakukan sebanyak 1 (kali). Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan metode penyuluhan dengan melibatkan narasumber yang memiliki pengetahuan dan pengalaman praktik terkait pencemaran perairan. Mitra terlibat sebagai peserta pada kegiatan edukasi serta mengundang komunitas serta jaringan kelompok budidaya ikan lainnya dan untuk menggiatkan informasi terkait pentingnya menjaga kualitas air perairan maka diadakan instalasi biomonitoring Caulerpa sp. di lokasi budidaya mitra dan akan dilibatkan bersama mahasiswa dalam proses pengadaan instalasi tersebut serta penggunaan Caulerpa sp. diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu penghasilan tambahan dari budidaya ikan yang dilakukan mitra dalam kegitan tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif antara tim pengusul, mitra, dan mahasiswa. Hasil yang didapatkan Adanya kesadaran pembudidaya ikan untuk lebih memperhatikan lingkungan perairan dan tersedianya biomonitoring yang dapat mengelola limbah hasil budidaya perikanan yang dikelola oleh mitra. Kata kunci: biomonitoring; caulerpa sp.; limbah; mitra; pencemaran. Abstract The most common complaint is that the high content of organic waste and nutrients from pond waste causes a decrease in the quality of the aquatic environment. Based on the results of monitoring existing conditions, it was found that so far what POKDAKAN Sipodalle’ has done in managing waste from its fish farming activities is somewhat inappropriate because the waste goes directly into the sea or waters around the pond because there is no understanding of the impact of water pollution and also the use of biomonitoring which is known in liquid waste management. The service aims to increase farmers’ understanding of the impact of water pollution and the application of biomonitoring using Caulerpa sp. at the Sipodalle’ Fish Farmers Group (POKDAKAN) cultivation location, there are 10 members. The implementation method begins with educational activities related to the impact of water pollution, especially at cultivation location, carried out 1 (time). Educational activities are carried out using the outreach method involving resource persons who have practical knowledge and experience related to water pollution. Pantners are involved as participants in educational activities and invite communities and network of other fish farming group and to increase information regarding the importance of maintaining water quality, a Caulerpa sp. biomonitoring installation will be held at partner cultivation locations and students will be involved in the process of procuring the installation and the of Caulerpa sp. it is hope that it can be used as an additional income from fish farming carrier out by partners. This activity will be carried out collaboratively between the proposing team, partners and students. Result obtained there is awareness of fish farmers to pay more attention to the aquatic environment and the availability of biomonitoring which can manage waste from fish farming managed by partners. Keywords: biomonitoring; caulerpa sp.; partner; pollution; waste
Inovasi pengolahan pepaya menjadi keripik : strategi packaging dan pelabelan untuk meningkatkan pendapatan UMKM Teguh Santoso; M. Ramadhan; Wahyu Akbar; Siti Komariah Hildayanti; Reny Aziatul Pebriani; Herda Sabriyah Dara Kospa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26117

Abstract

AbstrakDesa Lubuk Enau di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mayoritas penduduknya adalah petani dengan komoditas utama berupa pepaya. Namun, hasil pertanian pepaya belum dikelola dengan baik, sehingga nilai jualnya rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Lubuk Enau dalam mengembangkan inovasi produk UMKM dengan mengolah pepaya menjadi keripik. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai proses pengolahan, pengemasan, dan pelabelan produk. Dengan pengemasan yang menarik dan pelabelan yang informatif, produk keripik pepaya diharapkan memiliki daya tarik lebih dan nilai jual yang lebih tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan memiliki peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya pengemasan dan pelabelan dalam pemasaran produk. Evaluasi dan pengawasan kontinyu dilakukan untuk memastikan kualitas produk. Inovasi produk ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Desa Lubuk Enau. Kata kunci: pengolahan; packaging; pelabeblan; UMKM AbstractLubuk Enau Village in Lembak Sub-district, Muara Enim Regency, South Sumatra, has a majority of farmers whose main commodity is papaya. However, papaya agricultural products have not been managed properly, resulting in low selling value. This service aims to assist the Lubuk Enau Village community in developing innovative MSME products by processing papaya into chips. This activity involves socialization and training to the community on processing, packaging, and product labeling. With attractive packaging and informative labeling, papaya chip products are expected to have more appeal and higher selling value. The results of the activity show that the community is very enthusiastic and has increased knowledge about the importance of packaging and labeling in product marketing. Continuous evaluation and supervision are carried out to ensure product quality. This product innovation is expected to increase the income of MSMEs and the welfare of the Lubuk Enau Village community. Keywords: processing; packaging; labeling; MSMEs
Pemberdayaan ibu - ibu PKK melalui pelatihan pembuatan aksesoris dari kain tenun Arienncy K. A. Manu; Rima Nindia Selan; Napsiyana Asti Weo; Sarlince O. Manu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27246

Abstract

Abstrak Kain tenun ikat adalahkain yang dibuat dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benanglungsin yang bias anya telah diwarnai dan diikat terlebih dahulu. Kain tenun ikat termasuk kekayaan NTT yang teknik pembuatannya telah diwariskan turun – temurun . Jika dulu Tenun Ikat NTT hanya digunakan untuk acara adat dengan cara dililitkan kepinggang, kini Tenun Ikat NTT sudah dibuat menjadi berbagai macam produk. Kelompok PKK Desa Ledeke terdiri dari ibu – ibu rumah tangga yang setiap harinya hanya mengurus rumah tangga. Dari hasil wawancara serta pengamatan, kelompok ibu – ibu rumah tangga PKK Desa Ledeke berkeinginan untuk memiliki mata pencaharian untuk mendapat tambahan penghasilan sehingga bias membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga dan   setidaknya mempunyai kegiatan   yang   positif tetapi menguntungkan. Sebagai bentuk jawaban dari permasalahan tersebut, tim pelaksana melaksanakan kegiatan pengabdian yaitu memberi pelatihan kepada ibu – ibu PKK Desa Ledeke untuk membuat aksesoris dari kain tenun yang akan menjadi peluang kerja baru  dan bisa membuka lapangan usaha bagi ibu – ibu yang belum mempunyai pekerjaan. Kegiatan PKM berlangsung di Kantor Desa Ledeke pada tanggal 3 September 2024, diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu – ibu kelompok PKK, aparat desa dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini ibu – ibu kelompok PKK Desa Ledeke dapat membuat aksesoris dari kain tenun berupa anting – anting, kalung, bandana dan jepit rambut. Kata kunci: pemberdayaan; kain tenun ikat; aksesoris tenun Abstract Ikat woven fabric is a fabric made by inserting weft threads horizontally into the warp threads which are usually dyed and tied first. Ikat woven fabric is one of NTT's treasures whose manufacturing techniques have been passed down from generation to generation. In the past, NTT Ikat Weaving was only used for traditional events by wrapping it around the waist, now NTT Ikat Weaving has been made into various kinds of products. The Ledeke Village PKK group consists of housewives who only take care of the household every day. From the results of interviews and observations, the group of PKK housewives in Ledeke Village want to have a livelihood to earn additional income so that they can help their husbands in meeting household needs and at least have positive but profitable activities. As a form of answer to this problem, the implementation team carried out community service activities, namely providing training to the PKK women of Ledeke Village to make accessories from woven cloth which will be a new job opportunity and can open up business opportunities for mothers who do not yet have jobs. The PKM activity took place at the Ledeke Village Office on September 3 2024, attended by 40 participants consisting of women from the PKK group, village officials and students. As a result of this activity, women from the Ledeke Village PKK group were able to make accessories from woven cloth in the form of earrings, necklaces, bandanas and hair clips. Keywords: empowerment; woven fabrics; woven accessories
Edukasi pentingnya penggunaan sunscreen pada remaja di SMKN 2 Alalak Kalimantan Selatan Risa Ahdyani; Yowelia Cindy Rella; Tiya Tiya; Wanda Syahrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26343

Abstract

Abstrak Remaja adalah seseorang yang mengalami transisi dari fase anak menjadi dewasa dalam rentang usia 10-18 tahun yang umumnya sedang menempuh pendidikan menengah pertama/atas/ kejuruan, salah satunya remaja di SMKN 2 Marabahan Kalimantan Selatan. Pada masa remaja terjadi perubahan perkembangan fisik dan psikososial yang mendorong untuk melakukan pengalaman baru dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan yang berpotensi terpapar sinar matahari dengan intensitas yang tinggi. Sunscreen sangat penting bagi kulit remaja untuk melindungi terhadap paparan sinar UV yang dapat mencegah beragam kerusakan kulit. Akan tetapi, masih banyak remaja yang kurang peduli terhadap kesehatan kulitnya. Hal ini mendorong diadakannya penyuluhan terkait penggunaan sunscreen untuk siswa SMKN 2 Marabahan Kalimantan Selatan yang dilakukan melalui 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan penyuluhan dengan memberikan materi edukasi dan demonstrasi. Tahap evaluasi dilakukan dengan membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang dibagikan kepada 35 peserta dan dilanjutkan uji statistik Paired Sample t Test. Pada akhir penyuluhan dilakukan evaluasi survey kepuasan peserta terhadap pelaksanaan penyuluhan. Berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing adalah 27% dan 88%. Uji statistika menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p value <0,05 terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Para peserta rata-rata sangat puas terhadap kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan siswa laki-laki agar diperoleh pengetahuan mengenai pentingya penggunaan sunscreen dan ditunjang dengan teknologi UV Camera untuk memberikan gambaran visual tentang efektivitas perlindungan sunscreen terhadap radiasi sinar UV. Kata kunci: edukasi; remaja; sunscreen Abstract A teenager is a transition phase from the child to an adult in the age range of 10-18 years who is generally pursuing junior or senior high school, one of which is a teenager at SMKN 2 Marabahan, South Kalimantan. There are changes in physical and psychosocial that encourage new experiences both indoors and outdoors which potentially to be exposed of sun rays. Sunscreen is important for them to prevent various skin damages due to UV rays exposure. However, there are still many teenagers who are careless about it. This service aims to give education regarding the use of sunscreen for students at SMKN 2 Marabahan, South Kalimantan which was carried out in 3 stages : preparation, implementation and evaluation. At the implementation, counseling was carried out by providing educational and demonstration. The evaluation stage was carried out by comparing participants' knowledge before and after counseling using questionnaires and analyzed using Paired Sample t Test.  Then, satisfaction survey evaluation was carried out regarding the implementation of the counseling. There was an increase in participants' knowledge with the average pretest and posttest scores being 27% and 88% respectively. Statistical tests showed a significant difference in participants' knowledge before and after counseling (p value <0.05) and they were satisfied also. This activity is expected to involve male students in gaining knowledge about the importance of using sunscreen and is supported by UV Camera technology to provide a visual depiction of the effectiveness of sunscreen protection against UV radiation. Keywords: education; teenager; sunscreen
Pemanfaatan air laut sebagai sumber energi listrik solusi permasalahan tingginya biaya operasional dan tangkapan ikan nelayan pulau kosong, Jayapura Hardi Hamzah; Dani Arsandi DN; Wahyu Kumalasari; May Tree Simamora; Rivaldo Titto Ulrich Silalahi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27080

Abstract

Abstrak Kegiatan bertujuan untuk mengembangkan lampu berbasis air laut sebagai sumber energi alternatif untuk nelayan di Pulau Kosong, Jayapura. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional nelayan, yang saat ini masih bergantung pada sumber energi konvensional. Lampu air laut memanfaatkan air laut yang melimpah di sekitar pulau sebagai bahan baku, sehingga lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil. Program ini juga mencakup pelatihan dan pendampingan bagi nelayan untuk memastikan adopsi teknologi yang efektif. Melalui evaluasi, lampu ini terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup nelayan dengan menyediakan penerangan yang andal dan berkelanjutan. Kata kunci: lampu air laut; energi terbarukan;  nelayan pulau kosong; pengurangan biaya operasional; teknologi ramah lingkungan AbstractThis program aims to develop saltwater-based lamps as an alternative energy source for fishermen in Pulau Kosong, Jayapura. The implementation of this technology is expected to reduce operational costs for fishermen, who currently rely on conventional energy sources. The saltwater lamps utilize the abundant seawater around the island as raw material, making them more economical and environmentally friendly compared to fossil fuels. The program also includes training and support for fishermen to ensure effective adoption of the technology. Through evaluation, these lamps have proven to enhance the fishermen's quality of life by providing reliable and sustainable lighting. Keywords: saltwater lamp; renewable energy; pulau kosong fishermen; operational cost reduction; environmentally friendly technology
Pelatihan Membaca Al-Quran Menggunakan Metode Tsaqifa Triono Ali Mustofa; Nurul Latifatul Inayati; Syamsul Hidayat; Khomarudin Khomarudin; Viky Nur Vambudi; Miranti Merliana; Muflihatul Laela Sari; Tri Anggraini Fitriana; M. Lutfi Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27456

Abstract

AbstrakMinimnya pengajar membaca Al-Qur’an pada kaum LANSIA WNI di Rumah Dakwah Gombak Malaysia, terjadi karena kebudayaan-kebudayaan setempat yang tidak mendukung dalam menumbuhkan motivasi keagamaan. hal tersebut berdampak pada rendahnya ruh beragama dan pengetahuan agama kaum LANSIA. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kaum LANSIA yang belum bisa membaca Al-Quran. Dengan demikian perlu adanya upaya-upaya kongkrit bagaimana membantu mitra mengurai permasalahan yang ada pada kaum LANSIA dan ibu-ibu ‘Aisyiyah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia dalam pembinaan membaca Al-Quran dengan metode Tsaqifa melalui usaha rintisan kelompok belajar senior school. Tujuan dilaksanakan PkM ini untuk (1) Memberikan pelatihan/workshop pada ibu-ibu ‘Aisyiyah tentang metode Tsaqifa sebagai metode membaca Al-Quran bagi kaum LANSIA (2) Memberikan pelatihan Aisyiyah di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia Kuala Lumpur Malaysia sebagai kaderisasi berkelanjutan dalam mengajar  Al-Quran pada LANSIA dengan menggunakan metode Tsaqifa. Metode penelitian menggunakan Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan. Kegiatan dilakukan selama satu bulan. Mitra kegiatan adalah Pimpinan Cabang Istimewa ’Aisyiyah Malaysia dengan sasaran kegiatan ibu-ibu LANSIA di Rumah Dakwah Gombak Malaysia. Hasil dari evaluasi yang dilakukan, banyak ibu LANSIA yang merasa terbantu dengan adanya metode pembelajaran Tsaqifa. Meski dalam pelaksanaannya banyak kendala yang masih perlu ada perbaikan bagi pengabdi berikutnya. Kata Kunci: Al-Quran; metode Tsaqifa; lansia. AbstractThe lack of Qur'an recitation teachers for the elderly Indonesian citizens at the Rumah Dakwah Gombak Malaysia, occurs because of local cultures that are not supportive in fostering religious motivation. this has an impact on the low religious spirit and religious knowledge of the elderly. This can be seen from the number of elderly people who cannot read the Koran. Thus, there is a need for concrete efforts to help partners unravel the problems that exist in the elderly and mothers of ‘Aisyiyah Muhammadiyah Malaysia Special Branch in fostering reading the Koran with the Tsaqifa method through the pilot efforts of the senior school study group. The objectives of this PkM are to (1) Provide training/workshops for ‘Aisyiyah mothers on the Tsaqifa method as a method of reading the Quran for the elderly (2) Provide Aisyiyah training at the Special Branch of Muhammadiyah ’Aisyiyah (PCIA) Malaysia Kuala Lumpur Malaysia as a sustainable regeneration in teaching the Quran to the elderly using the Tsaqifa method. The research method used Participatory Action Research (PAR), an approach whose process aims at learning to solve problems and fulfil the practical needs of the community, as well as the production of knowledge. Activities were carried out for one month. The activity partner was the Special Branch of ‘Aisyiyah Malaysia with the target of the activities of LANSIA mothers at the Gombak Malaysia Da'wah House. As a result of the evaluation, many LANSIA mothers felt helped by the Tsaqifa learning method. Although in its implementation there are many obstacles that still need improvement for the next servant. Keywords: Al-Quran; Tsaqifa method; elderly.
Kesadaran hukum anak usia rentan terhadap bahaya narkotika di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram Rina Rohayu Harun; Nurjannah Septyanun; Yulias Erwin; Imawanto Imawanto; Ady Supryadi; Tin Yuliani; Bahri Yamin; Rena Aminwara; Zaenafi Ariani; Fahrurrozi Fahrurrozi; Aesthetica Fiorini Mantika; Nur Oktaviani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27758

Abstract

Abstrak Peredaran narkotika di Indonesia sudah mencapai tahap darurat yang sangat mengkhawatirkan. Kejahatan tindak pidana narkotika, sangat wajar dalam hukum pidana sebut menjadi salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa. Korban peredaran narkotika tidak memandang usia, dari usia dewasa, remaja, dan anak-anak. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional melalui hasil survey nasional prevalensi penyalahguna narkotika tahun 2023, menunjukkan angka prevalensi sebesar 1,73 % atau setara  dengan 3,3 juta penduduk Indonesia yang berusia 15-64 tahun, yang menunjukkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkotika secara signifikan pada kalangan kelompok usia 15-24 tahun. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini, memberikan penyuluhan hukum serta edukasi terhadap anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, terhadap bahanyanya penyalahgunaan narkotika. Panti Asuhan Muhammadiyah adalah lembaga sosial yang didirikan oleh Muhammadiyah untuk memberikan perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Saat ini, panti memiliki total 39 anak asuh dari jenjang SD, SMP, sampai SMA, dan 24 lansia dalam program home care. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak  anak jenjang SD-SMP.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan penyuluhan hukum, dengan menyampaikan materi secara visualisasi, interaktif, serta pemilihan bahasa serderhana, agar mudah dipahami oleh anak-anak perserta. Selanjutnya sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan, saat penyampaian materi, anak-anak sangat antusias mendengarkan pemaparan materi, serta merespon dengan pengajuan pertanyaan dari 7 (tujuh) anak. Selanjutnya para pemateri kembali melakukan evaluasi dengan memberikan kuis kepada para perserta. Kata kunci: narkotika; usia rentan; anak; penyalahgunaan Abstract The circulation of narcotics in Indonesia has reached a very worrying emergency stage. Narcotics crime is very normal in criminal law to be called an extra ordinary crime. Victims of narcotics trafficking regardless of age, from adults, teenagers and children. Based on data from the National Narcotics Agency through the results of a national prevalence survey narcotics abusers in 2023, shows a prevalence rate of 1.73% or the equivalent of 3.3 million Indonesians aged 15-64 years, which shows a significant increase in narcotics abuse among the 15-24 year age group This service provides legal counseling and education to the children of the Mataram Muhammadiyah Orphanage, regarding the dangers of narcotics abuse. The Muhammadiyah Orphanage is a social institution founded by Muhammadiyah to provide protection, education and care for orphaned children and underprivileged families. Currently, the orphanage has a total of 39 foster children from elementary, middle and high school levels, and 24 elderly people in the home care program. The participants involved in this activity were as many as elementary-middle school level children.  The method used is legal outreach and counseling, by presenting material in a visual, interactive manner, and choosing simple language, so that it is easy for the participating children to understand. Next was a discussion and question and answer session. The results of the activity showed that when the material was delivered, the children were very enthusiastic about listening to the material presentation, and responded by asking questions from 7 (seven) children. Next, the presenters carried out another evaluation by giving a quiz to the participants. Keywords: narcotics; vulnerable age; child; abuser