cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan kegiatan praktikum biologi untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa Surau Islamic Homeschooling Munarti Munarti; Desti Herawati; Surti Kurniasih; Solihat Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26887

Abstract

Abstrak Kegiatan praktikum menjadi komponen penting dalam pembelajaran IPA termasuk biologi karena dapat melatih siswa untuk berpikir konsep-konsep ilmiah dalam melakukan prosedur yang kompleks. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah melakukan pendampingan kegiatan praktikum biologi di laboratorium untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Kegiatan ini di laksanakan bulan Maret 2023 di laboratorium program studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Pakuan diikuti oleh 20 orang siswa Surau Islamic Homeschooling.  Metode pelaksanaan meliputi observasi dan workshop pembuatan preparat. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi untuk mengukur keterampilan proses sains yang muncul selama kegiatan praktikum dan lembar kuesioner untuk menjaring persepsi siswa terkait pelaksanaan kegiatan pendampingan praktikum. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui kegiatan pendampingan praktikum biologi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa Surau Islamic Homeschooling dengan kategori sangat baik di semua aspek yaitu mengobservasi 94%, mengklasifikasi 92%, menggunakan alat laboratorium 100%, melakukan percobaan 100%, menafsirkan 82,5%, dan mengkomunikasikan hasil 94%. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan kepada siswa sekolah mitra dalam hal pembuatan preparat segar dan pengamatan menggunakan mikroskop.  Kata kunci: keterampilan proses sains; mikroskop; sikap ilmiah. Abstract Practical activities are an important component in learning science including biology because it can train students to think of scientific concepts in performing complex procedures. The purpose of this Community Service is to provide assistance in biology practical activities in the laboratory to improve students' science process skills. This activity was carried out in the laboratory of the biology education study program, FKIP, Pakuan University, attended by 20 students of Surau Islamic Homeschooling. Implementation methods include observation and specimen preparation. The instruments used were observation sheets to measure science process skills that emerged during practical activities and questionnaire sheets to capture students' perceptions regarding the implementation of practical mentoring activities. Based on the results obtained through mentoring biology practicum activities, it shows that these activities are able to improve the science process skills of Surau Islamic Homeschooling students with a very good category in all aspects, namely observing 94%, classifying 92%, using laboratory equipment 100%, conducting experiments 100%, interpreting 82.5%, and communicating results 94%. This activity provides experience and skills to students from partner schools in terms of making fresh preparations and observing using a microscope. Keywords: microscope; scientific attitude; science process skills.
Deteksi dini stunting berbasis edukasi dan pendampingan kader kesehatan Nur Alam Fajar; Kiki Sulaningsi; Esti Sri Ananingsih; Elvi Sunarsih; Indah Yuliana; Feny Etrawati; Sinta Octaviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27878

Abstract

AbstrakStunting merupakan masalah kesehatan nasional yang memerlukan intervensi dari berbagai pihak untuk mengatasinya. Stunting adalah kondisi dimana seorang anak memiliki tinggi atau panjang badan yang lebih rendah dari standar usianya, yang sering kali diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan kondisi kesehatan yang tidak optimal selama periode penting pertumbuhan anak. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan prevalensi stunting melalui berbagai strategi intervensi yang spesifik dan sensitif, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting pada balita di Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini melibatkan pendampingan intensif kepada 34 kader dan perangkat desa di Kelurahan Thehok. Pendampingan ini dilakukan melalui beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, pelaksanaan (pre-test) untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal, pemberian pendampingan edukatif, evaluasi (post-test) untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta kegiatan keberlanjutan yang bertujuan memastikan penerapan hasil pengabdian dalam jangka panjang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 86,4 menjadi 91, serta peningkatan skor sikap dari 12,46 menjadi 14,23, yang keduanya signifikan secara statistik (p- value < 0,05). Keterampilan peserta dalam deteksi dini stunting juga meningkat, khususnya dalam penggunaan alat ukur tinggi badan dan pemberian edukasi kepada masyarakat.Hal ini mengindikasikan perubahan positif pada ketiga komponen tersebut di kalangan kader dan perangkat desa yang terlibat. Kesimpulannya, program ini mampu meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi dan mencegah stunting di Kelurahan Thehok, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka stunting di daerah tersebut. Kata kunci: stunting; deteksi dini; pengetahuan; sikap; keterampilan AbstractStunting is a national health issue that requires interventions from various stakeholders to address it. Stunting is a condition where a child has a height or length below the standard for their age, often caused by chronic malnutrition and suboptimal health conditions during critical growth periods. The Indonesian government has set a target to reduce stunting prevalence through specific and sensitive intervention strategies aimed at improving the health and quality of life of future generations. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and skills of early detection of stunting in toddlers in Thehok Village, Jambi Selatan District, Jambi City. The method employed in this program involved intensive mentoring for 34 village health cadres and officials in Thehok. The mentoring process included several implementation stages: preparation, pre-test to assess initial knowledge levels, educational mentoring, post-test to evaluate knowledge improvement, and sustainability activities to ensure long-term application of the program's results. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 86.4 to 91, and an increase in attitude scores from 12.46 to 14.23, both statistically significant (p-value < 0.05). Participants' skills in early detection of stunting also improved, especially in the use of height measurement tools and in providing education to the community. This indicates positive changes in all three components among the involved cadres and village officials. In conclusion, this program effectively enhanced the capacity of cadres to detect and prevent stunting in Thehok Village, which is expected to contribute to reducing stunting rates in the area. Keywords: stunting; early detection; knowledge; attitudes; skill
Edukasi pencegahan diabetes melitus dan pemanfaatan daun stevia sebagai alternatif pengganti gula pada penderita diabetes melitus Nastiti Utami; Vitria Maya Sari; Murtia Fitriasari; Anri Anggra Saputri; Entita Ariani; Zhanjaya Zhanjaya; Lusia Murtisiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26954

Abstract

Abstrak Desa Dukuh terletak di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa Dukuh memiliki puskesmas pembantu yang memiliki arsip data mengenai warga atau masyarakat yang terkena penyakit diabetes yaitu berkisar 35 orang. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang disebabkan oleh terganggunya hormon insulin sehingga ditandai dengan kadar gula darah meningkat.  Salah satu tanaman yang dapat digunakan menjadi pemanis pengganti gula pada makanan atau minuman adalah daun stevia.  Daun stevia juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yaitu dapat mengontrol kadar gula darah, aman bagi penderita diabetes, dapat menghambat pertumbuhan bakteri di mulut sehingga dapat mencegah kerusakan gigi. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Dukuh ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyakit diabetes. Selain itu, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat serta mahasiswa dalam pemanfaatan tanaman herbal yang dapat dijadikan suatu produk sebagai salah satu alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes. Mitra sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah penderita diabetes melitus dan masyarakat di wilayah Desa Dukuh, Delanggu, Klaten sejumlah 15 orang. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan workshop pembuatan produk. Materi penyuluhan terdiri dari beberapa sub materi yang terdiri dari gambaran umum penyakit diabetes, terapi farmakologi pada penyakit diabetes melitus, dan pembuatan pemanis pengganti gula. Sebelum dan setelah diberikan materi dilakukan test (pretest dan posttest) untuk mengetahui adanya tingkat kenaikan pengetahuan dari peserta terkait materi yang telah disampaikan. Program pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang dilihat berdasarkan nilai rata - rata pretest dan posttest. Nilai rata-rata pre-test masyarakat sebesar 82,7, terjadi peningkatan nilai dengan nilai rata-rata post-test sebesar 91,33. Kata kunci: diabetes melitus; gula; stevia; stevia rebaudiana Abstract Dukuh Village located in Delanggu District, Klaten Regency, Central Java Province. In Dukuh Village there was a sub-health center that has archived data on residents or communities affected by diabetes, which around 35 people. Diabetes mellitus is a metabolic disease caused by disruption of the insulin hormone, which characterized by increased blood sugar levels. One of the herbal plants that could be used as a sweetener to replace sugar in food or drinks is stevia leaves. Leaf of stevia also has many health benefits, namely it could control blood sugar levels, safe for diabetics, could inhibit the growth of bacteria in the mouth so that it could prevent tooth decay. The existence of community service activities in Dukuh Village aims to provide knowledge and insight to the community about diabetes. In addition, it could provide education to the community and students in the use of herbal plants that could be used as a product as an alternative sugar substitute for diabetics. The target partners in this community service activity were diabetics and the community in the Dukuh Village area, Delanggu, Klaten, a total of 15 people. Counseling was carried out using lecture methods, question and answer discussions, and product demonstrations.  The counseling material consists of several sub-materials consisting of a general description of the disease, pharmacological therapy for diabetes mellitus, and made sweetner replace sugar. Before and after the material was given, a test (pretest and posttest) was conducted to determine the level of increase in knowledge from participants related to the material that had been delivered. The community service program went well and also showed an increase in community knowledge as seen from the average pretest and posttest values. The average pre-test score of the community was 82.7, there was an increase in the score with an average post-test score of 91.33. Keywords: diabetes mellitus; sugar; stevia; stevia rebaudiana
Pelatihan digital marketing berbasis tren data segmentasi pasar era 5.0 socienty bagi UMKM Kota Palembang Yeni Yeni; Mohammad Kurniawan Darmaputera; Siti Komariah Hildayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27140

Abstract

Abstrak Pelatihan Digital Marketing UMKM ”Sate Suki” Binaan Pegadaian Kota Palembang Berbasis Tren Data Perilaku Konsumen di Era 5.0 Society bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada para pelaku usaha dalam memanfaatkan data perilaku konsumen untuk merancang strategi pemasaran yang efektif. Era 5.0 ditandai dengan interaksi manusia dan mesin yang semakin kompleks, di mana teknologi berperan penting dalam memahami kebutuhan dan preferensi konsumen. Peserta PKM diajarkan cara mengumpulkan, menganalisis, dan menerapkan data perilaku konsumen dalam pengembangan strategi pemasaran digital. Metodologi yang digunakan mencakup studi kasus, diskusi kelompok, dan simulasi pemasaran berbasis data. Topik yang dibahas meliputi pengenalan alat analisis data, segmentasi pasar, personalisasi konten, serta strategi pemasaran omnichannel. Hasil pelatihan ini peningkatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan data untuk meningkatkan engagement dan konversi, serta pemahaman yang lebih baik tentang perubahan perilaku konsumen di era digital. Dengan demikian, diharapkan pelaku usaha UMKM Sate Suki dapat beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar dan memenuhi ekspektasi konsumen yang terus berkembang. Kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing bisnis lokal dalam menghadapi tantangan global, serta menciptakan ekosistem pemasaran yang lebih responsif dan berkelanjutan. Pelatihan ini langkah penting menuju transformasi digital yang lebih menyeluruh di kalangan pelaku usaha, sehingga UMKM binaan Pegadaian dapat memanfaatkan potensi penuh dari era 5.0 Society. Kata kunci:  digital marketing; perilaku konsumen; strategi pemasaran; segmentasi pasar; personalisasi konten Abstract Digital Marketing Training for MSMEs "Sate Suki" Fostered by Pegadaian Kota Palembang Based on Consumer Behavior Data Trends in the 5.0 Society Era aims to provide insight and practical skills to business actors in utilizing consumer behavior data to design effective marketing strategies. The 5.0 era is characterized by increasingly complex human and machine interactions, where technology plays an important role in understanding consumer needs and preferences. PKM participants are taught how to collect, analyze, and apply consumer behavior data in developing digital marketing strategies. The methodology used includes case studies, group discussions, and data-based marketing simulations. Topics discussed include introduction to data analysis tools, market segmentation, content personalization, and omnichannel marketing strategies. The results of this training are increased participants' ability to utilize data to increase engagement and conversion, as well as a better understanding of changes in consumer behavior in the digital era. Thus, it is hoped that MSME Sate Suki business actors can adapt quickly to market dynamics and meet evolving consumer expectations. This activity can increase the competitiveness of local businesses in facing global challenges, as well as create a more responsive and sustainable marketing ecosystem. This training is an important step towards a more comprehensive digital transformation among business actors, so that Pegadaian's fostered MSMEs can utilize the full potential of the 5.0 Society era. Keywords: digital marketing; consumer behavior; marketing strategy; market segmentation; personalization content
Optimalisasi sistem produksi untuk memenuhi permintaan pasar minuman sari buah Mulyasari Argosuko-Malang Pudji Herijanto; Nilawati Fiernaningsih; Widjanarko Widjanarko; zakiyah Irfin; Maskur Maskur; Imam Saukani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27232

Abstract

Abstrak Industri sari buah Mulyasari mengalami kesenjangan antara kapasitas produksi dan permintaan pasar yang mencapai lebih dari 53 dus per hari, yang akan semakin meningkat jika sertifikasi BPOM dan merek dagang resmi diperoleh. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya tuntutan konsumen yang belum diimbangi dengan kapasitas produksi optimal serta risiko higienitas produk dan kecelakaan kerja pada sistem operasi yang masih manual. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem produksi Mulyasari melalui Rekayasa Semi Otomasi Proses Produksi pada sistem produksi yang sudah ada (sistem 01) dan membangun satu sistem baru. Mitra, yang berjumlah beberapa karyawan tetap dan karyawan baru, dilibatkan dalam pelatihan dan pendampingan untuk mengoperasikan sistem semi otomatis ini. Hasilnya, mitra berhasil menerapkan sistem baru dengan tingkat pencapaian 87% dari target kapasitas, cukup untuk memenuhi permintaan saat ini. Higienitas produk meningkat karena hanya proses pengupasan dan pencucian yang masih manual, dan risiko kecelakaan kerja berkurang. Penerapan sistem ini mendukung ergonomi yang lebih baik dan keselamatan karyawan, serta membuka potensi bagi mitra untuk memperluas pangsa pasar. Kata kunci: sistem operasi produksi; proses produksi; rekayasa semi otomasi. AbstractThe Mulyasari fruit juice industry is experiencing a gap between production capacity and market demand of more than 53 boxes per day, which will further increase if BPOM certification and an official trademark are obtained. This condition can have an impact on increasing consumer demands which have not been balanced with optimal production capacity as well as the risk of product hygiene and work accidents in operating systems that are still manual. This service program aims to optimize Mulyasari's production system through Production Process Semi-Automation Engineering on the existing production system (system 01) and building a new system. Partners, consisting of several permanent employees and new employees, are involved in training and mentoring to operate this semi-automatic system. As a result, partners successfully implemented the new system with an achievement rate of 87% of the capacity target, sufficient to meet current demand. Product hygiene increases because only the peeling and washing processes are still manual, and the risk of work accidents is reduced. Implementation of this system supports better ergonomics and employee safety, as well as opening up the potential for partners to expand market share. Keywords: production operating system; production process; semi-automation engineering.
Pelatihan pakan silase sebagai alternatif ketersediaan pakan di musim kemarau dalam memperbaiki performance ternak ruminansia Siti Nuraliah; Irma Susanti S.; Jisril Palayukan; Pardi Pardi; Zul Ikram; Nurlinda Sari; Delmanto Delmanto; Ardi Bariq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27347

Abstract

Abstrak Ternak di wilayah Kelurahan Lalampanua memiliki performance rendah yang dapat mempengaruhi harga jual dipasaran, padahal bahan pakan lokal ternak ruminansia dalam hal ini hijauan cukup melimpah pada musim penghujan. Ketersediaan bahan tersebut dapat diolah menjadi pakan fermentasi untuk memenuhi kebutuhan pakan di musim kemarau serta  memperbaiki performance dan produktivitas ternak, ini menjadi peluang menghasilkan pendapatan tambahan untuk membantu perekonomian keluarga dalam mengkomersialkan produk silase ke peternak yang di dominasi oleh peternak ruminansia. Tujuan penagbdian inia dalah untuk memberikan pengetahuan kepada peternak bagaimana cara membuat silase yang baik dengan memanfaatkan baha-bahan yang tersedia di lokasi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan melaksanakan Metode pelaksanaan kegiatan yaitu persiapan survei awal, penentuan target mitra, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan program kegiatan melalui penyuluhan partisipatif, pelatihan, pembimbingan, pendampingan, monitoring dan evaluasi pada peternak sasaran. Permasalahan yang dihadapi mitar berupa permasalahan pengetahuan mengenai teknologi dalam pengolahan pakan fermentasi menjadi suatu produk baru yang pemanfaatannya lebih efesien belum ada, permasalahan ekonomi secara spesifik menjadi perhatian mitra karena efek dari ketersediaan pakan khususnya pakan fermentasi yang belum dikenal dimasyarakat menyebabkan peternak mengalami penurunan pendapatan signifikan akibat rendahnya harga jual ternak. Mitra mengharapkan adanya pelatihan pengolahan produk dan mengaitkannya dengan metode pemasaran usaha sehingga mereka memiliki alternatif meningkatkan pendapatan keluarga. Pelaksanaan pengabdian diikuti oleh 20 orang peternak.. Hasil pengabdian berupa pelatihan pengolahan pakan fermentasi ternak menjadi pakan alternatif serta pembuatan laporan keuangan dan business plan sederhana. Selain itu menghasilkan wirausahawan baru yang dapat memproduksi pakan fermentasi yang berlabel “Silage Cake”. Kata kunci: pakan fermentasi; peformance; silase AbstractLivestock in the Lalampanua Village area has low performance which can affect the selling price in the market, even though local ruminant feed ingredients in this case greens are quite abundant in the rainy season. The availability of these ingredients can be processed into fermented feed to meet feed needs in the dry season and improve livestock performance and productivity, this is an opportunity to generate additional income to help the family economy in commercializing silage products to farmers who are dominated by ruminant farmers. The purpose of this service is to provide knowledge to farmers on how to make good silage by utilizing the materials available on site. The method of implementing community service activities is carried out by implementing the method of implementing activities, namely preparing initial surveys, determining partner targets, implementing Focus Group Discussions (FGD), implementing program activities through participatory counseling, training, guidance, mentoring, monitoring and evaluation of target farmers. The problems faced by partners are in the form of knowledge problems regarding technology in processing fermented feed into a new product whose utilization is more efficient, there is no specific economic problem that is a concern for partners because the effect of the availability of feed, especially fermented feed that is not yet known in the community, causes farmers to experience a significant decrease in income due to the low selling price of livestock. Partners expect product processing training and linking it to business marketing methods so that they have an alternative to increase family income. The implementation of community service was attended by 20 farmers. The results of the community service were training in processing fermented livestock feed into alternative feed and making financial reports and simple business plans. In addition, it produces new entrepreneurs who can produce fermented feed labeled "Silage Cake". Keywords: feed fermented; performance; silage
Demonstrasi pembuatan emulgel peppermint sebagai antinyamuk dalam pencegahan demam berdarah dengue di SMK Kartini Bhakti Mandiri Naomi Dwi Cahyanti; Yura Witsqa Firmansyah; Inez Angelia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27564

Abstract

AbstrakDemam Berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang banyak berkembang di daerah tropis terutama pada awal musim penghujan dan menjadi permasalahan kesehatan yang serius karena dapat mengakibatkan kematian. Vektor pembawa dari penyakit DBD adalah nyamuk yaitu Aedes aegypti. Repelen merupakan zat yang dapat membuat serangga tidak tertarik terhadap manusia, sehingga dapat mengurangi kontak antara vektor nyamuk pembawa penyakit dengan manusia. Minyak peppermint merupakan salah satu minyak atsiri yang tidak disukai aromanya oleh nyamuk, sehingga dapat dikembangkan menjadi produk farmasi yang komersial repelen. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait proses pembuatan emulgel peppermint sebagai antinyamuk. Metode yang digunakan pada kegiatan tersebut adalah demonstrasi pembuatan emulgel antinyamuk minyak peppermint dan pembuatan produk emulgel yang dipraktikkan langsung oleh 28 peserta pelatihan yang berasal dari siswa/i SMK Kartini Bhakti Mandiri. Keberhasilan dari kegiatan tersebut diketahui dengan mengukur tingkat pemahaman peserta melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata pengetahuan siswa sebelum dilakukan intervensi adalah 70 dan setelahnya menjadi 90. Kegiatan ini telah terbukti dalam peningkatan pengetahuan siswa dalm praktik pembuatan emulgel antinyamuk. kata kunci: emulgel; demam berdarah dengue; peppermint AbstractDengue fever is one of the most common diseases in the tropics, especially at the beginning of the rainy season, and is a serious health problem because it can cause death. The vector of DHF is the mosquito, Aedes aegypti. Repellents are substances that can make insects uninterested in humans, thus reducing contact between disease-carrying mosquito vectors and humans. peppermint oil is one of the essential oils whose aroma is disliked by mosquitoes so it can be developed into a commercial repellent pharmaceutical product. The purpose of this activity is to increase students' knowledge related to the process of making peppermint emulgel as mosquito repellent. The method used in the activity was a demonstration of making peppermint oil anti-mosquito emulgel and making emulgel products which were practiced directly by 28 trainees from students of SMK Kartini Bhakti Mandiri. The activity's success was known by measuring the level of understanding of the participants through the measurement of knowledge before and after the intervention. The average score of students' knowledge before the intervention was 70 and afterward became 90. This activity has been proven to increase student's knowledge in the practice of making anti-mosquito emulgel. Keywords: emulgel; dengue fever; peppermint
Pelatihan dan implementasi arsip digital di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Yonas Ferdinand Riwu; Klaasvakumok Jehezkielomi Kamuri; Marianus Saldanha Neno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.25446

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan program pelatihan dan implementasi arsip digital dilakukan atas dasar kebutuhan Desa Oeltua  yang telah dilaksanakan pada Mei 2024. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, serta mampu mengimplementasikan arsip digital pada desa Oeltua. Metode yang digunakan dalam PKM dilakukan melalui 3 tahapan yaitu 1). Mediasi, sebagai langkah awal untuk membangun kemitraan dengan perangkat desa Oeltua. 2). Penyuluhan, pengenalan manfaat arsip digital. 3). Pendampingan implementasi aplikasi arsip digital. Hasilnya membawa manfaat besar bagi organisasi pemerintah Desa Oeltua yaitu peralihan arsip konvensional menuju arsip digital sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan arsip dan melayani Masyarakat. Digitalisasi arsip adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih hijau (ekonomi hijau) dan berkelanjutan yang dilakukan Desa Oeltua. Kata kunci: arsip digital; desa oeltua; ekonomi hijau; pelatihan AbstractCommunity Service (CS) with training programs and implementation of digital archives is carried out based on the needs of Oeltua village. This CS aims to provide knowledge and skills, and be able to implement digital archives in Oeltua village. The method used in CS is carried out through 3 stages, namely 1). Mediation, as a first step to build partnerships with Oeltua village officials. 2). Counseling, introduction to the benefits of digital archives. 3). Assistance in the implementation of digital archive applications. The results bring great benefits to the Oeltua Village government organization, can increase effectiveness and efficiency in managing archives and serving the community. The digitization of archives is an important step towards a greener future (green economy) and sustainable carried out by Oeltua Village Keywords: digital archive; green economic; oeltua village; training.
Pendampingan mitigasi bencana banjir rob di Desa Medana Lombok Utara Ilham Ilham; Muanah Muanah; Muhammad Imam Dinata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26097

Abstract

AbstrakKabupaten Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kabupaten ini memiliki beberapa desa, salah satu diantaranya yaitu Desa Medana. Desa Medana sewaktu-waktu dapat terjadi bencana kenaikan air laut (Air Rob). Dikarenakan Desa Medana hanya memiliki kitinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut. Selain itu Desa Medana rentan terhadap berbagai bencana alam, baik yang berasal dari pegunungan maupun dari laut. Sehingga, masyarakat di desa tersebut diharapkan untuk siap menghadapi potensi bencana alam seperti tanah longsor, angin topan, dan khususnya abrasi pantai. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan informasi mengenai banjir rob dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir rob pada masyarakat Desa Medana, Kab. Lombok Utara. Kata kunci: Kabupaten Lombok Utara; Medana; bencana alam; banjir rob Abstract North Lombok Regency is one of the regencies located in the West Nusa Tenggara region. This regency consists of several villages, one of which is Medana Village. Medana Village is at risk of experiencing sea level rise (Tidal Flood) due to its elevation of only about 50 meters above sea level. Additionally, Medana Village is vulnerable to various natural disasters, both from the mountains and the sea. Therefore, the residents of this village are expected to be prepared for potential natural disasters such as landslides, hurricanes, and particularly coastal erosion. The aim of this community service is to enhance information about tidal floods and to improve the preparedness of Medana Village residents in North Lombok Regency for such disasters. Keywords: North Lombok Regency; Medana; natural disasters; tidal floods
Kalkulasi bijak, keuntungan optimal: membangun dasar literasi keuangan kuat untuk usaha baru dengan penerapan cost plus pricing Diah Ayu Sanggarwati; Cucu Hayati; Fitri Komariyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27230

Abstract

Abstrak Rendahnya tingkat literasi keuangan berpotensi menghambat pertumbuhan usaha baru, yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial, seperti dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Penerapan HPP metode cost plus pricing dapat membantu pelaku usaha menentukan harga jual yang lebih stabil dan mendorong optimalisasi keuntungan. Penelitian ini dirancang dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan pelaku usaha baru terhadap perhitungan HPP melalui pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto. Dengan metode Partisipatory Action Research (PAR), pelatihan ini melibatkan 20 peserta secara aktif dalam simulasi perhitungan HPP metode cost plus pricing pada produk inovatif Mushroom Mac and Cheese Schotel. Metode PAR yang digunakan meliputi tahap identifikasi masalah, telaah mendalam, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test, di mana peserta menjadi lebih mampu menghitung dan menerapkan HPP secara akurat, yang diharapkan dapat mengoptimalkan keuntungan usaha. Pelatihan ini memberikan dampak positif dalam hal peningkatan literasi keuangan, serta mendorong pemanfaatan layanan perpustakaan sebagai sumber informasi dan dukungan usaha. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; literasi keuangan; harga pokok produksi; cost plus pricing Abstract The low levels of financial literacy can hinder the growth of new businesses, potentially leading to errors in financial decision-making, such as in the calculation of Cost of Goods Sold. Implementing the cost-plus pricing method for Cost of Goods Sold can help business owners set more stable selling prices and optimize profits. This study, designed as part of a community service activity, aims to improve new entrepreneurs’ understanding of financial literacy, specifically in Cost of Goods Sold, through training conducted by the Mojokerto City Library and Archives Office. Using the Participatory Action Research (PAR) method, this training actively involved 20 participants in a cost-plus pricing simulation for calculating HPP on the innovative product Mushroom Mac and Cheese Schotel. The PAR method applied included the stages of problem identification, in-depth review, planning, implementation, and evaluation. The training results showed a significant increase in participants' comprehension, as seen in the comparison of pre-test and post-test results, with participants becoming more capable of accurately calculating and applying Cost of Goods Sold, which is expected to optimize their business profits. This training positively impacted financial literacy improvement and encouraged the use of library services as a source of information and business support. Keywords: community service; training; financial literacy; cost of goods sold; cost plus pricing