cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Edukasi model Mental Toughness Training Circle (MTTC) pada guru olahraga Jayapura Miftah Fariz Prima Putra; Tri Setyo Guntoro; Agus Zainuri; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Skolastika Jelita; Markus Wahyu Moat Natin Lewar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.27486

Abstract

Abstrak Mental atlet diyakini sebagai dimensi yang sangat menentukan prestasi atlet di lapangan. Namun sayangnya, belum banyak yang memahami bagaimana cara melatih mental atlet. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang mode latihan mental yang disebut dengan mental toughness training circle (MTTC) pada guru olahraga di Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 21 guru olahraga mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta PkM memiliki keyakinan yang tinggi bahwa faktor mental adalah dimensi penting dalam olahraga, yaitu sebanyak 95.2% peserta yakin bahwa aspek mental sangat penting dan 4.8% menjawab penting. Peserta dapat memahami materi yang diberikan dengan baik dan peserta dapat mengaplikasikan program latihan mental, terutama berpikir positif dengan baik. Kata kunci: melatih mental; mental toughness training circle; guru olahraga. Abstract An athlete's mentality is believed to be a dimension that determines an athlete's performance on the field. But unfortunately, not many people understand how to train athletes mentally. Therefore, this community service activity aims to provide education about a mental training mode called the mental toughness training circle (MTTC) to physical education teachers in Jayapura. This service activity is carried out through four stages, namely: education, training, mentoring, and evaluation. A total of 21 physical education teachers took part in this activity. The results of the activity show that PkM participants have a high belief that mental factors are an important dimension in sports, namely 95.2% of participants believe that the mental aspect is very important and 4.8% answered that it was important. The participants can understand the material provided well and they can apply mental training programs, especially positive thinking. Keywords: mental toughness training circle; mental training; physical education teacher.
Pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan caregiver informal dalam Perawatan Jangka Panjang (PJP) lansia Oda Debora; Venny Kurnia Andika; Febrina Secsaria Handini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27449

Abstract

Abstrak Saat ini Indonesia sedang menghadapi peningkatan morbiditas akibat penyakit tidak menular dan penyakit degeneratif. Menurut Riskesdas 2018, penyakit tidak menular terbanyak yang dialami lansia adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Sama halnya di Kota Malang, hipertensi dan diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan. Menurut survei yang dilakukan tahun 2028, 74,3% lansia masih tergolong mampu melakukan aktivitas secara mandiri, sedangkan sisanya memiliki tingkat ketergantungan ringan hingga berat. Kondisi ini juga ditemukan di salah satu wilayah kerja Puskesmas Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yaitu Kelurahan Sukoharjo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan terkait penyakit tidak menular di Sukoharjo. Kegiatan ini bermitra dengan kader kesehatan Kelurahan Sukoharjo, kecamatan Klojen, kota Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi, praktik, demonstrasi, dan pelatihan yang terbagi kedalam 9 kali pertemuan tatap muka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan yang semula banyak berpengetahuan kurang sebesar 84,2%, setelah dilakukan kegiatan meningkat menjadi baik sebesar 100%. Begitupun dengan praktik dan demonstrasi yang dilakukan, seluruh kader kesehatan memahami dan dapat melakukan demonstrasi secara mandiri. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kader dapat menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan kepada caregiver informal di wilayahnya masing-masing. Kata kunci: caregiver informal; lansia; perawatan jangka panjang Abstract Currently, Indonesia is facing an increase in morbidity due to non-communicable diseases and degenerative diseases. According to Riskesdas 2018, the most non-communicable disease experienced by the elderly is high blood pressure (hypertension). Similarly in Malang, hypertension and diabetes mellitus are the most common non-communicable diseases. According to a survey conducted in 2028, 74.3% of the elderly are still classified as able to carry out activities independently, while the rest have a mild to severe dependency rate. This condition was also found in one of the working areas of the Bersama Health Center, Klojen District, Malang City, namely Sukoharjo Village. The purpose of this activity is to solve problems related to non-communicable diseases in Sukoharjo. This activity partners with health cadres of Sukoharjo Village, Klojen District, Malang City. Methods used in this activity include education, practice, demonstration, and training divided into 9 face-to-face meetings. The results of this activity show that there is an increase in the knowledge and ability of health cadres who originally had a lot of knowledge, which was less than 84.2%, after the activity was carried out, it increased to a good level of 100%. Along with the practices and demonstrations carried out, all health cadres understand and can carry out demonstrations independently. With the implementation of this community service activity, it is hoped that cadres can disseminate the knowledge that has been obtained to informal caregivers in their respective regions. Keywords: elderly; informal caregiver; long-term caregiving
Pemberdayaan ibu-ibu sekolah perempuan (La Rimpu) Desa Roka dalam mengembangkan destinasi wisata alam roka: menuju kesejahteraan ekonomi keluarga dan kearifan lokal Anisah Anisah; Sri Lastuti; Feriyadin Feriyadin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27465

Abstract

AbstrakProgram pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu La Rimpu di Desa Roka dalam mengembangkan potensi wisata lokal, khususnya DAM Roka, guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui pengelolaan wisata yang efektif. Desa Roka memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam hal promosi dan pengelolaan usaha. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan bagi ibu-ibu rumah tangga yang berjumlah 20 orang anggota dengan rincian 7 orang berusia di bawah 30 tahun sisanya di atas 30 tahun. Pelatihan dan pendamipingan tersebut bertujuan agar mampu mengelola usaha pariwisata serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dua sesi mengenai pengelolaan wisata dan strategi promosi digital, serta pendampingan dalam merencanakan dan menjalankan usaha pariwisata. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengetahuan tentang potensi wisata lokal meningkat dari 45,55 menjadi 76,22, pemahaman tentang pengelolaan wisata berkelanjutan naik dari 43,79 menjadi 73,85, serta kemampuan merencanakan usaha wisata dari 43,27 menjadi 87,98. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah promosi dan pemasaran, yang dialami oleh 15 dari 20 responden. Dengan hasil ini, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu-ibu La Rimpu dalam mengelola dan mempromosikan usaha wisata, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Kata kunci: pemberdayaan;wisata lokal; manajemen usaha;promosi digital;kesejahteraan ekonomi. Abstract This community service program aims to empower the La Rimpu mothers in Roka Village to develop local tourism potential, particularly DAM Roka, in order to improve family economic welfare through effective tourism management. Roka Village has significant potential in the tourism sector, which has not yet been optimally utilized, especially in terms of promotion and business management. This activity focuses on training and mentoring 20 housewives, consisting of 7 participants under the age of 30 and the rest above 30. The training and mentoring aim to enable them to manage tourism businesses and leverage digital technology for promotion. The methods used include two training sessions on tourism management and digital promotion strategies, as well as mentoring in planning and running tourism businesses. Pre-test and post-test results show a significant improvement in participants' knowledge and skills. Knowledge of local tourism potential increased from 45.55 to 76.22, understanding of sustainable tourism management rose from 43.79 to 73.85, and the ability to plan tourism businesses improved from 43.27 to 87.98. The main challenge faced was promotion and marketing, experienced by 15 out of 20 respondents. These results indicate that the program effectively enhances the capacity of La Rimpu mothers in managing and promoting tourism businesses, providing a positive impact on the local economy. Keywords: empowerment; local tourism; business management; digital promotion; economic welfare.
Pendampingan peningkatan manajemen dan kurikulum rumah tahfizh di Nagari Pasilihan Sumatera Barat Risman Bustamam; Hafizzullah Hafizzullah; Dapit Amril; Yogi Imam Perdana; Fitri Yeni M. Dalil
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26935

Abstract

Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen dan kurikulum di Rumah Tahfizh Nagari Pasilihan, Sumatera Barat, melalui pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada pengembangan kapasitas pengelola dan guru. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif pemangku kepentingan, termasuk pengelola, guru, santri, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terfokus. Pelatihan dilaksanakan pada 29 September 2023, dengan fokus pada peningkatan manajemen administrasi, pengelolaan keuangan, serta penyusunan kurikulum yang relevan dan terstruktur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan efisiensi manajemen Rumah Tahfizh serta memperkenalkan kurikulum baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan santri, yang mencakup hafalan Al-Qur'an, pemahaman isi, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Metode pengajaran yang lebih interaktif, seperti Active Learning dan Cooperative Learning, terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan santri. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa reformasi manajemen dan kurikulum melalui pendekatan partisipatif dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Rumah Tahfizh, dan model ini dapat diterapkan di lembaga serupa untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pembelajaran. Kata kunci: pengembangan manajemen; kurikulum rumah tahfizh; pelatihan; partisipatory action research; active learning Abstract This community service aims to improve the management and curriculum of Rumah Tahfizh in Nagari Pasilihan, West Sumatra, through training and mentoring focused on capacity building for administrators and teachers. The method used in this service is Participatory Action Research (PAR), involving active participation from stakeholders, including administrators, teachers, students, and parents. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and focus group discussions. The training was held on September 29, 2023, focusing on enhancing administrative management, financial management, and designing a more structured and relevant curriculum. The results show that the training successfully improved the efficiency of Rumah Tahfizh's management and introduced a new curriculum tailored to the needs of students, including Quran memorization, comprehension, and the integration of technology in learning. Interactive teaching methods such as Active Learning and Cooperative Learning were proven to increase student motivation and engagement. In conclusion, this reform of management and curriculum through a participatory approach has a positive impact on the quality of education at Rumah Tahfizh, and this model can be implemented in similar institutions to improve operational efficiency and learning quality. Keywords: management development; tahfizh curriculum; training; participatory action research; active learning.
Lansia sadar DMT2 melalui pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan edukasi manajemen perawatan diri Recta Olivia Umboro; Dedent Eka Bimmaharyanto S.; Dwi Monika Ningrum; Fitri Aprliany; Anita Mursiany; Hilda Hastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26977

Abstract

AbstrakPenduduk lanjut usia merupakan kelompok yang memiliki faktor risiko tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yaitu Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Untuk mengatasi kurangnya pemahaman lansia terhadap terkait deteksi dini dan manajemen perawatan diri pada DMT2 maka diadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada hari Sabtu, 5 November 2022 bertempat di Desa Batu Asak,Praya Barat, Lombok Tengah, NTB.Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pemahaman terkait DMT2 dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini pada lansia dan manajemen perawatan diri DMT2. Sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat usia dewasa dan lansia. Kegiatan ini menggunakan metode fasilitasi melalui edukasi, dialog dan berbagi cerita berdasarkan pengalaman masyarakat serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Kegiatan dihadiri oleh 27 peserta dengan rentang usia 25 tahun – lebih dari 60 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 38.00 dan nilai rata-rata untuk post test sebesar 73.00. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan manajemen perawatan diri DMT2 pada lansia yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase nilai evaluasi setelah perlakuan sebesar 92.11%. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2; lansia; manajemen perawatan diri Abstract Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is one of the health issues that the aged population is particularly susceptible to. At Batu Asak Village, West Praya, Central Lombok, NTB, a community service activity was conducted on Saturday, November 5, 2022, to address the older population's ignorance about early identification and self-care management in type 2 diabetes.This program aims to raise awareness of the significance of early detection in the elderly and self-care management of type 2 diabetes by disseminating information about the disease. This exercise is intended for adults and senior citizens. This activity employs a facilitation approach that includes blood sugar testing, teaching, discussion, and the sharing of anecdotes based on the community's experiences. Pretest and posttest techniques were used for evaluation. Twenty-seven people, ranging in age from 25 to over 60, participated in the exercise. According to the evaluation results, the average pretest score was 38.00, and the average posttest score was 73.00. As evidenced by a 92.11% increase in the percentage of evaluation scores following treatment, the activity concludes that there is a greater level of community knowledge and awareness regarding the significance of early detection and self-care management of type 2 diabetes in the elderly. Keywords: elderly; self-care management; type 2 diabetes mellitus
Workshop perancangan infrastruktur kota ramah sepeda dengan fokus pada keberlanjutan dan mobilitas hijau Kota Palembang Endang Sri Lestari; Sandra Eka Febrina; Raden Ahmad Nur Ali; Anta Sastika; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27124

Abstract

Abstrak Workshop ini bertujuan untuk merancang infrastruktur kota yang ramah sepeda di Kota Palembang dengan fokus pada keberlanjutan dan mobilitas hijau. Menghadapi masalah kemacetan dan polusi udara akibat urbanisasi, perancangan jalur sepeda yang aman dan terintegrasi dengan transportasi umum menjadi solusi yang penting. Dalam kegiatan ini, peserta adalah mahasiswa dan pemerintah kota Palembang lebih kurang 100 orang berkolaborasi untuk menghasilkan desain jalur sepeda yang mendukung transportasi hijau, dilengkapi dengan fasilitas publik seperti parkir sepeda dan ruang hijau. Studi kasus Kota Palembang diangkat untuk menunjukkan potensi pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas hidup warga melalui pengembangan infrastruktur sepeda. Hasil PKM adalah  desain yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah kota untuk mewujudkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Kasus yang diangkat dalam workshop ini adalah Kota Palembang, yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan jaringan sepeda yang efisien guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor. Perancangan infrastruktur ramah sepeda, diharapkan dapat tercipta budaya bersepeda di kalangan warga kota sekaligus mendukung target Kota Palembang dalam upaya pengurangan emisi karbon dan peningkatan kesehatan masyarakat. Tujuan  workshop ini adalah desain infrastruktur kota ramah sepeda yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah kota dalam rangka menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan dan hijau. Kata kunci: perancangan infrastruktur; kota ramah sepeda; keberlanjutan; mobilitas hijau; kota palembang; urbanisasi. Abstract This workshop aims to design bicycle-friendly city infrastructure in Palembang City with a focus on sustainability and green mobility. Facing the problems of congestion and air pollution due to urbanization, designing safe bicycle lanes integrated with public transportation is an important solution. In this activity, participants were students and the Palembang city government, approximately 100 people collaborated to produce a bicycle lane design that supports green transportation, equipped with public facilities such as bicycle parking and green spaces. The case study of Palembang City was raised to show the potential for reducing carbon emissions and improving the quality of life of residents through the development of bicycle infrastructure. The results of the PKM are designs that can be implemented by the city government to realize sustainable urban mobility. The case raised in this workshop is Palembang City, which has great potential to develop an efficient bicycle network to reduce dependence on motorized vehicles. The design of bicycle-friendly infrastructure is expected to create a cycling culture among city residents while supporting the targets of Palembang City in efforts to reduce carbon emissions and improve public health. The purpose of this workshop is to design bicycle-friendly city infrastructure that can be implemented by the city government in order to create more sustainable and green urban mobility. Keywords: infrastructure design; bicycle-friendly city; sustainability; green mobility; city palembang; urbanization.
Pelestarian ekosistem laut melalui transplantasi karang dengan metode RAK untuk mendukung wisata edukasi bangsring underwater di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi Salvian Setyo Prayitno; M. Shofi'ul Amin; Kurniawan Muhammad Nur; Riza Rahimi Bachtiar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26940

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk untuk menigkatkan ilmu pengetahuan serta keterampilan kepada mitra kelompok nelayan pengelola bangsring underwater mengenai pelestarian eksositem laut dan teknik transplantasi karang menggunakan metode Rak pipa. Mitra kelompok nelayan bangsring saling bekerjasama menjaga peraian bangsring. Saat ini di Bangsring Underwater ditemui dua masalah yaitu belum adanya pendampingan secara tuntas terkait kegiatan transplantasi terumbu karang dan metode transplantasi yang dilakukan dinilai tidak ramah lingkungan. Solusi yang dilakukan adalah melakukan sosilaisasi, pelatihan/ praktik, dan pendampingan transplantasi menggunakan metode RAK dari awal hingga akhir, sekaligus memperkenalkan metode RAK. Metode pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu : koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dimulai dari sosialisasi tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, dilanjutkan dengan pengenalan dan praktek penerapan metode RAK sebagai media tranplantasi karang. Hasil pengabdian menunjukan mitra pengabdian mendapat pengetahuan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan bagaimana cara teknik penanaman terumbu karang menggunakan metode RAK pipa. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang nelayan bangsring sekaligus 60 mahasiswa pengabdian masyarakat internasional Politeknik Negeri Banyuwangi yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan China. Kesimpulannya pengabdian ini sukses dilakukan serta adanya peningkatan ilmu pengetahuan mitra. Kedepannya pengelola Bangsring underwater dan pemerintah Desa Bangsring terus melakukan perawatan terumbu karang untuk mendukung wisata edukasi Bangsring underwater. Kata kunci: Bangsring; Banyuwangi; metode RAK; terumbu karang; wisata edukasi. AbstractThis community service aims to improve the knowledge and skills of the fishermen group partners who manage the bangsring underwater regarding the preservation of marine ecosystems and coral transplantation techniques using the pipe RAK method. The bangsring fishermen group partners work together to maintain the bangsring waters. Currently in Bangsring Underwater there are two problems, namely the lack of complete assistance related to coral reef transplantation activities and the transplantation method used is considered environmentally unfriendly. The solution is to conduct socialization, training/practice, and assistance for transplantation using the RAK method from start to finish, while introducing the RAK method. This community service method is carried out in 3 stages, namely: coordination, implementation, and evaluation. Community service activities begin with socialization about the importance of maintaining marine ecosystems, followed by the introduction and practice of implementing the RAK method as a coral transplant medium. The results of the community service show that the community service partners gain knowledge about the importance of maintaining marine ecosystems and how to plant coral reefs using the pipe RAK method. This activity was attended by 15 bangsring fishermen as well as 60 international community service students from the Banyuwangi State Polytechnic from Indonesia, Malaysia and China. In conclusion, this community service was successful and there was an increase in the knowledge of the partners. In the future, Bangsring underwater managers and the Bangsring Village government will continue to maintain coral reefs to support Bangsring underwater educational tourism. Keywords: Bangsring; Banyuwangi; RAK method; coral reefs; educational tourism.
Pelatihan efektif penggunaan google drive dan google formulir untuk peningkatan pelayanan administrasi di Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Lela Nurpulaela; Reni Rahmadewi; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Marno Marno; Safrian Andromeda; Insani Abdi Bangsa; Fitria Nurul Husna; Rifki Fajar Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27533

Abstract

AbstrakTim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Singaperbangsa Karawang telah mengadakan pelatihan penggunaan Google Drive dan  Google Formulir kepada staff kantor Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, agar dapat memberikan layanan yang lebih mudah dan aman untuk masyarakat. Pelatihan ini diadakan karena sistem penyimpanan data desa masih bergantung pada media lokal seperti flashdisk dan hardisk, yang rentan terhadap kehilangan data dan serangan virus. Mitra sasaran dalam pelatihan ini adalah staf kantor Desa Sungaibuntu, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Tim PKM memberikan pelatihan Google Form untuk membantu staff kantor desa mengelola layanan masyarakat di bagian administrasi dengan membuat formulir online yang praktis untuk pendaftaran dan pengumpulan data. Selain itu, pelatihan Google Drive ditujukan untuk memanfaatkan penyimpanan dan cadangan data desa secara cloud, sehingga data dapat diakses dengan mudah dan aman kapan saja dan di mana saja. Metode pelatihan menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung, yang terbukti efektif dalam membantu peserta memahami dan menerapkan Google Form dan Google Drive dalam tugas sehari-hari. Kata kunci: sosialisasi; pelatihan; google drive; google form. AbstractThe Community Service Team (PKM) Singaperbangsa Karawang University conducted training on the use of Google Drive and Google Forms for the staff of the Sungaibuntu Village Office in Pedes District, Karawang Regency, to enable them to provide easier and safer services to the community. This training was initiated because the village's data storage system still relies on local media such as flash drives and hard disks, which are prone to data loss and virus attacks. The target partners for this training were the staff of the Sungaibuntu Village Office, with 20 participants actively involved throughout the program. The PKM team provided Google Forms training to assist village officials in managing community services in the administrative sector by creating practical online forms for registration and data collection. Additionally, the Google Drive training was aimed at utilizing cloud-based storage and backup for village data, allowing data to be accessed easily and securely anytime and anywhere. The training method combined material delivery with hands-on practice, which proved effective in helping participants understand and apply Google Forms and Google Drive in their daily tasks. Keywords: sosialization; training; google drive; google forms.
Pengelolaan limbah kotoran sapi menggunakan bed vermicompost dan earthworm separator guna meningkatkan keberlanjutan usaha peternak di Desa Babatan – Jember Deviana Fitria Astuti; Damaita Afriana Br Regar; Dyah Retno Anggraini; Indah Setyowati; Raisa Wahyu Nuraini; Ankardiansyah Pandu Pradana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26687

Abstract

Abstrak Kelompok Peternak Inovatif dan Maju (PETINJU) di Desa Babatan Kabupaten Jember menghasilkan 1 ton kotoran sapi setiap bulan. Limbah tersebut belum dikelola dan cenderung berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Program implementasi IPTEK yang dilaksanakan bertujuan untuk mengelola limbah sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha kelompok PETINJU. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berurutan. Pelaksanaan program diawali dengan pemantapan aktivitas, lalu diikuti dengan edukasi dan implementasi bed vermicompost serta earthworm separator, dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Program ini berhasil menerapkan inovasi pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi vermikompos. Sebanyak 85% kotoran sapi pada kelompok PETINJU berhasil dikelola setiap bulannya. Berdasarkan uji t terhadap self asessment mitra, diketahui nilai p yang sangat kecil, yaitu 1,38×10-7 untuk pengetahuan, 2,47×10-4 untuk keterampilan, dan 1,36×10-6 untuk motivasi mitra, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam ketiga aspek tersebut setelah pelatihan. Hasil analisis SWOT juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi vermikompos memiliki peluang keberlanjutan yang tinggi. Kelompok PETINJU berpotensi memperoleh peluang ekonomi baru dalam hal penjualan produk vermikompos. Pada lain sisi, pengelolaan limbah akan meningkatkan sanitasi kandang yang berimplikasi pada peningkatan keuntungan dari usaha ternak. Program ini berhasil memberikan dampak pengurangan limbah sekaligus meningkatkan potensi ekonomi kelompok PETINJU. Kata kunci: cacing; ekonomi; lingkungan; profit; vermikompos. AbstractThe Innovative and Advanced Livestock Farmers Group (PETINJU) in Babatan Village, Jember Regency, produces approximately 1 ton of cow dung monthly, which, if improperly managed, poses significant environmental and health risks. To address these challenges and enhance the sustainability of PETINJU's operations, a technology implementation program was executed. This program comprised four key stages: activity organization, group education, application of specialized composting beds and earthworm separators, and outcome evaluation. The program effectively converted approximately 85% of the monthly cow dung into valuable vermicompost. Post-training evaluations demonstrated significant improvements in the participants' knowledge, skills, and motivation, as confirmed by t-test results: knowledge (p-value = 1.38×10⁻⁷), skills (p-value = 2.47×10⁻⁴), and motivation (p-value = 1.36×10⁻⁶), indicating substantial enhancement in these domains. Furthermore, the analysis underscored the long-term viability of cow dung conversion into vermicompost as a sustainable practice. The sale of vermicompost presents a lucrative opportunity for PETINJU, while improved waste management practices contribute to enhanced livestock pen hygiene and increased profitability. In conclusion, this program not only mitigated waste management issues but also significantly augmented PETINJU's economic potential, yielding benefits for both the cooperative and the environment. Keywords: earthworms; economics; environment; profit; vermicompost.
Implementasi mesin putar tanah liat untuk meningkatkan produktivitas gerabah Novi Yanti Sandra Dewi; Muanah Muanah; Muliatiningsih Muliatiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26718

Abstract

Abstrak Tujuan pendampingan adalah untuk mengimpeemensikan mesin putar tanah liat untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas gerabah. Metode pendampingan terdiri dari penyuluhan alih teknologi mesin putar otomatis, pelatihan pengoperasian mesin putar otomatis, praktik pembuatan gerabah dengan mesin putar otomatis, dan evaluasi kegiatan. Sasaran mitra dalam kegiatan ini adalah Ibu-ibu pengrajin gerabah yang tinggal di Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa penyuluhan alih teknologi mesin putar tanah liat otomatis dihadiri oleh 15 orang peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Selanjutnya hasil dari pelatihan bagaimana mengoperasikan mesin putar otomatis peserta dapat menggunakan dengan baik dan menunjang usaha pembuatan gerabah yang diproduksi setiap hari. Mesin putar otomatis yang digunakan tidak jauh berbeda dengan alat putar sebelumnya, hanya saja mesin putar otomatis ini bertenaga listrik sehingga pengrajin tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk memutar alat dan kedua tangan fokus dalam membentuk gerabah. Sehingga dari hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80%, keterampilan sebesar 76%, dan jumlah produksi sebesar 75%. Kata kunci: tanah liat; mesin putar; gerabah Abstract The aim of the assistance is to improve the clay turning machine to increase the quantity and quality of pottery. The mentoring method consists of counseling on automatic rotary machine technology transfer, training on automatic rotary machine operation, practice of making pottery with an automatic rotary machine, and activity evaluation. The target partners in this activity are mothers who are pottery craftsmen who live in Banyumulek Village, West Lombok Regency. The results of the mentoring activities showed that the information on the transfer of automatic clay turning machine technology was attended by 15 participants who took part in the activity from start to finish. Furthermore, as a result of training on how to operate an automatic rotating machine, participants can use it well and support the business of making pottery which is produced every day. The automatic rotary machine used is not much different from previous rotary tools, except that this automatic rotary machine is powered by electricity so that craftsmen do not need to expend energy to rotate the tool and both hands focus on forming the pottery. So from the evaluation results there is an increase in knowledge by 80%, skills by 76%, and production volume by 75%. Keywords: clay; automatic turning machine; pottery.