cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan manajemen tata kelola BUMDes Jatisari, Kecamatan Pakisaji Novi Primita Sari; Firda Ayu Amalia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32360

Abstract

Abstrak Dalam pengabdian ini yang bertindak sebagai mitra adalah pemerintah Desa Jatisari dengan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tim pengabdi. Terdapat beberapa permasalahan yang dikeluhkan oleh mitra diantaranya BUMDesnya sudah terbentuk namun tidak aktif, minimnya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan terkait pengelolaan BUMDes. Permasalahan berikutnya adalah produk unggulan desa yaitu buah durian masih belum dipasarkan secara luas, masih terbatas pada masyarakat sekitar Desa. Dari beberapa permsalahan tersebut, tim pengabdi bersama mitra menyepakati untuk menyelesaikan permasalahan tidak aktifnya BUMDes yang sudah terbentuk. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah melakukan revitasasi BUMDes Jatisari agar terbentuk manajemen tata kelola yang efektif. Metode yang digunakan adalah FGD dan sosialisasi serta pendampingan revitalisasi BUMDes. Tahap pertama dilakukan proses Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan dari pengelola BUMDes yang lama, perangkat desa, perwakilan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) dan perwakilan dari masyarakat. Setelah dilakukan FGD, tim pengabdi melakukan sosialisasi terkait revitalisasi dan manajemen tata kelola BUMDes yang dilakukan di Balai Desa Jatisari. Tidak berhenti pada proses sosialisasi saja, tim pengabdi terus melakukan pendampingan pada mitra dengan melibatkan mahasiswa dari program pengabdian kepada masyarakat (PMM) UMM. Hasil pengabdian berupa pengaktifan kembali BUMDes Jatisari, penyusunan struktur organisasi pengelola baru BUMDes dan pemilihan jenis usaha BUMDes. Kata Kunci: BUMDes; BUMDes Jatisari; revitalisasi; tata kelola. Abstract In this community service, the partners are the Jatisari Village apparatus with lecturers from the University of Muhammadiyah Malang (UMM) as the community service team. There are several problems complained by the partners, including the BUMDes having been established but being inactive, the lack of human resources (HR) who have knowledge related to BUMDes management. The next problem is that the village's superior product, namely durian, has not been widely marketed, still limited to the community around the village. From these several problems, the community service team and partners agreed to resolve the problem of the inactivity of the BUMDes that have been formed. The purpose of this community service is to revitalize the Jatisari BUMDes to form effective governance management. The methods used are FGD and socialization and mentoring for BUMDes revitalization. The first stage was a Focus Group Discussion (FGD) process with representatives from the old BUMDes management, village apparatus, representatives of Village Representative Body (BPD) members and representatives from the community. After the FGD, the community service team conducted socialization regarding the revitalization and management of BUMDes governance which was carried out at the Jatisari Village Hall. The community service team, which didn't stop at outreach, continued to mentor partners by involving students from UMM's Community Service Program (PMM). The results of the service included the reactivation of the Jatisari Village-Owned Enterprise (BUMDes), the development of a new organizational structure for managing the BUMDes, and the selection of the BUMDes business type. Keywords: BUMDes; BUMDes Jatisari; revitalization; governance.
Peningkatan pemanfaatan sistem automasi perkantoran pada perkumpulan pemuda Theravada Indonesia Paulus Paulus; Hanes Hanes; Wulan Sri Lestari; William William
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31982

Abstract

AbstrakPemuda Theravada Indonesia adalah perkumpulan sosial keagamaan berskala nasional dengan kepengurusan  yang tersebar di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Organisasi ini telah memanfaatkan sistem automasi perkantoran berupa Microsoft 365 dan Google Workspace untuk organisasi nirlaba. Akan tetapi, tingkat pemanfaatan kedua sistem tersebut masih sangat rendah. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi agar sistem automasi perkantoran dapat dimanfaatkan lebih efektif untuk mendukung kegiatan Perkumpulan. Tahapan yang dilakukan tim pelaksana mencakup analisis kondisi, merumuskan solusi, implementasi sistem, dan memberikan dukungan / pendampingan. Hasil wawancara, diskusi, observasi sistem, dan studi dokumen Perkumpulan memperlihatkan bahwa rendahnya pemanfaatan sistem automasi perkantoran disebabkan beberapa kendala. Kendala yang dimaksud yaitu belum ada pengurus Perkumpulan yang bertugas sebagai pengelola sistem / teknologi, kurangnya pelatihan sistem dan sosialisasi, dan belum ada program kerja sehubungan peningkatan sistem automasi perkantoran. Tim Pengabdian kepada Masyarakat membantu merumuskan solusi agar Perkumpulan membuat kebijakan internal tentang pemanfaatan sistem automasi perkantoran. Berdasarkan kebijakan tersebut, tim pelaksana melakukan implementasi dan kemudian memberikan dukungan / pendampingan selama implementasi. Pendampingan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan yang diikuti oleh 90 anggota Perkumpulan dan dilakukan secara daring. Upaya ini membuahkan dampak positif terhadap efisiensi kegiatan, kolaborasi dan pengelolaan data Perkumpulan. Kata kunci: organisasi nirlaba; digitalisasi; automasi perkantoran; efisiensi proses; Microsoft 365. AbstractPemuda Theravada Indonesia, a national socio-religious association with branches in 23 provinces across Indonesia. This organization has utilized office automation systems such as Microsoft 365 and Google Workspace for nonprofit organizations. However, the level of utilization of both systems is still very low. This Community Service aims to explore and implement solutions to enhance the effective use of office automation systems in the Association’s activities. The Community Service Team conducted condition analysis, formulated solutions, implemented the systems, and provided support / assistance. Interviews, discussions, system observations, and document studies revealed that the low utilization of office automation systems is due to several obstacles. These obstacles include the absence of system / technology managers, lack of system training and socialization, and the absence of work programs related to the enhancement of office automation systems. The Community Service Team assisted in formulating solutions for the Association to establish internal policies on the utilization of office automation systems. Based on these policies, the implementation team carried out the implementation and subsequently provided support and assistance for the Association during the implementation. Mentoring was carried out in the form of socialization and training attended by 90 members of the Association and was carried out online. This effort has had a positive impact on the efficiency of activities, collaboration and data management of the Association. Keywords: nonprofit organization; digitalization; office automation; process efficiency; Microsoft 365.
Be buddy not a bully: Peningkatan pengetahuan non violence siswa SDN Meles dalam pencapaian SDG 4 Ranu Iskandar; Khoirul Huda; Putri Khoirin Nashiroh; Wahyu Ady Priyo Kuncahyo; Syaeful Adji Prasetyo; Muhammad Dwi Yulianto; Restu Kurnia Ramadhani; Agustin Nurhayatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31608

Abstract

Abstrak Tingkat violence (kekerasan) di lingkungan pendidikan di Indonesia semakin memprihatinkan. Salah satu sekolah yang pro non violence (anti kekerasan) adalah SDN Meles. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan non violence siswa SDN Meles. Metode pengabdian ini yaitu persiapan (identifikasi isu, analisis isu mitra, solusi yang akan ditawarkan, komunikasi dengan mitra sebelum pelaksanaan, serta persiapan alat dan bahan), pelaksanaan (metode ceramah, tanya jawab demonstrasi, dan praktik mandiri), dan evaluasi pengabdian (pretest dan posttest). Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2025 di kelas IV SDN Meles dengan jumlah siswa 18 orang. Hasil penilaian peningktan menunjukkan bahwa pengetahuan siswa meningkat dengan adanya pelatihan dengan urutan pengetahuan anti perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, kekerasan fisik, kekerasan psikis. Kata kunci: non violence; pengetahuan; SDG 4; SDN Meles; siswa Abstract The level of violence in educational environments in Indonesia is increasingly concerning. One of the schools that is pro-non-violence is SDN Meles. This community service aims to improve the knowledge of SDN Meles students about non-violence. The methods of this community service are preparation (identification of issues, analysis of partner issues, solutions to be offered, communication with partners before implementation, and preparation of tools and materials), implementation (lecture method, Q&A demonstration, and independent practice), and community service evaluation (pretest and posttest). The community service activity was carried out on May 14, 2025, in grade 4th of SDN Meles with 18 students. The results of the improvement assessment showed that students' knowledge increased with the training in the order of anti-bullying knowledge, sexual violence, discrimination, physical violence, and psychological violence. Keywords: non-violence; knowledge; SDG 4; SDN Meles ; students
Peningkatan keterampilan guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul digital interaktif bilingual berbasis kearifan lokal Agung Deddiliawan Ismail; Adityo Adityo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31684

Abstract

Abstrak Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru sekolah dasar, terutama di wilayah non-perkotaan, masih menghadapi keterbatasan dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis digital, apalagi yang bersifat bilingual. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul digital bilingual yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kurikulum. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kemampuan guru sebelum mengikuti pengabdian dapat dikategorikan cukup karena skor rata-rata pada masing-masing indikator berada pada interval 2,5-2,9. Selanjutnya kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan pelatihan pengembangan modul digital bilingual yang dilakukan secara luring. Tindak lanjut pelatihan atau workshop adalah pendampingan penyusunan modul digital bilingual secara daring. Pada tahap evaluasi kegiatan didapat kesimpulan tentang kemampuan akhir guru yang berada pada interval skor 3,5 -3,9 yang masuk pada kategori baik. Berdasarkan hasil analisis kemampuan guru sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan.  Kata kunci: bilingual; kearifan lokal; modul digital Abstract Empirical evidence indicates that many elementary school teachers, particularly those in non-urban areas, continue to face challenges in designing and developing digital-based instructional media—especially those incorporating bilingual content. This community service initiative was designed to address these issues by providing targeted training and mentoring for elementary school teachers in the development of engaging, interactive, and curriculum-aligned bilingual digital modules. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach. Initial assessment results revealed that the teachers' competencies prior to the intervention were at a moderate level, with average scores across indicators ranging from 2.5 to 2.9. The intervention began with face-to-face training workshops on bilingual digital module development, followed by an online mentoring phase to support teachers in completing their modules. Evaluation at the final stage showed that the teachers’ competencies improved significantly, with post-intervention scores ranging from 3.5 to 3.9—indicating a good level of proficiency. These findings suggest that the program effectively enhanced the teachers’ skills in developing bilingual digital instructional materials. Keywords: digital module;  bilingual; local wisdom
Sosialisasi mengenal diri sendiri melalui sikap dan perilaku moral di SDN Roja 1 Maria Finsensia Ansel; Siti Arafat; Agnes Remi Rando
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32135

Abstract

Abstrak SDN Roja 1 merupakan lembaga pendidikan formal yang menyediakan layanan pendidikan dasar bagi peserta didik sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik SDN Roja 1 tentang pentingnya mengenal diri sendiri melalui penguatan sikap dan perilaku moral sejak dini. Mengenal diri sendiri merupakan langkah awal dalam membentuk sikap positif dan meningkatkan kesadaran diri yang berdampak pada perilaku sehari-hari. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui metode ceramah, tanya jawab, permainan edukatif, kuis dan refleksi diri. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa kelas IV dan V. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengidentifikasi karakter pribadi melalui pengenalan diri dan pemahaman nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, tanggung jawab dan toleransi. Peserta didik menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi dasar dalam membentuk sikap dan perilaku peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai moral. Kata kunci: mengenal diri sendiri; perilaku moral; sekolah dasar. Abstract SDN Roja 1 is a formal educational institution that provides basic education services for elementary school students. This community service activity aims to provide an understanding to students of SDN Roja 1 about the importance of knowing themselves through strengthening moral attitudes and behavior from an early age. Knowing yourself is the first step in forming a positive attitude and increasing self-awareness which has an impact on daily behavior. Socialization activities are carried out through lecture methods, questions and answers, educational games, quizzes and self-reflection. The main target of this activity is students in grades IV and V. The results of the activity show that students are able to identify personal character through self-recognition and understanding of moral values such as honesty, empathy, responsibility and tolerance. Students showed enthusiasm and active involvement during the activity. It is hoped that this activity can be the basis for forming student attitudes and behavior that are in accordance with moral values. Keywords: knowing yourself; moral behavior; elementary school.
Menumbuhkan budaya literasi sedari dini dalam mendorong terwujudnya Indonesia Emas Desri Yanto; Media Kusumawardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31613

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan literasi baca bagi siswa sekolah dasar bagi mitra Yayasan Tahfids Syafian Hafiyah. Tahapan kegiatan dilakukan dengan tiga tahapan yaitu pertama identifikasi masalah mitra, kedua kegiatan literasi baca siswa, ketiga solusi ats masalah yang dimiliki mitra. Metode pelaksanakaan menggunakan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif. Materi yang diberika dibagi atas tiga bagian yaitu literasi membaca, memahami bacaan dan dukungan untuk tidak takut bertanya. Kegiatan pengabdian berlangsung dengan peserta anak didik sekolah dasar kelas 1-2 dengan jumlah 17 peserta pada Yayasan Tahfids Syafian Hafiyah. Hasil pengabdian mencakup pengukuran 1. Perasaan senang, 2. Fokus Perhatian, 3. Motivasi Membaca, 4. Usaha untuk membaca. Pemberian buku bergambar dan berwarna kepada siswa membuat perasaan siswa senang untuk membaca dan melihat gambar dan tulisan yang ada pada buku baca yang diberikan. Bagi siswa sd buku bergambar dan berwarna mampu menarik perhatian siswa untuk melihat dan membaca sehingga memberikan fokus utama siswa kepada buku bukan kepada hal yang lainnya, komunikasi dua arah dapat mengalihkan fokus siswa agar berfokus pada tujuannya yaitu untuk membaca. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan teknik diskusi dua arah disertai dengan buku berwarna dan bergambar yang menarik perhatian siswa, hal ini mampu membuat siswa tetap fokus selama kegiatan dan menghindari rasa bosan siswa yang akhirnya mampu meningkatkan minat baca siswa. Tata cara yang penyampaian yang menyenangkan dengan cara interaksi antar siswa dan guru disertai dengan teknik cara baca yang beragam mampu meningkatkan usaha siswa dalam meningkatkan minat baca. Kata kunci: membaca; literasi; sekolah dasar. AbstractThis community service activity was carried out to improve reading literacy for elementary school students for partners of the Syafian Hafiyah Tahfids Foundation. The activity stages were carried out in three stages: first, identifying partner problems, second, student reading literacy activities, and third, solutions to the problems faced by partners. The implementation method used an interactive lecture and discussion approach. The material provided was divided into three parts: reading literacy, reading comprehension, and support for not being afraid to ask questions. The community service activity took place with 17 elementary school students in grades 1-2 at the Syafian Hafiyah Tahfids Foundation. The results of the community service include measurements of 1. Feelings of pleasure, 2. Focus of attention, 3. Motivation to read, 4. Efforts to read. Providing students with colorful picture books makes students feel happy to read and see the pictures and writing in the reading books provided. For elementary school students, colorful picture books are able to attract students' attention to see and read so that they give students their main focus on the book rather than on other things, two-way communication can divert students' focus to focus on the goal of reading. The implementation of the community service is carried out using two-way discussion techniques accompanied by colorful and picture books that attract students' attention, this is able to keep students focused during the activity and avoid students' boredom which ultimately can increase students' interest in reading. The procedure that conveys fun through interaction between students and teachers accompanied by various reading techniques can increase students' efforts in increasing interest in reading. Keywords: reading; literacy; elementary school.
Transformasi mindset dan peningkatan hasil efektivitas oleh petani milenial di Desa Manunggal Nurhaliza Nurhaliza; Lailatul Hidayah; Syarifah Nur Khadijah; Khoirul Ghovirin; Muhammad Amri Jamal Nilam; Musarofah Musarofah; Yulia Agustina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32261

Abstract

AbstrakPetani milenial dikenal aktif dalam mengadopsi teknologi pertanian, memiliki ketertarikan terhadap sistem pertanian organik dan berkelanjutan, serta cenderung memanfaatkan platform digital untuk memasarkan hasil pertaniannya secara langsung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini ditujukan untuk mendorong perubahan cara pandang generasi muda terhadap dunia pertanian, yang sering dianggap sebagai profesi tradisional dengan hasil ekonomi yang minim. Dalam kegiatan ini, pendekatan berupa diskusi kelompok terfokus (FGD) dan sosialisasi dijalankan guna memberikan pemahaman baru mengenai peluang bisnis di sektor pertanian. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami pentingnya inovasi pertanian. Namun setelah pelaksanaan sosialisasi, terjadi lonjakan signifikan dalam tingkat pemahaman. Sebanyak 70% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik. Hal ini membuktikan bahwa metode yang digunakan efektif dalam menanamkan pemikiran baru dan menumbuhkan semangat inovatif di kalangan petani muda. Kata kunci: petani milenial; transformasi; mindset; hasil panen; efektifitas AbstractMillennial farmers are known to be active in adopting agricultural technology, have an interest in organic and sustainable farming systems, and tend to leverage digital platforms to market their agricultural products directly. This Community Service Activity (PKM) aims to encourage a change in the perspective of the younger generation towards the agricultural sector, which is often seen as a traditional profession with minimal economic returns. In this activity, approaches such as focused group discussions (FGD) and socialization were carried out to provide new understanding regarding business opportunities in the agricultural sector. Pre-test results show that most participants did not understand the importance of agricultural innovation. However, after the socialization was conducted, a significant increase in the level of understanding occurred. As many as 70% of participants showed good improvement in understanding. This proves that the methods used are effective in instilling new thoughts and fostering an enthusiastic mindset. Keywords: millennial farmers; transformation; mindset; crop yield; effectiveness
Optimalisasi pendampingan sertifikasi dan pengembangan kapasitas untuk peningkatan kualitas produk UMKM Es Krim Yuqi Iffah Humaidah Husen; Muhamad Rizal Ramdani; Cecilia Syifa; Indah Fauziah; Zanuba Maulida; Hana Indriana; Rifaldi Cahyanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31847

Abstract

AbstrakProgram ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Es Krim Yuqi melalui edukasi dan pendampingan administrasi sertifikasi MD dari BPOM dan sertifikasi halal dari BPJPH. UMKM ini masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan legalitas produk karena keterbatasan fasilitas, pengetahuan, dan akses terhadap informasi. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pendampingan dan sosialisasi. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan metode observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. Waktu pelaksanaan dimulai dari tahap persiapan program, tahap pelaksanaan program serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang sistematis mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap alur, persyaratan, dan urgensi legalitas produk. Program ini juga mencakup pengembangan pemasaran melalui media promosi dan festival UMKM, serta peningkatan kualitas produk melalui reformulasi bahan untuk memperkuat ketahanan es krim terhadap suhu. Intervensi ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM dalam mencapai legalitas, memperluas pasar, dan mendorong ekonomi lokal yang berkelanjutan. Kata kunci:: pemberdayaan masyarakat; UMKM; sertifikasi halal; sertifikasi MD AbstractThis program aims to enhance the competitiveness of Yuqi Ice Cream MSME through education and administrative assistance for MD certification (BPOM) and halal certification (BPJPH). The MSME faces challenges in fulfilling product legality due to limited facilities, knowledge, and access to information. A descriptive case study approach was used, with data collected through observation, interviews, focus group discussions, and documentation. The results show that systematic education and mentoring improved the business owner’s understanding of the certification process, requirements, and regulatory importance. The program also supported marketing development through promotional media and MSME festivals, as well as product quality improvement via formula reformulation to enhance ice cream durability. This intervention is expected to serve as a model for empowering MSMEs to achieve product legality, expand market reach, and foster sustainable local economic development. Keywords: community empowerment;  halal certification; MD certification; MSMEs
Membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga Mamu, Karlin Z.; Suaib, Sri Olawati; Junus, Nirwan; Tunggati, Melki T.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32599

Abstract

Abstrak Permasalahan yang berhubungan dengan sampah kini semakin memburuk, disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah khususnya sampah rumah tangga. Program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui pendekatan yang edukatif, seperti memberikan penyuluhan hukum. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Tomulobutao dengan jumlah peserta 25 orang. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup kegiatan observasi dan penyuluhan hukum sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada kelompok ibu-ibu. Dari pelaksanaan kegiatan ini, diperoleh hasil bahwa kelompok ibu-ibu tidak hanya diberikan pemahaman terkait cara mengelola sampah dengan baik, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai sanksi hukum bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan yang dilakukan dapat memotivasi kelompok ibu-ibu untuk menangani sampah secara bijak dan berkelanjutan. Kata kunci: kesadaran; masyarakat; pengelolaan; sampah. Abstract Waste-related problems are worsening due to low public awareness regarding waste sorting and management, particularly household waste. This community service program is designed to increase public knowledge and involvement in household waste management through an educational approach, including legal counselling. The target group of 25 housewives in Tomulobutao Village was a group of housewives. The methods used in this activity included observation and legal counselling as an effort to provide understanding to the group. The results showed that the group of mothers was not only provided with an understanding of how to manage waste properly but also about the legal sanctions for those who disregard regulations. Therefore, it is hoped that this activity will motivate the group of mothers to manage waste wisely and sustainably. Keywords: : awareness; community; management; waste.
Pelaksanaan edukasi anemia, skrining hemoglobin, dan suplementasi tablet tambah darah pada remaja putri di Desa Kemasan sebagai upaya preventif anemia dan risiko stunting Azizah, Savira Nur; Werdani, Kusuma Estu; Maheswari, Gayatri; Khasanah, Khotim Nur; Olga, Chintya Putri Dunami; Nisa, Rahma Dian; Anjani, Dinny Putri; Pramudya, Muhammad; Yolanda, Ade; Fadillah, Abdur Rasyid; Muwakhidah, Muwakhidah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32258

Abstract

Abstrak Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini anemia dan memberikan edukasi serta intervensi awal melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode kegiatan yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Metode kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada 30 Agustus–3 September 2024 dengan sasaran 64 remaja putri anggota karang taruna. Kegiatan ini mencakup edukasi tentang anemia, skrining hemoglobin (Hb), serta suplementasi TTD. Dari 32 peserta yang menjalani skrining Hb, sebanyak 30 orang (93,8%) memiliki kadar hemoglobin normal, sementara dua peserta mengalami anemia ringan. Antusiasme peserta tercermin dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan kemauan sebagian besar remaja mengonsumsi TTD secara langsung. Meskipun belum dilakukan pemantauan lanjutan, kegiatan edukasi dan intervensi awal ini dinilai mampu membangun kesadaran awal dan respon positif remaja terhadap pencegahan anemia, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjangnya. Kata kunci: anemia; edukasi; remaja putri; stunting; tablet tambah darah. Abstract Anemia in adolescent girls is a health problem that can increase the risk of stunting in the next generation. This activity aims to detect anemia early and provide education and early intervention through the provision of Iron Tablets (TTD) as an effort to prevent stunting. The activity methods used include lectures, discussions, and demonstrations. The activity method consists of three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The activity was carried out in Kemasan Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency, on August 30–September 3, 2024 targeting 64 adolescent girls who are members of Karang Taruna. This activity includes education about anemia, hemoglobin (Hb) screening, and TTD supplementation. Of the 32 participants who underwent Hb screening, 30 people (93.8%) had normal hemoglobin levels, while two participants had mild anemia. The enthusiasm of the participants was reflected in their active involvement in the discussion and the willingness of most adolescents to consume TTD directly. Although further monitoring has not been carried out, this education and early intervention activity is considered capable of building initial awareness and a positive response from adolescen. Keywords: anemia; adolescent girls; education; iron supplement tablets; stunting.