cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Penggunaan sosial media terhadap keberlanjutan ekowisata Silalahi, Hanna Tresia; Ifanda, Dayun; Marsudi, Sundari; Tambunan, Hardiansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32142

Abstract

Abstrak Media sosial saat ini sudah sangat melekat bagi semua orang. Pentingnya dalam mengelola sosial media dengan baik dapat menjaga lingkungan terkhusus ekowisata. Ekowisata mempunyai banyak manfaat, tidak hanya dirasakan oleh manusia tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan, flora serta fauna yang ada. Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi ekowisata diharapkan ekowisata yang ada di Indonesia dapat berkelanjutan. Pengabdian ini dilakukan di SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan pada hari Jumat, 14 Maret 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 40 (empat puluh) siswa/i kelas X SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan. Pengabdian ini diawali dengan para dosen memperkenalkan diri serta memberikan pretest tentang ekowisata dan peran dari sosial media kepada peserta. Kemudian pemaparan materi oleh dosen, setelah itu dilanjutkan pembagian posttest kepada peserta. Sesi tanya jawab juga dilakukan mengenai pembuatan promosi yang baik dan seputar ekowisata yang ada di Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan pelatihan membuat promosi melalui sosial media pribadi peserta. Selanjutnya dilakukan dengan memberikan materi berupa informasi penggunaan sosial media, ekowisata, dan contoh yang tepat dalam melakukan promosi.  Pemahaman mengenai promosi ekowisata terhadap anak-anak generasi Z membuat para siswa sadar akan menjaga ekowisata. Selain itu juga akan mempunyai dampak yang baik bagi mereka terhadap pemakaian sosial media. Hasil pretest yang menunjukkan pemahaman yang baik ada 11 orang, pemahaman yang sedang ada 10 orang, sedangkan pemahaman yang kurang ada sebanyak 19 orang. Sedangkan untuk hasil posttest menunjukkan pemahaman yang baik ada 30 orang, pemahaman yang sedang ada 9 orang, sedangkan pemahaman yang kurang ada sebanyak 1 orang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang ekowisata dan cara mempromosikannya. Kata kunci: ekowisata; sosial media; pengabdian; generasi z; lingkungan Abstract Social media is now very attached to everyone. The importance of managing social media well can protect the environment, especially ecotourism. Ecotourism has many benefits, not only felt by humans but also benefits the environment, existing flora and fauna. With the many visitors who come to ecotourism sites, it is hoped that ecotourism in Indonesia can be sustainable. This service was carried out at SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan on Friday, March 14, 2025 with 40 (forty) participants from class X SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan. This service began with the lecturers introducing themselves and giving pretests about ecotourism and the role of social media to the participants. Then the presentation of the material by the lecturer, after which the posttest was distributed to the participants. A question and answer session was also held regarding making good promotions and about ecotourism in Indonesia. This activity ended with training in making promotions through the participants' personal social media. Furthermore, it is carried out by providing material in the form of information on the use of social media, ecotourism, and appropriate examples of promotion.  Understanding the promotion of ecotourism to generation Z children makes students aware of maintaining ecotourism. It will also have a good impact on their use of social media. The pretest results showed a good understanding of 11 people, a moderate understanding of 10 people, while a lack of understanding was 19 people. As for the posttest results, there were 30 people with good understanding, 9 people with moderate understanding, and 1 person with poor understanding. With this activity, it is hoped that it can add insight and knowledge about ecotourism and how to promote it. Keywords: ecotourism; social media; service; generation z; environment
Edukasi pentingnya menulis pada guru olahraga di Kota Jayapura untuk menumbuhkan motivasi dalam menulis Putra, Miftah Fariz Prima; Irab, Semuel Piter; Sutoro, Sutoro; Sinaga, Evi; Larung, Ermelinda Yersin Putri; Numberi, Gerdha Kristina Ivony; Ikhsan, Ikhsan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.33262

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk mengedukasi pentingnya menulis dan cara menulis yang mudah pada guru olahraga di Kota Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: persiapan, pendidikan atau pelatihan, penguatan, dan evaluasi. Hasil kegiatan PkM menunjukkan sebanyak 21 guru olahraga di Kota Jayapura, Papua, mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 80.95% atau 17 orang adalah guru olahraga laki-laki sedangkan 19.05% atau 4 orang adalah guru perempuan. Secara usia, rata-rata usia peserta PkM adalah 34.57 ± 10.62 tahun dengan usia guru yang termuda adalah 23 tahun sedangkan yang senior 57 tahun. Berdasarkan pengalaman, tampak bahwa rata-rata peserta memiliki pengalaman mengajar selama 8.95 tahun dan bahkan terdapat yang sudah mengajar 29 tahun. Sebanyak 85.71% peserta PkM menyatakan belum pernah menulis artikel dan sebanyak 90.48% belum pernah menulis buku. Sebanyak 90.5% peserta menyebutkan belum pernah menggunakan aplikasi references tools. Sebanyak 85% peserta dapat memahami dengan baik materi penulisan yang diberikan dan peserta sangat tertarik untuk membuat tulisan bertema olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, serta olahraga prestasi. Motivasi menulis peserta PkM tampak cukup tinggi atau dengan kata lain guru olahraga memiliki hasrat yang tinggi agar dapat menulis artikel maupun buku. Kata kunci: guru olahraga; edukasi menulis; cara menulis. Abstract This community service activity (PkM) aims to disseminate the importance of writing and to train easy writing to physical education teachers in Jayapura City. This community service activity was carried out through four stages, namely: preparation, education or training, strengthening, and evaluation. As many as 21 junior high school physical education teachers in Jayapura City, Papua, participated in this activity (17 males and 4 females). In terms of age, the average age of PkM participants is 34.57 ± 10.62 years with the youngest teacher being 23 years old while the oldest is 57 years old. Based on experience, it appears that the average participant has 8.95 years of teaching experience and some have even taught for 29 years. As many as 85.71% of PkM participants stated that they had never written an article and 90.48% had never written a book. As many as 90.5% of participants said they had never used the reference tools application. As many as 85% of participants could understand the provided writing material well and the participants were very interested in writing on the themes of educational sports, recreational sports, and sports achievements. The motivation of PkM participants to write seems high enough to be able to write articles and books. Keywords: physical education teacher; how to write; writing education.
Optimalisasi pakan untuk meningkatkan efisiensi budidaya lele di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai Muhammad Aulia Rahman Sembiring; Bakti Dwi Waluyo; Muhammad Ashari; Dian Putra Saragi; Ricky Nelson Tampubolon; Felix Hizkia Simanjuntak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31974

Abstract

AbstrakBudidaya lele di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, menghadapi tantangan efisiensi penggunaan pakan yang berdampak pada tingginya biaya produksi dan rendahnya hasil panen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi budidaya lele melalui pelatihan manajemen pakan dan penerapan teknologi pencampur pakan otomatis. Sasaran kegiatan adalah Kelompok Tani Lele "Kuta Baru" dengan jumlah peserta 20 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan pH Meter dan TDS Meter, aplikasi alat pencampur pakan otomatis berkapasitas 15 kg, serta pendampingan dan evaluasi hasil. Hasil program menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan pakan sebesar 18%, kenaikan rata-rata bobot panen 12%, dan 90% peserta mengadopsi teknologi baru. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan pengetahuan petani dalam budidaya lele yang berkelanjutan. Kata kunci: budidaya lele; efisiensi pakan; teknologi tepat guna; pelatihan; serdang bedagai AbstractCatfish farming in Tebing Tinggi Subdistrict, Serdang Bedagai Regency, faces the challenge of feed use efficiency which has an impact on high production costs and low yields. This community service activity aims to improve the efficiency of catfish cultivation through feed management training and the application of automatic feed mixing technology. The target of the activity is the "Kuta Baru" Catfish Farmer Group with a total of 20 participants. The implementation method includes socialization, technical training on the use of pH Meter and TDS Meter, application of automatic feed mixing equipment with a capacity of 15 kg, as well as mentoring and evaluation of results. The program results showed an 18% increase in feed use efficiency, a 12% increase in average harvest weight, and 90% of participants adopted the new technology. This activity contributed to increasing productivity, cost efficiency, and farmers' knowledge in sustainable catfish farming. Keywords: catfish farming; feed efficiency; appropriate technology; training; serdang bedagai
Digitalisasi perangkat pembelajaran: pelatihan aplikasi quizizz untuk guru SMA Negeri 1 Eris Aini, Mellyatul; Fitrianingrum, Aufa Maulida; Kurniahtunnisa, Kurniahtunnisa; Agustina, Tika Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.31844

Abstract

AbstrakTransformasi digital di dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Digitalisasi proses pembelajaran tersebut salah satunya yaitu pada proses evaluasi hasil pembelajaran. Tujuan dari pelatihan penggunaan aplikasi quizizz adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar melalui pemanfaatan fitur-fitur interaktif yang disediakan oleh quizizz. Peserta pelatihan adalah guru SMA Negeri 1 Eris sebanyak 11 guru dan 2 staf tata usaha. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Pelatihan ini menggunakan teknik praktik secara langsung untuk memberikan pengalaman kepada guru mengenai penggunaan aplikasi quizizz untuk alat evaluasi pembelajaran. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi quizizz, dibuktikan dengan hasil analisis N-Gain sebesar 0,85 dalam kategori tinggi dengan interpretasi sebesar 85,00% dalam kategori efektif. Pelatihan penggunaan aplikasi quizizz ini memberikan dampak pada keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi quizizz sehingga mampu mengimplementasikan pembelajaran digital yang lebih interaktif, efisien, dan berbasis data. Peningkatan keterampilan digital guru tersebut berdampak pada peningkatan partisipasi siswa dan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Kata kunci: pelatihan; pembelajaran digital; quizizz; teknologi. Abstract Digital transformation in education today requires teachers to have the skills to utilise technology to improve learning effectiveness. One of the digitalisation of the learning process is the evaluation of learning outcomes. The purpose of the training on the use of the Quizizz application is to improve teachers' competence in integrating technology into the teaching and learning process through the utilisation of interactive features provided by Quizizz. The training participants were 13 teachers from SMA Negeri 1 Eris. The implementation of community service activities was carried out in several stages, namely preparation, socialisation, implementation, and evaluation of activities. Activities were conducted using lecture, question and answer, and demonstration methods. This training uses hands-on techniques to gave teachers experience in using the quizizz application for learning evaluation tools. The results of this training show an increased teacher skill in using the quizizz application, as evidenced by the variety of question and quiz designs that have been created. This training on the use of the quizizz application has an impact on teacher skills in using the quizizz application so that they are able to implement digital learning that is more interactive, efficient, and data-based. The improvement of teachers' digital skills has an effect on increasing student participation and the overall quality of learning. Keywords: training; digital learning; quizizz; technology.
Pemanfaatan teknologi PLTS Off-Grid tanpa baterai untuk sistem irigasi persawahan di Desa Bendosewu Talun Blitar Agil Ziddan Achmad; Muhammad As’ad Sahroni; Muhammad Arzu Prasetyo; Inov Ivandany; Muhammad Ihsanul Rizqi; Muhammad Afnan Habibi; Langlang Gumilar; Arya Kusumawardana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32569

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem irigasi pertanian di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, dengan memanfaatkan teknologi Smart Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid. Desa Bendosewu menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air untuk irigasi, terutama selama musim kemarau yang panjang, yang mengakibatkan defisit air bagi lahan pertanian. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok tani Tawang Makmur, yang terdiri dari 30 anggota. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahap: observasi lapangan, perencanaan, instalasi panel surya, dan monitoring serta evaluasi. Dalam tahap instalasi, enam panel surya berkapasitas 200Wp dirangkai menjadi sistem dengan total kapasitas 1200Wp, dilengkapi dengan control box yang berisi inverter hybrid dan alat pengaman. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem dapat menghasilkan tegangan 220V dan mampu menyalakan pompa air berkapasitas 300W. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang potensi energi surya sebagai sumber energi ramah lingkungan serta cara pengoperasian dan pemeliharaan sistem PLTS. Dengan implementasi teknologi ini, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat dan ketergantungan pada sumber energi fosil dapat berkurang, menjadikan kegiatan ini sebagai model yang dapat direplikasi di desa lain yang menghadapi masalah serupa. Kata kunci: PLTS; off-grid; sistem irigasi AbstractThis community service activity aims to optimize the agricultural irrigation system in Bendosewu Village, Talun District, Blitar Regency, by utilizing Off-Grid Solar Power Plant (SPP) Smart technology. Bendosewu Village faces challenges in managing water resources for irrigation, especially during the long dry season, which results in a water deficit for agricultural land. The target partner in this activity is the Tawang Makmur farmer group, which consists of 30 members. The implementation of the activity consisted of four stages: field observation, planning, solar panel installation, and monitoring and evaluation. In the installation stage, six solar panels with a capacity of 200Wp were assembled into a system with a total capacity of 1200Wp, equipped with a control box containing a hybrid inverter and safety devices. The test results show that the system can produce 220V voltage and is able to power a 300W water pump. This activity succeeded in increasing participants' knowledge about the potential of solar energy as an environmentally friendly energy source as well as how to operate and maintain the PLTS system. With the implementation of this technology, it is expected that agricultural productivity can increase and dependence on fossil energy sources can be reduced, making this activity a model that can be replicated in other villages facing similar problems. Keywords: solar power plant; off-grid; irigation system.
Penguatan kapasitas kader kesehatan melalui strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan skrining skilas di wilayah kerja Puskesmas Penimbung Lombok Barat Agus Supinganto; Lalu Unsunnidhal; Idyatul Hasanah; Raudatul Jannah; Ni Ketut Metri; Raufina Riandhani Mulyoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31720

Abstract

AbstrakMeningkatnya populasi lansia menuntut peran aktif kader kesehatan dalam melakukan skrining kesehatan secara efektif untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini melalui pelatihan skrining Skilas, dengan indikator capaian berupa peningkatan pengetahuan kader di Posyandu Desa Kekeri Timur, wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat pada tanggal 8-9 Pebruari 2025. Kegiatan ini melibatkan 20 kader kesehatan dari Desa Kekeri dan Desa Mambalan melalui pendekatan Fokus Grup Diskusi (FGD), pelatihan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup tujuh dimensi skrining yaitu penurunan kognitif, keterbatasan mobilisasi, malnutrisi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan gejala depresi. Hasil kegiatan menunjukkan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan skrining Skilas dan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan kader dari rata-rata skor 4,56 menjadi 9,77, serta keterampilan dari 3,25 menjadi 9,22. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan untuk mendukung deteksi dini gangguan kesehatan lansia secara mandiri. Kata kunci: kader kesehatan; lansia; pengabdian masyarakat; pelatihan keterampilan; skrining skilas AbstractThe increasing elderly population demands the active role of health cadres in conducting effective health screenings to enable early detection of health disorders. The objective of this activity was to enhance the capacity of health cadres in early detection through Skilas screening training, with the achievement indicator being an improvement in knowledge among cadres at the Posyandu in Kekeri Timur Village, under the jurisdiction of Penimbung Health Center, West Lombok, on February 8–9, 2025. The activity involved 20 health cadres from Kekeri and Mambalan Villages through a Focus Group Discussion (FGD) approach, training sessions, and pre-test and post-test evaluations. The training materials covered seven screening dimensions: cognitive decline, mobility limitations, malnutrition, visual impairment, hearing loss, and symptoms of depression. The results demonstrated that the health cadres were capable of conducting Skilas screenings and showed a significant increase in knowledge scores, from an average of 4.56 to 9.77, as well as skills improvement from 3.25 to 9.22. This training proved effective in enhancing the competencies of health cadres to support independent early detection of health problems among the elderly.Keywords: community service; health cadre; skilas screening; elderly; skill training
Penerapan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis tenaga surya bagi petani kancang panjang di Desa Kota Datar Yoakim Simamora; Mega Silfia Dewy; Agnes Irene Silitonga; Michel Frits Immanuel
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32112

Abstract

Abstrak Penerapan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis tenaga surya menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi pertanian, khususnya bagi petani kacang hijau di Desa Kota Datar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem penyiraman otomatis yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan biaya operasional. Sistem ini dirancang dengan komponen utama meliputi panel surya untuk menangkap energi matahari, mikrokontroler sebagai unit pengontrol utama, sensor kelembaban tanah untuk mendeteksi kondisi tanah, dan pompa air DC untuk mengalirkan air. Prinsip kerja sistem ini adalah ketika sensor mendeteksi bahwa kelembaban tanah berada di bawah ambang batas yang ditentukan untuk tanaman kacang hijau, mikrokontroler akan mengaktifkan pompa air secara otomatis. Pompa akan berhenti beroperasi setelah kelembaban tanah mencapai tingkat optimal. Keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya untuk beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan karena didukung penuh oleh tenaga surya, menjadikannya sangat cocok untuk daerah pedesaan yang mungkin memiliki akses listrik terbatas atau biaya listrik yang tinggi..Kata kunci: penyiraman otomatis; tenaga surya; mikrokontroler; pompa air; sensor kelembapan tanah. Abstract The implementation of an automatic plant watering system powered by solar energy offers an innovative solution to improve agricultural efficiency, particularly for mung bean farmers in Kota Datar Village. This study aims to design and implement an automatic irrigation system that utilizes solar energy as its main power source, thereby reducing dependence on conventional electricity and operational costs. The system is designed with key components including solar panels to capture sunlight, a microcontroller as the main control unit, soil moisture sensors to detect soil conditions, and a DC water pump to deliver water. The working principle of this system is that when the sensor detects that soil moisture is below the threshold level set for mung bean plants, the microcontroller will automatically activate the water pump. The pump stops operating once the soil moisture reaches the optimal level. The main advantage of this system is its ability to operate independently and sustainably, as it is fully powered by solar energy, making it highly suitable for rural areas that may have limited access to electricity or face high electricity costs. Keywords: automatic watering syste; solar power; microcontroler; water pump.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi tanah longsor sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana Heni Pujiastuti; Nurul Hidayati; Rajabi Mubarak; Ringgi P. Samengasbumi; Anwar Efendy; Maya S. Pascanawati; Swahip Swahip; M. Khalis Ilmi; Ari R. Hidayat; Savana P. Balqis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32074

Abstract

Abstrak Dusun Lembar RT 02 Lanal, Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat merupakan wilayah yang memiliki potensi risiko tanah longsor, namun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana tanah longsor sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam membentuk Desa Siaga Bencana. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Mei 2025 secara tatap muka di Aula Kantor Desa Lembar, diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari warga dan perangkat desa. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berbasis community development yang mencakup presentasi materi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan (survei lokasi, perizinan, penyusunan materi, dan logistik), pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata selisih skor pre-test dan post-test sebesar 14%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pengetahuan pascabencana (18%). Evaluasi kepuasan peserta menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik dengan skor rata-rata 88,6%, mencerminkan bahwa materi dinilai relevan, mudah dipahami, dan aplikatif. Sebagian besar peserta juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti pelatihan lanjutan dan terlibat aktif dalam program Desa Siaga Bencana. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kapasitas lokal masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana berbasis partisipasi. Kata kunci: mitigasi bencana; tanah longsor; kesiapsiagaan masyarakat; desa siaga bencana; penyuluhan. Abstract Dusun Lembar RT 02 Lanal, located in Lembar Village, Lembar Subdistrict, West Lombok Regency, is an area with potential landslide risk; however, public awareness and preparedness for disaster response remain low. This community service activity aims to enhance public understanding and awareness of landslide disaster mitigation as a form of preparedness in establishing a Disaster-Ready Village. The activity was conducted face-to-face on May 26, 2025, at the Lembar Village Hall, involving 33 participants consisting of residents and village officials. The method used was a community development-based outreach including presentations, interactive discussions, and pre- and post-test assessments. The activity was carried out in three stages: preparation (survey, permissions, material development, logistics), implementation, and evaluation. Results showed an increase in participants’ knowledge, with an average pre- to post-test score difference of 14%, and the highest gain in post-disaster knowledge (18%). Participant satisfaction indicated a high level of acceptance, with an average score of 88.6%, reflecting that the materials were relevant, easy to understand, and applicable. Most participants expressed willingness to attend further training and engage in the Disaster-Ready Village program. This activity contributed positively to building community capacity for disaster preparedness through participatory approaches.Keywords: disaster mitigation; landslides; community preparedness; disaster-ready village; outreach.
Mendorong inovasi produk dan digitalisasi UMKM melalui challenge based learning Ita Prihatining Wilujeng; Titis Shinta Dhewi; Mohammad Hari; Shafa' Annisa Puspasari; Farhani Shauma Wiyana Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32318

Abstract

Abstrak UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Namun pada era Society 5.0 seperti saat ini, UMKM harus menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital dan inovasi produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah Challenge Based Learning (CBL), di mana metode ini mendorong pelaku UMKM dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi, merancang solusi, dan mengimplementasikan solusi tersebut di bisnis mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pelatihan inovasi produk dan pelatihan strategi digital marketing. Kegiatan ini dilaksanakan pada pelaku UMKM kerajinan rumah tangga. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan Challenge Based Learning (CBL) yang diterapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menemukan solusi terbaik untuk usahanya, salah satunya melalui pemanfaatan  platform media sosial. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kemampuan pelaku UMKM baik secara strategis maupun teknis. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, tidak hanya berimbas pada peningkatan kemampuan individu saja, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat daya saing UMKM di pasar digital yang makin kompetitif. Kata kunci: UMKM; pemasaran digital; inovasi produk; media sosial; challenge based learning Abstract MSMEs play an important role in the national economy. However, in the current era of Society 5.0, MSMEs must face challenges in utilizing digital technology and product innovation. This community service activity aims to improve the capabilities of MSME actors through training and mentoring activities. The method used is Challenge Based Learning (CBL), where this method encourages MSME actors to identify problems faced, design solutions, and implement these solutions in their businesses. This community service activity includes product innovation training and digital marketing strategy training. This activity was carried out on MSME household craft actors. The results of this activity show that through the Challenge Based Learning (CBL) approach that is applied, it can help MSME actors find the best solutions for their businesses, one of which is through the use of social media platforms. This activity also succeeded in improving the capabilities of MSME actors both strategically and technically. Through the implementation of this activity, it not only has an impact on improving individual capabilities, but also contributes to strengthening the competitiveness of MSMEs in the increasingly competitive digital market. Keywords: SMEs; digital marketing; product innovation; social media; challenge based learning
Pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk menunjang jabatan fungsional bagi guru MTS Nurul Ishlah Gegelang Lombok Barat Linda Sekar Utami; M. Firman Ramadhan; Zulkarnain Zulkarnain; Emilia Oktaviani; Riski Mini Rupiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31457

Abstract

AbstrakPelatihan penulisan artikel ilmiah merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru, khususnya untuk memenuhi persyaratan kenaikan jabatan fungsional. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di MTs Nurul Ishlah Gegelang dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menulis artikel ilmiah yang layak publikasi. Pelatihan ini diikuti oleh para guru yang diharapkan dapat menghasilkan artikel yang sesuai dengan standar jurnal ilmiah dan memiliki kontribusi bagi bidang pendidikan. Metode pelatihan mencakup sesi teori tentang struktur artikel ilmiah, teknik penulisan yang efektif, serta proses publikasi. Selain itu, sesi praktik memberikan kesempatan bagi peserta untuk menulis dan mendapatkan umpan balik dari para fasilitator. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun artikel ilmiah, serta menumbuhkan motivasi untuk aktif berkontribusi dalam publikasi ilmiah. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat lebih mudah mencapai persyaratan jabatan fungsional dan terus berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kata kunci: pelatihan; artikel ilmiah; jabatan fungsional AbstractScientific Article Writing Training is an important step in supporting the professional development of teachers, particularly in meeting the requirements for functional position promotion. This training was held at MTs Nurul Ishlah Gegelang with the aim of enhancing teachers’ understanding and skills in writing publishable scientific articles. The training was attended by teachers who were expected to produce articles that meet scientific journal standards and contribute to the field of education. The training methods included theoretical sessions on the structure of scientific articles, effective writing techniques, and the publication process. In addition, practical sessions provided participants with the opportunity to write and receive feedback from facilitators. The results of the training showed an improvement in teachers’ understanding and ability to write scientific articles, as well as increased motivation to actively contribute to scientific publications. Through this training, it is hoped that teachers will be better able to meet the requirements for functional promotion and continue to play a role in the advancement of science and education. Keywords: trining; scientific article; academic rank