cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pengembangan sistem informasi manajemen surat terpadu berbasis web untuk menunjang pelayanan di Desa Ketringan, Kabupaten Blora Devit Setiono; Samidi Samidi; Triana Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32117

Abstract

AbstrakDi era digital, teknologi informasi menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan publik. Namun, banyak aparat desa yang belum menguasai teknologi, menghambat kemajuan pelayanan. Desa Ketringan, Kabupaten Blora, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan surat menyurat secara manual, yang sering mengakibatkan keterlambatan, kesalahan data, dan sistem kearsipan yang tidak efisien. Selain itu kurangnya pelatihan bagi staf dan sistem pengelolaan dokumen yang terintegrasi, sehingga surat yang perlu ditindaklanjuti sering tertahan dan menyebabkan keterlambatan layanan bagi masyarakat, adapun jenis surat yang diproses secara manual seperti, surat keterangan kelahiran, surat pengantar pembuatan kartu tanda penduduk, SKCK, dan surat keterangan kematian. Untuk mengatasi tantangan ini, desa perlu mendigitalkan proses administrasi. Dengan sistem digital, aparat desa dapat mengelola pencatatan dan pengarsipan data secara cepat dan akurat, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi dengan lebih mudah. Peningkatan tata kelola ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan partisipasi warga, hal ini merupakan fondasi penting untuk pembangunan sosial berkelanjutan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, kami memberikan solusi melalui pengembangan sistem informasi manajemen surat terpadu berbasis web. Evaliasi hasil dilakukan melalui uji coba pengguna dan kuesioner. Hasil umpan balik dari kegiatan ini sebesar 89,5% kegiatan ini diterima dengan baik oleh mitra. Kata kunci: sistem informasi desa; desa ketringan; pelayanan desa; website. Abstract In the digital age, information technology is key to improving public services. However, many village officials are not yet proficient in technology, which hinders progress in service delivery. Ketringan Village, Blora Regency, faces serious challenges in manual mail management, which often results in delays, data errors, and inefficient filing systems. Additionally, the lack of training for staff and an integrated document management system means that letters requiring follow-up often get stuck, causing delays in services for the community. The types of letters processed manually include birth certificates, letters of recommendation for ID card issuance, criminal record certificates, and death certificates. To address these challenges, the village needs to digitize its administrative processes. With a digital system, village officials can manage data recording and archiving quickly and accurately, enabling the community to access information more easily. This improvement in governance not only enhances service quality but also strengthens community trust and participation, which is an important foundation for sustainable social development. Based on the problems faced by our partners, we provide solutions through the development of a web-based integrated letter management information system. The results were evaluated through user testing and questionnaires. The feedback from this activity showed that 89.5% of the activity was well-received by the partners. Keywords: village information system; ketringan village; village services; website.
Peningkatan kompetensi drafter engineering bagi guru teknik pemesinan kapal SMK Negeri 10 Semarang menggunakan software autodesk inventor Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Sudiyono Sudiyono; Angga Septiyanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31998

Abstract

Abstrak Kemampuan menggambar teknik merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh guru teknik pemesinan, dimana saat ini aplikasi Autodesk Inventor merupakan salah satu aplikasi yang digunakan oleh dunia Pendidikan, bahkan dalam lomba kompetensi siswa. SMK Negeri 10 Semarang saat ini dalam proses pembelajaran masih menggunakan aplikasi Autocad, hal ini menjadi perhatian dikarenakan perbedaan penggunaan aplikasi pada umumnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru teknik mesin dalam menggambar menggunakan aplikasi  dengan memberikan pelatihan sehingga dapat mengikuti perkembangan saat ini. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan participatory learning and action dimana proses pembelajaran yang memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang aplikasi Autodesk inventor yang kemudian praktik langsung menggunakannya, antara lain mulai dari persiapan, pelaksanaann, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan jumlah peserta sebanyak 16 guru produktif teknik pemesinan. Hasil dari pengabdian ini guru dapat meningkatkan kompetensi menggambar berbasis komputer dan juga guru dapat memberikan pembelajaran kepada siswa, yang mana berdasarkan hasil dari rata-rata pre test sebelum pelatihan dilaksanakan mendapatkan 60,83 sedangkan ketika dilakukan postest setelah pelaksanaan pelatihan didapatkan skor rata-rata nilai 81,88, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta meningkat 25,7%. Kata kunci: drafter enginering; CAD; inventor AbstractTechnical drawing skills are essential for machining engineering teachers, as they are expected to master industry-relevant tools. Currently, Autodesk Inventor is one of the widely adopted applications in education and is even used in student competency competitions. However, SMK Negeri 10 Semarang still uses AutoCAD in its learning process, which raises concerns due to the differing standards in software usage. This community service program aims to enhance the competency of machining teachers in technical drawing using Autodesk Inventor by providing targeted training to help them adapt to current developments. The implementation method follows a Participatory Learning and Action approach, in which participants gain theoretical knowledge of Autodesk Inventor and then engage in practical applications—including preparation, execution, and evaluation phases. The program involved 16 productive machining teachers. The results show that teachers improved their computer-aided drawing skills and were better equipped to deliver related instruction to students. Based on the assessment, the average pre-test score was 60.83, while the post-test score increased to 81.88, indicating a 25.7% improvement in participants’ understanding Keywords: drafter enginering; CAD; inventor
Pelatihan pembuatan desain batik motif melayu bagi guru dan siswa SMPS Adhyaksa Medan Wahyu Tri Atmojo; Misgiya Misgiya; Hidayat Hidayat; Alifia Azzahra; Daffarul Khusaini Nasution
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32185

Abstract

AbstrakPelatihan pembuatan desain batik motif Melayu ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan keterampilan seni bagi guru dan siswa di SMPS Adhyaksa Medan. Pelatihan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru terhadap nilai-nilai budaya Melayu melalui eksplorasi motif tradisional serta memperkenalkan teknik dasar dalam mendesain batik baik secara kreatif maupun aplikatif. Metode pelatihan yang diterapkan meliputi penyampaian materi secara teoritis mengenai sejarah dan filosofi motif Melayu, teknik refleksi desain batik, serta praktik langsung yang melibatkan peserta secara aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap motif batik tradisional serta kemampuan mereka dalam menghasilkan desain batik yang asli dan diabadikan pada identitas budaya lokal, hal itu ditandai dengan 32 karya batik motif Melayu hasil dari peserta pelatihan yang akan dipamerkan di sekolah SMPS Adhyaksa Medan. Sehingga, dengan dilaksanakannya pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal bagi guru dan siswa dalam membangun kesadaran dan melestarikan budaya serta menumbuhkan semangat wirausaha. Kata kunci: desain; motif; batik; etnis melayu. AbstractTraining this batik design training for Malay motifs was organised as one of the efforts to preserve local culture as well as develop art skills for teachers and students at SMPS Adhyaksa Medan. teachers and students at SMPS Adhyaksa Medan. The training that was conducted aims to increase students‘ and teachers’ understanding of the values of values through the exploration of traditional motifs as well as introducing basic techniques in designing batik both creatively and techniques in batik design both creatively and applicatively. Training methods method applied included the delivery of theoretical material on the history and philosophy of Malay and philosophy of Malay motifs, batik design reflection techniques, as well as hands-on practice that actively involved the participants. that actively involved the participants. The results of the training showed an increase in participants' knowledge of traditional batik motifs as well as their ability in producing batik designs that are original and immortalised in the local cultural identity, as marked by the 32 batik designs produced by the participants. It was characterised by 32 batik works of Malay motifs produced by the training participants that will be exhibited at the school. that will be exhibited at SMPS Adhyaksa Medan. Thus, with the implementation of this training is expected to be one of the first steps for teachers and students in building awareness and perpetuating local cultural identity. teachers and students in building awareness and preserving culture as well as fostering an entrepreneurial spirit. foster an entrepreneurial spirit. Keywords: design; motif; batik; malay ethnicity
Pembentukan dan pendampingan “Kelompok Peduli Hipertensi (Koalisi)” di Desa Bakungan Kabupaten Kutai Kartanegara Nino Adib Chifdillah; Eka Putri Rahayu; Dian Ardyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31856

Abstract

Abstrak Desa Bakungan, Kecamatan Loa Duri, Kab. Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur adalah salah satu desa di wilayah kerja Puskesmas Loa Duri yang memiliki prevalensi penderita hipertensi yang tinggi. Jumlah kasus hipertensi di desa Bakungan pada tahun 2023 yaitu sebanyak 1.008 jiwa dari 3.015 penduduk yang berumur lebih dari 18 tahun (33,43%). Desa Bakungan belum memiliki UKBM, seperti Posbindu PTM, yang diharapkan menjadi upaya dasar pada program pengendalian hipertensi di tingkat desa. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pelayanan kesehatan pada sasaran mitra melalui pembentukan dan pendampingan “. Metode kegiatan berupa participatory rural appraisal (PRA) meliputi pembentukan, pendidikan dan pelatihan kesehatan, serta pendampingan program kerja Koalisi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan melalui metode cooperative learning. Pelatihan kesehatan dilakukan dengan pengukuran tekanan darah yang difasilitasi pihak Puskesmas. Anggota Koalisi yang terbentuk berjumlah 18 orang yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, perangkat desa, kader Posyandu, dan pengurus PKK. Program kerja yang disusun berupa pendidikan kesehatan dan pengukuran tekanan darah kepada warga desa. Terjadi pertambahan jumlah anggota Koalisi yang memiliki tingkat pengetahuan baik (83,0%) dan terampil (76%) dalam melaksanakan pengukuran tekanan darah setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan kesehatan oleh tim pengabdi. Metode pemberdayaan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran tentang hipertensi dan penatalaksanaannya. Kata kunci: hipertensi; pemberdayaan; warga desa Abstract Bakungan Village, Loa Duri District, Kutai Kartabegara regency, East Kalimantan province, is in the Loa Duri Health Center that has a high prevalence of hypertension. The prevalence of hypertension cases in Bakungan village in 2023 was 33.43% of residents aged more than 18 years. Bakungan village did not yet have a UKBM, such as Posbindu PTM, which is expected to be the hypertension control program. The purpose of the activity was to increase health behavior to target partners through the formation and assistance of “hypertension care groups (KOALISI)”. The method included the formation, health education and training, and mentoring of the Coalition's work program. Health education was done by the cooperative learning method. Health training was carried out measuring blood pressure. “Coalition” consisted of representatives from the Puskesmas, villagers, and Posyandu-PKK cadres. Work programs were developed to health education and blood pressure measurement for villagers. There was an increase in the number of Coalition members who had a good level of knowledge (83.0%) and were skilled (76%) in carrying out blood pressure measurements after the program. The health empowerment method was effective in increasing the knowledge and skills of the targets about hypertension and its management. Keywords: hypertension; empowerment; villagers
Workshop penulisan karya tulis ilmiah menggunakan aplikasi Microsoft Word & Mendeley Theodore Alexander Atmaja; Dyah Suryaningrum; Friska Dita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32538

Abstract

Abstrak Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) yang begitu pesat membuat masyarakat harus mengadopsi pemakaian media ICT sebagai akselerator khususnya pada ranah Pendidikan. Pada kesempatan ini, kegiatan dilaksanakan dengan sasaran siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), bertujuan untuk memperkenalkan dunia publikasi ilmiah sejak dini. Materi yang disampaikan meliputi: (1) pengenalan jurnal nasional dan internasional sebagai sumber informasi ilmiah terpercaya, (2) edukasi mengenai jurnal predator beserta cara mengenalinya agar siswa tidak terjebak di kemudian hari, serta (3) pelatihan langsung penggunaan aplikasi Mendeley yang terintegrasi dengan Microsoft Word sebagai alat bantu manajemen referensi. Metode yang digunakan adalah presentasi interaktif, diskusi, serta tutor langsung dengan pendekatan ramah pelajar. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, serta peningkatan pemahaman mereka terhadap pentingnya literasi ilmiah dan keterampilan dasar penulisan karya ilmiah. Diharapkan kegiatan ini mampu membentuk fondasi awal budaya riset dan menulis ilmiah di kalangan siswa SMA.. Kata kunci: pengabdian dosen; publikasi ilmiah; jurnal predator; mendeley; literasi pelajar. Abstract The swift advancement of ICT has made it imperative for society to harness its potential as a catalyst for growth, especially in education. On this occasion, the activity was aimed at high school students, who wanted to introduce the world of scientific publications from an early age. The materials presented included: (1) an introduction to national and international journals as trusted sources of scientific information, (2) education on predatory journals and how to identify them to avoid future pitfalls, and (3) hands-on training in using the Mendeley application integrated with Microsoft Word as a reference management tool. The methods used were interactive presentations, discussions, and direct tutoring with a student-friendly approach. The results of the activity showed high enthusiasm from the participants, as well as an increase in their understanding of the importance of scientific literacy and basic scientific writing skills. It is hoped that this activity will serve as an initial foundation for a culture of research and scientific writing among high school students. Keywords: lecturer service; scientific publication; predatory journals; mendeley; student literacy.
Pembelajaran metode pembedahan organ reproduksi hewan pada kalangan pelajar di Kabupaten Lamandau Lailatun Nisfimawardah; Riskayanti Riskayanti; Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Erlina Astuti; Antonius Adhityawan Nugroho; Ika Fitriana Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31441

Abstract

Abstrak Pembelajaran tingkat dasar di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui pembelajaran teori dan praktik. Adanya mata pembelajaran eksakta menuntut para siswa untuk melakukan dan berkolaborasi secara kelompok. Tujuan pembelajaran ini untuk mempermudah para siswa untuk melakukan pembelajaran secara aktif dan interaktif. Salah satu pembelajaran tersebut ialah praktik pembedahan orga reproduksi pada hewan. Rata-rata siswa-siswi SDIT Mutiara Ilmu belum pernah melakukan pembedahan secara langsung pada hewan dan belum mengenal alat-alat pembedahan sesuai dengan metode dan kaidah yang benar. Pembedahan organ hewan yang dilakukan pada katak merupakan metode yang dirancang secara sederhana agar siswa dapat melakukan secara langsung. Pemahaman yang dilakukan yaitu dengan membedah dan mengidentifikasi organ reproduksi katak. Identifikasi tersebut dilakukan dengan membedakan antara anatomi organ katak jantan dan betina beserta fungsinya. Metode parsitipatif siswa dilakukan melalui presentasi menggunakan media brosur dan diskusi bersama siswa. Untuk melakukan tingkat uji pemahaman dilakukan post test di akhir kegiatan pembedahan sehingga diharapkan siswa dapat memahami dan mengaplikasikan secara langsung. Kata kunci: metode pembedahan; organ reproduksi hewan; pembelajaran Abstract Write Basic learning in Lamandau Regency, Central Kalimantan continues to be carried out through theoretical and practical learning. The existence of exact subjects requires students to do and collaborate in groups. This will make it easier for students to learn actively and interactively. One of these learning activities is the practice of dissecting reproductive organs in animals. On average, students at SDIT Mutiara Ilmu have never performed direct surgery on animals and are not familiar with surgical tools according to the correct methods and rules. Dissection of animal organs carried out on frogs is a method that is designed simply so that students can do it directly. The understanding carried out is by dissecting and identifying the reproductive organs of frogs. This identification is carried out by distinguishing between the anatomy of male and female frog organs and their functions. The student participatory method is carried out through presentations using brochure media and discussions with students. To carry out the level of understanding test, a post-test is carried out at the end of the dissection activity so that students are expected to be able to understand and apply it directly. Keywords: animal reproductive organs; learning; surgical methods
Edukasi green product berupa detergen cair ramah lingkungan berbasis lerak dan metil etil sulfonat di SMK Swadaya Global School Jakarta Timur Nining Nining; Anisa Amalia; Fitria Nugrahaeni; Hariyanti Hariyanti; Sri Nevi Gantini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32579

Abstract

Abstrak SMK Swadaya Global School adalah salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi di Jakarta Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai pembuatan detergen cair ramah lingkungan berbasis lerak dan metil etil sulfonat (MES). Detergen berbasis lerak, yang mengandung saponin, merupakan alternatif alami untuk menggantikan detergen kimiawi yang berbahaya bagi lingkungan. MES sebagai surfaktan alami dipilih karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan surfaktan sintetis. Pengabdian ini dilaksanakan melalui penyampaian materi yang mengajarkan siswa cara membuat detergen cair dengan bahan alami tersebut, serta memberikan pemahaman tentang manfaat penggunaan produk berbasis alam untuk menjaga kelestarian lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Hasil analisis  menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna (p<0,05) antara skor rata-rata sebelum (20,00) dan setelah (93,60) kegiatan. Selain itu, observasi langsung juga mengindikasikan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman yang lebih mendalam di kalangan peserta. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya beralih ke produk ramah lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Kata kunci: : edukasi; deterjen cair; lerak; metil etil sulfonat; ramah lingkungan. Abstract SMK Swadaya Global School is a Vocational High School in Pharmacy located in East Jakarta. This activity aims to educate students on the production of eco-friendly liquid detergent made from lerak and methyl ethyl sulfonate (MES). Lerak-based detergent, which contains saponin, serves as a natural alternative to replace chemical detergents that are harmful to the environment. MES, as a natural surfactant, was chosen because it is more environmentally friendly compared to synthetic surfactants. The community service was carried out by providing material that teaches students how to make liquid detergent from these natural ingredients, while also giving them an understanding of the benefits of using nature-based products to preserve the environment. The evaluation of the activity was conducted by measuring the level of knowledge and achievement of the set goals. Students showed enthusiasm and active participation throughout the activity. The analysis results indicate a significant increase in knowledge (p<0,05) between the pre-activity average score (20.00) and post-activity score (93.60). Additionally, direct observation also showed an improvement in engagement and a deeper understanding among the participants. It is hoped that this program will raise students' awareness of the importance of switching to eco-friendly products and contribute to environmental preservation. Keywords: education; liquid detergent; lerak; methyl ethyl sulfonate; eco-friendly.
Sex education: meminimalisir penyakit menular seksual melalui peran aktif majelis kesehatan Dzun Haryadi Ittiqo; Anna Pradiningsih; Nurul Qiyaam; Baiq Leny Nopitasari; Muhammad Faisal; Ni Wayan Ari Adiputri; Gusti Ayu Puti Sri Erwinayanti; Intan Sri Hartanti; I Ketut Wisnu Arya Wiratama; Umul Mutmainah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.33261

Abstract

AbstrakPendidikan seksual adalah keterampilan dan pengetahuan yang penting untuk diajarkan sejak dini kepada anak-anak, mengenai perilaku seksual, guna mempersiapkan mereka menghadapi perubahan seiring bertambahnya usia serta membentuk karakter dan pola perilaku agar mereka dapat menghindari risiko pelecehan seksual dan perilaku seksual menyimpang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada di Aula Posyandu Lingkungan Pagesangan Indah, Kota Mataram. Pemilihan kelompok sasaran ditentukan dengan banyaknya remaja sekitar kampus. Kemudain tim menganalisa jumlah masyarakat pada lingkungan mitra sebagai target sasaran pengabdian masyarakat. Target sasaran kegiatan ini adalah Kepala Lingkungan, Kader Lingkungan, Dai kesehatan, Kepala RT dan Perwakilan Kampung Keluarga Berencana (KKB). Kegiatan deteksi dan edukasi terkait dengan sex education dalam meminimalisir IMS sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada mitra terkait fenomena yang terjadi di masyarakat. Edukasi ini dimaksudkan untuk menekan angka paparan IMS. Kata kunci: sex education; infeksi menular seksual; mejelis kesehatan muhammadiyah AbstractSex education is an essential skill and knowledge that should be taught to children from an early age, focusing on sexual behavior, in order to prepare them for changes as they grow older and to help shape their character and behavior patterns so they can avoid the risks of sexual abuse and deviant sexual behavior. This community service activity was carried out at the Posyandu Hall in the Pagesangan Indah neighborhood, Mataram City. The target group was chosen based on the large number of adolescents living near the campus. The team then analyzed the population in the partner community area to determine the target of the community service. The target audience of this activity included the Neighborhood Head, Community Health Cadres, Health Preachers (Dai Kesehatan), Neighborhood Chiefs (RT Heads), and representatives from the Family Planning Village (KKB). The detection and education activities related to sex education aimed at minimizing sexually transmitted infections (STIs) were very beneficial in providing partners with understanding about phenomena occurring in society. This education is intended to reduce the incidence of STI exposure. Keywords: sex education; sexually transmitted infections (STI); muhammadiyah health council
Pendampingan pengelolaan keuangan digital bagi usaha pertanian desa dan UMKM di Desa Kemang Kabupaten Muara Enim Leriza Desitama Anggraini; Endah Dewi Purnamasari; Faradillah Faradillah; Ningsih Wahyuni; Aisyah Tamiah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32277

Abstract

Abstrak Kegiatan pendampingan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas literasi dan manajemen keuangan digital pada pelaku usaha pertanian dan UMKM di Desa Kemang, Kabupaten Muara Enim. Masalah utama yang dihadapi oleh para pelaku usaha adalah kurangnya pemahaman mengenai pencatatan keuangan yang rapi dan penggunaan teknologi digital dalam proses manajemen usaha. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif berupa penyampaian materi, pelatihan aplikasi keuangan digital, serta pendampingan praktik dan diskusi interaktif. Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna dan pelaku UMKM terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai dasar-dasar akuntansi, pengelolaan keuangan usaha, serta kemampuan menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan keuangan sangat relevan dan aplikatif di tingkat desa. Intervensi berbasis teknologi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di komunitas serupa. Kata Kunci: UMKM; keuangan digital; aplikasi keuangan; literasi keuangan. Abstract This community service activity was carried out to improve digital literacy and financial management capacity among agricultural business actors and micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Kemang Village, Muara Enim Regency. The main problem faced by the participants was the lack of understanding regarding proper financial recording and the use of digital tools in business management. The program was implemented through an educational approach involving material presentation, digital financial application training, practical mentoring, and interactive discussions. A total of 15 participants, consisting of youth organization members and MSME representatives, actively participated in the activities. Evaluation results indicate a significant improvement in participants' knowledge of basic accounting, business financial management, and their ability to operate digital bookkeeping applications independently. This activity demonstrates that digital transformation in financial management is highly relevant and applicable at the village level. The technology-based intervention used here has the potential to serve as a replicable model for empowering similar communities. Keywords: MSMEs; digital finance; financial application; financial literacy.
Breastfeeding class dalam meningkatkan asi eksklusif Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Firda Liatanty; Baiq Yulya Sartika Dewi; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32200

Abstract

Abstrak Menyusui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang penting dengan implikasi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Bayi yang tidak menerima ASI cenderung mengalami kesehatan yang lebih buruk daripada bayi yang menyusu ASI, ibu yang tidak menyusui meningkatkan risiko kesehatan. Tujuan pengabdian ini memperkenalkan Breastfeeding Class Sebagai sehingga meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif ASI Eksklusif. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu menyusui bayi 0-5 bulan, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengkajian efikasi diri menyusui melalui form Breastfeeding Self Efficacy (BSE-SF), edukasi tentang ASI eksklusif dan simulasi gerakan pijat laktasi. Berdasarkan hasil pengabdian mayoritas memiliki anak 1 atau paritas primipara berjumlah 5 (50%), mayoritas Pendidikan sekolah sedang berjumlah 8 (80%), dan mayoritas ibu tidak bekerja berjumlah 9 (90%). Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata skor pretest 10 ibu nifas yaitu 63%, dan setelah diberikan penyuluhan hasil postest rata-rata pengetahuan ibu nifas yaitu 82%, menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan fisik didapatkan tekanan darah 10 ibu dalam batas normal dan Efikasi menyusui melalui intrumen Breastfeeding Self Efficacy Short form (BSE-SF) didapatkan 10 ibu memiliki efikasi meyusui yang tinggi Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; efikasi menyusui; breasfeeding self efficacy; menyusui Abstract Breastfeeding is a major public health issue with significant social and economic implications. Infants who are not breastfed tend to experience poorer health outcomes compared to those who are, and mothers who do not breastfeed face increased health risks. The purpose of this service is to introduce Breastfeeding Class as a way to increase knowledge about Exclusive Breastfeeding. The implementation method adopted an action research approach consisting of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The participants were 10 breastfeeding mothers with infants aged 0–5 months. The activities included blood pressure checks, assessment of breastfeeding self-efficacy using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF), education on exclusive breastfeeding, and a simulation of lactation massage techniques.Based on the results, the majority of participants were first-time mothers (primiparous), with 5 out of 10 (50%) having one child. Most of the mothers had a moderate level of education (8 participants or 80%) and were unemployed (9 participants or 90%). Before the educational session, the average pretest score among the mothers was 63%. After the session, the average posttest score increased to 82%, indicating an improvement in knowledge about exclusive breastfeeding. Physical health assessments showed that all 10 mothers had normal blood pressure levels. In addition, the results of the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF) indicated that all 10 mothers had high breastfeeding self-efficacy. Keywords: community service; postpartum; breastfeeding self-efficacy; breastfeeding