cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Optimalisasi pemasaran digital hasil laut melalui pemanfaatan TikTok bagi nelayan tradisional Lestari, Dewi; Bahri, M. Irvanni; Siswanto, Heri; Nasution, Nadia Widari; Rifdah, Adelya; Raynold, Raynold; Adi, Roni; Akbar, Radheksa Bintang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37831

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kecamatan Sekupang, Kota Batam, dalam memasarkan hasil laut melalui platform digital, khususnya TikTok. Metode kegiatan meliputi workshop pemasaran digital, pelatihan teknis pembuatan akun dan konten, serta pendampingan praktik live selling. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pemasaran digital, kemampuan membuat konten promosi, serta kepercayaan diri dalam melakukan penjualan langsung kepada konsumen. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme peserta, dukungan pengurus KNTI, kesesuaian materi, serta praktik langsung dengan pendampingan intensif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan literasi digital, keterbatasan perangkat, dan kualitas jaringan internet. Kegiatan ini memberikan dasar bagi pengembangan pemasaran digital secara berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah hasil laut bagi nelayan tradisional. Kata Kunci: nelayan tradisional; tiktok; pemasaran digital; live selling; hasil laut. AbstractThis community service activity aims to improve the skills of members of the Indonesian Traditional Fishermen's Union (KNTI) in Sekupang District, Batam City, in marketing seafood through digital platforms, specifically TikTok. The activity included a digital marketing workshop, technical training on account and content creation, and live selling practice mentoring. The results demonstrated an increase in participants' understanding of digital marketing, their ability to create promotional content, and their confidence in selling directly to consumers. Supporting factors for success included participant enthusiasm, support from KNTI administrators, appropriate materials, and hands-on practice with intensive mentoring. While inhibiting factors included differences in digital literacy, limited devices, and internet connection quality. This activity provides a foundation for the sustainable development of digital marketing and increases the added value of seafood for traditional fishermen. Keywords: traditional fishermen; tiktok; digital marketing; live selling; seafood.
Pelatihan self-healing dan edukasi gangguan depresi pada mahasiswa profesi apoteker di Kota Semarang Febrinasari, Nisa; Sabiti, Farroh Bintang; Kinasih, Arum Sukma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36182

Abstract

Abstrak Untuk menjadi seorang apoteker, setiap mahasiswa program studi profesi Apoteker harus melewati Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) CBT dan UKAI OSCE Nasional. Dengan standar nilai kelulusan yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada mahasiswa apoteker Indonesia. Selain itu, menjadi seorang mahasiswa memiliki berbagai kewajiban akademik. Kewajiban akademik yang harus dikerjakan mahasiswa cenderung membuat mahasiswa merasakan kecemasan atau bahkan menjadikan depresi. Pemahaman mahasiswa terkait self-healing, bahaya depresi yang dapat menghambat kesuksesan lolos UKAI masih terbatas. Program pengabdian masyarakat dengan sistem edukasi langsung dan pelatihan dapat menjadi sarana peningkatan pemahaman mahasiswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demo pelatihan self-healing dengan bantuan media video. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (59,70%) ke post-test (84,40%) menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik oleh mahasiswa apoteker di Kota Semarang.  Kata kunci: apoteker; mahasiswa; depresi; UKAI; farmasi. AbstractTo become a pharmacist, every student in the Pharmacist Professional Study Program must pass the Indonesian Pharmacist Competency Exam (UKAI) CBT and the National UKAI OSCE. With a high passing standard, this can lead to anxiety and depression among Indonesian pharmacy students. Additionally, being a student comes with various academic obligations. These academic demands often cause students to experience anxiety or even depression. Students’ understanding of self-healing and the dangers of depression that may hinder success in passing the UKAI is still limited. A community service program with direct education and training can serve as a means to improve student understanding. The service activity was carried out using counseling methods and self-healing training demonstrations with the help of video media. The increase in the percentage of correct answers from the pre-test (59.70%) to the post-test (84.40%) indicates that the information was well received by pharmacy students. Keywords : pharmacists; student; depression; UKAI; pharmacy.
Peningkatan kapasitas guru Rasmisart School melalui pelatihan software hadis dan media pembelajaran berbasis AI Rachmawan, Hatib; Fahana, Jefree
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36611

Abstract

Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru pendidikan Islam di Rasmisart School, Songkhla, Thailand—sekolah komunitas Muslim minoritas—melalui pelatihan penggunaan software hadis dan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini menjawab dua tantangan utama, yaitu rendahnya literasi digital keislaman dan keterbatasan keterampilan teknologi pedagogis para guru. Melalui model pelatihan hibrida (daring dan luring), para guru diperkenalkan dengan alat digital seperti Jawami’ al-Kalim, Maktabah Syamilah, ChatGPT, dan Fliki. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir transformatif dalam integrasi teknologi ke dalam pembelajaran Islam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan software, pemanfaatan AI dalam materi ajar, serta kepercayaan diri guru. Program ini juga berkontribusi pada penguatan institusional, pemberdayaan komunitas, dan internasionalisasi Universitas Ahmad Dahlan. Model ini memiliki potensi replikasi dan keberlanjutan di lingkungan pendidikan Islam minoritas lainnya di Asia Tenggara. Kata kunci: Software hadis; kecerdasan buatan (AI); Rasmisart School. AbstractThis Community Engagement Program aims to enhance the capacity of Islamic education teachers at Rasmisart School in Songkhla, Thailand—a minority Muslim community school—through training in the use of hadith software and artificial intelligence (AI)–based learning media. The program addresses two major challenges: the low level of digital Islamic literacy and the limited pedagogical technology skills among teachers. Through a hybrid training model (online and offline), teachers were introduced to digital tools such as Jawāmiʿ al-Kalim, Maktabah Syāmilah, ChatGPT, and Fliki. Employing project-based and contextual learning approaches, the training not only improved cognitive and technical competencies but also fostered a transformative mindset regarding the integration of technology into Islamic education. Evaluation results indicate significant improvements in software utilization, the application of AI in instructional materials, and teachers’ confidence. The program further contributes to institutional strengthening, community empowerment, and the internationalization efforts of Universitas Ahmad Dahlan. This model also holds potential for replication and sustainability in other minority Islamic educational settings across Southeast Asia. Keywords: hadith software; artificial intelligence (AI); Rasmisart School.
Pelatihan permainan ular tangga SEHATIKA (Sehat dalam Implementasi Kurikulum Merdeka) berbasis digital bermuatan STEAM Rahayu, Swandra; Rizka, Nelti; Fitriyana, Fitriyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36095

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis digital melalui pelatihan permainan ular tangga “SEHATIKU” (Sehat dalam Implementasi Kurikulum Merdeka) yang bermuatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Permainan “SEHATIKU” dirancang sebagai media edukatif yang menyenangkan untuk menanamkan nilai-nilai hidup sehat sekaligus mengintegrasikan unsur pembelajaran berbasis proyek sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan media digital, pendampingan implementasi dalam pembelajaran, serta evaluasi efektivitas penggunaan media. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta menerapkan media pembelajaran digital yang kreatif dan interaktif. Selain itu, peserta pelatihan mampu mengadaptasi unsur STEAM dalam aktivitas bermain anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penguatan kompetensi guru dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan pada jenjang PAUD. Kata kunci: permainan ular tangga; kurikulum merdeka; digital; STEAM. Abstract This community service program aims to enhance the competence of early childhood education teachers in developing innovative digital learning media through a training program on the “SEHATIKU” snake and ladder game (Healthy in the Implementation of the Independent Curriculum) integrated with STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) elements. The “SEHATIKU” game is designed as an engaging educational tool that promotes healthy living values while incorporating project-based learning principles aligned with the Independent Curriculum. The implementation methods include socialization, digital media creation workshops, mentoring during classroom implementation, and evaluation of media effectiveness. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding and skills in designing and applying creative, interactive digital learning media. Participants were also able to integrate STEAM components into children’s play activities, fostering critical thinking, creativity, and collaboration. This program is expected to serve as a model for strengthening teacher competence in creating meaningful and joyful learning experiences in early childhood education Keywords: snakes and ladders game; independent curriculum; digital; STEAM.
Peningkatan kapasitas pakan ternak kambing dengan mesin pencacah rumput pada kelompok ternak Munaya Barokah Kabupaten Kudus Budiwirawan, Agung; Naryanto, Rizqi Fitri; Setiadi, Rizki; Musyono, Ari Dwi Nur Indriawan; Bunajar, Habib; Pambudi, Rofex; Arafah, Iqbal Rasendriya; Aryadi, Adit
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37702

Abstract

Abstrak Peternakan kambing merupakan salah satu aktivitas ekonomi di kabupaten Kudus. Permasalahan yang dialami mitra yaitu pemotongan rumput untuk pakan ternak masih manual dan kurang efektif. Rumput dipotong dalam jumlah besar dan memerlukan waktu pemotongan yang lebih lama, yang membuatnya kurang efisien untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang besar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengatasi efisiensi pakan ternak dengan Mitra kelompok ternak Munaya Barokah dengan peserta sebanyak 7 orang. Solusi yang dilakukan yaitu dengan peningkatan kompetensi pembuatan alat dan pelatihan pembuatan pakan ternak. Mesin pencacah rumput tidak hanya dapat mempercepat proses persiapan pakan, tetapi juga dapat meningkatkan ketersediaan pakan yang lebih mudah dicerna ternak, dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ternak kambing. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu survey, ceramah dan demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Kegiatan survey dilakukan untuk menemukan permasalahan mitra. Kegiatan ceramah dan demonstrasi dilakukan untuk memberikan pelatihan dan pemahaman prosedur dalam pembuatan alat pencacah rumput. Pada tahap praktik langsung tim pengabdian bekerjasama dengan mitra dalam proses pembuatan alat pencacah rumput ternak. Setelah alat dibuat langsung diemplementasikan dan dilakukan pendampingan. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan telah menghasilkan mesin pencacah rumput dan mitra dapat mengoperasikan mesin pencacah rumput dan memiliki pengetahuan perawatan mesin. Kata kunci: pakan ternak; kambing; mesin; pencacah rumput; teknologi tepat guna. Abstract  Goat farming is one of the economic activities in Kudus Regency. The problem experienced by partners is that grass cutting for animal feed is still manual and ineffective. Grass is cut in large quantities and requires a longer cutting time, which makes it less efficient to meet the large livestock feed needs. One effort that can be done is to address livestock feed efficiency with partners from the Munaya Barokah livestock group with 7 participants. The solution is to improve the competence of tool making and training in animal feed production. The grass chopper machine not only can speed up the feed preparation process but also can increase the availability of feed that is more easily digested by livestock, can improve productivity and welfare of goats. The activity methods used are surveys, lectures and demonstrations, direct practice, and mentoring. The survey activity was conducted to identify partner problems. Lectures and demonstrations were conducted to provide training and understanding of the procedures in making the grass chopper. During the direct practice stage, the community service team collaborated with partners in the process of making the grass chopper. After the tool was made, it was immediately implemented and mentoring was provided. The community service activities that have been carried out have produced a grass chopper machine, and partners are able to operate the grass chopper and have knowledge of machine maintenance. Keywords: animal feed; goats; machines; grass chopper.
PENGUATAN SOLIDARITAS EKONOMI BERBASIS SYARIAH MELALUI INTERNALISASI AKHLAK SOSIAL DAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.38252

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas ekonomi berbasis syariah melalui internalisasi nilai-nilai akhlak sosial serta penguatan praktik  sedekah dan gotong royong yang terstruktur di lingkungan permukiman. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola aktivitas sosial-ekonomi berbasis nilai Islam secara sistematis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi sosial-ekonomi warga, penyuluhan mengenai akhlak sosial dan prinsip syariah dalam sedekah serta gotong royong, hingga pelaksanaan aksi kolaboratif. Bentuk aksi yang dilakukan meliputi sedekah pangan, pengelolaan kotak kebaikan, dan pelaksanaan hari gotong royong syariah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akhlak sosial sebagai fondasi solidaritas ekonomi, menguatnya jejaring tolong-menolong antarwarga, serta meningkatnya pemahaman mengenai batasan dan ketentuan hukum Islam dalam praktik sedekah dan gotong royong. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih terbatas pada satu wilayah rukun tetangga (RT) sehingga diperlukan pendampingan lanjutan dan perluasan cakupan program agar dampak pengabdian dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi penguatan ekonomi sosial masyarakat berbasis syariah. Kata kunci: solidaritas ekonomi syariah, akhlak sosial, sedekah, gotong royong, pengabdian masyarakat ABSTRACT This community service program aims to strengthen sharia-based economic solidarity through the internalization of social moral values and the strengthening of structured alms and mutual cooperation practices in residential environments. The background of this activity is based on the limited collective awareness of the community in managing socio-economic activities based on Islamic values in a systematic and sustainable manner. The method used is a descriptive-participatory approach that actively involves the community in every stage of activities, starting from mapping the socio-economic conditions of residents, counseling on social morals and sharia principles in alms and mutual cooperation, to the implementation of collaborative actions. The forms of action carried out include food alms, the management of kindness boxes, and the implementation of sharia mutual cooperation days. The results of the activity show an increase in public awareness of the importance of social morals as the foundation of economic solidarity, the strengthening of help-help networks between citizens, and an increased understanding of the limits and provisions of Islamic law in the practice of alms and mutual cooperation. However, the implementation of the program is still limited to one neighborhood (RT) area, so further assistance and expansion of the scope of the program are needed so that the impact of service can be sustainable and make a broader contribution to strengthening the social economy of sharia-based communities. Keywords: sharia economic solidarity, social morality, alms, mutual cooperation, community service
Peningkatan pemahaman guru dengan pembelajaran kecerdasan buatan di SDN Setia Asih 01 Manurung, Alberth Supriyanto; Halim, Abdul; Manurung, Antonius Dieben Robinson
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37810

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan ke dalam proses pembelajaran, yang berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar dan literasi digital siswa. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknologi guru melalui workshop, pelatihan, serta pendampingan dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran kecerdasan buatan yang inovatif dan kontekstual. Mitra sasaran kegiatan adalah guru dan siswa di SDN Setia Asih 01 Kabupaten Bekasi dengan jumlah peserta sebanyak 10 guru yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman guru, yang ditunjukkan melalui kenaikan nilai rata-rata dari 55,0 menjadi 78,4 atau meningkat sebesar 42,55%, serta meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, memanfaatkan teknologi, dan menghasilkan modul pembelajaran berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, terciptanya suasana belajar yang lebih interaktif, serta tersusunnya rencana keberlanjutan program melalui pembentukan tim guru, integrasi dalam perangkat pembelajaran, dan pengimbasan kepada guru lain di sekolah. Kata kunci: peningkatan; pemahaman guru; pembelajaran kecerdasan buatan. AbstractThis community service activity was motivated by the still low understanding of elementary school teachers in integrating artificial intelligence-based learning into the learning process, which has an impact on less than optimal learning outcomes and student digital literacy. Therefore, this activity aims to improve teachers' pedagogical and technological competencies through workshops, training, and mentoring in designing and implementing innovative and contextual artificial intelligence learning. The target partners of the activity were teachers and students at SDN Setia Asih 01 Bekasi Regency with a total of 10 teachers participating who were actively involved in the entire series of activities, from socialization, training, to evaluation and reflection. The results of the activity showed a significant increase in teacher understanding, as indicated by an increase in the average score from 55.0 to 78.4 or an increase of 42.55%, as well as an increase in teachers' abilities in developing learning tools, utilizing technology, and producing artificial intelligence-based learning modules. In addition, this activity also encouraged active student participation in learning, the creation of a more interactive learning atmosphere, and the formulation of a program sustainability plan through the formation of teacher teams, integration in learning tools, and dissemination to other teachers in the school. Keywords: improvement; teacher understanding; artificial intelligence learning.
Edukasi pertambangan berkelanjutan sebagai upaya membangun kesadaran ekologis generasi muda Purba, Robekca
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37806

Abstract

AbstrakBencana pertambangan yang berulang di Indonesia menimbulkan perdebatan publik tentang eksistensi industri pertambangan. Longsor tambang Gunung Kuda Cirebon pada 30 Mei 2025 dan banjir berulang di Morowali akibat pertambangan nikel pada Maret 2025 menjadi bukti lemahnya tata kelola pertambangan. Masyarakat cenderung menuntut penutupan tambang tanpa memahami ketergantungan kehidupan masyarakat modern terhadap produk mineral. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang pertambangan berkelanjutan kepada siswa SMA SoliDeo Tangerang Selatan melalui materi “Mengenal Dunia Pertambangan: Dari Eksplorasi hingga Reklamasi”. Metode ceramah interaktif dan diskusi kasus digunakan untuk menjelaskan peran vital pertambangan dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa bahwa solusi bencana pertambangan bukan penutupan total, melainkan perbaikan tata kelola dan penegakan regulasi. Edukasi dini kepada generasi muda menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat dan pemimpin masa depan yang memiliki kesadaran ekologi dan tanggung jawab sosial. Kata kunci: pengabdian masyarakat; pertambangan berkelanjutan; edukasi; kesadaran ekologis; generasi muda AbstractRecurring mining disasters in Indonesia have sparked public debate regarding the existence of the mining industry. The Gunung Kuda Cirebon mine landslide on May 30, 2025, and the repeated flooding in Morowali due to nickel mining in March 2025 serve as evidence of weak mining governance. Communities tend to demand mine closures without understanding modern society's dependence on mineral products. This community service program aims to provide comprehensive understanding of sustainable mining to students at SoliDeo High School, South Tangerang, through educational material titled "Understanding the Mining World: From Exploration to Reclamation." Interactive lectures and case discussion methods were employed to explain mining's vital role in daily life and the importance of responsible mining practices. Results demonstrate improved student understanding that the solution to mining disasters is not total closure, but rather improved governance and regulatory enforcement. Early education of the younger generation serves as a long-term investment in creating a future society and leaders with ecological awareness and social responsibility. Keywords: community service; sustainable mining; education; ecological awareness; youth generation
Penguatan kapasitas kader posyandu lansia dalam penggunaan media edukasi patuh minum obat bagi lansia di Kelurahan Kasin Kota Malang Wibowo, Wibowo; Sawu, Sirilius Deodatus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.33508

Abstract

AbstrakKader Posyandu Lansia sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam mengedukasi, mendampingi, dan memotivasi lansia agar patuh dalam menjalani terapi pengobatan. Namun demikian, kapasitas kader dalam hal pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan metode edukasi masih perlu ditingkatkan agar intervensi yang dilakukan lebih efektif. Kelurahan Kasin Kota Malang dengan luas wilayah ±132.200  dengan 11 RW dan 96 RT bidang kesehatan merupakan salah target pelayanan yang diwujudkan melalui adanya Poskeskel, Posyandu Balita, Posyandu Lansia yang memiliki  sekitar 180 orang lanjut usia (di atas 60 tahun). Kepatuhan lansia dalam mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter masih menjadi tantangan besar,  Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia di kelurahan Kasin Kota Malang ditemukan bahwa kepatuhan lansia dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter masih rendah. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatan Kapasitas Kader Posyandu Lansia Dalam  Meningkatkan Kepatuhan Lansia Dalam Minum Obat. Kegiatan dalam PKM ini meliputi pelatihan untuk Kader Posyandu Lansia tentang pemahaman dasar mengenai penyakit kronis yang umum diderita lansia (hipertensi, diabetes, jantung),Konsep penggunaan obat yang rasional dan risiko polifarmasi. ,Teknik menyampaikan informasi secara sederhana dan persuasive, cara menghadapi lansia dengan keterbatasan penglihatan, pendengaran, atau daya ingat, latihan komunikasi langsung menggunakan media edukasi, roleplay antara kader dan fasilitator sebagai lansia untuk meningkatkan keterampilan aplikatif. Evaluasi pengukuran pemahaman peserta pengabdian masyarakat dengan membandingkan rerata nilai pretest dan posttest Kriteria pengukuran pemahaman dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan rerata pemahaman pada post-test dibandingkan pre-test sebesar 50%. Kader Kesehatan dalam pengabdian yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan nilai rata rata pretest 5,7 dan post test 8,1, evaluasi ketrampilan dalam menngunakan media terhadap salah satu kader yang ditunjuk secara acak dengan menngunakan ceklist didapatkan skor 78. Luaran  dalam pengabdian masyarakat ini adalah Laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Publikasi jurnal pengmas Selaparang dan Leaflet “ayo, Patuh Minum Obat. Kata Kunci : pengetahuan; kader posyandu kepatuhan; minum obat, lansia. AbstractElderly Posyandu (Integrated Health Post) cadres, as the frontline of community-based health services, play a vital role in educating, supporting, and motivating older adults to adhere to their prescribed medication regimens. However, their capacity—particularly in terms of knowledge, communication skills, and educational strategies—still requires improvement to ensure more effective interventions. Kasin Village in Malang City, covering an area of approximately 132,200 m² and comprising 11 neighborhood associations (RW) and 96 neighborhood units (RT), is one of the target areas for service delivery. Health services in the area are facilitated through the Urban Village Health Post (Poskeskel), the Toddler Posyandu, and the Elderly Posyandu, serving approximately 180 older adults (aged 60 and above). Low medication adherence among the elderly remains a major challenge at the Elderly Posyandu in Kasin Village. This Community Service Program (PKM) aimed to strengthen the capacity of Elderly Posyandu cadres in promoting medication adherence among older adults. Program activities included training sessions on common chronic illnesses in the elderly (such as hypertension, diabetes, and heart disease), principles of rational drug use, and the risks of polypharmacy. Additional topics covered included techniques for delivering information in a simple and persuasive manner, approaches for assisting older adults with sensory or memory limitations, hands-on communication practice using educational media, and role-playing exercises between cadres and facilitators acting as elderly individuals to improve practical skills. Participants’ understanding was evaluated by comparing average pre-test and post-test scores. The intervention was considered successful if post-test scores improved by at least 50% compared to pre-test scores. The health cadres achieved an average pre-test score of 5.7 and a post-test score of 8.1. An assessment of media usage skills, conducted with one randomly selected cadre using a checklist, yielded a score of 78. The outcomes of this community service program included a final report, a journal article published in the Selaparang community service journal, and a leaflet titled "Let’s Take Our Medication as Prescribed!". Kata Kunci : knowledge; posyandu cadres; medication adherence; elderly; health education.
Edukasi dan pelatihan hidroponik sederhana di SMA Advent Kaima, Minahasa Utara Normasari, Rut; Waworuntu, Juniarny Silfana Suswaty; Kawuwung, Stenly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36041

Abstract

AbstrakKeterbatasan lahan pertanian, terutama di wilayah perkotaan, menjadi tantangan ketersediaan pangan. Sistem hidroponik, sebagai model pertanian berkelanjutan yang hemat lahan dan air, dapat menjadi sarana edukatif di sekolah. Pelaksanaan hidroponik di sekolah sering menghadapi tantangan seperti kurangnya pelatihan dan keterampilan teknis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan hidroponik sederhana di sekolah dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Advent Kaima , melibatkan 25 siswa kelas X-XII dan 4 guru pendamping pada bulan September 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif, menggabungkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan instalasi sistem wick (sumbu). Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan awal yang rendah (52% siswa belum pernah mendengar istilah hidroponik). Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan; 68% siswa menyatakan pengetahuan mereka sangat bertambah , dan 48% tertarik untuk mencoba menanam secara hidroponik. Selain literasi teknis, pelatihan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kewirausahaan (44% sangat setuju hidroponik adalah peluang usaha) dan ketahanan pangan (52% melihat manfaatnya bagi keluarga). Pelatihan hidroponik sederhana di sekolah terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, minat praktik, serta kesadaran kewirausahaan dan ketahanan pangan peserta. Kata kunci: pelatihan; hidroponik; sistem sumbu sederhana. AbstractThe limitation of agricultural land, especially in urban areas, poses a challenge to food availability. The hydroponics system, as a land- and water-efficient sustainable agriculture model, can serve as an educational tool in schools. However, implementing hydroponics in schools often faces challenges like lack of training and technical skills. This study aims to determine the effectiveness of simple hydroponics training in schools in increasing participants' knowledge and skills. The activity took place at SMA Advent Kaima, involving 25 students in grades X-XII and 4 accompanying teachers in September 2025. The method used a participatory and educational approach, combining lectures, demonstrations, and hands-on practice in constructing a simple wick system installation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires. Pre-test results showed a low level of initial knowledge (52% of students had never heard the term hydroponics). Following the training, a significant increase occurred; 68% of students stated their knowledge had very much increased , and 48% were interested in trying hydroponic planting. Beyond technical literacy, the training successfully fostered entrepreneurial awareness (44% strongly agreed hydroponics is a business opportunity) and food security (52% saw benefits for their family). Simple hydroponic training in schools has proven effective in increasing participants' knowledge, skills, practical interest, and awareness of entrepreneurship and food security. Keywords: training; hydroponics; simple wick system.