cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Peningkatan pengetahuan lansia tentang pencegahan demensia melalui pendidikan kesehatan di Desa Parahu Kecamatan Sukamulya Adawiyah, Siti Robeatul; Saputra, Erwin; Lubis, Khoirunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37597

Abstract

Abstrak Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berdampak terhadap penurunan fungsi kognitif, kemandirian, dan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan lansia dan keluarga mengenai pencegahan demensia menjadi faktor risiko keterlambatan deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan demensia melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan desain pre-test dan post-test pada 34 lansia di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya. Media edukasi meliputi presentasi, leaflet, lembar balik, serta praktik senam otak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan lansia, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 17,6% pada pre-test menjadi 58,8% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan demensia. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan. Kata kunci: demensia; lansia; pendidikan kesehatan; pengabdian masyarakat. Abstract Dementia is a major health problem in the elderly, impacting cognitive function, independence, and quality of life. Lack of knowledge among the elderly and their families regarding dementia prevention is a risk factor for delayed detection and treatment. This community service activity aims to improve the elderly's knowledge about dementia prevention through health education. The method used was health education with a pre-test and post-test design for 34 elderly people in Parahu Village, Sukamulya District. Educational media included presentations, leaflets, flipcharts, and brain gymnastics exercises. The results showed an increase in the elderly's knowledge level, with the good knowledge category increasing from 17.6% in the pre-test to 58.8% in the post-test. The conclusion of this activity is that health education is effective in improving the elderly's knowledge about dementia prevention. It is hoped that similar activities can be carried out continuously, involving families and health workers. Keywords: dementia; elderly; health education; community service.
Pemberdayaan masyarakat Nagari Dalko melalui hilirisasi produk sabun herbal kayu manis Tasman, Anggela Marta; Sari, Yuni Mala; Andriani, Fivit; Sandrawati, Neny; Stiadi, Della Rosalynna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36623

Abstract

Abstrak Nagari Dalko memiliki potensi pertanian yang melimpah, salah satunya adalah kayu manis (Cinnamomun burmannii). Namun saat ini, potensi kayu manis belum di manfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat melalui program integrasi prodi dan nagari dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambuh kayu manis sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata berbasis produk lokal di Nagari Dalko. Kegiatan ini meliputi pemberian materi mengenai sabun herbal, pelatihan pembuatan sabun herbal transparan dengan berbahan aktif kulit manis serta packaging sabun herbal. Kegiatan ini di ikuti oleh dua puluh masyarakat dari Nagari Dalko. Hasilnya masyarakat sangat mendukung adanya pelatihan pembuatan sabun herbal. Hal itu didukung oleh data angket yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Nagari Dalko mengenai sabun herbal awalnya hanya sekitar separuh responden yang mengetahui bahwa sabun dapat dibuat dari bahan alami seperti kayu manis (50%) dan yang memahami manfaat kayu manis bagi kesehatan kulit (60%). Namun, meningkat secara signifikan mencapai 90% dan 95%. Begitu pula dengan pemahaman bahwa sabun herbal lebih ramah di kulit, yang naik dari 80% menjadi 95%. Pengalaman responden dalam menggunakan sabun herbal juga meningkat dari 45% menjadi 70%, menunjukkan adanya minat baru untuk mencoba produk lokal berbahan alami. Ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan sekaligus mendukung pengembang perekonomian parawisata bagi kemajuan Nagari Dalko. Kata kunci:  antibakteri; cinnamomum; pariwisata; sabun herbal; transparant. Abstract Nagari Dalko has abundant agricultural potential, one of which cinnamon (Cinnamomun burmannii). However, the potential of cinnamon has not been optimally utilized. Therefore, community servise activities through the study program and village integration program are carried out with the aim of improving the added value of cinnamon as an effort to support the development of local product-based tourism in Nagari Dalko. This activity includes providing material related to herbal soap, making transparent herbal soap with cinnamon as the active ingredient and herbal soap packaging. This activity was attended by twenty people from Nagari Dalko. The result showed that participant was supportive of herbal soap making training. This is supported by questionnaire data which shows that the level of understanding of the Nagari Dalko participants regarding herbal soap was initially Only about half of the respondents knew that soap could be made from natural ingredients such as cinnamon (50%) and understood the benefits of cinnamon for skin health (60%). However, it increased significantly to reach 90% and 95%. Similarly, the understanding that herbal soap is gentler on the skin increased from 80% to 95%. Respondents' experience using herbal soap also increased from 45% to 70%, indicating a renewed interest in trying local, natural products. This provided an opportunity for the participant to improve their knowledge and skill while supporting the development of the tourism economy for the progress of Nagari Dalko. Keywords: antibacterial; cinnamomum; herbal soap; tourism; transparent.
Strategi penulisan artikel ilmiah terindeks SINTA bagi guru SMP Negeri 16 Kupang Erfiani, Yohanes Paulus Florianus; Djehatu, Maria Goreti; Bajo, Simforianus Mario
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37877

Abstract

AbstrakPelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan para guru di lingkungan SMP Negeri 16 Kupang tentang strategi penulisan artikel ilmiah terindeks SINTA. Dalam menyukseskan kegiatan PKM ini, maka metode pengabdian yang tepat untuk digunakan adalah metode sosialisasi, diskusi, dan bimbingan. Metode sosialisasi dilaksanakan sebagai prosedur awal untuk pengenalan dan pendekatan bersama para guru. Metode kedua adalah diskusi yang dilakukan ketika kegiatan sosialisasi berlangsung. Metode ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman para guru tentang strategi penulisan artikel ilmiah. Sementara itu, metode pelatihan dilaksanakan untuk memberikan pengarahan dan pelatihan bagi para guru agar mampu menguasai strategi penulisan artikel ilmiah. Metode keempat adalah metode bimbingan yang dilakukan untuk melatih para guru dalam menerapkan strategi penulisan artikel ilmiah dengan mengintegrasikan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para guru. Selain itu, kegiatan PKM ini melibatkan 56 guru. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan dan peningkatan yang signifikan sebesar 30 % dari hasil pre tes dan pos tes yang telah diberikan oleh tim pelaksana pengabdian melalui kuesioner. Hasil pre tes menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 60 %. Sedangkan, hasil pos tes menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 90 %. Berdasarkan hasil analisis data dan observasi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rancangan kegiatan yang telah dibuat. Kesimpulan lain menyangkut substansi dari topik materi yang telah diberikan adalah para guru memiliki pemahaman dan konsep mengenai strategi penulisan artikel ilmiah terindeks SINTA. Kata kunci: strategi; penulisan; artikel ilmiah; terindeks SINTA. Abstract The implementation of this Community Service Program was carried out with the objective of enhancing the knowledge, understanding, and skills of teachers at SMP Negeri 16 Kupang regarding strategies for writing scientific articles indexed in SINTA. To ensure the success of this program, several appropriate methods were employed, including socialization, discussion, training, and mentoring. The socialization method was conducted as an initial procedure to introduce and establish engagement with the teachers. The discussion method took place during the socialization activity and aimed to identify the teachers’ understanding of scientific article writing strategies. Meanwhile, the training method was implemented to provide guidance and practical instruction so that teachers could master effective strategies for writing scientific articles. The mentoring method was carried out to assist teachers in applying those strategies by integrating the results of their previous research into scientific writing. This community service activity involved a total of 56 teachers. The results demonstrated a significant improvement of 30% between the pre-test and post-test scores obtained through questionnaires administered by the implementation team. The average pre-test score was 60%, while the average post-test score increased to 90%. Based on data analysis and observations, it can be concluded that the PKM activity was successfully implemented in accordance with the planned design. Furthermore, the findings indicate that the participating teachers have developed a clear understanding and conceptual grasp of the strategies for writing scientific articles indexed in SINTA. Keywords: strategy; writing; scientific article; SINTA index
Inovasi kampus hijau: menumbuhkan wirausaha muda melalui diversifikasi pengolahan buah sukun Siadari, Ulidesi; Elza, Nurul Iqamah; Farida, Aulia; Aprolita, Aprolita; Kurniasih, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36296

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pemanfaatan potensi lokal buah sukun (Artocarpus altilis) sebagai bahan baku inovasi produk pangan. Sukun merupakan komoditas lokal yang melimpah di Provinsi Jambi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan serta strategi pemasaran menjadi kendala utama dalam pengembangan nilai ekonominya. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Kewirausahaan Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, dengan pendekatan pelatihan dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan baku sukun, teknik pengolahan menjadi tepung sukun, pembuatan produk turunan seperti brownies bebas gluten, desain kemasan, dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan testimoni untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap potensi ekonomi sukun yaitu sebesar 87,5% peserta memahami kalau tepung sukun tidak mengandung gluten. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi terkait “Lulusan memperoleh pekerjaan, wirausaha, atau studi lanjut” dalam aspek pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini juga sesuai dengan SDGs No.8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memperkuat konsep green campus melalui pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing di era ekonomi kreatif. Kata kunci: diversifikasi produk; kampus hijau; kewirausahaan; pengabdian masyarakat; sukun. Abstract This community service activity aims to foster students’ entrepreneurial spirit through the utilization of the local potential of breadfruit (Artocarpus altilis) as a raw material for innovative food products. Breadfruit is an abundant local commodity in Jambi Province; however, it has not yet been optimally utilized. Limited knowledge and skills in processing techniques as well as marketing strategies constitute the main obstacles to the development of its economic value. The activity was conducted at the Entrepreneurship Laboratory of the Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, University of Jambi, using a training and hands-on practice approach. The training materials included an introduction to breadfruit as a raw material, techniques for processing breadfruit into flour, the production of derivative products such as gluten-free brownies, packaging design, and digital marketing. Evaluation was carried out through questionnaires and testimonials to measure the improvement in participants’ knowledge and skills before and after the training.The results of the activity indicate an increase in students’ understanding of the economic potential of breadfruit, with 87.5% of participants recognizing that breadfruit flour is gluten-free. This program also contributes to the achievement of the Higher Education Key Performance Indicators (IKU), particularly the indicator related to “Graduates obtaining employment, entrepreneurship, or further study,” through aspects of entrepreneurial development and local economic empowerment. In addition, it aligns with Sustainable Development Goal (SDG) No. 8 on Decent Work and Economic Growth. Overall, this activity not only strengthens the green campus concept through the sustainable utilization of natural resources, but also serves as a strategic platform for nurturing innovative and competitive young entrepreneurs in the creative economy era. Keywords: breadfruit; community service; entrepreneurship; green campus; product diversification.
Pemberdayaan petugas rekam medis terkait desain interface SIMKLINIK bagian kodefikasi klinis menggunakan aplikasi Figma Aini, Nita Dwi Nur; Khalifatulloh, Bhre Diansyah Dinda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37755

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus untuk memberdayakan petugas rekam medis terkait desain interface SIMKLINIK bagian kodefikasi klinis menggunakan aplikasi figma. Adapun tujuan dari dilakukannya kegiatan pengabdian ini yaitu supaya petugas rekam medis memahami terkait desain yang digunakan dalam SIMKLINIK serta sebagai upaya petugas jika suatu saat SIMKLINIK melakukan pengembangan sistem, petugas dapat berkontribusi memberikan rekomendasi terkait SIMKLINIK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di salah satu klinik yang terletak di Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 3 hari dengan target peserta yaitu 3 orang petugas rekam medis menggunakan metode penyuluhan dan praktik. Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan yang berkaitan dengan konsep desain grafis, pengenalan serta penggunaan figma kemudian dilanjutkan praktik desain interface SIMKLINIK menggunakan aplikasi figma. Sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan, dilakukan tes pada peserta yang digunakan sebagai salah satu alat untuk evaluasi dalam kegiatan ini. Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai pretest yaitu 46.67 dan nilai postest yaitu 90.00. Sedangkan hasil evaluasi ketrampilan peserta termasuk dalam kategori baik. Kata kunci: desain; interface; SIMKLINIK. Abstract This community service activity focuses on empowering medical record officers related to the SIMKLINIK interface design for the clinical coding section using the figma application. The purpose of this community service activity is for medical record officers to understand the design used in SIMKLINIK and as an effort for officers if one day SIMKLINIK carries out system development, officers can contribute to provide recommendations related to SIMKLINIK. This community service activity was carried out at one of the clinics located in Malang Regency. This activity was carried out for 3 days with a target participant of 3 medical record officers using counseling and practice methods. This activity began with counseling related to the concept of graphic design, introduction and use of figma then continued with practice of SIMKLINIK interface design using the figma application. Before and after the implementation of the activity, tests were conducted on participants which were used as one of the tools for evaluation in this activity. The test results showed an increase in participant knowledge from a pretest score of 33.33 and a posttest score of 83.33. Meanwhile, the results of the participant skill evaluation were included in the good category. Keywords: design; interface; SIMKLINIK.
Gempilah: edukasi memilah sampah untuk semua umur di Dusun Capar Kulon Kabupaten Wonosobo Mareta, Affix; Ardiansyah, Titan; Khulia, Ismi Khalimatul; Prasetyaningsih, Nurzarifah; Budianto, Eri; Astuti, Maya Dhea; Thalia, Vanessa Bunga; Widiyanto, Luky; Sunni, Aufa; Nurjanah, Isti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.33932

Abstract

AbstrakKegiatan pemilahan sampah belum menjadi budaya di masyarakat Dusun Capar Kulon, Desa Jlamprang, Kabupaten Wonosobo. Hal ini menjadi penyabab beberapa masalah terkait sampah. Pertama, adanya tumpukan sampah menyebabkan bau menyengat, dan sumbatan saluran air. Kedua, sampah merusak pemandangan dan serta implikasi lain di bidang kesehatan. Ketiga, adanya kebiasaan membakar sampah atau membung di sungai. Untuk itu, kegiatan Gerakan Pilah Sampah (Gempilah) bertujuan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat dan siswa SD Negeri 1 Jlamprang agar mampu memahami perbedaan sampah organik atau anorganik, daur ulang sampah, dan mengenal sistem bank sampah. Langkah-langkah kegiatan dimulai dari tahap perencanaan, dilanjutkan pelaksanaan, dan terakhir dilakukan evaluasi. Pada saat pelaksanaan digunakan metode penyuluhan pada 40 orang peserta, sementara itu untuk evaluasi digunakan soal pre-test dan post-test. rata-rata skor pre-test responden yaitu 66,25%, sementara rata-rata post-test yaitu 86,25%, sehingga ada peningkatan sebesar 20%. Berdasarkan hasil analisis ini terjadi peningkatan pemahaman responden setelah dilakukan penyuluhan Gempilah. Dengan edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pemilahan sampah. Kata kunci: pilah sampah; edukasi lingkungan; bank sampah. Abstract Waste segregation practices have not yet well introduced within the community of Capar Kulon, Jlamprang Village, Wonosobo Regency. This lack of management has resulted in several environmental and social issues, including foul odors, clogged drainage systems, aesthetic degradation, and public health risks. Furthermore, improper disposal habits, such as open burning and dumping waste into rivers, remain prevalent. The "Gempilah" Movement (Waste Segregation Movement) was implemented as an educational intervention for the community and students of SD Negeri 1 Jlamprang. The program aimed to improve literacy regarding organic and inorganic waste classification, recycling processes, and the waste bank system. The activity followed a structured framework consisting of planning, implementation, and evaluation stages. The implementation phase involved an educational counseling method delivered to 40 participants. Program effectiveness was measured using pre-test and post-test instruments. The results indicated a significant increase in participant understanding, with average scores rising from 66.25% in the pre-test to 86.25% in the post-test, with a net improvement of 20%. These findings shows that the Gempilah initiative successfully enhanced community knowledge, providing a foundation for sustainable waste management practices in the region. Keywords: waste segregation; environmental education; waste bank
Sosialisasi pola hidup sehat untuk menjaga kebugaran masyarakat di Desa Manggung Jaya Achmad, Irfan Zinat; Purbangkara, Tedi; Mahardhika, Dhika Bayu; Kosasih, Alam Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37461

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Sosialisasi Pola Hidup Sehat untuk Menjaga Kebugaran Masyarakat di Desa Manggung Jaya" bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dalam menjaga kebugaran tubuh. Desa Manggung Jaya yang memiliki akses terbatas terhadap informasi kesehatan membutuhkan upaya untuk memfasilitasi edukasi terkait pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai metode, seperti seminar, pelatihan, dan pembagian materi edukasi. Target utama dari kegiatan ini adalah seluruh lapisan masyarakat desa, dengan harapan agar mereka dapat menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi dalam kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Sehat di Desa Manggung Jaya memberikan dampak yang signifikan, dari 50 peserta yang hadir berdasarkan hasil pretest-Postest menunjukan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan nutrisi dan penerapan dalam meningkatkan kebugaran secara mandiri dengan persentase sebesar 80%, dengan nilai rata-rata data pre-test yaitu sebesar 58,68 meningkat setelah diberikan perlakuan dilihat dari nilai rata-rata post-test sebesar 74,68. Keterlibatan praktisi olahraga menjadi suatu hal yang penting dalam mentransfer keterampilan praktis yang cocok bagi masyarakat, sehingga tidak hanya memahami teori tetapi mampu mengimplementasikan pola hidup sehat secara mandiri dan terukur. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan program ini tidak hanya terlaksana secara prosedural, serta memberikan dampak ekonomi dan perubahan perilaku yang nyata di Desa Manggung Jaya. Kata kunci: sosialisasi; hidup sehat; kebugaran masyarakat. Abstract The Community Service (PKM) activity entitled “Socialization of Healthy Lifestyle to Maintain Community Fitness in Manggung Jaya Village” aims to increase public understanding and awareness of the importance of a healthy lifestyle in maintaining physical fitness. Manggung Jaya Village, which has limited access to health information, requires efforts to facilitate education related to healthy eating patterns, regular exercise, and maintaining mental health. This activity is carried out through various methods, such as seminars, training, and distribution of educational materials. The main target of this activity is all levels of village society, with the hope that they can apply a healthy lifestyle in their daily lives. Evaluation of the Healthy Lifestyle Socialization activity in Manggung Jaya Village has a significant impact, from 50 participants who attended based on the pretest-posttest results showed an increase in understanding of nutritional management and application in improving fitness independently with a percentage of 80%, with an average value of pre-test data of 58.68 increasing after being given treatment seen from the average post-test value of 74.68. The involvement of sports practitioners is crucial in transferring practical skills relevant to the community, ensuring they not only understand the theory but also implement healthy lifestyles independently and measurably. This synergy is expected to ensure the program is not merely procedural but also delivers tangible economic impact and behavioral change in Manggung Jaya Village. Keywords: socialization; healthy living; community fitness.
Penerapan GMP keju mozzarella di KU Mustarika Jaya Makmur Irfin, Zakijah; Syamsiana, Ika Noer; Moentamaria, Dwina; Rulianah, Sri; Chrisnandari, Rosita Dwi; Susilo, Sugeng Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34117

Abstract

AbstrakKelompok Usaha Bersama (KUB) Mustarika Jaya Makmur sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolah susu di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang menghadapi kendala kualitas bahan baku, keterbatasan pengetahuan teknis dan rendahnya kemampuan pemasaran sehingga produk keju mozzarella yang dihasilkan belum memenuhi standar mutu dan daya saing pasar. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, nilai tambah serta jangkauan pemasaran produk melalui tiga kegiatan utama, yaitu pendampingan dalam penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada proses produksi keju mozzarella, diversifikasi produk keju untuk meningkatkan nilai ekonomis, serta pelatihan pemasaran digital guna memperluas akses pasar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahap persiapan, pelatihan teori, praktik produksi keju sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pendampingan diversifikasi produk, serta bimbingan pemasaran berbasis digital. Kegiatan pelatihan dan pendampingan melibatkan narasumber Miss Ines Puspita Setiawan, pendiri Sustainability School yang memberikan pemahaman mendalam tentang penerapan GMP dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam menerapkan GMP, tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis GMP, diversifikasi produk keju serta meningkatnya kemampuan mitra dalam mengelola pemasaran daring melalui media sosial dan platform e-commerce. Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian nyata berupa menunjukkan adanya peningkatan jumlah tenaga kerja, kenaikan pendapatan rata-rata bulanan sekitar 80%, serta peningkatan kapasitas produksi keju yaitu 5 kg per hari dengan kebutuhan susu mencapai 50 liter dan segmen pemasaran berkembang meliputi regional sampai nasional. Penerapan GMP, diversifikasi produk dan optimalisasi pemasaran digital terbukti efektif dalam meningkatkan mutu, nilai tambah dan daya saing produk keju mozzarella KUB Mustarika Jaya Makmur di pasar lokal maupun regional. Kata kunci: good manufacturing practices; keju mozzarella; pemasaran digital; UMKM dairy; produktivitas. AbstractThe Creative Innovation Program for Vocational Partners aims to improve the quality, added value, and market reach of mozzarella cheese production at the Joint Business Group (KUB) Mustarika Jaya Makmur in Malang Regency. KUB faces several challenges, including inconsistent milk quality, limited technical knowledge, and low marketing capacity, which hinder the production of mozzarella cheese that meets the Indonesian National Standard (SNI). To address these issues, the program focuses on three main activities: first, assistance in the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) in the mozzarella cheese production process; second, product diversification to increase economic value; and third, digital marketing training to expand market access and strengthen product competitiveness. The training and mentoring activities are supported by Miss Ines Puspita Setiawan, founder of the Sustainability School, who provides expertise in GMP application and digital marketing strategies. Through this program, KUB Mustarika Jaya Makmur is expected to produce high-quality mozzarella cheese with improved shelf life that complies with SNI, while also enhancing digital marketing capabilities to increase sales and strengthen the economic sustainability of local dairy farmers. Keywords: good manufacturing practices; mozzarella cheese; digital marketing; dairy SMEs; productivity.
Upaya pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini dengan USG ginekologi dan pap smear Zakiyah, Rima; Kusumawati, Shinta; Rosidah, Aris; Anisa, Rizki; Aulia, Nihara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37744

Abstract

Abstrak Kanker serviks masih menjadi penyebab utama morbiditas pada perempuan, terutama akibat rendahnya pengetahuan dan minimnya keterlibatan dalam deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku preventif melalui edukasi dan skrining. Sasaran kegiatan adalah  dosen dan karyawan perempuan di lingkungan Universitas Islam Malang usia 20-74 tahun. Metode pelaksanaan meliputi skrining resiko kanker serviks, pre dan post test penyuluhan mengenai pencegahan kanker serviks, serta pemeriksaan Pap smear dan USG. Dari 17 peserta didapatkan skrining resiko tinggi sebanyak 76,5%, resiko sedang 11,8%, dan resiko rendah 11,8%. Pre dan post test penyuluhan tidak menunjukkan perubahan. Sementara hasil Pemeriksaan USG mengidentifikasi hasil normal 88,2% dan abnormal 11,8%, sedangkan hasil pap smear menunjukkan hasil abnormal (76,2%) yang meliputi adanya inflamasi, atropic smera dan ASCUS. Hasil abnormal pada peserta disarankan dirujuk untuk evaluasi lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur dan skrining terintegrasi efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi perempuan produktif  terhadap pencegahan kanker serviks. Kata kunci: deteksi dini; edukasi kesehatan; kanker serviks; pap smear; pengabdian masyarakat. Abstract Cervical cancer remains a leading cause of morbidity in women, primarily due to low knowledge and minimal involvement in early detection. This community service activity aims to increase understanding and encourage preventive behavior through education and screening. The target group is female lecturers and staff at the Islamic University of Malang aged 20-74 years. The implementation method included cervical cancer risk screening, pre- and post-test counseling on cervical cancer prevention, as well as Pap smear and ultrasound examinations. Of the 17 participants, 76.5% were high-risk, 11.8% were moderate-risk, and 11.8% were low-risk. The pre- and post-test counseling showed no change. Meanwhile, the ultrasound examination results identified normal results in 88.2% and abnormal results in 11.8%. Meanwhile, Pap smear results showed abnormal results (76.2%), including inflammation, atrophic smears, and ASCUS. Participants with abnormal results were referred for further evaluation. Overall, this activity demonstrates the effectiveness of structured education and integrated screening in increasing awareness and participation of productive women in cervical cancer prevention. Keywords: early detection; health education; cervical cancer; pap smear; community service.
Edukasi pemilihan produk perawatan kulit yang aman sebagai upaya pencegahan penggunaan kosmetik berbahaya pada ibu PKK Desa Bengkaung Sasvania, Anisa; Anindiya, Naya Wahyu; Aryana, Baiq Putri; Hidayaturrohman, Achmad; Pramudya, Muhammad Zaidan; Rizkika, Adila; Hidayati, Agriana Rosmalina; Hanifa, Nisa Isneni; Hidajat, Dedianto; Hajrin, Wahida; Andanalusia, Mahacita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37547

Abstract

Abstrak Maraknya peredaran produk perawatan kulit tanpa izin edar serta rendahnya literasi masyarakat dalam memilih skincare yang aman masih menjadi permasalahan kesehatan kulit yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang tepat dan aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap produk kosmetik berbahaya. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 26 orang ibu PKK sebagai mitra sasaran melalui metode penyuluhan berupa ceramah, diskusi tanya jawab, dan pembagian pamflet edukatif. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara deskriptif, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta yang memperoleh nilai ≥80 serta tidak ditemukannya peserta dengan nilai di bawah 40 pada posttest. Meskipun demikian, hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik (p=0,591). Secara kualitatif, kegiatan ini menghasilkan luaran nyata berupa meningkatnya kesadaran, antusiasme, dan partisipasi aktif ibu-ibu PKK dalam memahami pentingnya pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi juga memperkuat peran ibu-ibu PKK sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga menjadi langkah reflektif awal dalam membangun budaya sadar kosmetik aman secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu pkk; perawatan kulit. AbstractThe widespread circulation of skincare products without marketing authorization and low public literacy in choosing safe skincare products remain skin health issues that require attention. This community service activity aims to increase the knowledge of the Family Welfare Empowerment (PKK) mothers in Bengkaung Village, Batulayar District, West Lombok Regency regarding the selection of appropriate and safe skincare products and to raise awareness of dangerous cosmetic products. The activity was carried out by involving 26 PKK mothers as target partners through counseling methods in the form of lectures, question and answer discussions, and distribution of educational pamphlets. Evaluation of the effectiveness of the activity was carried out using a pretest–posttest design to observe changes in the level of knowledge of participants before and after the educational intervention. The evaluation results showed an increase in participant knowledge descriptively, marked by an increase in the number of participants who obtained a score of ≥80 and no participants were found with a score below 40 in the posttest. However, the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed that the increase was not statistically significant (p=0.591). Qualitatively, this activity resulted in tangible outcomes in the form of increased awareness, enthusiasm, and active participation of PKK mothers in understanding the importance of choosing safe skincare products. This activity not only contributed to increased individual knowledge but also strengthened the role of PKK mothers as educational agents within the family and community, thus becoming a reflective first step in building a sustainable culture of awareness of safe cosmetics. Keywords: health education; skincare; women members of the family welfare movement.