cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Program pelatihan bagi pendidik dalam penerapan metode pembelajaran mendalam di CLC Kinabalu, Malaysia Nusantara, Widya; Yulianingsih, Wiwin; Widyaswari, Monica
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37497

Abstract

Abstrak Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak berperan penting dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, proses pembelajaran di CLC masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sarana prasarana serta kemampuan pedagogik pendidik yang belum sepenuhnya mengarah pada pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas pendidik melalui penerapan metode pembelajaran deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik CLC dalam merancang dan menerapkan pembelajaran deep learning yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Mitra sasaran kegiatan adalah pendidik CLC Kinabalu, Malaysia, yang terdiri atas guru bina dan guru pamong dengan jumlah peserta sebanyak ±20 orang, dilaksanakan pada tanggal pada 28 Juli 2025. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan program pelatihan, pelaksanaan pelatihan secara daring, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pendidik terhadap konsep pembelajaran deep learning yang ditunjukkan melalui keaktifan diskusi dan kemampuan merancang pembelajaran kontekstual. Secara kualitatif, peserta menunjukkan perubahan perspektif terhadap pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif. Secara kuantitatif, sekitar 85% peserta menyatakan pelatihan sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di CLC. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kualitas pembelajaran pendidikan nonformal di lingkungan CLC. Kata kunci: Community Learning Center; deep learning; pelatihan pendidik; pengabdian masyarakat. Abstract Community Learning Centers (CLCs) in Sabah and Sarawak play a strategic role in providing educational services for children of Indonesian migrant workers. However, learning practices in CLCs still face various challenges, including limited facilities and educators’ pedagogical competencies that have not fully supported meaningful and student-centered learning. This condition highlights the need for a community service program focusing on strengthening educators’ capacity through the implementation of deep learning approaches. This community service activity aimed to improve CLC educators’ understanding and skills in designing and implementing contextual deep learning practices aligned with learners’ characteristics. The target partner was the Community Learning Center (CLC) Kinabalu, Malaysia, involving approximately 20 educators consisting of assigned teachers and local tutors. The program was conducted through needs assessment, training design, online training implementation, and evaluation and reflection stages. The results indicate an improvement in educators’ understanding of deep learning concepts, reflected in active participation during discussions and their ability to design contextual learning activities. Qualitatively, participants demonstrated a shift toward more meaningful and participatory learning perspectives. Quantitatively, about 85% of participants reported that the training was highly beneficial and relevant to their teaching needs. This program contributes to strengthening the quality of non-formal education services in CLC settings. Keywords: : community learning center; community service; deep learning; teacher training.
PENGUATAN AKHLAK ORGANISASI DALAM MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN DAN KEPATUHAN ANGGOTA HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) TARBIYAH UIN MATARAM Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.38251

Abstract

ABSTRAKRendahnya kedisiplinan dan lemahnya kepatuhan terhadap aturan organisasi masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tarbiyah Universitas Islam Negeri Mataram. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai akhlak Islam dalam perilaku berorganisasi, khususnya terkait sikap amanah, tanggung jawab, dan integritas institusional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota HMI mengenai pentingnya akhlak organisasi sebagai landasan dalam membangun budaya taat dan berintegritas. Mitra sasaran kegiatan adalah anggota HMI Tarbiyah dengan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan wawancara dan penyuluhan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan selama satu minggu yang dilengkapi dengan wawancara terstruktur dan penyuluhan terkait akhlak Islam dan aturan organisasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran anggota organisasi terhadap pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan dalam menjalankan aturan organisasi. Secara kualitatif, anggota menjadi lebih reflektif terhadap perilaku berorganisasi, sedangkan secara kuantitatif kegiatan menghasilkan dokumentasi kegiatan dan daftar hadir sebagai luaran pengabdian. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai akhlak Islam dan integritas institusional.Kata kunci: Akhlak Organisasi; Kedisiplinan; Kepatuhan; Integritas; Mahasiswa ABSTRACTLow discipline and weak compliance with organizational rules remain challenges among members of the Islamic Student Association (HMI) Tarbiyah at the State Islamic University of Mataram. This condition indicates that the internalization of Islamic moral values in organizational behavior has not been optimal, particularly regarding trustworthiness, responsibility, and institutional integrity. This community service activity aims to enhance members’ understanding and awareness of the importance of organizational morality as a foundation for building a culture of obedience and integrity. The target participants were members of HMI Tarbiyah involved in interviews and counseling activities. The implementation method employed a one-week mentoring approach combined with structured interviews and counseling on Islamic morality and organizational regulations. The activity was conducted through preparation, implementation, and evaluation stages using a descriptive qualitative approach. The results show increased awareness among organization members regarding the importance of discipline and compliance in organizational activities. Qualitatively, members became more reflective of their organizational behavior, while quantitatively, the activity produced documentation and attendance records as official outputs. This program is expected to serve as an initial step toward fostering an organizational culture based on Islamic moral values and institutional integrity. Keywords: Organizational Morality; Discipline; Compliance; Integrity; Students
Pendampingan peternak melalui demonstrasi plot budidaya rumput gajah dalam mewujudkan kemandirian pakan Bonewati, Yulia Irwina; Farid, Muhammad; Maryam, Maryam; Nurfaida, Nurfaida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38061

Abstract

AbstrakKetersediaan hijauan pakan yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi kendala utama bagi peternak di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone, akibat ketergantungan pada rumput liar dan terbatasnya pemahaman teknis budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui demonstrasi plot (Demplot) budidaya rumput gajah. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi tahap sosialisasi, evaluasi awal (pre-test), penyuluhan teoretis, praktik demplot, dan evaluasi akhir (post-test). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pada masing-masing indikator evaluasi, diantaranya peningkatan pemahaman terbesar sebanyak 151,4% dalam hal teknik penanaman dengan derajat kemiringan 45. Keberadaan demplot berfungsi sebagai sarana edukasi visual yang efektif dalam mengubah pola pikir peternak tradisional menjadi lebih sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui metode demplot berhasil menginisiasi kemandirian pakan di tingkat desa, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan terkait manajemen pasca-panen. Kata kunci: pendampingan peternak; demonstrasi plot; budidaya rumput gajah; desa mallari. AbstractThe availability of quality and sustainable forage remains a major constraint for farmers in Mallari Village, Awangpone District, Bone Regency, due to heavy reliance on wild grass and limited technical understanding of cultivation. This community service activity aims to enhance farmer capacity through demonstration plots (Demplot) of elephant grass cultivation. The method employed was Participatory Rural Appraisal (PRA), which included stages of socialization, initial evaluation (pre-test), theoretical extension, practical demplot implementation, and final evaluation (post-test). The results of the program showed an improvement across all evaluation indicators, with the most significant increase in understanding reaching 151.4% pertaining to planting techniques using a 45° inclination. The presence of the demplot serves as an effective visual education tool in transforming the mindset of traditional farmers to be more systematic. This community service through the demplot method has successfully initiated feed self-sufficiency at the village level, although further mentorship regarding post-harvest management is required. Keywords: farmer mentorship; demonstration plot; elephant grass cultivation; mallari village.
Lokakarya penulisan Copywriting bagi calon Entrepreneur muda SMKN 2 Denpasar Astawa, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37701

Abstract

Abstrak Studi ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas calon entrepreneur muda melalui lokakarya penulisan copywriting. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMKN 2 Denpasar memiliki minat berwirausaha namun masih mengalami kendala dalam aspek komunikasi pemasaran, khususnya dalam merumuskan proposisi nilai produk atau layanan mereka secara persuasif. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa Program Studi Bisnis Digital SMKN 2 Denpasar dalam teknik penulisan copywriting persuasif, serta kemampuan mereka mengimplementasikan strategi AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action) untuk memasarkan produk atau layanan bisnis secara efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini melibatkan 34 siswa dan menerapkan metode explicit instruction sebagai strategi utama pelatihan, yang meliputi fase demonstrasi (modeling), latihan terbimbing (guided practice), dan latihan mandiri (independent practice). Guna mengukur efektivitas program, dilakukan analisis kuantitatif terhadap hasil pre-test dan post-test yang mencakup pemahaman teknik penulisan serta implementasi strategi AIDA. Temuan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi siswa yang signifikan; dari nilai rata-rata awal sebesar 68,82 poin pada pre-test, meningkat menjadi 92,35 poin pada post-test. Capaian ini menegaskan bahwa intervensi yang diberikan berhasil meningkatkan keterampilan siswa dengan peningkatan sebesar 34,19%. Kata kunci: pelatihan; copywriting; entrepreneur. Abstract This study presents the results of a community service initiative focused on strengthening the capacity of aspiring young entrepreneurs through a copywriting workshop. This activity was motivated by initial observations indicating that while most students at SMKN 2 Denpasar have an interest in entrepreneurship, they still face challenges in marketing communication aspects, particularly in formulating persuasive value propositions for their products or services. The objective of this community service is to enhance the competence of students from the Digital Business Program at SMKN 2 Denpasar in persuasive copywriting techniques, as well as their ability to implement the AIDA (Attention, Interest, Desire, and Action) strategy to effectively market business products or services. To achieve this goal, the activity involved 34 students and applied the explicit instruction method as the primary training strategy, which included demonstration (modeling), guided practice, and independent practice phases. To measure the program's effectiveness, a quantitative analysis was conducted on pre-test and post-test scores, assessing students' understanding of writing techniques and the implementation of the AIDA strategy. The findings reveal a significant improvement in student competence, with the average score rising from an initial 68.82 points in the pre-test to 92.35 points in the post-test. This achievement underscores that the intervention successfully enhanced student skills, resulting in a total performance increase of 34.19%. Keywords: pelatihan; copywriting; entrepreneur.
Edukasi dan peningkatan literasi gizi terhadap siswa SMP Muhammadiyah Garut Latiefah, Asri Dewi; Asmufadiya, Asmufadiya; Syauqoti, Nanda Syahidah; Irfani, Fadya Rahma; Nukalima, Wulan Fazrina; Putri, Nurani Sajatining; Az Zahra, Siti Kamila Aulia; Fauziah, Sipa; Lubis, Novriyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36597

Abstract

AbstrakRendahnya tingkat pemahaman siswa sekolah menengah pertama mengenai gizi seimbang menjadi salah satu tantangan dalam membentuk kebiasaan makan sehat dan gaya hidup yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi serta kesadaran siswa SMP Muhammadiyah Garut terhadap pentingnya pemenuhan asupan bergizi melalui kegiatan edukasi gizi berbasis penyuluhan dan literasi aktif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah survei dengan desain pra dan pascapenyuluhan menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan yang mencakup 3 aspek utama, yaitu pengetahuan zat gizi makro dan mikro, pola makan sehat, serta faktor risiko masalah gizi. Kegiatan edukasi dilakukan secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi tanya jawab, serta pembagian media informasi berupa flayer gizi seimbang. Sebanyak 14 siswa, terdiri atas 8 laki-laki dan 6 perempuan, berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil evaluasi menunjukkan  peningkatan pengetahuan siswa sebesar 68,58% mengenai literasi gizi dimana sebelum penyuluhan sebesar 62,84%, Sebagian besar peserta juga memahami bahwa karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan edukasi gizi terbukti efektif dalam memperkuat literasi gizi dan mendorong siswa untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan demikian, edukasi gizi yang telah dilakukan terbukti efektif dalam memperkuat literasi gizi siswa SMP Muhammadiyah Garut. Hasil ini menunjukkan bahwa program edukasi gizi dapat memperkuat pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya gizi seimbang, sehingga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kata kunci: literasi gizi; edukasi gizi; siswa SMP; pola makan sehat; pengetahuan gizi. Abstract The low level of understanding of junior high school students regarding balanced nutrition is one of the challenges in forming healthy eating habits and a sustainable lifestyle. This community service activity aims to improve nutritional literacy and awareness of Muhammadiyah Garut Junior High School students regarding the importance of fulfilling nutritious intake through nutrition education activities based on counseling and active literacy. The method used in this community service activity is a survey with a pre- and post-counseling design using a questionnaire containing 15 questions covering 3 main aspects, namely knowledge of macro and micro nutrients, healthy eating patterns, and risk factors for nutritional problems. Educational activities are carried out interactively through counseling, question and answer discussions, and distribution of information media in the form of balanced nutrition flyers. A total of 14 students, consisting of 8 boys and 6 girls, participated in this study. The evaluation results showed an increase in student knowledge of 68.58% regarding nutritional literacy compared to 62.84% before the counseling. Most participants also understand that carbohydrates are the main source of energy for the body. Based on these results, nutrition education activities have proven effective in strengthening nutritional literacy and encouraging students to adopt healthy lifestyle behaviors. Thus, the nutrition education program has proven effective in strengthening the nutritional literacy of students at Muhammadiyah Garut Middle School. These results indicate that the nutrition education program can strengthen students' knowledge and awareness of the importance of balanced nutrition, thereby encouraging behavioral changes toward a healthier and more sustainable lifestyle. Keywords: nutrition literacy; nutrition education; junior high school students; healthy diet; nutrition knowledge.
Peningkatan higiene dan keamanan pangan pada usaha Alanaya Bakery sebagai upaya pencegahan penyakit bawaan makanan Sari, Diah Komala; Cahyani, Septa; Permatasari, Indah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37814

Abstract

Abstrak Penyakit bawaan makanan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan penerapan higiene dan keamanan pangan, khususnya pada usaha pangan skala mikro. Usaha bakery sebagai penyedia pangan siap konsumsi memiliki risiko kontaminasi apabila proses produksinya tidak didukung oleh praktik kebersihan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan higiene dan keamanan pangan pada usaha Alanaya Bakery sebagai upaya pencegahan penyakit bawaan makanan dan perlindungan kesehatan konsumen. Mitra kegiatan adalah Alanaya Bakery yang berlokasi di Kota Palembang dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang yang terdiri atas pemilik dan pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi roti. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, disertai diskusi interaktif yang disesuaikan dengan kondisi nyata dapur produksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung, wawancara singkat, dan dokumentasi visual sebelum dan setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku mitra dalam menerapkan kebersihan personal, pembersihan peralatan secara lebih teratur, serta penataan lingkungan produksi yang lebih rapi dan bersih. Kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan risiko kontaminasi pangan serta mendukung keberlanjutan usaha bakery sebagai UMKM pangan yang aman dan sehat. Kata kunci: higiene pangan; keamanan pangan; UMKM pangan; bakery; pengabdian masyarakat. Abstract Foodborne diseases remain a public health concern closely related to the implementation of food hygiene and safety practices, particularly in micro-scale food businesses. Bakeries, as producers of ready-to-eat foods, are vulnerable to food contamination when production processes are not supported by adequate hygiene practices. This community service activity aimed to improve the implementation of food hygiene and safety at Alanaya Bakery as an effort to prevent foodborne diseases and protect consumer health. The activity was conducted at Alanaya Bakery in Palembang City and involved 10 participants consisting of the owner and workers directly engaged in bread production. The activity was implemented through an educational and participatory counseling approach accompanied by interactive discussions adapted to the actual conditions of the production area. Evaluation was carried out through direct observation, short interviews, and visual documentation conducted before and after the activity. The results indicated increased awareness and positive behavioral changes among participants, including improved personal hygiene practices, more regular cleaning of production equipment, and better organization of the production environment. This activity is expected to reduce the risk of food contamination and support the sustainability of bakery micro-enterprises as safe and healthy food businesses. Keywords: food hygiene; food safety; food micro enterprises; bakery; community service
Pendampingan penyusunan proposal hibah penelitian dalam penguatan kapasitas dosen Fakultas Teknik Ian, Muhammad Rezki; Jamal, Jamal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38051

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian dana hibah yang berkualitas. Sejak berdirinya Fakultas Teknik dan Rekayasa (FTR) diketahui bahwa dosen penerima dana hibah penelitian sangat minim. Dosen Fakultas Teknik yang pertama menerima dana hibah diketahui dimulai tahun 2024 yaitu sebanyak 2 orang sebagai ketua tim peneliti. Setelah dilakukan observasi, ditemukan berbagai kendala dalam menyusun proposal penelitian hibah seperti ketidaktepatan perumusan masalah, ketidaksesuaian metodologi, ketidakjelasan luaran, serta kesalahan umum seperti administrasi yang dapat mempengaruhi kelayakan proposal. Dalam mengatasi masalah tersebut, dilakukan kegiatan yang berbentuk sosialisasi dan Sharing Session dengan pendekatan edukatif dan partisipatif sehingga terjadi diskusi dan interaksi dua arah dengan peserta. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 peserta yaitu dosen yang tersebar di Fakultas Teknik dan Rekayasa. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan peserta mengalami peningkatan pemahaman di keempat aspek tersebut. Perbaikan secara signifikan terjadi pada aspek administrasi, substansi dan luaran khususnya pada format penulisan, referensi, RAB, latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan keterukuran luaran serta pemilihan rumah jurnal. Sementara itu, parbaikan pada aspek metodologi memiliki kecenderungan bersifat penyempurnaan sehingga perubahan yang terjadi relatif lebih sedikit meskipun tingkat pemahaman sangat tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini efektif dalam mendorong peserta untuk merefleksikan dan memperbaiki kualitas proposal penelitian yang disusun. Pendekatan sosialisasi dan Sharing Session terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap aspek-aspek penting dalam penyusunan proposal penelitian, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kualitas pengajuan penelitian pada periode selanjutnya. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; proposal penelitian; pendampingan dosen; peningkatan kapasitas; evaluasi proposal. Abstract This community service activity aims to enhance lecturers’ understanding and capacity in preparing high-quality research grant proposals. Since the establishment of the Faculty of Engineering, the number of lecturers who have successfully obtained research grants has been very limited. Records indicate that the first lecturers from FTR to receive research funding only emerged in 2024, involving two lecturers serving as research team leaders. Preliminary observations revealed several common obstacles in proposal preparation, including inaccurate problem formulation, inappropriate methodological design, unclear and unmeasurable research outputs, as well as administrative deficiencies that may affect proposal feasibility. To address these challenges, this community service program was implemented through socialization activities and Sharing Sessions using an educational and participatory approach. This approach facilitated two-way discussions and active interactions between the facilitators and participants. The activity was attended by 15 lecturers from various departments within the Faculty of Engineering. Evaluation results indicate an overall improvement in participants’ understanding across four key aspects: administration, substance, methodology, and outputs. Significant improvements were observed in administrative, substantive, and output aspects, particularly in writing format, referencing, budget planning (RAB), background formulation, problem identification, research objectives, output measurability, and journal selection. Meanwhile, methodological improvements tended to involve refinement rather than major changes, reflecting a high level of initial understanding. Overall, this community service activity was effective in encouraging participants to reflect on and improve the quality of their research proposals and is expected to support higher-quality research submissions in future funding periods. Keywords: community service; research proposals; lecturer mentoring; capacity building; proposal evaluation.
Edukasi pencegahan hoaks dan verifikasi informasi online untuk pelajar SMP/SMA di era digital Cahyana, Yana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.35797

Abstract

Abstrak Perkembangan era digital meningkatkan paparan informasi daring pada pelajar, namun tidak seluruh informasi yang beredar bersifat valid sehingga meningkatkan risiko paparan hoaks. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya kemampuan verifikasi informasi secara kritis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar SMP/SMA mengenai pencegahan hoaks dan teknik verifikasi informasi daring. Program dilaksanakan pada 15 peserta melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis ceramah interaktif dan simulasi studi kasus. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta mengalami peningkatan skor pemahaman setelah pelatihan. Jumlah peserta yang mampu mengidentifikasi ciri-ciri hoaks dengan benar meningkat dari 6 orang sebelum pelatihan menjadi 15 orang setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis simulasi kasus efektif dalam meningkatkan kemampuan verifikasi informasi. Selain peningkatan aspek kognitif, observasi selama diskusi menunjukkan perubahan sikap peserta menjadi lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi digital. Kata kunci: era digital; pencegahan hoaks; verifikasi informasi online. Abstract The rapid development of the digital era has increased students’ exposure to online information; however, not all circulating information is reliable, making students vulnerable to hoaxes and misinformation. This condition highlights the importance of strengthening digital literacy, particularly students’ ability to critically verify information. This community engagement program aimed to improve junior and senior high school students’ understanding of hoax prevention and online information verification techniques. The program involved 15 participants and was conducted using a participatory educational approach through interactive lectures and case-based simulation activities. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test design to measure changes in participants’ understanding. The results showed that more than 70% of participants experienced an improvement in their comprehension scores after the training. The number of students who were able to correctly identify characteristics of hoaxes increased from 6 participants before the intervention to 15 participants after the program. These findings indicated that simulation-based educational approaches were effective in enhancing students’ information verification skills. In addition to cognitive improvement, observations during discussions suggested changes in participants’ attitudes, as they became more cautious in receiving and sharing digital information. Keywords: preventing hoaxes; the digital age; verifying information online.
Pendampingan budidaya jamur tiram putih dengan baglog berbasis limbah kopi di Desa Curahpoh Bondowoso Setiyono, Setiyono; Meliala, Susan Barbara Patricia Sembiring; Nisak, Fauziatun; Arum, Ayu Puspita; Savitri, Dyah Ayu; Rosania, Shela; Anggraini, Febri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37833

Abstract

Abstrak Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu sentra potensial pengembangan komoditas kopi Robusta dan Arabika. Pada umumnya, kopi petik merah di wilayah ini diolah menggunakan metode natural sehingga menghasilkan green bean dan limbah berupa kulit kopi. Selama ini, limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung ditelantarkan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Padahal, limbah kulit kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran media tanam baglog jamur tiram putih yang dapat mendukung diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah di tingkat petani. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani LMDH Argo Santoso Desa Curahpoh dalam pengelolaan limbah kulit kopi sebagai campuran media tanam baglog untuk budidaya jamur tiram putih. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani LMDH Argo Santoso yang beranggotakan 21 orang petani kopi aktif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan, yang meliputi penyampaian materi teori serta praktik langsung pembuatan baglog jamur tiram putih berbasis limbah kulit kopi. Peserta terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan baglog, hingga proses inkubasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan program. Selain itu, baglog berbasis limbah kulit kopi yang dihasilkan mampu memproduksi jamur tiram putih dengan kualitas yang baik. Kegiatan ini memberikan alternatif pemanfaatan limbah kopi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih bagi masyarakat Desa Curahpoh. Kata kunci: baglog; jamur tiram; kulit kopi; lokal; pendampingan. Abstract Curahpoh Village, Curahdami District, Bondowoso Regency, is a potential center for the development of Robusta and Arabica coffee commodities. Generally, red-picked coffee in this area is processed using natural methods, resulting in green beans and coffee husks. To date, coffee husk waste has not been optimally utilized and tends to be neglected, potentially causing environmental problems. In fact, coffee husk waste has the potential to be used as a mixed material for planting bags for white oyster mushrooms, which can support product diversification and increase added value at the farmer level. This community service program aims to provide assistance to the LMDH Argo Santoso Farmers Group in Curahpoh Village in managing coffee husk waste as a mixed planting medium for baglog cultivation for white oyster mushrooms. The activity partner is the LMDH Argo Santoso Farmers Group, which has 21 coffee farmers. The activity implementation method is a training and mentoring approach, which includes the delivery of theoretical material and direct practice in making white oyster mushroom baglogs from coffee husk waste. Participants are actively involved in all stages of the activity, from mixing the ingredients, printing the baglogs, to the incubation process. The results of the activity showed a high level of participation and enthusiasm from participants throughout the program. Furthermore, the coffee husk-based baglog produced produced high-quality white oyster mushrooms. This activity provides an alternative use for coffee waste and opens up opportunities for the development of white oyster mushroom cultivation for the Curahpoh Village community. Keywords: baglog; coffee husk; community service mentoringl; local; oyster mushroom.
Lulur dari limbah kopi : solusi tepat guna pemanfaatan sisa ampas kopi sebagai antioksidan Ulfa, Rodhia; Fadhilah, Mauizah; Khairi, Ikhwanul; Zulfa, Maulida; Berliana, Melinda; Surya, Natasya; Nurul, Nida; Rahma, Novia; Fadhilah, Nur; Hafizah, Nur; Izzati, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37672

Abstract

AbstrakPeningkatan konsumsi kopi di masyarakat, terutama di Kota Pekanbaru, menyebabkan meningkatnya jumlah limbah ampas kopi yang berpotensi mencemari lingkungan karena menghasilkan gas metana. Namun, ampas kopi mengandung senyawa bioaktif seperti kafein dan asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan perawatan kulit alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Kelurahan Tobekgodang melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi produk lulur antioksidan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi kesehatan kulit, demonstrasi pembuatan lulur dari ampas kopi, praktik langsung, serta evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat, dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8% menjadi 88% (p < 0,05). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, sekaligus membuka peluang usaha kecil berbasis bahan alami yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan berlanjut sebagai model pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi kreatif dan berkelanjutan. Kata kunci: ampas kopi; antioksidan; lulur; teknologi tepat guna; pemberdayaan masyarakat. AbstractThe increasing coffee consumption in society, particularly in Pekanbaru City, has led to a rise in coffee waste, which can harm the environment due to methane gas emissions. However, spent coffee grounds contain bioactive compounds such as caffeine and chlorogenic acid that exhibit antioxidant and anti-inflammatory properties, making them potential natural ingredients for skin care. This community service program aimed to empower members of the PKK women’s group in Tobekgodang Village through the application of appropriate technology in processing coffee waste into antioxidant body scrub products. The activities included socialization, health education, demonstration, hands-on training, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the “good” knowledge category increasing from 8% to 88% (p < 0.05). The program effectively enhanced community awareness and skills in utilizing waste materials into value-added products, while also creating opportunities for small-scale, environmentally friendly businesses. It is expected that this initiative will serve as a sustainable community empowerment model supporting creative and green economic development. Keywords: coffee grounds; antioxidant; body scrub, appropriate technology, community empowerment.