cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Hilirisasi e-pocket book melalui pendampingan berbasis family-centered empowerment model untuk optimalisasi self efficacy dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil Fauzianty, Ariska; Situmorang, Friza Novita Sari; Sari, Sonia Novita; Napitupulu, Nova Isabella Mariance Br; Darmawan, Hari Putra; Hasibuan, Vivi Restiyani; Febriyan, Yuliska
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38124

Abstract

Abstrak Ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan faktor utama penyebab anemia pada ibu hamil yang dapat meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan self-efficacy dan kepatuhan konsumsi TTD melalui hilirisasi e-Pocket Book SIAP-TTD dengan pendekatan Family-Centered Empowerment Model (FCEM). Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru dengan melibatkan 25 ibu hamil dan keluarganya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi fitur interaktif aplikasi, serta pendampingan intensif berbasis pemberdayaan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dasar peserta dari 20% menjadi 85%, serta kemampuan penggunaan aplikasi dan kepatuhan konsumsi dari 15% menjadi 80%. Intervensi ini berhasil meningkatkan keyakinan ibu untuk menuntaskan program 90 tablet serta menumbuhkan peran aktif keluarga sebagai pendukung emosional dan informasional. Adaptasi berupa penyediaan versi hard copy dilakukan untuk mengatasi kendala akses data seluler. Sinergi antara teknologi digital dan pemberdayaan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu di tingkat komunitas. Kata kunci: ibu hamil; e-pocket book; family-centered empowerment model; kepatuhan tablet tambah darah; self-efficacy AbstractNon-compliance with the consumption of Blood Supplement Tablets (TTD) is the main factor causing anemia in pregnant women which can increase the risk of postpartum bleeding. This community service aims to optimize self-efficacy and compliance with TTD consumption through the downstream  of  the SIAP-TTD e-Pocket Book with the Family-Centered Empowerment Model (FCEM) approach. The activity was carried out for four weeks in the working area of the Sentosa Baru Health Center involving 25 pregnant women and their families. The methods used include socialization, demonstration of the application's interactive features, and intensive assistance based on family empowerment. The results of the evaluation showed a significant improvement in participants' basic understanding from 20% to 85%, as well as application usability and consumption compliance from 15% to 80%. This intervention succeeded in increasing the mother's confidence to complete the 90-tablet program and fostering the active role of the family as emotional and informational support. Adaptation in the form of providing a hard copy version  was carried out to overcome mobile data access constraints. The synergy between digital technology and family empowerment has proven to be effective in improving maternal health at the community level. Keywords: blood supplement tablet compliance; e-pocket book; family-centered empowerment model; pregnant women; self-efficacy
PKM perancangan wujud alat pengering rumput laut di Kabupaten Rote Ndao Bale, Jefri S.; Koehuan, Verdy A.; Tarigan, Ben Vasco; Selan, Rima Nindia; Modok, Renold; Rohi, Jemssy Ronald; Bistolen, Boy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37634

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berfokus pada perancangan dan penerapan alat pengering rumput laut tipe tray dryer di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Rote merupakan salah satu sentra produksi rumput laut unggulan di Indonesia, khususnya jenis Eucheuma cottonii, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing di pasar internasional. Namun, hingga saat ini masyarakat pembudidaya rumput laut masih menghadapi kendala utama pada tahap pascapanen, terutama proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tradisional tersebut menyebabkan pengeringan tidak optimal, bergantung pada cuaca, kurang higienis, serta berpotensi menurunkan kualitas dan mutu rumput laut sehingga berdampak pada pendapatan petani. PKM ini bertujuan untuk menghadirkan teknologi tepat guna berupa sistem pengering rumput laut otomatis tipe tray dryer yang sederhana, murah, mudah dioperasikan, dan tidak memerlukan operator khusus. Alat ini dirancang menggunakan sistem pemanas berbasis konveksi dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang terkontrol melalui sensor dan mikrokontroler, sehingga mampu menghasilkan rumput laut kering yang lebih merata, higienis, dan berkualitas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana mitra dari Dinas Perikanan dan kelompok masyarakat terlibat secara aktif mulai dari perencanaan, pelatihan, perakitan, hingga pengoperasian dan perawatan alat.Luaran dari kegiatan ini meliputi peningkatan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi rumput laut, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penerapan teknologi pengeringan modern, serta berkurangnya ketergantungan pada metode pengeringan konvensional. Dengan diterapkannya teknologi tray dryer, PKM ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Rote Ndao serta memperkuat pemanfaatan potensi kelautan secara berkelanjutan. Kata kunci: rumput laut; kab. rote; pengering tray dryer; pelatihan; pendampingan. Abstract This Community Partnership Program (PKM) focuses on the design and implementation of a tray dryer type seaweed drying tool in Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara. Rote Regency is one of Indonesia's leading seaweed production centers, particularly the Eucheuma cottonii variety, which has high economic value and competitiveness in the international market. However, until now, seaweed farmers still face major challenges in the post-harvest stage, especially the drying process, which still relies on sunlight. This traditional method causes suboptimal drying, is weather-dependent, unsanitary, and can potentially reduce the quality and grade of the seaweed, thus impacting farmers' income. This Community Service Program (PKM) aims to present appropriate technology in the form of a simple, inexpensive, easy-to-operate automatic seaweed drying system of the tray dryer type that does not require a specialized operator. The tool is designed using a convection-based heating system with temperature and humidity controlled through sensors and a microcontroller, enabling it to produce more evenly dried, hygienic, and high-quality seaweed. The approach used is participatory, where partners from the Fisheries Service and community groups are actively involved from planning, training, assembly, to operation and maintenance of the tool. The outcomes of this activity include increased quantity, quality, and continuity of seaweed production, improved knowledge and skills of the community in applying modern drying technology, and reduced dependence on conventional drying methods. With the implementation of tray dryer technology, this PKM is expected to help improve the welfare of coastal communities in Rote Ndao Regency and strengthen the sustainable utilization of marine potential. Keywords: seaweed; rote regency; tray dryer; training; assistance.
Edukasi untuk meningkatkan kesehatan jiwa dan kepercayaan diri apoteker Arifatma, Nadia; Al Qusnah, Feti; Fevinia, Merly; Putra, Nur Muhammad Herunda; Dania, Haafizah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37766

Abstract

Abstrak Peningkatan konsumsi kosmetik di kalangan mahasiswa kesehatan menuntut pemahaman yang memadai mengenai keamanan produk, regulasi BPOM, serta bahan aktif kosmetik, sementara tekanan akademik yang tinggi pada mahasiswa profesi apoteker juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental mereka, sehingga diperlukan upaya edukasi yang komprehensif untuk meningkatkan literasi sekaligus mendukung kondisi psikologis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas edukasi keamanan kosmetik terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa profesi apoteker serta menggambarkan kondisi kesehatan mental menggunakan instrumen PHQ-9, dengan desain one-group pretest–posttest pada 19 responden. Edukasi yang diberikan mencakup materi bahan aktif kosmetik, regulasi BPOM, cara membaca label, dan prinsip cosmetovigilance, sedangkan pengetahuan diukur melalui pretest–posttest dan kesehatan mental dinilai menggunakan PHQ-9, dengan analisis deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi 88,89% responden telah memiliki pengetahuan dalam kategori baik dan meningkat menjadi 94,7% setelah edukasi, namun peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,796) yang kemungkinan disebabkan oleh efek langit-langit (ceiling effect). Selain itu, hasil skrining PHQ-9 menunjukkan bahwa 57,9% responden tidak mengalami gejala depresi, 36,8% mengalami depresi ringan, dan 5,3% mengalami depresi sedang. Secara keseluruhan, edukasi ini berperan dalam memperkuat pengetahuan mahasiswa mengenai keamanan kosmetik meskipun tidak meningkatkan skor secara signifikan, serta menegaskan pentingnya perhatian dan dukungan terhadap kesehatan mental mahasiswa profesi apoteker dalam rangka mempersiapkan mereka sebagai calon apoteker yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat secara aman dan berbasis bukti. Kata kunci: edukasi kosmetik; mahasiswa apoteker; kesehatan mental; keamanan kosmetik; pemberdayaan masyarakat. Abstract The increasing use of cosmetic products among healthcare students requires adequate understanding of product safety, BPOM regulations, and active ingredients, while the high academic pressure experienced by pharmacy professional students may also affect their mental health, highlighting the need for educational interventions that strengthen literacy while supporting psychological well-being. This study aimed to evaluate the effectiveness of cosmetic safety education in improving knowledge among pharmacy professional students and to describe their mental health status using the PHQ-9 instrument, employing a one-group pretest–posttest design involving 19 respondents. The educational intervention covered cosmetic active ingredients, BPOM regulations, label reading, and cosmetovigilance principles, with knowledge assessed through pretest–posttest measurements and mental health evaluated using PHQ-9, followed by descriptive analysis and the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that prior to the intervention, 88.89% of respondents had good knowledge, which increased to 94.7% after the intervention; however, the improvement was not statistically significant (p = 0.796), likely due to a ceiling effect. PHQ-9 screening indicated that 57.9% of respondents had no depressive symptoms, 36.8% experienced mild depression, and 5.3% had moderate depression. Overall, the educational program reinforced students’ knowledge of cosmetic safety despite the absence of a significant score increase and underscored the importance of psychological support for pharmacy professional students, contributing to their preparedness as future pharmacists to provide safe, evidence-based education to the community. Keywords: cosmetic education; pharmacy students; mental health; cosmetic safety; community empowerment.
Pelatihan public speaking siswa SMAN 15 Garut Melalui podcast suara garut menuju studi komunikasi Apriliani, Shalwa; Adnan, Iis Zilfah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37700

Abstract

AbstrakKeterampilan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kompetensi esensial bagi siswa yang mempersiapkan diri ke jenjang pendidikan tinggi, khususnya pada bidang Studi Komunikasi. Namun, banyak siswa SMA masih menghadapi hambatan psikologis berupa kecemasan dan kesulitan dalam mengekspresikan ide secara percaya diri di depan publik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMAN 15 Garut dengan mengintegrasikan platform media digital lokal, yaitu podcast "Suara Garut", sebagai sarana pembelajaran praktis. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design melalui tahapan sosialisasi teori komunikasi dasar serta praktik langsung simulasi produksi konten berbasis audio-visual . Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap elemen verbal-vokal-visual, teknik vokal, serta perbedaan karakteristik komunikasi panggung dan podcast. Selain itu, siswa menunjukkan penguasaan strategi yang lebih baik dalam mengelola kecemasan dan mengatasi kondisi kehilangan fokus (blank) saat berbicara. Simpulan dari kegiatan ini adalah penggunaan media berbasis podcast efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang relevan dan interaktif, yang secara nyata memperkuat kecakapan public speaking siswa sebagai bekal akademik di masa depan. Kata kunci: skill komunikasi; pembelajaran media digital; podcast; public speaking; suara garut. AbstractPublic speaking is an essential skill for students preparing for higher education, particularly in the field of Communication Studies. However, many high school students still experienced anxiety and difficulty expressing their ideas confidently in front of others. To address this issue, a public speaking outreach program was conducted at SMAN 15 Garut by integrating a local digital media platform, the “Suara Garut” podcast, as a practical learning tool. The activity included the delivery of fundamental communication concepts and hands-on practice through audio-based simulation exercises using the One-Group Pretest-Posttest Design. The implementation of the program resulted in improved student understanding of verbal–vocal–visual components, vocal techniques, and distinctions between stage communication and podcast delivery. Students also demonstrated better strategies for managing anxiety and overcoming “blank” moments while speaking. Overall, the use of podcast-based media proved effective in providing a relevant, engaging environment that strengthened students’ public speaking abilities as preparation for future academic pursuits. Kata kunci: communication skills; digital media learning; podcast; public speaking; suara garut.
Optimalisasi limbah kambing sebagai pupuk organik dalam penguatan pertanian berkelanjutan di Desa Labanasem Kabupaten Banyuwangi Prayitno, Salvian Setyo Prayitno Setyo; Febrianta, Harvey; Mudhor, Mohammad Ali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37559

Abstract

AbstrakKelompok Among Tani Kawang di Desa Labanasem sejak tahun 2021 menghadapi tantangan dalam pengelolaan kotoran kambing yang terus menumpuk serta ketergantungan terhadap pupuk kimia. Menyikapi hal tersebut, ketua kelompok mendorong terwujudnya sistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan produktivitas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian kelompok dalam mengelola limbah peternakan secara efisien dan bernilai guna. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu koordinasi, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap proses pembuatan pupuk organik, didukung oleh metode pelatihan yang komunikatif serta penggunaan alat penggiling kotoran ternak yang mempercepat proses produksi. Hasil kuisioner menunjukan kegiatan ini bermanfaat dan aplikatif dalam mendukung pertanian ramah lingkungan. Harapannya, program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan pemerintah desa dan kolaborasi lintas sektor. Disarankan dilakukan uji laboratorium terhadap pupuk yang dihasilkan untuk mengetahui kandungan unsur hara secara lebih akurat, sebagai dasar peningkatan kualitas dan daya saing produk. Kata kunci: pengabdian masyarakat; kelompok tani; pupuk organik; desa labanasem; pertanian berkelanjutan. AbstractSince 2021, the Among Tani Kawang group in Labanasem Village has faced challenges in managing the accumulation of goat manure and dependence on chemical fertilizers. In response, the group leader initiated the development of an integrated and sustainable farming–livestock system aimed at improving productivity. This community service program was designed to strengthen the group’s capacity and independence in managing livestock waste efficiently and productively, implemented through four stages: coordination, execution, evaluation, and sustainability. The results demonstrated a significant increase in participants’ understanding of organic fertilizer production, supported by interactive training methods and the use of a manure grinder that accelerated processing. Questionnaire findings confirmed the program’s benefits and practical applicability in promoting environmentally friendly agriculture, while highlighting its potential for further development through village government support and cross‑sector collaboration. Laboratory testing of the produced fertilizer is recommended to determine nutrient content more accurately, providing a foundation for enhancing product quality and competitiveness. Keywords: community service; farmer group; organic fertilizer; labanasem village; sustainable agriculture.
Edukasi hiperkolesterolemia bagi Jemaat GKI Terate Jakarta Barat Chris, Arlends; Valdo, Louis; Saputera, Monica Djaja; Sidarta, Erick
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.35861

Abstract

Abstrak Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan stroke yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya pada kelompok lanjut usia. Berdasarkan hasil survei internal Gereja Kristen Indonesia (GKI) Terate Jakarta Barat, ditemukan banyak jemaat dengan faktor risiko tinggi mengalami hiperkolesterolemi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan jemaat GKI Terate mengenai hiperkolesterolemia melalui edukasi dan pemeriksaan kadar kolesterol total. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kolesterol total menggunakan alat EasyTouch GCU meter. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta, dan hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan sebesar 45,1% dari 67,62 menjadi 98,10. Selain itu, 100% peserta memberikan umpan balik positif terhadap kegiatan. Rata-rata kadar kolesterol total dari 14 peserta yang diperiksa adalah 166,93 mg/dL, sebagian besar masih dalam rentang normal. Edukasi ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang hiperkolesterolemia serta diharapkan dapat mendorong perubahan gaya hidup sehat guna menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di kalangan jemaat. Kata kunci: hiperkolesterolemia; edukasi; lansia; pengabdian kepada masyarakat Abstract Hypercholesterolemia is one of the main risk factors for coronary heart disease and stroke, with a steadily increasing prevalence in Indonesia, particularly among the elderly population. Based on an internal survey at the Indonesian Christian Church (GKI) Terate, West Jakarta, many congregants were found to have risk factors associated with hypercholesterolemia. This community service activity aimed to improve congregants’ knowledge of hypercholesterolemia through health education and total cholesterol screening. The methods included health counseling, pre-test and post-test knowledge assessments, and total cholesterol examination using an EasyTouch GCU meter. The activity involved 21 participants, and results showed a significant 45.1% increase in knowledge scores, rising from 67.62 to 98.10. Additionally, 100% of participants provided positive feedback. The average total cholesterol level among 14 tested participants was 166.93 mg/dL, mostly within the normal range. The education program effectively enhanced participants’ understanding of hypercholesterolemia and is expected to promote healthier lifestyle changes to reduce cardiovascular disease risk among the congregation Keywords: hypercholesterolemia; education; elderly; community service program
Peningkatan literasi label pangan dan keamanan bahan tambahan pangan pada ibu rumah tangga di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi Febrinasari, Tantry; Agustiyani, Tri Ulfa; Hermiza, Elsa; Sari, Nayla Intan; Zuhairo, Nafis; Khofiyah, Nida An
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38048

Abstract

 Abstrak Peningkatan konsumsi pangan kemasan di masyarakat menuntut konsumen memiliki kemampuan dalam memahami informasi pada label pangan serta keamanan bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan dalam produk. Namun, literasi masyarakat, terutama pada kelompok ibu rumah tangga, mengenai label kemasan dan bahan tambahan pangan masih tergolong rendah, sehingga berpotensi memengaruhi ketepatan pemilihan produk pangan bagi keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pentingnya membaca label kemasan pangan dan memahami keamanan BTP. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi tatap muka interaktif kepada 36 ibu rumah tangga di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi mencakup informasi penting pada label pangan, cara membaca label, fungsi BTP, serta aspek keamanannya. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata pemahaman peserta terkait label pangan dan BTP sebesar 65,33% yang termasuk kategori pemahaman sedang. Setelah edukasi, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 100% yang berada pada kategori pemahaman tinggi. Peningkatan nilai tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai label pangan dan BTP. Kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi pangan ibu rumah tangga sehingga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memilih produk pangan kemasan yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan gizi keluarga. Kata kunci: edukasi; label kemasan pangan; bahan tambahan pangan; literasi pangan; ibu rumah tangga. AbstractThe increasing consumption of packaged foods requires consumers to understand food label information and the safety of food additives used in products. However, public literacy, especially among housewives, regarding food labels and food additives remains low, potentially affecting appropriate food choices for families. This activity aimed to improve housewives’ understanding of the importance of reading food packaging labels and recognizing the safety of food additives. The program was conducted through interactive face-to-face education involving 36 housewives in Setia Mekar Village, Bekasi Regency. The methods included lectures, discussions, and evaluation using pre-tests and post-tests. The materials included essential information on food labels, how to read labels, the functions of food additives, and their safety aspects. The pre-test results showed the average value of participants' understanding regarding food labels and food additives was 65.33%, categorized as moderate understanding. After the educational session, the average post-test score increased to 100%, indicating a high level of understanding. This significant improvement demonstrates enhanced knowledge and comprehension of food labels and food additive safety among participants. The educational program proved effective in improving food literacy among housewives and is expected to support more informed decision-making in selecting safe, high-quality packaged foods that meet family nutritional needs. Keywords: education; food packaging labels; food additives; food literacy; housewives.
Pelatihan pembuatan profil Kecamatan di Kota Semarang dengan model Mind Mapping bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang Rahman, Ratna Ayu Permatasari Arief; Wahjoerini, Wahjoerini; Pamurti, Andarina Aji; Sundaro, Hendrianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37598

Abstract

AbstrakPenyusunan profil wilayah di Kota Semarang penting karena data kecamatan sering terbatas atau masih memakai data lama, sehingga kurang sesuai kondisi terkini. Di sisi mitra, pembelajaran pada jurusan IPS cenderung teoritis dan penerapan Project Based Learning (PjBL) belum optimal untuk melatih analisis wilayah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang dalam menyusun profil kecamatan secara sistematis dan komunikatif melalui model mind mapping.  Pelatihan dilaksanakan di kelas IPS diikuti 28 siswa. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan sekolah, pemberian materi singkat tentang data/informasi dan struktur profil, praktik kelompok menyusun mind map profil kecamatan, serta presentasi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu menghasilkan produk profil kecamatan berbasis mind mapping secara kolaboratif dan lebih menarik untuk dibaca. Secara kuantitatif, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 79% (pre-test) menjadi 96% (post-test). Kata kunci: profil kecamatan; data; informasi; mind mapping. AbstractPreparing a regional profile for Semarang City is important because sub-district data are often limited or still based on outdated sources, making them less aligned with current conditions. On the partner side, learning in the Social Sciences stream tends to be theoretical, and the implementation of Project Based Learning (PjBL) has not been optimal for training regional analysis skills. This Community Service program aimed to improve the ability of students at SMA Muhammadiyah 1 Semarang to compile sub-district profiles in a systematic and communicative way through a mind mapping model. The training was conducted in a Social Sciences class and involved 28 students. The implementation methods included coordination with the school, brief instruction on data/information and profile structure, group practice in developing sub-district profile mind maps, as well as presentations and feedback. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests. The results showed that students were able to collaboratively produce mind map–based sub-district profile products that were more engaging to read. Quantitatively, the students’ average level of understanding increased from 79% (pre-test) to 96% (post-test). Keywords: sub-district profile; data; information; mind mapping.
Peningkatan pengetahuan siswa SMK Bina Dharma tentang manfaat teh nutrasetika kulit buah naga merah sebagai alternatif dalam mengatasi penyakit kronis Najini, Robby; Rizkifani, Shoma; Wahdaningsih, Sri; Fahmi, Ayu Aulia Uly; Chang, Samuel Crishanzen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36677

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Bina Dharma Pontianak mengenai pemanfaatan teh nutrasetika dari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai alternatif pencegahan penyakit kronis dan degeneratif. Penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, sementara pemahaman remaja tentang pangan fungsional dan nutrasetika masih terbatas. Kegiatan dilakukan secara edukatif melalui pendekatan saintifik populer tanpa praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, seleksi peserta, pengembangan media edukatif (slide, video, flyer), pelaksanaan edukasi, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sebanyak 53 siswa mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan distribusi nilai setelah edukasi, ditandai tidak adanya peserta dengan nilai 0 pada posttest. Mayoritas peserta memperoleh nilai 80 sebanyak 21 orang, nilai 60 sebanyak 12 orang, nilai 40 sebanyak 10 orang, nilai 20 sebanyak 6 orang, serta peningkatan jumlah peserta yang memperoleh nilai 100 menjadi 4 orang. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Program ini memperkuat literasi kesehatan berbasis potensi lokal serta mendorong siswa menjadi agen penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekitarnya. Kata kunci: nutrasetika; kulit buah naga; literasi kesehatan; penyakit degeneratif; edukasi siswa. AbstractThis Community Service Program aimed to improve students’ knowledge at SMK Bina Dharma Pontianak regarding the utilization of nutraceutical tea made from red dragon fruit peel (Hylocereus polyrhizus) as an alternative for preventing chronic and degenerative diseases. Non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, and hyperlipidemia are closely related to unhealthy lifestyles, while adolescents’ understanding of functional foods and nutraceuticals remains limited. The activity was conducted through an educational approach using popular scientific methods without hands-on practice. Implementation stages included preparation, participant selection, development of educational media (slides, videos, and flyers), educational delivery, and evaluation using pretest and posttest assessments. A total of 53 students participated. Evaluation results showed an improvement in score distribution after the educational intervention, indicated by the absence of students scoring 0 in the posttest. Most participants achieved a score of 80 (21 students), followed by scores of 60 (12 students), 40 (10 students), and 20 (6 students), with the number of students scoring 100 increasing to four. These findings indicate enhanced student understanding of the material presented. This program strengthens health literacy based on local potential and encourages students to become health information disseminators in their communities. Keywords: nutraceuticals; dragon fruit peel; health literacy; degenerative diseases; student education.
Pendampingan penerapan uji petik pemakaian BBM alat berat di Dinas Lingkungan Hidup Emilda, Emilda; Dwipayana, Hendra; Handayani, Susi; Intan, Lies Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37933

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah perkotaan membutuhkan dukungan sistem operasional yang efisien, khususnya pada aspek pengangkutan dan pengolahan sampah. Salah satu komponen biaya operasional terbesar penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Ketidaktepatan dalam perhitungan kebutuhan BBM berpotensi menimbulkan ketidaktepatan anggaran, gangguan operasional, serta menurunkan efektivitas pelayanan publik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mitra dalam memperoleh estimasi kebutuhan BBM alat berat melalui penerapan teknik uji petik pemakaian BBM. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemakaian BBM pada alat berat angkutan sampah bervariasi tergantung pada jenis alat, kondisi kendaraan, dan jam operasional. Total pemakaian BBM harian alat berat yang tercatat mencapai 1.368 liter dengan excavator sebagai penyumbang pemakaian tertinggi. Implikasi dari kegiatan ini adalah pentingnya penerapan sistem pengelolaan BBM yang lebih terukur dan berbasis data hasil uji petik sebagai dasar perencanaan anggaran dan pengendalian operasional. Selain itu, disarankan agar mitra melakukan pemeliharaan rutin alat berat serta mengembangkan sistem monitoring pemakaian BBM secara berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan layanan persampahan. Kata kunci: pengabdian masyarakat; uji petik BBM; alat berat; pengelolaan sampah; efisiensi operasional AbstractUrban waste management requires efficient operational support, particularly in terms of waste transportation and processing. One of the largest components of operational costs is the use of fuel oil (BBM). Inaccurate calculations of fuel oil requirements can potentially lead to budget inaccuracies, operational disruptions, and reduced public service effectiveness. This activity aims to assist partners in estimating the fuel requirements of heavy equipment through the application of fuel consumption sampling techniques. The implementation of this community service activity consists of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the reporting stage. The results of the activity show that fuel consumption in heavy waste transportation equipment varies depending on the type of equipment, vehicle condition, and operating hours. The total daily fuel consumption of heavy equipment reached 1,368 liters, with excavators contributing the highest consumption. The implication of this activity is the importance of implementing a more measurable fuel management system based on sampling test data as a basis for budget planning and operational control. In addition, it is recommended that partners perform routine maintenance of heavy equipment and develop a sustainable fuel consumption monitoring system to improve the efficiency and accountability of waste management services. Keywords: community service; fuel sampling; heavy equipment; waste management; operational efficiency.