cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,718 Documents
Pemberdayaan pengrajin gerabah abar sentani melalui inovasi teknologi dan analisis pasar Kuddi, Bobbi Frans; Appa, Felycitae Ekalaya; Fitriya B., Winda Ade; Pramarselin, Irene; Putera, Safii Muhammad Jukwati; Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi; Gea, Liyatin; Papriani, Nada Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35453

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin gerabah tradisional di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, melalui inovasi desain, digitalisasi produk, dan pelatihan kewirausahaan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan desain produk yang kurang inovatif, rendahnya akses terhadap pemasaran digital, serta lemahnya kemampuan manajemen usaha. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan desain dan inovasi bentuk gerabah, pendampingan pembuatan akun pemasaran digital, serta pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas pengrajin sebesar 30%, penurunan waktu produksi sebesar 25%, peningkatan kualitas produk hingga 40%, peningkatan penjualan daring sebesar 50%, serta peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–40% per bulan. Selain itu, literasi digital pengrajin meningkat dan terbentuk kanal pemasaran daring yang aktif. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal serta pelestarian budaya daerah melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; gerabah tradisional; inovasi desain; digitalisasi produk; kewirausahaan. Abstract This community service program aims to empower traditional pottery artisans in Lalowaru Village, North Moramo District, South Konawe Regency, through design innovation, product digitalization, and entrepreneurship training. The main problems faced by the partners include limited product design innovation, low access to digital marketing, and weak business management skills. The implementation method involved training on creative pottery design, assistance in creating digital marketing platforms, and entrepreneurship workshops tailored to local needs. The results of the activities indicate a 30% increase in artisans’ productivity, a 25% reduction in production time, a 40% improvement in product quality, a 50% increase in online sales, and a 20–40% rise in artisans’ monthly income. In addition, artisans’ digital literacy improved, and active online marketing channels were established. This program contributes to the enhancement of the local economy as well as the preservation of regional culture through an innovative and sustainable approach. Keywords: community empowerment; traditional pottery; design innovation; product digitalization; entrepreneurship.
Penerapan teknologi tepat guna berbasis mesin hidrolik untuk peningkatan efisiensi dan kemandirian peternak kambing di Leppe Barat, Majene Suriansyah, Suriansyah; Marsudi, Marsudi; Septaningsih, Andi Citra; Ris, Adryani; Fahrodi, Deka Uli; Said, Nur Saidah; Sudirman, Sudirman; Kasmiati, Kasmiati; Nurman, Nurman; Rahmah, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35675

Abstract

Abstrak Peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha ternak kambing di Kabupaten Majene memerlukan penerapan inovasi teknologi tepat guna, terutama dalam penyediaan dan pengolahan pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penerapan mesin pencetak pakan fermentasi berbasis sistem hidrolik bagi Kelompok Ternak Leppe Barat di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene. Mesin ini dirancang untuk mencetak pakan fermentasi padat dengan ukuran 350 mm × 150 mm × 40 mm, disesuaikan dengan anatomi mulut kambing, sehingga lebih mudah dikonsumsi, efisien dalam penyimpanan, dan praktis didistribusikan antarkandang. Program dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu identifikasi permasalahan mitra, perancangan dan demonstrasi mesin, serta pelatihan penggunaan alat. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peternak sebesar 51% (dari rata-rata skor 28% menjadi 79%). Selain itu, terjadi peningkatan efisiensi waktu pencetakan pakan hingga 60% serta penurunan limbah pakan yang tidak termanfaatkan. Penerapan sistem hidrolik terbukti mempermudah proses penekanan dan mengurangi kebutuhan tenaga manual, sehingga alat dapat dioperasikan dengan lebih ringan oleh peternak. Inovasi ini juga mendukung konsep Zero Waste Farming, karena sisa fermentasi pakan dapat diolah kembali menjadi pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna mampu meningkatkan efisiensi kerja, kemandirian, dan kesejahteraan peternak kambing di wilayah Majene. Kata kunci:. majene; mesin hidrolik; pakan fermentasi; penyimpanan pakan; teknologi tepat gun; zero waste farming AbstractImproving the productivity and efficiency of goat farming in Majene Regency requires the application of appropriate technology innovations, particularly in feed preparation and waste management. This community service program focused on the implementation of a hydraulic-based feed fermentation molding machine for the Leppe Barat Livestock Group in Lembang Village, Banggae Timur District, Majene Regency. The machine was designed to produce compact fermented feed blocks with dimensions of 350 mm × 150 mm × 40 mm, adjusted to the anatomy of the goat’s mouth, making them easier to consume, more efficient to store, and practical to distribute between pens. The program was carried out through three main stages: problem identification, machine design and demonstration, and user training. The evaluation results from pre-test and post-test assessments showed a 51% increase in farmers’ knowledge (from an average score of 28% to 79%). In addition, there was a 60% improvement in feed molding efficiency and a noticeable reduction in unutilized feed waste. The hydraulic system significantly simplified the pressing process and reduced manual labor requirements, allowing easier operation even for small-scale farmers. This innovation also supports the Zero Waste Farming concept, as the remaining fermented materials can be processed into organic fertilizer. Overall, the program demonstrates that a simple, appropriate technology-based innovation can effectively enhance work efficiency, self-reliance, and the welfare of local goat farmers in Majene. Keywords: Majene; hydraulic machine; feed fermentation; feed storage; appropriate technology; zero waste farming.
Pengembangan kompetensi sumber daya manusia lembaga perkreditan Desa Adat Anggabaya untuk meningkatkan layanan keuangan berkelanjutan Giantari, I Gusti Ayu Ketut; Ekawati, Ni Wayan; Yasa, Ni Nyoman Kerti; Embara, Cecilia Triana Dewi Lestari; Ariasih, Ni Made Putri; Marini, Ni Putu Lidya; Opod, Chrisna Riane; Ayudhia, Ni Putu Amrita Devi; Widiantari, Dewa Ayu Made Dwi Hendri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37885

Abstract

Abstrak Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian desa, yang berfungsi memberikan layanan keuangan kepada masyarakat pedesaan. Tantangan yang dihadapi oleh LPD Desa Adat Anggabaya adalah keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam manajemen keuangan modern. Permasalahan yang dihadapi adalah tingginya kredit macet (non-performing loan /NPL) diatas rata-rata yang ditetapkan Pemerintah. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM, pemahaman tentang faktor-faktor untuk memitigasi risiko keuangan, pemahaman tentang teknologi informasi di bidang keuangan dan pelaksanaaan audit internal pada LPD Desa Adat Anggabaya. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola dan staf LPD Desa Adat Anggabaya, serta melibatkan pemangku kepentingan di desa dalam proses perencanaan dan evaluasi. Dalam kegiatan ini, materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang kompetensi SDM dalam memitigasi resiko kredit macet, penggunaan teknologi informasi untuk layanan keuangan, serta teknik bagaimana melakukan audit mutu internal. Hasil pelatihan ini dilanjutkan dengan pendampingan sebanyak 3 (tiga) kali untuk memastikan staf LPD memahami materi yang sudah diberikan. Untuk efektivitas pelaksanaan pengabdian masyarakat ini maka diadakan evaluasi dengan memberikan kuesioner di akhir pelaksanaan sehingga dapat diketahui kelemahan maupun keunggulan dilakukan pengabdian masyarakat ini. Dari hasil pengabdian ini maka saran yg diberikan untuk mengurangi kredit macet, LPD perlu lebih hati-hati dalam penyaluran terutama penilaian terhadap debitur tentang 5C (Character, Capital, Capacity, Collateral, dan Condition). Selain itu dilengkapi dengan 7P (Personality, Party, Purpose, Prospect, Payment, Profitability, Protection) secara lebih detail menilai tujuan kredit, prospek usaha, dan perlindungan jaminan tujuannya memastikan kredit hanya diberikan kepada debitur yang benar-benar layak. Kata kunci: audit mutu internal; kompetensi SDM; LPD; manajemen risiko; teknologi informasi. Abstract The Village Credit Institution (LPD) is a crucial instrument in the village economy, providing financial services to rural communities. The challenge faced by the LPD in Anggabaya Traditional Village is the limited human resources skilled in modern financial management. The problem is the high level of non-performing loans (NPLs) above the government-set average. The main objective of this community service is to improve human resource competency, understanding of factors for mitigating financial risk, understanding information technology in the financial sector, and implementing internal audits at the LPD in Anggabaya Traditional Village. This program is implemented through a training and mentoring approach for the managers and staff of the LPD of Anggabaya Traditional Village, and involves stakeholders in the village in the planning and evaluation process. In this activity, the material presented includes an understanding of HR competencies in mitigating the risk of bad debts, the use of information technology for financial services, and techniques for conducting internal quality audits. The results of this training are followed by mentoring 3 (three) times to ensure that LPD staff understand the material that has been given. To ensure the effectiveness of the implementation of this community service, an evaluation is conducted by giving a questionnaire at the end of the implementation so that the weaknesses and strengths of this community service can be identified. From the results of this service, suggestions are given to reduce bad debts, LPD needs to be more careful in disbursement, especially in assessing debtors regarding the 5Cs (Character, Capital, Capacity, Collateral, and Condition). In addition, it is equipped with 7Ps (Personality, Party, Purpose, Prospect, Payment, Profitability, Protection) in more detail assessing credit objectives, business prospects, and collateral protection to ensure that credit is only given to truly worthy debtors. Keywords: internal quality audit; HR competence; LPD; risk management; information technology.
Pemberdayaan kader kesehatan mengenai terapi relaksasi autogenik untuk menurunkan kecemasan pada lansia dengan penyakit kronis Astutik, Nanik Dwi; Setyobudi, Yustina Emi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37522

Abstract

Abstrak Desa Purwosekar merupakan salah satu desa binaan Program Studi Sarjana Keperawatan yang berada di kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Jumlah lansia yang menderita penyakit kronis di Desa Purwosekar cukup banyak yaitu 186 lansia. Salah satu masalah yang dialami oleh lansia dengan penyakit kronis adalah munculnya kecemasan akibat ketidakpastian mengenai perkembangan penyakit, ketergantungan pada orang lain, rasa takut akan kematian serta beban finansial akibat biaya pengobatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan perawat penanggungjawab kesehatan lansia, beberapa kader kesehatan Desa Purwosekar belum memahami pentingnya intervensi untuk membantu lansia mengelola stres dan kecemasan melalui terapi relaksasi autogenic training (AT). Kader kesehatan belum pernah mengikuti pelatihan tentang terapi relaksasi autogenic training (AT) sehingga mempunyai keinginan untuk mendapatkan informasi dan pelatihan dari petugas kesehatan. Pada kegiatan ini tim pengabdian masyarakat melakukan pemberdayaan kader kesehatan dengan memberikan edukasi dan pelatihan bagi kader kesehatan tentang relaksasi autogenik. Hasil pengukuran pre dan post test didapatkan bahwa pada tahap pre test rata-rata pengetahuan kader kesehatan adalah 62,75 sedangkan pada tahap post test didapatkan rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 80,50 setelah diberikan materi dan pelatihan. Hasil evaluasi untuk ketrampilan kader kesehatan mampu melakukan dengan baik 100% semua tindakan sesuai prosedur. Peserta memberikan respon dan sangat antusias terhadap materi. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada kader kesehatan, maka rekomendasi rencana tindak  lanjut adalah kegiatan serupa dilaksanakan secara kontinu sehingga terjadi peningkatan kemandirian masyarakat dalam menerapkan terapi relaksasi autogenik khususnya pada lansia dengan penyakit kronis yang mengalami kecemasan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia khususnya yang menderita penyakit kronis. Kata kunci: pemberdayaan kader; relaksasi autogenik; kecemasan lansia; penyakit kronis. Abstract Purwosekar Village is one of the villages developed by the Bachelor of Nursing Study Program, located in Tajinan District, Malang Regency. The number of elderly people suffering from chronic diseases in Purwosekar Village is quite significant, totaling 186 individuals. One of the problems experienced by elderly people with chronic diseases is anxiety due to uncertainty regarding the progression of the illness, dependence on others, fear of death, and financial burden due to medical expenses. Based on interviews with nurses responsible for elderly health, some health cadres in Purwosekar Village have not yet understood the importance of interventions to help the elderly manage stress and anxiety through autogenic training (AT) relaxation therapy. The health cadres have never attended training on autogenic training relaxation therapy, and therefore have a desire to receive information and training from health officers. In this activity, the community service team empowered the health cadres by providing education and training for them on autogenic relaxation. The results of the pre-test and post-test measurements showed that at the pre-test stage, the average knowledge of the health cadres was 62.75, while at the post-test stage, the average knowledge increased to 80.50 after the materials and training were provided. The evaluation results for the skills of the health cadres showed that they were able to perform all actions properly according to the procedures at 100%. The participants responded very enthusiastically to the material. Therefore, it is necessary to increase educational activities and training for health cadres. The recommendation for the follow-up plan is that similar activities should be carried out continuously so that there is an increase in community independence in applying autogenic relaxation therapy, especially for older adults with chronic illnesses who experience anxiety, thereby improving the quality of life of the elderly, particularly those suffering from chronic diseases. Keywords: empowerment of cadres; autogenic relaxation; elderly anxiety; chronic diseases.
Optimalisasi digital marketing melalui marketplace shopee dan media sosial dalam meningkatkan penjualan kelompok pengrajin tenun ‘Nina Penenun’ di Desa Pringgasela Selatan Atmayanti, Tati; Afifuddin, Afifuddin; Husni, Vici Handalusia; Hayati, Sirrul; Multazam, Multazam; Fu'ad, Muhammad Syahrul; Alkautsar, M. Rizky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38202

Abstract

Abstrak Desa Pringgasela Selatan merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki banyak potensi, salah satunya adalah kerajinan tenun. Kerajinan tenun ini sudah berlangsung turun temurun yang merupakan warisan nenek moyang masyarakat Desa Pringgasela Selatan. Namun, kain tenun yang dihasilkan belum dikenal secara luas. Hal tersebut disebabkan karena minimnya promosi dan para penenun belum melek teknologi, khususnya pada digital marketing. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk optimalisasi digital marketing baik melalui Market Place Shopee dan Media Sosial sebagai wadah strategi pemasaran dan promosi produk dalam meningkatkan penjualan produk tenun para penenun yang tergabung dalam Kelompok “Nina Penenun”. Sementara itu, metode yang digunakan mulai dari perencanaan, program kerja, deskripsi dan teknologi, hingga rencana program berkelanjutan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari (1) Pengenalan digital marketing secara umum dan pembuatan akun Market Place “Shopee” (2) Sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan Market Place “Shopee” dan media sosial (3) Penggunaan aplikasi Market Place “Shopee” dan media sosial. Adapun peserta pendampingan dari Kelompok Nina Penenun sebanyak 14 orang. Hasil dari kegiatan pendampingan ini, Kelompok Nina Penenun bisa menggunakan market place dan media sosial, para penenun dapat mendesain dan mempromosikan produk dengan menarik, Selain itu, memiliki strategi pemasaran secara online melalui aplikasi shopee  dan media sosial untuk meningkatan penjualan produk mereka. Kata Kunci: pengrajin tenun; digital marketing; market place; strategi pemasaran; media sosial. Abstract South Pringgasela Village is one of the villages in East Lombok Regency with significant potential, including weaving crafts. This weaving craft has been passed down thru generations, representing the ancestral heritage of the people of South Pringgasela Village. However, the woven fabric produced is not yet widely known. This is due to the lack of promotion and the weavers' lack of technological literacy, particularly in digital marketing. This community service aims to optimize digital marketing thru both the Shopee marketplace and social media as platforms for product marketing and promotion strategies to increase the sales of woven products from weavers who are members of the "Nina Penenun" group. Meanwhile, the methods used range from planning, work programs, descriptions, and technology, to this sustainable program plan, which utilizes the Participatory Action Research (PAR) approach. This community service was carried out in several stages, starting with (1) an introduction to digital marketing in general and the creation of a "Shopee" marketplace account, (2) socialization and mentoring on the use of the "Shopee" marketplace and social media, and (3) the use of the "Shopee" marketplace and social media application. The participants in this mentoring program were 14 members of the Nina Weavers Group. The results of this mentoring activity showed that the Nina Weavers Group was able to use the marketplace and social media, and the weavers were able to design and promote their products attractively. Additionally, they developed online marketing strategies thru the Shopee application and social media to increase their product sales. Keywords: weaving craftsmen; digital marketing; marketplace; marketing strategy; social media.
Peningkatan pengetahuan gizi seimbang melalui konsep isi piringku sebagai upaya pencegahan malagizi pada anak sekolah dasar Yufra, Faiza Chalisa; Miftahurrahman, Rifky; Zakiya, Muthiana; Miranda, Egil Agnas; Alviola, Laras Rasi; Naifa, Vania Putri; Amelia, Fhadilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37819

Abstract

AbstrakMasalah gizi pada anak sekolah dasar masih menjadi isu penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan prestasi belajar. Salah satu upaya pencegahan malagizi yaitu melalui edukasi gizi seimbang dengan pendekatan visual melalui konsep Isi Piringku. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi seimbang dan pemahaman Isi Piringku serta memperkuat pemahaman pentingnya konsumsi ikan, buah, dan sayur pada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 17–18 November 2025 di SD Negeri 23 Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dengan mitra sasaran siswa kelas 4C sebanyak 28 orang. Metode pelaksanaan berupa edukasi selama dua hari melalui ceramah interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet, disertai tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor 0,2 terhadap materi Gizi Seimbang dan Isi piringku dan 0,07 terhadap materi Pentingnya Konsumsi Ikan, Buah, dan Sayur. Pada materi gizi seimbang dan Isi Piringku, peningkatan terlihat pada sebagian besar pertanyaan, dengan kenaikan skor paling tinggi pada pemahaman konsep gizi seimbang. Pada materi konsumsi ikan, buah, dan sayur, skor post-test juga mengalami peningkatan meskipun sebagian pertanyaan tetap atau sedikit menurun. Secara keseluruhan, edukasi ini efektif meningkatkan literasi gizi siswa dan berpotensi mendukung pencegahan malagizi pada anak usia sekolah. Pihak sekolah dan orang tua perlu memberikan edukasi gizi secara berkelanjutan agar siswa dapat menerapkan perilaku makan sehat secara konsisten dalam jangka panjang. Kata kunci: anak sekolah dasar; edukasi gizi; gizi seimbang; isi piringku AbstractNutritional problems among elementary school children remain an important issue as they can affect physical growth, cognitive development, and academic performance. One preventive approach to malnutrition is balanced nutrition education using a visual-based approach through the Isi Piringku concept. This community service activity aimed to improve balanced nutrition knowledge and understanding of Isi Piringku, as well as to strengthen awareness of the importance of consuming fish, fruits, and vegetables among elementary school students. The activity was conducted on 17–18 November 2025 at SD Negeri 23 Marapalam, East Padang District, Padang City, involving 28 fourth-grade students (class 4C). The implementation consisted of a two-day educational intervention through interactive lectures using presentation media and leaflets, accompanied by discussions and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed an increase of 0.2 points in balanced nutrition and Isi Piringku materials and 0.07 points in the importance of fish, fruit, and vegetable consumption materials. For the balanced nutrition and Isi Piringku content, improvements were observed in most questions, with the highest increase in understanding the balanced nutrition concept. For the fish, fruit, and vegetable consumption material, post-test scores also increased, although some items remained unchanged or slightly decreased. Overall, the education was effective in improving students’ nutrition literacy and has the potential to support malnutrition prevention among school-aged children. Schools and parents should provide continuous nutrition education to enable students to adopt consistent healthy eating behaviors in the long term. Keywords: elementary school children; nutrition education; balanced nutrition; my plate
Penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur Kelen, Veronika Boleng; Indriyati, Indriyati; Lamawuran, Yosef Dionisius; Lam, Juventur Jimi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38088

Abstract

Abstrak Pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel merupakan fondasi utama bagi terwujudnya pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, masih menghadapi permasalahan rendahnya transparansi pengelolaan pemerintahan desa serta minimnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dan meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat melalui penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan dan bimbingan. Mitra kegiatan meliputi aparatur desa dan masyarakat Desa Ile Padung dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam diskusi dan penyusunan rencana aksi desa, serta tersusunnya rencana aksi tata kelola desa yang berorientasi pada transparansi dan akuntabilitas. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang lebih terbuka dan partisipatif. Kata kunci: tata kelola desa; transparansi; akuntabilitas; partisipasi masyarakat Abstract Transparent and accountable village governance is a fundamental prerequisite for participatory and sustainable rural development. Ile Padung Village, Lewolema District, East Flores Regency, continues to face challenges related to limited transparency in village governance and low community participation in development planning processes, particularly during Village Development Planning Meetings (Musrenbang). This community service program aims to strengthen the capacity of village officials and enhance community participation through the implementation of transparent, accountable, and participatory village governance. The activities were conducted through three stages: socialization, training, and mentoring. The program involved village officials and community representatives, with a total of 45 participants. The results indicate increased understanding of good governance principles, improved community participation in discussions and action plan formulation, and the development of a village governance action plan emphasizing transparency and accountability. This program contributes to strengthening public trust and fostering more open and participatory village governance. Keywords: village governance; transparency; accountability; community participation.
Diversifikasi hasil perikanan berbasis olahan ikan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup perempuan pesisir di Desa Luaor Kabupaten Majene Nurfadilah, Nurfadilah; Ihsan, Muhammad Nur; Maruka, Safriyanto S.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35534

Abstract

Abstrak Kegiatan pelatihan diversifikasi olahan ikan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian hirilisasi masyarakat pesisir di Desa Bonde Luaor, Kabupaten Majene. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya ibu-ibu pesisir, dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Program dilaksanakan pada periode September 2025 dengan mitra kelompok masyarakat pesisir sebagai sasaran kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan praktikum langsung. Materi yang diberikan mencakup pemilihan bahan baku ikan, sanitasi dan higienitas pengolahan, teknik pengolahan, diversifikasi produk olahan perikanan, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran digital. Kegiatan diikuti oleh 10 peserta perempuan pesisir dari keluarga nelayan yang secara umum memiliki latar belakang pendidikan dasar hingga menengah, dengan mayoritas belum memiliki keterampilan khusus dalam bidang pengolahan hasil laut. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 48,9 poin meningkat menjadi 79,3 poin pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30,4 poin atau sekitar 62%. Selain itu, peserta mampu menghasilkan produk olahan dengan mutu sensori yang baik dan kemasan yang lebih menarik. Dampak ekonomi awal terlihat dari meningkatnya minat peserta untuk memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri. Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok usaha kecil yang didampingi untuk mendukung keberlanjutan program dan penguatan ekonomi rumah tangga. Kata kunci : diversifikasi olahan; pemberdayaan; perempuan pesisir. Abstract This fish processing diversification training activity was carried out as part of a community service program for coastal communities in Bonde Luaor Village, Majene Regency. The activity aimed to improve the knowledge and skills of participants, especially coastal women, in processing fishery products into high economic value products. The program was implemented from September 2025 with coastal community groups as the target participants. The implementation methods included socialization and hands-on training. The materials covered included the selection of fish raw materials, sanitation and hygiene in processing, processing techniques, diversification of processed fishery products, packaging techniques, and digital marketing strategies. The activity was attended by 10 female coastal participants from fishing families who generally had a basic to secondary education background, with the majority not yet having any specific skills in the field of marine product processing. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure the participants' understanding improvement. The average pre-test score of the participants was 48.9 points, increasing to 79.3 points in the post-test, with an average increase of 30.4 points or around 62%. In addition, participants were able to produce processed products with good sensory quality and more attractive packaging. The initial economic impact was seen in the increased interest of participants to independently produce and market their products. As a follow-up, small business groups were formed and provided with assistance to support the sustainability of the program and strengthen household economies. Keywords: coastal women; empowerment; processing diversification.