cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Edukasi dan aksi bersih pantai kupu-kupu melalui pendekatan 3R untuk meningkatkan environmental concern komunitas geo explorer Nurin Rochayati; Siti Sanisah; Dewi Urifah; Mas’ad Mas’ad; Sri Rejeki; Arif Arif; Astagini Putri Kariana; Triwinarsih Triwinarsih; Ratnah Ratnah; Soalihin Soalihin; Lalan Rojulan; Muhamad Ramadoan; Ade Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39627

Abstract

Abstrak Daerah pantai merupakan tempat yang mudah terpengaruh oleh polusi sampah, khususnya sampah plastik yang muncul dari kegiatan masyarakat dan pengunjung. Situasi ini juga terlihat di Pantai Kupu-Kupu, tempat di mana Komunitas Geo Explorer beraktivitas. Tingkat kesadaran yang rendah dari masyarakat mengenai pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menyebabkan hamparan sampah yang semakin banyak di wilayah pesisir. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan anggota Komunitas Geo Explorer melalui pendidikan lingkungan dan aksi bersih pantai berdasarkan pendekatan 3R. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan meliputi pendidikan mengenai pengelolaan sampah, aksi bersih pantai, pemisahan sampah, dan refleksi terhadap lingkungan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan untuk menilai tingkat pemahaman para peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kepedulian peserta terhadap lingkungan setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan, banyak peserta berada dalam kategori pemahaman rendah dan sedang, sementara setelah kegiatan sebagian besar peserta beralih ke kategori pemahaman tinggi. Kegiatan ini berupaya mendorong partisipasi aktif dari komunitas dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai dan memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan ekosistem pantai. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pendidikan lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan danbisa diterapkan di daerah pesisir lainnya. Kata kunci: edukasi; aksi bersih; enveronmental concern. Abstract Coastal areas are places that are easily affected by waste pollution, especially plastic waste that arises from the activities of the community and visitors. This situation is also evident at Kupu-Kupu Beach, where the Geo Explorer Community is active. The low level of public awareness regarding waste management with the 3R approach (Reduce, Reuse, Recycle) has led to an increasing expanse of waste along the coastal areas. Therefore, this community service activity aims to increase the environmental awareness of the Geo Explorer Community members thru environmental education and beach clean-up actions based on the 3R approach. The implementation of the activity is carried out participatively thru the stages of preparation, execution, and evaluation. The implementation stages include education on waste management, beach clean-up actions, waste separation, and reflection on the environment. Evaluation was conducted using questionnaires before and after the activity to assess the participants' understanding of the importance of waste management with the 3R approach. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and concern for the environment after participating in the program. Before the activity, many participants were in the low and medium understanding categories, while after the activity, most participants shifted to the high understanding category. This activity aims to encourage active participation from the community in maintaining the cleanliness of the beach environment and strengthening collective awareness about the importance of protecting coastal ecosystems. This program is expected to serve as an example of sustainable community-based environmental education that can be applied in other coastal areas. Keywords: education; clean action; environmental concern.
Pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan ecobrick sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Desa Sesait Zulfan Hadi; Daharanindra Pradina Arich Ashari; Widya Husmatika Laili; Febrita Susanti; Sri Rahmi Yunianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.40546

Abstract

AbstrakPermasalahan sampah plastik merupakan masalah yang paling banyak ditemukan di sekitar lingkungan, hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Kurangnya kesadaran dan tanggung jawab kebersihan masyarakat lingkungan, terhadap belum adanya pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan limbah plastik, Maka dari itu, perlu adanya aksi seruan sanitasi agar masyarakat mampu memahami pentingnya ketersediaan ecobrick yang menunjang bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sesait yakni untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik menjadi kerajinan ecobrick yang bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan yamg dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan kegiatan perizinan, persiapan alat dan bahan, penyuluhan, praktek pembuatan ecobrick berupa sofa dan evaluasi. Dalam penyuluhan ecobrick ini bekerjsama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara dan masyarakat Desa Sesait dengan jumlah peserta pelatihan 50 orang. Hasilnya adalah dapat merubah minset atau pola pikir peserta terhadap sampah yang dapat bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis, masyarakat mengetahui tahapan pembuatan ekobrik, masyarakat dapat memahami cara memasarkan hasil produk. Kata kunci: ecobrick; sampah plastik; kerajinan; ecobrik; Sesait. Abstract The problem of plastic waste is the most common problem found around the environment, this can cause environmental pollution. Lack of awareness and responsibility for environmental hygiene, to the absence of public knowledge in the utilization of plastic waste, Therefore, it is necessary to have a sanitation call action so that people are able to understand the importance of the availability of ecobricks that support environmental hygiene and health. The purpose of community service activities in Sesait Village is to increase community knowledge and skills in the management of plastic waste into ecobrick crafts of economic value. The method of implementation carried out in this community service is by licensing activities, preparation of tools and materials, counseling, practice of making ecobricks in the form of a sofa and evaluation. In this ecobrick counseling in collaboration with the North Lombok Regency Environmental Service and the Sesait Village community with a total of 50 training participants. The evaluation carried out is a re-interview of the community who participated in the ecobrick counseling and training to find out whether this counseling and training activity was successfully delivered. The result is that it can change the mindset or thought patterns of participants towards waste that can be useful and has economic value, the community knows the stages of making ecobricks, the community can understand how to market the resulting products. Keywords: ecobrick; plastic waste; crafts; Sesait.
Transformasi sanitasi lingkungan melalui perancangan infrastruktur IPAL komunal bagi masyarakat kawasan bantaran sungai musi, Kelurahan Gandus Debby Sinta Devi; Revianty Nurmeyliandari; Fathoni Usman; Ratih Baniva; Sumi Amariena Hamim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39719

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada penyediaan bantuan desain infrastruktur sanitasi tepat guna untuk menangani limbah domestik di Kelurahan Gandus, Kota Palembang. Urgensi perancangan ini didasari oleh kondisi geografis wilayah yang berada di kawasan bantaran sungai, di mana limbah domestik yang tidak terkelola berisiko tinggi mencemari badan air secara langsung dan merusak ekosistem perairan sungai. Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal ini menjadi solusi strategis dalam meminimalisir pencemaran lingkungan pada pemukiman padat penduduk tersebut. Sistem ini dirancang untuk melayani kebutuhan sanitasi bagi 67 (KK) dengan kapasitas volume efektif reaktor sebesar 27.200 liter (27,2 m3 /IPAL) guna memastikan air buangan memenuhi baku mutu sebelum dialirkan. Desain teknis yang diterapkan mengadopsi sistem pengolahan biologis anaerobik yang mengintegrasikan empat kompartemen utama yaitu bak pengendapan dengan sistem Anaerobic Baffled Reactor (ABR) pada tahap awal, diikuti dengan dua tahap biofilter menggunakan media bioball dan media batu pecah untuk mengoptimalkan degradasi polutan organik. Struktur unit pengolahan ini memiliki dimensi total panjang 900 cm, lebar 200 cm, dan tinggi 200 cm. Berdasarkan pertimbangan kemudahan operasional dan efisiensi pemeliharaan bagi warga setempat, air hasil pengolahan akhir diarahkan untuk langsung dialirkan menuju sistem drainase lingkungan atau badan air terdekat. Diharapkan implementasi rancangan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian ekosistem sungai serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kelurahan Gandus. Kata kunci: IPAL komunal; sistem anaerobik; sanitasi bantaran sungai; kelurahan gandus. Abstract This community service initiative focuses on providing design assistance for appropriate sanitation infrastructure to manage domestic wastewater in Gandus Village, Palembang City. The urgency of this design stems from the area’s geographical location along a riverbank, where unmanaged domestic wastewater poses a high risk of directly polluting water bodies and damaging the river’s aquatic ecosystem. The design of this Community Wastewater Treatment Plant (WWTP) serves as a strategic solution to minimize environmental pollution in this densely populated residential area. This system is designed to meet the sanitation needs of 67 households (HH) with an effective reactor volume capacity of 27,200 liters (27.2 m³ / WWTP) to ensure that effluent meets quality standards before discharge. The technical design employs an anaerobic biological treatment system integrating four main compartments: a sedimentation tank with an Anaerobic Baffled Reactor (ABR) in the initial stage, followed by two biofilter stages using bioball media and crushed stone media to optimize the degradation of organic pollutants. The treatment unit structure has total dimensions of 900 cm in length, 200 cm in width, and 200 cm in height. Considering operational ease and maintenance efficiency for local residents, the treated effluent is directed to be discharged directly into the local drainage system or the nearest water body. It is hoped that the implementation of this design will make a significant contribution to the preservation of the river ecosystem and the improvement of public health in the Gandus neighborhood. Keywords: community wastewater treatment plant; anaerobic system; riverbank sanitation; gandus subdistrict.
Penguatan sistem administrasi dan kearsipan melalui program magang dalam mendukung kinerja divisi manajemen risiko Devi Oktatiana; Nadya Putri; Glenn Andrenossa; Synthia Ferisca; Sifera Patricia Maithy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39286

Abstract

Abstrak Kegiatan magang merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan karier melalui pengalaman kerja secara langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah, khususnya pada Divisi Manajemen Risiko, dengan melibatkan mahasiswa sebagai peserta kegiatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sistem administrasi perbankan serta mendukung optimalisasi pengelolaan arsip pada unit kerja terkait. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah observational participation, yaitu mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas kerja seperti pengelolaan surat masuk dan keluar, digitalisasi dokumen, pengarsipan, serta pendistribusian dokumen antar divisi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan magang memberikan dampak positif, baik bagi instansi maupun mahasiswa, di mana terjadi peningkatan keteraturan dalam pengelolaan arsip fisik dan digital, berkurangnya kesalahan penomoran dokumen, serta meningkatnya ketersediaan arsip digital. Selain itu, kegiatan ini juga mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, seperti kemampuan administrasi, komunikasi, manajemen waktu, serta pemahaman terhadap dunia kerja perbankan. Dengan demikian, kegiatan magang sebagai bentuk pengabdian memberikan kontribusi nyata dalam mendukung efektivitas administrasi sekaligus menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa. Kata kunci: magang; perbankan; manajemen risiko; administrasi; kesiapan kerja. Abstract Internship activities are a form of student community service aimed at enhancing career readiness through direct work experience. This activity was carried out at PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah, specifically in the Risk Management Division, involving students as participants. The objective of this activity is to improve students’ understanding of banking administrative systems and to support the optimization of document management within the organization. The method used in this activity was observational participation, where students were directly involved in administrative tasks such as managing incoming and outgoing correspondence, document digitization, archiving, and document distribution across divisions. The results indicate that the internship provided positive impacts for both the institution and the students, including improved organization of physical and digital archives, reduced errors in document numbering, and increased availability of digital records. In addition, the activity enhanced students’ competencies, such as administrative skills, communication, time management, and understanding of the banking work environment. Therefore, the internship activity contributes significantly to improving administrative effectiveness while also serving as a medium for student competency development. Keywords: internship; banking; risk management; administrative management; work readiness.
Pelatihan microsoft excel untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam era digital melalui pengelolaan manajemen penilaian efektif Danar Wiratmoko; Desta Ovilini; Desiana Dian Malasari; Marsianus Wiro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.37677

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi profesional, khususnya dalam penguasaan teknologi informasi. Salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki guru adalah kemampuan mengelola manajemen penilaian secara efektif dan efisien. Pelatihan Microsoft Excel merupakan solusi strategis untuk membantu guru dalam mengolah data penilaian, seperti nilai harian, tugas, ujian, dan rekap hasil belajar siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui pelatihan Microsoft Excel dalam pengelolaan manajemen penilaian di era digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik langsung yang meliputi pengenalan fitur Excel, penggunaan rumus dasar, pengolahan data nilai, serta pembuatan laporan penilaian secara otomatis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengelola data penilaian secara sistematis, akurat, dan efisien. Dengan demikian, pelatihan Microsoft Excel mampu mendukung peningkatan profesionalisme guru serta optimalisasi manajemen penilaian dalam proses pembelajaran. Kata kunci: microsoft excel; profesionalisme guru; era digital; manajemen penilaian; pelatihan. Abstract The rapid development of digital technology requires teachers to enhance their professional competencies, particularly in mastering information technology skills. One essential skill is the ability to manage assessment data effectively and efficiently. Microsoft Excel training serves as a strategic solution to support teachers in processing assessment data, including daily scores, assignments, examinations, and student learning outcomes. Activity aims to improve teacher professionalism through Microsoft Excel training in managing assessment systems in the digital era. The method employed is practice-based training, covering an introduction to Excel features, the use of basic formulas, assessment data processing, and the creation of automated assessment reports. The results indicate an improvement in teachers’ understanding and skills in managing assessment data in a systematic, accurate, and efficient manner. Therefore, Microsoft Excel training contributes significantly to enhancing teacher professionalism and optimizing assessment management in the learning process. Keywords: microsoft excel;  teacher professionalism; digital era; assessment management; training.
Edukasi penggunaan antibiotik yang rasional pada siswa SMK Muhammadiyah 1 Palu Levana Velincia Tanriono; Muthmainah Tuldjanah; Az Zikra Budullah; Anisa Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39684

Abstract

Abstrak Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antibiotik. Remaja merupakan kelompok strategis untuk diberikan edukasi karena berada pada fase pembentukan perilaku kesehatan dan mulai mandiri dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional di SMK Muhammadiyah 1 Palu. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Januari 2026 dengan melibatkan 39 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pembagian leaflet edukatif, serta evaluasi pretest dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan rerata skor pengetahuan siswa dari 4,85 ± 1,11 menjadi 8,36 ± 0,78 (p < 0,001). Proporsi siswa dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 0% menjadi 87,2%, sedangkan kategori rendah menurun dari 69,2% menjadi 0%. Edukasi berbasis sekolah terbukti efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan antibiotik yang rasional sebagai upaya pencegahan resistensi antibiotik di masyarakat. Kata kunci: edukasi; resistensi; antibiotik; rasional; pencegahan. Abstract Irrational use of antibiotics remains a major public health problem that contributes to the increasing incidence of antibiotic resistance worldwide. Adolescents are considered a strategic target for educational interventions because they are in the phase of developing health-related behaviors and decision-making independence. This community service activity aimed to improve students’ knowledge regarding rational antibiotic use at SMK Muhammadiyah 1 Palu. The activity was conducted on January 13, 2026, involving 39 students. Methods included interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, distribution of educational leaflets, and pretest-posttest evaluations. The results showed a significant increase in students’ knowledge scores, with the mean score improving from 4.85 ± 1.11 before education to 8.36 ± 0.78 after education (p < 0.001). The proportion of students with high knowledge increased from 0% to 87.2%, while low knowledge decreased from 69.2% to 0%. These findings indicate that school-based educational interventions effectively improve adolescents’ understanding of rational antibiotic use and have the potential to support antibiotic resistance prevention efforts in the community. Keywords: education; resistance; antibiotics; rational use; prevention.
Penguatan literasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Umaima Umaima; Dian Resky Pangestu; A. Rio Makkulau Wahyu; Muh Yusuf; Nur Isma Padila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39493

Abstract

AbstrakPertumbuhan jumlah UMKM di Kota Parepare mencerminkan peran penting sektor ini dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun demikian, rendahnya tingkat kepemilikan sertifikasi halal masih menjadi tantangan signifikan dalam meningkatkan daya saing produk, terutama di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek kehalalan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat literasi halal sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM, serta memberikan edukasi mengenai prosedur sertifikasi halal. Metode yang diterapkan meliputi survei lapangan, wawancara, edukasi langsung, serta penyebaran media informasi kepada 24 pelaku UMKM yang dipilih dari total 57 tenant pada Youth Fest Collabonation 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden belum memiliki sertifikasi halal. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan, anggapan bahwa proses sertifikasi rumit dan membutuhkan biaya tinggi, serta minimnya akses terhadap informasi. Meski demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, walaupun masih diperlukan pendampingan administratif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan literasi halal perlu didukung melalui pendekatan yang lebih sistematis dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan pelaku UMKM. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap sertifikasi halal, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendorong daya saing dan keberlanjutan UMKM di Kota Parepare. Kata kunci: literasi halal; sertifikasi halal; UMKM; edukasi. AbstractThe increase in the number of MSMEs in Parepare City highlights the strategic role of this sector in driving local economic growth. However, the low rate of halal certification ownership poses a major challenge to improving product competitiveness, particularly amid growing consumer awareness of halal standards. This community service initiative aims to identify the level of halal literacy and the challenges faced by MSME operators, while also providing education on halal certification procedures. The methods employed included field surveys, interviews, direct education, and the distribution of informational materials to 24 MSMEs selected from 57 participants at the Youth Fest Collabonation 2024 event. The results indicated that none of the respondents currently held halal certification, with the primary obstacles being a lack of knowledge, the perception that the certification process is complex and expensive, and limited access to information. The educational activities proved to enhance business owners’ understanding and awareness of the importance of halal certification, although continued administrative support remains necessary. Thus, strengthening halal literacy requires a more structured approach through collaboration between the government, relevant institutions, and SME stakeholders. These efforts are expected to improve access to halal certification, strengthen consumer trust, and boost the competitiveness and sustainability of SMEs in Parepare City. Keywords: halal literacy; halal certification; SMES; education.
Implementasi pemilahan sampah dan pemanfaatanya menjadi media edukasi menabung untuk siswa madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Serag Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Dara Elvitasari; Oilin Denti Nurlita; Putri Ananda Susanti; Julia Novitasari; Ardyan Firdausi Mustoffa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39407

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian Masyarakat Yang Dilaksanakan Oleh Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Ponorogo Di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Serag Ponorogo Bertujuan Mengintegrasikan Pengelolaan Sampah Anorganik Dengan Pendidikan Karakter Dan Literasi Keuangan Melalui Pendekatan Kreatif Berbasis Sekolah. Sasaran Kegiatan Adalah Siswa Sekolah Dasar Kelas 3 Dan 4, Dengan Tahapan Pelaksanaan Meliputi Penyampaian Konsep Dasar Menabung, Persiapan Alat Dan Bahan, Praktik Pembuatan Celengan Dari Botol Bekas, Proses Dekorasi Sesuai Imajinasi Siswa, Serta Sesi Interaktif Tanya Jawab. Hasil Kegiatan Menunjukkan Bahwa Siswa Mampu Memahami Pentingnya Menabung Sejak Dini, Menghasilkan Celengan Dengan Desain Personal Yang Mencerminkan Kreativitas, Serta Menyadari Bahwa Barang Bekas Memiliki Nilai Guna. Selain Itu, Kegiatan Ini Berkontribusi Pada Pengembangan Keterampilan Motorik Halus, Peningkatan Kreativitas, Dan Pembentukan Kepedulian Terhadap Lingkungan. Program Ini Tidak Hanya Memberikan Pengalaman Belajar Kontekstual, Tetapi Juga Menanamkan Nilai Karakter Hemat, Tanggung Jawab, Dan Kepedulian Sosial. Dengan Dukungan Pembelajaran Tematik, Model Kegiatan Ini Berpotensi Direplikasi Di Sekolah Dasar Lain Sebagai Strategi Inovatif Dalam Pendidikan Karakter Dan Literasi Keuangan Berbasis Lingkungan. Keberlanjutan Program Dapat Diperkuat Melalui Kolaborasi Antara Sekolah, Masyarakat, Dan Perguruan Tinggi Sehingga Dampak Positifnya Semakin Luas Dan Berkesinambungan. Kata Kunci: celengan; botol bekas; daur ulang. AbstractThe Community Service Program Conducted By KKN Students Of Universitas Muhammadiyah Ponorogo At Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Serag Ponorogo Aims To Integrate Inorganic Waste Management With Character Education And Financial Literacy Through Creative School-Based Approaches. The Target Participants Were 3rd And 4th Grade Elementary School Students, With Implementation Stages Including The Delivery Of Basic Concepts Of Saving, Preparation Of Tools And Materials, Practice Of Making Piggy Banks From Used Plastic Bottles, Decoration According To Students’ Imagination, And Interactive Question-And-Answer Sessions. The Results Indicate That Students Were Able To Understand The Importance Of Saving From An Early Age, Produce Personalized Piggy Banks That Reflect Their Creativity, And Recognize The Functional Value Of Recyclable Materials. In Addition, The Program Contributed To The Development Of Fine Motor Skills, Enhancement Of Creativity, And The Cultivation Of Environmental Awareness. This Program Not Only Provided Contextual Learning Experiences But Also Instilled Values Of Frugality, Responsibility, And Social Care. With Thematic Learning Support, This Model Has The Potential To Be Replicated In Other Elementary Schools As An Innovative Strategy For Character Education And Financial Literacy Based On Environmental Awareness. The Sustainability Of The Program Can Be Strengthened Through Collaboration Among Schools, Communities, And Universities, Thereby Expanding And Maintaining Its Positive Impact. Keywords: piggy bank; used bottle; recycling.
Pendampingan pengelolaan dan penataan potensi wisata nagari lubuak batingkok untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39665

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengelolaan dan penataan potensi serta sumber daya pariwisata di Objek Wisata Kilalang Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari Lubuak Batingkok memiliki potensi wisata alam, wisata sejarah, dan wisata edukasi yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan desa wisata, belum optimalnya pengembangan produk wisata dan UMKM, lemahnya promosi wisata, serta kurang optimalnya peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, penguatan kelembagaan, pengembangan produk wisata dan promosi wisata, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan mulai Juni 2023 sampai November 2023 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, Pokdarwis, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis potensi dan sumber daya nagari, sosialisasi program, focus group discussion (FGD), transfer knowledge, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata, pentingnya promosi wisata, pengembangan produk UMKM, serta penguatan kelembagaan Pokdarwis melalui pembentukan dan revitalisasi kepengurusan Pokdarwis Lembah Bungsu Nagari Lubuak Batingkok. Selain itu, kegiatan transfer knowledge terkait penataan kawasan wisata dan pengemasan produk lokal memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: desa wisata; nagari lubuak batingkok; pariwisata berkelanjutan; pengelolaan wisata; pokdarwis. AbstractThis community service program was conducted to support the management and development of tourism potential and resources at the Kilalang Tourism Area in Nagari Lubuak Batingkok, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. Although the area has significant potential in nature, historical, and educational tourism, its management has not been optimal in supporting community economic development. The main problems faced by the community included limited understanding of tourism village management, weak tourism promotion, underdeveloped tourism products and micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the suboptimal role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to improve community knowledge and skills in tourism management, institutional strengthening, tourism product development, and sustainable tourism awareness. The program was implemented from June to November 2023 and involved 25 participants consisting of village government officials, Pokdarwis members, MSME actors, and local communities. The methods used included potential analysis, program socialization, focus group discussions (FGD), knowledge transfer, training, mentoring, monitoring, and evaluation. The results showed increased community understanding of tourism village management, tourism promotion, MSME product development, and the strengthening of Pokdarwis institutions through the revitalization of Pokdarwis Lembah Bungsu. In addition, training on tourism area arrangement and local product packaging positively supported community readiness in developing local potential-based tourism destinations sustainably. Keywords: nagari lubuak batingkok; pokdarwis; sustainable tourism; tourism management; tourism village.
Edukasi wellness outreach for wonderful kids sebagai upaya preventif gizi buruk pada anak sekolah dasar Ita Marlita Sari; Mochammad Fadhil Suparman; Raida Fatia Adila; Zhafira Yasmine; Hidayat Fauzan Ma’ruf; Anggi Putri; Raihana Fithriyyah; Virgi Elwalidayni; Amalia Laily; Naila Fatima Zahra; Salwa Aenan; Dzakiyyah Dewi Lestari; Mutiara Cinta Mutahharatun; Muhammad Fitrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39497

Abstract

AbstrakKesehatan berperan krusial dalam menunjang proses tumbuh kembang anak, baik dari aspek fisik maupun mental. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia sekolah dasar (SD) masih menjadi tantangan yang cukup besar, khususnya di Kota Serang. Kondisi ini juga berkontribusi terhadap masih tingginya angka masalah gizi di wilayah tersebut. Edukasi berbasis komunitas “Wellness Outreach for Wonderful Kids (WOW)” bertujuan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka mencegah gizi buruk di kalangan siswa SDN Kampung Baru, Kota Serang. Kegiatan ini dikembangkan sebagai respons terhadap masalah kesehatan yang terus berlanjut, termasuk kesadaran PHBS yang rendah, kekurangan gizi, anemia, obesitas, dan kebersihan mulut yang buruk di kalangan anak usia SD. Kegiatan edukasi ini menggunakan metode ceramah interaktif dan demonstrasi disesuaikan dengan pemahaman sesuai usia seperti presentasi edukasi, demonstrasi (mencuci tangan dan menyikat gigi), permainan, dan kuis untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2024, dengan melibatkan 26 siswa dan tim edukasi mahasiswa multidisiplin dari kedokteran, keperawatan, dan gizi yang didampingi dengan fasilitator. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan indikator yang telah ditentukan seperti kehadiran dan partisipasi. Hasil menunjukkan bahwa kehadiran siswa 98%, dengan partisipasi aktif (95% keterlibatan), dan keterlibatan tim edukasi penuh (100%). Siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik termasuk mempraktikan simulasi teknik mencuci tangan yang benar dan menyikat gigi. Edukasi ini diharapkan bahwa praktik PHBS dapat diimplementasi dan terintegrasi secara berkelanjutan ke dalam rutinitas sekolah sehari-hari sehingga dapat terjadi perubahan perilaku jangka panjang dan peningkatan kesehatan anak. Kata kunci: anak sekolah dasar; kebersihan; nutrisi; PHBS. Abstract  Health plays a crucial role in supporting children's growth and development, both physically and mentally. Implementing Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) among elementary school-aged children remains a significant challenge, particularly in Serang City. This situation also contributes to the persistently high rate of malnutrition in the region. The community-based education program "Wellness Outreach for Wonderful Kids (WOW)" aims to implement clean and healthy living behaviors to prevent malnutrition among students at Kampung Baru Elementary School in Serang City. This program was developed in response to ongoing health problems, including low PHBS awareness, malnutrition, anemia, obesity, and poor oral hygiene among elementary school-aged children. This educational activity uses interactive lectures and demonstrations tailored to age-appropriate understandings such as educational presentations, demonstrations (washing hands and brushing teeth), games, and quizzes to increase student active engagement. This activity was carried out in November 2024, involving 26 students and a multidisciplinary student education team from medicine, nursing, and nutrition, accompanied by facilitators. Evaluation of the activity was conducted using predetermined indicators such as attendance, participation, and educational outcomes. Results showed 98% student attendance, 95% active participation, and 100% full involvement of the education team. Students participated effectively in the activity, including practicing simulations of proper handwashing and tooth-brushing techniques. This education program is expected to ensure that PHBS practices can be implemented and integrated sustainably into daily school routines, leading to long-term behavioral changes and improved children's health. Keywords: elementary school children; hygiene; nutrition; clean and healthy living behavior.