cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PEMBERDAYAAN PENGASUH LANSIA DALAM PEMBUATAN AROMATERAPI BUNGA LAVENDER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI LKS-LU PANGESTI LAWANG Wibowo Wibowo; Sugiyanto Sugiyanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9133

Abstract

ABSTRAKGangguan tidur, imobilisasi, inkontinensia, depresi, kekurangan nutrisi, menurunnya kekebalan tubuh. Gangguan tidur yang menyerang hampir setengah dari jumlah populasi lansia atau yang berusia 65 tahun atau lebih yang berada di rumah ataupun yang berada di LKS-LU. Aromaterapi bunga lavender memiliki efek mengendorkan dan melemaskan otot kemudian memperbaiki kualitas tidur. Berdasarkan analisa situasi, ditemukan permasalahan  belum ditemukan tanaman lavender pada lahan serta mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang manfaat bunga lavender, cara pengolahan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian mayarakat ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan terhadap para pengasuh lansia  untuk memenfaatkan bunga lavender sebagai bahan pembuatan aroma terapi untuk meningkatkan kualitas tidur lansia. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan agar para pengasuh, mampu menambah wawasan dan pengetahuan dalam memanfaatkan bunga lavender sebagai aroma terapi, Selain itu, khalayak sasaran juga belum mampu  mengatasi gangguan tidur lansia dengan memanfaatkan bunga lavender yang ditanam pada lahan  sendiri. Pengabdian yang dilakukan selama 3 hari ini menghasilkan perubahan pengetahuan kearah yang lebih baik yang dapat diketahui dari jawaban pre-test yang memiliki skor rata-rata 6,01 dan skor rata-rata post test adalah 8,45. Untuk mengetahui perubahan ketrampilan dalam pemanfaatkan bunga lavender sebagai aromaterapi dilakukan dengan menggunakan checklist saat para peserta melakukan redemonstrasi. Kata kunci : pengasuh lansia; kualitas tidur; aromaterapi; bunga lavender. ABSTRACTInsomnia, immobilization, incontinence, depression, nutritional deficiencies, decreased immunity. Sleep disorders that attack almost half of the elderly population or those aged 65 years or more who are at home or in LKS-LU. Lavender aromatherapy has the effect of relaxing and relaxing muscles and then improves sleep quality. Based on the situation analysis, it was found that the problem was that lavender plants had not been found on the land and the partners did not have sufficient knowledge about the benefits of lavender flowers, processing methods to improve the sleep quality of the elderly. The solution offered in this community service is to provide counseling and training for elderly caregivers to use lavender flowers as an ingredient in aromatherapy to improve the quality of sleep for the elderly. This service activity is carried out with the aim that the caregivers are able to add insight and knowledge in using lavender flowers as aroma therapy. In addition, the target audience has not been able to overcome sleep disorders of the elderly by using lavender flowers planted on their own land. The service that was carried out for 3 days resulted in a change in knowledge towards the better which could be seen from the answers to the pre-test which had an average score of 6.01 and the average score of the post-test was 8.45. To find out the changes in skills in the use of lavender flowers as aromatherapy, it was done using a checklist when the participants were doing redemonstrations. Keywords :  caregiver; sleep qualit; aromatherapy; lavender flower.
PENGENALAN WISATA BUDAYA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DUSUN SADE REMBITAN LOMBOK TENGAH Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Junaidi A.M; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Hasanah; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Anwar Efendy; Mintasrihardi Mintasrihardi; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Irma Setiawan; Sintayana Muhardini; Burhanuddin Burhanuddin; M. Saleh; M. Sobry
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10667

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pengenalan wisata budaya pada mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Mataram Di Dusun Sade Rembitan Lombok Tengah dalam rangka siar budaya dan pengenalan budaya sasak khusus kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan kunjungan langsung lapangan. Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui memberikan dampak positif terhadap mahasiswa akan pentingnya budaya sebagai asset bangsa. Kondisi sebagai keraifan local sebagai budaya leluhur dalam memperkenalkan kepada masyarakat umum. Kedepan diperlukan model baru terhadap sosialisasi terutama melalui event bersama dalam memperkenalkan budaya local pada khalayak ramai.   Kata Kunci: pengenalan; wisata; budaya; sade ABSTRACTThe purpose of community service, especially the introduction of cultural tourism to students of Geography Education at the University of Muhammadiyah Mataram in Sade Rembitan Hamlet, Central Lombok, in the context of broadcasting culture and introducing special Sasak culture among students. The method used is socialization and direct field visits. The results of this community service are known to have a positive impact on students regarding the importance of culture as a nation's asset. Conditions as local wisdom as ancestral culture in introducing it to the general public. In the future, a new model of socialization is needed, especially through joint events to introduce local culture to the general public. Key words: introduction; tourism; culture; sade
KESMAS MENGAJAR: EDUKASI MENGENAI BENCANA KABUT ASAP DI SD ALAM MUHAMMADIYAH MARTAPURA Ayu Riana Sari; Reni Saufi Jayanti; Fajar Adi Mulya; Rifaldi Rifaldi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10031

Abstract

ABSTRAKBencana kabut asap disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian gangguan pernapasan secara akut dan kronis. Populasi berisiko terdapat pada kelompok usia anak-anak karena imaturitas fungsi sistem pernapasan. Kegiatan pengabdian dilakukan di SD Muhammadiyah Martapura. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman pelajar SD SD Muhammadiyah Martapura  mengenai kabut asap. Kegiatan dikonduksikan secara indoor-outdoor. Penerapan metode melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan media powerpoint, poster dan media mewarnai. Peserta terdiri dari 35 siswa bersikap aktif saat kegiatan. Didapatkan hasil berupa peningkatan pengetahuan sebesar 9,38%, dimana 94,28% responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai bencana kabut asap. Berdasarkan uji statistik dinyatakan hubungan signifikan dari kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan responden (Z hitung=3,18, p-Value=0,0001). Peningkatan pengetahuan dari sasaran pada kegiatan ini dikarenakan responden berupa pelajar Sekolah dasar, dukungan sekolah dan media penyuluhan sedangkan penghambat dari kegiatan ini adalah keterbatasan waktu dan ketertiban sasaran. Kata kunci: bencana kabut asap; kebakaran hutan dan lahan; anak sekolah dasar; penyuluhan; peningkatan pengetahuan. ABSTRACTThe haze disaster is caused by bushfires. This has an impact on increasing the incidence of acute and chronic respiratory disorders. The population at risk is in the age group of children because of the immaturity of the respiratory system function. Service activities are carried out at Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura. The purpose of this activity is to increase the understanding of Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura students about smoke haze. Activities conducted indoor-outdoor. The application of the method through discourse and discussions with questions & answers using powerpoint, posters and coloring media. Participants consisted of 35 students being active during the activity. The results obtained in the form of an increase in knowledge of 9.38%, where 94.28% of respondents had good knowledge about the haze disaster. Based on the statistical test, it was stated that there was a significant relationship between counseling education toward increase knowledge of respondents (Z count = 3,18, p-Value = 0,0001). The increase in knowledge of the targets in this activity is because the respondents are elementary school students, school support and counseling media, while the obstacles to this activity are limited time and orderliness of the target. Keywords: haze disaster; bushfires; elementary school children; counseling; knowledge enhancement.
PELATIHAN PENGOLAHAN KOPI TEPAT GUNA MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN ANEKA RASA DAN WARNA Ameilia Zuliyanti Siregar; Tulus Tulus; Elisa Julianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10591

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara pengekspor keempat kopi terbesar di dunia, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Kopi Arabica Aceh Tengah merupakan salah satu kopi spesialti dari Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang dibudidayakan di Desa Telagah. Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat berlokasi 60.6 km dengan jarak tempuh 1 jam 37 menit dari Kota Medan. Petani kopi di daerah mitra di Desa Telagah, teridentifikasi memiliki pengetahuan rendah, keterampilan sederhana, modal terbatas dalam budidaya dan pengelolaan kopi belum maksimal. Oleh sebab itu, sangat penting dilakukan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang difokuskan untuk menganalisis faktor-faktor internal, eksternal, strategi pengembangan dan konservasi kopi, minuman penikmat rasa yang trendi masa kini. Kualitas kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti varietas kopi, pengendalian hama terpadu kopi, lokasi budidaya kopi, pemanenan kopi serta pengolahan pasca panen kopi. Kelompok petani kopi ‘Perteguhan-Telagah’, menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah dengan menginisiasi ‘Model Edukop’, edukasi budidaya dan pengelolaan kopi diharapkan dapat mendukung ekonomi kreatif berkonsepkan ekosistem berkelanjutan, mengenalkan kepada masyarakat budidaya kopi sebagai wahana edukasi dan produksi sebagai minuman dan makanan olahan tepat rasa, tepat gizi, dan tepat guna yang meningkatkan kesejahteraan petani kopi. Rencana kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk sosialisasi informasi, pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan ke kepada mitra petani kopi serta masyarakat. Diprediksikan sumbangan mesin sangrai dan alat grinder pengabdian DRTPM Kemendikbudristek-USU 2022 kepada Poktan Kopi Perteguhan, dalam pengolahan dari kopi menjadi aneka minuman  Kopnaco (Kopi-Nata de Coco), Koptel (kopi-Telang), dan Kopcin (Kopi-Cincau) serta makanan dalam bentuk snek Pisang kopi keju (Piskoju), Mikop (mie kopi), Nasi goreng kopi (Naskop)  serta sambal kopi. Program PKM Kopi Telagah berbasiskan riset dan sinergitas dengan masyarakat untuk mencapai tujuan khusus mewujudkan Desa Telagah sebagai model harmoni masyarakat Sumatera Utara. Kata kunci: kopi; pengolahan; makanan; minuman; telagah ABSTRACTIndonesia is one of the fourth largest coffee exporting countries in the world, after Brazil, Vietnam and Colombia. Central Aceh Arabica Coffee is one of the specialty coffees from Indonesia has high economic value was cultivated in Telagah Village. Telagah Village, Sei Bingei District, Langkat Regency is located 60.6 km with a distance of 1 hour 37 minutes from Medan City. Coffee farmers in partner areas in Telagah Village determined with low knowledge, simple skills, limited capital in coffee cultivation and management. Therefore, it is important to carry out Community Partnership Service (PKM) activities which are very important to analyze internal and external factors, development and conservation strategies for coffee, a drink that is trendy today. Coffee quality is influenced by several factors such as coffee varieties, integrated coffee pest control, coffee cultivation locations, harvesting, and post-harvest processing of coffee. The 'Perteguhan-Telagah' coffee farmer group, became an alternative problem solving by initiating the 'Edukop Model', education on coffee cultivation and management is expected to support the creative economy with a sustainable ecosystem concept, introduce coffee cultivation to the community as a vehicle and production as a beverage and processed food. right taste, right nutrition, and right use that improve the welfare of coffee farmers. The PKM activity plan is carried out in the form of information dissemination, training, technical guidance, and assistance to coffee farmer partners and the community. It is predicted that the donation of roasting machines and grinding equipment for the Ministry of Education and Culture-USU's 2022 DRTPM service to the Perteguhan Coffee Poktan will increase the use of coffee processing into a variety of drinks,such as: Kopnaco (Kopi-Nata de Coco) drinks, Koptel (Telang-coffee), and Kopcin (Kopi-Cincau) as well as food,such as snacks, Banana coffee cheese (Piskoju), Mikop (coffee noodles), Coffee fried rice (Naskop) and coffee sauce. The PKM coffee of Telagah programme is based on research and synergy with the community to achieve the specific goal of realizing Telagah Village as a model of harmony for the people of North Sumatra. Keywords: coffee; management; food; drink; telagah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENGOLAH SAMPAH DI KELURAHAN KEBON BARU, TEBET, JAKARTA SELATAN Sri Kurniasih; Eka Purwa Laksana; Karya Subagya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9988

Abstract

ABSTRAKPersoalan lingkungan yang selalu menjadi permasalahan di hampir seluruh wilayah adalah bagaimana mengelola sampah dengan baik. Hingga saat ini, pengelolaan sampah masih terbilang klasik, salah bentuknya yaitu membuat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di setiap wilayah RW. Banyak kajian yang menjelaskan bahwa TPA pada akhirnya terjadinya penumpukan sampah yang semakin menggunung sehingga pada akhirnya berdampak kepada polusi udara bagi sekitar lingkungan TPA tersebut. Permaslahan yang terjadi adalah Kebiasaan masyarakat yang gemar membuang sampah di saluran drainase juga membuat masalah persampahan ini menjadi perhatian. Sampah perlu penanganan yang baik sehingga dapat meminimalkan dampak buruknya. Pendekatan dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam lingkungan yaitu pengadaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program yang dikenal dengan teknik 3R (reuse, reduce, recycle). Berdasarkan hasil observasi di lingkungan Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan dapat disimpulkan bahwa masih kurang optimalnya pengelolaan sampah di wilayah tersebut, masih ditemukannya sampah-sampah yang bertumpuk di pinggir jalan tanpa adanya pemilahan sampah, masih terdapatnya beberapa masyarakat yang membuang sampah di Kali Ciliwung yang menjadi penyebabnya banjir Jakarta. Salah satu solusi untuk permasalahan sampah yaitu dengan adanya kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan sampah dan cara pengelolaannya, yaitu melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Mengelola Sampah di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Metode dari kegiatan ini yaitu dengan menggunakan konsep Tri-Daya; konsep sosial yaitu mengajak masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam mengolah sampah, konsep lingkungan yaitu dengan melakukan identifikasi terhadap sampah di lingkungan dan konsep ekonomi yaitu pembuatan eco enzyme yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar. Hasil dari kegiatan ini berupa penyuluhan dan pemberian materi terkait pengolahan sampah yang dilanjutkan dengan workshop pengolahan sampah yaitu praktek membuat eco enzyme dari bahan sisa sayuran dan kulit buah-buahan. Dengan demikian dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sampah serta membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci: pemberdayaan; masyarakat; pengelolaan; sampah; eco enzyme. ABSTRACTThe environmental problem that has always been a problem in almost all regions is how to manage waste properly. Until now, waste management is still a classic, one form of which is to make a final disposal site (TPA) for waste in each RW area. There are many studies that explain that in the end of the landfill, the accumulation of waste is increasingly mounting so that in the end it has an impact on air pollution for the surrounding environment of the landfill. The problem that occurs is the habit of people who like to throw garbage in drainage channels also makes this waste problem a concern. Garbage needs to be handled properly so that it can minimize its bad impact. The approach can be taken in waste management by involving the active role of the community in the environment, namely the provision of community-based waste management through a program known as the 3R technique (reuse, reduce, recycle). Based on the results of observations in the Kebon Baru Village, Tebet, South Jakarta, it can be concluded that waste management is still not optimal in the area, garbage is still found piled up on the roadside without any sorting of waste, there are still some people who throw garbage in Ciliwung River. which is the cause of the Jakarta flood. One solution to the waste problem is through activities that can increase public awareness of waste and how to manage it, namely through Community Service activities entitled "Community Empowerment to Increase Public Awareness in Managing Waste in Kebon Baru Village, Tebet, South Jakarta. The method of this activity is to use the concept of Tri-Power; the social concept is to invite the community through community empowerment activities in processing waste, the environmental concept is to identify waste in the environment and the economic concept is the manufacture of eco enzymes that can increase the economic value of the surrounding community. The results of this activity are in the form of counseling and providing materials related to waste processing, followed by a workshop on waste management, namely the practice of making eco enzymes from vegetable waste and fruit peels. Thus, it can increase public knowledge about waste management and increase public awareness in treating waste and disposing of waste in its place. Keywords: empowerment; community; management; waste; eco enzyme.
PELATIHAN CARA MENINGKATKAN PENDAPATAN MELALUI PEMANFAATAN FACEBOOK SEBAGAI ALTERNATIF PENJUALAN PADA PEDAGANG SEMBAKO DI DESA ALAI SELATAN Lidiya Paramita; Andini Utari Putri; Yeni Yeni; Shafiera Lazuarni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10388

Abstract

ABSTRAKDesa Alai Selatan terletak di Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim merupakan suatu daerah yang masyarakatnya sebagian besar memiliki pendapatan lewat usaha salah satunya warung sembako.Namun semakin lama tingkat daya saing usaha warung sembako semakin tinggi dikarenakan harga modal didapat dari pihak kedua, posisi warung yang kurang strategis, serta target pasar yang kurang luas karna masih menggunakan sistem konvensional. Sehingga mengakibatkan penurunan profitabilitas pada pendapatan pedagang Desa Alai Selatan. Untuk itu dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan pelatihan kepada pedagang untuk mencoba berjualan online dengan menggunakan facebook sebagai alternatif penjualan guna mengembangkan usahanya dan memaksimalkan laba. Metode dalam pengabdian ini adalah metode learning by doing, dimulai dari survey lapangan sampai pada pembelajaran langsung. Setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini selesai akan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha mikro kecil agar bisa sekaligus memahami apa itu E-commerce yaitu proses pembelian dan penjualan produk maupun jasa secara online dan memanfaatkan jaringan internet yang sudah sangat efisien untuk digunakan sebagai alternatif bisnis. Selain itu para pedagang sembako juga mendapatkan pelatihan cara membuat akun jualan secara gratis pada marketplace facebook dan cara mendesain foto produk yang akan dipasarkan agar menarik serta cara mengimplementasikannya. Kata kunci: pedagang sembako; penjualan; pendapatan; e-commerce; facebook. ABSTRACTSouth Alai Village, located in Lembak District, Muara Enim Regency, is an area where most of the people have income through businesses, one of which is food stalls. , as well as a less broad target market because they still use conventional systems. Thus resulting in a decrease in profitability on the income of traders in South Alai Village. For this reason, this community service activity will provide training to traders to try selling online by using Facebook as an alternative to sales in order to develop their business and maximize profits. The method in this service is the learning by doing method, starting from field surveys to direct learning. After this community service activity is completed, it will provide benefits for micro and small business actors so that they can simultaneously understand what E-commerce is, namely the process of buying and selling products and services online and utilizing the internet network which is already very efficient to be used as an alternative business. In addition, the basic food traders also received training on how to create a sales account for free on the Facebook marketplace and how to design product photos to be marketed to make them attractive and how to implement them. Keywords: grocery traders; sales; income; e-commerce; facebook
PENDAMPINGAN INOVASI JAMU INSTAN VARIAN RASA DALAM RANGKA MENCIPTAKAN PELUANG USAHA DI MASA PANDEMI COVID 19 Dzun Haryadi Ittiqo; Abdul Rahman Wahid; Melati Permata Hati; Irmatika Hendriyani; Yuli Fitriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9997

Abstract

ABSTRAKKondisi pandemi berpengaruh ke semua sektor,tidak hanya sektor ekonomi tetapi juga sosial antar masyarakat, salah satu dampak yang paling terlihat adalah munculnya pengangguran baru yang disebabkan banyak faktor antara lain, pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melemahnya pergerakan ekonomi di masyarakat . Dalam situasi ini diperlukan suatu program dengan biaya murah salah satunya adalah pendampingan pembuatan jamu isntan variasi rasa, karena bahan bakunya mudah didapat, murah atau terjangkau bahkan bisa dibudidayakan di pekarangan rumah, tetapi bernilai komersial setelah menjadi produk instan. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini Menumbuhkan semangat kewirausaahan dan ketrampilan dalam mengolah bahan alam menjadi sediaan jamu instan yang praktis. Mitra dalam kegiatan ini Masyarakat Dusun Mbung Duduk. Metode yang dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan . Hasil dari kegiatan ini  masyarakat mengerti potensi bahan-bahan alam disekitar mereka sebagai bahan alternatif pengobatan dan  terampil membuat  jamu instan dari Bahan alam yang ada di sekitar mereka untuk digunakan sendiri ataupun di komersialkan dalam skala mikro. Kesimpulan yang dapat diambil adalah tumbuhnya semangat kewiusahaan dari masyarakat serta terampil dalam pengolahan bahan baku sampai menjadi sediaan jamu instan varian rasa yang praktis. Kata Kunci : jamu; instan; inovasi; produk ABSTRACTThe pandemic condition affects all sectors, not only the economic sector but also the social sector among communities, one of the most visible impacts is the emergence of new unemployment caused by many factors, including layoffs and weakening economic movements in society. In this situation, a program with a low cost is needed, one of which is assistance in the manufacture of flavored instant herbal medicine, because the raw materials are easy to obtain, cheap or affordable and can even be cultivated in the yard of the house, but have commercial value after becoming an instant product. The goal to be achieved in this activity is to foster an entrepreneurial spirit and skills in processing natural ingredients into practical instant herbal preparations. Partners in this activity are the  Mbung Duduk Hamlet Community. The method used is counseling and mentoring. The result of this activity is that the community understands the potential of natural ingredients around them as alternative medicine and is skilled at making instant herbal medicine from natural ingredients around them for their own use or commercialized on a micro scale. The conclusion that can be drawn is the growth of the entrepreneurial spirit of the community as well as being skilled in processing raw materials to become instant herbal preparations of practical flavor variants. Keywords: jamu; instant; innovation; product.
PELATIHAN PENGGUNAAN GOOGLE FORM DAN GOOGLE DRIVE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI DI DESA KARANGNANGKA Ali Nur Ikhsan; Raditya Sani Alifian; Desri Nur Astri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10069

Abstract

ABSTRAKDampak adanya pandemic Covid-19 membuat perangkat desa harus menemukan cara melayani masyarakat dengan mudah dan aman, selain itu penyimpanan data masih menggunakan penyimpanan lokal dengan menggunakan flashdisk, hardisk sehingga berisiko data hilang dan terkena virus. Tim pengabdian masyarakat: Amikom Mitra Masyarakat (AMM) berencana memberikan pelatihan penggunaan Google Form dan Google Drive. Pelatihan Google Form untuk dapat dimanfaatkan perangkat desa dalam melayani masyarakat di bagian administrasi, sedangkan Pelatihan Google Drive untuk dapat dimanfaatkan perangkat desa dalam menyimpan dan membackup data secara cloud sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penjelasan materi dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik langsung pada masing-masing peserta. Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan baik dan langsung dipraktikan oleh perangkat desa untuk membantu pekerjaan administrasi di desa. Kata kunci: pelatihan; pengabdian kepada masyarakat; google; form; drive; cloud. ABSTRACTThe impact of the Covid-19 pandemic has forced village officials to find ways to serve the community easily and safely, besides that data storage is still using local storage using flash drives and hard drives, so there is a risk of data being lost and being exposed to viruses. Community service team: Amikom Mitra Masyarakat (AMM) plans to provide training on the use of Google Forms and Google Drive. The Google Form training can be used by village officials in serving the community in the administration section, while the Google Drive Training can be used by village officials to store and back up data in the cloud so that it can be accessed anytime and anywhere. The method used in this community service is the explanation of the material followed by training and direct practice for each participant. This training activity went well and was immediately put into practice by village officials to help with administrative work in the village. Keywords: training; community service; google; form; drive; cloud.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP ANAK- ANAK DI KABUPATEN ACEH BESAR Syarifah Rahmiza Muzana; Silvi Puspa Widya Lubis; Muhammad Nizar; Wirda Wirda; Yulinar Yulinar; Muhammad Fadli; Zul Arahim; Irna Diah Rizka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10926

Abstract

ABSTRAKKegiatan sosialisasi ini dilakukan di kampung Lambunot Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2022. Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini yaitu memberikan pemahaman kepada anak-anak akan pentingnya menjaga gigi dan mulut sehingga terhindar dari berbagai penyakit antara lain yaitu gigi berlubang, radang gusi, infeksi gusi, sariawan, dan gigi patah. Hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut yaitu menyikat gigi 2 kali sehari sebelum tidur dan sesudah sarapan, meningkatkan durasi dalam menyikat gigi selama 2 menit sehingga bisa mengangkat semua yang menempel di gigi, memilih sikat gigi yang lembut bulunya dan memilih pasta gigi yang benar. Metode yang digunakan pada saat sosialisasi yaitu metode ceramah, tanya jawab dan praktek langsung. Hasil yang didapatkan diantaranya anak-anak semakin paham bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut dan mengerti bagaimana pentingnya merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci: kesehatan; gigi; mulut; anak-anak . ABSTRACTThis socialization activity was carried out in Lambunot Village, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh, which was held on August 24, 2022. The purpose of this socialization was to provide children with an understanding of the importance of taking care of their teeth and mouth so as to avoid various diseases, including cavities, gingivitis, gum infections, canker sores, and broken teeth. Things that must be done to maintain oral and dental health are brushing teeth twice a day before bed and after breakfast, increasing the duration of brushing for 2 minutes so that it can remove all that is stuck to the teeth, choosing a soft-bristled toothbrush and choosing a toothpaste that Correct. The method used at the time of socialization is the lecture method, question and answer and direct practice. The results obtained include children increasingly understand how to maintain healthy teeth and mouth and understand how important it is to care for and maintain healthy teeth and mouth. Keywords: health; teeth; mouth; children.
PKM PENDAMPINGAN DAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TAHU DUSUN WONOSARI KEDIRI MELALUI PEMBUATAN BIODIGESTER Widriyakara Setiadi; Lusi Mei Cahya Wulandari; Johan Patrick; David Pieter;  Fransiscus Borgia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11255

Abstract

ABSTRAKMeningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dapat dilakukan dengan cara membina langsung para pelaku usaha. Para pelaku usaha Industri Rumah Tangga (IRT) yang ada di Dusun Wonosari Papar Kediri adalah pengrajin tahu dan sari kedelai. Produksi tahu dan sari kedelai IRT Dusun Wonosari Papar Kediri menghasilkan limbah tahu yang belum dikelola dengan baik, sehingga limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Tujuan yang ingin dicapai dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah mengelola limbah cair tahu menjadi energi yang dapat dimanfaatkan. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan serta monitoring dalam setiap kegiatan. Pembuatan biodigester yang mampu mengolah limbah cair tahu menjadi energi merupakan solusi hasil dalam Program Kemitraan Masyarakat. Kata kunci: tahu; IRT; biodigester; energi ABSTRACTImproving village economic growth can be done by directly fostering business actors. Home Industry (IRT) business actors in Wonosari Papar Kediri Hamlet are tofu and soybean juice craftsmen. The production of tofu and soybean juice from IRT Wonosari Papar Kediri produces tofu waste that has not been managed properly, so that the waste can pollute the environment. The goal to be achieved in this Community Partnership Program is to manage tofu waste into usable energy. The implementation method is through training and mentoring as well as monitoring in each activity. Making a biodigester into energy is a result of the Community Partnership Program. Keywords: tofu; IRT; biodigester; energy

Page 88 of 272 | Total Record : 2711