cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Penggalian motif pengutipan figur Rahab dalam Yakobus 2:25: Sebuah eksplorasi teologis dan implikasinya Jani
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.849

Abstract

This study seeks to uncover the theological depth behind the citation of the figure of Rahab in James 2:25, which has often been understood partially. Using exegesis and intertextual methods, this study finds that Rahab symbolizes the balance between faith and works but also represents the universality of God's grace that is not limited to social or ethnic backgrounds, encouraging awareness of inclusivity in the Christian community. The figure of Rahab also highlights the elevation of the role of women in faith narratives, the importance of hospitality, compassion across borders, and the process of repentance as ongoing dynamics in spiritual life. This research enriches the understanding of James' letter while offering a relevant theological framework for the contemporary church to build inclusive communities, value gender equality, and facilitate spiritual transformation. Thus, this exploration spurs a more dynamic, transformative, and empowering discourse of Christian theology.   Abstrak Penelitian ini berusaha mengungkap kedalaman teologis di balik pengutipan figur Rahab dalam Yakobus 2:25, yang selama ini kerap dipahami secara parsial. Dengan metode eksegesis dan intertekstual, studi ini mendapati bahwa Rahab melambangkan keseimbangan antara iman dan perbuatan, tetapi juga merepresentasikan universalitas anugerah Allah yang tidak terbatas pada latar belakang sosial atau etnis, mendorong kesa-daran akan inklusivitas dalam komunitas Kristen. Figur Rahab turut menyoroti peninggian peran perempuan dalam narasi iman, serta pentingnya keramahan, belas kasih lintas batas, dan proses pertobatan sebagai dinamika berkelanjutan dalam kehidupan spiritual. Penelitian ini memperkaya pemahaman terhadap surat Yakobus sekaligus menawarkan kerangka teologis yang relevan bagi gereja kontemporer untuk membangun komunitas yang inklusif, menghargai kesetaraan gender, serta memfasilitasi transformasi rohani. Dengan demikian, eksplorasi ini memacu wacana teologi Kristen yang lebih dinamis, transformatif, dan berdaya guna.
Kedewasaan digital: Sebuah konstruksi formasi spiritual dalam meminimalisir sikap adiktif internet pada remaja Kristen Hasugian, Johanes Waldes; Simamora, May Rauli
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.872

Abstract

This study reveals the impact of excessive internet use on Christian vocational high school students and then offers digital maturity through spiritual formation to minimize their addictive attitude. The research approach was quantitative-qualitative (mixed), using a survey method among 169 Christian students at one of the SMKs in North Tapanuli Regency, North Sumatra, and using some research literature to offer the concept of digital maturity. The results showed that there were negative impacts such as lack of sleep, sore/blurred eyes, weight gain/loss; cognitive distortion, foul or abusive language, decreased achievement; conflict with/scolded by parents, lack of interaction with parents, lying to parents, lack of interaction with peers, anxiety, anger, depression, aggressive behavior; procrastination in worship. This study also highlights the importance of spirituality formation in helping SMK students overcome the negative impact of excessive internet use. Wise and ethical use of the internet per Christian values can help students achieve life balance, in addition to the role of parents in monitoring internet use. This study recommends digital maturity as the digital spirituality of vocational students using the internet.   Abstrak Penelitian ini mengungkapkan dampak penggunaan internet yang berlebihan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang beragama Kristen, yang kemudian menawarkan kedewasaan digital melalui formasi spiritual demi meminimalisir sikap adiktif mereka. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif-kualitatif (mixed), menggunakan metode survei pada 169 siswa beragama Kristen di salah satu SMK, di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, selain menggunakan beberapa literatur hasil riset untuk menawarkan konsep kedewasaan digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak negatif yang ditemukan akibat penggunaan internet secara adiktif. Penelitian ini juga menyoroti peran penting formasi spiritualitas dalam membantu siswa SMK mengatasi dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan. Penggunaan internet yang bijak dan etis sesuai dengan nilai-nilai kristiani dapat membantu siswa mencapai keseimbangan hidup, selain peran orang tua dalam memantau penggunaan internet. Penelitian ini merekomendasikan kedewasaan digital sebagai spiritualitas digital para siswa SMK dalam penggunaan internet.
Manajemen konflik dan dinamika sosial: Membangun kedewasaan sosial remaja melalui pendidikan kristiani Sianturi, Novita; Heydemans, Esther; Ruindungan, Max
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.946

Abstract

This study aims to analyze efforts to manage conflict effectively for Christian adolescents in dealing with social dynamics among adolescents. This study uses a descriptive method based on observations of adolescent cases in Teling Atas Village, Lingkungan 1, Manado, and a literature review that strengthens efforts to manage the social conflict of teenagers. The study's results indicate that teenagers' social dynamics that have the potential for conflict require the ability to manage the conflict, and teenagers have the potential to do so through social maturity. This study concludes that Christian education, which focuses on family education, has great potential to shape the social maturity of teenagers, especially Generation Z.   Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis upaya mengelola konflik yang efektif bagi remaja Kristen dalam menghadapi dinamika sosial di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbasis pada observasi kasus remaja di Kelurahan Teling Atas, Lingkungan 1, Manado, dan kajian literatur yang memperkuat upaya manajemen konflik sosial remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial remaja yang berpotensi pada konflik membutuhkan kemampuan dalam mengelola konflik tersebut, dan remaja memiliki potensi untuk melakukannya melalui kedewasaan sosial. Simpulan penelitian ini adalah, pendidikan kristiani, yang difokuskan pada pendidikan keluarga, sangat berpeluang untuk membentuk kedewasaan sosial remaja, khususnya Generasi Z.
Spiritualitas kolaboratif dan integrasi teknologi dalam pendidikan: Sebuah tawaran inovatif manajemen pendidikan kristiani melalui studi pada sekolah menengah di Sulawesi Utara Supit, Sugijanti; Samal, Abd. Latif; Tamandatu, Selfana Oktafia
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.1045

Abstract

This study explores technology-based learning management strategies in senior high schools in North Sulawesi Province to address the challenges of 21st-century educational disruption. The primary focus of this research is to identify the planning, implementation, and evaluation steps of learning in the post-digital era, as well as the supporting and inhibiting factors during the implementation process. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and documentation from seven public and three private senior high schools. The findings indicate that schools successfully integrating technology possess adequate infrastructure, strong leadership from principals, and continuous training for teachers. Key supporting factors include collaboration with the Department of Education and external stakeholders, while challenges involve limited infrastructure and teachers' digital competencies. This study underscores that integrating technology through the frameworks of the Technology Acceptance Model (TAM) and Task-Technology Fit (TTF) can enhance learning quality and prepare students for the post-digital era.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi strategi manajemen pembelajaran berbasis teknologi di SMA Provinsi Sulawesi Utara dalam menghadapi tantangan disrupsi pendidikan abad ke-21. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada era posdigital, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tujuh SMA Negeri dan tiga SMA Swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah yang berhasil mengintegrasikan teknologi memiliki infrastruktur memadai, dukungan kepala sekolah, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru. Faktor utama yang mendukung adalah kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak eksternal, sementara tantangan meliputi keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital guru. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi melalui kerangka Technology Acceptance Model (TAM) dan Task-Technology Fit (TTF) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi era posdigital.
Integritas kristiani: Keseimbangan dalam hidup menggereja pada ruang eklesial-sosial Togatorop, Timotius Mangiring Tua; Widjaja, Fransiskus Irwan
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1053

Abstract

Christian integrity faces the challenges of church life in social and ecclesial spaces; both reflect one standard. Presence in social spaces, especially in the digital world, presents a dramaturgical lifestyle or, like, playing a role so that it tends to be manipulative. This article aims to build a theological concept of Christian integrity reflected through church life in ecclesial and social spaces. Using a literature study approach, through published research articles, we find that church life must always display the same face of Christ in all spaces or dimensions of life. This means that Christian integrity is the spirit of church life in the ecclesial-social sphere.   Abstrak Integritas kristiani diperhadapkan pada tantangan hidup menggereja pada ruang sosial dan eklesial; apakah keduanya mereleksikan satu standar. Kehadiran pada ruang sosial, khususnya di dunia digital, menghadirkan gaya hidup yang dramaturgis atau seperti bermain peran sehingga cenderung manipulatif. Artikel ini bertujuan untuk membangun konsep teologis tentang integritas kristiani yang tercermin melalui hidup menggereja pada ruang eklesial dan sosial. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, melalui artikel hasil riset yang dipublikasi, kami mendapatkan bahwa kehidupan gereja harus selalu menampilkan wajah Kristus yang sama di segala ruang atau dimensi kehidupan. Ini berarti, integritas kristiani selalu menjadi spirit dalam hidup menggereja di ruang eklesial-sosial
Pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif: Formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai beragama di ruang digital Evimalinda, Rita
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1059

Abstract

This article maps a challenge for Christian teenagers living their calling in the digital space. Existence in the digital world that is vulnerable to disruption demands a spiritual formation for teenagers to actualize themselves without reducing natural things. This study offers a construction of Christian education that can shape a religious spirit in the digital space. By using various kinds of literature that map the formation of spiritual education in the digital world through descriptive Christian education, the results obtained show the need for digital church spirituality for Christian teenagers. In conclusion, the formation of spiritual education for teenagers in the frame of churching in the digital space can be built through adaptive and responsive Christian education.   Abstrak Artikel ini memetakan sebuah tantangan bagi remaja Kristen dalam menghidupi panggilannya di ruang digital. Keberadaan di dunia digital yang rentan dengan disrupsi menuntut sebuah formasi spiritual remaja untuk mengaktualisasi dirinya tanpa harus mereduksi hal-hal yang natural. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan sebuah konstruksi pendidikan kristiani yang dapat membentuk spirit beragama di ruang digital. Dengan mempergunakan berbagai literatur yang memetakan formasi pendidikan spiritual di dunia digital melalui pendidikan kristiani secara deskriptif, maka diperoleh hasil yang memperlihatkan kebutuhan spiritualitas menggereja secara digital bagi para remaja Kristen. Simpulannya, formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai menggereja di ruang digital dapat dibangun melalui pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif.
Digital storytelling: Menstimulasi minat spiritualitas pada anak Generasi Alfa di era posdigital Sidabutar, Dewi Lidya; Prasetya, Didimus Sutanto B.
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1064

Abstract

The issue of the spirituality of Generation Alpha children must start by mapping their digital-based interests. One way to increase interest in the process of learning Christian education is through a storytelling approach. This article offers digital-based storytelling to build and develop the spiritual interests of Generation Alpha children. This article uses a literature study through descriptive searches on various research references on storytelling and Generation Alpha in the post-digital era. Research shows the power of storytelling in improving the abilities of Generation Alpha children. We conclude that the spirituality of Generation Alpha begins with the interest in spirituality itself, which can be stimulated through digital storytelling.   Abstrak Persoalan spiritualitas anak generasi Alfa harus dimulai dari memetakan minat mereka yang berbasis digital. Salah satu cara untuk meningkatkan minat dalam proses belajar pendidikan kristiani adalah dengan pendekatan storytelling. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan penggunaan storytelling bebasis digital guna membangun hingga mengembangkan minat spiritualitas anak generasi Alfa. Artikel ini menggunakan studi pustaka, melalui penelusuran secara deskriptif pada berbagai referensi hasil riset tentang storytelling dan generasi Alfa di era posdigital. Penelusuran riset memperlihatkan kekuatan storytelling dalam meningkatkan kemampuan anak generasi Alfa. Kami menyimpulkan bahwa spiritualitas generasi Alfa dimulai dari minat spiritualitas itu sendiri, yang dapat distimulasi melalaui digital storytelling.
Kepemimpinan dan pendidikan yang berkelanjutan: Sebuah konstruksi pendidikan kristiani dalam dialektika teologi dan kearifan lokal Batak Toba Situmorang, Meditatio; Sagala, Ronal; Sigiro, Adi Suhenra; Sihombing, Nursalina
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1066

Abstract

This research examines the construction of Christian education through the dialectic between theology and Toba Batak local wisdom in the context of sustainable leadership and education. Using qualitative library research methods, this study analyzes how the principles of servant leadership from Christian theology can be integrated with dalihan na tolu philosophy as a foundation for sustainable Christian education. The results show that dalihan na tolu values such as reciprocity, harmony, and social justice have significant theological relevance to sustainable education development. The integration of Christian theological perspectives with Batak Toba cultural wisdom creates a contextual educational model that is responsive to local identity while maintaining universal Christian values. This research contributes to the development of contextual theology in Indonesia, particularly in formulating sustainable Christian education that is rooted in local wisdom while oriented toward Education for Sustainable Development (ESD) goals.   Abstrak Penelitian ini mengkaji konstruksi pendidikan Kristiani melalui dialektika antara teologi dan kearifan lokal Batak Toba dalam konteks kepemimpinan dan pendidikan yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, kajian ini menganalisis bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan melayani dari teologi Kristen dapat diintegrasikan dengan falsafah dalihan na tolu sebagai landasan pendidikan Kristiani yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalihan na tolu seperti resiprokalitas, harmoni, dan keadilan sosial memiliki relevansi teologis yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan berkelanjutan. Integrasi perspektif teologis Kristen dengan kearifan budaya Batak Toba menciptakan model pendidikan kontekstual yang responsif terhadap identitas lokal sekaligus mempertahankan nilai-nilai universal Kristen. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teologi kontekstual di Indonesia, khususnya dalam merumuskan pendidikan Kristiani yang berkelanjutan, berakar pada kearifan lokal, sekaligus berorientasi pada tujuan Education for Sustainable Development (ESD).
Pengembangan pendidikan kristiani berwawasan pluralis dan multikultural: Studi kasus di Universitas Halmahera Ice, Demianus
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.1083

Abstract

Pluralism and multiculturalism often present significant challenges in societal life. As a result, education emerges as a powerful tool for addressing the realities of pluralistic and multicultural societies while bridging the gap between social realities and pedagogical perspectives. Using a qualitative research method, this study provides an in-depth understanding of how Christian Education at the University of Halmahera accommodates and integrates the values of pluralism and multiculturalism into its curriculum and teaching practices. With a pluralistic and multicultural perspective, this article analyzes how students at the University of Halmahera build their understanding of religious and cultural diversity through a learning process based on reflection, social interaction, and real-life experiences. This research indicates that Christian education with a pluralistic and multicultural perspective can significantly promote tolerance and understanding of diversity, thereby supporting the creation of a more harmonious and peaceful society at the University of Halmahera and its surroundings.   Abstrak Pluralisme dan multikulutural seringkali menjadi persoalan serius dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Oleh karenanya, pendidikan menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk mendialogkan realitas pluralis-multikultural sekaligus menjadi jembatan penghubung antara realitas sosial dengan wawasan pedagogis. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menyajikan pemahaman mendalam tentang bagaimana pendidikan kristiani di Universitas Halmahera mengakomodasi dan mengintegrasikan nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme dalam kurikulum dan praktik pengajaran. Dengan perspektif pluralis dan multikultural, artikel ini menganalisis bagaimana mahasiswa Universitas Halmahera membangun pemahaman mereka tentang keberagaman agama dan budaya melalui proses pembelajaran yang berbasis pada refleksi, interaksi sosial, dan pengalaman nyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kristiani dengan wawasan pluralis dan multikultural dapat berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap toleransi dan pengertian terhadap keberagaman, sehingga mendukung terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan damai di Universitas Halmahera dan sekitarnya.
Pembelajaran kontekstual pendidikan agama Kristen melalui Tari Giring-Giring berbasis media audio visual Hutapea, Rinto Hasiholan; Sahertian, Christiana Demaja W.; Tarumaselly, Yowelna
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.1092

Abstract

This research aims to analyze the design of a contextual learning model in Christian Religious Education by integrating Christian values through local cultural elements, namely the Giring-Giring dance. Audio-visual media in the form of Giring-Giring dance videos facilitate students' understanding more concretely and contextually understanding more concretely and contextually. The literature review method was used in data collection and data analysis. The results show that implementing this learning model has a positive impact on students' understanding and appreciation of Christian values. Some of the main findings of this research reveal that the use of audio-visual media in the form of Giring-Giring dance videos can increase students' interest and motivation in learning Christian values. Integrating local cultural elements through Giring-Giring dance helps learners understand the connection between Christian values and real life in the surrounding environment. A contextual approach in learning facilitates learners to construct knowledge and apply Christian values more meaningfully.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan model pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Kristen dengan mengintegrasikan nilai-nilai kristiani melalui unsur budaya lokal, yaitu tari Giring-Giring. Media audio visual berupa video tari Giring-Giring digunakan untuk memfasilitasi pemahaman peserta didik secara lebih konkret dan kontekstual. Metode literature review digunakan dalam pengumpulan data maupun analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan penghayatan peserta didik terhadap nilai-nilai kristiani. Beberapa temuan utama dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan media audio visual berupa video tari Giring-Giring dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dalam mempelajari nilai-nilai kristiani. Integrasi unsur budaya lokal melalui tari Giring-Giring membantu peserta didik memahami keterkaitan antara nilai-nilai kristiani dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran memfasilitasi peserta didik untuk mengonstruksi pengetahuan dan mengaplikasikan nilai-nilai kristiani secara lebih bermakna.