cover
Contact Name
Abdul Holik
Contact Email
abdulholik@uninus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksipkm@uninus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 20886977     EISSN : 25481487     DOI : 10.30999
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian masyarakat yang telah memiliki nomor P-ISSN 2088-6977 dan E-ISSN 2548-1487 dengan Focus dan Scope pada bidang pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, dan Rekayasa.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
Edukasi Pola Konsumsi dalam Memperkuat Ekonomi Pasca Covid-19 Pada UMKM Desa Klambir Lima Kebun Rusiadi, Rusiadi; Suhendi, Suhendi; Adianti, Vivi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi sehingga meningkatkan pemahaman tentang pola efisiensi konsumsi dalam memperkuat ekonomi pasca Covid-19 pada masyarakat yang memiliki uasaha kecil UMKM Desa Klambir Lima Kebun. Target khusus pelaksanaan pengabdian masyarakat ini agar masyarakat mampu meningkatkan pola efisiensi konsumsi dalam memperkuat ekonomi pasca Covid-19 pada rumah tangga UMKM. Ruang lingkup aktivitas pengabdian yang dilakukan yaitu pada aspek bagaimana konsumsi dalam memperkuat ekonomi, bagaimana memperkuat ekonomi pasca Covid-19 pada masyarakat yang memiliki usaha UMKM Desa Klambir Lima Kebun. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan cara mengedukasi masyarakat khususnya pemilik UMKM di Desa Klambir Lima Kebun mampu menganalisa konsumsi dalam memperkuat ekonomi pasca Covid-19 pada rumah tangga UMKM.
Pelatihan Komunikasi Asertif (TOT Bagi Guru SD di Kabupaten Kuningan) Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Nurendah, Gemala; Fauziyya, Eka; Maslihah, Sri; Chotidjah, Sitti; Musthofa, M. Ariez; Lestari, Selfiyani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Barat termasuk tinggi, menurut data Simfoni-PPA Jawa Barat menempati urutan 5 besar di Indonesia. Pada 2020 tercatat ada 1.186 kasus, 2021 ada 1.766 kasus dan 2022 ada 2.001 kasus. Peningkatan jumlah kasus setiap tahunnya menjadi sebuah fakta mengkhawatirkan dimana seharusnya anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara. Salah satu kasus kekerasan seksual yang menjadi sorotan terjadi di Kabupaten Kuningan, dialami seorang anak perempuan berusia 8 tahun dan pelaku adalah 2 orang dewasa berusia 63 dan 69 tahun (merdeka.com, 2022). Berdasarkan paparan kasus tersebut, maka Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia merasa perlu melakukan upaya preventif berupa pelatihan komunikasi asertif untuk meminimalisir semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembekalan kepada guru-guru Sekolah Dasar agar dapat melatih anak didiknya mengenai pentingnya perilaku asertif dan mengembangkan perilaku asertif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian materi mengenai komunikasi asertif dan deteksi dini anak korban kekerasan seksual, jumlah peserta pelatihan sebanyak 116 orang yang merupakan guru-guru SD yang tersebar di wilayah Kabupaten Kuningan. Terdapat pre test dan post test untuk menguji pengetahuan para guru, hasil analisis menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan dan peserta pelatihan memberikan respons positif dari segi pematerian dan penyelenggaraan.
Pelatihan Komunikasi Berbasis Parent-Child Communication bagi Petugas/ Wali Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung Maslihah, Sri; Wulandari, Anastasia; Zulnida, Eka Fauziyya; Nurendah, Gemala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu implementasi dari Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak adalah bagaimana memberikan ruang pembinaan yang ramah anak bagi anak-anak yang berkonflik hukum (ABH)  yang mendapatkan vonis untuk menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), yang sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Pemasyarakatan Anak (LAPAS Anak).  Untuk itu salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki petugas terutama yang menjadi wali/pengasuh anak binaan LPKA adalah keterampilan komunikasi khususnya komunikasi dengan ABH yang menjadi anak binaan LPKA.  Dalam upaya membantu meningkatkan kompetensi wali anak binaan LPKA  dalam membangun komunikasi dengan anak binaan  dilakukan kegiatan Pelatihan Komunikasi berbasis Parent Child Communication bagi petugas/wali anak binaan LPKA Bandung.  Kegiatan pelatihan didahului dengan pretest  untuk mengukur gambaran komunikasi petugas dengan anak binaan.  Selanjutnya petugas diberikan pelatihan komunikasi berbasis Parent Child Communication  dengan pemberian materi tentang teori terkait Parent Child Communication   dan simulasi komunikasi dengan anak binaan. Subyek pelatihan adalah 13 orang petugas LPKA Kelas I Bandung yang menjadi petugas wali. Satu bulan setelah pelatihan kepada petugas yang mengikuti pelatihan diberikan post test. Hasil analisis  data uji beda komunikasi petugas dan anak binaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan menunjukkan nilai koefisien beda dengan  t sebesar -9,909 dengan p sebesar 0,000 (p < 0.01) artinya, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi petugas dan anak binaan yang signifikan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan komunikasi berbasis Parent Child Communication.  Selain itu berdasarkan hasil wawancara kepada empat orang perwakilan  petugas yang mengikuti pelatihan, keempatnya   memberikan respon yang positif atas penyelenggaraaan pelatihan ini baik untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan  komunikasi dengan anak binaan serta menyampaikan manfaat materi yang disampaikan dalam membantu petugas dalam perannya sebagai wali anak binaan LPKA
Edukasi Kesehatan Ibu Hamil Melalui Kelas Ibu Akademi Kebidanan Prima Husada Bogor Ariandini, Shanti; Nurjanah, Imas; Awalia, Mutia; Silviani, Ranti; Akmali, Hetti Nur; Kholisoh, Siti Nurul
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan   ibu   hamil   merupakan   perhatian   besar   bagi   pemerintah.   Ibu   hamil, membawa  calon  generasi  penerus  bangsa  yang  secara  produktif  akan berkontribusi  besar terhadap kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu setiap ibu hamil memerlukan asuhan selama masa kehamilannya. Kegiatan pengabdian kepada ibu hamil bertujuan untuk memberikan informasi mengenai edukasi kesehatan ibu hamil  melalui kelas ibu. Tujuan dilakukan kelas ibu ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan ibu hamil. Penelitian ini dilakukan kepada 25 ibu hamil di Posyandu Dahlia RW 02 dengan cara membandingkan hasil pre test dan post test setelah edukasi. Hasil uji statistik diperoleh nilai t sebesar -4.707 dan ?=0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh terhadap edukasi kesehatan ibu hamil melalui kelas ibu. Terjadi peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata skor pretest 1,44 menjadi rata-rata posttest 1,92. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang edukasi kesehatan ibu hamil memalui kelas ibu.
Upaya Peningkatan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting dengan Pendidikan Kesehatan di Puskesmas Parung Bogor Zakiah, Lela; Rahmadini, Annisa Fitri; Ramadani, Fikria Nur; Rahmawati, Ayu; Syahrani, Cahya; Tiberyal, Chairunnisa; Aprilia, Dea Rahma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang sering terjadi pada balita di Indonesia. Permasalahan asupan gizi penyebab stunting sudah dimulai sejak pada masa kehamilan. Stunting berhubungan erat dengan pendapatan keluarga, sosial budaya, kebijakan ekonomi, dukungan keluarga, dan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi asupan gizi dimulai dari masa kehamilan. Peningkatan pengetahuan ibu hamil dapat dilakukan dengan kegiatan edukasi. Edukasi ialah kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan pada individu, keluarga, kelompok serta masyarakat untuk merubah perilaku dari tidak sehat ke pola yang lebih sehat. Upaya pendidikan kesehatan dapat dilakukan pada ibu hamil dengan mencegah stunting yaitu dengan diberikan pendidikan kesehatan terkait gizi ibu hamil. Kegiatan edukasi dilakukan di Puskesmas Parung dengan jumlah sasaran 30 orang. Dilakukan pengukuran pre dan post test setelah edukasi dilakukan. Didapatkan hasil yang signifikan (P value < 0,005) terhadap pengetahuan ibu hamil. Sehingga pendidikan kesehatan merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait stunting.  
Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Tajurhalang Kabupaten Bogor Munir, Rindasari; Kusmiati, Meti; Fauziah, Nurul Azmi; Ningrum, Anggun Setia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to WHO, in several developed countries such as America, Japan, Australia and Europe, since 197-, neonatal screening programs for hypothyroidism have been implemented so as to reduce the occurrence of mental retardation in children (Apriliani et al., 2021). Symptoms of hypothyroidism in newborns are usually not very obvious and congenital hypothyroidism can cause severe mental retardation unless therapy is received early, so a congenital hypothyroid (HK) screening examination is very important to do(Apriliani et al., 2021). Congenital Hypothyroidism Screening is effective 48-72 hours after birth(Ida Bagus Eka Utama Wija, 2020). Based on the pre and post test scores from 30 participants, it was found that there was an increase in the good category in knowledge with an average score of 1.7 to 3.00, meaning that the counseling was successfully implemented.There needs to be awareness of pregnant women, where the task of building awareness is held by health workers, so it is hoped that health agencies which are already required to run the SHK program will be more aggressive and package their invitations to pregnant women well.
Edukasi Pada Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan Yusnia, Nina; Lestari, Fitria; Zahra, Nanda Az; Amanda, Tria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Kemenkes tanda bahaya kehamilan adalah tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan. Menurut WHO angka kematian  ibu (AKI)  yaitu  211  per 100.000  angka  kelahiran  hidup.  AKI  di  Indonesia  menurut Survei   Angka   Sensus   2015 adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup. Kurangnya deteksi dini mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan dapat mengakibatkan kurangnya antisipasi yang cepat pada saat kehamilan sampai proses persalinan sehingga berisiko besar terjadi kematian ibu. Tujuan dari pengabdian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan. Metode yang digunakan yaitu ceramah, yaitu tim pemateri memberikan pemahaman kepada 20 ibu hamil. Hasil perhitungan uji statistic diperoleh nilai T sebesar -12.457 dan ?= 0,001 (?<0,05), artinya ada pengaruh edukasi tanda-tanda bahaya kehamilan. Dari hasil yang diperoleh dari pre test dan post test menunjukan adanya peningkatan pemahaman peserta dari nilai pre test rata rata 1,35 menjadi nilai post test rata-rata 2,75. Kesimpulan Edukasi Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan ini dapat memberikan pengaruh terhadap ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di Posyandu Desa Cigombong.
Sosialialisasi Strategi Peningkatan UMKM Kreatif Melalui Pemanfaatan CSR Perusahaan Sudarman, La; Lelawatty, Poniasih; Teheni, Muhammad Tasjiddin; Syarif, Syastriani Isna Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CSR is the social responsibility of a corporation which includes legal, economic, ethical and environmental responsibilities. Meanwhile, creative MSME are efforts where business actors carry out various creative ways to increase the competitiveness of their MSME by utilizing CSR funds provided by the company. The CSR obtained by MSME comes from funds provided by PT. Aneka Tambang, Tbk which operates in Pomalaa District, Kolaka Regency. The purpose of this service is to provide information regarding the pattern, application mechanism and form of PT's CSR program. Aneka Tambang, Tbk. The method used in this service is the socialization method which starts with the FGD stage, needs analysis, implementation of activities and evaluation. From the results of the socialization carried out in Pomalaa District, the MSME target partners were very enthusiastic about knowing the pattern, mechanism and form of the company's CSR utilization program to improve the MSME owned by the target partners. The output of this activity is that MSMEs learn about efforts to increase creative MSME through the use of CSR which can be achieved through partnership, community and participatory patterns. The mechanism for obtaining CSR is through the stages of proposal submission, selection, realization and reporting. The forms of the program include developing the capabilities of MSME players, increasing their ability to understand financial management, improving human resources, production and technology and marketing.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penggunaan Media Putar Antropometri Status Gizi Usia 0-59 Bulan Alam, Hilda Sulistia; ., Asriadi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu pelayanan kesehatan untuk memudahkan masyarakat mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama untuk ibu dan anak balita.. Kualitas dan kuantitas dari pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh keberhasilan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan holistik pada klien dalam rangka memenuhi sasaran yang ingin dicapai. Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dan merupakan bagian dari pembangunan kesehatan yang diprogramkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi, angka kelahiran bayi, dan angka kematihn ibu , serta dalam rangka mempercepat terwuiudnya Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. Secara teknis tugas kader yang terkait dengan gizi adalah melakukan pendataan balita, melakukan penimbangan serta mencatatnya dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), memberikan makanan tambahan, mendistribusikan vitamin A, melakukan penyuluhan gizi serta kunjungan ke rumah ibu yang menyusui dan ibu yang memiliki balita. Produk Standar Antropometri merupakan pengembangan dari Lampiran PMK No.2 Tahun 2020 tentang Standar Antropomteri Anak yang berbentuk tabel. Adanya produk ini diharapkan memberikan solusi kepada kader dalam memberikan pelayanan khususnya dalam melakukan pengukuran antropometri kepada Balita dalam menentukan status gizi agar lebih efektif dan efisien. Kegiatan PkM dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Banabungi Kabupaten Buton pada Tanggal 24 Juli 2023 yang terdiri atas 2 orang dosen  serta 2 orang mahasiswa kebidanan Politeknik Baubau yang turut berpartisipasi. Sasaran PkM ini Kader Posyandu Mawar 3 yang berjumlah 5 orang.  Kegiatan PkM terdiri atas 6 tahapan, yaitu Pembukaan: diawali dengan salam kemudian pemateri memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan dan sasaran serta membagikan lembar pre test yang kemudian diisi oleh kader Posyandu. Proses: pemateri menyampaikan materi dengan metode ceramah dan dibantu media handout dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab. Evaluasi: pemateri memberikan lembar post test dan meminta kader Posyandu untuk mengisinya serta memberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Refleksi: pemateri memberikan pesan dari kegiatan PkM yang telah dilakukan. Tindak lanjut: pemateri memberikan edukasi kepada kader Posyandu tentang manfaat produk yang ada. Penutupan: mengucapkan salam dan hamdalah. Hasil kegiatan PkM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader Posyandu terhadap penggunaan Media Putar Antropometri Status Gizi Usia 0-59 Bulan pre test  25% menjadi 100% pada saat  post test.
Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan ?Penyakit Degeneratif pada Remaja SMP Solikhah, Lilik Sofiatus; Tumewu, Zefanya; Weiha, Rati Oktrin; ., Nurjannah; Sari, Putri Mayang; Ramadhan, Doni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif tidak hanya terjadi pada lansia dan dewasa saja, melainkan juga pada remaja jika pola makannya tidak sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Pedoman gizi seimbang merupakan kumpulan makanan dan minuman dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan harian tubuh dengan tetap memperhatikan prinsip keberagaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan pemantauan berat badan secara teratur. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/siswi tentang gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah ceramah, Focus Groub Discussion (FGD), dan tanya jawab. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan siswa/siswi terkait gizi seimbang dari nilai rata-rata 59% menjadi 85%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi mampu meningkatkan pengetahuan gizi siswa/siswi sehingga tenaga gizi di puskesmas setempat disarankan untuk turut memberikan edukasi tentang pedoman gizi seimbang pada siswa/siswi agar pencegahan penyakit degeneratif dapat dilakukan sejak dini.